Anda di halaman 1dari 97

USTAKAAN

RSIPAN
WA TIMUR

319
K
t
Transmisi
Dqermcffi

I
Cekmas Cekdin
Taufik Barlian

Penerbit AN D I Yogyakarta
F{tILtK
BeCrn prrpustrfrrr
dre f,crrrllrr
Propiort Jur Tinu
Tronsmisi Doyo Listrik
eo.sfi%mp
Oleh: Cekmos Cekdin & Toufik Borlion

Hok Cipto @ 20l3 podo Penulis

Editor : Fl. Sigit Suyontoro


Setting : Alek
Desoin Cover : don_dut
Korektor : Andong

Hok Cipto dilindungi undong-undong.


Dilorong memperbonyok otou memindohkon sebogion otou seluruh isi buku ini dolom
bentuk opopun, boik secoro elektronis moupun mekonis, termosuk memfotocopy,
merekom otou dengon sistem penyimponon loinnyo, lonpo izin tertulis dori Penulis.

Penerbit: C.V ANDI OFFSET (Penerbit ANDI)


Jl. Beo 38-40,Telp. (O2741 561881 (Hunting), Fox. (O2741 588282 Yogyokorro
5528r
Percetokon: ANDI OFFSET
Jl. Beo 38-40,Telp. lO2741 561881 (Hunting), Fax. lO2741 588282 Yogyokorro
55281
Kupersembahkan untuk:
Perpuslokoon Nosionol: Kololog dolom Terbiton (KDT)

l(elu ar ga: Cekmas Cekdin


Cekdin, Cekmos
Tronsmisi Doyo Listrik/ Cekmos Cekdin & Toufik Borlion;
lstriku:5iti Sailah
- Ed. l. - Yogyokorto;ANDI, Anak-anakku: Muhammad Thoriq Hibatu[lah
22 2t 20 19 t8 t7 t6 t5 t4 t3 Fadhi[lah Ramadhania
viii + I 84 hlm.; 16 x 23 Cm.
Muhamm ad Af sar Murtaza
lo 9 I 7 6 5 4 3
Muhamm ad E azil lkbar
ISBN: 978 -979 - 29 - 4087 - 9
l. Judul

l. Electric Power

DDC'21 : 621.31 Kelu ar ga: Taufi k Barli an


lstriku: Apriani
Anak-anakku: Arifah \asya Fikapri
Muhammad Haritsa Fikapri
Prahata Daftar Isi

Dengan kerendahan hati, penulis mengucapkan syukur kepada Allah PRAKATA... lv


SWT karena atas hidayah, ridha serta segala limpahan rakhmat-Nya
penulis telah selesai menyusun buku yang berjudul Transmisi Daya DAFTAR ISI .............
Listrik ini.
BAB 1 PENDAHULUAN....... I
Buku ini dimaksudkan sebagai pegangan terutama bagi mahasiswa 1.1 Umum........ I
Jurusan Teknik Elektro dalam bidang Tenaga Listrik, dan sebagai buku
1.2 Listrik.........
Sistem Tenaga 4
referensi bagi perorangan yang berkecimpung dalam sistem tenaga listrik.
1.3 Tegangan Transmisi 4
Buku ini membahas secara sistematis dan praktis agar dapat dengan
mudah dipahami. Pada setiap bab terdapat contoh soal dan penyelesaian t.4 Komponen-Komponen Utama Saluran Transmisi
sekaligus dengan formulanya. Udara......... 5

1.4.1 Menara atau Tiang Transmisi 5


Terima kasih penulis ucapkan kepada rekan-rekan yang telah memberi
1.4.2 Isolator 6
dukungan dalam penyelesaian buku ini. Terima kasih juga penulis
ucapkan kepada Penerbit ANDI Yogyakarta. 1.4.3 Kawat Penghantar 7

1.4.4 Kawat Tanah 9


Penulis berharap buku ini akan bermanfaat bagi pembaca. Akhirnya, agar
lebih sempuma dalam edisi mendatang, segala saran dan masukan dari BAB 2 PRINSIP-PRINSIP DAYA 11
pembaca sangat penulis harapkan.
2.1 Daya Sesaa1.................. II

Palembang, Februari 201 3 2.2 t2

Penulis, 2.3 Daya Rata-Rata .............. t4


2.4 Daya Kompleks ............. t6
Cekmas Cekdin
2.5 Daya Aktif. t7
Taufik Barlian
Transmisi Daya Listrik Daftar Isi

2.6 Daya Reaktif................. t7 4.7 Induktansi Saluran Tiga Fasa 82

2.7 Segitiga Daya .......... 4.7.1 Induktansi Saluran Tiga Fasa dengan Jarak yang
t7
Sama.......... 82
2.8 Tegangan dan Arus dalam Rangkaian Tiga Fasa
4.1.2 Induktansi Saluran Tiga Fasa dengan Jarak Tidak
Seimbang... 2t
Sama.......... 83
2.9 Daya pada Rangkaian Tiga Fasa 35
4.8 Kawat Penghantar Berkas 86
Soal-Soal Latihan 4t
4.g Saluran Tiga Fasa Rangkaian paralel" 89

BAB 3 DIAGRAM SATU GARIS DAN SISTEM PER UNIT....... 43 4.10 Medan Listrik pada Sebuah Kawat Penghantar yang
3.1 Daya Kompleks pada Saluran Transmisi Seimbang ....... 43 Panjang...... 9l

3.2 Diagram Satu Garis 46 4.1 1 Perbedaan Potensial Antara Dua Kawat Penghantar dari
Suatu Grup Kawat Penghantar yang Paralel '...'..."""""" 92
3.3 Sistem Per Unit 50
4.12 Kapasitansi Antara Dua Kawat Penghantar 93
3.4 Konversi Dasar dari Sistem Per Unit 53
4.13 Kapasitansi pada Kawat Penghantar Tiga Fasa dengan
Soal-Soal Latihan 60
Jarak yang Sama.......... 95

BAB 4 PARAMBTER-PARAMETER PADA SALURAN 4.14 Kapasitansi pada Kawat Penghantar Tiga Fasa dengan
TRANSMISI .............. 63 Jarak yang Tidak Sama .......'. 97
4.1 Resistansi... 63
4.15 Pengaruh Bumi Terhadap Kapasitansi Jaringan
4.2 Definisi Induktansi 66 Transmisi... 99

4.3 Induktansi pada Kawat Penghantar Pembawa Arus......... 68


4.15.1Metode Cermin '.............. 100
4.3.1 Induktansi Karena Fluks InternaI................ 68
4.15.2 Kapasitansi Saluran SatuFasa ...'.""" 100

4.3.2 Induktansi Karena Fluks Eksternal ............ 70


4.15.3 Kapasitansi Saluran Tiga Fasa ......""' 102

4.3.3 Induktansi Karena Fluks antara Dua Titik 4.16 Metode GMD .......... 107
Eksternal 72
4.17 KawatPenghantar Berkas .........' 108
4.4 Induktansi pada Dua Kawat Penghantar Satu Fasa
Soal-Soal Latihan
73 .'-........ 109
4.5FlukspadaGrupKawatPenghantar......'........'. 75

4.6 Induktansi pada Gabungan dari Kelompok Saluran


Kawat Penghantar 76

vt vll
Transmisi Daya Listrik

BAB 5 PENYALURAN DAYA LISTRIK.. ................... 1I1


5.I Rangkaian Ekivalen Saluran Transmisi ........ I I I
5.2 Saluran Transmisi pendek....... ... I l1 Pendahuluan
5.2.1 Persen Pengaturan (Regulasi) Tegangan............... I 1 6
5.2.2 Representasi Impedansi Bersama Saluran
Pendek....... 122

5.3 Saluran Transmisi Jarak Menengah .......... 125


5.4 Saluran Transmisi panjang...... 137 1.1 UMUM
5.4.1 Rangkaian Ekivalen Saluran Transmisi panjang.. 148 Suatu sistem tenaga listrik pada umumnya terdiri atas empat unsur, yaitu
5.4.2 Tegangan Kejut dan Tegangan pantul Sepanjang pembangkit, transmisi, distribusi dan pemakaian tenaga listrik atau beban
Saluran Transmisi seperti ditunjukkan pada Gambar 1.1. Pembangkit tenaga listrik terdiri
l5l
5.4.3 Pembebanan Impedansi Surja Saluran Transmisi. 156 atas berbagai jenis pusat tenaga listrik, seperti Pusat Listrik Tenaga Air
(PLTA), Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pusat Listrik Tenaga Nuklir
5.5 Konstanta-Konstanta Rangkaian Umum l6l (PLTN), Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG), dan Pusat Listrik Tenaga
5.5.1 Penenfuan Konstanta A, B, C, dan D......... 162 Diesel (PLTD). Energi listrik yang dibangkitkan di pusat tenaga listrik
5.5.2 Konstanta A, B, C, dan D dari Transistor............. t63 harus disalurkan atau ditransmisikan ke pusat-pusat pemakai melalui
5.5.3 kawat (saluran).
Jaringan Asimetris fI dan T......-.,....... 165
5.5.4 Jaringan-jaringan yang Terhubung Seri ................ 167 Pada suatu sistem yang cukup besar, tegangan yang keluar dari generator
5.5.5 Jaringan-jaringan yang Terhubung paralel harus dinaikkan lebih dahulu dari tegangan menengah menjadi tegangan
169
5.5.6 Akhir Saluran Transmisi tinggi atau tegangan ekstratinggi. Penyaluran energi listrik melalui jarak
172
yang jauh dilakukan dengan menaikkan tegangan guna memperkecil
5.5.7 Hubungan-Hubungan Daya yangMenggunakan
kerugian yang terjadi, berupa rugi-rugi daya.
Konstanta A, B, C, dan D 176
Soal-Soal Latihan Ada dua kategori saluran transmisi, yaitu saluran udara (overhead line)
180
dan saluran bawah tanah (underground). Yang pertama menyalurkan
tenaga listrik melalui kawat-kawat yang digantung pada tiang-tiang
transmisi dengan perantaraan isolator, sedang saluran kategori kedua
menyalurkan listrik melalui kabel bawah tanah. Kedua cara penyaluran
mempunyai untung dan rugi sendiri-sendiri. Dibandingkan dengan
saluran udara, saluran bawah tanah tidak terpengaruh oleh perubahan

vlil
Pendahuluan

cuaca seperti hujan angin, petir, dan lain sebagainya. Saluran bawah 'tr
tanah juga lebih estetis karena tidak mengganggu pandangan. Sayangnya
biaya pembangunannya lebih mahal dibanding saluran udara dan .o
o
.o
c0 m
perbaikannya lebih sulit bilamana terjadi hubungan singkat. Di samping
itu juga masih ada kesukaran lain. Buku ini hanya membahas saluran
transmisi udara karena Indonesia banyak menggunakan saluran jenis ini.
p

-o

o
a
o
ECU
;6u
C do
F
v

I .o
o
I bo
5oF
l* Pil
tE
60
rE u9
rE sa
o-
lF '7,t
.= 6
I tslt
! !gE
E\,
o

o a
tr=u
d:1
oXU €

o= u
!

a
( !
3

\El
Transmisi Daya Listrik Pendahuluan

1.2 SISTEM TENAGA LISTRIK biaya peralatan untuk tegangan tertentu, serta tegangan-tegangan yang
Menurut jenisnya, arus terbagi menjadi dua, yaitu arus bolak-barik (AC sekarang ada dan yang direncanakan. Kecuali itu, penentuan tegangan
atau alternqting currenr) dan arus searah (DC atau direct current). Di harus dilihat juga dari segi standarisasi peralatan yang ada' Penentuan
dalam sistem AC, untuk menaik-turunkan tegangan mudah dilakukan tegangan merupakan bagian dari perencanaan sistem secara keseluruhan.
dengan menggunakan transformator. Itulah sebabnya dewasa ini saluran Meskipun tidak jelas menyebutkan keperluannya sebagai tegangan
transmisi di dunia sebagian besar adalah AC. Dalam sistem AC ada
transmisi, di Indonesia pemerintah telah menyeragamkan deretan
sistem satu fasa dan tiga fasa. Sistem tiga fasa mempunyai kelebihan
tegangan tinggi sebagai berikut: '
daripada satu fasa, karena:
1. Dayayangdisalurkan lebih besar,
1. Tegangan nominal sistem (kll:
(30)- 66-110-(1s0) -220* 380-500
2. Harga sesaatnya (instantaneous value) konstan,
3. Magnet putarnya mudah diadakan. 2. Tegangan tertinggi untuk perlengkapan:
(36) - 72,s - t23 * (t10) - 245 - 420 - szs
Berhubung dengan keuntungan-keuntungannya, hampir seluruh penyalur-
Tegangan nominal 30 kV hanya diperkenankan untuk daerah di mana
an tenaga listrik di dunia dewasa ini dilakukan dengan arus bolak-balik.
tegangan distribusi primer 20 kV tidak dipergunakan. Tegangan 150 kV
Namun demikian sejak beberapa tahun terakhir ini penyaluran arus searah
mulai dikembangkan di beberapa bagian dunia. penyaluran sistem DC
tidak dianjurkan dan hanya diperkenankan berdasarkan hasil studi
khusus.
mempunyai keuntungan karena isolasinya yang lebih sederhana, daya
guna (efisiensi) yang tinggi karena faktor dayanya I serta tidak adanya
masalah stabilitas sehingga dimungkinkan penyaluran jarak jauh. Namun 1.4 KOMPONEN-KOMPONEN UTAMA SALURAN TRANSMISI
sisi ekonomisnya masih harus diperhitungkan. penyaluran tenaga listrik UDARA
dengan sistem DC dianggap ekonomis bila jarak saluran udara lebih jauh Komponen-komponen utama dari saluran transmisi udara adalah:
dari 640 km atau saluran bawah tanah lebih panjang dari 50 km.
Sebaliknya, biaya peralatan pengubah dari AC ke DC jtgamahal.
1.4.1 Menara atau Tiang Transmisi
Menara atau tiang transmisi adalah suatu bangunan penopang saluran
1.3 TEGANGAN TRANSMtst
transmisi yang bisa berupa menara baja, tiang baja, tiang beton bertulang
Untuk daya yang sama, daya guna atau efisiensi penyaluran akan naik dan tiang kayu. Tiang baja, beton atau kayu umumnya digunakan pada
oleh karena hilang daya transmisi turun, apabila tegangan transmisi saluran dengan tegangan kerja relatif rendah (di bawah 70 kn, sedangkan
ditinggikan. Namun kenaikan tegangan transmisi berarti juga kenaikkan untuk saluran tegangan tinggi atau ekstra tinggi menggunakan menara
isolasi, biaya peralatan dan biaya gardu induk. oleh karena itu pemilihan baja, seperti tampak pada Gambar 1.2. Menara baja dibagi sesuai fungsi-
tegangan transmisi dilakukan dengan memperhitungkan daya yang nya, yaitu menara dukung, menara sudut, menara ujung, menara per-
disalurkan, jumlah rangkaian, jarak penyaluran, keandaran (reriabirity), cabangan dan menara transposisi.

4
Transmisi Daya Listrik
Pendahuluan

Gambar r.: Menara transmisi (a) Saluran tunggal, (b) Saluran ganda Gambar r.3 Jenis-ienis isolator porselin: (a) pasak, (b) pos saluran, dan (c) gantung

1.4.2 lsolator 1.43 Kawat Penghantar


Jenis isolator yang digunakan dalam saluran transmisi adalah jenis Jenis kawat penghantar yang digunakan pada saluran transmisi adalah
porselin atau gelas. Menurut penggunaan dan konstruksinya dikenal ada tembaga dengan konduktivitas 100% (Cu 100%), tembaga dengan
tiga jenis isolator, yaitu isolator jenis pasak, isolator jenis pos saluran dan konduktivitas 97,5o/o (Cu 97,5o/o) atau aluminium dengan konduktivitas
isolator gantung. Isolator jenis pasak dan isolator pos saluran digunakan 6l% (Al 6l%). Kawat penghantar aluminium terdiri dari berbagai jenis
pada saluran transmisi dengan tegangan kerja yang relatif rendah (kurang dengan lambang sebagai berikut:
dari 22-33 kn, sedang isolator gantung dapat digandeng menjadi
AAC
rentangan isolator yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Jenis-
All-Aluminium Conductor, yait:u kawat penghantar yang seluruhnya
jenis isolator ini dapat dilihat pada Gambar 1.3.
dibuat dari aluminium.

AAAC
All-Aluminium-Alloy Conductor, yaitu kawat penghantar yang
seluruhnya terbuat dari campuran aluminium.
Transmisi Daya Listrik Pendahuluan

ACSR
Aluminium conductor, steel-Reinforced, yait.t kawat penghantar
aluminium berinti kawat baja.

ACAR
Aluminium conductor, Alloy Reinforced, yaitu kawat penghantar
aluminium yang diperkuat dengan logam campuran.

Kawat penghantar tembaga mempunyai kelebihan dibanding kawat peng-


hantar aluminium karena konduktivitas dan kuat tariknya lebih tinggi.
Kelemahannya, untuk besar tahanan yang sama, tembaga lebih berat dari
aluminium dan juga lebih mahal. oleh karena itu kawat penghantar
aluminium telah menggantikan kedudukan kawat tembaga. Gambar r.4 Penampang kawat penghantar ACSR
yang terdiri dari 7 serat baia dan 24 serat aluminium
Untuk memperbesar kuat tarik dari kawat aluminium digunakan campur-
an aluminium (Aluminium Altoy). untuk saluran transmisi tegangan 1.4.+ Kawat Tanah
tinggi, di mana jarak antartianglmenarajauhnya sampai ratusan meter)
maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi. Untuk itu digunakan kawat
Kawat tanah atau ground wires disebut juga sebagai kawat pelindung
atau shield wires yang berguna untuk melindungi kawat penghantar atau
penghantarlCSR.
kawat fasa terhadap sambaran petir. Jadi kawat tanah itu dipasang di atas
Gambar 1.4 memperlihatkan penampang dari suatu kawat penghantar kawat fasa. Sebagai kawat tanah umumnya dipakai kawat bala (steel
ACSR yang banyak digunakan. penghantar tersebut terdiri dari 7 serat wires) yang lebih murah tetapi tidak jarang juga memakai kawat ACSR.
bajalsteel (.sl) yang membentuk inti tengah, sedangkan di sekelilingnya
terdapat dua lapisan serat aluminfum (AI) dengan 24 serat. Kawat
penghantar semacam ini dispesifikasikan sebagai 24All7st atau2417
saja.

NIILIK
Brrien p6rpuslakarl
I an I
t ;, lgipgrr
P":13, Jhrrs ;1,a,q7
-
Transmisi Daya Listrik

Prinsip-Prinsip Daya

2.1 DAYA SESAAT


Daya sesaat pada sebuah elemen rangkaian didefinisikan sebagai hasil
kali tegangan sesaat dengan arus sesaat yang mengalir pada rangkaian
tersebut, dengan persamaan sebagai berikut

p(t):v(t).i(t) ............ (2.r)

Jika elemen tersebut adalah sebuah resistor atau tahanan R maka daya
dapat dinyatakan dalam besaran arus atau tegangan sebagai

(2.2)

Jika elemen tersebut bersifat induktif maka daya dapat dinyatakan dalam
besaran arus atau tegangan, yaifu

p(t):v(t).i(t):Li@#:l,rr,r'[v(t )dt (2.3)

dengan mengasumsikan tegang", b"-il;;ol pada t : -@.Jika elemen


tersebut bersifat kapasitif maka daya dapat dinyatakan dalam besaran arus
atau tegangan seperti berikut

p(t):v(t).i(t):gr1,1P!!) :\i1) !v(t')dt' (2.4)


dtC
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

2.2 DAYA DENGAN SUMBER SINUSOIDAL p(t):v(t).i(t): V* I *sinaN sn(at+tr I 2) .................... (2.7)
Jika sebuah elemen bersifat induktif dengan tegangan v(t):V_sinat,
dengan sin(af + trl2):gssaX dan 2sinxcosx:Sin2x, maka Per-
pada elemen tersebut mengalir arus dengan i(t):1^sn(al-7r12), samaan (2.7) menjadl
maka daya pada elemen tersebut adalah
p(t)=
)r*, *sn\att
(2.8)
p(t):v(t).i(t): y- I sn(ax-n /2) .................... (2.5)
^sinat
Dengan sn(al-trl2):-c.osal dan 2sinxcos x:sin2x, maka Gambar tegangan, arus, dan daya untuk elemen yang bersifat kapasitif ini
Persamaan (2.5) menjadi seperti tampak padaGambar 2.2.

p(D:-:v* I *sinlatt (2.6)


p(t):v (t) i(t)
Gambar tegangan, arus, dan daya untuk elemen yang bersifat induktif ini
seperti tampak padaGambar 2.1.

p(t):v (t) i(t)

Gambar z.z Tegangan, arus, dan daya untuk elemen yang bersifat kapasitif

Jika sebuah elemen bersifat resisten dengan tegangan v(t):V^sinal,


Gambar 2.1 Tegangan, arus, dan daya untuk elemen yang bersifat induktif pada elemen tersebut mengalir arus dengan i(t):1*sinrrot, maka daya
pada elemen tersebut adalah
Jika sebuah elemen bersifat kapasitif dengan tegangan v(t):V_sinoN,
pada elemen tersebut mengalir arus dengan i(t):1*sn(ax+nl2), p(t):v(t).i(t): v* I *sin2 ax .............. (2.9)

maka daya pada elemen tersebut adalah

L2
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

dengan sin2 x = ] 1t - .o, 2x) , makaPersamaan (2.9) menjadi p(t):V*I^cos(oa+O)cns(rtt+il........... (2.12)


"2'
Dengan mengubah bentuk dari Persamaan (2.12) menjadi penjumlahan
p(t): cos2att) (2. r 0) dua buah fungsi cosinus sebagai berikut:
)r^, ^1r*
ll
Gambar tegangan, arus, dan daya untuk elemen yang bersifat resisten ini
p(t)::V^
z2
I
^cos(ax -d) +:V^ I
^cos(2ot
+e+ il .... (2.13)
seperti ditunjukkan pada Gambar 2.3 .

Suku pertama dari Persa maan (2.13) adalah sebJah konstanta, yang tidak
bergantung waktu. Suku lainnya adalah sebuah fungsi cosinus terhadap
p(t):v (t) i(t)
waktu, yang oleh karena irrt p(t)bersifat periodik, yaitu period
"2lr.
"nru
PeriodeT adalah untuk gelombang arus dan tegangan yang diberikan,
dan bukan untuk fungsi daya sesaat, dan periode untuk fungsi daya
I
adalah _ T. Harga rata-rata suku kedua Persamaan (2.13) adalah nol
2"
I
untuk interval 7 (atau;Z), dan harga rata-rata suku pertama adalah
).

Gambar 2.J Tegangan, arus, dan daya untuk elemen yang bersifat resisten sebuah konstanta. Dengan demikian

2.3 DAYA RATA-RATA


,:*r-I^cos(o-Q) (2.r4)

Daya rata-rata dapat dihitung dengan mengintegralkan fungsi daya sesaat


untuk sembarang interval waktu yang panjangnya satu periode gelom-
bang, dan kemudian membagi hasilnya dengan panjang periode tersebut. Suatu impedansi Z :2160" C). Jika tegangan pada impedansi tersebut
Persamaan dayarata-rata ini seperti berikut :4 20" V, tenttkan
adalah Y daya rata-rata dan persamaan daya sesaat
tr- pada impedansi tersebut.
P::ll"n p(t)dr (z.tt)

Jika diasumsikan sebuah tegangan sinusoidal adalah


v (t) :V cos(d+ 0), dan arus i (t) : I srn(at + Q), maka daya sesaat
^ ^
yang dihasilkan tegangan dan arus ini adalah

t4
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

t.j DAYA AKTIF


Arus fasor pada impedansi adalah
l)rrya aktif atau daya nyata dirumuskan dengan S cos 0 atauVl- cos 0
, v --=22-60'A
t:- 420" rlcrrgan simbol P, dalam satuan Watt (ll), kilo Watt (kll), Mega Watt
z 2/.60. t tt,lLlt). Jadi

Daya rata-rata adalah P:Scos O:YI. cosd.......... (2.16)


.l

P: -(4)(2)cos60' :2
,2 W
2.6 DAYA REAKTIF

Tegangan fungsi waktu adalah VI. sin d


l)aya reaktif atau daya khayal dirumuskan dengan S sin d atau
tlcngan simbol Q, dalam satuan Volt Amper Reaktif (VAR), kilo Volt
v(l)=4cos '' V ,,lmper Reaktif (kVAR), Mega Volt Amper Reaktif (MVAR). Jadi
6
Q : S sin 9: VI. sin e................. (2.17)
Arus fungsi waktu adalah
Daya reaktif ini ada yang bersifat induktif dan adayangbersifat kapasitif.
r(r):2cos( -eo") o
i
2.7 SEGITIGA DAYA
Maka daya sesaat adalah
Segitiga daya adalah sketsa dari daya kompleks, daya reaktif dan daya
^ ltt ,or( L-60') rJ -oo'\w aktif. Gambar 2.4 adalah sketsa dari segitiga daya yang bersifat induktif
=2+4
"or( dengan sudut antara daya kompleks dan daya aktifadalah 0.

