Anda di halaman 1dari 24

Makalah perkembangan fisika klasik

1. 1. SEJARAH FISIKA PERKEMBANGAN FISIKA KLASIK Muhammad Hilal


Sudarbi Oleh : MUHAMMAD HILAL SUDARBI (1401051028) PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG 2015
2. 2. 2 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena atas rahmat dan bimbinganNya, kami dapat menyelesaikan makalah
tugas mata kuliah Sejarah Fisika dengan judul “PERKEMBANGAN FISIKA
KLASIK” ini dengan baik. Kami sadar bahwa tersusunnya makalah ini tidak lepas
dari adanya petunjuk, arahan serta bantuan dari berbagai pihak. Makalah ini kami
susun dengan penuh kesungguhan, dengan mengerahkan segala kemampuan yang
kami miliki, namun kami sadar bahwa makalah ini masih banyak memiliki kelemahan
dan kekurangan. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami mohon kritik,
saran, serta masukan-masukan berharga dari semua pihak, terutama dari Ibu Dosen
pembimbing mata kuliah Sejarah Fisika, teman-teman mahasiswa FKIP Fisika
UNDANA Kupang, serta pihak-pihak lain yang terkait, demi perbaikan dan
penyempurnaan makalah ini di masa mendatang. Akhir kata, kami segenap kelompok
penyusun dan pengembang makalah ini megucapkan limpah terima kasih. Mudah-
mudahan makalah ini menjadi bacaan yang bermanfaat bagi kita semua. Kupang, 23
Februari 2015 Tim Penyusun
3. 3. 3 DAFTAR ISI KATA
PENGANTAR………………………………………………………....................... 2
DAFTAR ISI
……………………………………………………………….......................... 3 BAB I
PENDAHULUAN.......................................................................... 4 A. Latar
Belakang........................................................................... 4 B. Rumusan
Masalah..................................................................... 5 C.
Tujuan........................................................................................ 5 BAB II
PEMBAHASAN…………………………………………………........................ 6 A.
Fisika Periode Yunani Kuno........................................................ 6 B. Fisika
Klasik................................................................................. 7 C. Tokoh-tokoh Fisika
Klasik........................................................... 15 BAB III PENUTUP
…………………………………………………............................... 30 DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………......................... 31
4. 4. 4 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Fisika adalah sains atau ilmu
tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak
hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Fisikawan mempelajari perilaku
dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel
submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku
materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Beberapa sifat yang dipelajari
dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti
hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika.
Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya
(biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang
mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia
yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang
membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum,
termodinamika, dan elektromagnetika. Fisika juga berkaitan erat dengan matematika.
Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang
digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang
sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan
pemberian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak
yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak
selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan
matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi
teori-teori fisika. Sejak jaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat
dari benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material
yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Lainnya adalah sifat
dari jagad raya, seperti
5. 5. 5 bentuk bumi dan sifat dari objek celestial seperti matahari dan bulan. Sejarah
fisika dimulai pada tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan
menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut bintang di
angkasa. Sejak saat itu fisika terus berkembang sampai ke level sekarang.
Perkembangan ini tidak hanya membawa perubahan di dalam bidang dunia benda,
matematika dan filosofi namun juga, melalui teknologi, membawa perubahan ke
dunia sosial masyarakat. Revolusi ilmu yang berlangsung terjadi pada sekitar tahun
1600 dapat dikatakan menjadi batas antara pemikiran purba dan lahirnya fisika klasik.
Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900 yang menandakan mulai berlangsungnya era
baru yaitu era fisika modern. Di era ini ilmuwan tidak melihat adanya penyempurnaan
di bidang ilmu pengetahuan, pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan tanpa
henti, dari luasnya galaksi, sifat alami dari kondisi vakum sampai lingkungan
subatomik. Daftar persoalan dimana fisikawan harus pecahkan terus bertambah dari
waktu ke waktu. Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah. Teori tersebut
banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak pernah dipastikan oleh eksperimen
sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada pengecualian dan anakronisme :
contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan banyak deskripsi kuantitatif
yang benar dari mekanik dan hidrostatik. B. RUMUSAN MASALAH 1.
Bagaimanakah perkembangan fisika periode Yunani Kuno ? 2. Apakah fisika klasik
itu dan bagaimanakah perkembangannya ? 3. Siapa sajakah tokoh-tokoh fisika yang
ikut andil dalam abad kebangkitan fisika klasik dan apa sajakah penemuan-penemuan
mereka ? C. TUJUAN Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar hikayat umum
dan mahasiswa selaku pembaca dan pelaku pendidikan dapat memahami sejarah
perkembangan fisika, secara khusus pada fisika klasik dan mengenali ilmuwan-
ilmuwan yang berjasa dibalik perkembangan ilmu fisika.
6. 6. 6 BAB II PEMBAHASAN A. FISIKA PERIODE YUNANI KUNO Fisika pada
zaman Yunani Kuno merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban
manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan-perubahan pola pikir manusia dari
mitosentris menjadi ilogosentris. Pola pikir mitosentris adalah pola pikir masyarakat
yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam, seperti gempa
bumi dan pelangi. Gempa bumi tidak dianggap fenomena alam biasa, tetapi Dewa
Bumi yang sedang menggoyakan kepalanya. Namun, ketika filsafat diperkenalkan,
fenomena alam tersebut tidak lagi dianggap sebagai aktifitas dewa, tetapi aktifitas
alam yang terjadi secara kausalitas. Perubahan pola pikir tersebut kelihatannya
sederhana, tetapi implikasinya tidak sederhana karena selama ini alam ditakuti dan
dijauhi kemudian didekati bahkan dieksploitasi. Pada zaman ini fisika disebut sebagai
filsafat alam (sekitar abad XVIII). Orang Yunani awalnya sangat percaya pada
dongeng dan takhyul, tetapi lama kelamaan, terutama setelah mereka mampu
membedakan yang riil dengan yang ilusi, mereka mampu keluar dari kungkungan
mitologi dan mendapatkan dasar pengetahuan ilmiah. Inilah titik awal manusia
menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam
jagad raya. Karena manusia selalu berhadapan dengan alam yang begitu luas dan
penuh misteri, timbul rasa ingin mengetahui rahasia alam itu. Lalu timbul pertanyaan
dalam pikirannya; dari mana datangnya alam ini, bagaimana kejadiannya, bagaimana
kemajuaannya dan kemana tujuannya? Pertanyaan semacam inilah yang selalu
menjadi pertanyaan dikalangan filosof Yunani, sehingga tidak heran kemudian
mereka juga disebut dengan filosof alam karena perhatian yang begitu besar pada
alam. Para filosof alam ini juga disebut para filosof pra Sokrates, sedangkan Sokrates
dan setelahnya disebut para filosof pasca Sokrates yang tidak hanya mengkaji tentang
alam, tetapi manusia dan perilakunya. Ilmuwan Fisika pada zaman Yunani Kuno,
7. 7. 7 adalah orang-orang yang senantiasa berfikir tentang alam dan begitu perhatian
terhadap alam sehingga mereka disebut filosof alam. Filosof alam pertama yang
mengkaji tentang asal-usul alam adalah Thales of Miletus (624-546 SM), setelah itu
Anaximandros (610-540 SM), Heraklitos (540-480 SM), Parmenides (515-440 SM),
Phytagoras (582-496 SM), Democritus (460-370 SM), Empedocles (490-430 SM),
Plato (428-347 SM), Aristoteles (384-322 SM), dan Archimedes (287-212 SM).
Thales, yang dijuluki bapak filsafat, berpendapat bahwa asal alam adalah air. Menurut
Anaximandros substansi pertama itu bersifat kekal, tidak terbatas, dan meliputi
segalanya yang dinamakan apeiron, bukan air atau tanah. Heraklitos melihat alam
semesta selalu dalam keadaan berubah. Baginya yang mendasar dalam alam semesta
adalah bukan bahannya, melainkan aktor dan penyebabnya yaitu api. Bertolak
belakang dengan Heraklitos, Parmenides berpendapat bahwa realitas merupakan
keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak dan tidak berubah. Phytagoras berpendapat
bahwa bilangan adalah unsur utama alam dan sekaligus menjadi ukuran. Unsur-unsur
bilangan itu adalah genap dan ganjil, terbatas dan tidak terbatas. Jasa Phytagoras
sangat besar dalam pengembangan ilmu, terutama ilmu pasti dan ilmu alam. Ilmu
yang dikembangkan kemudian hari sampai hari ini sangat bergantung pada
pendekatan matematika. Democritus berpendapat bahwa bagian terkecil dari suatu
benda adalah atom, tidak dapat dibagi lagi. Empedocles berpendapat bahwa alam ini
disusun dari empat elemen utama yakin bumi, api, udara dan air. Yang menurut
Empedocles disebutnya sebagai risomata atau akar dari segala materi. Lebih dalam
Plato memperdalam gagasan tentang elemen-elemen penyusun benda. Menurutnya,
elemen-elemen pembentuk benda memiliki suatu bentuk geometris yang sangat khas
yang dikenal sebagai polihedron termasuk di dalamnya adalah kubus, tetrahedron,
octahedron, dodecahedron dan icosahedron. Aristoteles, menyatakan bahwa benda
yang berat jika dijatuhkan dengan benda yang ringan akan bergerak lebih cepat
daripada benda yang ringan. Pendapat tersebut tanpa adanya suatu percobaan terlebih
dahulu sehingga ditantang habis-habisan oleh Galileo Galilei. Selanjutnya, pada
akhirnya muncullah Archimedes yang memiliki penemuan-penemuan yang sangat
menakjubkan dalam dunia fisika secara khusus dan dunia sains secara umum. Ya, Jadi
setiap filosof mempunyai pandangan berbeda mengenai seluk beluk alam semesta.
Perbedaan pandangan bukan selalu berarti negatif, tetapi justru merupakan kekayaan
khazanah keilmuan. Terbukti sebagian pandangan mereka mengilhami generasi
setelahnya.
8. 8. 8 B. FISIKA KLASIK Fisika klasik adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip
yang dikembangkan sebelum bangkitnya teori kuantum, biasanya termasuk teori
relativitas khusus dan teori relativitas umum. Cabang-cabang yang termasuk fisika
klasik antara lain adalah, mekanika klasik (hukum gerak Newton, Lagrangian dan
mekanika Hamiltonian), Elektrodinamika klasik (persamaan Maxwell),
termodinamika klasik dan teori Chaos klasik. Dibandingkan dengan fisika klasik,
fisika modern adalah istilah yang lebih longgar, yang dapat merujuk hanya pada fisika
kuantum atau secara umum pada fisika abad XX dan XXI dan karenanya selalu
mengikut sertakan teori kuantum dan juga dapat termasuk relativitas. Pada awal abad
XVII, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori
fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan
berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum Inert. Pada
1687, Isaac Newton menerbitkan Filosofi Natural Prinsip Matematika, memberikan
penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses: Hukum Gerak Newton, yang
merupakan sumber dari mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang
menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia
juga memasukan beberapa teori dalam dinamika fluid. Mekanika klasik
dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan
Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum
Gravitas memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi
menggunakan teori fisika. Sejak abad XVIII dan seterusnya, termodinamika
dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733,
Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk
menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798,
Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan
pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas
dan juga dalam energi mekanika. Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael
Faraday, George Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell menyatukan
kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan oleh
9. 9. 9 persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini bahwa cahaya adalah gelombang
elektromagnetik. Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya
pemisahan teori dan eksperimen. Sejak abad XX, kebanyakan fisikawan perseorangan
mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoritis atau fisika eksperimental saja, dan
pada abad XX, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya,
hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang
sukses. Teoris berusaha mengembangkan teori yang dapat menjelaskan hasil
eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil eksperimen yang akan
datang. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan eksperimen
untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun teori dan eksperimen dikembangkan
secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya muncul
ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaskan teori yang ada,
sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen,
penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah
teori-M, teori populer dalam fisika energi-tinggi, karena eksperimen untuk
mengujinya belum pernah disusun. Meskipun fisika membahas beraneka ragam
sistem, ada beberapa teori yang digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di
satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini benar adanya, dalam wilayah kesahihan
tertentu. Contohnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan benda
dengan tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom dan bergerak dengan
kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya. Teori-teori ini masih terus
diteliti; contohnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal sebagai
teori Chaos ditemukan pada abad XX, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac
Newton. Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar ini
menyimpang. Oleh karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar penelitian
menuju topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun spesialisasinya,
diharapkan memahami teori-teori tersebut. Riset dalam fisika dibagi beberapa bidang
yang mempelajari aspek yang berbeda dari dunia materi. Fisika benda kondensi,
diperkirakan sebagai bidang fisika terbesar, mempelajari properti benda besar, seperti
benda padat dan cairan yang kita temui setiap hari, yang berasal dari properti dan
interaksi mutual dari atom. Bidang fisika atomik, molekul, dan optik berhadapan
dengan individual atom dan molekul, dan cara mereka
10. 10. 10 menyerap dan mengeluarkan cahaya. Bidang fisika partikel, juga dikenal
sebagai "fisika energi-tinggi", mempelajari properti partikel super kecil yang jauh
lebih kecil dari atom, termasuk partikel dasar yang membentuk benda lainnya.
