Anda di halaman 1dari 25

SKRIPSI

HERMAWAN SUSANTO

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA


GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN
INFEKSI SALURAN KEMIH
(Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr.Saiful Anwar
Malang)

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2012
Lembar Pengesahan

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN


SEFALOSPORIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN
KEMIH
Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RS. Saiful Anwar Malang

SKRIPSI

Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Farmasi pada


Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang
2012

Oleh:

HERMAWAN SUSANTO
08040063

Disetujui oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Didik Hasmono,Apt,.MS. Hidajah Rachmawati,S.Si.Apt, Sp. FRS.


NIP:195809111986011001 NIP UMM:144.0609.0449

ii
Lembar Pengujian

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN


SEFALOSPORIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN
KEMIH
Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RS. Saiful Anwar Malang

SKRIPSI

Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Farmasi pada


Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang
2012

Oleh:

HERMAWAN SUSANTO

08040063

Disetujui oleh:

Penguji I Penguji II

Drs. Didik Hasmono,Apt,.MS. Hidajah Rachmawati,S.Si.Apt, Sp. FRS.


NIP:195809111986011001 NIP UMM:144.0609.0449

Penguji III Penguji IV

Dra.Lilik Yusetyani,Apt.,Sp.FRS Nailis Syifa’,S.Farm.,Apt.,M.Sc.


NIP UMM:114.0704.0450 NIDN:0727118602

iii
KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Puji syukur tercurahkan kepada ALLAh SWT, tuhan semesta alam karena
berkat rahmad dan ridhonya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN
PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di
Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang).
Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana
Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari
peranan pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan
segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. ALLAH SWT, tuhan semesta alam yang memberikan rahmat, nikmat dan
hidayahnya kepada umatnya, Rosulullah SAW, yang sudah menuntun kita
menuju jalan yang lurus.
2. DR. Dr. Basuki Bambang Purnomo, Sp.U selaku Direktur RSU Dr. Saiful
Anwar Malang yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk
melakukan penelitian di RSU Dr. Saiful Anwar Malang.
3. Prof. Dr. Dr. M. Istiadjid ES, SpS, Sp.BS, M.Hum selaku Ketua Komisi
Etik Penelitian Kesehatan yang telah memberikan izin dan kelayakan etik
sehingga penulis bisa melakukan penelitian di RSU Dr. Saiful Anwar
Malang.
4. Sri Erna Utami, SKM,. M.Kes (MARS) selaku Kepala Bidang Rekam
Medik dan Evaluasi Pelaporan di RSU Dr. Saiful Anwar Malang yang
telah memberikan kepercayaan kepada saya dalam melakukan penelitian di
ruang rekam medik RSU Dr. Saiful Anwar Malang.
5. drg. Asri Kusuma Djadi, MMR selaku Kepala Bidang Pendidikan dan
Penelitian di RSU Dr. Saiful Anwar Malang yang telah membantu dalam
memperlancar jalannya penelitian di RSU Dr. Saiful Anwar Malang.

iv
6. dr. Besut Daryanto, Sp.U selaku Kepala SMF Bedah Urologi di RSU Dr.
Saiful Anwar Malang.
7. Dra. Arofa Idha, Apt selaku Kepala Instalasi Farmasi RSU Dr. Saiful
Anwar Malang .
8. Staf pengawai RMK RSSA Malang yang banyak membantu dalam proses
pengambilan data skripsi.
9. Ibu Tri Lestari H.M.Kep.Sp.Mat., selaku Dekan Fakultas ilmu kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan
penulis belajar di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Malang.
10. Ibu Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes., Apt., selaku Ketua Program Studi
Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberi motivasi
dan kesempatan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas
Muhammadiyah Malang.
11. Bapak Drs. Didik Hasmono, Apt., MS., selaku Dosen Pembimbing I,
disela kesibukan bapak masih bisa meluangkan waktu untuk membimbing
dan memberi pengarahan dan dorongan moril sampai terselesaikannya
skripsi ini.
12. Ibu Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS., selaku Dosen Pembimbing
II yang dengan tulus dan ikhlas penuh kesabaran, membimbing,
mengarahkan dan memberikan kemudahan sarana dan prasarana sehingga
skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
13. Ibu Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp.FRS., selaku Dosen Penguji I yang telah
banyak memberikan saran dan masukan demi kesempurnaan skripsi ini.
14. Ibu Nailis Syifa’, S.Farm., Apt., MSc., selaku Dosen Penguji II yang telah
banyak memberikan saran dan motivasi demi kesempurnaan skripsi ini.
15. Ibu Siti Rofida, S.si., Apt., selaku Dosen wali. Terima kasih banyak atas
arahan ibu selama ini.
16. Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm., Apt., selaku Dosen Farmasi
Universitas Muhammadiyah Malang yang telah susah payah membantu
jalanya ujian skripsi sehingga kami dapat melaksanakan ujian skripsi
dengan baik.

