Anda di halaman 1dari 15

JENIS LIMBAH DAN PENYEBAB

TERJADINYA LIMBAH

OLEH : KELOMPOK 2

DARMAN TUMBO (1501221)


MELLANI (1501227)
M.ISHLAH (1501274)
HENRY ARDIAN W (1501285)
DAVID CHRISTOFEL J (1501316)

TEKNIK PERMINYAKAN C REGULER


STT MIGAS BALIKPAPAN
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah tentang Jenis limbah dan Penyebab
terjadinya Limbah ini dengan baik meskipun banyak kekurangan
didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Risna selaku
dosen Pencemaran dan Lindungan Lingkungan yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai jenis limbah
dan penyebab terjadinya limbah. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun
yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.

Balikpapan, 16 Maret 2016

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………..2
DAFTAR ISI………………………………………………………….3
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………….4
A. Latar Belakang……………………………………………...4
B. Rumusan Masalah…………………………………………..4
C. Tujuan Penulisan……………………………………………4
BAB II LANDASAN TEORI………………………………………...5
BAB III PEMBAHASAN…………………………………………….6
A. Pengertian Limbah………………………………………….6
B. Karakteristik Limbah……………………………………….6
C. Faktor yang Mempengaruhi Limbah………………………..6
D. Jenis Limbah Berdasarkan Wujudnya....................................7
E. Jenis Limbah Berdasarkan Sumbernya..................................7
F. Jenis Limbah Berdasarkan Jenis Senyawanya………………8
G. Limbah B3…………………………………………………10
H. Penyebab Terjadinya Limbah……………………………..12
PENUTUP…………………………………………………………..14
A. Kesimpulan………………………………………………..14
B. Saran………………………………………………………14
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………….15

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan
tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki
nilai ekonomi. Tingkat bahaya keracunan yang disebabkan oleh
limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah, baik dalam
jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
Limbah yang mengandung bahan pencemar akan mengubah kualitas
lingkungan, bila lingkungan tersebut tidak mampu memulihkan
kondisinya sesuai dengan daya dukung yang ada padanya. Oleh
karena itu sangat perlu diketahui sifat limbah dan komponen bahan
pencemar yang terkandung di dalam limbah tersebut.
Limbah cair adalah gabungan atau campuran dari air dan bahan
pencemar yang terbawa oleh air, baik dalam keadaan terlarut maupun
tersuspensi, yang terbuang dari sumber domestik (perkantoran,
perumahan, dan perdagangan), dan sumber industri.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian limbah ?
2. Apa saja jenis-jenis limbah ?
3. Apa penyebab terjadinya limbah ?

C. Tujuan
Dengan tersusunnya makalah ini semoga pembaca dapat menambah
wawasan tentang materi limbah dan agar limbah dapat di manfaatkan
untuk hal-hal yang berguna.

4
BAB II
LANDASAN TEORI
Limbah merupakan kotoran yang dihasilkan karena
pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik ataupun rumah tangga.
Limbah atau sampah ini memerupkan suatu bahan atau material yang
tidak berguna tetapi kita tidak mengetahui bahwa sampah yang tidak
berguna ini akan memiliki manfaat jika kita olah dengan cara yang
benar. Limbah ini terbagi atas bebrapa karakter mulai dari yang tidak
bercun sampai yang sangat bracun dan mudah terbakar.
Pada dasarnya, orang akan menganggap bahwa limbah adalah
sampah yang sama sekali tidak ada gunanya dan harus dibuang, akan
tetapi jika limbah terus ditumpuk maka akan menimbulkan
penumpukan sampah. Dan sejatinya, limbah tidak selamanya harus
dibuang karena banyak juga limbah yang masih bisa diolah menjadi
produk yang bermanfaat. Bahkan beberapa macam limbah bisa
menjadi sangat berguna dan juga mempunyai nilai jual tinggi apabila
diolah kembali secara baik dan benar.
Limbah yang tidak diolah kembali maka selanjutnya akan
menyebabkan berbagai polusi baik itu udara, air maupun tanah.
Seperti misalnya, pada lingkungan yang dipakai sebagai tempat
pembuangan sampah maka udara disekitarnya tidak akan sehat dan
baunya cenderung tak sedap. Tak sampai di situ karena bisa saja
sumber air di sekitar lingkungan tersebut akan terkontaminasi dengan
zat kimia limbah sehingga menyebabkan tanahnya menjadi tandus.
Pengolahan sampah atau limbah ini bias jadi suatu terobosan
untuk mengurangi dampak buruk yang dihasilkannya bagi lingkungan
karena limbah sampai saat ini masih menjadi momok utama
keberlangsungan hidup saat ini karena akan mempengaruhi
kelangsungan hidup anak cucu kita dimasa yang akan datang.