Terakhir, bidang astrofisika menerapkan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena
astronomi, berkisar dari matahari dan objek lainnya dalam tata surya ke jagad raya
secara keseluruhan. Riset fisika mengalami kemajuan konstan dalam banyak bidang,
dan masih akan tetap begitu jauh di masa depan. Dalam fisika benda kondensi,
masalah teoritis tak terpecahkan terbesar adalah penjelasan superkonduktivitas suhu-
tinggi. Banyak usaha dilakukan untuk membuat spintronik dan komputer kuantum
bekerja. Dalam fisika partikel, potongan pertama dari bukti eksperimen untuk fisika di
luar model standar telah mulai menghasilkan. Yang paling terkenal adalah
penunjukan bahwa neutrino memiliki massa bukan-nol. Hasil eksperimen ini
nampaknya telah menyelesaikan masalah solar neutrino yang telah berdirilama dalam
fisika matahari. Fisika neutrino besar merupakan area riset eksperimen dan teori yang
aktif. Dalam beberapa tahun ke depan, pemercepat partikel akan mulai meneliti skala
energi dalam jangkauan TeV, yang di mana para eksperimentalis berharap untuk
menemukan bukti untuk Higgs boson dan partikel supersimetri. Para teoris juga
mencoba untuk menyatukan mekanika kuantum dan relativitas umum menjadi satu
teori gravitasi kuantum, sebuah program yang telah berjalan selama setengah abad,
dan masih belum menghasilkan buah. Kandidat atas berikutnya adalah Teori-M, teori
superstring, dan gravitasi kuantum loop. Banyak fenomena astronomikal dan
kosmologikal belum dijelaskan secara memuaskan, termasuk keberadaan sinar
kosmik energi ultra-tinggi, asimetri baryon, pemercepatan alam semesta dan
percepatan putaran anomali galaksi. Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam
energi-tinggi, kuantum, dan fisika astronomikal, banyak fenomena sehari-hari lainnya,
menyangkut sistem kompleks, chaos, atau turbulens masih dimengerti sedikit saja.
Masalah rumit yang sepertinya dapat dipecahkan oleh aplikasi pandai dari dinamika
dan mekanika, seperti pembentukan tumpukan pasir, "node" dalam air "trickling",
teori katastrof, atau pengurutan-sendiri dalam koleksi heterogen yang bergetar masih
tak terpecahkan. Fenomena rumit ini telah menerima perhatian yang semakin banyak
sejak 1970-an untuk beberapa alasan, tidak lain dikarenakan kurangnya metode
matematika modern dan komputer yang dapat menghitung sistem kompleks untuk
dapat dimodelin dengan cara baru. Hubungan antar disiplin dari fisika
11. 11. 11 kompleks juga telah meningkat, seperti dalam pelajaran turbulens dalam
aerodinamika atau pengamatan pola pembentukan dalam sistem biologi. Pada 1932,
Horrace Lamb meramalkan: Saya sudah tua sekarang, dan ketika saya meninggal dan
pergi ke surga ada dua hal yang saya harap dapat diterangkan. Satu adalah
elektrodinamika kuantum, dan satu lagi adalah gerakan turbulens dari fluida. Dan
saya lebih optimis terhadap yang pertama. a. Mekanika Klasik Dalam Mekanika
diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian dipakai dalam Fisika
Kuantum), persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika. Mekanika
klasik di sini menggambarkan dinamika partikel atau sistem partikel. Dinamika
partikel demikian, ditunjukkan oleh hukum-hukum Newton tentang gerak, terutama
oleh hukum II Newton. Hukum ini menyatakan, “Sebuah benda yang memperoleh
pengaruh gaya atau interaksi akan bergerak sedemikian rupa sehingga laju perubahan
waktu dari momentum sama dengan gaya tersebut”. Sebuah benda bermassa m yang
bergerak dengan kecepatan v memiliki energi kinetik yang didefinisikan oleh : ⁄ dan
momentum linear p yang didefinisikan oleh : Apabila sebuah benda bertumbukan
dengan benda lain, maka untuk menganalisis tumbukannya dengan menerapkan kedua
hukum kekekalan berikut: Kekekalan Energi : Energi total sebuah sistem terpisah
(resultan gaya luar yang bekerja padanya nol) selalu konstan. Ini berarti (dalam
kasus ini) bahwa energi
12. 12. 12 total kedua partikel sebelum tumbukan sama dengan energi total kedua partikel
setelah tumbukan. Kekekalan Momentum Linear : Momentum linear total sebuah
sistem terpisah selalu konstan. Artinya, momentum linear total kedua partikel
sebelum tumbukan sama dengan momentum linear total kedua setelah tumbukan.
Karena momentum linear adalah sebuah vektor, maka penerapan hukum ini biasanya
memberikan dua buah persamaan, satu bagi komponen x dan yang lainnya bagi
komponen y. Penerapan lain dari kekekalan energi berlaku ketika sebuah partikel
bergerak dibawah pengaruh sebuah gaya luar F. Terdapat juga energi potensial V
yang sedemikian rupa sehingga untuk gerak satu dimensi berlaku, Prinsip Hamilton
Jika ditinjau gerak partikel yang terkendala pada suatu permukaan bidang, maka
diperlukan adanya gaya tertentu yakni gaya konstrain yang berperan mempertahankan
kontak antara partikel dengan permukaan bidang. Namun sayang, tak selamanya gaya
konstrain yang beraksi terhadap partikel dapat diketahui. Pendekatan Newtonian
memerlukan informasi gaya total yang beraksi pada partikel. Gaya total ini
merupakan keseluruhan gaya yang beraksi pada partikel, termasuk juga gaya
konstrain. Oleh karena itu, jika dalam kondisi khusus terdapat gaya yang tak dapat
diketahui, maka pendekatan Newtonian tak berlaku. Sehingga diperlukan pendekatan
baru dengan meninjau kuantitas fisis lain yang merupakan karakteristik partikel, misal
energi totalnya. Pendekatan ini dilakukan dengan menggunakan prinsip Hamilton,
dimana persamaan Lagrange yakni persamaan umum dinamika partikel dapat
diturunkan dari prinsip tersebut. Energi total E adalah jumlah energi kinetik dan
potensial,
13. 13. 13 Ketika partikel bergerak, K dan V dapat berubah, tetapi E tetap konstan. Bila
sebuah benda yang bergerak dengan momentum linear p berada pada kedudukan r
dari titik asal O, maka momentum sudut I nya terhadap titik O didefinisikan :
Persamaan Lagrange Persamaan gerak partikel yang dinyatakan oleh persamaan
Lagrange dapat diperoleh dengan meninjau energi kinetik dan energi potensial
partikel tanpa perlu meninjau gaya yang beraksi pada partikel. Energi kinetik partikel
dalam koordinat kartesian adalah fungsi dari kecepatan, energi potensial partikel yang
bergerak dalam medan gaya konservatif adalah fungsi dari posisi. Jika didefinisikan
Lagrangian sebagai selisih antara energi kinetik dan energi potensial. Dari prinsip
Hamilton, dengan mensyaratkan kondisi nilai stasioner maka dapat diturunkan
persamaan Lagrange. Persamaan Lagrange merupakan persamaan gerak partikel
sebagai fungsi dari koordinat umum, kecepatan umum, dan mungkin waktu.
Kegayutan Lagrangian terhadap waktu merupakan konsekuensi dari kegayutan
konstrain terhadap waktu atau dikarenakan persamaan transformasi yang
menghubungkan koordinat kartesian dan koordinat umum mengandung fungsi waktu.
Pada dasarnya, persamaan Lagrange ekiuvalen dengan persamaan gerak Newton, jika
koordinat yang digunakan adalah koordinat kartesian. Hukum-hukum gerak Newton
baru memiliki arti fisis, jika hukum-hukum tersebut diacukan terhadap suatu kerangka
acuan tertentu, yakni kerangka acuan inersia (suatu kerangka acuan yang bergerak
serba sama – tak mengalami percepatan). Prinsip Relativitas Newtonian menyatakan,
“Jika hukum-hukum Newton berlaku dalam suatu kerangka acuan maka hukum-
hukum tersebut juga berlaku dalam kerangka acuan lain yang bergerak serba sama
relatif terhadap kerangka acuan pertama”. Konsep partikel bebas diperkenalkan ketika
suatu partikel bebas dari pengaruh gaya atau interaksi dari luar sistem fisis yang
ditinjau (idealisasi fakta fisis yang sebenarnya). Gerak partikel terhadap suatu
kerangka acuan inersia tak gayut (independen) posisi titik asal sistem koordinat dan
tak gayut arah gerak sistem koordinat tersebut dalam ruang. Dikatakan, dalam
kerangka acuan inersia, ruang bersifat homogen dan isotropik. Jika partikel bebas
bergerak dengan kecepatan konstan dalam suatu
14. 14. 14 sistem koordinat selama interval waktu tertentu tidak mengalami perubahan
kecepatan, konsekuensinya adalah waktu bersifat homogen. b. Elektrodinamika
Klasik Persamaan Maxwell adalah himpunan empat persamaan diferensial parsial
yang mendeskripsikan sifat-sifat medan listrik dan medan magnet dan hubungannya
dengan sumber-sumbernya, muatan listrik dan arus listrik, menurut teori
elektrodinamika klasik. Keempat persamaan ini digunakan untuk menunjukkan bahwa
cahaya adalah gelombang elektromagnetik. Secara terpisah, keempat persamaan ini
masing-masing disebut sebagai Hukum Gauss, Hukum Gauss untuk magnetisme,
Hukum induksi Faraday, dan Hukum Ampere. Keempat persamaan ini dengan
Hukum Lorentz merupakan kumpulan hukum lengkap dari elektrodinamika klasik.
