Anda di halaman 1dari 3

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan pengukuran parameter electrical conductivity atau konduktivitas listrik,


yaitu parameter kimia yang menunjukkan ukuran ionik suatu larutan yang memungkinkan
untuk mengirim suatu arus (Mohsin, 2013), menunjukkan 6 dari 21 sampel air minum dalam
kemasan (29 %) termasuk dalam kategori air minum dengan kandungan mineral rendah
dimana WHO menetapkan parameter konduktivitas listrik untuk air minum dengan
kandungan mineral rendah <2 mS/m bahkan mungkin lebih rendah (< 0,1 mS/m) (Kozisek,
2006).

Tabel 1. Hasil Pengukuran Electrical Conductivity

Electrical Conductivity for Low


No. Electrical Conductivity
Mineral Water
Standart
WHO <700 µS/cm <2 mS/m
Hasil Praktikum
1 23,2 µS/cm 2,32 mS/m
2 25,1 µS/cm 2,51 mS/m
3 24,3 µS/cm 2,43 mS/m
4 1,95 µS/cm 0,195 mS/m
5 25,4 µS/cm 2,54 mS/m
6 26.3 μs/cm 2,63 mS/m
7 2.64 μs/cm 0,264 mS/m
8 26,1 μs/cm 2,61 mS/m
9 2.81 μs/cm 0,281 mS/m
10 25,7 μS/cm 2,57 mS/m
11 21.9 μS/cm 2,19 mS/m
12 20,9 μS/cm 2,09 mS/m
13 21,7 μS/cm 2,17 mS/m
14 25,2 µs/cm 2,52 mS/m
15 25,4 µs/cm 2,54 mS/m
16 3,6 µS/cm 0,36 mS/m
17 81,4 µS/cm 8,14 mS/m
18 25,1 µS/cm 2,51 mS/m
19 18 µS/cm 1,8 mS/m
20 21,5 µS/cm 2,15 mS/m
21 0,76 µS/cm 0,076 mS/m

Laporan penelitian WHO menunjukkan terjadi mekanisme dasar dari air dengan
kandungan konduktivitas listrik maupun TDS yang rendah dalam air ataupun homeostatis
mineral. Mekanisme yang terjadi dari air dengan kandungan mineral rendah tersebut
diantaranya (WHO, 1980) :

1. Peningkatan diuresis (rata-rata meningkat 20 %), volume air tubuh, dan konsentrasi
serum natrium.
2. Penurunan konsentrasi serum kalium.
3. Meningkatkan eliminasi natrium, kalium, klorida, kalsium, dan ion magnesium dari
tubuh.
Diperkirakan bahwa air minum dengan kandungan mineral rendah bekerja pada
osmoreseptor saluran cerna, menyebabkan peningkatan aliran ion natrium ke lumen usus dan
terjadi sedikit penurunan pada tekanan osmotik dalam sistem vena porta dengan peningkatan
pelepasan natrium ke dalam darah sebagai respon adaptasi. Perubahan osmotik dalam plasma
darah ini menghasilkan redistribusi air dalam tubuh, yaitu terjadi peningkatan volume cairan
ekstraseluler total dan transfer air dari eritrosit serta cairan interstisial ke dalam plasma dan
kebagian antara cairan intraseluler dan interstisial.
Asupan reguler dari konsumsi air minum dengan kandungan mineral rendah dapat
dikaitkan dengan evolusi progresif dari perubahan yang dibahas dari perkiraan dampak air
minum dengan kandungan mineral rendah, dengan kemungkinan tanpa manifestasi gejala
atau gejala kausal selama bertahun-tahun. Namun demikian, kerusakan akut yang parah,
seperti hiponatremic shock atau delirium, dapat terjadi setelah upaya fisik yang intens dan
konsumsi air mineral rendah dalam jumlah yang signifikan (Yang, 2002).
DAFTAR PUSTAKA

Mohsin, Muhammad. 2013. Assessment of Drinking Water Quality and its Impact on
Residents Health in Bahawalpur City. Bahawalpur : International Journal of Humanities
and Social Science-Vol 3.
Kozisek, Frantisek. 2006. Health Risks From Drinking Demineralised Water. Czech Republic
: WHO.
WHO. 1980. Guidelines on Health Aspects of Water Desalination. Geneva : WHO.
Yang CY, Chiu HF, Chang C, et al. 2002. Association of Very Low Birth Weight With
Calcium Levels in Drinking Water. Environmental Research : Section A. 89 : 189-194.
Yang CY, Chiu HF, Chiu JF, et al. 1997. Calcium and Magnesium in Drinking Water and
Risk of Death From Colon Cancer. Japan Journal Cancer Research ,88 : 928-933.
Yang CY, Cheng MF, Tsai SS, et al.1998. Calcium, Magnesium, and Nitrate in Drinking
Water and Gastric Cancer Mortality. Japan Journal Cancer Research ,89 : 124-130.
Garzon P, Eisenberg MJ. 1998. Variation in The Mineral Content of Commercially Available
Bottled Waters : Implication for Health and Dissease. American Journal of Medicine
,105 : 125-130.