Anda di halaman 1dari 9

18 Dielektrika, ISSN 2086-9487

Vol. 2 , No. 1 :18 - 26, Pebruari 2015

SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN KOTA MATARAM


Information System of Mataram City Waste Management
1 1 1
Sri Endang Anjarwani1 , Ida Bagus Ketut Widiartha2 , Andy Hidayat Jatmika3
ABSTRAK
Perkembangan perekonomian, mobilitas penduduk yang tinggi terutama ke wilayah kota
Mataram khususnya dan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya, dapat menyisakan
permasalahan sosial yang cukup tinggi terutama dibidang persampahan. Dalam Undang-
Undang Nomor 18 Tahun 2008, jenis sampah dapat berupa sampah rumah tangga, sampah
sejenis sampah rumah tangga, sampah industri, dan sampah spesifik. Masalah persampahan
menjadi sangat penting karena akan memberikan dampak dalam kehidupan masyarakat, mulai
dari banjir, pencemaran lingkungan sampai pada sumber penyakit. Permasalahan penumpukan
sampah pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang lama menumpuk sampai
mengeluarkan bau yang sangat menyengat, seakan menjadi hal yang biasa, hal ini disebabkan
pihak pengelola TPS tersebut tidak bisa menghubungi petugas pengangkut sampah atau
timbunan sampah belum terangkut seluruhnya dan masyarakat tidak mempunyai akses untuk
menyampaikan keluhan terkait penumpukan sampah. Maka keberadaan tumpukan sampah
yang tidak di TPS , di tepi jalan dan tanah - tanah kosong sehingga sampah - sampah tidak
pernah diangkut oleh petugas.
Dari permasalahan tersebut pada penelitian ini dilakukan beberapa tahapan antara lain
melakukan survey lapangan, analisa kebutuhan system, desain system, dan implementasi
pembuatan sistem informasi. Hasil penelitian ini berupa prototype sistem informasi pengelolaan
persampahan kota Mataram yang menampilkan visi dan misi dinas kebesihan kota mataram,
TPS-TPS di wilayah kota Mataram, menampilkan informasi lokasi sampah, armada, kolom
saran digunakan sebagai peran masyarakat untuk memberikan informasi sampah di
lingkungannya (TPS) yang kondisinya sudah penuh, informasi kondisi sampah tersebut bisa
juga melalui SMS, dan gallery yang berisi foto – foto TPS sehingga masyarakat dapat berperan
aktif dalam pengelolaan sampah.
Kata Kunci: Sistem Informasi, analisa, desain, TPS, peran masyarakat

ABSTRACT
Economic development, high population mobility, especially for the city of Mataram Nusa
Tenggara province in particular and in general, to preserve social problems are quite high,
especially in the field of waste.Trash can be household waste, like waste home, and industrial
waste as well as other types of waste. Waste problem becomes very important because it will
make an impact in people's lives, ranging from flooding, pollution of the environment until the
source of the disease. Garbage can be a household waste, like waste home, and industrial
waste as well as other types of waste. Waste problem becomes very important because it will
make an impact in people's lives, ranging from flooding, pollution of the environment until the
source of the disease.The problem of accumulation of garbage in a temporary location (TPS)
long accumulate emit a very pungent odor, it is as a matter of course, this is due to the polling
station manager can not contact officer or piles of rubbish bins are not transported entirely and
people do not have access to filed a complaint related to the accumulation of garbage. Then the
existence of a pile of garbage that is not in the polling station or at the edge of the road and land
- vacant land so rubbish - trash never transported by officers.
The problem of this research was conducted with several stages, among others, for the
field survey, system requirements analysis, system design, and implementation of information
systems development. The result of this research is a waste management information system
prototype Mataram which displays the vision and mission of service kebesihan Mataram city,
polling stations in the city of Mataram, display location information trash, fleet, advice column is
used as the role of the public to provide information on environmental garbage (TPS ) whose
condition is full, garbage condition information can be via SMS, and a gallery containing photos
- photos TPS so that the community can play an active role in waste management
Keywords: Information System, analysis, design, TPS, the role of the community