Hukum Gauss menerangkan bagaimana muatan listrik dapat menciptakan dan
mengubah medan listrik. Medan listrik cenderung untuk bergerak dari muatan positif
ke muatan negatif. Hukum Gauss adalah penjelasan utama mengapa muatan yang
berbeda jenis saling tarik-menarik, dan yang sama jenisnya tolak-menolak. Muatan-
muatan tersebut menciptakan medan listrik, yang ditanggapi oleh muatan lain melalui
gaya listrik. Hukum Gauss untuk magnetisme menyatakan tidak seperti listrik tidak
ada partikel "kutub utara" atau "kutub selatan". Kutub-kutub utara dan kutub-kutub
selatan selalu saling berpasangan. Hukum induksi Faraday mendeskripsikan
bagaimana mengubah medan magnet dapat menciptakan medan listrik. Ini merupakan
prinsip operasi banyak generator listrik. Gaya mekanik (seperti yang ditimbulkan oleh
air pada bendungan) memutar sebuah magnet besar, dan perubahan medan magnet ini
menciptakan medan listrik yang mendorong arus listrik yang kemudian disalurkan
melalui jala-jala listrik. Memori inti magnetik An Wang (1954) adalah penerapan
Hukum Ampere. Tiap inti magnetik merupakan satu bit. Hukum Ampere menyatakan
bahwa medan magnet dapat ditimbulkan melalui dua cara: yaitu lewat arus listrik
(perumusan awal Hukum Ampere), dan dengan mengubah medan listrik (tambahan
Maxwell). Koreksi Maxwell terhadap Hukum Ampere cukup penting: dengan
demikian, hukum ini menyatakan bahwa perubahan medan listrik dapat menimbulkan
medan magnet, dan sebaliknya. Dengan demikian, meskipun tidak ada muatan listrik
atau arus listrik, masih dimungkinkann buat memiliki gelombang osilasi medan
magnet dan medan listrik yang stabil
15. 15. 15 dan dapat menjalar terus-menerus. Keempat persamaan Maxwell ini
mendeskripsikan gelombang ini secara kuantitatif, dan lebih lanjut lagi meramalkan
bahwa gelombang ini mestilah memiliki laju tertentu yang universal. Laju ini dapat
dihitung cukup dari dua konstanta fisika yang dapat diukur (konstanta elektrik dan
konstanta magnetik). Laju yang dihitung untuk radiasi elektromagnetik tepat sama
dengan laju cahaya. Cahaya memang merupakan salah satu bentuk radiasi
elektromagnetik (seperti juga sinar X, gelombang radio dan lain-lainnya). Dengan
demikian, Maxwell memadukan dua bidang yang sebelumnya terpisah,
elektromagnetisme dan optika. c. Termodinamika Klasik Termodinamika adalah
cabang ilmu pengetahuan yang membahas antara panas dan bentuk – bentuk energi
lainnya. Michael A Saad dalam bukunya menerangkan Termodinamika merupakan
sains aksiomatik yang berkenaan dengan transformasi energi dari satu bentuk ke
bentuk lainnya. Energi dan materi sangat berkaitan erat, sedemikian eratnya sehingga
perpindahan energi akan menyebabkan perubahan tingkat keadaan materi tersebut.
Hukum pertama dari termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan
dan tidak dapat dihilangkan namun berubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang
lainnya. Hukum ini mengatur semua perubahan bentuk energi secara kuantitatif dan
tidak membatasi arah perubahan bentuk itu. Pada kenyataannya tidak ada
kemungkinan terjadinya proses dimana proses tersebut satu – satunya hasil dari
perpindahan bersih panas dari suatu tempat yang suhunya lebih rendah ke suatu
tempat yang suhunya lebih tinggi. Pernyataan yang mengandung kebenaran
eksperimental ini dikenal dengan hukum kedua termodinamika. Keterbatasan
Termodimika Klasik. Termodinamika klasik menggarap keadaan sistem dari sudut
pandang makroskopik dan tidak membuat hipotesa mengenai struktur zat. Untuk
membuat analisa termodinamika klasik kita perlu menguraikan keadaan suatu sistem
dengan perincian mengenai karakteristik-karakteristik keseluruhannya seperti
tekanan, volume dan temperatur yang dapat diukur secara lansung dan tidak
menyangkut asumsi-asumsi mengenai struktur zat.
16. 16. 16 Termodinamika klasik tidak memperhatikan perincian-perincian suatu proses
tetapi membahas keadaan-keadaan kesetimbangan. Dari sudut pandang
termodinamika jumlah panas yang dipindahkan selama suatu proses hanyalah sama
dengan beda antara perubahan energi sistem dan kerja yang dilaksanakan. Jelaslah
bahwa analisa ini tidak memperhatikan mekanisme aliran panas maupun waktu yang
diperlukan untuk memindahkan panas tersebut. Termodinamika klasik mampu
menerangkan mengapa perpindahan panas dapat terjadi, namun termodinamika klasik
tidak menjelaskan bagaimana cara panas dapat berpindah. Kita mengenal bahwa
panas dapat berpindah dengan tiga cara yaitu konduksi, konveksi dan radiasi. d. Teori
Keos (Chaos Theory) Chaos Theory merupakan suatu teori yang menjelaskan
perubahan yang bersifat kompleks dan tak dapat diprediksi atau sistem-sistem
dinamik yang peka terhadap kondisi awal. Sistem keos secara matematis bersifat
deterministik (sebagai lawan sifat probabilistik), yakni mengikuti hukum-hukum yang
persis, tetapi perilaku ketakberaturannya dapat tampak seperti bersifat acak bagi
pengamat awam. Perilaku keos dapat terjadi pada berbagai sistem seperti rangkaian
listrik, penyebaran penyakit campak, laser, roda bergigi (gir) yang meleset, irama
denyut jantung, aktivitas elektris otak, irama sirkulasi darah dalam tubuh, populasi
binatang, dan reaksi kimia. Lebih daripada itu, bahkan diyakini bahwa sistem
ekonomi, seperti stock exchange, dapat bersifat keos. Studi mengenai masalah keos
secara cepat berkembang dari kajian teoritis matematis ke ilmu-ilmu terapan. Hakekat
dinamika alam semesta telah mengarahkan berbagai riset ilmiah yang ditujukan untuk
menganalisis perubahan. Sampai beberapa tahun terakhir masih dipercaya bahwa jika
perilaku dinamis sebuah sistem tidak dapat diprediksi, maka hal itu dikarenakan
adanya pengaruh acak dari luar sistem. Oleh karena itu, para ilmuwan menyimpulkan
bahwa jika pengaruh-pengaruh acak tersebut dapat dihilangkan, maka perilaku semua
sistem deterministik dapat diprediksi untuk jangka panjang. Sekarang ini sudah
diketahui bahwa banyak sistem dapat menampakkan perilaku jangka panjang yang tak
dapat diprediksi sekalipun tidak ada pengaruh acak. Sistem-sistem demikian inilah
yang disebut sistem keos.
17. 17. 17 Sebuah sistem sederhana sekalipun, seperti sebuah pendulum, dapat
menampakkan keos. Ketidakterprediksikannya sistem-sistem keos muncul karena
kepekaan sistem-sistem tersebut terhadap kondisi awal, seperti posisi dan kecepatan
awal. Dua sistem keos identik yang diset untuk bergerak dengan kondisi awal yang
sedikit berbeda dapat secara cepat menampakkan gerakan-gerakan yang sangat
berbeda. Ahli matematika Perancis Henri Poincaré menyimpulkan bahwa ia tidak
dapat membuktikan bahwa sistem tata surya sepenuhnya dapat diprediksi. Ia adalah
ilmuwan yang pertama kali menyatakan definisi suatu keadaan mengenai apa yang
kemudian dikenal sebagai keos (chaos): "Boleh jadi perbedaan kecil pada kondisi
awal akan menghasilkan perbedaan yang sangat besar pada fenomena akhir. Suatu
kesalahan kecil yang terjadi sebelumnya akan menghasilkan kesalahan yang sangat
besar pada akhirnya. Prediksi menjadi tidak mungkin ….". Demikian tulisnya.
Penjabaran penemuan Poincaré semula tidak sepenuhnya dilakukan oleh kebanyakan
ilmuwan sampai komputer memungkinkan mereka untuk secara mudah memodelkan
dan menggambarkan sistem keos. Namun sebelumnya para ilmuwan dan insinyur
pelopor di NASA (National Aeronautics and Space Administration) telah
menggunaan penemuan Poincaré untuk mengirim orang dan satelit ke orbit. Edward
Lorenz, seorang ahli meteorologi Amerika, di awal tahun 60-an menemukan bahwa
sebuah model cuaca yang disederhanakan yang dihasilkan oleh komputer
menunjukkan kepekaan luar biasa terhadap kondisi awal cuaca yang terukur. Ia
menunjukkan secara visual adanya struktur di dalam model cuaca keosnya yang
apabila digambar secara tiga dimensi, tampak seperti sebuah fraktal berbentuk kupu-
kupu, yang sekarang dikenal sebagai strange attractor. Lorenz menemukan kembali
keos dan membuktikan bahwa ramalan cuaca jangka panjang merupakan sesuatu yang
tidak mungkin dilakukan. Menjelang awal 1980-an, berbagai percobaan secara teratur
telah menunjukkan bahwa banyak sistem fisik dan biologi yang berperilaku secara
keos. Salah satu sistem demikian yang pertama ditemukan adalah kran air yang
menetes. Pada kondisi tertentu waktu antar tetesan air dari sebuah kran yang bocor
menampakkan perilaku keos, yang membuat peramalan jangka panjang mengenai
waktu tetesan tersebut tidaklah mungkin. Berdasarkan bukti terakhir, pengamatan
Poincaré mengenai ketakteramalkannya sistem tata surya tampaknya benar. Beberapa
observasi dan simulasi komputer terhadap gerakan Hyperionu yang berguling-guling,
sebuah bulan Saturnus yang berbentuk kentang telah memberikan bukti pertama yang
kuat bahwa obyek-obyek dalam tata susrya dapat
18. 18. 18 berperilaku secara keos. Beberapa simulasi komputer yang dilakukan baru-baru
ini juga menunjukkan bahwa orbit Pluto, planet paling jauh dalam tata surya juga
bersifat keos. Para ilmuwan sedang mengembangkan berbagai aplikasi keos.
Beberapa teknik pengendalian yang sadar keos sedang digunakan untuk menstabilkan
laser, memanipulasi reaksi kimia, mengkode informasi, dan mengubah irama jantung
keos menjadi irma jantung yang teratur dan sehat. Antara Keos dan Fraktal Keos
(chaos) merupakan bidang kajian dalam mekanika dan matematika dan merupakan
perilaku yang tampak acak atau tak terprediksi dalam sistem-sistem yang dibangun
oleh hukum-hukum deterministik. Istilah lain yang lebih akurat adalah "keos
deterministik", suatu istilah yang bersifat paradoks karena istilah tersebut
menghubungkan dua makna yang sudah dikenal dan umumnya dianggap tidak saling
cocok. Istilah pertama mengandung pengertian acak atau tak terprediksi, seperti dalam
lintasan sebuah molekul di dalam gas atau memilih sebuah individu dari sebuah
populasi. Dalam analisis konvensional kejadian acak dianggap lebih menunjukkan
penampakan daripada kenyataan, yang muncul dari pengabaian berbagai sebab.
