Anda di halaman 1dari 8

Paper Vulkanologi 2018

ANALISIS POTENSI BANJIR LAHAR HUJAN BERDASARKAN


ENDAPAN LAHAR HASIL ERUPSI GUNUNG MERAPI 2010 DI DAERAH
ALIRAN SUNGAI KALI KUNING, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH
ISTIMEWA YOGYAKARTA
Paschalis Pindyka Aji Kurniawan1
111.150.074
Kelas C Vulkanologi
1
Mahasiswa Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Yogyakarta, Indonesia
Email: paschalis.dika@gmail.com

Abstrak
Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat di
Kabupaten Sleman. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya endapan lahar pada Kali
Kuning yang merupakan daerah yang pernah mengalami aliran piroklastik serta aliran lahar.
Endapan lahar merupakan endapan yang dihasilkan oleh material sisa hasil erupsi yang
mengalir bersama air hujan melalui lembah-lembah sungai. Aliran material tersebut biasa
disebut lahar hujan. Lahar hujan umumnya memiliki sifat membahayakan karena kecepatan
dan material yang dibawanya berukurang bongkah-bongkah besar. Salah satu cara untuk
mengurangi dampak kerusakan yang diakibatkan banjir lahar dingin yaitu dengan cara
mengetahui volume DAS, volume endapan lahar, serta jumlah air hujan yang akan
berpengaruh menjadi penyebab terjadinya banjir lahar. Maka dari itu, dengan diadakannya
penelitian mengenai endapan lahar pada Kali Kuning ini, sebagai bentuk mitigasi bencana
banjir lahar akar akan sangat merugikan masyarakat sekitar.

Kata Kunci : Merapi, Kali Kuning, Mitigasi, Lahar, Erupsi

PENDAHULUAN
Setelah kejadian erupsi Gunung sungai-sungai tersebut. Salah satunya
Merapi di daerah Yogyakarta dan adalah Kali Kuning.
Jawa Tengah pada Desember 2010 Kali Kuning merupakan sungai
silam, beberapa sungai – sungai yang yang berhulu di daerah Kaliurang
berhulu di lereng Gunung Merapi Sleman, Yogyakarta dan berhilir di
mengalami perubahan morfologi dan daerah Piyungan, Bantul, Yogyakarta
karakteristik aliran, salah satu sebagai sub DAS Kali Opak. Kali
penyebab utamanya yaitu banjir lahar Kuning juga merupakan salah satu
dingin (aliran debris). Fenomena ini sungai yang mengalirkan lahar dingin
menyebabkan banyaknya endapan pada saat Gunung Merapi erupsi pada
lahar yang masih ada di sepanjang tahun 2010.Di sepanjang wilayah Kali
Kuning terdapat pemukiman dan lahan

Paschalis Pindyka A.K./111.150.074/Kelas C 1


Paper Vulkanologi 2018

pertanian yang berpotensi terkena debit banjir di bendung-bendung yang


bahaya banjir yang sewaktu-waktu ada di sepanjang Kali Kuning sebagai
dapat terjadi, banjir yang titik kontrol pengamatan, yaitu Chek
mengakibatkan kerugian materil Dam Kali Kuning, Bendung Yapah,
maupun korban jiwa merupakan bendung Ngadirojo dan Bendung
bencana alam yang harus diwaspadai Dadapan.
sejak dini dengan melakukan kontrol

Gambar 1. Peta DAS Kali Kuning (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, 2014)

Indonesia sebagai negara tropis semakin meningkatkan ancaman


dengan curah hujan rerata tahunan bahaya banjir lahar. Aliran lahar ini
yang sangat tinggi, ditambah dengan akan sangat berbahaya terutama untuk
banyaknya endapan lahar, akan penduduk yang ada dilereng gunung.