1
.Jurusan Teknik Informatia, Fakultas Teknik Universitas Mataram, Nusa Tenggar Barat, Indonesia
Sri Endang A., I.B. Ketut Widiartha, Andy Hidayat J.: Sistem Informasi Pengelolaan Persampahan Kota Mataram 19

PENDAHULUAN Pembuangan Akhir sampah (TPA) yang


menimbulkan ketidaknyamanan dan
Perkembangan pulau Lombok yang
pencemaran lingkungan pada masyarkat,
pesat seiring dengan pertumbuhan
maka untuk mengetahui timbulan sampah di
perekonomian di Nusa Tenggara Barat (NTB)
TPS perlu dibangun suatu sistem informasi
dan dengan adanya pemekaran wilayah di
pengelolaan persampahan di wilayah kota
pulau Lombok menjadi 4 kabupaten dan 1
Mataram sehingga masyarakat dapat
kota menimbulkan kepadatan jumlah
memberikan informasi langsung ke pengelola
penduduk baik di kabupaten maupun kota
sampah TPS mana yang sudah menumpuk
meningkat. Kota Mataram yang memiliki luas
dan pengelola bisa menyampaikan ke sopir
wilayah sebesar 61,30 km2, pada tahun 2012
armada yang bertugas dalam pengangkutan
mempunyai penduduk mencapai 413.210
sampah.
jiwa, sehingga tingkat kepadatan penduduk
mencapai 6.741 jiwa/km2, dengan jumlah
Persampahan. Dalam Peraturan Pemerintah
413.210 ini pada tahun 2012 mengalami
PP 81 Tahun 2012 sampah terdiri dari
pertumbuhan penduduk sebesar 1,51 persen
sampah rumah tangga dan sampah sejenis
(Masud, 2014).
sampah rumah tangga. Sampah rumah
Kota Mataram yang merupakan Ibu
tangga adalah sampah yang berasal dari
Kota Propinsi dalam perkembangan
kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga
perekonomian melaju sangat pesat dengan
yang tidak termasuk tinja dan sampah
munculnya berbagai pembangunan ruko-
spesifik. Sampah sejenis sampah rumah
ruko, perhotelan, dibukanya tempat-tempat
tangga adalah sampah rumah tangga yang
pariwisata, perumahan-perumahan dan
berasal dari kawasan komersial, kawasan
pasar-pasar modern yang semakin
industri, kawasan khusus, fasilitas sosial,
meningkat, sementara aktivitas masyarakat
fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.
yang berada didalamnya membutuhkan
Sedangkan Pengelolaan sampah adalah
lingkungan yang sehat, nyaman dan bersih.
kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan
Dari perkembangan penduduk dan
berkesinambungan yang meliputi
perkembangan perekonomian kota ini juga
pengurangan dan penanganan sampah (PP
berdampak pada peningkatan volume
No. 81 tahun 2012).
sampah di berbagai Tempat Pembuangan
Menurut Aboejoewono (1985),
Sampah (TPS). Menurut data DPU Propinsi
kebijakan pengelolaan sampah perkotaan
NTB untuk wilayah Kota Mataram sampah
yang ditetapkan di kota-kota di Indonesia
timbulan sampah 1250.00 m³/hari dan yang
meliputi 5 (lima) kegiatan, yaitu penerapan
terangkut hanya 786.00 m³/hari atau hanya
teknologi yang tepat guna, peran serta
sekitar 63%. Ini berarti ada sekitar 464
masyarakat dalam pengelolaan sampah,
m³/hari yang tidak terangkut (anonim, 2014).
perlunya mekanisme keuntungan dalam
Hal ini perlu adanya penambahan
pengelolaan sampah, optimalisasi TPA
TPS, sistem pengangkutan sampah pada
sampah, dan sistem kelembagaan
TPS ini juga perlu ditata agar tidak sampai
pengelolaan sampah yang terintegrasi.
sampah menumpuk belum terangkut, atau
Seiring dengan kemajuan teknologi
belum ada sampah armada pengangkut
pengelolaan sampah, saat ini dikenal
sudah datang. Dalam pengelolaan
beberapa paradigma pengelolaan sampah.
persampahan perlu mendapatkan perhatian
Namun yang paling populer saat ini ada dua
oleh semua pihak baik masyarakat maupun
paradigma, yaitu paradigma klasik
pemerintah, setiap orang wajib melakukan
(konvensional) yang menitikberatkan pada
pengurangan sampah dan penanganan
kegiatan ”kumpul–angkut–buang” serta
sampah seperti yang tercantum dalam PP 81
paradigma modern yaitu Zero Waste yang
tahun 2012.
mengelola sampah dengan paradigma
Peneliti sebagai masyarakat merasa
“mengenolkan sampah” (Riyanto, 2008).
berkewajiban ikut serta dalam pemberian
Sistem informasi persampahan ini dibuat agar
saran dan pendapat dalam perumusan
paradigma klasik (sistem angkut–kumpul-
kebijakan dan strategi pengelolaan sampah
buang) dapat berjalan optimal yaitu dengan
rumah tangga dan sampah sejenisnya yang
melibatkan peran serta masyarakat dalam
selama ini dilakukan oleh Dinas Kebersihan
pengelolaan sampah di kota Mataram melalui
dan Pertamanan Kota Mataram. Dengan
teknologi informasi serta mampu memberikan
permasalahan timbulan sampah di TPS–TPS
informasi mengenai kondisi TPS kepada
yang belum terangkut oleh armada ke Tempat
20 Dielektrika, 2,(1), Pebruari 2015

