Anda di halaman 1dari 6

No. ID dan Nama Peserta : dr.

Catri Dwi Utari Pramasari


No. ID dan Nama Wahana : RS HM Rabain Muara Enim
Topik : Hemoroid
Tanggal (kasus) :10 Januari 2018 Presenter : dr. Catri Dwi Utari Pramasari
Nama Pasien :Tn. S No. RM :
Tanggal Presentasi : Pendamping : dr. Vivin J Susilo
Tempat Presentasi : RS HM Rabain Muara Enim
Obyektif Presentasi :
 Keilmuan  Ketrampilan  Penyegaran  Tinjauan Pustaka

 Diagnostik  Manajemen  Masalah  Istimewa

 Neonatus  Bayi  Anak  Remaja  Dewasa  Lansia  Bumil


 Deskripsi : Laki-laki, 56 tahun, keluar benjolan dari dalam anus
 Tujuan : menegakkan diagnosis dan menetapkan manajemen pasien hemoroid interna
grade 4
Bahan bahasan  Tinjauan Pustaka  Riset  Kasus  Audit
:
Cara membahas  Diskusi  Presentasi dan  E-mail  Pos
: diskusi
Data pasien : Nama : Tn. S No CM :
2608xx
Nama klinik : RS Betha Medika Telp : Terdaftar sejak
:
Data utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis/ Gambaran klinis :
Pasien laki laki datang ke IGD dengan keluhan keluar benjolan dari dalam anus. Keluhan
benjolan tersebut dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengaku BAB secara teratur satu
kali sehari, akan tetapi pasien sering mengedan ketika BAB. Sejak kurang lebih 6 bulan
yang lalu hingga sekarang, pasien merasakan BAB sakit dan kadang mengeluarkan darah
merah segar menetes di akhir BAB, dan tidak berlendir. Kira kira 2 bulan yang lalu pasien
merasa keluar benjolan kecil dan bertambah besar dari dalam anus tetapi masih dapat
masuk ke dalam anus dengan sendirinya. Semenjak satu minggu yang lalu darah yang
keluar dari anusnya semakin sering. Benjolan tidak terasa sakit waktu dipegang dan tidak
keras. Pasien tidak merasakan kembung atau mules, tidak mual atau muntah. Pasien tidak
mengeluh nafsu makan turun dan berat badan turun. Pasien jarang mengonsumsi sayuran
dan lebih suka makanan junk food karena keluarga di rumah tidak pernah memasak.
2. Riwayat Pengobatan :
-
3. Riwayat kesehatan/penyakit :
Riwayat penyakit serupa (-)
4. Riwayat keluarga :
Riwayat penyakit serupa (-), DM (-), HT (-), Jantung (-)
5. Riwayat pekerjaan :
Pensiunan pegawai bank
6. Lain-lain
PEMERIKSAAN FISIK :
 KU : Baik, Compos mentis
 Vital signs
TD : 120/80 mmHg
N : 84 x/menit, regular, isi dan tegangan cukup
R : 20x/menit
S : 36,5 ° C aksilla
 Mata : CA -/-,
 Mulut : faring tidak hiperemis, tonsil T0=T0, tidak hiperemis, permukaan halus,
detritus tidak ada, muara kripte tidak melebar.
 Leher : Dbn

 Thoraks :
Inspeksi : simetris, ketinggalan gerak (-), retraksi (-)
Palpasi : P/ taktil fremitus kanan = kiri
C/ictus cordis di SIC V 2 jari medial LMCS
Perkusi : P/ Sonor di seluruh lapang paru
C/ batas jantung-paru dbn
Auskultasi : P/ vesikuler +/+, ST (-)
C/ S1-2reguler, ST (-)
 Abdomen
Inspeksi : datar
Auskultasi : peristaltik (+) normal
Perkusi : timpani diseluruh lapang abdomen
Palpasi : supel, NT (-), Lien dan Hepar ttb
 Ekstremitas
Edema -/-/-/- , akral dingin -/-/-/-
 Status lokalis
Inspeksi : Tampak benjolan diameter 2 cm, warna merah kecoklatan, hematom
perianal (-), abses (-)
Palpasi (RT) :Tonus sphingter ani cukup, ampula recti kolaps (-), mukosa rectum
licin, terdapat massa konsistensi kenyal dengan diameter kurang lebih 3
cm pada arah jam 3 tidak ada nyeri tekan, mobile, tidak menghilang saat
penekanan dan pada sarung tangan didapatkan darah (+), lendir (-), feses
(-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG :
Hemoglobin : 12 g/dl (N)
Leukosit : 6850/ul (N)
Hematokrit : 36 % (N)
Eritrosit : 4,7x106/ul (N)
Trombosit : 156.000/ul (N)
CT : 8 menit (N)
BT : 3 menit (N)

TERAPI (17.00)
- Instruksi rawat inap (Rencana OP)
- IVFD RL 20 tpm
- Inj kalnex 3x500mg
Daftar Pustaka :
1. Chong PS, Bartolo DCC. 2008. Hemorrhoids and fissure in ano. Gastroenterology Clinics
of North America.627–644
2. Sjamsuhidajat R, De Jong W. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah. EGC: Jakarta.

