Anda di halaman 1dari 20

PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Urinalisis adalah tes yang dilakukan pada sampel urin pasien untuk
tujuan diagnosis infeksi saluran kemih, batu ginjal, skrining dan evaluasi
berbagai jenis penyakit ginjal, memantau perkembangan penyakit seperti
diabetes melitus dan tekanan darah tinggi (hipertensi), dan skrining
terhadap status kesehatan umum
Urin adalah suatu zat yang dikeluarkan dari tubuh, yang
merupakan hasil dari metabolisme dan salah satu bagian dari ekskresi.
Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme
(seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi
pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial.
Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya adalah
sampah nitrogen (ureum, kreatinin dan asam urat), asam hipurat zat sisa
pencernaan sayuran dan buah, badanketon zat sisa metabolism lemak,
ion-ion elektrolit (Na, Cl, K, Amonium, sulfat,Ca dan Mg), hormone, zat
toksin (obat, vitamin dan zat kimia asing), zat abnormal (protein, glukosa,
sel darah Kristal kapur dsb). Volume urin normal per hari adalah 900 –
1400 ml, volume tersebut dipengaruhi banyak faktor diantaranya suhu,
zat-zat diuretika (teh, alcohol, dan kopi), jumlah air minum, hormon ADH,
dan emosi.
Pemeriksaan laboratorium sangat penting dilakukan setelah
anamnesis dan pemeriksaan fisik sebagai data dasar. Secara umum
pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk membantu menegakkan
diagnosis dan memantau perkembangan penyakit selama pengobatan.
Maka sebelum melakukan pemeriksaan harus tahu tujuan agar bisa
memberikan petunjuk diagnosis suatu penyakit.

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

1.2 Maksud Praktikum


Adapun maksud dilakukannya praktikum ini yaitu untuk
mengetahui dan memahami cara penentuan sifat fisik dan pemeriksaan
zat organik pada spesimen urin serta menginterpretasikan data yang
diperoleh.
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu untuk menentukan
sifat fisik dari urin (warna,bau, pH, bobot jenis dan sedimen) dan untuk
menentukan zat organik yang terdapat dalam urin.

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Umum


Rute utama dari eliminasi obat adalah melalui ginjal, rute-rute lain
meliputi empedu, feses, paru-paru, saliva, keringat, dan air susu ibu.
Obat bebas yang tidak berikatan, yang larut dalam air, dan obat-obat
yang tidak diubah, difiltrasi oleh ginjal. Obat-obat yang berikatan dengan
protein tidak dapt difiltrasi oleh ginjal. Sekali obat dilepaskan ikatannya
dengan protein, maka obat akan menjadi bebas dan akhirnya akan
diekskresikan melalui urin (Kee, 1996 h 9).
Urin yang dipakai untuk pemeriksaan adalah urin baru dan urin
yang diambil adalah pada waktu pagi hari sehabis bangun tidur. Urin baru
disini akan lebih berguna karena belum terjadi perubahan apa-apa,
misalnya keasaman, bakteri, benda keton dan sebagainya. Urin pagi
lebih baik dipakai karena urin mempunyai BD yang tertinggi (Adam, 1992
h 94).
Pemeriksaan urin dilakukan secara (1) makroskopi meliputi warna,
bau, kekeruhan, keasaman dan berat jenis; (2) Mikroskopi meliputi
eritrosit, leukosit, sel epitel, silinder, dan Kristal; (3) secara kimia meliputi
protein (albumin), hidrat arang (glukosa), urobilin, bilirubin, dan badan-
badan keton (Adam, 1992 hh 92-93).
pH urin mempengaruh ekskresi obat. pH urin bervariasi dari 4,5
sampai 8. Urin yang asam meningkatkan eliminasi obat-obat yang
bersifat basa lemah. Aspirin, suatu asam lemah, diekskresi dengan cepat
dalam urin yang basa.. Jika seseorang meminum aspirin dalam dosis
berlebih, natrium biarbonat dapat diberikan dengan mengubah pH urin
menjadi basa. Juice strawberry dalam jumlah yang banyak dapat
menurunkan pH urin, sehingga terbentuk urin yag asam (Kee, 1996 h 9).

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

Warna urin normal adalah kuning muda atau kuning jerami,jernih.