2.+ DAYA KOMPLEKS P :VIx cos d

Perkalian tegangan V dengan arus I* dalam kedua besaran ini dalam


bentuk bilangan kompleks adalah VI- yang dinamakan daya kompleks
dengan simbol S, dalam satuan Volt Amper (VA), kilo Volt Amper (kVA), Q :VI* sin I
ketinggalan
Mega Volt Amper (MVA). Arus I. adalah arus kunjugate dari I. Jadi

S:V[* (2.ts)

Gambar 2.4 Segitiga daya yang bersifat induktif

Untuk sketsa dari segitiga daya yang bersifat kapasitif dengan sudut
antara daya kompleks dan daya aktif adalah 0 seperti Gambar 2.5.

t6 11 I TK
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

Tegangan dan arus dalam bentuk fasor pada rangkaian adalah

Q: VI* sin d v :ry z- 60. :240,42 z - 60" v


..12
mendahului
I =ry l-4g. =9,412 -4g" A
Jz
P: VI* cos 0
Daya kompleks pada rangkaian adalah

Gambar 2.5 Segitiga daya yang bersifat reaktif


*
S : \4 : (240,42 Z - 60" ).(9,41 248" )= 2262,3 5 Z - T2" VA
Jadi komponen-komponen segitiga daya dapat ditulis seperti berikut:
Daya aktif dan reaktif adalah
Daya aktif:
P : VI. cos d: Re VI. P = S cos 0 : 2262,35 cos (-12" ) :2212,91 W
Daya reaktif:
Q= S sin d = 2262,35 sin(-12') :470,37 VAR mendahului

Q : VI. sin d: Im VI. Gambar segitiga daya seperti padaGambar 2.6.


Daya kompleks:
S=VI* :VI* cosA-/VI. sinP: P-jQ
s--xx?* Q:470,37
mendahului
VAR
Faktor day a (trtow er faktor):
p.f - cos 0 P:22lZ9lW
Gambar 2.6 Segitiga daya untuk Contoh z.z

Faktor dayanyaadalah
Suatu rangkaian dengan tegangan v(r):349t;rr((t1 -60") V dengan p.f: cos (-12):0,98 mendahului

arus yang mengalir pada rangkaian adalah i(t):13,3 sr;r(ar-4\') A.


Tentukan dan gambarkan segitiga daya dari rangkaian tersebut serta
Suatu rangkaian seri dengan R : 8 Ohm dan XL: 6 Ohm. Tegangan
faktor dayanya.
dalam bentuk fasor pada rangkaian tersebut adalah Y: 50 Z-90' V.
Tentukan dan gambarkan segitiga daya dari rangkaian tersebut serta
faktor dayanya.

1R
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

Gambar segitiga daya seperti pada Gambar 2.8.


Gambar rangkaian seperti Gambar 2.7 dibawahini.
P :2OO l4t

R:8O XL:j6O

V:50 290'
z-}. Q: tsD vAR
ketinggalan

Gambar 2.8 Segitiga daya untuk Contoh 2.3

Gambar 2.7 Untuk Contoh 2.3 Faktor dayanya adalah:


p.f: cos (36,87") : 0,8 ketinggalan
lmpedansi pada rangkaian adalah

z:,1 Rz + xl Ztan-t (x L I R) 2.8 TEGANGAN DAN ARUS DALAM RANGKAIAN TIGA FASA
:J* *e lhnl (6/8) :r0236,87'e SEIMBANG
Gambar 2.9 memperlihatkan sebuah generator dengan hubungan Y yang
Arus dalam bentuk fasor pada rangkaian adalah netralnya ditandai o, menyuplai suatu beban yang juga terhubung Y dan
v 50190' seimbang, serta netralnya ditandai n. Beban tersebut direpresentasikan
f --z : l0 236,97'
=5153-13" .4 oleh impedansi Zp di antara setiap saluran dan netral.

Daya kompleks pada rangkaian adalah

S: VI* :(50 ZgO" ).(5 Z- 53,13") : 250136,87' VA

Daya aktif dan reaktif adalah

P: S cos d : 250 cos (36,87" ) : 200 W

Q: S sin d : 250 sin(36,87") :150 VAR ketmggalan

L,

Gambar 2.9 Diagram rangkaian dari sebuah generator dengan hubungan Y


yang terhubung pada beban Y yang seimbang.

20 2t
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

Rangkaian ekivalen dari generator berfasa tiga terdiri dari sebuah gaya
geral listrik (ggl) dimasing-masing fasa yang digambarkan sebagai
lingkaran-lingkaran. Masing-masing ggl terhubung seri dengan impedansi
Z, yang terdiri dari sebuah tahanan dan sebuah reaktansi induktif. Titik
a', b', dan c'adalah fiktif karena sebenarnya ggl yang dibangkitkan tidak
mungkin dipisahkan dari impedansi masing-masing fasa. Terminal mesin
adalah a, b, dan c. Pada generator EEl, Eo,o, 86,o, dan E.2 adalah sama
besarnya tetapi berbeda fasa 120o satu terhadap yang lain. Jika besarnya
masing-masing 100 V danE,o'o diambil sebagai referensi, maka

E,,o :100/.0"'t/ Eao =1002120' V E",o :1001240' V


Gambar 2.il Diagram fasor dari ggl-ggl untuk rangkaian yang terlihat pada Gambar z.to.

Dari harga ggl-ggl di atas, di mana Eo,, adalah mendahului 120o terhadap
Pada terminal-terminal generator tegangan ke netralnya adalah
E62, dan E62 sendiri mendahului 120' terhaddp E",o.Gambar 2.10
memperlihatkan tiga ggl dalam bentuk gelombang sinus. v =8,ao -I onZc
do

V, =8,. oo -LonZc (2.18)


Y,o :8, co _Icn Zc

Karena o dan n berada pada potensial yang sama maka Y oo, Y bo, dan V.,
berturut-turut sama dengan Y on, Y b* dan V., dan arus saluran adalah

Eo'o
:y--
I-
an
Zr+Zo ZR
. Eo'n Yon
ttr:7;7*:d (2.re)
Gambar z.ro Tiga ggl dalam bentuk gelombang sinus
yang berbeda fasa r2oo satu terhadap yang lain v cn
cn zr+Zo zR
Dalam bentuk diagram fasor dari ggl-ggl ini adalah seperti Gambar 2.11
yang diperlihatkan dengan urutan fasa abc. Karena dan E.7 sama besarnya dan berbeda fasa l20o safu
E,o,o, Eb,o,
terhadap yang lain, sedangkan impedansi yang terlihat dari ggl-ggl adalah
identik, maka arus-arusnya juga sama besarnya dan berbeda fasa 120o
satu terhadap yang lain. Hal ini berlaku }uga Y,,, Y6,, dan V.,. Dalam

22 23
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

kasus ini dikatakan bahwa tegangan dan arus adalah seimbang. Gambar Pada Gambar 2.l3aterllhat sebuah diagram fasor dari tegangan-tegangan
2.12(a) memperlihatkan tiga arus saluran dari suatu sistem yatrg tcrhadap netral, dan Gambar 2.13b melukiskan bagaimana Y,r,
seimbang. Dalam Gambar 2.12(b) terlihat bahwa penjumlahan dari arus- didapatkan. Besarnya Y,6 adalah
arus ini
merupakan sebuah segitiga yang tertutup. Karena itu I, pada
hubungan antara netral-netral dari generator dan beban seperti terlihat lv"ul= zlY,,lcos 3oo
(2.21)
pada Gambar 2.12, jumlahnya sama dengan nol. : slv-l
Tegangan-tegangan antara saluran yang lain didafatkan dengan carayang
sama, dan Gambar 2.14 mempeilihatkan seluruh tegangan antara saluran
dan saluran ke netral. Kenyataannya, besarnya tegangan-tegangal antara
saluran-saluran dari suatu rangkaian tiga fasa yang seimbang sama
dengan r,6 mU besarnya tegangan-tegangan saluran ke netral.

Io
(a) (b)

Gambar z.rz Diagram fasor dari arus-arus pada beban tiga fasa yang seimbang:
(a) Fasor-fasor digambar mulai dari suatu titik bersama; (b) penjumlahan fasor-fasor
membentuk suatu segitiga tertutup.

Jika bebannya tidak seimbang, jumlah dari arus-arusnya tidak akan sama (b)
dengan nol, dan suafu arus akan mengalir di antara o dan n. Untuk
Gambar 2.13 Tegangan-tegangan pada rangkaian tiga fasa seimbang:
kondisi tidak seimbang o dan n tidak akan berada pada potensial yang (a) Tegangan-tegangan terhadap netral; (b) Hubungan antara tegangan saluran dan
sama. tegangan-tegangan ke netral.

Tegangan-tegangan arfiara saluran-saluran adalah Yob, Yb,, dan y,o.


Dengan mengikuti alur dari a ke b melalui n di dalam rangkaian dari
Gambar 2.9 didapatkan

Yot =Y* * Y*: Y* - Yun . . .. (2.20)

24 25
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

Y,,,

Anrs-arus saluran adalah

Yro :- %;"+
Iu:Yo, -230/--90' : l1.5 l-60" A
z 201-30'
Lo=Yun -23ol3o' = r1.5 z60, A
)v,. :- v., z 201-30'
I' =Y:!-
z -23oll5o"
201-30"
= r r.5 A
^go,
Arus ke netral adalah
Gambar r.r4 Daigram fasor dari tegangan-tegangan pada rangkaian tiga fasa yang
I,=-(I o + I u + I (1 1,5 l-60" +1 1,5 160' + 1 1,51180"
")= - )
seimbang

= - (5,15 - j9,59+5,75 + j9,59-11,5)= 6

Suatu beban tiga fasa terhubung Y empat kawat dengan tegangan antara Diagram fasornya seperti Gambar 2.16.

fasa a dan netral adalah Yon = 230 /--90'V danuntuk tegangan antara
fasa yang lainnya dan netral seperti Gambar 2.15 dengan beban seimbang

yang impedansinya Z :201-30" C). Tentukan arus-arus saluran dan


gambarkan diagram fasornya.

Z =201-30'A
=230130'V
Gambar z.t6 Diagram fasor untuk Contoh 2.4

Y",:2301150" V I"

Gambar z,r5 Beban tiga fasa seimbang terhubung Y untuk Contoh 2.4

26 27
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

Arus-arus saluran adalah:


Suatu beban tiga fasa terhubung Y empat kawat dengan tegangan antara
fasake fasa adalah 100 V dengan beban tidak seimbang yang I =Yo, _57,741-90" =19,251-90' A
a
z 3lo"
o
impedansinya Zo=3+ j0{1, Zu=2+ j3 C),dan Z,:2- jlO.
57'74130'
zu- 3.61156,31"
L =Y,' =161-26.31' A
Tentukan arus-arus saluran dan gambarkan diagram fasornya. '
57,741150'
' Z, - 2,241-26,5J' =25,7gni6,5i,
1..=Y"n - A
Diambil tegangan antarafasa a dan fasa b adalah V,r :100 l-90'V
sehingga tegangan antara fasa a dan netral adalah Arus ke netral adalah:
y, = (100 l-go' V) / Ja = 57,74 l-g0' V danuntuk tegangan antara fasa In: - (I + I u * I,) = - (19,25 I - 90" +16 I - 26,31' + 25,7 8 /.17 6,57' )
"
yang lainnya dan netral seperti Gambar 2.17. = - e.i19,25+14,34 - jl,l-25,13+ i1,54)=11,42+ i24,82
=21,32165,3o A

Diagram fasornya seperti Gambar 2.18.


:57,741-90" V

Y,n Ytn

Y u, :57,741 30' V 16-

Zt=2+j3o-
Y,, =57,741150'V l"

Gambar z.t7 Beban tiga fasa tidak seimbang terhubung Y untuk Contoh 2.5

Gambar 2.18 Diagram fasor untuk Contoh 2.5

28
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

Konfigurasi altematif dari beban terhubung Y adalah beban terhubung A,


v.
seperti ditampilkan pada Gambar 2.19. Tipe konfigurasi ini tidak tr_on
^, -
memiliki hubungan netral. -ZR
T-DC
v,
L t,oc (2.24)
ZR

tca v
ca zR

Arus setiap saluran tersebut didapatkan seperti berikut

Io= Iou-I*
Iu= Iu,-Ior, ......... (2.2s)

Ir= I,u-Iu"
L

y Diagram fasor yang dapat diaplikasikan pada rangkaian dari Gambar 2.19
Gambar u.r9 Diagram rangkaian dari sebuah generator dengan hubungan
yang terhubung pada beban A yang seimbang seperti Gambar 2.20 berikut

Beban terhubung A seimbang yang terdiri dari impedansi Zp lang


disisipkan di antara masing-masing saluran. Dengan merujuk pada
Y.n
Gambar 2.19, tegangan saluran adalah

lv",l= lvrl = lv,,l e.zz)


Jika tegangan antara fasa ke netral diketahui dengan Yon

l%,1
: lVr,l = lV-1, maka persamaan(2.22)menjadi

lv,,l=,.6 lv_l
lv,.l=s l%,1 (2.23\

lv.,l="6 lv",l
Karena tegangan antara fasa ke fasa diketahui, maka arus antara fasa ke
fasa dengan mudah didapatkan, yaitu sebagai berikut Gambar z.zo Diagram fasor yang dapat diaplikasikan pada rangkaian dari Gambar z.zt

30
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

Arus setiap saluran adalah


Suatu beban tiga fasa terhubung a tiga kawat dengan tegangan antara fasa Io : I ot-1,, : (7,78- j7,78) -(-10,63- j2,85 )
ke fasa adalah 110 v dengan beban seimbang yang impedansinya : 18,41- j 4,93 :19,1 I - 15' A
Zn=l0z45o f).Tentukan arus setiap
I u : I u" - I ob =(2,85 + j10,63) - (7,78 - j7,78 )
saruran dan gambarkan diagram
fasornya.
: -4,93+ jl8,4l = l9,l I 105" A
I,= I,o-Iu":(-10,63 - j2,85)*(2,85+7'10,63 )
Diambil tegangan antara fasa a dan fasa b adalah Yob:ll} 10.V, :-13,48- j13,48: 19,11225' A
untuk tegangan antara fasa yang lainnya dan netral seperti Gambar 2.21. I)iagram fasornya seperti Gambar 2.22.

Io Yu

Yot, =11010" V
Zp
t\
I6 ,R

V"o: ll0Z2 40'v Vr. : l l0zl20'V


L
-------+

Gambar 2.2, Beban tiga fasa seimbang terhubung a untuk Contoh 2.6

Arus-arus antara fasa ke fasa adalah Y"o

Gambar z.zz Diagram fasor untuk Contoh 2.6


I ao
"o
=Y
zR-!!lo/_45, 1/.-
1-0:-: 45o = 7,78- j7,78 A

. :fiv" ll0 2120,


'
u, = lo af = I lz7 5" = 2,85 + ilo,63 A Suatu beban tiga fasa terhubung a tiga kawat dengan tegangan antara fasa
ke fasa adalah 240 V dengan beban tidak seimbang yang impedansinya
_ 1t01240"
t-ca= v '"- 10130" {> , dan Z* = 15 l-30 " O..
*
zR rol45" =llZl95o=-10,63_ j2,B5A Zob = 1010" C, , Zu" =
Tentukan arus setiap saluran dan gambarkan diagram fasornya.
Prinsip-prinsip Daya

I)iagram fasornya seperti Gambar 2.24.


Diambil tegangan antara fasa a dan fasa b adalah Yob=240 ll'V, Yu
untuk tegangan antara fasa yang lainnya dan netral seperti Gambar 2.23.

Io I,o
---------)

fb
---------)

v,, = 2402240"
+0" v Yu" :2401120'
L

Gambar z.z3 Beban tiga fasa tidak seimbang terhubung A untuk Contoh 2.7 Y",
Gambar z.z4 Diagram fasor untuk Contoh 2.7
Arus-arus antara fasa ke fasa adalah

I-^:You
ao Zot -240/o' =24/.0'=24 A 2.9 DAYA PADA RANGKAIAN TIGA FASA
lo
Total daya yang diberikan oleh generator tiga fasa atau yang diserap
t Dc
^"
=\Z -2401129' = 24190' =J i24 A
/.30,
suatu beban tiga fasa dapat diperoleh dengan mudah dengan
0,, lo
menjumlahkan daya pada ketiga fasa tersebut. Dalam suatu rangkaian
yang seimbang, ini sama dengan 3 kali daya pada fasa yang manapun
r ca= !-_1^: lZ:::: t6z27o, = _ jt6 A
"" Z,o 15 z.-30, juga, karena daya pada semua fasa adalah sama.

Arus setiap saluran adalah Jika besarnya tegangan antara fasa ke netral untuk suatu beban yang
Io= Ior,-f terhubung Y adalah
A
"o:24+ il6=28,842_33,69o
Iu : I u, - I ob : -24+ j24 = 33,942-135' A lv* l: l%, l: lv", I .. . . (2.26)

I, = I,o -I u, =- j40 : 40 I -90' A

34 35
Transmisi Daya Listrik Prinsip-prinsip Daya

jika besarnya arus antara fasa ke'netral untuk suatu beban yang terhubung Sehingga Persamaan (2.31) menjadi
Y adalah
P : ",6 YrI, cos oo (2.34)
I
t,,l=l t u,l:l t,,l (2.27)
Dan total dayatiga fasa untuk daya reaktif adalah
maka daya aktiflnyata tiga fasa total adalah
Q=3YoIosin9o (2.3s)
P:3lv_ll1,, lcos 0o, (2.28)

atau

"6 YrI,
Q= sin oo (2.36)
P :3lvr" I l1r, I cos 0u, ............. (2.2e)
Dan untuk daya kompleks adalah
atalu

P:3lY,,lll,,lcos 0,, ;s; : @@:..6 v. IL ............. (2.37)


e.3o)
Jika beban dihubungkan A seimbang, tegangan pada masing-masing
dengan ?on, 9bn, dan 0*
adalah sudut-sudut di mana arus fasa tertinggal
impedansi adalah tegangan antara saluran, dan arus yang mengalir
terhadap tegangan fasa. Jadi sama dengan sudut dari impedansi pada
melalui masing-masing impedansi adalah sama dengan besarnya arus
masing-masing fasa. Jika V, =lY,,l : Vu, : lV_ l, Oan
I | saluran dibagi J3, atal
I o =l I ,,1:l I u,l=l\,,l, dun Lon, Lbn, 0,, adalah 0r, maka persamaan
Yr=Y, (2.38)
umum dari daya aktiflnyatatiga fasa total adalah
dan
P : 3 Vr 1, cos 0e e.3l)
IL
juga Io: (2.3e)
.6
Daya aktif/nyatatiga fasa total adalah
%=# (2.32)
P:3 YoI, cos 0, (2.40)
dan
dengan menggantikan harga-harga V, dan IL dari Persamaan (2.38) dan
I _f
-p (2.33) (2.39) ke dalam Persamaan (2.40), didapat

p = ../3 yrI, cos 0o (2.41)

35 37
Transmisi Daya Listrik

Ternyata Persamaan (2.41) identik dengan persamaan (2.34). Karena itu danarussetiapfasaadalah I,:19,25 A, 1,,: \6 A,dan
Persamaan (2.36) dan (2.37) iuga berlaku tanpa memandang apakah
bebannya dihubungkan A atau y.
1,. : 25,78,4, sehing ga day a aktif per fasa adalah

P, = I1'z"cos oo

Tentukan daya aktif tiga fasa total dari Contoh 2.4.


= $e,zs)'.(3 .o. o" )= t fi1,6g W

Pu = Il.Zucos 0u

Dari contoh 2.4 dimana tegangan antara fasa ke netral dan tegangan
= 0o)'.(3,61 .o, 56,31" )= 50,63 w

antarafasa ke fasa adalah Y, = $.Y,,= Ji.230 =398,37 V, dan


P, = I! 'z"cos fl
L: ll,5 A,maka daya aktif tiga fasa total adalah : (zs,tz)' .Q,ro cos (-26,57 "))::[.31,5 try
P =.,5 YrI, cos 0, Dan daya aktif tiga fasa total adalah
: Jr.(398, 37).(n,5) cos (-30" ;=6g 72 w P= P, + P, + P. = I 1l1,69+ 512,63+1331,5= 2955,82 W

cara lain adalah dengan menghitung daya aktif per fasa dengan
impedansi Z = 20 Z-30" O sebagai berikut
Tentukan daya aktif tiga fasa total dari Contoh 2.6.
Po = Il. Z cos 0o = I1.R
: (l 1,5)2 . (20 cos (-30";;=2290,64 W
Dari contoh 2.6 di mana tegangan antara fasa ke fasa adalah
Sehingga daya aktif tiga fasa total adalah
V. = I l0 V, dan 11: l9,l A, maka daya aktif tiga fasa total adalah
P=3 Pp = 3.(2290,64)= 6872 W
p: ..6 yrI, cos 0o

: .6.(t 10).(19,1) -cos 45' :2573,19 w


Tentukan daya aktif tiga fasa total dari Contoh 2.5.

cara lain adalah dengan menghitung daya aktif per fasa dengan
impedansi Zn=10145' {) dan I o = IrlJj=lg,llJa =11,02 A
Dari Contoh 2.5 dengan beban tidak simbangyangimpedansinya
: sebagai berikut
Zo= 3 10" Cr, Zt 3,61 Z 56,31o f), dan Z, = 2,24 Z-26,57, t :

39
Prinsip-prinsip Daya

Pn = I1.Z cos 0, = I|.n tlan daya aktif tiga fasa total adalah

= (11,02)2. (10 cos 45'): 957,73 W P= Poo + Ppb+Po":2772,23+ 3326,92+6925,8=13024,95 W

Sehingga daya aktif tiga fasa total adalah


SOAL.SOAL LATIHAN
P:3P, :3.(857,73)= 2573,19 W
t. Suatu rangkaian dengan tegangan v(t):141,4 sin(af + 30") V
dengan arus yang mengalir pada' rangkaian adalah

Tentukan daya aktif tiga fasa total dari Contoh2.7. i(t):1l,3lcos(at-3j") A. Tentukan segitiga daya dan apakah
rangkaian tersebut induktif atau kapasitif.
2. Suatu tegangan qc satu fasa sebesar 240 V dipasang pada suatu
Dari contoh 2.7 dengan beban tidak seimbang yang impedansinya rangkaian seri yang impedansinya lO 26O' f). Tentukan R, X, P, Q
Z,u=l0l0o Q, Zo"=10/-30" {1, dan 2,,=l5l-30" fI dan dan faktor daya dari rangkaian.

arus setiap fasa adalah .r. Suatu sumber tegangan Eo,:-120'l2I0'V dan arus yang

f oo : I, I Ji : 2g,g4/ Jl:16,65 A mengalir pada sumber tersebut adalah Ino:10" 260" A. Tentukan
I o6 : Ir / Ji : 33,94 / $ :19,6 A harga P dan Q dari sumber tersebut.
I*= I"/$:40/J3:23,09 A 4. Dalam suatu sistem tiga fasa seimbang dengan impedansi l0 Z3O' {>

sehingga daya aktifper fasa total adalah hubungan Y. Jika Vu, = 416o 190' V, tentukanlah I"n dalam bentuk
polar.
Poo = Il,.Z,ucos o,u
5. Suatu beban tiga fasa terhubung Y empat kawat dengan tegangan
= (16,65)'.(to cos 0. ) = 2772,23 W antara fasa ke netral adalah 400 V dengan beban tidak seimbang yang

Pot = I'ou.Z*cos 0u, impedansinydZo:3+ j2Q,Zu:5+ j6 C), dan Z,=4- j7 Q.


. Tenfukan arus-arus saluran dan gambarkan diagram fasornya.
= (19,0)'.(ro cos 30 ) =i326,92 W
6. Suatu beban tiga fasa terhubung A tiga kawat dengan tegangan antara
Po, = I;" z,,cos o"o fasa ke fasa adalah 230 V dengan beban tidak seimbang yang

:1zz,os)'.(rs .or (-30 ") = 6925,g w impedansinya Zoo:l0l30o {1, Zu=12/0o {1, dan
)
Z"o=81-30o f).. Tentukan arus-arus saluran dan gambarkan
diagram fa:rornya.

40 i1
Transmisi Daya Listrik

7. Suatu sistem tiga kawat tiga fasa memiliki beban terhubung Y


seimbang dengan resistansi 45 C), induktansi 80 mll dan kapasitansi
25 VF terhubung seri dari setiap fasa ke netral. Jika tegangan antara
fasa ke fasa adalah 400 V dan frekuensi 60 Hz, tentukan arus-arus
Diagram Satu Garis
saluran, faktor daya dan daya aktiftotal tiga fasa.
dan Sistem Per Unit

j.1 DAYA KOMPLEKS PADA SALURAN TRANSMISI


SEIMBANG
Gambar 3.1 adalah representasi satu fasa untuk diagram satu garis dari
saluran transmisi pendek seimbang yang menghubungkan bus i dan bus7.
Asumsi tegangan arfiara saluran ke netral setiap bus adalah V; dan Yj,
dengan impedansi saluran adalah Z: R + jX.