Hasil pembelajaran :
1. Diagnosis hemoroid interna grade 4 melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik
2. Penentuan terapi hemoroid interna grade 4
3. Edukasi mengenai tatalaksana penyakit hemoroid interna grade 4

SUBJEKTIF :

Pasien dengan keluhan keluar benjolan dari dalam anus. Keluhan benjolan tersebut dirasakan
sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengaku BAB secara teratur satu kali sehari, akan tetapi pasien
sering mengedan ketika BAB. Sejak kurang lebih 6 bulan yang lalu hingga sekarang, pasien
merasakan BAB sakit dan kadang mengeluarkan darah merah segar menetes di akhir BAB,
dan tidak berlendir. Kira kira 2 bulan yang lalu pasien merasa keluar benjolan kecil dan
bertambah besar dari dalam anus tetapi masih dapat masuk ke dalam anus dengan sendirinya.
Semenjak satu minggu yang lalu darah yang keluar dari anusnya semakin sering. Benjolan
tidak terasa sakit waktu dipegang dan tidak keras. Pasien tidak merasakan kembung atau
mules, tidak mual atau muntah. Pasien tidak mengeluh nafsu makan turun dan berat badan
turun. Pasien jarang mengonsumsi sayuran.

OBJEKTIF:

Dari hasil pemeriksaaan didapat keluhan utama pasien adalah munculnya benjolan dari
dalam anus yang tidak sakit dan tidak keras ketika dipegang dengan riwayat BAB terasa sakit
dan keluar darah segar menetes di akhir BAB yang semakin hari semakin memberat, BAB
sering mengedan, dan pasien jarang mengkonsumsi sayuran dan suka makanan yang pedas.
Diagnosis diperkuat dengan pemeriksaan status lokalis di regio anal terlihat benjolan diameter
2 cm, warna merah kecoklatan dan pada rectal toucher terdapat massa di mukosa rectum
konsistensi kenyal dengan diameter kurang lebih 3 cm pada arah jam 3 tidak ada nyeri tekan,
mobile, tidak menghilang saat penekanan dan pada sarung tangan didapatkan darah.

ASSESSMENT :

Diagnosis hemoroid interna grade 4 ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan


fisik.Secara umum gejala hemoroid timbul ketika hemoroid tersebut menjadi besar, inflamasi,
trombosis, atau bahkan prolaps. Dari hasil analisispasien jarang mengonsumsi serat yang
berpotensi menyebabkan konsistensi feses keras dan mengharuskan untuk mengejan ketika
BAB. Hal ini mengakibatkan peregangan muskulus sphincter ani terjadi berulang kali, dan
semakin lama penderita mengejan maka akan membuat peregangannya bertambah burukdan
terjadi prolaps jaringan rectum melalui kanalis analis.Pada hemoroid interna terjadi nyeri,
merupakan tanda adanya radang. Perdarahan terjadi saat pasien mengejan dan berhenti bila
pasien berhenti mengejan, sedangkan perdarahan karena sebab lain tidak mengikuti pola ini.
Darah yang keluar adalah darah segar yang tidak bercampur dengan feses (hematoshezia).
Perdarahan kadang menetes tapi dapat juga mengalir deras. Sebab utama perdarahan adalah
trauma feses yang keras. Diagnosis diperkuat dengan pemeriksaan status lokalis di regio anal
terlihat benjolan diameter 2 cm, warna merah kecoklatan dan pada rectal toucher terdapat
massa di mukosa rectum konsistensi kenyal dengan diameter kurang lebih 3 cm pada arah
jam 3 tidak ada nyeri tekan, mobile, tidak menghilang saat penekanan dan pada sarung tangan
didapatkan darah.Pada kasus hemoroid dengan perdaarahn aktif perlu ditinjau kadar Hb darah
karena dapat terjadi anemia.

PLAN:

- Diagnosis
Hemoroid interna grade 4.

- Pengobatan
 Instruksi rawat inap dan dikonsulkan kepada spesialis bedah untuk dilakukan
tindakan pembedahan.
 IVFD RL 20 tpm.
 Inj kalnex 3x500mg untuk menghentikan perdarahan aktif.
 Bisakodil 1x10mg untuk melunakkan konsistensi feses.

- Pendidikan
Edukasi mengenai penyakit bertujuan untuk memotivasi pasien menjalani rawat inap
agar dikonsulkan kepada pihak yang lebih berkompeten (SpB) karena pasien menderita
hemoroid interna grade 4dan hal tersebut adalah indikasi untuk dilakukan pembedahan.
Edukasi juga diberikan agar pasien mulai banyak mengonsumsi makanan tinggi serat
agar konsistensi feses lunak dan tidak mengejan ketika BAB sehingga mengurangi
resiko terjadinya hemoroid kembali.

- Konsultasi
Konsultasi ditujukan kepada dokter spesialis bedah (Sp.B) untuk mendapatkan
pengobatan lebih lanjut.

Kegiatan Periode Hasil yang diharapkan


Edukasi pasien 1 hari dilakukan terapi causatif oleh
mengenai penyakit dan SpB
terapi causatifnya,
melakukan pemeriksaan
penunjang, serta
konsultasi SpB
Kontrol rutin setelah 1 bulan sekali atau jika Mengevaluasi hasil tindakan
tindakan pembedahan ada keluhan pembedahan
Pendamping

(dr. Elfani Sakinah)