Anda di halaman 1dari 9

A.

Pendahuluan
Minyak dan gas bumi adalah campuran hidrokarbon yang banyak terdapat
dalam minyak kerakbumi’ Kandungan minyak bumi (Crude Oil) adalah cairan
kental berwarna hitam yang terdiri atas sejumlah besar senyawa2 hidrokarbon.

B. Hydrocarbon Recovery
Salah satu standar dalam pipeline specification gas alam adalah kandungan
sulfur dan air serta higher heating value yang harus berkisar antara 950 – 1.150
Btu/scf (35.400 – 42.800 kJ/Sm3).
Gas yang telah di-treating biasanya masih mengandung konsentrasi inert (N2,
CO2) yang tinggi, selain itu heating value juga tinggi karena adanya fraksi C 2+.
Hydrocarbon recovery section ini diperlukan untuk menurunkan kandungan
fraksi C2+ dan mengontrol dew point. Kontrol dew point juga diperlukan
karena dikhawatirkan terjadi kondensasi proses karena temperatur atau
pressure drop. Hal ini karena campuran gas alam mengandung hidrokarbon
berat yang menunjukkan karakteristik yang disebut retrogade condensation
yang ditunjukkan oleh diagram P-T berikut :

Gambar 4. Diagram P-T Retrogade Condensation


Envelope merupakan garis buble point-dew point campuran. Pada berbagai
kondisi temperatur dan tekanan di luar envelope, campuran dalam kondisi 1
fase. Pada berbagai temperatur dan tekanan di dalam envelope maka
campuran terdapat dalam 2 fase. Tiga point penting pada envelope adalah :

Cricondentherm, yaitu temperatur maksimum dimana dua fase terbentuk


Cricondenbar, tekanan maksimum dimana dua fase terbentuk
Critical point, temperatur dan tekanan dimana fase vapor dan liquid memiliki
konsentrasi yang sama.
Proses dalam hydrocarbon recovery sangat bervariasi tergantung
spesifikasi produk yang diinginkan, volume gas, komposisi inlet dan tekanan
proses. Proses yang umum dijumpai dalam hydrocarbon recovery ini antara
lain :

1. External Refrigeration : Propane refrigeration


External refrigeration memainkan peranan yang sangat penting dalam proses
recovery hydrocarbon, digunakan untuk mendinginkan stream gas untuk
recovery C3+ dan untuk menurunkan temperatur gas pada stage berikutnya.

Siklus refrigerasi terdiri dari 4 tahapan sebagai berikut :

Gambar 5. Siklus refrigerasi

Gambar 6. Contoh propane refrigeration loop


Kompresi uap jenuh refrigerant (A) ke tekanan di atas tekanan uap pada
temperatut ambient (B)
Kondensasi ke C dengan pertukaran panas fluida pendingin
Ekspansi (biasanya menggunakan J-T valve) untuk mendinginkan dan
refrigerasi ke D
Pertukaran panas dengan fluida yang akan didinginkan dengan evaporasi
refrigerant ke A

2.Turboexpansion
3.Heat Exchanger
4.Fraksinasi
C. Heat Exchangers (HE)
Minyak mentah merupakan campuran tersusun dari berbagai senyawa hidrokarbon yang
sangat kompleks. Untuk mendapatkan bahan bakar minyak seperti yang beredar
dipasaran, senyawa hidrokarbon harus melewati berbagai rangkaian proses, diantaranya
proses distilasi, konversi, dekomposisi, pencampuran, recovery dan masih banyak lagi.
Proses distilasi, yaitu proses penyulingan berdasarkan perbedaan titik didihnya,
berlangsung di kolom distilasi atmosferik dan kolom destilasi vakum. Untuk
mendidihkan senyawa hidrokarbon dalam proses penyulingan dibutuhkan unit alat
pemanas berupa heat exchanger.

Sebuah heat exchanger adalah peralatan yang dibangun untuk efisiensi perpindahan
panas dari satu medium ke medium lainnya. Media tersebut dipisahkan oleh dinding yang
kokoh, sehingga tidak akan bercampur, atau mungkin berhubungan langsung ketika
berlangsungnya proses penukaran panas. Mereka banyak digunakan dalam pendingin,
AC, pembangkit listrik, pabrik kimia, pabrik petrokimia, pengolahan gas alam, dan
lainnya. Contoh klasik dari penukar panas ditemukan dikilang minyak bumi. Kilang
Minyak adalah industri yang memurnikan minyak mentah menjadi produk minyak yang
lebih bermanfaat, seperti bensin, solar, pangkalan aspal, minyak pemanas, minyak tanah,
dan gas minyak cair oleh distilasi fraksionasi.