Pada produksi urin yang banyak, berat jenisnya antara 1,015-1,030
tergantung pada konsentras bahan solid yang larut dalam urin. Bila
produksi urin itu sedikit urin itu pekat dan berat jenisnya naik sedangkan
warnanya lebih gelap (Djojodibroto, 2001 h 67).
Idealnya mendapatkan specimen dari urin pancaran tengah
(‘tangkapan bersih’), periksa jika urin memiliki bau abnormal. Celupkan
dipstick dalam urin untuk melihat adanya protein, darah, glukosa (dan
dengan dipstick yang canggih dapat dilihat leukosit, nitrit, dan lain-lain).
Lakukan sentrifugasi urin pada kecepatan 2000 rpm, suspensikan
kembali butiran dam volume kecil dan lakukan anaisis di bawah
mikroskop. Cari adanya eritrosit, leukosit, bakteri, silinder dan Kristal
(Gleadle, 2003 h 47).
Bila berat jenisnya turun berarti urin lebih encer dan menjadi tiak
berwarna seperti yang terjadi pada diabetes insipidus. Urin normal agak
asam atau pH nya kurang dari 7. Urin normal mengadung urea, kreatinin,
asam urat, garam, pigmen empedu, dan asam oksalat. Bila urin normal
ini disimpan maka akan bereaksi menjadi bersifat alkalis karena urea
iubah menjadi ammonia. Urin dikatakan tidak normal apabila
mengandung albumin, gula, aseton, nanah, ataupun butir darah serta
kast* positif. Dalam keadaan normal orang buang air kecil setiap 3-4 jam.
Urin yang berwarna coklat disertai buih biasanya disebabkan penyakit
liver ataupun saluran empedu. Urin berarna merah karena obat-obatan,
bisa juga karena adanya darah saat metruasi atau bisa juga penyakit
saluran kencing. Urin yang berbau bisa disebabkan minum obat., infeksi,
diabetes militus, atau makanan (petai, jengkol) (Djojodibroto, 2001 h 68).
Pada ikterus obstruktif biasanya didapatkan kesulitan
membedakan penyebab yang jinak (obstruksi batu empedu) dengan

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

penyebab yang ganas (karsinoma kaput pancreas. Ikterus akibat obat


harus selalu dipertimbangkan ulang. Bilirubin terkojungasi memberi
warna kuning pada urin. Urobilinogen tak berwarna namun dalam
beberapa waktu urin berubah warna menjadi cokelat karena urobilinogen
berubah menjadi urobilin melalui oksidasi (Rubenstein 2007, h 44).
Ikterus hemolitik bersifat akolurik (tidak ada bilirubin dalam urin)
namun urin mengadung urobilinogen berebihan karena jumlah bilirubin
yang sampai ke usus berlebihan dan di ekskresikan ulang sebagai
urobilinogen (Rubenstein 2007, h 44).
Pemeriksaan urin di bawah mikroskop yang diperiksa apakah ada
butir darah merah ataupun butir darah putih, sel nanah, bakteri, kast, dan
Kristal (Djojodibroto, 2001 h 68).

(Nurachmah, 2000 h 98)

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

2.2 Uraian Sampel


Urin (Djojodibroto 2001, h 67)
Komposisi : Air (96%), urea (2%), dan natrium klorida (2%)
Warna : Kuning muda atau kuning jerami,jernih
Bau : Tajam dan khas
Reaksi : Sedikit asam terhadap lakmus
pH rata-rata : Kurang dari 7
Berat jenis : 1,015-1,030

2.3 Uraian Bahan


1. Aquades (FI III 1979, h. 96):
Nama resmi : AQUA DESTILLATA
Nama lain : Aquades
Rumus Struktur : H –O—H
Rumus molekul : H2O
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak
mempunyai rasa.
Kegunaan : Sebagai pelarut
2. Larutan Benedict CuSO4 (FI III 1979, h. 731)
Nama resmi : TEMBAGA II SULFAT
Nama lain : Kupri Sulfat
Rumus Molekul : CuSO4
Pemerian : Prisma tri klinik, serbuk hablur, biru
Kelarutan : Larut dalam 3 bagian air dan 3 bagian gliserol,
sangat sukar larut dalam etanol.
Kegunaan : Komposisi Benedict