Dengan kata lain, sudah diyakini secara umum bahwa kejadian di dunia tidak dapat
diprediksi karena kekomplekanya. Pengertian kedua adalah adanya gerakan
deterministik, seperti gerakan sebuah pendulum atau planet, yang telah diterima sejak
Isaac Newton sebagai contoh sederhana keberhasilan ilmu pengetahuan di dalam
merumuskan (dalam bentuk persamaan matematis) sesuatu yang kemudian dapat
diprediksi. C. TOKOH-TOKOH FISIKA KLASIK a. Count Rumford Benjamin
Thompson (sering dikenal sebagai 'Count Rumford' lahir 26 Maret 1753 – meninggal
21 Agustus 1814 pada umur 61 tahun) adalah penemu, ilmuwan, negarawan, dan
tentara terkenal kelahiran Amerika. Benjamin Thompson dilahirkan di Woburn Utara,
Massachusetts pada tanggal 26 Maret 1753. Ayahnya adalah seorang petani dan
meninggal ketika Benjamin
19. 19. 19 Thompson berumur 2 tahun. Ibunya, Ruth Simonds menikah lagi dengan
Josiah Pierce pada bulan Maret 1976. Di masa kecilnya, Benjamin Thompson
memiliki keterbatasan untuk sekolah sehingga dia lebih banyak belajar sendiri dan
kemudian mendapatkan banyak pengetahuan dari teman dan kenalannya. Pada usia 13
tahun, Benjamin Thompson mulai melakukan beberapa pekerjaan seperti menjadi juru
tulis seorang importer, pedagang bahan kering, dan kemudian magang di Doctor John
Hay of Woburn, dimana Thompson mendapatkan banyak pengetahuan tentang ilmu
medis. Bakat Thompson dalam bekerja dengan alat mekanis dan kemampuan
bahasanya yang sangat baik membuat John Fowle, salah satu guru lulusan Harvard,
membantunya untuk belajar dengan Professor John Winthrop di Harvard. Pada tahun
1772, Thompson meninggalkan kota kelahirannya dan mengajar di salah satu sekolah
di Bradford, Massachusetts sambil mempelajari ilmu pengetahuan pada Samuel
Williams. Tidak beberapa kemudian, Thompson berpindah mengajar di Concord,
New Hampshire atas undangan dari Timothy Walker. Di sana Benjamin Thompson
hidup menumpang dan kemudian menikahi anak dari tuan rumahnya, Sarah Walker
Rolfe yang merupakan janda kaya di daerah Concord. Istrinyalah yang
memperkenalkan Thompson pada Gubernur Wentworth dari New Hampshire dan
mengangkatnya menjadi mayor di New Hampshire Militia. Tahun 1975, Benjamin
Thompson meneliti tentang gaya pada bubuk mesiu dan membangun sistem sinyal
kelautan yang baru bagi tentara Inggris. Kontribusinya yang terbesar pada dunia
Fisika adalah pemikirannya tentang teori kalor. Pada akhir abad ke-18, teori kalori
yang dipercaya adalah bahwa kalor merupakan fluida yang dapat mengalir ke dalam
tubuh ketika dipanaskan dan mengalir keluar ketika didinginkan. Saat Thompson
meneliti tentang bubuk mesiu, Benjamin Thompson menemukan adanya
penyimpangan atau anomali yang tidak dapat dijelaskan dengan teori kalori. Di dalam
laporannya kepada Royal Society yang berjudul "An Experimental Enquiry
concerning the Source of Heat excited by Friction" (1798), Benjamin Thompson
mengajukan suatu teori baru yang menyatakan bahwa kerja mekanis akan
menghasilkan kalor dan kalor tersebut merupakan suatu bentuk gerak. Teori tersebut
berhasil memberikan penjelasan mengapa panas yang dihasilkan dari gesekan peluru
meriam (bubuk mesiu) tidak akan pernah habis. Peristiwa tersebut tidak dapat
dijelaskan dengan teori kalori terdahulu. Di dalam laporan tersebut terdapat
perhitungan jumlah kuantitas kalor yang diproduksi oleh energi mekanis. Teori yang
dikemukakan Thompson bertentangan dengan teori kalori yang terdahulu dan banyak
orang
20. 20. 20 pada saat itu yang tidak yakin dengan Thompson hingga James Maxwell
mengemukakan teori kinetik kalor pada tahun 1871. Penemuan-penemuan Thompson
lainnya adalah kompor, oven, ketel ganda, dan pakaian penahan panas, sert
mengembangkan cerobong asap dan tungku perapian yang ada. b. Nicolas Léonard
Sadi Carnot Nicolas Léonard Sadi Carnot (lahir di Paris, 1 Juni 1796 – meninggal di
Paris, 24 Agustus 1832 pada umur 36 tahun). Carnot menemukan dan merumuskan
hukum kedua termodinamika dan memberikan model universal atas mesin panas,
sebuah mesin, yang mengubah energi panas ke dalam bentuk energi lain, misalnya
energi kinetik (sekarang bernama siklus Carnot). Karyanya yang paling utama adalah
"Réflexions Sur La puissance Motrice du Feu" (Refleksi Daya Gerak Api); terbit
tahun 1824. Di dalamnya termuat sejumlah asas seperti siklus Carnot, mesin panas
Carnot, teorema Carnot, efisiensi termodinamika, dan lain-lain. Nicolas Sadi Carnot
meninggal akibat penyakit kolera. Ketika Carnot mulai menulis bukunya, mesin uap
telah diakui secara luas di bidang ekonomi dan menjadi penting dalam dunia industri,
tetapi belum ada studi ilmiah yang nyata. Newcomen telah menemukan mesin uap
piston yang dioperasikan pertama lebih dari satu abad sebelumnya, pada 1712, sekitar
50 tahun setelah itu, James Watt membuat perbaikan yang bertanggung jawab untuk
meningkatkan efisiensi dan kepraktisan mesin uap. Mesin Compound (mesin dengan
lebih dari satu tahap ekspansi) sudah ditemukan. Pada tahun 1824 prinsip konservasi
energi masih kurang berkembang dan kontroversial, dan formulasi yang tepat dari
hukum pertama termodinamika masih lebih dari satu dekade, kesetaraan mekanis
panas tidak akan dirumuskan selama dua dekade. Teori umum dari panas adalah teori
kalori. Mesin Carnot telah diuji coba, dengan cara meningkatkan tekanan uap dan
penggunaan cairan, untuk meningkatkan efisiensi mesin. Dalam tahap awal
pengembangan mesin, efisiensi mesin yang berguna itu mampu menapai peforma
maksimal ketika jumlah bahan bakar dibakar hanya 3%.
21. 21. 21 Dalam model ideal Carnot, kalori diangkut dari suhu panas ke suhu dingin, dan
menghasilkan energi, atau dapat diangkut kembali dengan membalik gerakan siklus,
konsep ini kemudian dikenal sebagai reversibilitas termodinamika. Kemudian Carnot
mendalilkan bahwa tidak ada kalori yang hilang. Proses yang benar-benar reversibel,
mesin panas menggunakan reversibilitas siklus adalah mesin panas yang paling
efisien. Bukti untuk ini adalah sebagai berikut: bayangkan kita memiliki dua tubuh
besar, panas dan dingin. Jika kita beberapa mesin Carnot ini yang membuat aliran
panas dari panas ke dingin, jumlah Q untuk setiap siklus, menghasilkan jumlah energi
dilambangkan W. Jika kita menggunakan karya ini untuk daya komputer lain, tapi
satu yang lebih efisien daripada mesin Carnot, bisa, menggunakan jumlah energi W
setiap siklus, membuat jumlah panas, Q '> aliran Q dari dingin ke panas tubuh. Efek
bersih adalah aliran Q'-Q panas dari dingin ke panas tubuh, sementara tidak ada
pekerjaan bersih dilakukan. Ini akan melanggar hukum kedua termodinamika dan
dengan demikian tidak mungkin. Hal ini membuktikan bahwa mesin Carnot adalah
mesin panas yang paling efisien. Meskipun diformulasikan dalam bentuk kalori,
daripada entropi, ini adalah pernyataan awal dari hukum kedua termodinamika. c.
Julius Robert von Mayer Julius Robert von Mayer (lahir di Heilbronn, Baden-
Württemberg, Jerman, 25 November 1814 – meninggal di Heilbronn, Baden-
Württemberg, Jerman, 20 Maret 1878 pada umur 63 tahun) adalah dokter dan
fisikawan Jerman yang merupakan salah satu pemrakarsa termodinamika. Pada tahun
1841, ia mengucapkan pernyataan yang terkenal mengenai konservasi energi :
“Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.” Selama tahun 1842, Mayer
mendeskripsikan proses kimia vital yang kini disebut oksidasi sebagai sumber utama
energi untuk semua makhluk hidup. d. James Prescott Joule James Prescott Joule
(lahir di Salford, Inggris, 24 Desember 1818 – meninggal di Greater Manchester,
Inggris, 11 Oktober 1889 pada umur 70 tahun) ialah seorang ilmuwan Inggris. Ia
dikenal
22. 22. 22 sebagai perumus Hukum Kekekalan Energi, yang berbunyi, “Energi tidak
dapat diciptakan ataupun dimusnahkan.” Ia adalah seorang ilmuwan Inggris yang
berminat pada fisika. Dengan percobaan, ia berhasil membuktkan bahwa panas
(kalori) tak lain adalah suatu bentuk energi. Dengan demikian ia berhasil mematahkan
teori kalorik, teori yang menyatakan panas sebagai zat alir. Salah satu satuan energi—
Joule—dinamai atasnya. Pada tahun 1840, James menerbitkan sebuah karya ilmiah
tentang panas yang dihasilkan oleh arus listrik. Lalu pada tahun 1843, ia menerbitkan
kelanjutan karya ilmiahnya tentang bagaimana mengubah kerja menjadi panas. Ia
melakukan eksperimen menggunakan roda berpedal. Akhirnya dari situ James
merumuskan konsep fisika mengenai kesetaraan energi mekanik dan energi panas.
Empat tahun kemudian, ia berhasil merumuskan hukum kekekalan energi, yang
merupakan hukum pertama dari hukum termodinamika. Hukum itu menyatakan
bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tapi dapat berubah dari satu
bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Pada tahun 1847 James bertemu dengan Lord
Kelvin atau William Thomson, di acara diskusi sains. Lord Kelvin tertarik dengan
penemuan-penemuan James dan karya-karya ilmiah yang pernah dipublikasikan. Ia
pun mengajak James untuk bekerja sama. Dari kerja samanya, maka lahirlah suatu
konsep fisika yang disebut Efek Joule-Thomson. Efek Joule- Thomson lalu
berkembang menjadi ilmu yang memelajari tentang sifat materi pada suhu sangat
rendah. Ilmu itu disebut Kriogenik. e. Herman von Helmholtz Hermann Ludwig
Ferdinand von Helmholtz (lahir di Potsdam, Kerajaan Prusia, 31 Agustus 1821 –
meninggal di Charlottenburg, Kekaisaran Jerman, 8 September 1894 pada umur 73
tahun) adalah fisikawan Jerman yang banyak memberikan sumbangan kepada ilmu
pengetahuan modern. Ia juga dikenal akan sumbangsihnya mengenai konservasi
energi. Hermann Helmholtz adalah salah satu dari beberapa ilmuwan untuk
menguasai dua bidang ilmu: obat-obatan dan fisika. Dia melakukan penelitian
terobosan pada sistem saraf, serta fungsi mata dan telinga. Dalam fisika, ia diakui
(bersama dengan dua ilmuwan lain) sebagai penulis dari konsep konservasi energi.
23. 23. 23 Helmholtz dilahirkan dalam sebuah keluarga miskin, ayahnya adalah seorang
instruktur filsafat dan sastra di sebuah gimnasium di kampung halamannya di
Potsdam, Jerman. Di rumah, ayahnya mengajarinya bahasa Latin, Yunani, Prancis,
Italia, Ibrani, dan Arab, serta ide-ide filosofis Immanuel Kant dan Fichte JG (yang
adalah seorang teman keluarga). Dengan latar belakang ini, Helmholtz masuk sekolah
dengan perspektif yang luas. Meskipun ia menyatakan minat dalam ilmu, ayahnya
tidak mampu untuk mengirimnya ke universitas; sebaliknya, ia dibujuk untuk belajar
kedokteran, daerah yang akan memberikan dia dengan bantuan pemerintah. Sebagai
imbalannya, Helmholtz diharapkan untuk menggunakan keterampilan medis untuk
kebaikan pemerintah - terutama di rumah sakit tentara. Helmholtz memasuki
Friedrich Wilhelm Institute di Berlin pada tahun 1898, menerima MD-nya empat
tahun kemudian. Setelah lulus ia langsung ditugaskan untuk tugas militer, berlatih
sebagai dokter bedah untuk tentara Prusia. Setelah beberapa tahun tugas aktif ia
diberhentikan, bebas untuk mengejar karir di akademisi. Pada 1848 dia mendapatkan
posisi sebagai dosen di Berlin Academy of Arts. Hanya setahun kemudian ia ditawari
guru besar di Universitas Konigsberg, mengajar fisiologi. Selama dua puluh dua tahun
berikutnya ia pindah ke universitas di Bonn dan Heidelberg, dan selama waktu ini ia
melakukan hismajor bekerja di bidangkedokteran. Helmholtz mulai mempelajari mata
manusia, tugas itu semakin sulit karena kurangnya peralatan medis yang tepat. Dalam
rangka untuk lebih memahami fungsi mata ia menemukan ophthalmoscope, sebuah
perangkat yang digunakan untuk mengamati retina. Diciptakan pada tahun 1851,
ophthalmoscope - dalam bentuk yang sedikit dimodifikasi - masih digunakan oleh
spesialis mata modern. Helmholtz juga merancang deviceused untuk mengukur
kelengkungan mata disebut ophthalmometer. Menggunakan perangkat ini ia
mengajukan teori visi tiga warna yang pertama kali diusulkan oleh Thomas Young.