Bus i Busj

Z:R+iX

t I
I
Y= lrl ZO,

:
(a)
Y =lv
I
:
I te

Gambar 3.r (a) Representasi per fasa saluran transmisi pendek


(b) Vektor-vektor tegangan V; dan Vi

L?
Transmisi Daya Listrik Diagram Satu Garis dan Sistem Per Unit

Daya kompleks yang dikirim dari bus i ke busT adalah


*u=
Su :Pa + jQ,i:V, I. (3.1) #rkly l' -nlv, llv, l"o,a+xlI llvj lsina) (3.7)
dan
Dengan cara yang sama daya kompleks yang dikirim dari bus 7 ke bus I
adalah

S;,:P7, +,/Q;;:V, (-r). (3.2)


au=
*#ktv, l'-xlv, llv, lcosa-Rly llv, l,i,,o) r:.si

Dengan caru yangsama daya aktif dan reaktif p'er fasa yang dikirim dari
dan arus pada saluran adalah
busT ke bus i dapat dinyatakan sebagai berikut

l='J
v-v (3.3) pi,=
Z N#htv, l' -^ly llv, lcosa-xlv, Ilv, l,i,a)r:.rl
Substitusi Persamaan (3.3) ke dalam Persamaan (3.1) dan (3.2) didapat
dan
vl-vl
: v -l-------L
sutZ_ q llv, l.o,o+Rly llv,
Q,,=
*rL("tv, l'-*l
(3.10)
N lri,,)
(3.4)
lv,l' *lv,llv,lze, - e, Selanjutnya dengan R : 0 didapat aproksimasi impedansi
R_ JX
Z:jX (3.11)
dan
Sehingga Persamaan (3.7) sampai (3.10) dapat dinyatakan sebagai berikut
v, -v,
Sr, = v, lr, llv,
Z *o, _
= --T
I
silI a .... ... .. (3 .12)
(3.s)
lr l' -lrr, llv,lze, - e,

R- JX q,=
*(1", l' -lv, llv, l.o. ")
.............. (3.13)

Dari Gambar 3.1(b), sudut fasa antara tegangan V; dan V7 adalah


dan
d :0, -0j (3.6)

Daya aktif dan reaktif per fasa yang dikirim dari bus i ke bus j dapat
p,, =-]r+t-l. in,,: - p,, (3.14)

dinyatakan sebagai berikut


e,,:*(t", I'-lv, llv, l*'").....i.-.... .. . (3.15)

I nrtLlr
44 Beden p.ror"l"rl-_
Transmisi Daya Listrik Diagram Satu Garis dan Sistem Per Unit

tliagram satu garis yang akan digunakan dalam studi gangguan tidak
simetris menunjukkan jaringan urutan positif, negatif dan nol secara
Jika diasumsikan impedansi saluran yang menghubungkan bus i: I dan
tcrpisah. Perlu diingat bahwa bus-bus (yaitu titik-titik simpul dari
bus 7 : 2 adalah 100 Z60" f) dan tegangan setiap bus per fasa adalah jaringan transmisi) yang ditunjukkan pada Gambar 3.2(a) sudah
Yr:73034,8230" V dan Yz:66395,3220o V, tentukan daya tcridentifikasi oleh nomor-nomor busnya. Juga penting bahwa pada
kompleks yang dikirim per fasa dari bus i ke bus7. generator l, yaitu titik netralnya dihubungkan secara langsung ke tanah,
sedangkan netral generator 2, yaitu titik netralnya ditanahkan melalui
impedansi yang menggunakan resistor. Biasanya netral-netral dari
Daya kompleks yang dikirim per fasa dari bus i ke busT adalah
transformator yang digunakan pada saluran transmisi ditanahkan secara
langsung.
-rV;V'-
S,, = V,'Z

7 3034,8 Z. - 30' - 66395,3 Z - 20'


= 73034,8130'
t00l-60'
10.104.539,5 13,54
1 0.085.259,8 + j 623.908,4 VA

3.2 DTAGRAM SATU GARTS


Umumnya sistem tenaga listrik diwakili oleh diagram satu garis, seperti
ditunjukkan oleh Gambar 3.2(a). Diagram satu garis juga disebut sebagai
diagram garis tunggal. Gambar 3.2(b) menunjukkan diagram impedansi
ekivalen tiga fasa dari sistem yang diberikan pada Gambar 3.2(a). Sistem
tiga fasa yang seimbang selalu diwakili oleh diagram impedansi ekivalen
per fasa, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3.2(c). Selanjutnya,
impedansi ekivalen per fasa dapat juga disederhanakan dengan meng-
abaikan saluran netralnya dan menyajikan komponen-komponen
sistemnya dengan simbol-simbol standar dari rangkaian ekivalen. Tabel
3.1 memberikan beberapa simbol yang digunakan pada diagram satu
garis. Dalam studi aliran daya tidak ditampilkan rangkaian breaker atau
rele pada diagram-diagram satu garis, sebaliknya akan digunakan dalarr\
studi stabilitas untuk menampilkan rangkaian tersebut. Selain itu,

o.R 47
Transmisi Daya Listrik
Diagram Satu Garis dan Sistem per Unit

t) T1 I'ada rangkaian ekivalen dari saluran transmisi seperti yang ditunjukkan

@-.-1-.f Gambar 3.2(c) diwakili oleh nominal fI. Impedansi saluran yang diwakili

ir !rr \i jr )i oleh resistansi dan reaktansi seri dari sebuah konduktor tunggal sepanjang
=l
I
f saluran. Kapasitansi dari saluran ke netral (atau reaktansi kapasitif shunt)
sepanjang saluran dihitung, dan setengah dari harga ini ditempatkan pada
tiaptiap ujung saluran. Transformator diwakili oleh reaktansi ekivalen
dengan pengabaian arus magnetisasinya dan ini rnenyebabkan timbulnya
admitansi shunt. Harga resistansi dari transformator dan generator juga

L T I
( diabaikan karena harga reaktansinya sangat besar bila dibandingkan
dengan harga resistansi. Pada Gambar 3.2(c) resistor pentanahan tidak
diperlihatkan. Hal ini karena tidak adanya arus yang mengalir pada
saluran netral dalam kondisi seimbang. Diagram impedansi yang
I ditunjukkan oleh Gambar 3.2(c) iuga disebut sebagai jaringan arau
LT diagram urutan positif. Alasannya adalah bahwa urutan fasa dari
tegangan yang seimbang pada berbagai titik dalam sistem sama seperti
urutan fasa dari tegangan yang dibangkitkan. oleh sebab itu urutan
i
fasanya positif. Diagram impedansi per fasa dapat mewakili sebuah
sistem dengan satuan dalam ohm atau per unit.
(
Lr Tabel 3.r Simbol yang dipakai pada diagram satu garis

SimboI K*terangan Simbul Keterangan

o Mesin
berputar ---G- Rangkaian
pemutus

Rangkaian
Bus ^ pemutus
+ udara
Salumn transmisi
(c)
I Transfomator
(r2)
2 I B.bun I

Gambar 3.2, Representasi sistem tenaga listrik: (a) Diagram satu garis, (b) Diagram
G.n.*to. z
(G')
JF Transformator
dua belitan
Tidak terhubung

impedansi ekivalen tiga fasa, (c) Diagram impedansi ekivalen per fasa -/_
Transformator Sekring/pengaman
tiga belitan
l"".+ lebur

48
Transmisi Daya Listrik Diagram Satu Garis dan Sistem Per Unit

sama dengan arus dasar. Kilo Volt Amper dasar pada sistem berfasa
Simbol Ketern*gan $imbol Keterang*n tunggal adalah hasil perkalian dari tegangan dasar dalam kilo Volt dan

A
Hubungan arus dalam Amper. Biasanya Mega Volt Amper dasar dan tegangan dasar
Sekring/pengaman
delta
___/_ lebur tidak dalam kilo volt adalah besaran yang dipilih untuk menentukan dasar atau
(tiga fasa, tiga
terhubung referensi. Jadi untuk sistem berfasa tunggal atau sistem tiga fasa di mana
kawat)
Hubungan
istilah arus berarti arus saluran, istilah tegangan berarti tegangan ke

Y t Penangkap petir netral, dan istilah kilo Volt Amper berarti kito Volt Amper per fasa,

I
wye
(tiga fasa, (Lightning sehingga berlaku persamaan seperti berikut
netral tidak arrester)
ditanahkan) kVArrdasar
Hubungan
Arus dasar,l : (3.16)
tegangan dasar,kVr*
wye
Transformator
(tiga fasa, tegangan dasx,Vr*
arus
netral Impedansi dasar : (3.17)
ditanahkan) arus dasar,,4
Transformator
Saluran
transmisi tegangan
(r"** dasar, kVrrl xt00
Impedansi dasar = (3.1 8)
-atauf- dasarkVA*

l-- Beban statis Kapasitor


Impedansi dasar : (,r** dasar,
dasar MVA*
kVr*Y
(3.1e)

Dayadasar, k\o : dasar kVl, (3.20)


3.3 slsTEM PER UNIT
Daya yang disalurkan melalui saluran transmisi dengan besaran kilo Watt Dayadasm, Wr, =dasar MI/Ata e.2l)
atau Mega Watt dan kilo Volt Amper atau Mega Volt Amper adalah
Impedansi perunit dari
istilah yang sudah biasa dipakai. Besaran tersebut dapatjuga dinyatakan _ impedansisebenamya O (3.22)
suatuelemen rangkaian impedansi dasar,f)
dengan per unit dari suatu harga dasar atau pedoman yang ditenffian.
Sistem per unit lebih sederhana daripada menggunakan secara langsung Dalam bentuk persen (%) dari Persamaan (3.22) adalah
harga Amper, Ohm, dan Volt yang sebenarnya.
Impedansi persendari impedansi sebenamya, f)
Jika harga-harga dasar dari arus dan tegangan sudah dipilih maka harga- x 100 (3.23)
suatuelemen rangkaian impedansi dasar,C)
harga dasar dari impedansi dan kilo Volt Amper dapat ditentukan.
Impedansi dasar adalah impedansi yang akan menimbulkan jatuh Pada persamaan di atas, subskrip lQ dan INberturut-turut menunjukkan
tegangan padanya sendiri sebesar tegangan dasar jika arus yang mengalir per fasa dan saluran ke netral.

E1
Transmisi Daya Listrik Diagram Satu Garis dan Sistem Per Unit

Pada rangkaian tiga fasa di mana kilo Volt Amper adalah tiga kali dari ln-rpedansi dasar dan arus dasar dapat langsung dihitung dari harga-harga
kilo Volt Amper per fasa, dan kilo Volt Amper dasar tiga fasa adalah juga tiga fasa untuk kilo Volt dasar dan kilo Volt Amper dasar. Jika
tiga kali dari kilo Volt Amper dasar per fasa. Karena itu harga per unit rnengartikan bahwa kilo Volt Amper dasar dan tegangan dasar dalam kilo
dari kilo Volt Amper tiga fasa dengan dasar kilo Volt Amper tiga fasa Volt berturut-turut sama dengan kilo Volt Amper dasar untuk total tiga
adalah sama dengan harga per unit dari kilo Volt Amper per fasa dengan lasa dan tegangan dasar antara saluran, maka didapat
dasar kilo Volt Amper per fasa.
kVArrdasar
Arus dasar,l : (3.24)
Sebagai contoh, misalkan: 15x tegangan dasar,kV,,
kV\o dasar : 3O.000kVA
dan dari Persamaan (3.18) didapat

dan (teganpn dasar, kVLLlJr)z x1000


Impedansi dasar = (3.2s)
kVrrdasx:l2OkV kV4ol3 dasar

di mana subskrip-subskrip 3Q dan II berturut-turut berarti tiga fasa dan (tegngan dasar, kVrr)' x1000
antara saluran, maka
Impedansi dasar : ...... (3.26)
kVArrdasar
30.000
kVArodasar : :10.000kVA (tegngan dasar, kV.,)'
Impedansi dasar : (3.27)
MVArrdasar
dan

kV,*dasar
t,ty =ry:69,2kV 3.4 KONVERSI DASAR DARI STSTEM pER UNIT
{J
I ^
Seringkali impedansi per unit untuk suatu komponen dari suatu sistem
Untuk tegangan antara saluran yang sebenarnya adalah sebesar 108 kV, dinyatakan menurut suatu dasar yang berbeda dengan dasar yang dipilih
untuk bagian dari sistem di mana komponen tersebut berada. Karena
maka tegangan dari saluran ke netral adalah t 108/16:62,3kV,dan
semua impedansi dalam bagian mana pun dari suatu sistem harus
108 62,3
Tegangan perunit = : :0.9 dinyatakan dengan dasar impedansi yang sama, maka dalam menentukan
r20 69,2 perhitungan perlu mempunyai cara untuk mendapatkan per unit dari suatu
dasar ke dasar yang lain. Dengan mensubtitusikan impedansi dasar yang
Untuk dayatiga fasa total sebesar 18.000 kW, daya per fasa adalah 6000 diberikan dari Persamaan (3.18) atau (3.26) ke dalam Persamaan (3.22)
kW, dan didapat

Dayaperunit : ..l!'99: -90^09


: o.u Impedansi perunit dari (impedansi sebenarnyq O) x ( fr Zl dasar)
(3.28)
30.000 10.000 suatuelemen rangftaian (tegnpn dasar, kl)2 x1000

s2 53
Transmisi Daya Listrik Diagram Satu Garis dan Sistem Per Unit

Persamaan (3.28) di
atas memperlihatkan bahwa impedansi per unit P: P* VAo ............ (3.38)
berbanding lurus dengan kilo Volt Amper dasar dan berbanding terbalik
dengan kuadrat dari tegangan dasar. Oleh karena itu untuk mengubah dari Q : QP, VAr............ (3.39)
impedansi per unit menurut suatu dasar yang lama menjadi impedansi per
di mana subskrip-subskrip pu dan d menyatakan per unit dan dasar.
unit menurut suatu dasar yang baru, dapat digunakan persamaan sebagai
berikut

( kvAo,,,^r,,,n\( kv,..,ta,,,a Suatu diagram satu garis sistem tiga fasa seperti dltunjukkan Gambar 3.3.
7
L l- ) (3.2e)
pu(ba'u\ -7 L eutro^otlkr
= Dengan dasar 100 MVA dan22 kVpada sisi generator.
,.-*.*,, )lkrr"^r,* )
atau

7 (wAoo,noo,ur\( kvr.^r","n\'
L putbaru\ -7
- L n","*otlVrfvAr^,rr,* (3.30)
)lfrr,^r"_, )
Persamaan (3.29) atau (3.30) dapat disederhanakan dan direduksi sebagai
berikut

z = (3.31) Gambar 3.3 Diagram satu garis untuk Contoh 3.2


pu(bo,,'1
'o^r^^lP'-*l
\" ) lamotdasal
Data sistem sebagai berikut
Untuk konversi dari sistem per unit ke harga-harga sebenamya didapat
hubungan seperti persamaan-persamaan berikut
Generator (G) 90 MVA, 22 KV, x -18%
Transformator 1 (f1) 50 MI/A, 221220 kV, x-- t0%
l: I ould .............. (3.32)
Transformator 2 (72) 40 MVA, 220ltt kv, x:6%
Y=Y*Vd ....... (3.33) Transformator 3 (Z:) 40 MVA, 22ltt0 kv, X:6,4%o

Z = Z ou Z d .............. (3.34)
Transformator 4 (Ta) 40 MVA, ttOltl kv, x:8%
Motor (,llr') 66.5 MVA. 10.4s kV X":18,5oh
R= Rou Z d .............. (3.3s)
Beban tiga fasa pada bus 4 menyerap daya 57 MVA dengan faktor daya
X=X *Zd ............. (3.36) 0,6 ketinggalan pada tegangan 10,45 kV. Saluran I dan saluran 2
mempunyai reaktansi masing-masing 48,4 C) dan 65,43 {>. Gambarkan
VA : VA
ou
VAr ............ (3.37)
sistem tersebut dalam per unit.

54
Transmisi Daya Listrik Diagram Satu 6aris dan Sistem Per Unit

@@ I{eaktansi motor diekspresikan pada papan nama dengan 66,5 MVA dan
Tegangan dasar harus ditentukan terlebih dahulu untuk semua seksi pada 10,45 kV, di mana tegangan dasar pada bus 4 adalah 100 MVA dan ll kV,
jaringan. Tegangan rating generator diberikan sebagai dasar pada bus 1. dari Persamaan (3.30) didapat reaktansi per unit motor adalah
Tegangan dasar V71 pada sisi tegangan rendah dari Tr adalah 22 kV, dan
dasar untuk sisi tegangan tinggi adalah x, =o,rss[ffiXtf)' : io,25pu
uz - zz(4):22okv
v,. \n) lmpedansi dasar pada saluran I dar,2, dari Persarnaan (3.27) adalah
\LL I

Dasar untuk sisi tegangan tinggi dari T2 pada V7 3: 220 kV, dan dasar
untuk sisi tegangan rendah adalah 100

lL\= n kv v = (110)'z
2,. =121 Q
,. - zzo(
v uc 100
\220 )
Dengan cara yang sama, dasar pada bus 5 dan 6 adalah
Reaktansi per unit pada saluran I dan2 adalah

v,s = Y au: ,r(+)= t to kv x,,


''
: fgl: jo,topu
[484/

Reaktansi per unit generator dan transformator-transformator dengan


vr,_ [os,+r)
x i0,54 Pu
dasar 100 MVA dari Persamaan (3.31) adalah sebagai berikut
[- J=
Daya kompleks pada beban dengan faktor daya0,6 ketinggalan adalah
X. : o,ra[199): ir,ro ru
Sr(r/) : 57 253,13' MVA

x- : o,,o(#): io,ro ou lmpedansi beban dalam satuan Ohm adalah

: o,o6(#): z," = w = +!1. y* = LL4e5 + j1,5327 t)


X,, jo,r, o, surror 57 Z- 53,13"

lmpedansi dasar untuk beban adalah


X- :0,064(T;)-_ io,,uo,
Z,o : (lll'
qq loo
= Lzt t>
X- = o,or[#)= io,ro o,

56 57
Transmisi Daya Listrik Diagram Satu Garis dan Sistem Per Unit

Impedansi per unit beban adalah


= 0,6652-36,87' pu
7 l'1495 j-_1,5327
:
So,
ffi:
LBtput -- .+ 0.95
" + j1,2667 pu
Arus per unit yang mengalir ke motor adalah

-1,21
Dari hasil perhitungan di atas didapat diagram impedansi per unit seperti ,,iv : *v; =o,u!t^!'.u*''
o,95lo' -1- - l -
=0,56+/0,42 pu
Gambar 3.4.
dan arus per unit yang mengalir ke beban ada.lah

r," : Y = tr !' -= =0,36-10, 48 pu


Z, 0,95+
=9^!t j1,2667
Arus total per unit pada rangkaian adalah
l:l u* I_a : (0,56+ j0,42)+ (0,36- j0,48)= 0,92 - jO,06 pu
Reaktansi ekivalen per unit pada saluran I dan2 adalah

r.Jr2_ 0,45 x 0,95


Ac : j0,30pu
0,45 +0,95

Jadi tegangan per unit pada bus I adalah

Gambar 3.4 Diagram impedansi per unit untuk Contoh 3.2 V, =Vo +Xs,,l= 0,9520" +/0,30(0,92- j0,06)
= 0,968+ j0,276 = lZ15,9l' pu
atau
Motor dari Contoh 3.2 beroperasi pada beban penuh dengan faktor daya
0,8 mendahului tegangan terminal 10,45 kV. Tentukan: (a) Tegangan Yr = lZl5,9lo x 22 = 22215,91" kV
pada bus 1, (b) Ggl dari generator dan motor.
Ggl dari generator adalah
Eo = Y, + Xo I = 0,968+ j0,276+ j0,20(0,92- j0,06)
1. Tegangan per unit pada bus 4 sebagai referensi adalah :1,0826 /-25,14" pu

v" : 4# = 0,95 Zo' pu


atau
" ll :
E" 1,0826225,14" x 22:23,82225,14" kV
Daya kompleks per unit pada motor dengan faktor daya 0,8
dan ggl dari motor adalah
mendahului adalah

58 59
Transmisi Daya Listrik Diagram Satu Garis dan Sistem Per Unit

E u : Yo - X rl u : 0,95+ j0- j0,25(0,56+ j0,42) Data sistem sebagai berikut:


: 1,0642-7,56" pu Generator (G) MVA,
60 20 KV, x":9%
atau Transformator I (fi) 50 MVA, 201200 kv, x: t0%
Transformator 2 (72) 50 MVA, x:10%
u = 1,064 Z-7,56" x 1 1 :
200120 kv,
E 1 1,70 Z-7,56' kV
Motor (M) 43,2 MVA, 18 KV, x":8%
SOAL.SOAL LATIHAN
Saluran 200 kv, z: 120 + j200 o
(a) Gambarkan sistem tersebut dalam per unit dengan dasar 100 MVA
l. Diagram satu garis sistem tiga fasa seperti ditunjukkan Gambar 3.5.
dan20 kV dipilih sebagai tegangan dasar dari generator.
Dengan dasar 100 MVA dan20 kVpada sisi generator.
(b) Jika pada motor dengan daya kompleks 45 MVA dan faktor

tre
T. dayanya 0,8 ketinggalan pada tegangan antara saluran ke saluran
adalah 18 kV, tentukan tegangan terminal dan ggl dari generator
dalam per unit dan kV.

Diagram satu garis sistem tiga fasa seperti ditunjukkan Gambar 3.7.
Beban
Impedansi didapatkan dalam per unit pada dasar 100 MVA dan 400
Gambar 3.5 Diagram satu garis untuk Soal Latihan 3.r
kV. Beban pada bus 2 adalah Sz :15,93- j33,4 MVA, dan pada
Data sistem sebagai berikut:
bus 3 adalah S: :17+/14 MI/4. Jika tegangan pada bus 3 dijaga
Generator (G,) :
I 90 MVA, 20 kv, x :9%
pada 400 20" kV, tenitkan tegangan pada bus I dan 2 dalam per
Transformator 1 (fi) : 80 MVA, 201200 kv, x: t6%
unit.
Transformator 2 (72) : 80 MVA, 200120 kt/, x:20 %
Generator 2 (Gr) : 90 MVA, 18 kv, x":9% Vr Yz V3

Saluran : 200 kV, x:120 a


Beban : 200 kV, ^S: 48 MW
+ i 64 MVAR
Gambarkan sistem tersebut per unit.

2. Diagram satu garis sistem tiga fasa seperti ditunjukkan Gambar 3.6. Sz S:

Gambar 3.7 Diagram satu garis untuk Soal Latihan 3.3

OB, Gambar 3.5 Diagram satu garis untuk Soal Latihan 3.2
4. Diagram satu garis sistem tiga fasa seperti ditunjukkan Gambar 3.8.
Reaktansi transformator adalah 20o/o dengan dasar 100 MI/A,23lll5

60 61
Transmisi Daya Listrik

kV dan impedansi saluran adalah Z : j66,125 C). Beban pada bus 2

adalah Sz :i6,6 MVA,dan pada bus 3 adalah


184,8 +

Sr: j20 MI/AR. Jika tegangan pada bus 3 dijaga pada


Parameter-Parameter
115 10" kV, tenitkantegangan pada bus I dan} dalam per unit.
pada Saluran Transmisi
u'lr

4.1 RESISTANSI
Resistansi dari kawat penghantar saluran transmisi adalah penyebab yang
terpenting dari rugi-rugi daya (trtower /osses) pada saluran transmisi. Jika
tidak ada keterangan lain, maka yang dimaksudkan dengan istilah
Gambar 3.8 Diagram satu garis untuk Soal Latihan 3.4 resistansi adalah resistansi efektif. Resistansi efektif dari suatu kawat
penghantar adalah

rugidaya pada kawat penghantar


,f (4.1)
-

lr l'
di mana rugi daya dinyatakan dalam Watt dan I adalah arus rms pada
kawat penghantar dalam Amper. Resistansi efektif adalah sama dengan
resistansi arus searah (dc) dari saluran jika terdapat distribusi arus yang
merata (uniform) di seluruh kawat penghantar. Akan dibahas sedikit
tentang distribusi arus yang tidak merata setelah mengulang beberapa
konsep dasar dari resistansi dc.

Resistansi dc diberikan oleh persamaan di bawah ini.

(4.2)
\:*

62
Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

dengan F adalah resistivitas kawat penghantar dalam satuan ohm meter,


I adalah panjang kawat penghantar dalam satuan meter, dan A adalah
luas penampang kawat penghantar dalam satuan metef.