stakeholder seperti pemda maupun dinas Teknologi pemrograman Web


kebersihan. mengalami perkembangan yang sangat
pesat. Teknologi framework seperti Jquery,
Sistem Informasi Persampahan. Pada PP JSF, ExtJS, dan lain-lain membuat
81 Tahun 2012 dinyatakan bahwa pemerintah pemrograman web menjadi jauh lebih menarik
provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang memungkinkan pemrograman even
menyediakan informasi mengenai driven seperti layaknya pada pemrograman
pengelolaan sampah rumah tangga dan desktop (Mohseni, 1996). Pengolahan
sampah sejenis sampah rumah tangga. datapun tidak hanya bertumpu pada server
Informasi pengelolaan sampah sebagaimana (server side) namun bisa juga diolah pada sisi
dimaksud paling sedikit memberikan informasi client (client side), yang memungkinkan
mengenai: pembagian pekerjaan pada sisi server dan
a. Sumber Sampah; sisi client yang membuat program berjalan
b. Timbulan Sampah; lebih cepat. Proses pengiriman data dari
c. Komposisi Sampah; server ke client dapat dilakukan secara
d. Karakteristik Sampah; asyncronous yang bekerja pada background
e. Fasilitas pengelolaan sampah rumah tanpa menggangu tampilan yang sedang
tangga dan sampah sejenis sampah berjalan dengan menggunakan teknik
rumah tangga; dan pemrograman AJAX (Asynchronous
f. Informasi lain terkait pengelolaan sampah JavaScript and XML) (Widiartha, dkk, 2012).
rumah tangga dan sampah sejenis
sampah rumah tangga yang diperlukan METODE PENELITIAN
dalam rangka pengelolaan sampah. Perencanaan Sistem. Sistem Informasi yang
Dari PP 81 Tahun 2012 tersebut untuk akan dibangun melibatkan berbagai unsur
pengelolaan persampahan dapat dibuatkan yang meliputi unsur petugas TPS yang
kedalam sebuah sistem informasi yang dapat bertugas melaporkan kondisi TPS-nya secara
membantu dalam pengelolaan sampah. berkala, unsur masyarakat yang diminta
kontribusinya untuk menyampaikan kondisi
Internet. Internet merupakan suatu jaringan
suatu TPS melalui web khususnya TPS yang
komputer client-server yang menerapkan tidak memiliki petugas jaga. Unsur armada
teknologi internet (Kurniadi, 1998). Komponen pengangkut sampah yang bertugas
utama teknologi internet adalah protokol mengangkut sampah sesuai dengan instruksi
TCP/IP. TCP/IP adalah sekumpulan protokol operator, unsur operator yang mendapatkan
yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi informasi dari sistem dan kemudian mengatur
komunikasi data pada jaringan komputer armada untuk mengambil sampah, dan unsur
(WAN maupun Internet). TCP/IP terdiri atas bagian yang terkait di dinas yang
sekumpulan protokol yang masing-masing mendapatkan laporan terhadap kondisi
bertanggung jawab atas bagian-bagian persampahan di wilayahnya. Untuk lebih
tertentu dari komunikasi data. Protokol jelasnya ditunjukkan dalam diagram konteks
TCP/IP terdiri atas dua protokol yaitu Internet berikut.
Protocol (IP) dan Transmission Control
Protocol (TCP).

