Anda di halaman 1dari 2

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

LATIHAN NAFAS DALAM

No. Dokumen (Diisi Admin)

No. Revisi (Diisi Admin)

SOP TanggalTerbit (Diisi Admin)

Halaman

PUSKESMAS SUPARDI, SKM


KELAPA KAMPIT
NIP.197507041998031005

Pengertian Melatih pasien melakukan nafas dalam

Tujuan 1. meningkatkan kapasitas paru


2. mencegah atelektasis

Kebijakan (Diisisetelahadanomor SK Kepala FKTP)

Referensi Departemen Kesehatan RI, Dirjenyanmed, 1991. Prosedur Perawatan

Dasar, Direktorat Rumah Sakit dan Pendidikan.

Potter, P.A., Perry, A.G., 1996, Fundamentals of Nursing,St.Louis, Mosby

Company.

Rider , J., et.al, 1995, Modules for Basic Nursing Skills, Philadelphia,

Lippincott.

Smeltzer, S.C., Bare,B.G.,2002, Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan

Suddarth, Alih Bahasa: Monica Ester, EGC; Jakarta.

Prosedur Tahap Orientasi

Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik

Menjelaskan tujuan & prosedur tindakan pada keluarga/klien

Menanyakan persetujuan kesiapan klien

Tahap Kerja

Menjaga privacy pasien

Mempersiapkan pasien

Meminta pasien meletakkan satu tangan di dada dan 1 tangan di abdomen

Melatih pasien melakukan nafas perut ( menarik nafas dalam melalui hidung hingga 3
hitungan, jaga mulut tetap tertutup)

Meminta pasien merasakan mengembangnya abdomen( cegah lengkung pada


punggung)

Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan

Meminta menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan( lewat mulut bibir seperti
meniup)

½ DST (JIKA >1 HAL)


Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot

Menjelaskan pada pasien untuk melakukan latihan ini bila mengalami sesak nafas

Merapikan pasien

Tahap Terminasi

Melakukan evaluasi tindakan

Berpamitan dengan klien

Mencuci tangan

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan


Diagram Alir Petujukpengisianlihat simbol2 di BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN DOKUMEN hal.
(jikadibutuhkan) 29-30

Unit terkait UGD dan Rawat inap

NOTE:

Petujukpengisianlihat simbol2 di BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN DOKUMEN hal. 24-31

FONT: Times New Roman sz. 11