Resistansi dc dari kawat penghantar lilitan (stranded) adalah yang lebih


besar dihitung dari Persamaan (4.2), karena pembentukan lilitan-lilitan
membuatnya menjadi lebih panjang dari kawat penghantar itu sendiri.
Kenaikan resistansi karena pembentukan lilitan diperkirakan mencapai I
% untuk kawat penghantar yang tiga serat dan 2 o/o tnbtk kawat
penghantar lilitan konsentris.

Perubahan resistansi kawat penghantar logam dengan berubahnya


temperatur boleh dikatakan linier pada batas-batas pengoperasian yang
normal. Jika temperatur dilukiskan pada sumbu tegak dan resistansi pada
sumbu mendatar, seperti pada Gambar 4.1, perpanjangan dari bagian
garis lurus dari grafik memberikan suatu cara yang mudah untuk Gambar 4.t Resistansi kawat penghantar logam sebagai fungsi temperatur

mengoreksi resistansi jika temperatur berubah-ubah. Titik pertemuan dari


dengan .81 dan .R2 berturut-turut adalah resistansi kawat penghantar pada
perpanjangan garis dengan sumbu temperatur di mana resistansi sama
dengan nol adalah konstanta untuk bahan logam bersangkutan. Dalam
temperatur-temperatur tr
dan fu dalam satuan derajat Celcius dan T
adalah konstanta yang ditentukan dari grafik. Harga-harga dari konstanta
Gambar 4.1 dapat ditentukan persamaan
T adalah sebagai berikut
R, _T+t, (4.3) untuk tembaga annealed dengan konduktivitas 100%
4 T+t, [234,
I
5

7 = l24l untuktembaga hard drawn dengankonduktivitas 97,3oA


I

[228untukaluminium hard drawn dengan konduktivitas 61%

Distribusi arus yang merata di seluruh penampang suatu kawat peng-


hantar hanya terdapat pada arus searah (direct current). Dengan
meningkatnya frekuensi arus bolak-balik, distribusi arus makin tidak
merata (nonunifurm). Meningkatnya frekuensi menyebabkan tidak me-
ratanya kerapatan arus (current density). Fenomena ini disebut juga efek
kulit (sftin effect). Dalam suatu kawat penghantar yang berpenampang
bulat, kerapatan arus meningkat dari dalam kawat penghantar ke arah

6A 65
Transmisi Daya Listrik
Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

permukaannya. Tetapi untuk kawat penghantar denganjari-jari yang


cukup besar maka mungkin terjadi kerapatan arus yang berosilasi
dengan L
adalah induktansi rangkaian dalam satuan Henry, yang me-
rupakan fungsi dari arus i(l). Dalam suatu rangkaian magnetik, seperti
terhadap jarak radial dari titik tengah penampang kawat penghantar.
rangkaian dengan permeabilitas konstan, garis-garis fluks sebanding
Seperti dapat dilihat dalam pembahasan tentang induktansi, beberapa dengan arus, begitu pula dengan induktansi, sehingga
garis fluks magnetis juga terdapat di sebelah dalam kawat penghantar.
L= V (4.6)
Serat-serat dalam kawat penghantar tidak diliputi oleh fluks dalam
(internal) dan fluks yang meliputi serat dekat permukaan lebih sedikit
i(t)
dari fluks yang meliputi serat di bagian dalam kawat penghantar. Fluks atau
bolak-balik mengimbaskan tegangan yang lebih tinggi pada serat-serat di
bagian dalam, daripada yang diimbaskan pada serat-serat di dekat
y: L i(t) @.7)

permukaan kawat penghantar. Menurut hukum Lenz, tegangan yang Jika arusnya bolak-balik, persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut
diimbaskan akan melawan perubahan arus yang menyebabkannya, dan (4.8)
Ilr: Ll
meningkatkan tegangan imbas pada serat-serat di bagian dalam yang
dengan mengubah dldt menjadi ia dapat diperoleh tegangan jatuh pada
menyebabkannya, meningkatnya kerapatan arus pada serat-serat yang
lebih dekat ke permukaan kawat penghantar, dan karena itu resistansi arus bolak-balik dalam kondisi stabil sehingga sehubungan dengan garis-

efektif pun meningkat. Untuk kawat penghantar yang besar, bahkan pada garis fluks ini adalah
frekuensi tenaga listrik, efek kulit sudah merupakan faktor yang penting. Y : jaLt: ja[........ (4.9)

Jika arus 12 menghasilkan garis-garis fluks dengan rangkaian yang satu


4.2 DEFtNtSilNDUKTANSt terhadap yang lain, maka induktansi bersama antara dua rangkaian
Untuk mendefenisikan induktansi pada suatu rangkaian, tentukan adalah:
tegangan induksi pada suatu rangkaian. Tegangan induksi pada suatu
M,^ Vt' (4.10)
rangkaian dinyatakan sebagai: tz = 12

€=-dw (4.4) Teganganjatuh pada rangkaian yang satu karena rangkaian yang lainnya
dt
adalah
dengan y
menyatakan garis-garis fluks pada rangkaian dalam satuan
Weber-Turns (Itttb-Q. Jika garis-garis fluks ini berbanding lurus dengan
Yt: jaMplz: jc,tfitz (4.1l)

arus, dan tegangan induksi adalah sebanding dengan kecepatan arus. Jadi Konsep impedansi bersama diperlukan ketika membahas hubungan antara
persamaan dasar kedua adalah saluran paralel dan pengaruh saluran daya pada saluran telepon.

= tdi(t) (4.s)
" dt

66
Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

4.3 INDUKTANSI PADA KAWAT PENGHANTAR PEMBAWA Putaran magnetomotive force atalu mmf jalur melingkar konsentris
ARUS tertutup dari radius y internal ke kawat penghantar ditunjukkan pada
Dalam pembahasan ini akan ditentukan induktansi pada kawat penghan- gambar di atas adalah
tar pembawa arus. Induktansi ini didapat dari persamaan hubungan fluks
pada kawat penghantar silinder panjang tak terhingga yang terisolasi firu, at: I, ........... (4.12)

dengan arus bolak-balik. Pada sistem yang membenfuk rangkaian dengan H, adalah intensitas medan magnet dalam satuan Atlm,l,
tunggal, fluks yang menghubungkannya berupa suatu garis lingkaran adalah arus yang melingkupi dalam satuan r4. Secara simetris, 11,
konsentris. Dari sistem ini didapat dua pembahasan untuk menentukan adalah tetap dan ds adalah sepanjang lingkaran sehingga dari
Persamaan (4.I2) diperoleh
induktansi dari persamaan hubungan fluks, yaitu induktansi dari fluks
internal dan induktansi dari fluks eksternal pada kawat penghantar. 2tr y Hr:\, (4.13)

dengan asumsi kerapatan arus adalah


4.3.1 lnduktansi Karena Fluks lnternal / z\ /z\
(4.t4)
Gambar 4.2 menunjukkan tampilan penampang kawat penghantar silinder
panjang dengan membawa arus I. ',=i#|:lb)'
Substitusi dari Persamaan(4.14) ke Persamaan (4.13) didapat

H_ yl (4.1s)
v
2tr r2

Kerapatan fluks B, dengan jarak y meter dari pusat kawat penghantar


adalah

8.,:
"y ttH.,= !Yl.
r^-y Zrrz""""' (4.16)

dengan ,8, dalam suatu Wblm, dan p adalah permeabilitas kawat


penghantar.

Dengan memperhatikan elemen pada ketebalan dy dan panjang I meter,

Gambar 4.2 Penampang suatu kawat penghantar berbentuk silinder fluks dalam elemen tersebut adalah dd: Brdy. Dengan menghubung-
kan pecahan (l/l: f 14 didapat
Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

Fluks dty pada sekitar luar kawat penghantar yang disebabkan aliran
,,=(5)rr:(i)ffir, (4.t7) semua arus dari dalam kawat penghantar dapat diberikan

Integral dari Persamaan (4.17) didapat hubungan fluks internal total dv:t x dqt: !Lo,
zlT y
(4.23)
sebagai berikut

Fluks
v^:ifirr*=g (4.18)
\
untuk permeabilitas relatif p,: l, dan p: 4r x l0-7 Hlm, sehingga

:L
Virt ' fi' (4.1e)

dan
.l

L,,,=:xl0'Hlm (4.20)
z

4.3.2 lnduktansi Karena Fluks Eksternal Gambar 4.3 Caris-garis fluks antara dua titik luar ke kawat penghantar
Gambar 4.3 menunjukkan 2 titik P1 dan P2 pada jarak D1 dan D2 da1r
Sehingga hubungan fluks total dari konduktor akibat fluks antara titik Pr
sebuah kawat penghantar yang membawa sebuah arus I. Medan magnet
dan P2 adalah
di luar kawat penghantar adalah lingkaran konsentris di sekitar kawat
penghantar tersebut dan semua fluks antara titik Pr dan p2 melewati
permukaan konsentris silinder.
F tloD'
,,^:7,r,2oPly ar: 2n @'24)
Dt
Medan magnet pada jaraky dari kawat penghantar adalah
dengan p,: I dan p:4T x l0 7, maka Persamaan(4.24) menjadi
IJ
I
@'21')
"v- n
zE Y Vrz:2x 10
7
ln! @'2s)
Dt
Fbfus dQ pada elemen dengan ketebalan dy adalah

.I
oq= (4.22)
Wdy......

7t
I
Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi
I
lnduktansi karena fluks antara jarak titik P1 dan p2 adalah Sehingga induktansi pada kawat penghantar akibat fluks ke titik eksternal

Ln:2 x l0-'-D"
adalah
lnJ Hlm (4.26)
Dl D
L:2x l0-7ln Hlm (4.31)
r'
atau

Lrz:0,46l rrffr mHkm (4.27)


4.4 INDUKTANSI PADA DUA KAWAT PENGHANTAR SATU
FASA
Anggap dua kawat penghantar satu fasa yang membawa arus Ir dan Iz
4A.3 lnduktansi Karena Fluks antara Dua Titik Eksternat seperti ditunjukkan pada Gambar 4.4. Pada fasa tunggal kawat
penghantar berlaku persamaan
Dengan mengganti Dr: r dan D2: D dari persamaan (4.25), maka fluks
eksternal adalah Ir + I2:0 ............ (4.32)

atau
V"r":2x l0-7 f m2 9.28)
r
lz: -lr @.33)
Garis-garis fluks total dari kawat penghantar akibat fluks internal dan
eksternal adalah Mari lihat hubungan fluks pada rangkaian yang disebabkan oleh arus
pada hanya satu kawat penghantar, dengan membuat tiga observasi
V=Vin*W"*" mengenai hubungan fluks:

= Irlo-7 + 2xto-7 rh4 l. Fluks eksternal dari rl ke (D - 12) yang menghubungkan ke semua
2r @.zg)
arus Ir dalam kawat penghantar l.
( _ ) 2. Fluks eksternal dari (D - rr) ke (D + 12) di mana aliran arus yang
= 2xto-l r hl + I besarnya semakin berkurang dari Ir ke nol pada jarak ini, karena
lr"-i ) pengaruh arus negatif pada kawat penghantar 2.

dengan
3. Fluks luar (D + 12) di mana aliran arus bersih adalah nol.

r' : re % :0,7788 r
jadi

*:2xrc-1trr'? (4.30)

72 73
ry

Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

Dengan menggunakan teorema superposisi hubungan fluks dan


induktansi pada rangkaian, menyebabkan arus pada setiap kawat
penghantar dianggap terpisah untuk memperoleh rangkaian induktansi
total, sehingga induktansi totalnya adalah

)) L:Lta Lz:4x10-7 h L Hlm .......... (4.37)


Jn,,
Jika 11 ' - rr': r',maka Persamaan (4.37) menjadi

L:4x l0''.D
lnr Hlm (4.38)
r I

Gambar 4.4 Saluran dua kawat satu fasa


L:0,921 ,rf? mHkm (4.3e)
Untuk menghitung induktansi total arus pada kawat penghantar l, dengan
asumsi yang disederhanakan. Jika D lebih besar dari 11 dan 12, hal
tersebut diasumsikan bahwa fluks dari (D - rr) ke pusat kawat penghantar +.5 FLUKS PADA GRUP KAWAT PENGHANTAR
2 mengalirkan semua arus 11 dan fluks dari kawat penghantar 2 ke (D + Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.5 adalah kelompok dari kawat
12) mengalir arus nol.
penghantar paralel dengan membawa arus fasor lt, lz, ... I, di mana
jumlahnya sama dengan nol. Jarak dari kawat penghantar i dan j ke titik P
Berdasarkan asumsi di atas, hubungan fluks dari rangkaian menyebabkan
arus pada kawat penghantar 1 seperti Persamaan (4.33), dan didapat adalah D; dan Di.

.D
{r2xlO'lln,rl (.34)
on
o
lnduktansi dari kawat penghantar I adalah
J
C
.D
Lr2x l0-'ln
11
(4.3s) o 1
2

Gambar 4.5 Kumpulan n kawat penghantar paralel pembawa arus


Dan induktansi dari kawat penghantar 2 adalah

.D Hubungan fluks dari kawat penghantar karena arus I; itu sendiri


Lz:2x10''ln (4.36) (hubungan tunggal) adalah
tr'

.,4
T

Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

dengan kelompok A mempunyai n paralel kawat penghantar dan B


h:zx 10-7 \,nD-*
rl
(4.40) rnempunyai m' paralelkawat penghantar.

Hubungan fluks dari kawat penghantar ke i akibat dari arus pada kawat o oj'
penghantar ke7 (seperti ditunjukkan pada Persamaan 4.25) adalah
o2
i
o 2',
-D
/17ln;r
{r:2 x 10
t) U
(4.4t)
oI
o 1'
o
m'
dengan Da jarak kawat penghantar ke i dari penghantar ke 7
adalah
dengan membawa arus lj, dari Persamaan (4.40) dan diulangi Konduktor kelompok A Konduktor kelompok B

menggunakan Persamaan (4.41), didapat hubungan fluks total dari kawat


Gambar 4.6 Saluran satu fasa terdiri dari gabungan dari kelompok kawat penghantar
penghantar I akibat dari fluks yang lain ke titik P adalah
Meskipun induktansi dari setiap kawat penghantar akan diberi perlakuan
Vi = Vt* Viz*... * Vii *... I Vi, yang berbeda (resistansinya akan sama jika diameter kawat penghantar
( p,D, (4.42)
:2x10'l m]*t,
t,
D,, ' h$+...*t, m?* ...+t.n? )
'"'Tf"'f""'D*)
dipilih yang seragam). Hal ini cukup akurat untuk menganggap bahwa
U D,, arus itu dibagi sama dengan kawat penghantar dari setiap gabungan
sehingga masing-masing kawat penghantar A diambil untuk membawa
Sehingga untuk menghitung hubungan fluks total dari kawat penghantar
arus lln sedangkan masing-masing dari kawat penghantar B membawa
i,pada titik P sampai tak hingga yang sukunya sebagai ln DrlD, dan
kembali arus-llm'.
seterusnya untuk kesimetrisan, dan mengganti 4'dengan D;i, didapat

l-+r.ln Dengan menerapkan Persamaan (4.43) untuk kawat penghantar i pada


V, =2 x lo-',t,,na, . D,z
' *...+I,tnl* kelompok A diperoleh hubungan sebagai berikut:
D,,
(4.43)
+ ...+t, mf; w-T tm Vi= 2 x I [t + ln
I+ I * l)
"D.
t0-1 -!-
r \ Dn D,,
. .. + tn
D,,
+ ... rn
D,^)

4.6 TNDUKTANS! PADA GABUNGAN DARI KELOMPOK - 2x to-, rlrr * 6-1- + ...
D,t D,,
+ h-L] (4.44)
m \ D,, )
SALURAN KAWAT PENGHANTAR
1 1l/m
Untuk menentukan induktansi dari saluran transmisi pada gabungan dari \D,,
D,r "'Dr.')
kelompok kawat penghantar seperti Gambar 4.6. Gambar tersebut
= -2x 10rI ln
"
(Du D,r... D,,... D,,)''
menunjukkan fasa tunggal saluran kelompok kawat penghantar A dan B,
ry

Parameter-parameter pada Saluran Transmisi


Transmisi Daya Listrik

lutau
Induktansi kawat penghantar i adalah

(D.,...D,...D
- ll \t/^ L,t :0,4611"9* mHtkm (4.s0)
tl tm'
t, = x10-7 ln (4.4s)
h:2n (Dr...D,,...D,,)''"
Dan induktansi gabungan karena kelompok B adalah sama untuk
Induktansi rata-rata dari kawat penghantar pada kelompok A adalah menentukannya dengan induktansi gabungan karena kelompok A
sehingga induktansi total dari saluran itu adalah
r _ I-+ Lr+ L3+.--t Ln
(4.46)
-rata rata
n L: L6+ Lp (4.s 1)

Sehingga induktansi gabungan karena kelompok A adalah

Ln= _ Lr+ Lr+ Lr+...+ L, (4.47)


Suatu kelompok dengan tujuh penampang serat kawat penghantar yang
n
2 jari-jarinya r yar,g identik seperti ditunjukkan pada Gambar 4.7. Tentukan

atau GMD sendiri dari kelompok dengan tujuh penampang serat kawat
penghantar tersebut.
L,= 2x101
I (4.48)
xln 11D,,....
D,,,.. D,..)...(D,1... D,,... D*,\. .(Dil ..D.. o tl;;
f{Dr,... Dr,... D,,)... (D,,... D,,... D,,)... (D,t... D,,... D,)f " GMD sendiri dari kelompok dengan tujuh penampang serat kawat
penghantar tersebut adalah
Pembilang dari Persamaan (4.48) adalah akar dari m n yang mara
hasilnya adalah jarak bersama da/. n pada kawat penghantar kelompok A D" : ((r'), (D?rDluDt4Dl)6 (2r)u)',',*'
sampai m' dari kawat penghantar kelompok B. Hal ini disebut jarak
Dengan memasukkan harga-harg a jarak tersebut adalah
bersama geometri (GMD bersama) antara kawat penghantar kelompok A
dan B dan disingkat sebagai D*. Sama halnya penyebut dari Persamaan p, : ((0,7788r)7 (2'r'x3x22 r' x2'rx2rx2rlu)t'o'
(4.48) adalah akar dari ke n2 dari hasil jarak (r set dari n produk).
Penyebut didefinisikan sebagai jarak geometri tunggal (GMD tunggal) atat
dari kawat penghantar kelompok A dan disingkat sebagai D"a. Kadang- 2r (3(0,7788))t/7
kadang GMD tunggal juga disebut jarakrata-rata radius. D,= 4e =2,177 r
6u

Dari pemyataan dan simbol-simbol di atas, Persamaan (4.48) dapat ditulis


sebagai berikut

L,=2x10-7
n lrD* Hl* (4.4e)
D"o

79
ry

Transmisi Daya Listrik


Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

GMD sendiri untuk sisi A adalah

D"A = ((D|1DnDtr)(D^ DrrDrr)(D3| D32Dr))t/e

dengan

Drr=2Jir Dtr: Dzz= Drr=2,5x10-3 x 0,7788 m

maka

D"e: ((2,5x10-3 x 0,778868)3 x4a x82)tte :0,367 m


Gambar 4.7 Cabungan tujuh penampang serat kawat penghantar

rilil',El
Suatu rangkaian saluran transmisi fasa tunggal terdiri dari tiga kawat
penghantar padat dengan jari-jari 2,5 mm. Rangkaian yang lain terdiri
dari dua kawat penghantar dengan jari-jari 5 mm. Susunan kawat
penghantar seperti pada Gambar 4.8. Hitunglah induktansi karena arus
pada masing-masing sisi saluran dan induktansi pada seluruh saluran.

GMD bersama antara sisi A dan sisi B adalah:

D* : ((DaD.)(D zo Drr) (D ro D rr))'' u

\--_v____-/ \--_v__-_J
dengan
Sisi A Sisi B
Dro : Dro= Dzr:Dts = JAS * Gambar 4.8 Susunan kawat penghantar untuk Contoh 4.2

D$ : Dt+=10 m Dengan carayang sama untuk sisi B adalah

maka D'o = ((5x 10-3 x 0,778868)' ,4')''o = 0,125 m


Dm = (682 x 100)'/6 = 8,8 m

80
ry

Parameter-parameter pada Saluran Transmisi


Transmisi Daya Listrik

dengan l": - (\ + I,), maka Persamaan (4.52) menjadi


Dengan mengacu pada Persamaat (4.39) didapat

La = o,46ltog*L:0,635 mH lkm tut :2x10 7[, ,n I -, hl)


- 0,367 'a \" D, " D)
(4.s3)

dan
: 2 xl0-7I, fr3
D,
8'8
L^D= 0-46llon
" =0.85 mH lkm dan induktansinya adalah
0,125

Akhirnya didapat = 2x 10_7 lnz


LOD (4.s4)

L= L,c * Ls :0,635 + 0,85 : l,485mH lkm

4.7 TNDUKTANST SALURAN TIGA FASA


Induktansi saluran tiga fasa dalam hal ini dapat dibagi dua, yaitu
induktansi saluran tiga fasa dengan jarak yang sama dan induktansi
saluran tiga fasa dengan jarak yang tidak sama.

4.7.1 lnduktansi Saluran Tiga Fasa dengan Jarak yang Sama


Gambar 4.9 menunjukkan kawat-kawat penghantar dari suatu saluran tiga
fasa yang jaraknya sedemikian rupa sehingga membentuk sudut-sudut Gambar 4.9 Penampang saluran tiga fasa dengan iarak sama

suatu segitiga sama sisi. Jika misalkan kawat netral tidak ada, atau arus-
arus fasor tiga fasa seimbang, maka Io + Ib + I. : 0. Dari Persamaan
+.1.1 lnduktansi Saluran Tiga Fasa dengan Jarak Tidak Sama
(4.43) untuk menentukan fluks gandeng kawat penghantar a adalah'.
Gambar 4.10 menunjukkan susunan kawat penghantar dari saluran tiga
( fasa dengan jarak yang tidak sama.
v/,:zxlo7il,t
\O
l*Irm{*r.t+)
D, O D ' D)
e.s2l

83
T

Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

Ot t,rl*L ln I +l h-L)
Vor:2' f
'D."oDooc D,.)
(4.ss)
[f
2r' untuk a pada posisi 2, b padaposisi 3, dan c padaposisi

r\
I adalah

^( r r
'iI,lr',1*rrh++I"ln;!l
Voz:2x10
\" D., o Do. ' ?*) G.56)
Gambar 4.ro Penampang saluran tiga fasa dengan jarak tidak sama
dan untuk a pada posisi 3, b padaposisi l, dan c pada posisi 2 adalah
Diasumsikan bahwa tidak ada kawat netral, sehingga
lu*16+Ir:0 vot:2 x to-, ,n r. rn l) G.si)
Jarak yang tidak simetris dikarenakan garis-garis fluks dan juga
[,, i*r,rr**
induktansi dari setiap fasa berbeda. Induktansi pada saluran tiga fasa ini Harga rata-ratafluks ganden,g o uadun
dapat dicari dengan menukar posisi kawat penghantar yang teratur
sepanjang saluran sehingga masing-masing kawat penghantar menempati
posisi semula dari setiap kawat penghantar yang mempunyai jarak yang
,.:-T U/ .+U/ ^*tl/,t
(4'58)
sama. Pertukaran dari posisi kawat penghantar ini disebut transposisi. :2xlo-1[rr,,rl+L'., I +tln I )
Siklus transposisi lengkap ditunjukkan pada Gambar 4.11. Pertukaran ini
\ " D, D,bDb,D^ ' D.bDh, D,, )

menyebabkan masing-masing kawat penghantar memiliki induktansi rata- dengan l,: - (b + I,), maka Persamaan (4.58) menjadi
ratayang sama selama siklus transposisi.

a,u - 2xro-7(-
i3I" ln 1 -I.ln I ) i

3 \ D, ' D,hDh,D*)
(4.se)

=2xl0iI,r"W
dan induktansi rata-rata 0". ,u.u udurun
Gambar 4.tt Sebuah siklus transposisi lengkap
Lo: 2x
-D
l0-'^; (4.60)
Gambar 4.ll untuk mendapatkan persamaan fasor fluks gandeng dari
kawat penghantar a pada posisi I jika b berada pada posisi 2 dan c pada
posisi 3 adalah dengan D"q : ,rt4p-D- dan D, adalah GMR dari kawat penghantar.