Gambar 1 Diagram SI Persampahan


Sri Endang A., I.B. Ketut Widiartha, Andy Hidayat J.: Sistem Informasi Pengelolaan Persampahan Kota Mataram 21

Untuk mengimplementasikan sistem nya sebagai inputan kedalam sistem. Dinas


tersebut maka perlu dibangun arsitektur terkait dan masyarakat dapat mengakses sistem
informasi seperti yang ditunjukan pada Gambar informasi persampahan ini sebagai peran serta
1. Pemberitahuan kondisi TPS oleh penjaga TPS dalam mendukung tercapainya tujuan
ataupun oleh masyarakat melalui SMS atau pemerintah kota Mataram dalam pengelolaan
layanan yang tersedia pada sistem yang persampahan. Pada Gambar 2 digambarkan site
nantinya menjadi informasi yang bisa ditampilkan map sistem informasi yang dibuat, yang
di dalam web. Berdasarkan data yang telah digunakan sebagai interaksi antara pengguna
masuk, sistem akan menghasilkan informasi (masyarakat) maupun pegawai yang
yang ditujukan kepada armada untuk menginginkan informasi kondisi tempat
mengangkut sampah yang sudah terindikasi pembuangan sampah dan kondisi tumpukan
penuh dan hampir penuh untuk diangkut ke TPA. sampah yang diinformasikan oleh masyarakat.
Armada yang telah mengangkut sampah
bisa memberikan respon dengan menginputkan-

Gambar 2 Gambar web site map SIPERKOTMA

Analisis Terhadap Hasil Survey dan


Jalan Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada Kebutuhan Sistem. Analisa ini perlu dilakukan
Laboratorium Sistem Cerdas Program Studi untuk menganalisa terhadap kebutuhan sistem
Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas informasi persampahan yang akan dibuat
Mataram, dengan beberapa tahapan yaitu survey didasarkan dari hasil survey dan sistem yang
lapangan, analisis terhadap hasil survey dan ada sekarang.
kebutuhan system, merancang sistem informasi,
Merancang Sistem Informasi. Setelah data
dan implementasi/coding.
terkumpul dilakukan perancangan aplikasi yang
Survey Lapangan. Tahapan pertama adalah meliputi:
melakukan survey lapangan, melihat kondisi TPS a. Rancang Database
secara lebih dekat untuk mengambil beberapa Agar data yang masuk dapat disimpan
data seperti: dengan baik dan dapat diakses serta diolah
a. Lokasi TPS, dibutuhkan TPS-TPS ini untuk dengan mudah menjadi informasi dibutuhkan
mengetahui lokasi TPS. rancangan database yang baik.
b. Daya Tampung TPS, data ini diperlukan b. Rancang interface
untuk mengetahui kapasitas setiap TPS. Antarmuka atau inferface sangat dibutuhkan
c. Kendaraan, data ini terkait kendaraan oleh operator untuk memasukan data dan
pengangkut sampah seperti armroll truk mendapatkan informasi mengenai
ataupun truk biasa. persampahan di Kota Mataram. Antar muka
d. Data pegawai (driver), digunakan untuk ini juga dipakai sebagai sumber informasi
autentikasi sumber data dan lokasi TPS, untuk koordinasi armada persampahan yang
sehingga pengawas cukup mengirimkan data ada dan masyarakat.
kondisi sampah saja, tidak perlu lagi c. Rancang arsitektur (proses)
mencantumkan lokasi TPSnya. Rancangan ini digunakan untuk
menggambarkan dari proses atau fungsi–
22 Dielektrika, 2,(1), Pebruari 2015

fungsi apa saja yang dibuat dalam sistem


informasi, yang selanjutnya digunakan
sebagai implementasi ke dalam sistem.