Teori ini, sekarang disebut teori Young-Helmholtz, membantu dokter mata untuk
memahami sifat buta warna dan penderitaan lainnya. Penasaran dengan inner organ-
organ indera, Helmholtz melanjutkan untuk mempelajari telinga manusia. Menjadi
pianis ahli, dia sangat peduli dengan cara telinga lapangan dibedakan dan nada. Dia
menyarankan bahwa telinga bagian dalam ini disusun sedemikian rupa untuk
menyebabkan resonations pada frekuensi. Ini memperbolehkan
24. 24. 24 telinga untuk membedakan nada yang sama, nada, dan warna nada, suchas
catatan identik dimainkan oleh dua instrumen yang berbeda. Pada tahun 1852
Helmholtz melakukan apa yang mungkin paling penting selama ia bekerja sebagai
dokter: pengukuran kecepatan impuls saraf. Sudah assumed that pengukuran tersebut
tidak akan pernah bisa diperoleh oleh ilmu pengetahuan, karena speedwas terlalu
besar untuk instrumen penangkap. Beberapa dokter bahkan menggunakan ini
membuktikan bahwa organisme hidup yang didukung oleh bawaan "kekuatan vital"
daripada energi. Helmholtz menyangkal ini dengan merangsang saraf otot neara
pertama katak dan kemudian lebih jauh; ketika stimulus itu jauh dari otot, itu
dikontrak hanya sedikit lebih lambat. Setelah perhitungan sederhana Helmholtz
mengumumkan kecepatan impuls dalam sistem saraf menjadi sekitar sepersepuluh
kecepatan suara. Setelah menyelesaikan banyak pekerjaan pada fisiologi sensorik
yang menarik baginya, Helmholtz menemukan dirinya bosan dengan obat-obatan.
Pada tahun 1868 ia memutuskan untuk kembali ke cinta pertamanya - ilmu fisik.
Namun, itu tidak sampai 1870 bahwa kursi yang ditawarkan di Universitas telah
ditolak oleh Gustav Kirchhoff. Pada saat itu, Helmholtz telah menyelidiki terobosan
penelitian pada energetika. Konsep konservasi energi diperkenalkan oleh Julius
Mayer pada tahun 1842, tapi Helmholtz tidak menyadari pekerjaan Mayer. Helmholtz
melakukan penelitian sendiri pada energi, mendasarkan teorinya pada pengalaman
sebelumnya dengan muscles.It dapat diamati bahwa panas hewan dihasilkan oleh aksi
otot, serta reaksi kimia dalam otot bekerja. Helmholtz percaya bahwa energi ini
berasal dari makanan dan makanan yang mendapat energi dari matahari. Dia
mengusulkan bahwa energi tidak dapat diciptakan secara spontan, atau bisa itu
menghilang - itu digunakan atau dilepaskan sebagai panas. Penjelasan ini jauh lebih
jelas andmore rinci daripada yang ditawarkan oleh Mayer, dan Helmholtz sering
dianggap sebagai pencetus sebenarnya dari konsep konservasi energi. Sementara ini
tidak diragukan lagi warisan terbesar Helmholtz, dia juga mulai beberapa penelitian
yang kemudian diselesaikan oleh ilmuwan lain. Dia maju hipotesis numberof pada
radiasi elektromagnetik, berspekulasi bahwa itu terletak jauh intothe rentang terlihat
dari spektrum. Garis penelitian kemudian dilanjutkan, sangat berhasil, oleh salah satu
mahasiswa Helmholtz, Heinrich Hertz Rudolph, penemu gelombang radio. Teori
Helmholtz di elektrolisis juga dasar untuk pekerjaan di masa depan dilakukan oleh
Svante Arrhenius Agustus.
25. 25. 25 Helmholtz telah menjadi anak sakit-sakitan, bahkan sepanjang masa
dewasanya ia diganggu oleh sakit kepala migrain dan pusing. Pada tahun 1894, tak
lama setelah tur ceramah di Amerika Serikat, ia pingsan dan jatuh, menderita gegar
otak. f. Rudolf Julius Emanuel Clausius Rudolf Julius Emanuel Clausius (lahir 2
Januari 1822 – 24 Agustus 1888), adalah seorang fisikawan dan matematikawan
Jerman yang dianggap sebagai salah satu pencetus konsep dasar sains termodinamika.
Ia menyempurnakan prinsip Sadi Carnot yang dikenal sebagai Siklus Carnot. Jurnal
ilmiahnya yang paling penting, On the mechanical theory of heat, yang muncul tahun
1850, adalah yang pertama kali menyatakan konsep dasar hukum kedua
termodinamika. Tahun 1865 ia memperkenalkan konsep entropi. Tahun 1870, ia
memperkenalkan teorema virial yang digunakan pada panas. Sebagai ahli ilmu fisika
teoritis, ia juga yang meneliti fisika molekul dan elektrik. g. Lord kelvin William
Thomson (Lord kelvin) lahir pada 26 juni 1824 di Belfast, dalam keluarga Dr. James
Thomson, seorang guru matematika dan rekayasa. Pada tahun 1832 ayahnya, Dr
James Thomson, menjadi guru besar matematika di Glasgow. Selanjutnya, keluarga
pindah ke kota yang jauh lebih besar dari Glasgow pada tahun berikutnya. Dari sana,
William Thomson dan saudara- saudaranya diperkenalakan dengan pengalaman
kosmopolitan yang lebih luas. Mereka menghabiskan musim panas 1839 di London
dan mengambil kursus bahasa Perancis di Paris. Mereka menghabiskan tahun
berikutnya di jerman dan Belanda, belajar bahasa Jerman dan Belanda. Saat memulai
studinya di Universitas Glasgow pada tahun 1834 William Thomson baru berusia
sepuluh tahun. Enam tahun kemudian pada tahun 1840, Thomson memenangkan
hadiah kelas dalam astronomi dan esainya. "Esai tentang Sosok Bumi-nya”
menunjukkan kreativitas dan kemampuannya untuk analisis matematika. Dengan
berbagai karya yang diterbitkan dalam
26. 26. 26 fisika dan termodinamika. Dengan berbagai karya yang diterbitkan dalam
fisika dan termodinamika 1847, Thomson telah memperoleh reputasi sebagai ilmuwan
menjanjikan. Pada tahun 1848 Thomson mengusulkan skala temperatur absolut. Ia
menduga bahwa titik ketiadaan mutlak dari semua energi panas dapat tercapai,
dimana tidak ada panas lebih lanjut dapat hilang oleh suatu benda. Poin ini disebut nol
absolut. Menurut definisi, itu didalilkan sebagai nol pada skala suhu tubuhnya. Titik
acuan kedua adalah tripel air, kombinasi hanya suhu dan tekanan atmosfer dimana air
cair, es padat, dan uap dapat hidup berdampingan dalam satu kesetimbangan yabg
stabil. Titik tripel air secara kasar setara dengan nol derajat Celcius di (0,01 derajat
celcius harus tepat). Untuk skala suhu tubuhnya, Thomson menggunakan interval
yang sama sebagai skala Celcius, yang membuat dua skala mudah digunakan
bersama-sama, Suhu suatu nol mutlak nol kelvin , atau -273,15 derajat Celcius. Skala
Kelvin (simbol : K) adalah skala suhu di mana nol absolut didefinisikan sebagai 0 K.
Satuan untuk skala Kelvin adalah kelvin (lambang K), dan merupakan salah satu dari
tujuh unit dasar SI. Satuan kelvin didefinisikan oleh dua fakta: nol kelvin adalah nol
absolut (ketika gerakan molekuler berhenti, dalam termodinamika), dan satu kelvin
adalah pecahan 1/273,16 dari suhu termodinamik triple point air (0,01 °C). Skala suhu
Celsius kini didefinisikan berdasarkan kelvin. Kelvin dinamakan berdasarkan seorang
fisikawan dan insinyur Inggris, William Thomson, 1st Baron Kelvin (1824–1907).
Tidak seperti derajat Fahrenheit dan derajat Celsius, kelvin tidak berarti atau ditulis
sebagai derajat. Perkataan kelvin sebagai unit SI ditulis dengan huruf kecil k (kecuali
pada awal kalimat), dan tidak pernah diikuti dengan kata derajat, atau simbol °,
berbeda dengan Fahrenheit dan Celsius. Ini karena kedua skala yang disebut terakhir
adalah skala ukuran sementara kelvin adalah unit ukuran. Ketika kelvin diperkenalkan
pada tahun 1954 (di Konferensi Umum tentang Berat dan Ukuran (CGPM) ke-10,
Resolusi 3, CR 79), namanya adalah "derajat kelvin" dan ditulis °K; kata "derajat"
dibuang pada 1967 (CPGM ke-13, Resolusi 3, CR 104). Perhatikan bahwa simbol unit
kelvin selalu menggunakan huruf besar K dan tidak pernah dimiringkan. Tidak seperti
skala suhu yang menggunakan simbol derajat, selalu ada spasi di antara angka dan
huruf K-nya, sama seperti unit SI lainnya. Pada Tahun 1892,
27. 27. 27 William Thomson mengadopsi gelar kehormatan Baron Kelvin dari Largs di
Country Ayr. William Thomson sering digambarkan sebagai Lord Kelvin. h.
Christian Doppler Christian Doppler (1803-1853) adalah seorang fisikawan dan
matematikawan asal Austria. Doppler terkenal atas kontribusinya dalam menyusun
prinsip tentang sebuah fenomena yang dinamakan Efek Doppler. Christian Doppler
dilahirkan di Salzburg, Austria. Karena kondisi fisiknya yang lemah, ia tidak mampu
meneruskan usaha pandai batu milik ayahnya. Doppler mempelajari filsafat di
Salzburg, serta matematika-fisika di Universitas Teknologi Vienna (Vienna
University of Technology) dan Universitas Vienna (University of Vienna). Pada tahun
1835, Doppler mendapatkan posisi akademis di sebuah perguruan tinggi yang
sekarang bernama Universitas Teknik Ceko (Czech Technical University). Selama
bekerja, ia banyak mempublikasikan makalah ilmiah, namun kurang populer
dihadapan murid-muridnya karena metode belajarnya yang dinilah keras. Ia menikah
pada tahun 1836, dan dari pernikahannya, Doppler memperoleh 5 orang anak. Pada
tahun 1842, Doppler mempublikasikan makalah ilmiah yang berjudul ((Jerman)) Über
das farbige Licht der Doppelsterne (Tentang Cahaya Bewarna yang Dipancarkan oleh
Dua Buah Bintang). Makalah tersebut dipublikasikan kepada Perhimpuan Ilmu
Pengetahuan Bohemia. Dalam makalah tersebut, dikemukakan sebuah teori bahwa
terdapat perbedaan frekuensi suara dari benda yang bergerak, ketika terdengar oleh
pendengar yang bergerak dan diam. Teori ini juga dapat menjelaskan tampilan warna
pada bintang yang bergerak relatif terhadap Bumi. Doppler meninggalkan Praha pada
tahun 1847. Pada tahun 1850, Doppler ditunjuk sebagai ketua Istitut Fisika
Eksperimental di Universitas Vienna. Salah satu muridnya ketika ia mengajar disitu
adalah Gregor Mendel, yang berkontribusi besar dalam ilmu genetika. i. Franz Melde
28. 28. 28 Franz Melde (11 Maret 1832 - 17 Maret 1901) adalah seorang fisikawan
Jerman. Percobaan Melde ini mendemonstrasikan gelombang berdiri pada string.