84 85
T

Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

per fasa. Dengan menggunakan dua kawat penghantar atau lebih per fasa
Suatu saluran tiga fasa rangkaian tunggal bekerja pada frekuensi 50 Hz yang disusun berdekatan dibanding dengan jarak pemisah antara fasa-
yang tersusun seperti pada Gambar 4.12. Jika pada susunan dari fasanya, maka gradien tegangan tinggi pada kawat penghantar dalam
rangkaian tersebut dengan D" = 0,0373 ft, tentukanlah induktansi per EHV banyak dapat dikurangi. Saluran semacam ini dikatakan sebagai
tersusun dari kawat penghantar berkas (bundled conductors). Berkas ini
mil per fasa.
dapat terdiri dari dua, tiga, atatt empat kawat penghantar. Gambar 4.13
menunjukkan susunan tersebut. Peningkatan jumlah kawat penghantar
dalam suatu berkas mengurangi efek korona dair mengurangi reaktansi.
Pengurangan reaktansi disebabkan oleh kenaikan GMR dari berkas. Jika
misalkan bahwa D! adalah GMR dari kawat penghantar berkas dan D,
adalah GMR dari masing-masing kawat penghantar yang membentuk
berkas, maka dengan berpedoman pada Gambar 4.13 dapat ditentukan:

Gambar 4.rz Susunan kawat penghantar untuk Contoh 4.3 Untuk berkas dua kawat penghantar

(4.61)

Dari Gambar 4.12 didapat


Untuk berkas tiga kawat penghantar
D"q:'.D0r20"38 =24,9 fr
xdxd)3 (4.62)

L:2x10-'-D
ln " :2xlo-7rn 24'9 =13xlo7 Hlm Untuk berkas empat kawat penghantar
D" 0,0373

D,xdxdxdxd)a :1,09i.JD, xdt (4.63)


Sehingga induktansi per mil per fasa adalah

Xr = 2 tr 50 x I 609 x I 3 x I 0-7 = 0,657 1 O permil perfasa

4.8 KAWAT PENGHANTAR BERKAS


Pada tegangan ekstra tinggi atau extra high voltage yang disingkat EHV,
yaitu tegangan di atas 230 kV akan mengakibatkan korona yang berupa
rugi-rugi daya dan timbulnya interferensi dengan saluran komunikasi.
Gambar 4.t3 Susunan-susunan berkas
Rugi-rugi daya dan interferensi dengan saluran komunikasi ini akan
berlebihan jika rangkaian hanya mempunyai sebuah kawat penghantar

86 87
Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

4.9 SALURAN TIGA FASA RANGKATAN PARALEL


Masing-masing kawat penghantar pada saluran kawat penghantar berkas Gambar 4.15 memperlihatkan suatu susunan yang khas dari suatu saluran
seperti pada Gambar 4.14. Jika pada susunan dari berkas tersebut dengan tiga fasa rangkaian paralel. Dalam bahasan ini akan didapatkan suatu
D, : 0,0466 ft, tentukan reaktansi induktif dalam satuan Ohm per lcrn harga induktansi misalkan pada saluran yang ditransposisikan. Kawat
penghantar a dan a' diparalel untuk membentuk fasa a. Demikian pula
per fasa untuk d : 45 cm, dan juga tentukan reaktansi seri per unit dari
dengan fasa b dan c. Misalkan pula bahwa a dan a' menempati posisi b
saluran jika panjangnya 160 km dan dasar yang dipakai adalah 100 MVA,
dan b'dan kemudian posisi c dan c'ketika kalvat penghantar diputar
345 kVunfik frekuensi 50H2.
dengan carayaflg sama pada periode transposisi.

Untuk menghitung D"n, metode GMD mensyaratkan pemakaian D!6,


Dari Gambar 4.14 didapat
D{, dan D:" di mana subskrip menunjukkan bahwa kuantitas-kuantitas
D:=@:o,o8om ini sendiri adalah harga-harga GMD dan di mana DP,u berarti GMD
Dr:'.,618r16:10,08 m antara kawat penghantar fasa a dan fasa b.

Sehingga induktansi per km per fasa adalah D, pada Persamaan (4. 60) digantikan dengan Dj, yaitu rata-rata geometri
harga-harga untuk dua kawat penghantar yang mula-mula menempati
XL = 2r50 x2xl0-7 x l0-3 h++ = 0,3039 dl perkm perfasa posisi a dan a', kemudian posisi b dan b ', dan akhirnya posisi c dan c'.
0,08

Dalam satuan per unit adalah

Bqs\'
Dasar Z ll90O 10 fl
100

Sehingga

o'3qfa16o
bb'
x,' = = 0,049 per unitperfasa 10ft
l19o

+t
'o o"
Gambar 4.t5 Susunan kawat penghantar yang khas
pada saluran tiga fasa rangkaian paralel
Gambar 4.r4 Jarak pemisah penghantar suatu saluran berkas

88 89
Transmisi Daya Listrik
Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

D--
: h
D: =Zrl0-? +-L-:
Suatu saluran tiga fasa rangkaian ganda seperti ditunjukkan pada Gambar L 2xl0-7 h 6,13x lO-7 H I m perfasa
0,753
4.15. Jika pada saluran tersebut denganD,:0,0229 ft,tentukan reak-
tansi induktif dalam satuan Ohm per mil per fasa untuk frekuensi 50H2. Akhirnya

X, =2n50 x1609x6,13x10-7 = 0,3099 Q permilperfasa

Dari Gambar 4.15 didapat


4.to MEDAN L|STR|K PADA SEBUAH rnWnr PENGHANTAR
Jarak ake b : Posisi asli: +1,52 : 10,1 ft YANG PANJANG
Misalkan suatu kawat penghantar dengan panjang tak berhingga
Jarak a ke b' : Posisi asli: 102 +19,52 21,9 ft.
bermuatan seragam sebesar q Coulomb/meter. Permukaan ekuipotensial
GMD antara fasa-fasa adalah: akan berupa silinder konsentrik, karena gaya elektrostatik saluran
berbentuk radial. Intensitas medan listrik pada jarak y dari sumbu kawat
Dou: DX.: {1tO,t x2l,g)2 :14,88 ft penghantar adalah

De@ (20x18)2 :18,97 ft q t'.t


L=- Y lm m"""""""
........ (4'64)
2rky
D,:'@=16,1 ft
dengan k adalah permitivitas medium.
GMR untuk saluran rangkaian paralel diperoleh setelah terlebih dahulu
Seperti ditunjukkan pada Gambar 4.16, perhatikan titik Pr dan P2 dengan
mendapatkan harga GMR untuk ketiga posisi. Jarak sebenamya dari a ke
jarak D1 dan D2 dari pusat kawat penghantar. Beda potensial Vrz (antara
a' adalah
'l2G .lS' = 26,9 ft sehingga GMR untuk masing-masing P1 dan P2) diberikan melalui persamaan
fasa adalah

0,785 ft
Ytz:{, Or:{hO, V (4.6s)
Pada posisi a-a' J%,9"0,0229 =
:

Pada posisi b-b' :


Wo,orrg: 0,693 ft

JE,g"o,orr9: 0,785 ft
Pada posisi c-c' :

dan

DP:'@:0,753ft
90
Parameter-parameter pada Saluran Transmisi
Transmisi DaYa Listrik

Setiap suku pada Persamaan (4.67) adalah tegangan jatuh dari a kc lt


yang disebabkan oleh kawat penghantar yang lain.

Jika muatan berbentuk sinusoidal, termasuk tegangannya juga (dalam hal


ini untuk saluran transmisi arus bolak-balik), Persamaan (4.67) masilt
dapat diterapkan sebagai muatan per meter dan tegangan dengan besaratt
lasornya.

,d Don
R:"
I
]

o,.
Gambar4.t6MedanlistrikpadakawatpenghantarPanjang
\
Perbedaan potensial bergantung pada
lintasan' dengan memilih lintasan
garis tebal yang secara
,@' ----
D,, I Or,
('
integrasi dati PPPz seperti ditunjukkan oleh Qo t, Dm ,/ '/
matematis daPat ditulis ,/ oo,.
Drt' -\ I

v,z= I:,;rrtu:*"?' (4.66)


'V
Uqo
b

Gambar 4.17 Muatan pada kawat penghantar paralel


DUA KAWAT
4.11 PERBEDAAN POTENSIAL ANTARA
PENGHANTAR DARI SUATU GRUP KAWAT
PENGHANTAR YANG PARALEL 4.12 KAPASITANSIANTARA DUA KAWAT PENGHANTAR
penghantar dalam posisi Perhatikan dua buah saluran kawat penghantar seperti ditunjukkan pada
Gambar 4.17 menunjukkan beberapa kawat
paralel satu sama tain' Sebagai asumsi' kawat-kawat
penghantar tersebut Gambar 4.18 yang diambil dari sumber satu fasa. Saluran memiliki
jauhdaritanah.Jarakinibiasadigunakanpadasalurantransmisiudara. muatan yang sama dan sinusoidal pada kedua kawat penghantar yang
muatan di setiap kawat mana dapat dinyatakan sebagai fasor qodanqujadi q": - Qt-
Selanjutnya asumsi ini diterapkan pada
penghantar yang terdistribusi secara merata'

perbedaan tegangan antara kawat penghantar a danb (teganganjatuh dari


ake b) adalah D

Yot l"'-f + QulnL * Q,ln% + "'* Q,"'n'r @'67)


Gambar 4.t8 Penampang melintang dari dua buah kawat penghantar saluran
*,,.
T

Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

Beda potensialY,6 dapat ditulis dalam persamaan konstribusi mtatan qo 0,0242


Cn : Con : Cb, :2Cot : pF/km (4.73)
dan q6 dengan menggunakan Persamaan (4.67) dan diasumslkan D/r logdD I r)
sangat besar danjauh dari tanah. Jadi
Cot
Yob=! ,rr,m2+
2 tr k '-
'
ro
qrh+)
D
(4'68)
"HHb (a)
dengan
Cm
Qa:-q6 dan You = Q' hD'
2nk torh
kapasitansi saluran C,6 diperoleh Crn: Cm:2 Cot

(b)
Cot _
Qo _ nk
Flm (4.6e)
Yot \n(D /(r"r)%) Gambar 4.t9 (a) Kapasitansi kawat-kawat penghantar
(b) Kapasitansi antara kawat penghantar dan netral

0,0121 4.1) KAPASITANSI PADA KAWAT PENGHANTAR TIGA FASA


C,_
"ab pF/km (4.70) DENGAN JARAK YANG SAMA
bg(D l(r,r)Y')
Gambar 4.20 menunjukkan komposisi saluran tiga fasa yang identik
Jlka r": rn: r, maka
dalam konfigurasi yang sama. Dengan menggunakan Persamaan (4.67)
dapat dibuat pernyataan untuk Vor, dan Vo, sebagai berikut
Lob:ffi
0,0721
pF/km (4.71)

Arus pengisian pada saluran adalah


Yu.:*lr.^l.q,h;+q,h3) @74)

I,:jaCo6Vo6 Nkm @.72)


'q(-
v- , I s-h2+q^tn2*n1"f')
t(
tc D)
2tk\r,-- r ,,-'D
@..ls)
Seperti ditunjukkan pada Gambar 4.19, kapasitansi antara kawat
penghantar dan netral setara dengan dua buah kapasitansi yang disusun
Penjumlahan Persamaan (4.74) dengan (4.75) menghasilkan
secara seri. Tegangan saluran terbagi sama pada tiap kapasitansi dengan
titik n adalah sebagai potensial tanah. Masing-masing kapasitansi antara
kawat penghantar dan netral dapat dinyatakan
Y,r,tYo,:*lrr,n2*(qo-tq,,t;] G.i6\

95
ry

Transmisi Daya Listrik


Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

c Untuk medium tdara(k,: 1) didapat

a C_: ?0,0242
" log( D lr)
1.Flkm (4.81)

,/ Arus pengisian saluran fasa a adalah

I" (pengisian saluran) : jaCnY,, (4.82)

"OD
Gambar 4.2o Penampang melintang saluran tiga fasadengan jarak yang sama
h,o;
oleh karena tidak ada muatan lain yang memengaruhi maka jumlah v""/
muatan ketiga kawat penghantar tersebut adalah nol. Jadi
Qt * Q,
: _ Qo,
bila disubstitusikan ke Persamaan @.76) menghasilkan
Y*+ Y* 2JJ cos 30'Y,
Y uu o, :
*y a(' !a^2 3 V""
2lr k -- r
ot G.77)
"rr/
Untuk saluran dengan tegangan tiga fasa, diagram fasornya seperti pada
Gambar 4.21dandidapat n

Yot * Yo":3Y on (4.78) C


,L';,-.
Substitusi untuk (V,6 + Y,,) dari Persamaan (4.78) ke persamaan (4.77)
Gambar 4.zt Diagram fasor untuk tegangan tiga fasa seimbang
adalah

Yon=*^? (4.7e)
4.14 KAPASTTANST PADA KAWAT PENGHANTAR TIGA FASA
DENGAN JARAK TIDAK SAMA

Kapasitansi fasa ke netral adalah Gambar 4.22 mentmjukkan tiga kawat penghantar yang identik dengan
jari-jari r dari sistem tiga fasa dengan jarak tidak simetris atau tidak sama.

C-=Yo': I lrrD
Bagian pertama dari transposisi menghasilkan persamaan dengan
"qo2rkr Flm (4.80)

Yob:
1( (4.83)
*klr,lnPtz+Qth;.r,^?)

95
Parameter-parameter pada Saluran Transmisi
Transmisi Daya Listrik

Dengan carayarrg sama akan didapat


(b)

Y*:,) I .nD"q*, ln'\ (4'88)

-y' o@'t , '( D"q'


Penjumlahan Persamaan (4.87) dan (4.88) didapati
Dzr
(a) (c)
Gambar 4.zz Penampang melintang dari saluran tiga fasa dengan jarak tidak simetris
Yoo*Yo,:*lr"^?*rr, *D^tl (4.8e)

Untuk bagian kedua dari siklus transposisi didapat persamaan dengan Untuk tegangan tiga fasa seimbang V,6 * Y o, : 3Y ,n, sehingga

v an: Qo lnD"o
*(r,,6Pzt-. Qtzh;. r,,^oi)
Yon = (4.84) (4.e0)
2trk r
Untuk bagian ketiga dari siklus transposisi didapat persamaan dengan Kapasitansi dari kawat pengantar ke netral adalah

Qo : 2* lmkenetral (4.g1)
*(r,,1nD-.tt Q^h;. n,$*)
C-
" = Y,,
Yob: + F
(4.8s) ln(D"u I r)

Jika jatuh tegangan sepanjang saluran diabaikan, yo6 akan sama dengan Untuk medium udara(k,: 1), didapat
masing-masing siklus transposisi. Asumsi ini sama dengan muatan per 0,0242
ra
L-:- (4.92)
satuan panjang dari saluran dalam tiga bagian. Dengan kata lain, ada tiga
" log (D", lr) $lkmkenetral
harga berbeda unfuk Yo6,yaituYabt,Yab2, dan V,63. Jadi
Arus pengisian untuk suatu saluran tiga fasa adalah
Yob?ata-rota): !(V"^*Yotz+Y,n) (4.86)
I Io(p"rsisiansaturuny:j@CnYo, Nkm (4.93)

DY 4.15 PENGARUH BUMI TERHADAP KAPASITANSI JARINGAN


v,AD
firr" lun---:L+auh
o eq
) (4.87) TRANSMISI
Sejauh ini pada perhitungan mengenai kapasitansi saluran transmisi,
dengan
keberadaan tanah selalu diabaikan. Pengaruh tanah terhadap kapasitansi
D"r: (DpDrrDrr)''' ini dapat dimasukkan dalam perhitungan dengan metode cermin.

99
T

Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

4.15.1 Metode Cermin


.ah
Y"o=
l[.lq,l"1+o
,.D lr:,-+ct.ln' ,"' 2h l@.g+l
,-t.-,-r[4h\D +q,ln
Medan listrik pada kawat penghantar saluran transmisi harus sesuai
^2rkl""-' r-rot' D'1at'| 2h'Ib Jih, +D, )
dengan kehadiran tanah di bawahnya. Dalam hal ini bumi dapat dianggap
Muatan yang berbeda tanda saling menghilangkan sehingga
- diperoleh
sebagai hamparan kawat penghantar sempurna yang berlaku sebagai
persamaan yang lebih sederhana
permukaan ekipotensial.
a'ln: 2hD (4.es)
Medan listrik pada dua kawat penghantar paralel bermuatan + q dan - q
7rk rJ4h2 +D2
per unit memiliki potensial nol antara keduanya, seperti ditunjukkan pada
Gambar 4.23. Kemudian didapat

7Tk
Cut FI m fasa ke fasa (4.96)

Tanah
dan

Co, =
2* Flm ke netral (4.e7)
D
ln
,",1t + (D2 I 4hz )

Muatan sebenamya
Gambar 4.23 Medan listrik pada kawat penghantar dengan muatan berlawanan paralel

4.15,.2 Kapasitansi Saluran Satu Fasa


Perhatikan saluran satu fasa seperti pada Gambar 4.24. Untuk meng-
hitung kapasitansi dengan mengikutsertakan keberadaan bumi dalam
perhitungan menggunakan dengan metode cermin yang telah dibahas
sebelumnya, persamaan untuk tegangan jatuh V,6 ditentukan oleh dua
kawat penghantar bermuatan a dan b, dan pencerminan a' dan b' dapat b'
ts Muatan cermin
dinyatakan sebagai berikut:

Gambar 4.24 Saluran transmisi satu fasa dengan cermin muatan

100 101
-I

Transmisi Daya Listrik


Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

4.15.3 Kapasitansi Saluran Tiga Fasa


2(b) *qt
Metode cermin dapat juga diterapkan pada perhitungan kapasitansi
saluran tiga fasa, seperti ditunjukkan pada Gambar 4.25. Kawat - Dr.
penghantar a, b, dan c membawa muatan eo, Qb, dan q, dan menempati \" 3(c)
posisi l, 2, dan 3. Pengaruh bumi digambarkan sebagai pencerminan
muatan kawat penghantar - Q,, - q6, dan - Q".

Persamaan untuk tiga bagian siklus transposisi dapat ditulis sebagai 1(")
tegangan jatuh V"6 yang ditentukan oleh ketiga muatan kawat penghantar
dan pencerminannya. Dengan kawat penghantar a pada posisi l, b pada *qo
posisi 2, dan c pada posisi 3.

(4.e8)
nl,.(^ + -
^ ?)*,,(^ ;, - ^ *).*F'n," * )]
Persamaan yang serupa untuk V,a dapat ditulis untuk bagian kedua dan
ketiga siklus transposisi. Jika asumsi untuk konstanta muatan per satuan
panjang pada kawat penghantar melalui transmisi cukup tepat,hargarata-
rataYo6 untuk ketiga bagian siklus dinyatakan dengan:

r I ( ,* _^,p,,r,,r")*r"["_a _^,p,rr!, )l 1+.eey


v"'=;lt"[t
r. l(a')
, h,h2h3, "(. D"n
\l \h,,h.h., ))
dengan
3(c' )
D"n: (DpD2rDrr)'''

2(b' -Qr

Gambar 4.r5 Saluran tiga fasa dengan cermin muatan

Dengan menggunakan Yo6 * Vu" : 3 Yo, dan eo * et * q" : 0, maka


didapat persamaan kapasitansi terhadap netral

LO2
Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

c=
n
2 nk
FI mke netral (4.100)
@@
Dari Gambar 4.26 unttk seksi I dari siklus transposisi didapat
roD*
r -nrF,rb4"
! 4h2h3 r[ (
v.b(r) =
*lr.l^;.,";) * r,(^;. ";) *,,(t^j-,";)] g)oz)
atau

0,0242 Untuk seksi II dari siklus transposisi didapat


C= trtF lkm kenetral..... (4.101)
D , I / I: -. \ ( ..
t,
*1, "(ur + h'r). r,(^ ; . ^ !)*
Iog v. ( r r) = r, . Ur)) (4. I 03 )
r 5

[," ^
Jika posisi kawat-kawat penghantar sangat tinggi di atas tanah di- Untuk seksi III dari siklus transposisi didapat
bandingkan dengan jarak di antaranya, pengaruh tanah terhadap rI / + rn (4'r04)
l). r,1^i*^f,rl r, ['" i -,": )]
v.i(nr) :
kapasitansi saluran tiga fasa dapat diabaikan. *-V.lkr
@r Rata-rata dariYo6 dari siklus transposisi diberikan oleh

Suatu rangkaian ganda tiga fasa dengan enam kawat penghantar seperti
Gambar 4.26. Jari-jari masing-masing kawat penghantar adalah 0,865 x
l0-2 m. Tentukan reaktansi kapasitif ke netral dan arus pengisian per
v . b 1,u u.,. o1 =
*lr . ^(m). r, "({ffi)l (4.105)
kilometer per kawat penghantar pada 1 l0 kI/, 50 Hz.
=*(q.-qo,h(+*)"
bc b'a
Dengan carayang sama didapat

4m '
Yu,,"o,o **, =r:i(q" - q,)^l';{rrt:)' (4.106)

Dan
4m

: "',o.
ah c' b' Y ot t Y o" 2v,, : - Qt - r oD
*(2q, Q
")^(., J-,,@1
Gambar 4.26 Penampang-penampang rangkaian ganda tiga fasa dengan enam kawat
penghantar
i ,u,,:*^(+?)" (4.108)
:?

Parameter-parameter pada Saluran Transmisi


Transmisi Daya Listrik

0,361
Kap asitansi ke netral p er kawat p engfr arrtar =
2nk (4.10e) Arus pengisian per kawat pengfrantm = = 0,1805 A/ km

^(+?)"
Total kapasitansi ke netral untuk dua kawat penghantar paralel adalah

4rk
Cn= (4.110)

^(+?)"
Dengan h:6 m, d:8 m, j:8 m. Dengan merujuk pada Gambar 4.27
didapat

h:L8m
=r'1.*
':[(;)'.(ry)'J" 2

-f :(j, + hr)r,, =10 m


Gambar 4.27 Untuk menentukan iarak dari Gambar 4.26 yang belum diketahui
g=(7, +4r)r,, : J65 *
Substitusi harga-harga di atas ke Persamaan (4.110) didapat 4.16 METODE GMD
Perbandingan sejumlah persamaan untuk induktasi dan kapasitansi
n _4, xlx8,85xl0-r2 x 106 x1000
"", (y ( too )'')"'
saluran transmisi memberikan fakta bahwa persamaan induktansi yang
menggunakan jari-jari kawat penghantar r' : 0,7788 r. Kondisi ini
,,, "utx8x6
''
I roora Io,ruiJ J menyatakan bahwa metode GMD dapat diterapkan untuk perhitungan
kapasitansi.
= 0,0181 pFlkm
Bagian pertama siklus transposisi mutual dari GMD adalah:
Reaktansi kapasitif adalah

:
Dor={(dld:JGs)
Xc = @C, = 314x 0,0181 x10{ 5,68x10{ {) I km
Do, = J(,s)
110 x-!000
Aruspengisian perfasa -
.,/3
x 5,68x10-6 = 0,361 Al km D"o =^m

to7
I

Transmisi Daya Listrik Parameter-parameter pada Saluran Transmisi

Jadi ,d ,d .d
l-l l-l l-l
.2 2.t "O lO" aQ lO' 'O lO'
D"q:rr[o*o*o* :q tg.ln
Bagian pertama siklus transposisi sendiri dari GMD adalah

D,o:{?fl?f)=Jof) Gambar 4.28 Penampang melintang dari kawat penghantar


urat banyak pada suatu saluran transmisi tiga fasa

D,b = JGd)
Sekarang persamaan tegangan untuk kawat perghantar dari a ke b dapat
Dr" = J(a ditulis

D, vsdsoscD,o
=tlD = \l;J'd u.,=fi10,',"(^?-^*)*0,,,,1^ff -'4,j*0,,n[r#-r*;] (4.tt2)
Sehingga
atau

c,= 2rk 2rk


D
ln "q
Yon =
*(,"
h++Qoh JA
D,,
+q,h#) (4 r13)
D, tl rd
(4.1 I l)
4t* sehingga didapat
l) ', ., Flm
rlt- 8- tn lkm ke netral
'r \r'-f'd fi (4.114)

dengan
+.17 KAWAT PENGHANTAR BERKAS
D"r: (DpDrrDrr)''t
Suatu kawat penghantar berurat banyak ditunjukkan pada Gambar 4.28.
Kawat-kawat penghantar tersebut safu sama lain bersafu secara paralel,
dan diasumsikan bahwa muatan tiap ikatan kawat penghantar terbagi rata SOAL-SOAL LATIHAN
pada tiap penghantar. Dalam hal ini Dn >> d, dan Dn - d x Dp-t d
= l. Kawat penghantar pada suatu saluran dengan frekuensi 50 Hz, fasa
Dn. Jadi apabila muatan pada fasa a adalah qo,kawatpenghantar ct dan a' tunggal yang terbuat dari aluminium padat dan berpenampang bulat
memiliki muatan masing-masingY, q,. Demikian pula muatan pada fasa b dengan diameter 0,412 cm. Kawat penghantar tersebut terpisah
dan c. dengan jarak 3 rt. Tentukan induktansi saluran dalam mili Henry per
mil dan berapa besar dari induktansi ini disebabkan oleh fluks
i
l
gandeng dalam.

108 109
Transmisi Daya Listrik

2. Tentukan GMR masing-masing kawat penghantar seperti Gambar


4.29 dengan jari-1ari r.