Implementasi/Coding. Setelah dilakukan


tahapan rancangan maka langkah selanjutnya
adalah melakukan tahapan implemementasi
yaitu untuk mengimplementasikan hasil
rancangan ke dalam penyusunan coding hingga
menjadi sebuah program yang utuh.
Implementasi melibatkan pembuatan database,
pembuatan user interface dan output dari sistem.

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 4 Pengangkutan sampah di transfer depo

Untuk mengasilkan system informasi, Daya tampung transfer depo, TPS, ataupun
pada penelitian ini dilakukan beberapa tahapan kontainer yang tersedia sudah tidak mampu lagi
antara lain survey lapangan untuk mendapatkan untuk menampung timbunan sampah, terutama
data yang diperlukan sesuai kondisi yang ada, sampah rumah tangga, sehingga menimbulkan
analisis dari data hasil survey dan analisis munculnya timbulan sampah yang berada bukan
kebutuhan terhadap sistem, rancangan pada tempatnya seperti tanah–tanah kosong
kebutuhan sistem, implementasi atau coding, dipinggiran jalan atau tidak menempatkan
dan pengujian. Volume sampah terjadi pada sampah pada tempat yang sudah disediakan.
tempat di kota Mataram meningkat dalam
seharinya mencapai 1.210 kubik, sehingga
dalam sebulan akan terkumpul 36.300 kubik.
Padahal per harinya baru bisa diangkut 900-an
kubik (Anonim, 2014).
Dari hasil survey lapangan daya tampung
transfer depo, TPS, ataupun kontainer yang
tersedia sudah tidak mampu lagi untuk
menampung kiriman sampah dari masyarakat,
terutama sampah rumah tangga, mengingat
semakin banyak perumahan–perumahan yang
menghasilkan/menyumbangkan sampah rumah
tangga. Armada yang mengangkut sampah
terbatas dan disesuaikan dengan jadwal
pengakutan sesuai lokasi sampah yang harus
diangkutnya, seperti satu armada truk dalam
mengakut sampah dari 2 (dua) lokasi sehingga Gambar 5 Tumpukan sampah yang dibuang bukan
pada tempatnya
pengakutan dalam seharinya tidak bisa habis
dalam satu TPS. Dari sini timbunan sampah
Daya Tampung. Survey lapangan dilakukan
bertambah terus sehingga sebagian dari sampah
dibeberapa tempat lokasi sampah antara lain
yang belum terangkut tersebut dilakukan
untuk transfer depo sampah seperti di daerah
pembakaran. Seperti nampak pada Gambar 3
Jempong, Pagutan, Lawata, Selagalas,
dan Gambar 4.
Pagesangan dan Sekarbela dan beberapa
tempat kontainer dan TPS adalah karang
medain, pasar ampenan, pasar kebon roek,
pasar pagesangan, karang kelok, karangsari,
pasar karang jasi, seganteng, abian tubuh rata-
rata daya tampungnya belum mencukupi. Masih
adanya transfer depo yang sampahnya
menumpuk, timbulan sampah yang belum
terangkut, karena tidak mampu terangkut
seluruhnya oleh armada sampah, selain itu
adanya masyarakat yang membuang sampah
sembarangan sehingga menimbulkan timbunan
sampah baru.
Gambar 3 Pembakaran sampah ditransfer depo
Sri Endang A., I.B. Ketut Widiartha, Andy Hidayat J.: Sistem Informasi Pengelolaan Persampahan Kota Mataram 23