Percobaan Melde ini digunakan untuk mengukur pola gelombang berdiri, untuk
mengukur kecepatan gelombang transversal, dan untuk mengetahui pengaruh
ketegangan gelombang transversal dalam sebuah senar. Percobaan Melde adalah
eksperimen ilmiah yang dilakukan Oleh fisikawan Jerman Franz Melde pada
gelombang berdiri yang dihasilkan dalam kabel tegang semula berosilasi dengan
garpu tala, kemudian disempurnakan dengan koneksi ke vibrator listrik. Penelitian ini
berusaha untuk menunjukkan bahwa gelombang mekanik mengalami gangguan
fenomena. Dalam percobaan, gelombang mekanik berwisata di arah yang berlawanan
membentuk poin bergerak, yang disebut node. Gelombang ini disebut gelombang
berdiri oleh Melde sejak posisi node dan loop (titik di mana kabel bergetar) tinggal
statis. j. August Adolf Eduard Eberhard Kundt Kundt lahir di Schwerin di
Mecklenburg. Dia mulai studi ilmiah di Leipzig, tapi setelah pergi ke Universitas
Berlin. Pada awalnya ia mengabdikan dirinya untuk astronomi, tapi datang di bawah
pengaruh HG Magnus, ia mengalihkan perhatiannya untuk fisika, dan lulus pada
tahun 1864 dengan tesis tentang depolarisasi cahaya. Pada tahun 1867 ia menjadi
privat dosen di Universitas Berlin, dan pada tahun berikutnya dipilih profesor fisika di
Federal Polytechnic Institute di Zurich, di mana ia adalah guru dari Wilhelm Conrad
Röntgen; kemudian, setelah satu atau dua tahun di Würzburg, ia dipanggil pada tahun
1872 ke Strasbourg, di mana ia mengambil bagian besar dalam organisasi universitas
baru, dan sebagian besar terlibat dalam pendirian Institut Fisika. Akhirnya pada tahun
1888 ia pergi ke Berlin sebagai pengganti Hermann von Helmholtz di kursi fisika
eksperimental dan direktur dari Berlin Institute Fisik. Dia meninggal setelah sakit
yang berkepanjangan di Israelsdorf, dekat Lübeck, pada tanggal 21 Mei 1894. Sebagai
seorang pekerja asli, Kundt terutama sukses dalam domain suara dan cahaya. Pada
tahun 1866, ia mengembangkan metode yang berharga untuk meneliti gelombang
udara dalam pipa, berdasarkan fakta bahwa bubuk halus yang terpisah,
29. 29. 29 lycopodium misalnya, ketika membersihkan lebih dari interior sebuah tabung
yang dibentuk kolom bergetar udara, cenderung untuk mengumpulkan di tumpukan
pada node, jarak antara yang demikian dapat dipastikan. Perpanjangan metode
membuat kemungkinan penentuan kecepatan suara dalam gas yang berbeda. Peralatan
eksperimen ini disebut Kundt Tube. Pada tahun 1876 di Strasbourg bekerjasama
dengan Emil Warburg, Kundt membuktikan bahwa uap merkuri adalah gas
monoatomik. Dalam terang, nama Kundt secara luas dikenal untuk pertanyaan dalam
dispersi anomali, tidak hanya dalam cairan dan uap, tapi bahkan dalam logam, yang ia
peroleh dalam film yang sangat tipis melalui proses melelahkan pengendapan
elektrolit pada kaca platinized. Dia juga melakukan berbagai percobaan dalam
magneto-optik, dan berhasil menunjukkan apa Faraday telah gagal untuk mendeteksi,
rotasi di bawah pengaruh gaya magnet dari bidang polarisasi di gas dan uap tertentu.
Pekerjaan yang sagat menarik dilakukan oleh A Kundt pada fisiologi klorofil tanaman
dan frekuensi cahaya penyerapan (aturan Kundt), berpusat di sekitar panjang
gelombang 6800A. Karya ini mungkin atau mungkin belum melengkapi kerja dan
teori-teori E. Warburg. Hal ini kemudian disempurnakan dan dikembangkan oleh R.
Houston dan O. Biermacher. k. Thomas Alva Edison Thomas Alva Edison dilahirkan
di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Tahun 1854 orang tuanya pindah ke
Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya
sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil
bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk
mengajar sendiri Edison di rumah. Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini
dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan
ia dianggap sebagai murid yang
30. 30. 30 tidak berbakat. Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin
tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia
sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi
murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison
membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya.
Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya
primitif tetapi bisa berfungsi. Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya
membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada
usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta
api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di
kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan
kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu
gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika
sedang tidak bertugas. Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian
utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison
melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian
mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah
koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya
mencapai 400 sehari. Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat
kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya
sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk
mendengarkan pembicaraan kosong. Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai
operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan
percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.
Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder
tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang
bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah
pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan
mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk
membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium
inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup
sebagian besar orang-orang di dunia.
31. 31. 31 Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan
diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu
pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi
kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan
waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua
tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana
menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar.
Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya
pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu
menyala selama 40 jam. Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat.
Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang
jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan
magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon,
transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak. Thomas Edison juga
berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah
dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar
seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang
dibangun pada jalur berputar. Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk
dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun. l.
Augustin-Jean Fresnel Augustin-Jean Fresnel (lahir di Perancis 1788-1827), adalah
seorang insinyur Perancis dan fisikawan yang memberikan kontribusi signifikan
terhadap pembentukan teori optik gelombang. Fresnel mempelajari perilaku cahaya
baik secara teori dan eksperimen. Dia mungkin paling dikenal sebagai penemu lensa
Fresnel, pertama kali diadopsi dalam mercusuar ketika dia menjadi komisaris Prancis
mercusuar, dan ditemukan di banyak aplikasi saat ini. Persamaan Fresnel pada
gelombang dan reflektifitas juga membentuk dasar untuk banyak aplikasi di komputer
grafis saat ini.
32. 32. 32 Fresnel adalah anak dari seorang arsitek, lahir di Broglie (Eure). Kemajuan
fresnel dalam pembelajaran dapat dikatakan lambat, sebab ia masih tidak bisa
membaca ketika berusia delapan tahun. Pada usia tiga belas tahun dia masuk ke École
Centrale di Caen, dan pada usia enam belas tahun dia belajar di École Polytechnique,
di mana ia dibebaskan dirinya dengan perbedaan. Dari sana ia pergi ke École des
Ponts et Chaussées. Dia hanya tidak memperoleh pengakuan dari publik selama
hidupnya untuk pekerjaannya di bidang ilmu optik. Beberapa surat harian tidak
dicetak oleh Académie des Sciences sampai bertahun-tahun setelah kematiannya. Tapi
saat ia menulis kepada Young pada tahun 1824 : dalam dirinya sendiri "yang
sensibilitas, atau kesombongan itu, yang orang sebut cinta kemuliaan" telah tumpul.
"Semua pujian," katanya, "yang saya terima dari Arago, Laplace dan Biot pernah
memberi saya begitu banyak kesenangan karena berbagai penemuan dan kebenaran
teori, atau konfirmasi dari perhitungan dengan eksperimen". Dia menghabiskan
sebagian besar hidupnya di Paris, dan meninggal karena TBC di Ville-d'Avray, dekat
Paris. Ia menjabat sebagai insinyur berturut-turut di departemen Vendée, Drôme dan
Ille-et-Vilaine, tapi setelah didukung Bourbon pada tahun 1814 ia kehilangan
pengangkatannya pada Napoleon kembali berkuasa. Ia tampaknya mulai
penelitiannya di optik sekitar 1.814, ketika ia mempersiapkan sebuah makalah tentang
penyimpangan cahaya, meskipun itu tidak pernah dipublikasikan. Pada tahun 1815,
pada pemulihan kedua monarki, ia memperoleh jabatan sebagai engineer di Paris.
Pada 1818 ia menulis sebuah memoar tentang difraksi, di mana dia menerima hadiah
dari Académie des Ilmu di Paris pada tahun berikutnya. Dia adalah yang pertama
untuk membangun jenis khusus lensa, sekarang disebut lensa Fresnel, sebagai
pengganti cermin di mercusuar. Pada tahun 1819, ia dinominasikan untuk menjadi
komisaris mercusuar. Pada tahun 1823 ia secara aklamasi terpilih sebagai anggota
akademi, dan pada tahun 1825 ia menjadi anggota dari Royal Society of London.
Pada 1827, saat sakit terakhirnya, Royal Society of London diberikan kepadanya
Rumford Medal. Pada 1818 ia menerbitkan Memoir-nya pada Difraksi Cahaya,
disampaikan kepada Akademi ilmu pengetahuan dalam 1818. Penemuannya dan
pemotongan matematika, membangun kerja eksperimental oleh Thomas Young,
memperpanjang teori gelombang cahaya untuk kelas besar fenomena optik,
khususnya, untuk properti double-bias Islandia Spar, atau kalsit. Pada tahun 1817,
Young telah mengusulkan komponen melintang kecil terhadap cahaya, sementara
namun tetap
33. 33. 33 mempertahankan komponen memanjang yang jauh lebih besar. Fresnel, pada
tahun 1821, mampu menunjukkan v metode matematika yang polarisasi dapat
dijelaskan hanya jika cahaya itu seluruhnya melintang, tanpa getaran memanjang
apapun. Ia mengusulkan eter tarik hipotesis untuk menjelaskan kurangnya variasi
dalam pengamatan astronomi. Ia menggunakan dua cermin datar logam, membentuk
satu sama lain sudut hampir 180 °, memungkinkan dia untuk menghindari efek
difraksi yang disebabkan (oleh lubang) dalam percobaan FM Grimaldi pada
gangguan. Hal ini memungkinkan dia untuk meyakinkan menjelaskan fenomena
interferensi sesuai dengan teori gelombang. Dengan François Arago ia mempelajari
hukum gangguan sinar terpolarisasi. Ia memperoleh cahaya terpolarisasi sirkuler
dengan cara belah ketupat kaca, yang dikenal sebagai belah ketupat Fresnel, memiliki
sudut tumpul dari 126 ° dan sudut akut dari 54 °. Hukum Fresnel-Arago tiga undang-
undang yang meringkas beberapa sifat yang lebih penting dari interferensi antara
terang negara bagian yang berbeda dari polarisasi sebagai berikut : 1. Dua orthogonal,
koheren gelombang terpolarisasi linier tidak dapat mengganggu. 2. Dua koheren
gelombang paralel terpolarisasi linier akan campur tangan dalam cara yang sama
seperti cahaya alami. 3. Kedua konstituen ortogonal negara terpolarisasi linier cahaya
alami tidak dapat mengganggu untuk membentuk pola interferensi mudah diamati,
bahkan jika diputar ke posisi (karena mereka tidak koheren). Persamaan Fresnel
menggambarkan perilaku cahaya ketika bergerak antara media yang berbeda indeks
bias. Ketika bergerak cahaya dari media indeks bias n1 diberikan menjadi media
kedua dengan indeks bias n2, baik refleksi dan refraksi cahaya dapat terjadi.