Penyaluran Daya Listrih

(a) (b)
3 (c)

Gambar 4.29 Untuk Soal Latihan 4.2


5.1 RANGKAIAN EKIVALEN SALURAN TRANSMISI
J. Suatu rangkaian ganda tiga fasa dengan enam kawat penghantar
Sebuah saluran udara atau kabel dapat diwakili oleh konstanta rangkaian
seperti Gambar 4.30. Jari-jari masing-masing kawat penghantar yang terdistribusi, seperti pada Gambar 5.1. Resistansi, induktansi,
adalah 2 cm. Tenlrtkan kapasitansi ke netral.
kapasistansi, dan konduktansi bocor dari konstanta rangkaian yang
terdistribusi didistribusikan secara merata di sepanjang saluran. Pada
"o oc' Gambar 5.1, L mewakili induktansi dari saluran ke netral per unit
paryang, r mewakili resistansi oc dari saluran ke netral per unit panjang,
C adalah kapasitansi dari saluran ke netral per unit panjang, dan G adalah
konduktansi bocor per unit panjang.
6o Oa'

Gambar 5.r Konstanta rangkaian ekivalen yang tgrdistribusi


Gambar 4.3o Untuk Soal Latihan 4.3

5.2 SALURAN TRANSMTST PENDEK


Pada sebuah saluran transmisi pendek (hingga 50 mil atau 80 km),
kapasistansi dan resistansi bocor ke tanah biasanya diabaikan seperti
terlihat pada Gambar 5.2. Oleh karena itu saluran transmisi pendek dapat
disederhanakan dengan membuat konstanta impedansi seperti berikut:

110
*T

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

z:R+jxL Is
z: R+ jxL In
:zl -->
a
-.>
=rl+jxlQ (5.1) + +
Ujung vR Ujung
dengan kirim I, terima

Z adalah impedansi seri total per fasa dalam Ohm.


z adalah impedansi seri dari penghantar dalam Ohm per satuan unit N'
I
panjang.
Gambar 5.2 Rangkaian ekivalen saluran transmisi pendek
Xpadalah reaktansi induktif total dari penghantar dalam Ohm.
x adalah reaktansi induktif dari penghantar dalam Ohm per satuan
panjang.
I adalah panjang saluran.

Arus yang masuk di ujung kirim saluran sama dengan arus yang keluar di
ujung terima saluran. Gambar 5.3 dan 5.4 menunjukkan diagram vektor
(atau fasor) sebuah saluran transmisi yang dihubungkan dengan sebuah
beban induktif dan sebuah beban kapasitif. Ini dapat diamati dari gambar
bahwa Gambar 5.3 Diagram fasor saluran transmisi pendek yang terhubung pada beban induktif

V, :V^ +l RZ (s.2) Oleh karena itu Vn digunakan sebagai tegangan referensi, Persamaan
(5.2) dapat ditulis sebagai
[":I^=f (s.3)
Vr:Vo +(Io cos@^ t7I^ sin@o )(n+ ixr) (5.s)
Vo :V, -IoZ (5.4)
di mana tanda plus atau minus ditentukan oleh (Da, yaitu sudut faktor daya
dengan ujung terima atau beban. Jika faktor daya tertinggal, maka digunakan
V5 adalah tegangan fasa (saluran ke netral) di ujung kirim. tanda minus. Sedangkan jika faktor daya mendahului digunakan tanda
Vn adalah tegangan fasa (saluran ke netral) di ujung terima. plus. Akan tetapi, jika Persamaan (5.4) yang digunakan maka lebih tepat
menggunakan V5 sebagai tegangan referensi. Oleh karena itu
I5 adalah arus fasa di ujung kirim.

In adalah arus fasa di ujung terima. V^:Vr-(Io t7I^ sin@^)(a+iXr) (5.6)


"or@^
Z adalah impedansi seri total per fasa.

11) 113
Transmisi Daya Listrik
Penyaluran Daya Listrik

dengan Os adalah sudut faktor daya ujung kirim, yang akan menentukan
apakah tanda minus atau plus yang akan digunakan. Juga dari Gambar 5.4
dengan Va sebagai vektor referensi, didapat [], ]=[l ?] [l:] 6 D,

v,: r (5.7) dan

[l;]:[l ?] [l:]: [; :] [l:]


Efisiensi transmisi saluran pendek dapat dinyatakan sebagai
s 3,

keluaran
ry: masukan
Jlrr; cos @o
(s.14)
Gambar 5.4 Diagram fasor saluran transmisi pendek yang terhubung pada beban kapasitif
Jlrrrt cos @,
dan sudut beban
_ Zo cos @o

d: (s.8) Z, cos @,
@s -OR ........

Persamaan (5.14) dapat diterapkan pada saluran transmisi satu fasa atau
Atau
saluran transmisi tiga fasa.
lXcos@^ t lRsin(Do
5: tan 1
(s.e) Efisiensi saluran transmisi dapat juga dinyatakan sebagai
V* + IRcosOn +1Xsin@o

Konstanta-konstanta umum, atau parameter ABCD, dapat ditentukan ry= (s. l s)


masukan + rugt - rugi dayapadasaluran
dengan cara pemeriksaan dari Gambar 5.2. Karena itu

Untuk saluran satu fasa

[], ]:[l X] [l:] (s ,0,

'
Z^1cos @^
V*l cos@^ +212 R
(s. l 6)

dan AD - BC: 1, di mana


Untuk saluran tiga fasa
A:1 B:Z C:O D: (s. 1 1)
J-3IzoIcos @o
ry= (s. l 7)
maka JTtrot cos <Do + 312 R

114
=
I

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

5.2.1 Persen Pengaturan (Regulasi) Tegangan


Regulasi tegangan saluran didefinisikan sebagai peningkatan tegangan Suatu saluran transmisi tiga fasa jarak pendek 60 Hz dengan tegangan
saat beban penuh dialihkan, yaitu saluran ke saluran (line to line) adalah 230 kV pada sisi terima, total
impedansi adalah 2,48 + j 6,57 e)/fasa dan beban (load) 9 MW dengan
persentasedari regulasi tegangan : lutL- lI-l x 100 ...... (5.18) faktor daya 0,85 ketinggalan. Tentukan:
lv^l a. Tegangan saluran ke netral (line to neutral dan saluran ke saluran
atau (line to line) pada sisi kirim.
b. Sudutbeban
lv^,o,r"o"o- | - lv*.0"0*o*,i xl00 (5.19)
Persentasedari regulasi tepngan =
lv*,0"0-o*,nl

dengan Metode I : Menggunakan aljabar kompleks

lV5l adalah besaran tegangan fasa (saluran ke netral) ujung kirim saat a. Tegangan referensi netral ke saluran adalah
tanpa beban
\/
v^,.
^l ''-''
r

'R(L N)-- l.
lVpl adalah besaran tegangan fasa (saluran ke netral) ujung terima saat !J
beban penuh
lo" =13.294.810"V
lVR, tu,pu b"bu,l adalah besaran tegangan ujung kirim saat tanpa beban =?Jixlo3 ,1

lV^, u"uun p",unl adalah besaran tegangan ujung terima saat beban penuh
Faktor daya sisi beban adalah 0,85 ketinggalan. Jadi
dengan konstanta lV5l
I
Oleh karena itu, jika beban dihubungkan pada ujung terima saluran maka
@ uoa: cos 0,85
:_31,9o
lv,l:lv^.,-puu.u-l Arus saluran adalah

dan 9x lu"
9x106 t
I_ cos (-3 1,8" ) + 7 sin(-3 1,8'))
3x23x 103 x 0,85
lv* l:lv^.0.u-p*,nl
:266,1, (0,85 - j0,527)
Sebuah persamaan pendekatan untuk persentase regulasi tegangan adalah
= 226,19- jL40,24 A
Persentasedariregulasi tepngan = 7^ G!9t94{t't9Jr19g O'20) Kemudian
I/R

11''
:Y

Penyaluran Daya Listrik


Transmisi Daya Listrik

lz= (226,19 jl4a,24) (2,48+ j6,5T IRsmQ r :26Qlx2'48x0'527 =347 '8

= 266Jt -31,8. x j,O2269,32" IX w@ n :266,1x6,57 x 0,85 = 1486

=1868,95 237,52" V IXsm@^ =26Q1x657 xO,527 =921,


Selanjutnya tesalgan oetral k€ saluratr pada sisi kirim adalah Kemudian
Y"r, ,, = Vr,, ,, t lil Vr,
= 13.294,810" +1868,95 237,52"
"r=@-A.a2oy
= 14.820 24,4'V 41r r1= Jixt4.82} = 25.64O V
Tegatrgan saluran ke saluratr pada sisi kirim adalah
r/,,,-,,-^Er/s,,,, o. a=w'ffi=+.1"
= ;fi xl4.821 14,4"
=25,6401/ Metode Iv: Menggunakan hubungan daya

b sudut beban adalah 4'4' Rugi-rugi daya nyata/aktifpada saluran adalah


Metode II: Menggunakan I sebagai referensi

a. ,1cosOtr + I,R = 13.294,8x1,85+2({.,1x2,4a = 1.9fi,5 V P.EkErd,y,,r.tirpd-"r,* = 3)<1'?n

I/RslnOR + IX =13.2g4,8x1,527 +266,1x 6,57 = 8754,66 V = 3x266,12 x2,48xl}a = 0,527 MW


Kemudian Daya aktifmasukan total pada saluran adalah
,/s(r-lv, = J0 1.960.5)' +(8754,60' =14.820 Ylfasa P, = P+P-*.-,,u",*,,o"a*a"*

ys<L
= "1rx14.82) = 2'AOy =9 + O'527 =9'527 MW
L)
Rugi-rugi daya reaktif&hayal pada saluran adalah
b. o" = <D^ +d _ x.z"
t
^.87Jfi
11960'5= v'girugiarvr'ld'rpuurua ' rvr i
6=@s_@* =36'2" = 3x266,1, x6'5,7 xl}a = 1,396 Mvar ketingala n
-31,8" =4,4"
Metode Ul: MenggrmakaD VR sebagai refereDsi

"(,..',@
IRcos@, = 266,1x2,48 x 0,85 = 560,9

lta
Transmisi Daya Listrik
Penyaluran Daya Listrik

Daya reaktif masukan total pada saluran adalah


Metode V: Saluran tiga fasa sebagai saluran satu fasa dan mempunyai Z5
Psin(D^n dan Vn representasi tegangan saluran ke saluran, bukan
O-=
YT +O
' Yrugi rugidayareaktif padasalm
saluran ke netral.
COSTD*

_9 x0,527 + 1,396= 6,97 6 M var ketinggalan


a. Dayayang dikirim adalah 4,5 MW
0,85
t 4'5xlo6
rsarum -- 23xI03 x0,g5 :23o.lg
- -Jv)te t,
A
Daya kompleks masukan total pada saluran adalah
: 2x2,48:4,96
s, : ,lP, *Qr : (9,527)2 +(6,976)2 :ll,8l MVA
Rtoo, Cl

Xtoop :2x6,57 :13,14 Q


1 v, s(L-Lt -'sr
- :
.Bt Vocos@^ 23xlo3 x 0,85 :19.550V
11'81x106 Vo sin@o : 23 xl03 x 0,527 : lZ.L2lV
- =25.640 v
J3 x266,1 IR : 230,18 x 4,96 : ll4l,7 V

V-., .,. _Vr,=r, _25.640:A.g20V IX : 230,18 x 13,14 : 3024,6 V


'.r(z-N) - - ta.eLv
Jj Jt Kemudian

b. cos@-:L- Vrrr-r,: ./1tr ocos @o + 1R)2 + (Z^ sin Q o + IX)2


'S,
:
:
-9,527
11,81
o,go7 ketinggalan
=@
:25.640 V
Kemudian
dan
@ s :36,2o
v
/srr_rv) -vr,r-r, - -T :l4.g2o
- -E- -25'Yto - ta.o.v v
d: @s -@n :36,2" -31,8o :4,4o
15'145'6
@" = tan-r :36.2o
' 20.691,1

d = @s - @n :36,2" -31,8o :4,4o

120 tzt
*

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

@il
Hitung persentase dari regulasi tegangan untuk harga-harga yang
diberikan pada Contoh 5.1.
a. Dengan menggunakan Persamaan (5.18)
b. Dengan menggunakan Persamaan (5.20)

@@
a. Dengan menggunakan Persamaan (5.18) p
.g
6
J
Persentasedari regulasi tepngan = l%,1 - lI^ I ,, oo
bo
c6
L
t%l G
f,
lf
14.820-t3.294,8 6
x 100 6
13.294,8 c6
6
= ll,5 oh E
o
!
(U
-o
b. Dengan menggunakan Persamaan (5.20) '6
(,
Persentasedari regrlasi tegangan 1o 9i919+{!I9J, I 00
!
o
o-
= VR .E

=266.1ffi
2,48, 0,51 *roo (9
( E
o,B5 + 6,57 x
c
@
o
L
o-
=11,2 %o
to
!l
L
t!
!
5.2.2 Representasi lmpedansi Bersama Saluran Pendek 6
E
I
Gambar 5.5(a) menunjukkan sebuah rangkaian dua saluran, x dan y yang
d
mempunyai impedansi sendiri Zo dan 7,r, dan impedansi bersama 7,y.
Rangkaian ekivalennya ditunjukkan oleh Gambar 5. 5(b). Kadang-kadang
diperlukan untuk mempertahankan tanda-tanda listrik dari dua saluran
seperti pada Gambar 5.6. Impedansi bersama Zrdapat berupa impedansi
saluran dan diubah menjadi sebuah transformator yang mempunyai rasio
belitan l:1. Teknik ini juga dapat diaplikasikan untuk saluran tiga fasa.

L22 L23
=

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

Rangkaian ekivalennya seperti ditunjukkan Gambar 5.7.

(2)
0,295 + j0,165 {'

0,09 +/0,3 O

Gambar 5.6 Representasi impedansi bersama antara dua rangkaian


0,252 + i0,152 {'
@)
yang mempunyai rasio belitan transformator i : 1
Gambar 5.7 Untuk Contoh 5.3

Anggap bahwa impedansi bersama antara dua penyulang paralel adalah


0,09 + j0,3 {llmll per fasa. Impedansi sendiri dari penyulang adalah 5.3 SALURAN TRANSMISI JARAK MENENGAH

0,604 150,4" dan 0,5 67 152,9" o"lmil per fasa. Representasikan impedansi Karena panjang saluran dan tegangan bertambah (hingga 150 mil, atau
bersama antara penyulang seperti pada Gambar 5.5(b). 240 km), sehingga persamaan yang telah dikembangkan untuk saluran
transmisi jarak pendek tidak lagi memberikan hasil yang akurat, maka
pengaruh dari arus bocor yang melalui kapasitansi harus ikut
diperhitungkan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Karena
Dengan
admitansi shunt yang tergumpal pada beberapa titik sepanjang saluran
Z* :0,09 + j0,3 e) dan diwakili dalam bentuk jaringan tipe T dan tipe fI, seperti yang
ditunjukkan oleh Gambar 5.8 dan 5.9.
Z*:0,604 250,4':3,85+ j0,465 {>
Pada gambar
Zr:0,567 152,9' :0,342+ j0,452 {>
Z: zl
Kemudian
Untuk rangkaian T ditunjukkan oleh Gambar 5.8 didapat
Z o - o : (3,85 + j 0,465) - (0,09 + j 0,3) : 9,295 + 70,1 65 f)
Z
v,:r, ")z+Io ,] z+Yo
Zy, -Zr:(0,342+ i0,452) -(0,09+ jO,3):9,252+ jo,l52 Q = [ro *(r^ *r^ *] r)"1:z+Yo+rR1;z

124 125
Transmisi Daya Listrik
Penyaluran Daya Listrik

atau

: (1* )o)n^ *@* !vz')r * (s.21)


" \_-_____vJ \_______vJ
AB

dan

I, =I*+(v* +I^ x ir\"

atau

r, ={xv^ +(1+ }zYXo


!-lJ
............. (s.22)
c

Kemungkinan lainnya, dengan mengabaikan konduktansi akan didapat-


kan

I. =I'
dan

Ya:Y,
menghasilkan
Ic=VcxY
V":V^ +l^xf,Z

t26 1r',
Penyaluran Daya Listrik

Karena itu

Ys:Vc+I , "12
: v^ + I^, ] z + [v^v + I^ (1 . ;uz))Qz)
atau

v. : (r * )rv)v - *@ * lvz')r*
\-J g--J
............ .. (s.23)
AB

Juga

I, =Io +f .
c
=In*V"xY (s.24)
it :I^(v^+r^xld"
E
o
c
cE Sekali lagi
ts'6
:d
bo
c
G
r, : Xxvn *(t*;vz)t^
\-------vJ
............ (s.zs)
a C
+S o\
.A
L
l!

-"1
II Sehingga
E
l!
u
A:1+ IVZ ......... (s.26)
----->
\C
cl
B=Z+ )VZ' 6.27)
O

{+ C:y (5.28)
a<
D:l+ )v2......... (s.ze)

untuk rangkaian nominal T, matriks parameter rangkaian yang umum


-----+ atau matriks transfer menjadi

s\J
[,L n-l _ [r + )vz z+'oYZ'f
"l [c D-]-L Y r+)vz)

a2a L29
Transmisi Daya Listrik
Penyaluran Daya Listrik

Oleh karena itu


dengan

l-v,l lt * \vz lcz: ]vr%


L; 'r-.iY;)li:) (s.30)
Lr, .]:
menghasilkan
dan
r: |yxv^ +r^ (s.36)

[y_'l=lt+)vz
z+,ovz,l '[u,l
L,-_j-[ v r+',vzj
(s3r) Juga
Lr,_]
Vs:Vn+I Z ............... (5'37)
Untuk rangkaian nominal fI yang ditunjukkan oleh Gambar 5.9 didapat
Dengan mensubstitusikan Persamaan (5.36) ke dalam Persamaan (5.37)
%:(% xlv+ t^)z*v didapat
^
atau vr:v^ *(;v' v^+lo)z
v":(r +)zv)v^+zxto L.vJ
(s.32) atau
AB
*)zv)v- q7
v,: (ri---1;*-j +
xr* (s.38)
dan

Ir: jy"V" *]yrvo +IR .............. (5.33) dan

Dengan mensubstitusikan Persamaan (5.32) ke dalam Persamaan (5.33) I.,: lYxv,


didapat
Dengan mensubstitusikan Persamaan (5.37) ke dalam Persamaan (5.38)
r, : [(1 + )vz)v. *z *Lr*]v"% *ro ............... (5.34) didapat

atalr r., : ]Y(t * )uz)v * :Y,a * (s.3e)


^
,, :(" + )v'z)v *+(1 + ] yz)r R (5.35) dan karena
!--__-v- g_J
CD
I, : I*I.,.......... (5'40)
Alternatif lainnya, dengan mengabaikan konduktansi adalah
dengan mensubstitusikan Persamaan (5.36) ke dalam Persamaan (5.40)
I= I., +I^
didapat

130 1ql
-r
t.

Penyaluran Daya Listrik

r": lyvo +r^ +]v(t+yz)vo+)vzto (5.41) pendekatan berbeda yang dibuat untuk rangkaian sebenarnya, bukan hasil
yang benar secara mutlak. Hasil yang lebih akurat dapat diperoleh dengan
atatt pemisahan saluran menjadi beberapa segmen, masing-masing saluran
diwakili oleh rangkaian nominal T dan nominal fI dan tingkatan dari hasil
l, :(y + )v'z)v o +e+ )yz)ro ............ (s.42)
l___J segmen-segmennya.
CD
Karena
-rJ
Persamaan di bawah ini merupakan persamaan rugi-rugi daya pada
saluran
A:t+ )yZ (5.43) : 12 R (s.s0)
P-gi-rugiaayapadasalum

B:Z (s.44)
yang mana harga rugi-rugr dayapada saluran akan bervariasi secara dekat
C:Y + lv'z (s.45) dengan pangkat dua dari arus saluran. Daya reaktif yang diserap dan
disuplai oleh saluran diberikan oleh persamaan berikut
D:I+ )yZ (s.46)
Qr:I'x, (5'51)
Untuk rangkaian nominal fI, matriks parameter rangkaian yang umum
menjadi dan

(s.s2)
[n B.l_[
: r+)vz ZI (s.47)
Qc:Vzb
[c ,.] L" +:'yz,y *;vz) r Harga Qr bervariari secara dekat dengan pangkat dua dari arus saluran,
sedangkan harga Qg bervariasi secara dekat dengan pangkat dua dari
Oleh karena itu
tegangan saluran. Hal ini menyebabkan peningkatan tegangan transmisi

[v,l
I t: I
r*|vz z ll-v.t (s.48)
dan menurunkan daya reaktif yang diserap oleh saluran untuk beban-
beban berat dan meningkatkan daya reaktif yang disuplai oleh saluran
Lr, .l lv + )vz, r+rvzlfr^] untuk beban-beban penerangan.
dan jarak menengah
Persentase regulasi tegangan untuk saluran transmisi
diberikan sebagai berikut

[], 1
=
l]: iIZ,, . l,,l [l: ] (5.4e)
persentasedari regulasi tegangan - lv*''-**o=l/lAl-lv''o**o*'nl ,,oo
lv*.0.0*o*,,n1
(5'53)

Karena dapat dibuktikan secara mudah dengan menggunakan


transformasi delta-wye, rangkaian nominal T dan nominal fI yang tidak
ekivalen satu sama lain. Hasil ini sangat diharapkan karena dua

t?2 133
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

dengan Arus pada sisi beban adalah


lV5l adalah besaran tegangan fasa (saluran ke netral) ujung kirim 49x106
IR - =241,46 A
lVo, u"u- p"nur,l adalah besaran tegangan ujung terima (dari saluran ke ..,6"138x103 x0,85
netral) saat beban penuh dengan konstanta lV5l

lAl adalah besaran konstanta saluran I atau

49"lou-
I
". : -
J:xl38xlo'x0,85
=241,46 z-31,8" A

Sebuah saluran transmisi tiga fasa 138 kV dihubungkan dengan sebuah


beban 49 MW pada faktor daya 0,85 tertinggal. Saluran panjangnya a. Konstanta-konstanta saluran A, B, C, dan D dengan nimonal T
sebagai representasi rangkaian adalah
km dengan konstanta saluran 2=95278"(> dan
adalah 83,69
Y:0,001 290' S. Gunakan nimonal T sebagai representasi rangkaian
t =t+ Lyz
untuk menghitung: * I (o,oolz9o' ) (95 l7 8' )
-- t

a. Konstanta-konstanta saluran A, B, C, dan D :0,9535+i0,0099


b. Tegangan pada sisi kirim = 0,9536 10,6o
c. Arus pada sisi kirim B:z+ +YZ'z
d. Faktor dayapada sisi kirim :(95 /.78'; + ]1O,OOt l9\',)(95 278')2
e. Efisiensi dari penyaluran
= 18,83 + j90,86
= 92,791J8,3'o-
Dengan
C=Y:0,0OlZ-90"
@n : cos-r 0,85:-31,8o
D:A:l+lYZ
Tegangan pada sisi beban dari saluran ke netral adalah :0,9536 20,6'
138kV
Vne-N) = :79.768,8 V b. Tegangan pada sisi kirim antara saluran ke netral dapat dihitung dari
J1 -l
[vr,.-r, _l o.oslo zo.o' 92J9 278,3"
-l
79 -7 68.8
[ to'
-l

atau I r, _]- [ o,oo tzso" 0,9s36 t0,6" )lz+L+o -31,8' ) t


138kV
Vn,,r-*1 : =79.768,8 Z-0" V
J'
L34 135
Penyaluran Daya Listrik

didapat
5.4 SALURAN TRANSMISI PANJANG
%t.-ri = 0,9536 20,6o x 79.768,8 Z0o +92,79 178,3' x 241,46 Z-31,t(' Analisis yang lebih akurat dari saluran transmisi memerlukan parameter-
=93.060,9 Z 10,4'V parameter saluran yang tidak tergumpal seperti sebelumnya, tetapi
ata\ terdistribusi secara merata ke seluruh panjang saluran (di atas 150 mil,
atau 240 km).
Vrrr-.1 = .Et %r.-rt = ..6, 93.060,9 /. 10,4o = 160.995,4 Z 10,4" V
Gambar 5.10 memperlihatkan sebuah saluran panjang yang merata
Arus pada sisi kirim dapat dihitung dari dengan seksi tambahan dx pada jarak x dari ujung terima. Impedansi
g2Jg z7l,3.ll n.lea,B zoo
[vr,._,,1 _ [ o,lsl610,6" I serinya adalah z dx dan admitansi shunt-nya adalah y dx, dengan z dan y

L I, I I o,oor zg0" 0,s53620,0')lzu,+oz-31,8" )


adalah impedansi dan admitansi per satuan panjang.

didapat Jatuh tegangan pada seksi adalah

I s = 0,00 I 290" x 7 9.7 68,8 Z 0o + 0,9 53 6 Z 0,6' x 241,46 /. - 3 1,8' dY, : (Vx+dV,) -Y*: N"
=196,95 - j 39,5 =200,88 Z -l 1,3' A
: (I, + dl,)zdx
d. Faktor dayapada sisi kirim adalah atau
@s : 10,4" +11,3" :21,7o
dY, =l*zdx (s.s4)

Dengan carayang sama, peningkatan pengisian arus adalah


Efisiensi dari penyaluran adalah
dl, =Y,y d* (5.5s)
keluaran
4 = ----- - Oleh karena itu
masukan
Ji z^ 1^ cos @^
*=lfiffiffi"too dY, :
rl (s.s6)
dxx
138 x 103 x241,46x 0,85 dan
x 100
160.995,4 x 200,88 x0,929
dl* : oV (s.s7)
= 94,27 %o
clx

135 L37
I

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

dV, Pada 0, V, : Vn dan I, : In. Oleh karena itu penyelesaian umum


x:
persamaan deferensial orde dua dari Persamaan (5.60) dan (5.61)
Ig I* +dI, Ip
+ memberikan
z dx *'l \ v (x) : b"* .[]% * (E' inh Jy,. h R ........... .. ....... (s.62)
\--___________!=
s--v-
+ + A
Vg n,.O',( ydx Vn
.
)' Dengan cara yang sama
I

\ ,'( I(x): (Y.* "!y..,)v-+(coshr[r-)r^ (5.63)


CD

Persamaan (5.62) dan (5.63) dapat ditulis sebagai

V(x): (cosh yx)Yo+(Z,sinh y.r)I^ (s.64)


Gambar 5.ro Satu fasa dan hubungan netral dari saluran transmisi tiga fasa
dan
Persamaan deferensial (5.56) dan(5.57) terhadap r
I(x) : (Y. sinhTx)V^ + (cosh T x)ln (s.6s)
d'vx_-
dt x (s.58)
dx2 " dx dengan

y adalahkonstanta propagasi per unit panjang =


dan "fi,
d2t dv Z, adalah impedansi karakteristik (atau surja atau alami) dari saluran
----!:
dx' " dx
(5.5e)
per unit panjang : / y
^l;
Substitusikan harga dl,ldx dan N.ldx dari Persamaan (5.57) dan (s.s8) Y, adalah admitansi karakteristik (atau surja atau alami) dari
ke dalam Persamaan (5.56) dan (5.59), didapat saluran per unit panjang = {y Iz

4*:
ctx
vzv. (s.60) Selanjutnya

Y:a+ jP (5.66)
dan
dengan
d'rlu' a
ax
= yrl, (s.6r) adalah konstanta redaman (pengukuran penurunan pada tegang-
an dan arus per unit panjang dalam arah tempuh) diukur dalam per
unit panjang.