Paschalis Pindyka A.K./111.150.074/Kelas C 2


Paper Vulkanologi 2018

Dengan kecepatan kecepatan puluhan Metode penelitian yang


meter perdetik dan dapat menempuh dilakukan adalah dengan pengambilan
jarak hingga beberapa kilometer serta data karakteristik dari endapan lahar di
membawa energi yang besar, tentu Kali Kuning kemudian dibuat profil
jenis bencana ini tidak dapat dianggap endapannya dan dikombinasikan
sepele. Selain akibat tinginya curah dengan data sekunder berupa volume
hujan, bencana ini juga disebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) dari Kali
oleh morfologi Gunungapi Merapi Kuning serta volume dari endapan
yang berlereng curam, sehingga pada lahar itu sendiri.
saat hujan dapat memicu terjadinya
banjir lahar. HASIL DAN PEMBAHASAN
 Profil Endapan Gunung
Merapi

METODE PENELITIAN
 Fase Proksimal

Pada fasies proksimal yang endapan paling bawah. Kemudian


terletak relatif dekat hulu Gunung semakin ke atas menunjukkan
Merapi didapatkan litologi berupa penghalusan ukuran butir fragmen.
breksi berfragmen bongkah pada

Paschalis Pindyka A.K./111.150.074/Kelas C 3


Paper Vulkanologi 2018

 Fase Medial

Pada fasies medial yang terletak atasnya butiran fragmen berukuran


di tengah profil endapan terlihat acak. bongkah. Sedangkan pada bagian
Dimana pada lapisan paling bawah paling atas dari endapan lahar
butiran fragmen berukuran kerikil- memiliki litologi berupa tuff lapili.
kerakal. Sementara pada lapisan di

 Fase Distal

Pada fasies yang terletak paling fragmen breksi adalah bongkah


jauh yaitu distal terlihat profil endapan kemudian semakin ke atas menjadi
lahar mengalami penghalusan ke atas. kerikil. Sedangkan pada lapisan paling
Dimana paling bawah ukuran butir atas adalah tuff lapili.

Paschalis Pindyka A.K./111.150.074/Kelas C 4


Paper Vulkanologi 2018

Tabel 1. Aliran lahar Gunung Merapi (Lavigne,dkk 2004)

Kali Kuning merupakan sungai akan membentuk suatu aliran yang


yang dilewati oleh erupsi Gunung disebut lahar dingin atau banjir lahar.
Merapi pada tahun 2010 silam. Pasca Tingginya curah hujan dan kondisi
erupsi, Gunung Merapi menyisakan lereng yang ada dapat menimbulkan
sejumlah material vulkanik berupa aliran lahar yang memiliki daya rusak
batu, pasir, dan abu. Material sisa yang tinggi. Curah hujan yang sangat
terdapat pada Kali Kuning berpengaruh adalah intensitas hujan
diperkirakan sebanyak 3.000.000 m3 beberapa saat sebelum kejadian serta
(hasil penelitian BPPTKG). Material- total jumlah curah hujan dalam jangka
material tersebut apabila bercampur waktu 2 minggu terakhir (hujan
dengan air hujan dalam jumlah besar kumulatif).

Paschalis Pindyka A.K./111.150.074/Kelas C 5


Paper Vulkanologi 2018

Tabel 2. Data Rata-rata Curah Hujan Daerah Sleman, DIY setelah tahun 2010

Banjir lahar sendiri merupakan aliran debris sangat berpengaruh


suatu aliran debris, yaitu suatu aliran terhadap kerusakan yang ditimbulkan.
massa berupa campuran antara air dan Beberapa ciri aliran debris antara lain :
sedimen dengan konsentrasi yang 1. Kecepatan aliran sangat tinggi.
sangat tinggi. Sekali aliran ini dimulai Kecepatan aliran debris tipe batuan
(karena kesetimbangan statik antara (gravel types debris flow) dengan
gaya geser yang ditimbulkan lebih kandungan batu-batu besar mencapai
besar dari gaya geser yang menahan), 5 - 10 m/det, sedangkan aliran debris
maka jumlah massa yang mengalir, tipe lumpur (mud types debris flow)
ketinggiannya, serta kecepatannya dengan kandungan batu sangat
akan semakin bertambah (mempunyai sedikit mempunyai kecepatan 10 - 20
percepatan). m/det.
Menurut para ilmuwan Jepang 2. Aliran debris mengandung
yang dimaksud dengan aliran debris batu-batu besar, serta seringkali
adalah suatu tipe aliran dengan membawa batang-batang kayu.
kandungan angkutan sedimen yang Dengan demikian mempunyai
sangat besar, berbutir kasar, non kekuatan yang sangat besar dan daya
kohesif dan terdiri dari material rusak yang sangat tinggi.
berbutir kecil sampai besar seperti 3. Terjadi secara mendadak dan
pasir, kerikil, bebatuan kecil, serta sangat cepat. Tidak dapat diprediksi
batu-batu besar (sand, gravel, karena tanda-tanda awal sulit
cobbless, boulders) Karakteristik dideteksi.