Persamaan difraksi Fresnel adalah perkiraan Kirchhoff-Fresnel difraksi yang dapat
diterapkan pada propagasi gelombang di lapangan dekat. Hal ini digunakan untuk
menghitung pola difraksi yang diciptakan oleh gelombang melewati lobang atau
sekitar obyek, ketika dilihat dari relatif dekat dengan objek. Sebaliknya pola difraksi
di daerah medan jauh diberikan oleh persamaan difraksi Fraunhofer. m. Joseph Henry
34. 34. 34 Joseph Henry merupakan ilmuwan asal Amerika yang pertama kali menjabat
sebagai Sekretaris Smithsonian Institution. Ia juga anggota dari pendiri National
Institute untuk Promotion of Science. Semasa hidupnya, ia mencoba membuat
elektromagnet. Dari percobaannya itu, ia menemukan fenomena elektromagnetik
induktansi diri. Ia mencoba mengembangkan hasil temuan dari Michael Faraday. Pada
tahun 1831, ia berhasil menemukan bel listrik. Di tahun 1835, ia menemukan relay.
Untuk menghormati jasanya, para ilmuwan mengukuhkan namanya, Henry, sebagai
satuan internasional (SI). Minatnya akan saints muncul saat umurnya 16 tahun. Ia
membaca buku yang berjudul Popular Lectures on Experimental Philosophy. Di tahun
1819, ia masuk ke Albany Academy. Ia mendapat beasiswa gratis di tempat itu.
Sekalipun mendapat beasiswa, ia juga melakukan pekerjaan sambilan dengan menjadi
guru privat guna membantu perekonomian keluarganya. Tahun 1826, ia diangkat
sebagai Profesor Matematika dan Filsafat Alam oleh Kepala Sekolah Albany
Academy. Saat ia mendapat gelar itu, ia melakukan beberapa riset. Rasa keingin-
tahuannya akan kutub magnet bumi membuatnya melakukan percobaan dengan
magnet yang ada. Hasilnya, ia menemukan bahwa kawat kumparan yang terisolasi
secara kuat di inti besi membuat eletromagnet menjadi lebih kuat. Penemuan lainnya
adalah mesin yang menggunakan eletromagnetik untuk gerak. Hal ini merupakan
cikal bakal lahirnya motor DC modern. Dan di tahun 1848, ia bekerja sama dengan
Profesor Stephen Alexander untuk menentukan suhu relatif di bagian kedua sisi yang
berbeda dari tata surya. Itulah penemuan-penemuan yang telah dilakukan Henry dan
bermanfaat bagi ilmu sains sekarang. n. Michael Faraday Michael Faraday (lahir di
Newington Butts, Inggris, 22 September 1791 – meninggal di Pengadilan Hampton,
Middlesex, Inggris, 25 Agustus 1867 pada umur 75 tahun) ialah ilmuwan Inggris yang
mendapat julukan "Bapak Listrik", karena berkat usahanya listrik menjadi teknologi
yang banyak gunanya. Ia
35. 35. 35 mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk elektromagnetisme
dan elektrokimia. Dia juga menemukan alat yang nantinya menjadi pembakar Bunsen,
yang digunakan hampir di seluruh laboratorium sains sebagai sumber panas yang
praktis. Efek magnetisme menuntunnya menemukan ide-ide yang menjadi dasar teori
medan magnet. Ia banyak memberi ceramah untuk memopulerkan ilmu pengetahuan
pada masyarakat umum. Pendekatan rasionalnya dalam mengembangkan teori dan
menganalisis hasilnya amat mengagumkan. Michael Faraday dilahirkan di Newington
Butts, London, Britania Raya. Keluarganya pindah ke London pada musim dingin
tahun 1790. Dan pada musim semi tahun itu Faraday dilahirkan. Faraday adalah anak
ketiga dari 4 bersaudara yang hanya sedikit mengenyam pendidikan formal. Pada usia
14 tahun ia magang sebagai penjual dan penjilid buku. Selama tujuh tahun bekerja
sebagai penjual dan penjilid buku memberikan ia banyak kesempatan untuk membaca
banyak buku dan pada masa inilah ia mengembangkan rasa keingintahuannya pada
sains. Pada Usia 20 tahun ia berhenti magang dan menghadiri kuliah yang
disampaikan oleh Humpry Davy. Dari situlah ia kemudian berhubungan dengan Davy
dan akhirnya menjadi asisten Davy saat ilmuwan itu mengalami gangguan pada
penglihatannya akibat dari nitrogen trichloride. Dan dari sinilah ia akhrinya memulai
kisah hidupnya yang luar biasa. Faraday memulai kerjanya pada bidang Kimia adalah
saat sebagai asisten Humphry Davy. Ia berhasil menemukan zat Klorin Dan Karbon.
Ia juga berhasil mencairkan beberapa gas, menyelidiki campuran baja dan membuat
beberapa jenis kaca baru yang dimaksudkan untuk tujuan optika. Faraday adalah
orang yang pertama menemukan Bunsen Burner. Yang kini telah digunakan secara
luas diseluruh dunia. Faraday secara ektensif bekerja pada bidang kimia. Menemukan
zat kimia lainnya yaitu Benzena dan mencairkan gas klorin. Pencairan gas klorin
bertujuan untuk menetapkan bahwa gas adalah uap dari cairan yang memiliki titik
didih rendah dan memberikan konsep dasar yang lebih pasti tentang pengumpulan
molekul. Ia juga telah menentukan komposisi dari klorin klatrat hidrat. Faraday
adalah penemu Hukum Elektrolisis dan mempopulerkan istilah anode, katode,
elektrode serta ion. Ia juga adalah orang pertama yang mempelajari tentang logam
nanopartikel. Faraday menjadi terkenal berkat karyanya mengenai kelistrikan dan
magnet. Eksperimen pertamanya ialah membuat konstruksi tumpukan volta dengan 7
uang setengah
36. 36. 36 sen, ditumpuk bersama dengan 7 lembaran seng serta 6 lembar kertas basahan
air garam. Dengan konstruksi ini ia berhasil menguraikan magnesium sulfat. Pada
tahun 1821 Hans Christian Ørsted mempublikasikan fenomena elektromagnetisme.
Dari sinilah Faraday kemudian memulai penelitian yang bertujuan untuk membuat
alat yang dapat menghasilkan "rotasi elektromagnetik". Salah satu alat yang berhasil
ia ciptakan adalah homopolar motor, pada alat ini terjadi gerakan melingkar terus-
menerus yang ditimbulkan oleh gaya lingakaran magnet mengelilingi kabel yang
diperpanjang hingga ke dalam genangan merkuri dimana sebelumnya sudah diletakan
sebuah magnet pada genangan tersebut, maka kabel akan berputar mengelilingi
magnet apabila dialiri arus listrik dari baterai. Penemuan inilah yang menjadi dasar
dari teknologi elektromagnetik saat ini. Faraday membuat terobosan baru ketika ia
melilitkan dua kumparan kabel yang terpisah dan menemukan bahwa kumparan
pertma akan dilalui oleh arus, sedangkan kumparan kedua dimasukan arus. Inilah
yang saat ini dikenal sebagai induksi timbal-balik. Hasil percobaan ini menghasilkan
bahwa "perubahan pada medan magnet dapat menghasilkan medan listrik" yang
kemudian dibuat model matematikanya oleh James Clerk Maxwell dan dikenal
sebagai Hukum Faraday. Pada tahun 1845 Faraday menemukan bahwa bahwa banyak
materi menunjukan penolakan yang lemah dari sebuah medan listrik. Peristiwa inilah
yang ia beri nama Diagmatisme. Faraday juga menemukan bahwa bidang polarisasi
dari cahaya terpolarisasi linier dapat diputar dengan penerapan dari sebuah bidang
magnet eksternal searah dengan arah gerak cahaya. Inilah yang disebut dengan Efek
Faraday. Kemudian pada tahun 1862, Faraday menggunakan sebuah spektroskop
untuk mencari perbedaan perubahan cahaya, perubahan dari garis-garis spektrum
dengan menerapkan medan magnetik. Tetapi peralatan yang dia gunakan pada saat itu
belum memadai, sehingga tak cukup untuk menentukan perubahan spektrum yang
terjadi. Kemudian penelitian ini dilanjutkan oleh Peter Zeeman kemudian ia
mempublikasikan hasilnya pada tahun 1897 dan menerima nobel fisika tahun 1902
berkat refrensi dari Faraday. Hukum Faraday I
37. 37. 37 "Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan
kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut." Rumus = m = e . i . t /
96.500 Keterangan: q = i . t m = massa zat yang dihasilkan (gram) e = berat ekivalen
= Ar/ Valens i= Mr/Valensi i = kuat arus listrik (amper) t = waktu (detik) q = muatan
listrik (coulomb) Hukum Faraday II "Massa dari macam-macam zat yang diendapkan
pada masing-masing elektroda (terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh
sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekiuvalen
masing-masing zat tersebut." Rumus = m1 : m2 = e1 : e2 Keterangan : m=massa zat
(garam) e = beret ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi o. James Clerk Maxwell James
Clerk Maxwell (lahir di Edinburgh, 13 Juni 1831 – meninggal di Cambridge, 15
November 1879 pada umur 48 tahun) adalah fisikawan Skotlandia yang pertama kali
menulis hukum magnetisme dan kelistrikan dalam rumus matematis. Pada tahun
1864, ia membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik ialah gabungan dari osilasi
medan listrik dan magnetik. Maxwell mendapati bahwa cahaya ialah salah satu bentuk
radiasi elektromagnetik. Ia juga membuka pemahaman tentang gerak gas, dengan
menunjukkan bahwa laju molekul-molekul di dalam gas bergantung kepada suhunya
masing-masing.
38. 38. 38 Fisikawan Inggris kesohor James Clerk Maxwell ini terkenal melalui formulasi
empat pernyataan yang menjelaskan hukum dasar listrik dan magnet. Kedua bidang
ini sebelum Maxwell sudah diselidiki lama sekali dan sudah sama diketahui ada
kaitan antar keduanya. Namun, walau pelbagai hukum listrik dan kemagnetan sudah
diketemukan dan mengandung kebenaran dalam beberapa segi, sebelum Maxwell, tak
ada satu pun dari hukum-hukum itu yang merupakan satu teori terpadu. Dalam dia
punya empat perangkat hukum yang dirumuskan secara ringkas (tetapi punya bobot
tinggi), Maxwell berhasil menjabarkan secara tepat perilaku dan saling hubungan
antara medan listrik dan magnet. Dengan begitu dia mengubah sejumlah besar
fenomena menjadi satu teori tunggal yang dapat dijadikan pegangan. Pendapat
Maxwell telah jadi anutan pada abad sebelumnya secara luas baik di sektor teori
maupun dalam praktik ilmu pengetahuan. Nilai terpenting dari pendapat Maxwell
yang baru itu adalah : banyak persamaan umum yang bisa terjadi dalam semua
keadaan. Semua hukum-hukum listrik dan magnet yang sudah ada sebelumnya dapat
dianggap berasal dari pendapat Maxwell, begitu pula sejumlah besar hukum lainnya,
yang dulunya merupakan teori yang tidak dikenal. Dari pendapat Maxwell ini dapat
diperlihatkan betapa pergoyangan bolak-balik bidang elektromagnetik secara periodik
adalah sesuatu hal yang bisa terjadi. Gerak bolak-balik seperti pendulum ini disebut
gelombang elektromagnetik, yang bilamana sekali digerakkan akan menyebar terus
hingga angkasa luar. Dari pendapat-pendapat ini mampu menunjukkan bahwa
kecepatan gelombang elektromagnetik itu mencapai sekitar 300.000 kilometer
(186.000 mil) per detik. Maxwell mengetahui bahwa ini sama dengan ukuran
kecepatan cahaya. Dari sudut ini dia dengan tepat mengambil kesimpulan bahwa
cahaya itu sendiri terdiri dari gelombang elektromagnetik. Jadi, pendapat Maxwell
bukan semata merupakan hukum dasar dari kelistrikan dan kemagnetan, tetapi juga
sekaligus merupakan hukum dasar optik. Sesungguhnya, semua hukum terdahulu
yang dikenal sebagai hukum optik dapat dikaitkan dengan pendapatnya, juga banyak
fakta dan hubungan dengan hal-hal yang dulunya tidak terungkapkan.Cahaya yang
tampak oleh mata bukan semata jenis yang memungkinkan radiasi elektromagnetik.