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

2.1 Prosedur Kerja (Anonim, 2018)


A. Pemeriksaan Fisika Urin
a. Pemeriksaan Bobot Jenis Urin
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditampung sebanyak 50 ml sampel urin
3. Ditimbang piknometer kosong
4. Dipipet urin kedalam piknometer
5. Didinginkan hingga 250C dalam suhu kamar
6. Ditimbang berat piknometer dan urin
7. Dicatat bobotnya lalu dihitung bobot jenis urin
b. Pemeriksaan Warna Urin
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditampung sampel urin A dan sampel urin B
3. Dipipet masing – masing 5mL kedalam tabung reaksi
4. Diamati warna urin dengan sikap serong pada tembus cahaya
c. Pemeriksaan Bau Urin
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditampung sampel urin A dan B
3. Dipipet masing – masing 5mL kedalam tabung reaksi
4. Dicium bau urin yang ditimbulkan oleh urin
d. Pemeriksaan pH Urin
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditampung sampe urin A dan sampel urin B
3. Dimasukkan kedalam tabung reaksi sebanyak 5mL
4. Dicelupkan kertas pH universal
5. Diamati pH – nya kemudian dicatat

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

e. Pemeriksaan Sedimen Urin (mikroskopik)


1. Disiapkan alat dan bahan
2. Disentrifuge urin selama 10 menit dengan kecepatan 3000 RPM
kemudian supernatanya dibuang dan endapannya diambil
3. Diteteskan diatas objek glass
4. Diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 40x dan
gambar eritrosit, leukosit, dan kristal asam
B. Pemeriksaan Zat Organik
a. Pemeriksaan Glukosa Urin
1. Dimasukkan 5 ml reagen benedict ke dalam tabung reaksi
2. Diteteskan 8 tetes urin kedalam tabung reaksi
3. Dicelupkan tabung ke dalam air mendidih selama kurang lebih 5
menit atau dipanaskan di atas api selama kurang lebih 2 menit
4. Diangkat dan dikocok perlahan – lahan setelah itu diamati
warnanya.

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

BAB 3 METODE KERJA

3.1 Alat Praktikum

Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah gegep kayu, pipet
tetes, tabung reaksi, rak tabung, piknometer, dan timbangan analitik.
3.2 Bahan Praktikum
Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah urin dan
kertas pH universal.
3.3 Cara Kerja
A. Pemeriksaan Fisika Urin
a. Pemeriksaan Bobot Jenis Urin
Disiapkan alat dan bahan, ditampung sampel urin sebanyak 50
mL. Ditimbang piknometer kosong. Dipipet urin kedalam
piknometer hingga mencapai mulut piknometer. Didinginkan
hingga 250C dalam suhu kamar. Ditimbang berat piknometer dan
urin. Dicatat masing-masing bobotnya dan dihitung bobot jenis urin
menggunakan rumus menurut FI IV.
b. Pemeriksaan Warna Urin
Disiapkan alat dan bahan, ditampung sampel urin A
(probandus puasa) dan urin B urin (probandus tidak puasa) dipipet
masing-masing 5 mL kedalam tabung reaksi dan diamati warna
urindengan sikap serong pada tembus cahaya..
c. Pemeriksaan Bau Urin
Disiapkan alat dan bahan, ditampung sampel urin A
(probandus puasa) dan urin B urin (probandus tidak puasa)
masing-masing sebanyak 5 mL kedalam tabung reaksi kemudian
dicium bau yang ditimbulkan oleh urin.

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

d. Pemeriksaan pH Urin
Disiapkan alat dan bahan, ditampung sampel urin A
(probandus puasa) dan urin B urin (probandus tidak puasa)
masing-masing sebanyak 5 mL kedalam tabung reaksi kemudian
dicelupkan kertas pH universal, diamati pH-nya kemudian dicatat.
e. Pemeriksaan Sedimen Urin (mikroskopik)
Disiapkan alat dan bahan, urine di sentrifuge selama 15 menit
dengan kecepatan 1000 rpm, kemudian supernatannya dibuang
dan diambil endapannya. Diteteskan di atas objek glass, diamati di
bawah mikroskop dengan pembesaran 40x dan digambar eritrosit,
leukosit dan kristal asam urat.
B. Pemeriksaan Zat Organik
a. Pemeriksaan Glukosa Urin
Dimasukkan 5 mL reagen Benedict ke dalam tabung reaksi
kemudian diteteskan 8 tetes urine, dicelupkan tabung ke dalam air
mendidih selama kurang lebih 5 menit atau dipanaskan di atas api
selama kurang lebih 2 menit. Diangkat dan dikocok perlahan-lahan
setelah itu diamati warnanya.