1?.e 139
:I

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

p adalah konstanta fasa (perubahan fasa) diukur dalam radian per Dalam bentuk konstanta ABCD adalah
unit panjang.

Saat x

Y :
: /, Persamaan (5.64) dan (5.65) menjadi

(cosh y x)Yo + (2. sinh T x)lo O.67)


[l ]: [l ;] [l:]: [: I] [l^ ] 6 74,
dan

dan

I, : (Y. sinhyx)Vo + (cosh T x)ln (5.68) [l;]:[i ,"1 [1"]:[-i f] [],]


(s.7 s)

Persamaan (5.67) dan (5.68) dapat ditulis dalam bentuk matriks seperti dengan

tv"l I cosh 7x Z.sitth y xllvrf A : cosh yl : cosh JYZ :coshO


l_.1:l_ coshTx
ll "1............. (s.6e)
(5.76)
LI,_l [Y"sinh7x ]LI-] B: Z,sinh yl: JZlY rirrh JYZ :2. sinhO (s.77)
dan
C: { sinh yl : Jy lZ"krt, JyZ :y. sinhO (5.78)

[n^l: I cosh 7x Z"sinh /r-l-' [v,l (5.70) D:A : cosh yl : cosh JV,: cosh0 (5.7g)
Lt^l [v.sinrr7, coshyx ] Lt,_]
o: JYZ (5.80)
atau
srrrh yl = lG,' -e-Yt ) (s.81)
[u--l : I 7x - Z. sinh /rl-' [V"-l
cosh

LI^_l [-v.sinl7x coshTx _] Lt,_l


(5.71)
coshyl : )(",' + e-,') (s.82)

Oleh sebab itu Persamaan (5.67) (5.80) dapat digunakan jika tabel tungsi hiperbolik
-
kompleks atau kalkulator dengan fungsi hiperbolik kompleks tersedia.
Y = (cosh f x)Y, -(2. sinh T x)Is O.7z) Kemungkinan lainnya pengembangan persamaan berikut ini dapat
dan
digunakan:

I^ : -(Y" sinhTx)V, + (cosh T x)ls sinh yl = sinh(a/ + jPl)=sfuthalcnsBl+ jcoshalsnBl (5.S3)


9.73)
cosh yl = cosh(a/ + jPI)=coshalcospl+jsinhalsnBl (5.84)

Selanjutnya, dengan mensubstitusikan harga yl dan Z" dalam bentuk Y


dan Z, yaitu adalah total admitansi shunt saluran per fasa dan total
impedansi seri saluran per fasa dalam Persamaan (5.74) memberikan

1An
rI

Penyaluran Daya Listrik


Transmisi Daya Listrik

y Juz)v-+ffisinr,Jrz )r^ (s.8s) IiFitlf+r


= (cosh ...........
Sebuah rangkaian tunggal, 60 Hz, saluran transmisi tiga fasa dengan
dan
panjang 150 mil. Saluran dihubungkan dengan beban 50 MI/A dengan

r. =(f,i,,r,Jrz)v"+(*"r,Jvz)r^ (s.86) ::l[Til,]1:1fi?11ffif?:%#,,fi"stanta*o*tanta


C :0,0L2 pF I mil. Tentukan:
Atau, kemungkinan lainnya
a. Konstanta-konstanta saluran A, B, C, dan D. '
(5.87) b. Tegangan pada sisi kirim.
c. Arus pada sisi kirim.
dan d. Faktor dayapada sisi kirim.
e. Daya pada sisi kirim.
(5'88) f. Rugi-rugi dayapadasaluran.
g Efisiensi saluran transmisi'
parameter-parameter ABCD dalam bentuk barisan tak hingga dapat h Perse ase regulasi tegangan'
dinyatakan sebagai i. Arus pengisian pada sisi kftim tanpa beban.

+ ...
Yozn (5.89) j. Harga tegangan yang dibangkitkan pada sisi terima tanpa bebatr jika
A_ =1*YZ *Y'Z' ,Y'z' + 40.320
2 24 72O tegangan pada sisi kirim dijaga komtan.

,-r(tY*!! I').^I+...]
| 6 120 50'10 880 ) 362
(s.so) @
tmp€daosi dan admitansi saturan adalah
t'r'*
a=r(r*o *r'r' , "or' .'....)) ....... (s.gr)
( 6 120 50'10 362'880
z=o-t858+ j2rx60x2,6xl0-r
almil
= 0.1858+/0.9802 = o,9977 279,27"
dengan y : j27rx 60x 0,Ol2x10-6 : 4,5239x10-6 290' S/mil
Z : impedansi seri saluran total per fasa
:zl
:(r+jx)l {2
Y : admitansi seri saluran total per fasa
:vl
:@+jb)t s
143
-T

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

Konstanta propagasi saluran adalah a. Konstanta-konstanta saluran A, B, C, dan D adalah


y = ^,1y, A:cosh//
=cosh(a + iB)l
=
: !(""r + e-dt e-ilt)
4, 5 I 53 x 10-6 Z) (eoo *e,zto)
"iar
:1G",, pl + e-"tz- Bl)
0,002144184,63"
Oleh sebab itu
Impedansi karakteristik saluran adalah A : ] Qo,otor"i o,tzoz + e+,o3ore* izzoz)
E _ lo,eenz7s,27" = )Qo,otor, 1 g,35" + e-o,o3otz- 1 gJ5" )
{t-\l4,sr3wto'teo' : j (t,o:oo t8,35" +o,g7o3l-1gJ5")
I
ffi,.
= l"'" " :i V'^='-' Z\(te.zt,_eo")
:0,9496 + 70,0095 = 0,9497 20,57'
\, 4,5239290" -'\''"
B: Zrsnhyt :Zcs}thto + iBlt
:469,622-5,37' Q
ot iP,)l
= Z-l r
'Lrllnot -e
Tegangan saluran ke netral pada sisi terima adalah
" "t|r l_l

: lzrb",rp, -e-otl- Bl)


138 kV
vvR(z_ir') _- -JJ :79,674 kV
o'o'r,o
e-o'o3otn itzoz]
., 202
= )(+oe,ozz_ sJ7oJ[uo -
Gunakan tegangan pada sisi terima sebagai referensi, jadi = - 5,37"1,0ne 2rc,350 * O,g7 03 Z -1g35'l
234,81 Z

V^r._rl :79,674 lO' kV =Q3+,ttz- s,:2")(o,o 326 zv4,8f)


:148,54279,44' {,
Arus pada sisi terima adalah

50 x 106 C:Y. snhyt=Lrir1'rr1


In= :209,182-31,8' A ZC
JJx138xl03
x0,3163 284,81"
469,622-5,37'
:0,00067 290,18" S

D:A: coshy I : 0,9497 20,57'

L44
-T

Penyaluran Daya Listrik


Transmisi Daya Listrik

Oleh sebab itu, rugi-rugi daya pada saluran adalah


b. Tegangan pada sisi kirim adalah
P, = 1- Pa :45.654,46-42.499 :3155,46 kW
[v,,._,,T [a Bl [v^,. ,,'l
[ ,. ]:1. ,] L IR l -l
Efisiensi saluran transmisi adalah

_l o,t+st zo.st" t48.s4 tls,oo'


[ 7s.674 to" hrloo: 42'499 x loo
10,00067290,18' 0,9497 t0,57', )1209,182-31,8" I
I ,:' Ps 45.654,46
Kemudian tegangan pada sisi kirim adalah :93,lYo
%<.,,r = (o,s +ot z o,sl' )(r s, ar + z o" + (t +4, s 4
)
t7 s, 44')(209, 1 8 I - 3 l, 8" ) h. Persentase regulasi tegangan adalah
= 99.470,05113,79' V 99'47 0:9^4 9-'67 4'3 4
Persentase regulasi tegangan - :7 x I 00
%rr-rr =,li x 99.47 0,05 113,7 g" =17 6.287,18 113,7 g' V 79.674,34
Arus pada sisi kirim adalah :24,9 o/o

1, = (0,00067 /.so JB' )0


g,ot + zo' )+
(o,s 49i t o,si' )Qoe,t s z - : 14" ) Arus pengisian pada sisi kirim tanpa beban adalah

=176,80841-16,3o A l, : )YV,,._N) = l(y l)rru_r,


Faktor daya pada sisi kirim adalah =(; - 4,5239x 1 0
-6 l go' x r s o g'
)(lr.+ 7 o,o5 213,7 )
@s :13,79o +16,3o :30,09o : $*2ez5 x 1 0-6 zso') (ls.+zo,os 213,7 9')
cos @, :cos 30,09o:0,8653 =33,75 2103,79" A
Daya pada sisi kirim adalah j Harga tegangan yang dibangkitkan pada sisi terima tanpa beban jika
tegangan pada sisi kirim dijaga konstan adalah
1= Jivre-r) 1" cos <D"
:
v"1r-r; - T " :Y rrr-*r-@t)l "
vslz-ru;
= J3 x 172,287 ,lgx 176,8084 x 0,8653
= 9g.47 0,05 213,7 g' - (O,OSI I Zl 9,27 xr SO)(::,ZS
0
ZLO3,7 g" )
=45.654,46 kW
= (to.+l o,os zr3,7g")- ( 5,0509 x to' ztl3,06")
Dayapada sisi terima adalah
=104.436,74113,27' Y
P* = I (D^ Oleh sebab itu tegangan antara saluran ke saluran pada sisi terima
^liVoo-r) *cos adalah
= r,6 r 138 x 103 x209,I8x 0,85
:42.499 kW v*tr-rl : JlY *rr-r) : f x104.436,74113,27o

= 180.889,74213,27"V

t47
:T

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

atau
5.+.1 Rangkain Ekivalen Saluran Transmisi Paniang
Penggunaan harga-harga parameter ABCD yang diperoleh untuk sebuah zr _ztNn(vz)JiZ (s.e8)
saluran transmisi memungkinkan untuk pengembangan suatu rangkaian
eksak fI atau rangkaian eksak T, seperti pada Gambar 5.1 l.
2 2 (trz).liZ
dan
Untuk rangkaian ekivalen fl
Zn= B=Z,sinh9 Y, : C: Y" sinh I (s.ee)

=Z"sinhf l (s.e2) atau

_ rsnhJYZ snhy I
YZ
YT: (s. l 00)
Z
dan

Y., A-1: cosh 0-l


2B-
(s.e3)
Z sinh e

atau

2tanh[(rt2)y t]
Y,, : (s.e4)
Z, (u) (b)

Gambar 5.tt Rangkaian ekivalen tl dan T saluran transmisi paniang


atau

Yn _ Y tanh(u2)JiZ (s.es)
2 2 (ttz),,liZ Carilah rangkaian ekivalen II dan rangkaian ekivalen T untuk saluran
yang digambarkan pada Contoh 5.5 dan bandingkan rangkaian nominal fI
Untuk rangkaian ekivalen T dan nominal T.
Zr _ A-1_ cosh 0-1
(5.e6)
C Y sinhe a

Gambar 5.12 dan 5.13 menunjukkan rangkaian ekivalen nominal fI dan


atau
T.

L48 L49
-T

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

Untuk rangkaian ekivalen fI


)z : lzt =i(o,ssll z7g,z7 x
o
50 )
Untuk rangkaian ekivalen fI 1

:74,83 179,27" {2
Zn: B:148,54279,44" {>
Y:0,000678190"5
Yn _ A-1= 0,949710,57'-l = 0,000345 189,89' S
2 B 148,54179,44"

Untuk rangkaian ekivalen T

)v : )v t :)(+,s239 x 1o-6 lgo" x t5o )


= 0,000339 /-90' S

(a) (b)

Gambar 5.t4 Rangkaian T: (a) Ekivalen T; (b) Nominal T

Dapat dilihat dari hasil, perbedaan harga-harga untuk rangkaian ekivalen


dan nominal adalah sangat kecil untuk panjang saluran transmisi 150 mil.

Gambar 5.rz Rangkaian ekivalen fl Gambar 5.t3 Rangkaian nominal fl j.4.2 Tegangan Keiut dan Tegangan Pantul Sepanjang
Saluran Transmisi
Gambar 5.14(a) dan 5.14(b) menunjukkan rangkaian ekivalen nominal T
Seperti sebelumnya, konstanta propagasi (rambatan) diberikan sebagai
dan fI.
T:d+jp perunitpanjang (5.101)
Untuk rangkaian ekivalen T
danjuga
z, A-1= o''1"-!0.'17".
2 - C 0,00067./.90,18'='
:76,57179,15" o
coshyl:)(n'' +e-'') (5.r02)

Yr: C:0,00067290,18'S sinhyl:)("'' -" '') (s.1 03)

150 151
-T

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

Tegangan ujung kirim dan arus dinyatakan sebagai Panjang gelombang ,t didefenisikan sebagai jarak / sepanjang saluran
antara dua titik 2n radian,
yang menyebabkan pergeseran fasa sebesar
V, = (cosh yl)Y*+(2. sinh Tl)t* (5.104)
atau 360o untuk gelombang kejut dan gelombang pantul. Ilka B adalah
dan pergeseran fasa dalam radian per mil, maka panjang gelombang dalam
mil adalah
I" : (Y. sinhTfVo +(cosh yl)l* (s. l0s)

Dengan mensubstitusikan Persamaan (5. 1 0 1 )-(5. I 03) ke dalam Persama-


"2r
/1"=- (s. l 08)
B
an (5.104) dan (5.105) didapat
Karena kecepatan propagasi (rambatan) adalah
v, : ; (% +l t
ei P' + )(v o -l ^2,)e-"' e- i P' ....... (5.106)
^2,)e" v:l.f mil/det (s.108)
dan
dan hampir sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 186.000 mil/detik pada
frekuensi 60H2, maka panjang gelombang adalah

Pada Persamaan (5.106), bagian pertama dan bagian kedua dari 1* 186.000 mil/det :3100mi1
persamaan disebut sebagai tegangan kejut dan tegangan pantul. Tegangan
60 Hz
kejut dan tegangan pantul bertindak seperti gelombang berjalan yang
Sedangkan pada frekuensi 50 Hz, panjang gelombang mendekati 6000
merupakan fungsi dari l. Tegangan kejut meningkat dalam besaran dan
km.
fasa dalam j arak I dari ujung terima, dan menurun dalam besaran dan fasa
dalam jarak I dari ujung kirim ke arah ujung terima. Sedangkan tegangan Jika sebuah saluran berhingga (terbatas) diakhiri oleh impedansinya
pantul menurun dalam besaran dan fasa dalam jarak I dari ujung terima karakteristik 2., yang impedansinya diumpamakan digantikan oleh
ke arah ujung kirim. Oleh karena itu untuk saluran dengan panjang l, sebuah saluran tak berhingga. Dalam keadaan ini tidak ada gelombang
tegangan adalah penjumlahan dari tegangan kejut dan tegangan pantul. Di yang dipantulkan dari tegangan ataupun arus, karena
sini bagian ed berubah sebagai sebuah fungsi dari l, sedangkan dfl selalu Y^:loZ,
mempunyai sebuah besaran I dan menyebabkan pergeseran fasa B radian
per unit panjang saluran. Dalam Persamaan (5.106), ketika dua bagian, dalam Persamaan (5.106) dan (5.107), saluran disebut sebagai sebuah
yaitu bagian pertama dan bagian kedua dari persamaan adalah 180' di saluran tak berhingga.
luar fasa, sebuah pembatalan akan terjadi. Kejadian ini saat saluran tidak
berbeban, yaitu ketika
Stevenson [6] memberikan harga-harga khas dari Z, yaitu 400 C) untuk
rangkaian tunggal dan 200 O untuk dua rangkaian yang paralel. Sudut
In:0 dan a:0 fasaZ" biasanya antara 0 dan -15".
dan saat Bx : % n radian, atau seperempat panjang gelombang.

t52 153
:T

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

Oleh sebab itu tegangan kejut dan pantul pada sisi terima saluran
Gunakan data yang diberikan pada Contoh 5.5, tentukanlah berikut ini: adalah

a. Konstanta propagasi. Yne,"ju,): ](v^ +lRZ")


b. Panjang gelombang dan kecepatan propagasi.
= lll e,et + z 0' + Qos,ts z -r t,a' )(+oe, 62 t -5,3 7 " )]
c. Tegangan kejut dan pantul pada sisi terima saluran.
:84.367,77 Z-20,59'V
d. Tegangan saluran pada sisi terima.
t
e. Tegangan kejut dan pantul pada sisi kirim saluran.
Ynlpa,turl: l(v^ +l*2")
f. Tegangan saluran pada sisi kirim. : llt s, eru t o' - (2oe,ts z -: L a" ) (+os, 62 z -s, 37" )l
:29.684,15188,65' V

Konstanta propagasi adalah d. Tegangan saluran ke netral pada sisi terima adalah
Vo(a-r) = Y ngr"iu,1 +Y nlpontu4
y=
"!yz =
:0,0002 + j0,0021 = 84.367,77 I - 20,59" + 29.684,1 5 Z- 88,65'
: 79.67410'V
b. Panjang gelombang dan kecepatan propagasi adalah
Oleh sebab itu tegangan saluran ke saluran pada sisi terima adalah
,_2o_ 2n
t1-:-= ,)
:2991,99 mil
B 0,0021 Yotr-r) : JiY*<, ovy: tEx 79'67420":138'000 ZO"V
v:2f : 2991,99 x 60:179.519,58 miVdet e. Tegangan kejut dan pantul pada sisi kirim saluran adalah
c. Dari Persamaan (5.106) didapat ys(kejut) = ](v^ +l*2")e"teiPt
v, : l(v^ +loz,)e"teiq' +)(vo-lpz,)e-"ts igt : (t+.zel,l 7 z. - 20, 5g') e''oto' 218,3 5'
Karena pada sisi terima, di mana /: 0, maka = 86.946 Z-2,24' V
v, : }(v^ * roz,)+ )(v^ - roz") y s(pantut) : (v^ -l pZ,) e-"t s- iot
}
:(z9.ea+,tS z8g,65')" o'o3ot
7- 18,35"

= 28.802,5170,3o V

t54 155
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

Tegangan saluran ke netral pada sisi kirim adalah t12


kvo,r.,l
Vrtr-rl : Y s1r,"irt's +Y s1po,,u4 SIL = I (s.ll1)
: 86.946 I - 2,24o + 28.802,5 ll 0,3"
,lTrc
atau
= 99.458,1L13,8" V
Oleh sebab itu tegangan saluran ke saluran pada sisi terima adalah SrL :f I
r^,. .,1 lt ,l w (s.1 l2)

V"t.-rt :f V"t.- v11: Jlx99'458,1113,8" :172'266,5 213,8'f/


di mana

5.4.j Pembebanan lmpedansi Suria Saluran Transmisi


rl.l:
I ,,1 Jl"J
lv^'''t'l A (s.113)
Dalam sistem tenaga, jika saluran tanpa rugi-rugi, impedansi karakteris-
ttc
tik Z. salurannya kadangkala disebut sebagai impedansi surja. Oleh sebab dan
itu, untuk saluran tanpa rugi-rugi, di mana pembebanan impedansi surja (Surge Impedance
SIL
R:0 dan G:0 Loading) dalam megawatt atau watt
Jadi kyorrrrl: besaran tegangan ujung terima saluran ke saluran

dalam satuan kilovolt


,:=E: L
C
(s. l 0e)
besaran tegangan ujung terima saluran ke saluran
V^,.-r,l
dan sebuah resistor murni, ini adalah sebuah fungsi dari induktansi dan dalam satuan volt
kapasitansi saluran seperti yang ditunjukkan dan merupakan saluran yang
Z, impedansi surja dalam Ohm
panjangnya tak berhingga.

Pembebanan impedansi strja/surge impedance loading (SIL pembeban-


,W
- I1 arus saluran pada saat pembebanan impedansi surja
an alami) sebuah saluran transmisi didefinisikan sebagai daya yang
dalam satuan amper
dikirim oleh saluran ke beban resistif murni yang sama dengan impedansi
surjanya. Oleh karena itu Di dalam praktek, pembebanan yang dlizinkan pada saluran transmtst
diberikan sebagai sebuah fraksi dari pembebanan impedansi surjanya
(SL). Jadi pembebanan impedansi surja (SIL) digunakan sebagai
SIL = lon^,rrl'
Z:
,* (s.l l0)
perbandingan kemampuan pembawa arus dari saluran.

atau Bagaimanapun juga, pembebanan impedansi surja (SIL) itu sendiri bukan
sebuah ukuran daya maksimum yang bisa dikirim melalui saluran. Untuk

155 t57
-T

Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

maksimum daya yang terkirim, panjang saluran, impedansi ujung kirim


Penambahan induktansi yang tergumpal dalam hubungan paralel akan
dan impedansi ujung terima, dan semua faktor lain yang berpengaruh
menurunkan kapasitansi saluran. Oleh karena itu konstanta propagasi
pada stabilitas harus dipertimbangkan.
akan menurun tetapi impedansi karakteristik akan meningkat yang mana
Karena impedansi karakteristik kabel bawah tanah sangat rendah, sekali lagi hal ini tidak dikehendaki.
pembebanan impedansi surjanya (SIL) (atau beban alami) jauh lebih
Penambahan kapasitansi dalam hubungan paralel akan meningkatkan
besar dibanding kapasitas arus kabel. Oleh sebab itu sebuah kabel akan
kapasitansi saluran. Karenanya impedansi karakteristik akan menurun,
bertindak sebagai suatu sumber var (Q) yang tertinggal.
tetapi konstanta propagasi akan meningkat, ]lang mana memengaruhi
Cara terbaik untuk meningkatkan pembebanan impedansi surja (SIL) secara negatif stabilitas sistem. Untuk saluran pendek, metode ini dapat

adalah dengan menaikkan tingkat tegangan seperti yang dapat dilihat digunakan dengan efektif.
pada Persamaan (5.110), pembebanan impedansi surja (SIL) meningkat
Akhirnya, penambahan kapasitansi yang terhubung seri akan menurunkan
dengan pangkat duanya. Akan tetapi untuk meningkatkan level tegangan
induktansi saluran. Oleh karena itu impedansi karakteristik dan konstanta
membutuhkan biaya yang tinggi. Oleh karena itu bukan impedansi surja
propagasi akan berkurang yang mana hal ini yang dikehendaki. Jadi
saluran yang diturunkan. Hal ini dapat disiasati dengan penambahan
kompensasi kapasitor seri saluran transmisi digunakan untuk memper-
kapasitor atau kumparan induksi. Ada empat cara yang diungkinkan
baiki batas-batas stabilitas dan regulasi tegangan untuk memberikan
untuk mengubah kapasitansi atau induktansi saluran seperti yang di,
pembagian beban yang diinginkan dan untuk memaksimalkan kemam-
tunjukkan pada Gambar 5.15 dan 5.16.
puan hantar arus dari sistem. Akan tetapi arus saluran penuh yang akan
Untuk saluran tanpa rugi-rugi, impedansi karakteristik dan konstanta melalui kapasitor terhubung seri menyebabkan tegangan lebih yang
propagasi (rambatan) dapat dinyatakan sebagai berbahaya. oleh karena itu diperkenalkanlah masalah khusus, yaitu rele
proteksi saluran. Di bawah kondisi gangguan diperkenalkan sebuah
impedansi yang tak terhubung (induktansi negatif) dan arus-arus sub-
Zr=P (s.1 14)
harmonik, dan saat proteksi kapasitor melakukan pemisahan, induktansi
negatif, arus subharmonik, dan proteksi kapasitor memengaruhi arus yang
dan
berfrekuensi tinggi dan tegangan pada sistem. Semua faktor ini menye-
Y: Jrc (5.r 15) babkan kesalahan operasi dari skema rele konvensional'

Oleh karena itu penambahan induktansi yang tergumpal dalam hubungan


seri akan meningkatkan induktansi saluran, karakteristik impedansi dan
konstanta propagasi (rambatan) juga akan meningkat yang mana hal ini
tidak dikehendaki.