Paschalis Pindyka A.K./111.150.074/Kelas C 6


Paper Vulkanologi 2018

Sebagai salah satu sungai yang mengalir ke arah dengan luas DAS
berhulu di lereng selatan gunung sebesar 76.2161 km2 dan volume
Merapi, kali Kuning adalah anak 2.897.320,79 m3.
sungai kali Opak. Kali Kuning

Gambar 2. Peta Sistem Sungai dan Lokasi Penelitian

Hampir setiap tahun terutama menjadikan kawasan ini sebagai


pada awal dan pertengahan musim daerah dengan tingkat kerawanan yang
penghujan kejadian bencana alam cukup tinggi terhadap ancaman banjir
tanah longsor, banjir bandang, banjir lahar dingin. Selain faktor endapan
lahar, terjadi di banyak tempat. lahar serta curah hujan, geometri
Bencana jenis ini merupakan akibat sungai juga mempengaruhi aliran
dari pergerakan ataupun aliran lahar. Kali Kuning memiliki bentuk
sedimen yang dikenal sebagai bencana lembah menyerupai huruf U, hal ini
aliran debris. Mengingat akumulasi menunjukkan bahwa Kali Kuning
material hasil erupsi dalam volume bagian tengah tahap perkembangannya
yang sangat besar di sekitar hulu kali tergolong stadium dewasa, sehingga
Kuning, kondisi curah hujan yang terdapat keseimbangan antara daya
tinggi, serta pemukiman yang berada angkut dengan muatan endapan.
disekitar aliran Kali Kuning, Lembah yang berbentuk huruf U lebih

Paschalis Pindyka A.K./111.150.074/Kelas C 7


Paper Vulkanologi 2018

cenderung terjadi banjir atau luapan DAFTAR PUSTAKA


lahar, hal ini dikarenakan erosi yang BNPB. 2010b. Kawasan rawan
dominan berupa erosi lateral yang bencana erupsi Merapi, 2010.
mengikis tebing-tebing sungai baik Badan Nasional
sisi barat maupun sisi timur. Penanggulangan Bencana,
Yogyakarta, 18 November
KESIMPULAN 2010.
Berdasarkan hasil penelitian BNPB. 2008. Peraturan Kepala
yang telah dilakukan dapat ditarik Badan Nasional
beberapa kesimpulan, antara lain: Penanggulangan Bencana
 Material sisa yang terdapat Nomor 11 Tahun 2008
pada Kali Kuning tentang Pedoman Rehabilitasi
diperkirakan sebanyak dan Rekonstruksi
3.000.000 m3 Pascabencana. Badan
 Luas Daerah Aliran Sungai Nasional Penanggulangan
(DAS) Kali Kuning sebesar Bencana, Jakarta 17
76.2161 km2 dan volume- Desember 2008.
nya sebesar 2.897.320,79 BAKORNAS PB. 2007.
m3. Pengenalan karakteristik
 Intensitas hujan beberapa bencana dan upaya
saat sebelum kejadian serta mitigasinya di Indonesia.
total jumlah curah hujan Jakarta. Direktorat Mitigasi.
dalam jangka waktu 2 Haryono, Kusumobroto. 2006.
minggu terakhir (hujan Fenomena Aliran Debris dan
kumulatif) merupakan Faktor Pembentuknya.
faktor penentu terhadap Seminar Diseminasi
fenomena kejadian banjir Teknologi Sabo, Semarang.
lahar Sumintadireja, P. 2005.
 Kondisi geometri sungai Vulkanologi dan Geothermal.
serta volume endapan lahar Institut Teknologi Bandung.
juga sangat berpengaruh

Paschalis Pindyka A.K./111.150.074/Kelas C 8