Heat exchanger adalah alat penukar panas antar dua fluida berbeda temperaturnya
dimana satu fluida memberikan panas dan yang lainnya menerima panas. Heat exchanger
merupakan alat yang menerapkan prinsip perpindahan kalor.

Contohnya, HE mengambil panas dari lean glycol yang panas dan


memindahkannya ke rich glycol yang lebih dingin. HE harus dirancang dengan
memenuhi syarat-syarat berikut:
 Temperature lean glycol yang keluar dari HE harus 5-150 0F lebih tinggi
daripada temperature gas kering yang keluar dari absorber
 Dapat mempertahankan temperature puncak stripper pada 210 0F atau
sedikit lebih rendah dari pada dew point air murni.
 Mengontrol pemanasan awal terhadap rich glycol yang akan masuk ke
stripper. Jika temperature terlalu tinggi maka air dalam rich glycol akan
menguap dan dalam aliran akan terbentuk 2 fasa. Temperature ujung panas
dari HE ini harus dijaga antara 60 -90 0F.
Tipe aliran seperti ini memerlukan pola aliran yang benar-benar counter current,
dan tipe He yang digunakan biasanya adalah double-pipe atau plate and frame.

Dew Point Control dan pengkondisian bahan bakar untuk mengambil hidrokarbon
berat dari aliran gas ada tiga metode yang digunakan yaitu:
1. Low Temperature Separator (LTS)
2. Twister
3. Vortex Tube
Ketiga metode tersebut akan dijelaskan di bawah ini:

1. Low Temperature Separator (LTS)

Proses Low temperature separator terdiri dari pendinginan dan parsial kondensasi
aliran gas, diikuti oleh aliran low temperature.
a. Ketika tekanan inlet cukup tinggi untuk memenuhi dischargepressure
persyaratan untuk membuat penurunan tekanan diterima, pendinginan diperoleh
dengan ekspansi melalui katup turboexpander. Jika tidak, pendinginan eksternal
diperlukan untuk menurunkan tekanan inlet.
b. Air diperlukan untuk mencegah pembentukan hidrat separator hilir dari
expander dihangatkan di atas suhu pembentukan hidrat untuk mencegah
penyumbatan.
c. Alternatif untuk pemanasan adalah injeksi etilen glikol atau metanol, yang
kemudian dipulihkan dan dikeringkan untuk digunakan kembali. Jika tekanan
inlet terlalu rendah untuk ekspansi, maka aliran didinginkan oleh pendinginan
propana.
d. Keuntungan dari pendinginan langsung adalah bahwa penurunan tekanan dijaga
minimal.
e. Pembentukan hidrat harus dipertimbangkan dengan baik pakan dehidrasi hulu
dari unit atau inhibitor injeksi
f. Injeksi Glikol biasanya lebih efektif dalam hal biaya, tetapi jika digunakan, itu
meningkatkan pekerjaan lebih.

2. Twister
Alat twister ini banyak digunakan di satu fasilitas lepas pantai untuk dew
point control dan dehidrasi.

Gas masuk dan mengembang melalui nosel, yang menurunkan suhu dan tekanan
dan menyebabkan nukleasi drop.
a. Campuran dua fase kemudian menghubungi sayap itu menciptakan putaran dan
memaksa pemisahan fase oleh gaya sentrifugal.
b. Gas dan cairan dipisahkan dalam diffuser itu cairan dikumpulkan di dinding
twister dan keluarnya gas kering di keluar dry gas.

Keuntungan dari Twister sistem


a. Sederhana. Tidak ada bagian yang bergerak dan tidak ada utilitas yang
diperlukan.
b. Ukuran kecil.
c. Didorong oleh rasio tekanan, bukan tekanan absolut.
d. Penurunan tekanan keseluruhan relatif rendah. Sistem memulihkan 65 hingga
80% tekanan asli.
e. Efisiensi isentropik tinggi. Efisiensi sekitar 90% dibandingkan dengan 75
hingga 85% untuk turboexpanders.