Data
• Lokasi transfer depo, TPS, dan kontainer
yang terdapat di kota mataram, armroll, dari
ini nantinya diharapkan masyarakat dapat
mengetahui lokasi tempat pembuangan
sampah terdekat dan tidak membuag
sampah sembarangan (bukan pada
tempatnya).
• Armada (kendaraan yang digunakan untuk
pengangkutan sampah) untuk mengetahui
Gambar 6 Sampah yang belum terangkut
jumlah kendaraan pengangkut sampah dan
Analisis Terhadap Hasil Survey Lapangan. wilayah pengangkutannya.
Dari hasil survey lapangan dapat dianalisis • Data masyarakat untuk mengetahui
terhadap kebutuhan sistem informasi masyarakat yang menyampaikan informasi
persampahan adalah sebagai berikut: penumpukan sampah.
• Masih adanya sampah–sampah yang belum
terangkut dalam sehari di TPS ataupun di Informasi/output
transfer depo sehingga mengakibatkan • Informasi terkait TPS, transfer depo dan
masih adanya timbulan sampah. tempat–tempat sampah yang terdapat di
• Kurang akan kesadaran masyarakat untuk kota Mataram.
membuang sampah pada tempatnya • Informasi dari masyarakat terkait dengan
sehingga sampah–sampah berserakan di tempat persampahan yang timbulan
sekitar tempat pembuangan sampah. sampahnya menumpuk.
• Munculnya tempat–tempat sampah baru • Informasi armada pengangkut sampah.
pada tanah–tanah kosong di pinggir jalan • Informasi terkait dengan saran – saran
atau tepian sungai karena kurang kesadaran masyarakat tentang persampahan.
masyarakat dan letak pembuangan sampah
yang relatif jauh dari tempat tinggalnya. Dari Database. Database digunakan untuk
sini akhirnya masyarakat yang melewati menyimpan data yang akan digunakan dalam
lokasi tersebut merasa itu adalah tempat mengelola data dan mudah dalam
sampah sehingga menjadi tempat pengaksesannya menjadi informasi
pembuangan sampah sementara bagi persampahan. Pada database ini akan berisi
masyarakat yang melewati jalur tersebut. kumpulan tabel atau entitas yang terdiri dari
• Jumlah dari kontainer, TPS, armroll, dan entitas masyarakat, entitas armada, entitas TPS,
kendaraan pengangkut yang masih kurang entitas saran, status sampah dan pegawai.
jumlahnya dibandingkan dengan produksi
sampah yang terus meningkat baik yang Perangkat Keras/Komputer. Untuk meng-
berasal dari limbah industri, pemukiman, aplikasikan sistem informasi persampahan
pasar, perkantoran, pertokoan, sungai diperlukan spesifikasi komputer yang memadai
/saluran, penyapuan jalan, fasilitas umum sehingga bisa memberikan kemudahan dalam
dan lain–lain. akses informasi. Spesifikasi minimal komputer
• Kecenderungan dari masyarakat membuang yang diperlukan antara lain:
sampah sendiri daripada harus membayar • Prosesor Intel Core 2 Duo 2,4 Ghz.
biaya penarikan sampah/kebersihan dari • Memory 2 Gb.
tempatnya tinggal (lingkungan) selain itu • Ram 512 Mb.
terdapat beberapa masyarakat tidak memiliki • Harddisk 80 Gb.
tempat sempah sendiri. • Layar CRT 15″.
• Tidak adanya petugas yang mengambil
sampah di pemukiman/lingkungan/rukun Perangkat lunak (aplikasi). Sistem informasi
tetangga (RT), sehingga masyarakat pengelolaan persampahan yang dibuat untuk
membuang sampah tidak pada tempatnya. menghasilkan informasi atau keluaran dari data
masukan yang telah diproses. Untuk itu
Analisa Kebutuhan Sistem. Dari hasil analisa diperlukan beberapa perangkat lunak aplikasi
tersebut di atas untuk membangun sistem baik yang dibuat sesuai kebutuhan yaitu sistem
informasi pengelolaan persampahan diperlukan informasi pengelolaan persampahan dan aplikasi
beberapa sumber daya sistem informasi. Sumber pendukung seperti Macromedia Dreamweaver 8,
daya informasi ini digunakan untuk kebutuhan Apache, MySql dan PHP, dan Photoshop CS2.
sistem informasi pengelolaan persampahan
antara lain:
24 Dielektrika, 2,(1), Pebruari 2015