Pendapat Maxwell menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik lain, berbeda
dengan cahaya yang tampak oleh mata dalam dia punya panjang gelombang dan
frekuensi, bisa saja adas. Kesimpulan teoritis ini secara mengagumkan diperkuat oleh
Heinrich Hertz, yang sanggup menghasilkan dan menemui kedua gelombang yang
tampak oleh mata yang
39. 39. 39 diramalkan oleh Maxwell itu. Beberapa tahun kemudian Guglielmo Marconi
memperagakan bahwa gelombang yang tak terlihat mata itu dapat digunakan buat
komunikasi tanpa kawat sehingga menjelmalah apa yang namanya radio itu. Kini, kita
gunakan juga buat televisi, sinar X, sinar gamma, sinar infra, sinar ultraviolet adalah
contoh-contoh dari radiasi elektromagnetik. Semuanya bisa dipelajari lewat hasil
pemikiran Maxwell. Meski kemasyhuran Maxwell yang paling menonjol terletak pada
sumbangan pikirannya yang dahsyat di bidang elektromagnetik dan optik, dia juga
memberi sumbangan penting bagi dunia ilmu pengetahuan di segi lain termasuk teori-
teori astronomi dan termodinamika (penyelidikan ihwal panas). Salah satu minat
khususnya adalah teori kinetik tentang gas. Maxwell menyadari bahwa tidak semua
molekul gas bergerak pada kecepatan sama. Sebagian lebih lambat, sebagian lebih
cepat, dan sebagian lagi dengan kecepatan yang luar biasa. Maxwell mencoba rumus
khusus menunjukkan bagian terkecil molekul bergerak (dalam suhu tertentu) pada
kecepatan yang tertentu pula. Rumus ini disebut "penyebaran Maxwell," merupakan
rumus yang paling luas terpakai dalam rumus-rumus ilmiah, dan mengandung makna
dan manfaat penting pada tiap cabang fisika. Maxwell dilahirkan di Edinburgh,
Skotlandia, tahun 1831. Dia teramatlah dini berkembang : pada usia lima belas tahun
dia sudah mampu mempersembahkan sebuah kertas kerja ilmiah kepada "Edinburgh
Royal Society." Dia masuk Universitas Edinburgh dan tamat Universitas Cambridge.
Ia menikah, tapi tak dikaruniai keturunan. Maxwell umumnya dianggap teoritikus
terbesar di bidang fisika dalam seluruh masa antara Newton dan Einstein. Kariernya
yang cemerlang berakhir terlampau cepat karena dia meninggal dunia tahun 1879
akibat serangan kanker, tak berapa lama sehabis merayakan ulang tahunnya yang ke-
48. BAB III
40. 40. 40 PENUTUP Keberadaan fisika sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Fisika
pada zaman Yunani Kuno merupakan suatu periode yang sangat penting dalam
sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan-perubahan pola
pikir manusia dari mitosentris menjad ilogosentris. Pola pikir mitosentris adalah pola
pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena
alam, seperti gempa bumi dan pelangi. Gempa bumi tidak dianggap fenomena alam
biasa, tetapi Dewa Bumi yang sedang menggoyakan kepalanya. Oleh karena tonggak
perkembangan fisika pada zaman ini mulai dirasakan setelah diperkenalkan filsafat
yang mampu membawa keluar orang-orang Yunani dari pola pikir mereka yang masih
percaya pada takhayul dan dongeng menuju pada suatu perubahan untuk dapat
membedakan yang riil dan ilusi sehingga mereka mampu memperoleh sebuah dasar
pengetahuan. Periode fisika klasik dalam halnya sains klasik termasuk periode ketiga
yang dimulai dari tahun 1600-an sampai 1900-an. Pada periode ini diformulasikan
konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika
Klasik. Dalam periode ini pemahaman dibidang kefisikaan masih sempit dan
perkembangannya tidak seluas pada perkembangan konsep-konsep fisika modern.
Pada perkembangannya, fisika klasik telah melahirkan banyak sekali tokoh-tokoh
dengan penemuan-penemuan hebatnya yang kemudian menjadi tonggak
perkembangan fisika itu sendiri. Pada akhir abad XIX, sebagian besar hal yang
hendak diketahui tentang fisika tampaknya telah tuntas dipelajari. Dinamika Newton
telah berulang kali mengalami pengujian ketat, dan keberhasilannya membuat ia
diterima sebagai kerangka nalar dasar bagi pemahaman yang mendalam dan taat asas
tentang perilaku alam. Keelektrikan dan kemagnetan telah berhasil dipadukan lewat
karya teoritik Maxwell, dan begitu pula gelombang elektromagnet, yang diramalkan
kehadirannya oleh persamaan Maxwell, telah berhasil diamati dan diselidiki sifat-
sifatnya lewat berbagai percobaan yang dilakukan Hertz. Hukum-hukum
termodinamika dan teori kinetik telah pula memperhatikan keberhasilannya, terutama
dalam memberi penjelasan terpadu tentang berbagai ragam gejala alam.
41. 41. 41 Dalam dunia fisika, terpendam ketidakpuasan yang segera menimbulkan
sejumlah perubahan revolusioner dalam alam pandangan fisikawan. Beberapa
percobaan baru memberikan hasil pengamatan yang tidak dapat dijelaskan dengan
teori-teori mekanika, elektromagnet, dan termodinamika. Hanya dalam jangka waktu
dua dasawarsa yang singkat, hasil berbagai percobaan ini menuntun para fisikawan
kepada perumusan teori relativitas khusus dan teori kuantum. Segera setelah gagasan
revolusioner yang dikemukakan kedua teori ini diterima bekembanglah bidang studi
atom, inti (nuklir), dan zat padat. Revolusi ilmu yang berlangsung terjadi pada sekitar
tahun 1600 dapat dikatakan menjadi batas antara pemikiran purba dan lahirnya fisika
klasik. Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900 yang menandakan mulai
berlangsungnya era baru yaitu era fisika modern. Nah, perbedaan antara fisikaklasik
dan fisika modern yaitu, Fisika klasik tidak mampu menjelaskan fenomena yang
terjadi pada materi yang sangat kecil (fenomena mikroskopis). Fenomena mikroskopis
yaitu fenomena-fenomena yang tidak dapat dilihat secara langsung, seperti elektron,
proton, neutron, atom, dan sebagainya. Sedangkan fisika modern mampu menjelaskan
fenomena-fenomena tersebut karena para fisikawan telah menemukan ilmu-ilmu baru
dalam teori – teori baru. Fisika klasik - Cahaya digambarkan sebagai gelombang -
Teori ini tidak dapat menerangkan spektrum radiasi benda hitam - Energi kinetik
bertambah jika intensitas cahaya diperbesar - Efek fotolistrik terjadi pada tiap
frekuensi asal intensitasnya memenuhi - Tidak dapat menjelaskan Energi kinetik
maksimal jika frekuensi cahaya diperbesar - Fisika klasik dibagi atas 3 fase, yakni
padat, cair, gas. Fisika modern - Cahaya digambarkan sebagai partikel - Terdiri dari
paket-paket energi yang disebut kuanta atau foton - Energi kinetik tidak bergantung
pada intensitas cahaya - Efek fotolistrik terjadi diperlukan frekuensi minimum
(frekuensi ambang) - Dapat menjelaskan Energi kinetik maksimal jika frekuensi
cahaya diperbesar - Radiasi kalor tergantung pada suhu
42. 42. 42 - Makin tinggi suhu, makin besar energi kalor yang dipancarkan - Fisika
Modern terbagi atas 4 fase padat, cair, gas, dan plasma. - Dapat membuktikan adanya
fenomena efek fotolistrik dan efek Compton - Cahaya tersusun dari paket-paket
energi diskret yang diberi nama foton - Masing-masing foton memiliki energi sesuai
dengan frekuensinya. Persamaan energi foton Einstein adalah sebagai berikut: E = hυ
atau E = hc/λ.
43. 43. 43 DAFTAR PUSTAKA
http://www.fisikaonline.com/index.php?Itemid=68&catid=18:sejarah&id=60:sejarah-
perkembangan-fisika&option=com_content&view=article diunduh pada 14 Februari
2015 http://www.budakfisika.net/2008/09/sejarah-perkembangan-ilmu-fisika.html
diunduh pada 14 Februari 2015
http://www.fisikaonline.com/index.php?Itemid=68&catid=18:sejarah&id=60:sejarah-
perkembangan- fisika&option=com_content&view=article diunduh pada 16 Februari
2015 http://www.budakfisika.net/2008/09/sejarah-perkembangan-ilmu-fisika.html
diunduh pada 26 Februari 2015 http://kolom-biografi.blogspot.com/2015/02/biografi-
thomas-alva-edison.html http://id.wikipedia.org/wiki/James_Clerk_Maxwell
http://www.pustakasekolah.com/hukum-faraday.html
http://profil.merdeka.com/mancanegara/j/joseph-henry/
http://id.wikipedia.org/wiki/michael_faraday
http://id.wikipedia.org/wiki/william_thomson http://id.wikipedia.org/wiki/
Nicolas_Léonard_Sadi_Carnot http://id.wikipedia.org/wiki/michael_faraday
http://id.wikipedia.org/wiki/Julius_Robert_von_Mayer
http://id.wikipedia.org/wiki/James_Prescott_Joule
http://id.wikipedia.org/wiki/Herman_von_helmholtz
http://id.wikipedia.org/wiki/Rudolf_Julius_Emanuel_Clausius
http://id.wikipedia.org/wiki/Christian_Doppler
http://id.wikipedia.org/wiki/Franz_Melde
http://id.wikipedia.org/wiki/August_Adolf_Eduard_Eberhard_Kundt
http://id.wikipedia.org/wiki/Augustin_Jean_Fresnel
http://id.wikipedia.org/wiki/Joseph_Henry http://blog.uad.ac.id
http://dopind.blogspot.com/2015/02/persamaan-maxwell.html Dewi, Anwar Astuti
Sari. http://google.co.id/sejarah-fisika.pdf
44. 44. 44 Pertanyaan 1. Apa perbedaan dari probalistik dan deterministik ? 2. Mengapa
menurut Empedocles alam ini tersusun dari 4 unsur yaitu, bumi, air, udara, dan api ?
dan mengapa Hukum Gauss untuk magnetisme menyatakan bahwa listrik tidak ada
partikel? Jawaban 1. Perbedaannya yaitu, probalistik adalah perubahan pada suatu
sistem yang tidak dapat dipredikisi secara pasti, contohnya : gerak pantulan bola,
sedangkan Deterministik adalah perubahan pada suatu sistem yang bisa diprediksi,
contohnya : Komputer 2. Karna pada zaman dahulu di negri kelahiran Empedocles
adalah yunani pada masa itu masyarakat yunani pada umumnya masih mempercayai
keberadaan dewa dewi yunani yang diantaranya dewa api, air, bumi, dan udara
sehingga Empedocles menyimpulkan bahwa alam ini terbentuk dari keempat unsur
tersebut. Bukan listrik tidak ada partikel namun tidak partikel listrik yang bergerak
bebas, dengan kata lain listrik tersebut saling berpasangan kutub utara berpasangan
dengan kutub selatan.