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil pengamatan


a) Tabel Pengamatan
Bobot Bobot
KLP Urine Pikno Pikno + gr/mL Warna Bau pH Sedimen Glukosa
Kosong Urine
Larutan biru
E=-
0,9916268 Kuning Tidak jernih, tidak
Puasa 79,32134 7 L= -
gr/mL Muda Berbau ada
As. Urat = -
1 29,74 gr endapan (-)
E=- Hijau Biru,
Tidak 1,002322 Kuning Tidak
79,8561 7 L= - tidak ada
Puasa gr/mL Tua Berbau
As. Urat = - endapan (-)
E=- Hijau Biru,
1,006174 Kuning Tidak
Puasa 82,5551 6 L= + tidak ada
gr/mL Muda Berbau
As. Urat = - endapan (-)
32,2464
2 Tetap biru
gr Kuning E=-
Tidak 1,0038 Tidak jernih, tidak
82,4406 Agak 7 L= +
Puasa gr/mL Berbau ada
Tua As. Urat = -
endapan (-)
Larutan biru
Agak E=-
1,006 Kuning jernih, tidak
Puasa 83,029 bau 6 L= +
gr/mL Muda ada
ammonia As. Urat = -
endapan (-)
3 32,72 gr
Larutan biru
E=-
Tidak 1,0024 Kuning Tidak jernih, tidak
82,849 7 L= +
Puasa gr/mL Pucat Berbau ada
As. Urat = -
endapan (-)

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

Larutan
Agak E=- hijau
1,014596 Kuning
Puasa 82,9278 berbau 7 L= - kekuningan,
gr/mL Tua
ammonia As. Urat = - tidak ada
32,198
4 endapan (+)
gr
Tetap biru
E=-
Tidak 1,0032 Kuning Tidak jernih, tidak
82,2140 7 L= -
Puasa gr/mL Muda Berbau ada
As. Urat = -
endapan (-)

b) Perhitungan
Bobot jenis spesimen urin kelompok 1
Dik : Pikno kosong = 29,74 gr
Pikno + urin puasa = 79,32134 gr
Pikno + urin tidak puasa = 79,8561 gr
Volume urin = 50 mL
Dit : Bobot jenis urin ……?
Penyelesaian :
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 + 𝑢𝑟𝑖𝑛 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝐵𝐽 𝑢𝑟𝑖𝑛 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑟𝑖𝑛
79,32134 − 29,74
=
50
49,58134
=
50
= 0,9916268 𝑔𝑟/𝑚𝑙
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 + 𝑢𝑟𝑖𝑛 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝐵𝐽 𝑢𝑟𝑖𝑛 𝑡. 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑟𝑖𝑛
79,8561 − 29,74
=
50

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

50,1161
=
50
= 1,002322 𝑔𝑟/𝑚𝑙
Bobot jenis spesimen urin kelompok 2
Dik : Pikno kosong = 32,2464 gr
Pikno + urin puasa = 82,5551 gr
Pikno + urin tidak puasa = 82,4406 gr
Volume urin = 50 mL
Dit : Bobot jenis urin ……?
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 + 𝑢𝑟𝑖𝑛 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝐵𝐽 𝑢𝑟𝑖𝑛 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑟𝑖𝑛
82,5551 − 32,2464
=
50
50,3087
=
50
= 1,006174 𝑔𝑟/𝑚𝑙
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 + 𝑢𝑟𝑖𝑛 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝐵𝐽 𝑢𝑟𝑖𝑛 𝑡. 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑟𝑖𝑛
82,4406 − 32,2464
=
50
50,1942
=
50
= 1,003884 𝑔𝑟/𝑚𝑙
Bobot jenis spesimen urin kelompok 3
Dik : Pikno kosong = 32,72 gr
Pikno + urin puasa = 83,029 gr
Pikno + urin tidak puasa = 82,849 gr
Volume urin = 50 mL
Dit : Bobot jenis urin ……?