Merancang Sistem Informasi. Tahapan ini Rancangan Database. Agar data yang masuk
adalah tahapan setelah dilakukan analisa dapat disimpan dengan baik dan dapat diakses
terhadap kebutuhan sistem informasi, rancangan serta diolah dengan mudah menjadi informasi
ini diperlukan untuk memberikan gambaran dibutuhkan rancangan database yang baik. Pada
secara umum terhadap sistem yang akan dibuat. penelitian ini terdapat beberapa entitas antara
Dengan demikian akan memberikan kemudahan lain entitas masyarakat, entitas armada, entitas
dalam mengimplemtasikan ke dalam program. TPS, entitas saran, status sampah dan pegawai.
Rancangan sistem informasi yang dibuat meliputi Dari keempat entitas tersebut yang akan
rancangan database, rancangan interface dan membentuk database Sistem Informasi
rancangan arsitektur. Persampahan kota Mataram (SIPERKOTMA).

Gambar 7 Entity Relationship Diagram SIPERKOTMA

Rancangan Interface. Antarmuka atau inferface atau fungsi–fungsi apa saja yang akan dibuat
sangat dibutuhkan oleh operator untuk dalam sistem informasi ke dalam sebuah
memasukan data dan mendapatkan informasi rancangan. Selain itu dari hasil rancangan
mengenai persampahan di kota Mataram. Antar nantinya akan digunakan sebagai implementasi.
muka ini juga dipakai sebagai sumber informasi Untuk lebih detailnya lagi dari konteks diagram
untuk koordinasi armada persampahan yang ada dipetakan menjadi sub–sub system yang akan
dan masyarakat. menggambarkan proses-proses yang lebih detail
menjadi diagram level 1.
Rancangan Arsitektur (Proses). Rancangan ini
digunakan untuk menggambarkan dari proses

Gambar 8 Konteks Diagram SIPERKOTMA


Sri Endang A., I.B. Ketut Widiartha, Andy Hidayat J.: Sistem Informasi Pengelolaan Persampahan Kota Mataram 25

Dari Gambar 8 konteks diagram merupakan umum dan sekaligus sebagai halaman utama
gambaran sistem secara global. Dari sistem dari sistem informasi, menu profil, pengelolaan
SIPERKOTMA terdapat lima (5) eksternal entity sampah, armada, dan galeri sampah serta
yaitu admin akan memberikan inputan ke sistem terdapat kotak saran yang diperuntukan pada
terkait dengan data TPS dan data armada serta masyarakat, admin, dan driver. Seperti terlihat
admin dapat melihat informasi dari masyarakat pada Gambar 9. Pada kolom komentar, dari
yaitu berupa saran dari masyarakat. Masyarakat kolom komentar ini masyarakat bisa memberikan
dapat menginputkan kotak saran ke sistem informasi terkait dengan keberadaan sampah
terkait dengan kondisi TPS. Masyarakat dapat yang berada di seputar kota Mataram bisa
informasi TPS untuk mengetahui lokasi TPS melalui web ataupun SMS, kemudian admin bisa
yang ada dan status sampah dari TPS–TPS memberikan tanggapan atau informasi ke
misalnya status sampah sudah terangkut di TPS masyarakat ataupun ke pegawai pengangkut
yang diinformasikan oleh masyarakat, pimpinan sampah jika ada masukan atau informasi dari
mendapatkan laporan terkait dengan kondisi masyarakat terkait dengan tumpukan sampah di
TPS dan driver memberikan data pegawai, tempat–tempat pembuangan sampah (TPS) baik
kondisi TPS dan driver akan mendapat informasi yang sudah disediakan oleh pemerintah ataupun
lokasi TPS. tempat yang tidak semestinya sebagai tempat
pembuangan sampah yang sudah menumpuk.
Implementasi. Tahapan ini merupakan tahapan Selain itu pegawai pengangkut sampah juga bisa
setelah melakukan tahapan rancangan, pada memberikan informasi terkait dengan
sistem informasi persampahan ini terdiri dari pengangkutan sampah dari masyarakat yang
menu beranda yang berisikan informasi secara sudah diangkutnya.

