Anda di halaman 1dari 3

LOB pertemuan 3

Empathy: memandang dari perspektif kita tentang objek yang akan dibagikan. Ketika kita berkonflik
dengan seseorang kerena perbedaan pendapat, perbedaan opini dan seterusnya maka karena perbedaan
itu kita diajari untuk berempati. Empathy adalah memandang perspekti kita tentang keberadaan orang
lain dan sebaliknya. Keberagaman itu sifatnya saling positif. Hama menurut orang Biologi adalah hewan
ciptaan alloh yang memang disediakan makanan berupa padi. Hama tidak ada dalam Bahasa Biologi
karena manusia dan hewan itu memang harus mendapatkan makanan dari Maha Pemberi. Oleh karena
itu biologi tidak mengenal kata hama. Kancil mencuri timun bukan berarti Kancil jahat karena timun
diciptakan sebagai makanan Kancil. Begitu juga manusia, tidak ada orang yang diciptakan untuk
merugikan orang lain tetapi bagaimana untuk menjadi orang agar tidak merugikan orang lain itu
masalahnya. Tidak merugikan orang lain itu sudah masuk ke wilayah positioning. Oleh karena itu harus
dibangun dari perspektif positioning positif. Bagaimana perspektif positioning positif itu dibangun yaitu
dengan persepsi dan atribusi. Persepsi adalah apa pendapat saya tentang anda dan atribusi adalah apa
yang ingin anda harapkan tentang pendapat orang lain pada anda. Perilaku manusia dasarnya adalah
perception and attribution transaction (transaksi atribusi dan persepsi). Apabila transaksi atribusi dan
persepsi nyambung maka hubungan akan lancar baik ditengah konflik, ditengah pengambilan keputusan,
ditengah dinamika tim dst. Kalau persepsi tidak selaras dengan atribusi maka akan terjadi peluang konflik.

Apabila berkonflik dengan seseorang maka bisa jadi aspek dasar berupa persepsi dan atribusi tidak
nyambung. Oleh karena itu perlu empathy untuk memahami persepsi dan atribusi. Persepsi saya seperti
itu belum tentu cocok dengan apa yang diatribusikan terhadap dirinya.

Anda harus menjadi orang yang special didalam event apapun karena ketika anda menyampaikan sesuatu
disitu ada 2 hal penting yang akan dilihat orang lain sebagai masukan bagaimana mereka bereaksi
terhadap anda. 1) who you are (personal style) 2)apa yang anda sampaikan didalam setiap event

Apakah organisasi semakin beragam semakin baik? Organisasi adalah fasilitas bagi orang-orang untuk
bekerja sama. Prinsip yang tidak bisa dihilangkan dan dihindari adalah keberagaman itu. Apakah organisasi
semakin beragam itu baik maka jawabannya adalah tergantung. Kalau anda berniat untuk membangun
organisasi dari spirit kebersatuan karena keberagaman maka organisasi itu menjadi baik tapi kalau
organisasi dibangun untuk memisahkan siapa yang baik dan tidak baik maka organisasi itu menjadi tidak
baik karena gagalnya sebuah organisasi itu ditandai dengan tidak mampu-nya system menyerap seluruh
potensi dari orang-orang yang ada didalamnya. Kalau organisasi menghasilkan orang-orang terbuang dan
tidak terbuang bisa jadi organisasinya jelek. Dibawah konsep organisasi seperti apa kita bisa
mengakomodasi semua orang agar mereka kontribusi pada organisasi dan menyadari bahwa mereka
adalah keberagaman? Tergantung dalam dua hal yaitu tergantung kesadaran orang dalam keberagaman
dan bagaimana mengoptimalkan keberagaman itu dan yang kedua tergantung organisasi sebagai fasilitas
yang dibuat berdasarkan keberagaman.
Ketika rasa percaya diri dan rasa penghargaan terhadap diri anda itu tinggi karena you are a trustable
personal maka anda adalah seorang yang memiliki integritas karena anda dipercaya maka dengan mudah
mampu mempengaruhi orang dengan baik. Apabila orang telah membangun untrust terhadap diri anda
dan anda tidak mempunyai self esteem yang cukup untuk itu maka anda akan kehilangan power to reverse.

Self esteem menjadi kata kunci bagaimana orang mengapresiasi anda. Sebenarnya pola transaksi kita ini
adalah bagaimana memposisikan orang berdasarkan bagaimana anda memposisikan diri kita

The right person on the right place adalah menjadi hal yang penting sehingga perbedaan di dalam konteks
orang-orang dengan karakter keahlian khusus itu memang di setting didalam organisasi untuk dapat
berkontribusi di dalam organisasi. Orang dapat membuat keputusan akan tugas dan tanggung jawab
pekerjaannya dengan efektif dan efisien. Membuat keputusan adalah tugas every body karena every
body’s special. Semua orang dihadapan tugas dan tanggung jawab dan wewenang serta hak yang
dimilikinya ketika menjalankan pekerjaan maka dia adalah seorang pemimpin.

