Anda di halaman 1dari 3

KOMPLIKASI HEART FAILURE

a. Kerusakan atau kegagalan ginjal


Gagal jantung dapat mengurangi aliran darah ke ginjal, yang akhirnya dapat
menyebabkan gagal ginjal jika tidak ditangani. Kerusakan ginjal dari gagal jantung
dapat membutuhkan dialisis untuk pengobatan.
b. Masalah katup jantung
Gagal jantung menyebabkan penumpukan cairan sehingga dapat terjadi kerusakan
pada katup jantung.
c. Kerusakan hati
Gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan yang menempatkan terlalu
banyak tekanan pada hati. Cairan ini dapat menyebabkan jaringan parut yang
mengakibatkan hati tidak dapat berfungsi dengan baik.
d. Serangan jantung dan stroke
Karena aliran darah melalui jantung lebih lambat pada gagal jantung daripada jantung
yang normal, maka semakin besar kemungkinan pembekuan darah dan dapat
meningkatkan resiko terkena serangan jantung atau stroke.
Bararah, Taqiyyah, M.Kep. & Mohammad Jauhar, S.Pd. 2013. Asuhan Keperawatan
Panduan Lengkap menjadi Perawat Profesional. Jilid 1. Jakarta: Prestasi Pustaka

a. Tromboemboli
Resiko terjadinya bekuan vena (trombosis vena dalam atau DVT (Deep Venous
Thrombosis) dan emboli paru atau EP) dan emboli sistemik tinggi, terutama pada CHF
berat. Bisa diturunkan dengan pemberian warfarin (golongan obat antikoagulan).
b. Komplikasi fibrilasi atrium
Sering terjadi pada CHF, yang bisa menyebabkan perburukan dramatis. Hal tersebut
merupakan indikasi pemantauan denyut jantung (dengan pemberian digoksin/beta
bloker) dan pemberian warfarin.
c. Kegagalan pompa progresif
Bisa terjadi karena penggunaan diuretik dengan dosis yang ditinggikan. Transplantasi
jantung merupakan pilihan pada pasien tertentu.
d. Aritmia ventrikel
Sering dijumpai dan bisa menyebabkan sinkop atau kematian jantung mendadak (25-
50% kematian pada CHF). Pada pasien yang berhasil diresusitasi, amiodaron (obat
anti-arrhythmic), beta bloker, dan defibrilator yang ditanam mungkin turut mempunyai
peranan.
e. Efusi pleura
Dihasilkan dari peningkatan tekanan kapiler. Transudasi cairan terjadi dari kapiler
masuk ke dalam ruang pleura. Efusi pleura biasanya terjadi pada lobus bawah darah.
f. Trombus ventrikuler kiri
Pada gagal jantung kongestif akut dan kronik, pembesaran ventrikel kiri dan
penurunan CO beradaptasi terhadap adanya pembentukkan thrombus pada ventrikel
kiri. Ketika thrombus terbentuk, maka mengurangi kontraktilitas dari ventrikel kiri,
penurunan suplai O2 dan lebih jauh gangguan perfusi.
Davey, Patrick. 2006. Medicine at a Glance. Alih bahasa dr. Annisa Rahmalia & dr.
Cut Novianty R. Jakarta: Erlangga

PENCEGAHAN HEART FAILURE

a. Pencegahan primordial
Pencegahan primordial ditujukan pada masyarakat dimana belum tampak adanya
resiko gagal jantung. Upaya ini bertujuan memelihara kesehatan setiap orang yang
sehat agar tetap sehat dan terhindar dari segala jenis penyakit termasuk penyakit
jantung. Cara hidup sehat merupakan dasar pencegahan primordial penyakit gagal
jantung seperti menjaga berat badan, membatasi konsumsi lemak dan kolestrol,
mengkomsumsi makanan sehat, tidak merokok, membatasi alkohol dan cairan, berolah
raga secara teratur, meghindari stress, seta memelihara lingkungan hidup yang sehat.
b. Pencegahan prime
Pencegahan primer ditujukan pada masyarakat yang sudah menunjukkan adanya
faktor risiko gagal jantung. Upaya ini dapat dilakukan dengan membatasi komsumsi
makanan yang mengandung kadar garam tinggi, mengurangi makanan yang
mengandung kolesterol tinggi, mengontrol berat badan dengan membatasi kalori
dalam makanan sehari-hari serta menghindari rokok dan alkohol. Apabila terlalu
banyak natrium dapat meningkatkan retensi air sehingga dapat membuat jantung
bekerja lebih keras, dan juga dapat menyebabkan sesak napas. Bagi orang dengan
heart failure jumlah garam yang disarankan perhari dalam diet sodium yaitu 2.000
miligram (mg) per hari. Apabila memiliki tekanan darah tinggi, berumur lebih dari 51
ras afrika-amerika, diet garam per hari tidak lebih dari 1.500 mg.
c. Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder ditujukan pada orang yang sudah terkena gagal jantung
bertujuan untuk mencegah gagal jantung berlanjut ke stadium yang lebih berat. Pada
tahap ini dapat dilakukan dengan diagnosa gagal jantung,tindakan pengobatan dengan
tetap mempertahankan gaya hidup dan mengindari faktor resiko gagal jantung.
d. Pencegahan tersier
Pencegahan tersier bertujuan untuk mencegah komplikasi yang lebih berat atau
kematian akibat gagal jantung. Upaya yang dilakukan dapat berupa latihan fisik yang
teratur untuk memperbaiki fungsional pasien gagal jantung. Olahraga yang teratur
seperti berjalan atau bersepeda dianjurkan untuk pasien gagal jantung yang stabil
(NYHA kleas II-III) dengan intensitas yang nyaman bagi pasien.
Mayo Clinic. 2013. Diseases and Conditions Heart failure: Prevention. [online].
(http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/basics/pre vention/con-
20029801