Gambar 9 Sistem Informasi Persampahan

Untuk antarmuka pengguna sistem kotak saran


terdapat pada menu kolom komentar seperti
terlihat pada Gambar 10 dan Gambar 11 adalah
informasi dari masyarakat melalui SMS.

Gambar 11 Pengiriman SMS Masyarakat dan Balasan


Gambar 10 Menu kolom komentar SMS Gateway
26 Dielektrika, 2,(1), Pebruari 2015

KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA


Dari hasil tahapan–tahapan penelitian, maka Anonim, 2014, http://kebersihankotamataram
hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan .blogspot.com/ diunduh tanggal 1 juli 2014
sebagai berikut: jam 12:35.
1. Dari studi lapangan diperoleh hasil bahwa _______, “Peraturan Pemerintah Republik
masih banyaknya tempat–tempat Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 Tentang
pembuangan sampah yang menumpuk dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan
terdapat tempat pembuangan yang bukan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
pada tempatnya (tanah–tanah kosong), Aboejoewono, A., 1985, “Pengelolaan Sampah
sampah yang menumpuk belum terangkut Menuju ke Sanitasi Lingkungan dan
pada TPS–TPS dilakukan dengan cara Permasalahannya; Wilayah DKI Jakarta
pembakaran. Namun demikian masih Sebagai Suatu Kasus”, Jakarta.
banyaknya tumpukan–tumpukan sampah Kurniadi, A., 1998, “Belajar Intranet”, PT Elex
yang belum terangkut karena tidak muat Media Komputindo, Jakarta
dalam sekali angkut dalam seharinya. Masud, M., 2014, http://www.antarantb.com/print
2. Sistem informasi ini bisa memberikan /23461/,”gerakan-lisan-upaya-mataram-
informasi kepada masyarakat terkait dengan atasi-persoalan-sampah,” masnun-masud
pengelolaan sampah, masyarakat dapat tanggal 13 Juni.
memberikan saran atau informasi terkait Mohseni, P., 1996, “Web Database Primer Plus”,
dengan keberadaan TPS dan timbunan Waite Group Press, Corte Madera, CA.
sampah untuk bisa ditindaklanjuti Riyanto, B, 2008, “Prospek Pengelolaan
pengangkutannya melalui web site atau Sampah Nonkonvensional di Kota Kecil
SMS. (Studi Kasus:Kabupaten Gunung Kidul)”,
Tesis: Program Studi Magister Teknik
SARAN Pembangunan Wiilayah dan Kota,
Semarang: Fakultas Teknik Universitas
1. Untuk sistem informasi masih terbatas pada
Diponegoro.
sistem untuk layanan masyarakaat melalui
Widiartha IBK, Anjarwani Sri Endang, Wijayanto
pesan singkat (SMS) atau Web site, untuk itu
H, 2012, “Sistem Informasi Geografis
pada penelitian berikutnya bisa ditambahkan
Sanitasi dan Air Minum Provinsi NTB”,
fasilitas lain seperti sensor untuk mendeteksi
Laporan Pengabdian Pada Masyarakat.
sampah sudah penuh atau belum.
2. Untuk pengangkutan sampah bisa dibuatkan
sistem rute pengangkutan sampah dan
jadwal dari armada pengangkut sampah
dengan menggunakan rute terpendek.
3. Pada sistem ini masih bersifat statis untuk
penelitian berikutnya peneliti menyarankan
untuk bisa dibuat sistem informasi yang
lebih luas lagi pengelolaan sampah dan
informasinya bersifat dinamis.