Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA


DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PERIUK TAHUN 2017

1. Latar Belakang
a) Dasar Hukum
1) UU No 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak
2) UU No 10 tahun 1992 tentang pengembangan kependudukan dan keluarga sejahtera
3) UU No 3 tahun 1992 tentang kesehatan
4) Inpres 1997 tentang penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan kualitas anak.
5) Permenkes no 433/menkes/SK/1998 tentang pembentukan komisi kesehatan
reproduksi
6) Permenkes Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi
b) Gambaran umum
Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut menandatangani kesepakatan
ICPD, menindak lanjuti pertemuan tersebut dengan mengadakan Lokal karya Nasional
Kesehatan Reproduksi tahun 1996 dan 2003 di Jakarta. Kesepakatan yang dihasilkan
antaranya adalah: untuk dapat memenuhi hak-hak reproduksi setiap individu,
maka pelayanan kesehatan reproduksi harus dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh,
yaitu dengan mengintregasikan setiap komponen program terkait kesehatan reproduksi
dengan menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan gender serta pencegahan
dan penanganan kekerasan terhadap perempuan. Keterpaduan dalam pelayanan
kesehatan reproduksi, merupakan upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas
pelayanan kesehatan reproduksi kepada setiap individupada siklus hidupnya.
Selanjutnya untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan reproduksi yang
terjangkau dan berkualitas ditetapkan peraturan pemerintah Nomor 61 Tahun 2014
tentang Kesehatan Reproduksi. Peraturan ini bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak
kesehatan setiap orang diperoleh melalui pelayanan kesehatan yang bermutu, aman , dan
dapat di pertanggung jawabkan serta menjamin kesehatan itu dalam usia reproduksi agar
mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas, serta mengurangi angka kematian
ibu.Setelah hampir 20 tahun sejak rekomendasi ICPD yang menekankan pentingnya
pemenuhan hak-hak reproduksi disepakati, namun belum semua individu mendapatkan
akses yang sama terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Hal ini dapat dilihatdengan
masih tingginya angka kematian ibu ( AKI ), tingginya kehamilan usia remaja,rendahnya
pemakaian kontrasepsi dan lain sebagainya
Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang terintregasi
kepada setiap individu sesuai usia, sejak tahun 2002 Kementerian Kesehatan
telah mengembangkan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu (PKRT) di
pelayanan kesehatan dasar. Sampai tahun 2014 berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan
Provinsi, telah ada sebanyak 2.133 puskesmas PKRT dengan cakupan
kabupaten/kota yang memiliki minimal 4 puskesmas PKRT sebesar 237 kabupaten/kota (
45% ) di seluruhIndonesia ( Data rutin.2013 )
2. Maksud dan tujuan :
a. Maksud kegiatan
Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk menjamin terlaksananya pelayanan
kesehatan reproduksi remaja terpadu dalam rangkapencapaian nakses universal
kesehatan reproduksi.
b. Tujuan kegiatan
1) Menyediakan acuan pelayanan kesehatan reproduksi remaja terpadu di
pelayanankesehatan dasar dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender.
2) Meningkatnya penyelenggaraan kesehatan reproduksi terpadu ditingkat
pelayanan kesehatan dasar.
3) Menjelaskan tentang pernikahan dini dan dampak yang diakibatkan dari pernikahan
dini.
4) Meningkatnya capaian indikator pelayanan program dalam lingkup
kesehatanreproduksi remaja
3. Pelaksanaan kegiatan
a. Urutan kegiatan
Penyuluhan Kespro diadakan setiap 4 kali dalam satu tahun di sarana sekolah wilayah
kerja BLUD Puskesmas Simpang Periuk dengan sasaran adalah guru atau pembina UKS
SD/Madrasah Ibtidaiyah, SMP/Madrasah Tsanawiyah, SMA/Madrasah Aliyah.
b. Batasan kegiatan
1) Penyuluhan KRR di SMP/MTs
2) Skrening siswa baru SMP/MTs
3) Skrening siswa baru SMA/MA/SMK
4) Penyuluhan KRR di SMA/MA/SMK
5) Jejaring remaja
4. Indikator keluaran dan keluaran
a. Indikator keluaran
Jumlah laporan pelaksanaan kegiatan meningkat
b. Keluaran
Keberhasilan kegiatan Kespro ini diukur dari jumlah sasaran yang meningkat dan siswa
di wilayah kerja Puskesmas Simpang Periuk mengerti dengan kespro itu sendiri. .
5. Tempat pelaksanaan kegiatan
Kegiatan diselenggarakan setiap enam bulan sekali di SMP dan SMA yang ada di
wilayah kerja Puskesmas Simpang Periuk tahun 2017 sesuai dengan jadwal kegiatan masing-
masing.
6. Biaya
Biaya kegiatan ini akan dibebankan pada pembiayaan BOK tahun anggaran 2017.

Mengetahui, Lubuklinggau, Januari 2017


Pimpinan BLUD Puskesmas Simpang Periuk Pelaksana Kegiatan
Kec. Lubuklinggau Selatan II

dr. Willy Prima Lukita Alvi, Amd Keb


NIP. 19800209 200604 2 006 NIP. 19750313 2006 04 2002