Anda di halaman 1dari 2

Infark Miokard Akut

No.Dokumen:
No.Revisi :
SOP Tanggal Terbit:
Halaman :1/2

UPTD BELASIUS KABUR


PUSKESMAS Nip : 19660228 199003 1 010
NANGALILI
1.Pengertian Infark Miokard akut didefinisikan sebagai sindroma klinik yang disebabkan oleh
oklusi parsial maupun total atau emboli distal arterikoroner. Dapatdibagi 2
berdasarkan gambaran EKG: tanpa elevasi segmen ST atau dengan elevasi segmen
EKG pada EKG 12-lead pasien.
2.Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam memberikan terapi bagi pasien
dengan gejala nyeri dada
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor :
Tentang standar layanan klinis
4.Referensi 1. Permenkes no 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di
FKTP
2. Permenkes no 75 tahun 2014 tentangPusat Kesehatan Masyarakat
3. EIMED PAPDI Kegawatdaruratan Penyakit Dalam
4. Panduan Praktik Klinis dan Clinical Pathway Penyakit Jantung dan Pembuluh
Darah oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia
5.Prosedur 1. Dokter menegakkan diagnosis infarkmiokard akut dengan criteria klinis: nyeri
dada terasa seperti ditekan, ditimpa benda berat, menjalar keleher, rahang, bahu,
punggung, lengan serta dapat disertai gejala sesak nafas, panas di dada, lemah,
keringatdingin, penurunan kesadaran, atau pusing, lama gejala lebih dari 20
menit, serta criteria berdasarkan gambaran penunjang EKG
2. Dokter memberikan terapi suportif yaitu tirah baring di tempat tidur serta puasa
hingga bebas nyeri.
3. Dokter memberikan terapi oksigen2-4L/menit
4. Dokter memasang akses intravena
5. Dokter memberikan terapi definitive yaitu untuk mengurangi nyeri dan
mengatasi penyebab sebagai berikut :
1. Atasi nyeri:
• Nitrat sublingual 5 mg (kontraindikasi jika sistolik< 90mmHg, bradikardia< 50
x/menit atau takikardia) dapat diulang hingga 3 kali jika masih ada keluhan.
2. Antitrombotik
• Aspirin 160-325 mg
3. Antikoagulan
• Clopidogrel 300 mg
6. Dokter melakukan rujukan pasien dengan terpasang infuse dan oksigen
6. Bagan Alir
Dokter menegakkan  Dokter memberikan terapi
diagnosa supotif tirah baring, oksigen,
dan puasa
 Terapi definitive yaitu
antinyeri, antirombotik dan
antikoagulan

Dokter melakukan rujukan

7. Hal – hal yang Komplikasi seperti Fibrilasi atrium, Fibrilasi ventrikel, takikardia ventrikel,
perlu bradiaritmia/syok, gagal jantung akut, pericarditis, kelaianan katup. Jika ada
diperhatikan langsung segera rujuk.

8. Unit Terkait Ruang Tindakan, Poli Umum

9. Dokumen Rekam medis


Terkait
10. Rekaman
Historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Perubahan diberlakukan