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

Penyelesaian :
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 + 𝑢𝑟𝑖𝑛 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝐵𝐽 𝑢𝑟𝑖𝑛 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑟𝑖𝑛
83,029 − 32,72
=
50
50,309
=
50
= 1,00618 𝑔𝑟/𝑚𝑙
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 + 𝑢𝑟𝑖𝑛 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝐵𝐽 𝑢𝑟𝑖𝑛 𝑡. 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑟𝑖𝑛
82,849 − 32,72
=
50
50,129
=
50
= 1,00258 𝑔𝑟/𝑚𝑙

82,849 − 32,72
=
50
50,129
=
50
= 1,00258 𝑔𝑟/𝑚𝑙
Bobot jenis spesimen urin kelompok 4
Dik : Pikno kosong = 32,198 gr
Pikno + urin puasa = 82,9278 gr
Pikno + urin tidak puasa = 82,2140 gr
Volume urin = 50 mL
Dit : Bobot jenis urin ……?

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

Penyelesaian :
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 + 𝑢𝑟𝑖𝑛 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝐵𝐽 𝑢𝑟𝑖𝑛 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑟𝑖𝑛
82,9278 − 32,198
=
50
50,7298
=
50
= 1,014596 𝑔𝑟/𝑚𝑙
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 + 𝑢𝑟𝑖𝑛 − 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝐵𝐽 𝑢𝑟𝑖𝑛 𝑡. 𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑢𝑟𝑖𝑛
82,2140 − 32,198
=
50
50,016
=
50
= 1,00032 𝑔𝑟/𝑚𝑙

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

4.2 Pembahasan
Urin adalah suatu zat yang dikeluarkan dari tubuh, yang
merupakan hasil dari metabolisme dan salah satu bagian dari ekskresi.
Proses pembentukan urin terdiri dari beberapa tahapan yaitu filtrasi,
reabsorpsi, dan augmentasi.
Warna urin normal adalah kuning muda atau kuning jerami,jernih.
Pada produksi urin yang banyak, berat jenisnya antara 1,015-1,030
tergantung pada konsentras bahan solid yang larut dalam urin. Bila
produksi urin itu sedikit urin itu pekat dan berat jenisnya naik sedangkan
warnanya lebih gelap.
Pemeriksaan terhadap urin banyak dilakukan karena dari urin kita
dapat melihat berbagai macam penyakit yang dapat terindentifikasi.
Misalnya untuk penyakit diabetes, kita dapat mengetahui pasien tersebut
mengidap penyakit diabetes dari urinnya yang mengandung glukosa.
Contoh yang lain misalnya kita apat mengetahui pasien tersebut fungsi
ginjalnya tidak maksimal dari urinnya yang mengandung endapan,
endapan tersebut dapat diindikasikan sebagai Kristal, dan merupakan
cikal bakal dari sakit kencing batu.
Pada percobaan pengujian warna urin. Dengan mengamati warna
urin secara langsung dengan indera penglihatan. Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa urin Probandus puasa
pada kelompok 4 berwarna kuning tua, dan pada Probandus tidak puasa
berwarna kuning muda. Dari percobaan yang dihasilkan bahwa
Probandus puasa dan Probandus tidak puasa dinyatakan Normal karena
memiliki warna yang serupa dengan urin normal yaitu jernih kekuningan
hingga kuning gelap.
Pemeriksaan terhadap bau urin. Dengan mengamati bau urin
secara langsung dengan indera penciuman. Hasil yang diperoleh dari