LOB pertemuan ke 5

Bagaimana grup (kelompok) dapat menjadi sebuah tim ketika memiliki leadership, yaitu berbagi peran
dalam memimpin, dalam suatu tim tidak ada seorang individu yang menjadi pemimpin karena dalam tim,
setiap individu bertanggung jawab sebagai pemimpin (mempunyai leadership). Sedangkan, kelompok
hanya dipimpin oleh satu individu.

Prinsip dinamika tim yang diterapkan dalam pola 433 di sepak bola bahwa pemain atau anggota tim akan
berusaha menjalankan tugas khusus sesuai peran, fungsi dan jabatannya yang menjadi assist yang baik
dan mendukung anggota tim yang lain dan dia siap dalam posisi apa pun ditempatkan dalam kondisi apa
pun (tim modern desainnya seperti itu).

Logika tim dalam contoh sepak bola, pertama adalah forming, yaitu pelatih dan pemain mendiskusikan
model permainan seperti apa yang harus digunakan (Siapa menempati posisi apa). Di tahap forming itu,
masing-masing akan mencoba disamakan persepsinya (ketika menempati posisi itu maka anda akan
bermain dengan teman bermain itu. Disitu lah dibicarakan sebelum permainan itu berjalan. 10 menit
pertama, didalam sebuah tim sepak bola adalah tahap storming. Tahap storming itu mereka bermain
seperti pola yang disampaikan oleh pelatih sepak bola, mencari bentuk terbaik permainannya dan mencari
bentuk terbaik permainan teman-temannya. Mereka dapat melakukan storming karena telah bertemu
musuh. Kemudian adalah tahap norming, ketika kita sudah tahu bermain sepak bola dalam posisi itu harus
bermain seperti apa dan telah ketemu musuh dengan strategi sendiri maka disitulah disusun norming.
Norming adalah proses untuk menyamakan permainan antar pemain karena menghadapi musuh seperti
itu. Setelah norming terjadi, maka selanjutnya adalah tahap performing, yaitu masing-masing memainkan
posisi terbaiknya dan memberikan assist, bantuan dan dukungan kepada pemain lainnya untuk
memainkan posisi terbaiknya.
Di dalam manajemen, membentuk sebuah tim, pertama kali diskusikan konsep diatas meja sebagai bagian
scenario yang belum mengasumsikan apa-apa karena kita belum melakukan kepada tindakan konkrit
menjadi pelaku sebuah organisasi. Selanjutnya ketika memasuki kondisi real disitu campuran antara
konsep dan the art of management by person to person ketemu. Ketika berbicara pada konsep yang ideal
dan setiap orang mengambil gaya seperti apa melakukan tugasnya disitulah tahap storming terjadi dan
akan terjadi namanya natural spin off, yaitu ada sifat-sifat atau karakter-karakter saya yang tidak baik
karena saya bertemu dengan anda maka saya dengan sadar akan membuang sifat tidak baik saya agar
dapat bekerja sama dengan anda dan sebaliknya. Storming adalah proses penyeimbangan antar persepsi
saya dan anda sehingga terjadi proses hubungan mutualisme yang harmonis. Disinilah terjadi
pembentukan-pembentukan pola kerja sama. Tahap norming, adalah mencoba mengumpulkan meng
akumulasi memodifikasi kesepakatan-kesepakatan yang kita peroleh ditahap storming untuk menjadi
aturan bersama. Biasanya di tahap norming dimunculkan system yang lebih baku dengan SOTK (standar
operasional tata kelola system yang dapat diterima oleh semua pihak). Selanjutnya adalah performing,
adalah think as a team, yaitu berpikir sebagai tim. Artinya begitu ada satu hal yang tidak bisa dilakukan
orang lain dengan sempurna maka orang lain yang ada disekitarnya wajib menutupnya atau mem back up
nya agar tim efektif, efisien dan produktif. Disini kita tidak melihat person to person tetapi kita melihat
dalam kacamata tim. Proses performing ini akan berjalan sesuai dengan lamanya waktu di dalam tim dan
apabila tim tidak sampai dalam tahap adjourning maka tim akan terjebak ke dalam group think. Hubungan
antar anggota akan menjadi sangat erat (sangat kohesif) sehingga tim tersebut tidak mau mendengarkan
masukan-masukan atau saran-saran dari orang diluar tim. Group think adalah selangkah menuju
hancurnya tim maka disebut fase adjourning, yaitu ketika kita sadar telah memasuki tahap ini maka kita
harus merombak tim untuk meremajakan tim dengan spirit baru, tantangan baru, dinamika baru karena
tidak melakukan ini tim akan hancur karena over cohesiveness. Contohnya tim sepak bola under 20 masih
sangat mudah untuk diajak dikondisikan berprestasi tetapi setelah itu prestasinya turun. Hal ini karena
tim under 20 masih menjalankan fungsi forming, storming, norming, dan performing dengan baik tetapi
setelah 20 ke atas proses storming itu kembali ke belakang karena mereka tidak belajar dari pengalaman
pembentukan tim.