5
BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian Limbah
Pengertian limbah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18/1999
Jo.PP 85/1999, limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari
suatu usaha dan/atau kegiatan manusia.

Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan


produksi yang tidak bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri
dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada yang limbah dari rumah
tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu
kegiatan tertentu. Dalam dunia masyarakat yang semakin maju dan
modern, peningkatan akan jumlah limbah semakin meningkat. Logika
yang mudah seperti ini; dahulunya manusia hanya menggunakan jeruk
nipis untuk mencuci piring, namun sekarang manusia sudah
menggunakan sabun untuk mencuci piring sehingga peningkatan akan
limbah tak bisa di elakkan lagi.

B. Karakteristik Limbah Secara Umum :


-berukuran mikro
-penyebabnya berdampak banyak
-dampaknya jangka panjang

C. Faktor yang Mempengaruhi Limbah:


-volume limbah,banyak sedikitnya limbah mempengaruhi
kualitas limbah karena banya sedikitnya limbah ini mempengaruhi
tingkat bahaya dari limbah tersebut, jika limbah sedikit maka
kemungkinan akibat yang ditimbulkan juga tidak akan seberapa tetapi
apabila limbah itu banyak maka kemungkinan bahaya yang
ditimbulkan akan besar pula.
-kandungan limbah, factor ini juga mempengaruhi kualitas dai
limbah Karena kandungan itu sendiri dapat menentukan betapa
berbaahaya limah tersebut, apabila limbah tersebut mengandung
bahan berbahaya maka tingkat bahaya dari limah tersebut juga akan
tinggi dan begitupun sebaliknya.

6
-frekuensi pembuangan limbah, merupkan factor utama dan
terutama dalam masalah limbah. Apabila frekuensi pembuangan
limbah tersebut terlalu sering maka akan berdampak pada jumlah
limbah tersebut semakin banyak, ditambah lagi jika kandungan dari
limbah tersebut adalah bahan berbahya.

Berdasarkan bentuknya dapat di bedakan menjadi 3, yaitu :

D. Berdasarkan Wujudnya :
Pada pengelompokan limbah berdasarkan wujud lebih cenderung di
lihat dari fisik limbha tersebut. Contohnya limbah padat, disebut
limbah padat karena memang fisiknya berupa padat, sedangkan
limbah cair dikarenakan fisiknya berbentuk cair, begitu pula dengan
limbah gas.

Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh


limbah dalam bentuk Gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2),
Karbon Monoksida (CO), SO2,HCL,NO2. dan lain-lain.

Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair
misalnya: Air Hujan, Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak
goreng buangan, dan lain-lain.

Limbah padat merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya:


Bungkus jajanan, plastik, ban bekas, dan lain-lain.

E. Berdasarkan Sumbernya
Pada pengelompokan limbah nomor 2 ini lebih difokuskan kepada
dari mana limbah tersebut dihasilkan. Berdasarkan sumbernya limbah
bisa berasal dari:
Limbah industri; limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan
industri
Limbah Pertanian; limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian
Limbah pertambangan; adalah limbah yang asalnya dari kegiatan
pertambangan
Limbah domestik; Yakni limbah yang berasal dari rumah tangga,
pasar, restoran dan pemukiman-pemukiman penduduk yang lain.

7
F. Berdasarkan Jenis Senyawanya
Berdasarkan senyawa limbah dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni
limbah organik dan limbah anorganik.

Limbah Organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah


diuraikan (mudah membusuk), limbah organik mengandung unsur
karbon. Contoh limbah organik dapat anda temui dalam kehidupan
sehari-hari, contohnya kotoran manusia dan hewan.

Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan
tidak bisa untuk di uraikan (tidak bisa membusuk), limbah anorganik
tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik adalah
Plastik dan baja.
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

1) Pengertian Limbah Domestik


Limbah domestik lebih kita kenal dengan istilah limbah rumah tangga.
Limbah domestik ini berasal dari pembuangan dalam rumah tangga,
seperti sampah dan sejenisnya. Limbah ini dihasilkan dari sisa
pembuangan makanan, sisa barang-barang yang sudah tidak terpakai
dan ingin segera dibuang, air bekas mencuci atau mandi dan kotoran
yang berasal dari tubuh manusia (feses dan urin). Sejatinya limbah
domestik tidak berbahaya seperti limbah industri. Akan tetapi jika
pembuangannya tidak tepat bisa menjadi sumber penyakit bagi
masyarakat.