158 159
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

LLL
/'rrY^ yang mana ini adalah suatu harga pendekatan SIL pada saluran. Harga
O ryff /y-m O

pasti dari SIL saluran dapat ditentukan sebagai berikut:

SrL = louo,r,l' - |rrs l' = 40.552MW


z, 469,62

(a) O)
Gambar 5.r5 Kompensasi saluran transmisi dengan penambahan induktansi tergumpal
5.5 KONSTANTA-KONSTANTA RANGKAIAN UMUM
pada rangkaian (a) seri; (b) paralel, Gambar 5.17 menunjukkan jaringan dua gerbang (trtort) empat terminal
yang berisi impedansi-impedansi pasif yang terhubung dalam beberapa

-----IHHF-* C
cara.Dari teori jaringan umum didapat

V":AV^ +BIR (5.116)

dan

I" :CVo + DIR (5.1 17)

(a) (b)
Juga
Gambar 5.r6 Kompensasi saluran transmisi dengan penambahan kapasitansi pada
rangkaian (a) paralet; (b) seri. V^:DV, -BI" (5.118)

dan

Tentukan SIL pada saluran transmisi yang diberikan pada contoh 5.5. I^:-CV, + AIs ........... (5.119)

Hal ini selalu benar bahwa determinan dari Persamaan (5.116) dan
(5.1 l7) atau (5.1 18) dan (5.1 l9) selalu satu, yaitu
Harga pendekatan impedansi surya pada saluran adalah
AD (5.120)
-BC:l
Z=
c :465,5 {2

+
Oleh sebab itu Vp

SrL = wrd-- | r:s l'


=4o.et3 MW
JL/C 469,62 Gambar 5.r7 Jaringan dua gerbang (port) empat terminal

160 161
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

Dalam persamaan-persamaan di atas, A, B, C, dan D adalah konstanta-


Oleh karena itu konstanta B adalah perbandingan tegangan ujung kirim
konstanta sebuah jaringan dan disebut konstanta-konstanta jaringan
terhadap arus ujung terima ketika ujung terima terhubung singkat'
umum. Harganya tergantung pada parameter rangkaianyang ditinjau dan
Sedangkan konstata D adalah perbandingan arus ujung kirim dan arus
merepresentasikan pilihan khusus. Umumnya parameter rangkaian adalah
ujung terima ketika ujung terima terhubung singkat.
bilangan kompleks untuk sebuah jaringan simetri dari saluran transmisi
yang seragam, di mana
5.j.2 Konstanta-konstanta A, B, C, dan D dari Transformator
A:D (s.tzt) Gambar 5.18 menunjukkan rangkaian ekivaGn sebuah transformator
tanpa beban. Dengan pengabaian impedansi serinya, didapat
5.5.1 Penentuan Konstanta A, B, C, dan D
Konstanta A, B, C, dan D dapat dihitung secara langsung dengan reduksi
"l [u^l
[n']:[o D.l (s 126)
jaringan. Sebagai contoh, ketika In:0, dari Persamaan (5.1 l6 didapat
), Lr,.l Lc LI" _l

di mana matriks transfernya adalah


,q.=& (s.122)
V"^
ln
r-- Blr-' It ^1"""""""'
I -r_r
t]
1................. (5'127)
dan dari Persamaan (5.117), didapat
Lc Dl LY. U
Is
C_ (s.123) karena
%
V, : V^ (5'128)
Oleh karena itu konstanta A adalah perbandingan dari tegangan ujung
kirim dan tegangan ujung terima, sedangkan konstanta C adalah dan

perbandingan arus ujung kirim terhadap tegangan ujung terima, saat I, =Y.Vo +I* (s.t2e)
ujung terima dalam keadaan terbuka. Ketika Vn : 0, dari Persamaan
(5.116), didapat dan di mana Y7 adalah admitansi pemagnetan transformator'

Gambar 5.19 menunjukkan rangkaian ekivalen sebuah transformator


n:&
IR
(s.124)
ketika beban penuh yang mempunyai sebuah matriks transfer dari

Ketika Vn : 0, dari Persamaan (5.1 l7), didapat [a u-]:


[t
+:zrYr z,(r+'^r,r,)f (s.r3o)

o=L (s.12s)
[c D-]- L Yr t+tz,Y, ]
IR

L62
Transmisi Daya Listrik Penyaluran DaYa Listrik

karena
j.SB Jaringan Asimetris II dan T
% = [r + )z,v,fv *lz,(* z.v. (s.l3l Gambar 5.20 memperlihatkan sebuah jaringan asimetris fI yang dapat
^ ] )r^ ]n )
dianggap sebagai hubungan seri (atau kaskade atau berpasangan) dari
dan
sebuah admitansi shunt, sebuah impedansi seri dan sebuah admitansi

r, =[&]% *l*)z,v,fi* 6.132)


shunt.

Matriks transfer ekivalen dapat dicari dengan m.engalikan secafa bersama


di mana ZTadalah impedansi seri total transformator.
matriks transfer dari komponen-komponen individunya. oleh karena itu
I5 I ol [r zll I o-l
IR
[n ,]= I
--+
[. "l: Ln ' ]L, ,.11", zr l (s'133)
[ l+zY,
=1",
I
+ + * Y"+zY,Y, l* zY,)
VS YT ,:
Ketika jaringan fI adalah simetris, maka

1:v, =fv
dan matriks transfer menjadi
Gambar 5.t8 Rangkaian ekivalen transformator pada tanpa beban.
-]
[n rl=[ t+',zy t + z z) (s.134)
[c D_] lv + )zv' )u

Gambar 5.r9 Rangkaian ekivalen transformator pada beban penuh

Gambar 5.2o Jaringan Asimetris ll

1Aq
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

dan matriks transfer menjadi

[a nl_ [r + )zv 7a ),2'zv ) (s.136)


[c D]- L z r+|zv ]
yang mana sama seperti persamaan untuk sebuah rangkaian nominal T
dari sebuah saluran transmisi jarak menengah.
.

j.j.4 Jaringan-iaringan yang Terhubun$ Seri


Gambar 5.zr Jaringan Asimetris T
Dua jaringan transmisi empat terminal dapat dihubungkan secara seri,
yang mana sama seperti Persamaan (5.47) untuk sebuah rangkaian seperti ditunjukkan pada Gambar 5.22, untuk bentuk sebuah jaringan
nominal fI dari sebuah saluran transmisi jarak panjang. transmisi empat terminal yang baru.

Gambar 5.21 memperlihatkan sebuah jaringan asimetris T yang dapat Untuk jaringan empat terminal yang pertama, didapat
dianggap sebagai sebuah hubungan kaskade dari sebuah impedansi seri,
sebuah admitansi shunt, dan sebuah impedansi seri. [r,-l=[o, ,,"] [u-l (s'r37)
Lr, -l Lc, D,-lL I I
Sekali lagi, matriks transfer ekivalen dapat dicari dengan mengalikan
secara bersama matriks transfer dari komponen-komponen individunya. ----+
Ar Br A2 82 -+>
Oleh karena itu + +
Vg Vx

ul:
[n D_l [, ,,11' ol [r 2,1 Cr Dy Cz D2

LC Lo rjLY rllo I j (s'135) Gambar 5.zz Jaringan-iaringan transmisi dihubungkan secara seri

_lt+z,u z,+zr+ztzzyl
I v t+zry ] dan untuk jaringan empat terminal yang kedua, didapat

Ketika jaringan T adalah simetris, maka [u.l=[o, ,,"] [t^l (5'138)


L l -l Lc,
D,-l LI* I
Z, =Zr: lZ

167
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

Dengan mensubstitusikan Persamaan (5.1g) ke dalam persamaan (5.137),


didapat
E@
Untukjaringan I
vol [,r, B,-l= Ir rcz3o'1
[], ]=[l; x:][], ;;][ r^ _]
(5. l3e) [c, ,,-] Lo r l
: [n,A, B,c,
+ A,B, + B,D,
Untuk jaringan 2
Lc,a, + D,C, c,B" + D,D,
y- I
Oleh karena itu konstanta ekivalen A, B, C, dan D untuk dua jaringan
' =lz. - 402-45',
=0.025 145'
yang terhubung seri adalah

A:A,A, + B,C, Kemudian


(5.140)

B:A,B, +B,D, r41)


[A, B,-l I t ol
(5.
[c, D,_]:fo,ozs z4s' r"]
C:C,A, + D,C, (s.142)
Oleh sebab itu
D:C,B, +D,D,
[o* ,*l:[, loz3o'l[ , ol
(5.143)

Itiiqf!*n Lc* D*_] [o r _]fo,ozs t45' t-]


Gambar 5.23 menunjukkan dua jaringan dihubungkan kaskade. Tentukan
_l t,osztz.a" toz30'-l
konstanta ekivalen A, B, C, dan D.
fo,ozs 245" t ]
Jaringan I
I,S
----1|'' IR
-----+
5.5.j Jaringan-iaringan yang Terhubung Paralel
Dua jaringan transmisi empat terminal dapat dihubungkan secara paralel,
seperti ditunjukkan pada Gambar 5.24, untuk bentuk sebuah jaringan
transmisi empat terminal yang baru.
Gambar 5.21 Untuk Contoh 5.9

Karena itu

V': V'' : V"' (s.t44)

(5.145)

158 16q
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

dan
,.lt-- - D,B, +DrB, (s. l s2)
I, = Ir, - I", "."'.'. (5.146) B, +B,

I": I^, : IRz ......... (5.147)


@
untuk jaringan ekivalen empat terminal, didapat Bila dari dua jaringan yang diberikan pada Contoh 5.9 dihubungkan
paralel, seperti ditunjukkan Gambar 5.25, tentukan konstanta-konstanta
[u,l I l,B, +A,B, B,B, I [v^-l ekivalen A, B, C, dan D.
I _l l
B,.8, B'+4 ll l(s.r48)
I I 1.,*"-+(A,-A2)(p'-p') ll
D,Br+DrB, Jaringan
' q +s, jLr^ l
1
I

Ll, l L B,+8,
4=10 23ff Q
A1 Br

i------i
Cr Dr Jaringan2

L:401t45'{l
't^/
A, B2

Cz Dz
Gambar 5.25 Untuk Contoh 5.1o

Gambar 5.24 Jaringan-iaringan transmisi dihubungkan secara paralel


@@
di mana konstanta-konstanta ekivalen A, B, C, dan D adalah Dengan menggunakan paramater A, B, C, dan D yang diperoleh
sebelumnya untuk jaringan I dan 2,yail;tr
^_A,Br+A2Br (s.t4e)
B, +B,
[a, ,,-l : [, roz3o'1
B_
B,B,
(5. l s0)
Lc, D,_l [o r -]

B, +8, dan

C:C,I+C.- +
(Ar - 42 )(D2 -
B,+8,
Dr )
(5.lsl) [A, B,l I r ol
Ic, D,_]:lo,ozsz+s' rl
1'rn
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

j.5.5 Akhir Saluran Transmisi t;


Z:Z,sinho
Gambar 5.26 memperlihatkan sebuah jaringan transmisi empat terminal ":il;sinhJv
yang terhubung ke sebuah bebanZL.

Untuk jaringan diberikan


c:.fttlz .inr, Jv z= Y. sinhe
v

l-v"l [a rl iv^l D:A:coShJYZ:cosh 0

L', ]:1. ,l L';l (s rs3)

atau
+
V" : AVo + BIo (5.154) u-"

dan

Is : CV^ +DI* (s. l s5)


Gambar 5.u6 Akhir saluran transmisi

dan juga
impedansi input, dari Persamaan (5.158), menjadi
Y* :Z,.IR .............. (s. r s6)
.z _ Z, cosh 0 + Z, sinh 0
Oleh karena itu, impedansi input adalah
"- - 4Y..ir-,h e *.*h e
(s.r5e)

z,"=f"I, atau

(s. l 57) .,
,). _Zrl(Z,lZr)sinh
-
0+cosh 0]
(s.160)
_ AVo + Bl^ '' (2,. I Z")sinh 0 + cosh 0
C\ + DIo
Jika impedansi beban dipilih menjadi sama dengan impedansi karakteris-
atau dengan mensubstitusikan Persamaan (5.156) ke dalam Persamaan tik, maka
(5.157), didapat
zr:2, (5.161)
ry :- AZ,+B
,)
'' cz, +D
(s.1 s8)
impedansi input, dari Persamaan (5.160), menjadi

Karena untuk saluran transmisi simetris dan panjang, maka


Z,n:Z, (5.162)
-
A:cosh JV,: cosh0
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

yang mana tidak tergantung dari 0 dan panjang saluran. Harga tegangan Y*: Zrlo
adalah konstan di seluruh panjang saluran. Karena itu

:200 l30o :173,2+


@il Sa

dan
jlOO kVA

Gambar 5.27 menunjukkan saluran transmisi pendek pada akhir saluran


dengan beban 200 kVA, faktor daya 0,866 ketinggalan dan tegangan 2,4 Yr:2,420" kV
kV. Jika impedansi saluran adalah 2,07 + j0,661 O. Tentukan:
Kemudian
a. Arus pada sisi kirim.
b. Tegangan pada sisi kirim. l*r: sn -2oo Z3o"o :83.33230" A
vL 2,420'
c. Impedansi input.
atau
d. Rugi-rugi dayanyata dan daya reaktif pada saluran.
It:83,331-30" A
Is
---)
_*Ip Oleh sebab itu

f^:I, -lr:83,332-30" A

Tegangan pada sisi kirim dapat dicari dengan


tt
!______J
lo'
Gambar 5.27 Untuk Contoh 5.t ' l, 83,33 Z-30o =2g.gz3o. {l
z, =Y, -2'4xlo3

dan

a. Dari Persamaan (5.153), didapat Y* : Z rl o : 28,8 Z3O" x83,33 l- 30" :2404 lO" kV
Oleh sebab itu
[r, ] [t ;] [r;] V" =AV^ +BIR
=[, ,.1r.] [u^lj =2400 Z0' +2,173 217,7" x83,331-30'
[o Lr- :2576,9-j38,58
dengan :2577,2 Z-0,9'V
Z:2,07 + j0,661 :2,173 217,7" Q
I* :I, :I.

175
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

c. Impedansi input adalah Juga tegangan ujung kirim dan ujung terima dan arus ujung kirim dan
., Vs AV^+BI^ ujung terima dapat dinyatakan sebagai berikut
'' I, cv^ + DI^ v, : AV. +Brft (5.165)
z-o'9' :30-93129.1'f)
-2577 '2 Is = CVn +DIft (5.166)
83,33 Z-30'
d. Rugi-rugi dayanyata dan daya reaktif pada saluran dapat dicari dari dan

Sr. : S., -S* V^:AVs-BI, . (5.167)


dengan ro : -cv" +Drs (5.168)
S, : VrI" :2577,2 l-0,9o x83,33 Z-30'
dengan
:214.158229,1' VA

atau
A: Ala:cosh JYZ (5.169)

:I" t;
S" xZ,,xl.s:214.758229,1" VA B= BZB:l+sinhJvz (5.170)
Oleh sebab itu

S. : Ss -S* : 229,1' -200.000 /. 30'


214.758 C= Ct|:f/ZM t* JYZ (s.171)
:14.444,5 + j4444,4 VA
Jadi rugi-rugi daya nyata adalah 14.444,5 Watt dan rugi-rugi daya D: A =cosh JYZ........ (5.172)
reaktif adalah j 4444,4 l/A.
Yo:vo z.o" .......... (5.173)

j.5.7 Hubungan Daya yang Menggunakan Konstanta A, B, C,


v, : z, zo' ......... (5.174)
dan D Dari Persam aan (5.1 67), didapat
Untuk suatu saluran transmisi panjang, daya kompleks pada ujung kirim
dan ujung terima adalah
" B- B .
r"=4v"-v^ .. (5.17s)

S, : P" + iQr: VrI; (5.163)


atau
dan
l": AV, l- 0
: jQ*: V*I; .BB Z(a+ a- a-V* (s.176)
S^ P* + (s. l 64)

17R
Penyaluran Daya Listrik
Transmisi Daya Listrik

dan
dan

AV'
5+ B\-vr
zF e,=oLj sin(B- .... .. (5.1s4)
,BB r(_-a_
r*^: (s.177) -rB ")-rysin(p+O
dan dari Persamaan (5.165), didapat Dan daya nyata dan daya reaktif pada ujung terima adalah

t.:&-orr,
" B B (5'178)
'-=rycos
(p- a'+"os(B-d) ."""""' (5'l8s)

atalu dan

r^:k z@-A-+/@*A 6.ns) n- =y+sin1B- a-+sin(p- a) ............. (5.1s6)

dan Konstanta Vs dan Zn, untuk suatu saluran yang diberikan, hanya variabel
dalam Persamaan (5.183) - (5.186) adalah { yaitu sudut daya. Oleh
,.*:2 z(5+ a-+ z(a+ B) (s. l 80) karena itu, dengan memberlakukan P5 sebagai sebuah fungsi d hanya
dalam Persamaan (5.183), P5 maksimum saat B + 5: 180". Oleh karena
Dengan mensubstitusikan Persamaan (5.177) dan (5.180) ke dalam itu daya nyata maksimum pada ujung kirim dapat dinyatakan sebagai:
Persamaan (5.163) dan (5.164), didapat
AV: cos (o- o)-v'!o
nJ.maK\
.-,.- (s. tB7)
s, =P, + je,:+ z@-d-ryt@+a (s.181)
B B

dan begitu juga daya reaktif maksimum pada ujung kirim dapat
dan dinyatakan sebagai

AV:
S^ =po + ien:ry z@-q-+z@-a) ........ (s.1s2) Qs.^or":
? sin(B- a) ............. (5.188)

Oleh karena itu daya nyata dan daya reaktif pada ujung kirim adalah Di sisi lain, Pp adalah maksimum saat d: B. Oleh karena itu daya nyata
maksimum pada ujung terima dapat dinyatakan sebagai
,,:+cos (B- 4-ry"os(B+O .. .. (s.183)
P-
t .
R.maks --v'v^ -Ani
B B
.o"(B-a\
w) ..........,...
vvo\/u (s.189)

t79
Transmisi Daya Listrik Penyaluran Daya Listrik

dan begitu juga daya reaktif pada ujung terima adalah beban antara saluran ke saluran adalah 138 kV. Masing-masing
konduktor saluran mempunyai resistansi adalah 4 {2lm1l dan
1^.md'\
eo -,o* = -uYj (F - a)
sin(B-
-sln a) .............. (5.190) induktansi adalah 14 mHlmil. Tentukan:
B a. Tegangan antara saluran ke saluran pada sisi kirim'
Pada persamaan-persamaan di atas, Vs danVp adalah tegangan fasa b. Rugi-rugi dayapada saluran transmisi.
(tegangan saluran ke netral) baik untuk sistem fasa tunggal ataupun
3. Tentukan parameter-parameter rangkaian umum untuk jaringan
sistem tiga fasa. Oleh karena itu daya tiga fasa total yang ditransmisikan
seperti ditunjukkan Gambar 5.28. '
pada saluran tiga fasa adalah tiga kali daya yang dihitung menggunakan
persamaan-persamaan di atas. Jika tegangan yang diberikan dalam volt, 0+j4o 6+i0o 0+i5f}
daya dinyatakan dalam watt atau vars. Sebaliknya, jika tegangan dalam
kilo Volt, daya dinyatakan dalam Mega Watt atau Mega Var.

Untuk sebuah harga y yang diberikan, rugi-rugi daya P7 pada saluran


transmisi panjang dapat dihitung sebagai selisih antara daya nyata ujung
kirim dan dayanyata ujung terima,yang dapat dinyatakan sebagai berikut 0 +/0,02 S

Pr:Pr-PR.... (5.191)

dan rugi-rugi var adalah

Qr: Qs
_Q* . 6.192) Gambar 5.28 Untuk Soal Latihan 5.3

4. Tentukan ekivalen T dari rangkaian seperti ditunjukkan Gambar 5.28.


SOAL-sOAL LATIHAN 5. Dengan asumsi saluran transmisi dengan panjang 200 mil pada

1. Suatu saluran transmisi jarak pendek tiga fasa dengan panjang 40 mil, Contoh 5.4, ulangi pertanyaan dari contoh tersebut.
dengan impedansi per fasa 0,6+ j0,95 erlmil.Tegangan antara 6. Dengan asumsi saluran transmisi dengan panjang 200 mil pada

saluran ke saluran pada ujung terima adalah 69 kV. Jika arus beban Contoh 5.5, ulangi pertanyaan dari contoh tersebut.

penuh pada ujung terima adalah 300l-30" A. 7. Dengan asumsi saluran transmisi pendek pada Contoh 5.4, ulangai
pertanyaan dari contoh tersebut.
a. Tentukan persentase regulasi tegangan.
8. Dengan asumsi saluran transmisi pendek pada Contoh 5.5, ulangi
b. Tentukan konstanta-konstanta ABCD pada saluran.
pertanyaan dari contoh tersebut.
c. Gambarkan diagram fasor dari Vs, Vp, dan I.
9. Dengan asumsi panjang saluran transmisi pada Contoh 5.6 adalah 75
2. Suatu saluran transmisi tiga fasa dengan panjang 40 mil, 60 Hz, mil dan beban IOO MVA, ulangi pcrtanyaan dari contoh tersebut.
beban 12 MW, faktor daya 0,85 ketinggalan, dan tegangan pada sisi

180 181
Transmisi Daya Listrik

10. Suatu saluran transmisi tiga fasa, 60 Hz dengan panjang 150 mil.
Saluran dihubungkan ke beban 50 MVA dengan faktor daya 0,85
ketinggalan pada tegangan 138 kV.Impedansi dan admitansi saluran
adalah
Daftar Pustaha
z : 0,7 688 Z7 7,4" {> / m1l dan y : 4,5239 x lOa Z9O" S / mil.
Tentukan:
a. Konstanta propagasi saluran.
b. Impedansi karakteristik saluran. Arismunandar, A., Kuswahara, S., 1982- Buku Pegangan Teknik
c. Pembebanan impedansi surya saluran. Tenaga Listrik, Jilid II, Jakarta: PT' Pradnya Paramita'
d. Arus pada sisi terima.
Edminister, Joseph A., Theory and Problems of Electric circuits,
e. Tegangan kejut pada sisi kirim. McGraw-Hill, 1972.
f. Tegangan pantul pada sisi kirim.
I l. Dengan menganggap suatu transmisi tiga fasa dan asumsi harga-
E,lgerd, Olle I., 1983. Electric Energy System Theory, An
Intro du c t io n, T ata McGraw-Hill.
harga diberikan seperti berikut:
Vorr-rl :79.674,34 20" V Hutahuruk, T.s., 1996. Transmisi Daya Listrik, Jakatta: Penerbit
Erlangga.
In :209,18 Z-31,8' A
Z,:469,622-5,37" Q, Gonen, Turan., 1988. Electric Power Transmission System Engineering'.
Analsysis and Design, John WileY.
y l:0,0301+ j0,3202
Tentukan: Grainger, John J., 1994. Stevenson, William D, JPt', Power System
Analysis, McGraw-Hill.
a. Tegangan kejut dan pantul pada sisi terima saluran.
b. Tegangan kejut dan pantul pada sisi kirim saluran. Kadir, Abdul., 1998. Transmisi Daya Listrik, Jakarta: Penerbit
c. Tegangan saluran pada sisi kirim. Universitas Indonesia.

Nagrath, I.J., Kothari, D.P., 1980. Modern Power System


Analysis, New Delhi: Tata McGraw-Hill Publishing Company
Limited.

Saadat, Hadi, 1999. Power System Analysis, McGraw-Hill'

L82