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

urin Probandus puasa pada kelompok 4 agak berbau amoniak


sedangkan Probandus tidak puasa yaitu tidak berbau, adanya bau
amoniak ini disebabkan oleh pecahan urea menjadi amoniak oleh bakteri,
sehingga diperkirakan terdapat bakteri pada urin Probandus yang tidak
berpuasa.
Pemeriksaan terhadap Bobot jenis urin. Pemeriksaan Bobot jenis
urin dilakukan untuk menetapkan kepekatan urin dengan mengukur bobot
jenisnya. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan piknometer.
Adapun cara kerjanya yaitu ditimbang piknometer kosong, lalu
ditambahkan urin hingga mencapai mulut pikno. Kemudian ditimbang
menggunakan timbangan analitik pada suhu ruangan. Data yang didapat
tersebut kemudian dihitung untuk mendapat Berat jenis dari masing-
masing probandus.
Berdasarkan percobaan pemeriksaan bobot jenis, didapatkan hasil
pada sampel urin Probandus puasa pada kelompok 4 yaitu 1,014596
gr/mL dan untuk urin Probandus yang tidak berpuasa yaitu 1,0032 gr/mL.
Namun dalam pengerjaannya untuk sampel urin puasa, hasil yang
didapatkan bukanlah hasil yang sebenarnya dikarenakan volume urin
yang tidak mencukupi sehingga urin yang digunakan bukanlah dari 1
jenis urin saja, melainkan telah ditambahkan dengan urin dari probandus
kelompok lain untuk mencukupkan volumenya.
Pemeriksaan pH urin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk
mengetahui derajat keasaman urin. Pada pemeriksaan ini digunakan pH
Universal yang dicelupkan kedalam masing-masing urin untuk
mengetahui pH dari masing-masing urin tersebut. Dari hasil yang
diperoleh. Masing-masing pH Urin Probandus adalah urin probandus
puasa pada kelompok 4 yaitu pH 7 dan urin Probandus yang tidak
berpuasa yaitu pH 6. Berdasarkan percobaan probandus puasa dan

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

Probandus tidak puasa memiliki pH yang normal karena masih dalam


range pH urin normal yaitu 4,5-8,0
Pada pemeriksaan sedimen urin. Urin disentrifuge selama 15
menit dengan kecepatan 1000 rpm, setelah itu dibuang supernatan dan
diambil endapannya dan diamati dibawah mikroskop. Pada probandus
puasa dan tidak puasa tidak ditemukannya krinstal asam urat pada urin.
Pada percobaan terhadap zat organik dalam urin, dalam hal ini zat
organik yang akan diperiksa yaitu glukosa. Tujuannya yaitu untuk
memeriksa secara kualitatif adanya glukosa dalam urin. Percobaan ini
dilakukan dengan cara merekasikan specimen urin dengan reagen
benedict ke dalam suatu tabung reaksi, hasil yang didapatkan yaitu pada
kelompok 4 urin probandus puasa ditemukan glukosa dalam urin karena
saat direaksikan dengan perekasi benedict lalu dipanaskan terjadi
perubahan warna yaitu dari warna biru menjadi hijau kekuningan
Alasan urin didinginkan pada suhu 250C yaitu karena pada suhu
tersebut diharapkan dapat mempertahankan pH, glukosa, keton serta
unsur lainnya yang terdapat dalam urin pada proses urinalisis. Alasan
digunakan reagen benedict karena merupakan reagen spesifik untuk
pemeriksaan glukosa.

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa
bobot jenis, warna, bau, pH, dan pemeriksaan sedimen urin adalah
normal, namun pada pemeriksaan glukosa urin probandus puasa
mengandung glukosa atau positif glukosa sedangkan pada urin
probandus tidak puasa tidak mengandung urin atau negatif glukosa.
5.2 Saran
Semoga alat laboratorium lebih di lengkapkan lagi sehingga
praktikan dapat mengetahui lebih jelas lagicara pemeriksaan urin dengan
sesuai prosedur.

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040
PEMERIKSAAN FISIKA DAN ZAT ORGANIK DALAM URIN

DAFTAR PUSTAKA

Adam, S 1992, Dasar-dasar Mikrobiologi dan Parasitologi untuk perawat.


EGC : Jakarta.
Anonim, 2017, Penuntun Praktikum Kimia Klinik. UMI : Makassar.
Ditjen POM,. 1979. Farmakope Indonesia edisi III. Departemen Kesehatan RI
: Jakarta.
Djojodibroto, D 2001, Seluk Beluk Pemeriksaan Kesehatan General Medical
Check Up, Pustaka Populer Obor : Jakarta.
Gleadle, J 2003, At a Glance: Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik, Penerbit
Erlangga : Jakarta.
Kee, J 1996, Farmakologi: Pendekatan Proses Keperawatan, Penerbit Buku
Kedokteran EGC : Jakarta.
Nurachman, E 2000, Buku saku prosedur keperawatan medical-bedah, EGC
: Jakarta.
Rubenstein, D 2007, Lecture Notes: Kedokteran Klinis. Penerbit Erlangga :
Jakarta.

RAHMAT NUR FITRYANTO ZUHRINA IRDAT USMAN


15020150040