2) Pengertian Limbah Domestik Menurut Para Ahli


Pengertian limbah domestik secara pandangan umum sudah kita
ketahui. Beberapa para ahli berusaha menambahkan tentang
pengertian limbah domestik sebagai berikut:
Sugiharto (1987)
Limbah domestik dapat berupa cairan. Limbah cair yang dihasilkan
dari rumah tangga ini cenderung merupakan kotoran umum .
Stokes (1991)
Bila pembuangan limbah domestik tidak tepat, limbah itu dapat
dikategorikan menjadi limbah infeksius yang berarti limbah yang
dapat menjadi penyebab munculnya penyakit.

8
Tchobanoglous dan Elliassen (1979)
Limbah domestik merupakan sampah yang terbawa air dan berasal
dari rumah tangga.
Ir. Hieronymus Budi Santoso
Limbah domestik adalah bahan yang terbuang atau sengaja dibuang
dari satu sumber yang berasal dari aktivitas manusia dalam rumah.
Limbah ini belum memiliki nilai ekonomi yang bermanfaat dan bisa
jadi malah berdampak negatif.
Cahyono Budi Utomo
Limbah domestik bisa berasal dari benda atau zat dari aktivitas
manusia yang sudah tidak digunakan lagi dan sengaja dibuang.
Darmadi
Produk akhir yang berasal dari proses pencucian atau metabolisme
tubuh dapat dinamakan sebagai limbah domestik. Bentunya bisa cair,
padat atau setengah padat.

Berikut adalah klasifikasi limbah cair:


1. Limbah cair domestik (Domestic waste water)
Yaitu limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga),
perkantoran, bangunan perdagangan, dan saranasejenis.
Contoh : air deterjen sisa cucian.

2. Limbah cair industri (Industrial waste water)


Yaitu limbah cair hasil buangan industri.
Contoh : air sisa cucian daging, buah dan sayur dari industri
pengolahanmakanan, cairan sisa pewarna tekstil dari industri tekstil.

3. Rembesan dan luapan (infiltration and inflow)


Yaitu limbah cair yang berasaldari berbagai sumber yang memasuki
saluran pembuangan limbah cair melaluirembesan ke dalam tanah
atau melalui luapan dari permukaan.
Contoh : luapanair buangan talang atap, pendingin ruangan,
pertanian atau perkebunan.

4. Air hujan ( storm water )


Yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan diatas
permukaan tanah.

9
G. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah kelompok limbah yang


secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan,
membahayakan lingkungan, kesehatan dan kelangsungan hidup
manusia dan makhluk hidup lainnya.

a) Definisi limbah B3 menurut BAPEDAL (1995)


Limbah B3 adalah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses
produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena
sifat (toxicity, flammability, reactivity. dan corrosivity) serta
konsentrasi atau jumlahnya tidak langsung dapat merusak,
mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.

b) Definisi limbah B3 menurut Peraturan Pemerintah RI NO. 18


Tahun 1999
B3 adalah semua bahan/senyawa baik padat, cair ataupun gasyang
mempunya potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta
lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut.
Selain pengelompokan limbah-limbah diatas masih ada lagi jenis
limbah yang lain, yakni limbah B3. Dari pengertian umumnya limbah
merupakan suatu barang sisa yang bisa berupa padat, cair dan gas.
Limbah B3 sendiri merupakan jenis limbah yang sangat berbahaya,
suatu limbah dapat dikatakan sebagai limbah B3 jika mengandung
bahan yang berbahaya serta beracun karena sifat dan konsentrasinya
bisa mencemari lingkungan dan membahayakan kehidupan manusia
dan lingkungan. Limbah B3 sendiri masih memiliki beberapa
karateristik lagi yakni; Beracun, mudah meledak mudah terbakar,
bersifat korosif, bersifat reaktif, dapat menyebabkan infeksi dan masih
banyak lagi.

Sifat limbah B3
Dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, dikenal
sampah spesifik, yaitu sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan atau
volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3) mengandung satu atau lebih senyawa
berikut ini :

10
-Mudah meledak (explosive)
-Pengoksidasi (oxidizing)
-Beracun (moderatelytoxic)
-Berbahaya (harmful)
-Korosif (corrosive)
-Bersifat mengiritasi (irritant)

Macam-macam limbah B3
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dikelompokkan menjadi :
a) Primary sludge
b) Chemicial sludge
c) Excess actived sludge
d) Digested sludge

Berdasarkan karakteristiknya tersebut, limbah B3 dapat


dikelompokkan sebagai berikut :
a) Limbah mudah meledak
b) Limbah mudah terbakar
c) Limbah reaktif
d) Limbah beracun
e) Limbah yang menyebabkan infeksi
f) Limbah yang bersifat korosi

Senyawa B3
Contoh limbah B3 antara lain logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe,
Pb, Mn, Hg, dan Zn serta zat kimia seperti pestisida, sianida, sulfida,
fenol, dan lain sebagainya.