Kelemahan dari Twister Sistem


a. Membutuhkan umpan bersih. Padatan mengikis tubing dan sayap, yang
mengharuskan pemisah filter masuk.
b. Kapasitas turndown terbatas. Variabilitas aliran terbatas hingga ± 10% dari
aliran yang dirancang. Keterbatasan ini dimitigasi dengan menggunakan
beberapa tabung secara paralel

3. Tabung Vortex
Tabung Vortex adalah salah satu alat yang dapat dipakai untuk pendinginan
atau pemanas. Sumber energinya adalah udara yang terkompresi atau
bertekanan. Tabung Vortex merubah udara bertekanan menjadi dua aliran
udara, yaitu aliran udara panas dan aliran udara dingin.

Bagian bagian tabung vortex


Aliran udara panas dan dingin yang di keluarkan oleh tabung vortex dapat
bervariasi. Sebagai contoh: udara masukan pada 100psi dan 21oC dapat diatur
untuk mendinginkan sebagian udara menjadi -34oC dan memanaskan sebagian
udara hingga 33oC. Bagian suatu tabung vortex dapat digambarkan sebagai
berikut:
a. Nozzle dapat berjenis konvergen, divergen atau konvergen-divergen,
tergantung dari kebutuhan. Suatu nozzle yang efisien adalah yang
mempunyai kecepatan yang tinggi dan sekecil mungkin rugi-rugi masukan.
b. Chamber adalah bagian dari nozzle dan memberikan masukan udara secara
tangensial terhadap sisi udara panas.
c. Katup menjaga laju aliran udara pada sisi panas dan juga mengontrol
jumlah udara panas yang keluar dari tabung vortex.
d. Diafragma adalah potongan silinder yang tipis dan mempunyai lubang
dengan diameter yang spesifik di tengahnya

Cara Kerja Tabung Vortex


Udara terkompresi di lewatkan melalui nozzle sehingga udara berekspansi pada
kecepatan tinggi. Aliran udara pusat kemudian dihasilkan di “Chamber” dan udara
bergerak secara spiral sepanjang sisi tabung. Aliran tersebut terhambat oleh katup.
Ketika tekanan udara di dekat katup dibuat lebih tinggi dari tekan udara luar dengan
menutup katup sebagian, suatu laju aliran udara balik akan mengalir pada bagian
sumbu tabung mulai dari sisi tekanan tinggi ke sisi tekanan rendah. Selama proses
ini, perpindahan energy berlangsung antara udara balik dan udara maju sehingga
aliran udara balik yang terdapat di sumbu tabung mempunyai temperature jauh
lebih rendah dari temperature inlet sedangkan aliran udara maju akan memanas dan
bertemperatur jauh lebih tinggi dari temperature inlet. Aliran udara dingin akan
keluar melalui lubang diafragma ke sisi udara dingin sedangkan aliran udara panas
akan keluar melalui bukaan katup. Dengan mengatur bukaan katup, kuantitas dan
temperature udara dingin dapat divariasi.

Keuntungan-keuntungan dan kerugian-kerugian tabung vortex


a. Keuntungan-keuntungan system refrigerasi tabung vortex adalah sebagai
berikut:
b. Hanya menggunakan udara sebagai refrigerant, dan sifatnya adalah system
terbuka, sehingga tak ada masalah kebocoran
c. Tabung vortex bersifat sederhana sehingga terhindar dari system control yang
rumit.
d. Tabung vortex tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak atau bergetar.
e. Memiliki bobot yang sangat ringan dan membutuhkan ruangan yang sangat
kecil (kecuali kompresor udara).
f. Murah pada biaya awal dan juga biaya operasional dimana udara terkompresi
sudah tersedia bebas
g. Perawatannya sangat sederhana dan tak dibutuhkan ahli untuk operasionalnya
sehari hari
h. Tabung vortex sangat kecil dan menghasilkan udara panas sekaligus udara
dingin. Sangat berguna bagi industry-industri dimana membutuhkan kedua-
duanya secara simultan.
i. Temperature -50℃ dapat mudah dicapai dan lebih berguna diaman udara
kering terkompresi sudah tersedia bebas dan dimana pendinginan setempat
diperlukan seperti instrument elektronik

Kerugian-kerugian system refrigerasi tabung vortex


a. COP nya sangat rendah
b. Kapasitas terbatas, dan hanya sebagian kecil dari udara terkompresi yang
diubah menjadi udara dingin.
c. Karena udara meninggalkan tabung pada kecepatan sonic, maka tabung
vortex beroperasi dengan suara mendesis.
d. Ada kemungkinan tersumbat oleh kumpulan-kumpulan salju tipis yang
terbentuk akibat udara mengandung uap air terutama pada aplikasi-aplikasi
temperature sangat rendah