Limbah B3 dalam rumah tangga


Contoh produk limbah rumah tangga berpotensi B3, yaitu sebagai
berikut :
a) Dapur : pembersih lantai, kompor gas, pembersih kaca, plastik,
racun tikus, dan bubuk pembersih.
b) Tempat cucian : pembersih, detergen, pembersih lantai, bahan
pencelup, dan pembuka sumbat saluran air kotor.
c) Kamar mandi : aerosol, disifektan, hair spray, pewarna rambut,
pembersih toilet, dan medicated shampoo.
d) Kamar tidur : kamper, obat anti nyamuk, baterai, cat kuku, dan
pembersih.

11
e) Garasi dan gudang : oli dan aki mobil, minyak rem, catwax,
pembesih karburator, cat dan tiner, lem, pembunuh tikus, semir
sepatu, dan genteng asbes.
f) Ruang tamu : pembersih karpet, pembersih lantai, pembersih
perabotan, pembersih kaca, pengharum ruangan.
g) Taman : pupuk dan insektisida.
h) Ruang makan : bumbu dan obat.

H. Penyebab Terjadinya Limbah

 Limbah rumah tangga. Limbah sampah (baik padat maupun


cair) seperti: bungkus makanan, air sabun, air bekas cucian
yang mengandung zat kimia, dan sebagainya.
 Limbah industri. Limbah pencemar yang berasal dari aktivitas
industri. Sebagaimana kita ketahui, negara ini dipenuhi dengan
ratusan ribu industri penghasil limbah. Pabrik-pabrik yang
beroperasi di banyak tempat seringkali tidak memperhatikan
kesehatan lingkungan di sekitarnya. Sisa produksi yang
bermuatan zat kimia adalah pencemar air sungai nomor satu, di
samping limbah padat lainnya yang jenisnya sangat beragam.
 Limbah pertanian. Penggunaan bahan kimia dalam kegiatan
pertanian adalah sumber utama yang bisa mencemari perairan
meskipun tidak separah apa yang dihasilkan oleh limbah
industri.

Selain ketiga penghasil utama limbah pencemar air di atas,


masih ada satu lagi sumber limbah yang ada hanya di sejumlah
daerah, yaitu berasal dari aktivitas pertambangan.

 Limbah pertambangan seperti batubara biasanya tercemar


asam sulfat dan senyawa besi, yang dapat mengalir ke luar
daerah pertambangan. Air yang mengandung kedua senyawa ini
dapat berubah menjadi asam. Bila air yang bersifat asam ini
melewati daerah batuan karang/ kapur akan melarutkan
senyawa Ca dan Mg dari batuan tersebut.
Selanjutnya senyawa Ca dan Mg yang larut terbawa air akan
memberi efek terjadinya AIR SADAH, yang tidak bisa
digunakan untuk mencuci karena sabun tidak bisa berbuih. Bila

12
dipaksakan akan memboroskan sabun, karena sabun tidak akan
berbuih sebelum semua ion Ca dan Mg mengendap. Limbah
pertambangan yang bersifat asam bisa menyebabkan korosi dan
melarutkan logam-logam sehingga air yang dicemari bersifat
racun dan dapat memusnahkan kehidupan akuatik.
Selain pertambangan batubara, pertambangan lain yang
menghasilkan limbah berbahaya adalah pertambangan emas.
Pertambangan emas menghasilkan limbah yang mengandung
merkuri, yang banyak digunakan penambang emas tradisional
atau penambang emas tanpa izin, untuk memproses bijih emas.
Para penambang ini umumnya kurang mempedulikan dampak
limbah yang mengandung merkuri karena kurangnya
pengetahuan yang dimiliki.
Biasanya mereka membuang dan mengalirkan limbah bekas
proses pengolahan pengolahan ke selokan, parit, kolam atau
sungai. Merkuri tersebut selanjutnya berubah menjadi metil
merkuri karena proses alamiah. Bila senyawa metil merkuri
masuk ke dalam tubuh manusiamelalui media air, akan
menyebabkan keracunan.

13
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada dasarnya limbah adalah sejenis kotoran yang berasal dari
hasil pembuangan dan itu mengakibatkan dampak bagi lingkungan di
sekitar tetapi sekarang banyak ditemukan cara atau solusi untuk
menangani dampak-dampak yang dihasilkan oleh limbah, meskipun
demikian pada kenyataannya cara atau solusi tersebut tidak ada
hasilnya karena masih banyak pula kita jumpai limbah atau sampah
disungai dan didarat yang dapat pula menimbulkan banjir serta
kerusakan lingkungan lainnya.

B. Saran
Bagi semua masyarakat pengelolahan limbah sejak dini
merupakan tindakan yang baik untuk masa depan. Marilah kita
bersama-sama wujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://infokamiterkini.blogspot.co.id/2013/10/pengertia
n-karakteristik-dan-jenis.html

15