v
17. Untuk semua Dosen Farmasi Universitas Muhamadiyah Malang yang
sudah memberikan waktunya untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang sangat
berguna.
18. Laboran Mbk Susi, mbk Nila, Mbk Sri, Mas Ferdy, yang sudah mau
membantu dalam proses praktikum di Laboratorium.
19. Pak Lukman, Mbak Yuli, Pak Agus, selaku tata usaha Program Studi
Farmasi Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
20. Orang Tuaku tercinta, Bapak H.Ardi, dan Ibu Hj.Sunarti, yang tiada
hentinya memotivasi dalam segala hal, dengan sabar mendoakan untuk
kebaikan dan kesuksesan anak-anaknya. Terima kasih banyak atas didikan
dan kerja keras untuk membuat anak-anaknya bahagia serta mendapatkan
ilmu yang bemanfaat.
21. Kakakku Winarto dan Adekku Lulut Sulistiono terima kasih buat motivasi
dan do’anya. Sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu.
22. Sahabat seperjuanganku Eka Sastra Pranatha, Saihun Alif Alfian, Norma
yulina, Jasmi Harjo, Yugo Gandigora, Anna Tressia, Silfi Puspitasari,
Maria, Vika, Damas Gigih, Dimas Purwo Nugroho, Finuril Hidayah,
Nurshauma, Yofrita atas kebersamaan, bantuan, motivasi, semangat serta
kerja samanya sehingga sekripsi ini dapat terwujud.
23. Sahabat-sahabatku Alif Wahyu Jatmiko, Yayan Rusadi, Fandy Maulana,
Warid Rosiman Syahbana, Buhari Adi Putra dan Imam Arief Cahyadin
dengan keceriaan dan semangat kalian selama ini sebagai sahabat yang
membantu dan mendukung saat susah maupun senang.
24. Adek-adekku Nabilah Nadhif, Nuraini Ramli Adjam, Nurvita Sari
Moechtar, Nurwahdaniati, Uyan Wuryani, Aidah Yun Shochibah, Ogik
Winarti, Eka Putri, Wisnu Agi Tidaria, dan Gaya Try Pertiwi terima kasih
atas semangat dan do’a kalian selama ini sebagai saudara yang membantu
dan mendukung saat susah maupun senang.
25. Saudaraku KKN 34 - tahun 2012 terima kasih atas pengalaman, keceriaan
dan semangat kalian sebagai saudara baruku.
26. Sahabat terdekatku Desi Ekarmila S.R terima kasih atas semangat, do’a
dan kebersamaannya disaat susah maupun senang.

vi
27. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf
dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semua keberhasilan ini tak luput
dari bantuan, doa yang telah kalian semua berikan.
Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis
tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak
mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan ini dapat
berguna bagi penelitian berikutnya, amiin.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Malang, 13 Oktober 2012


Penyusun

(Hermawan Susanto)

vii
RINGKASAN

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN


SEFALOSPORIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH
(Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful
Anwar Malang)

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi akibat berkembang biaknya


mikroorganisme di dalam saluran kemih, yang dalam keadaan normal urin tidak
mengandung bakteri, virus atau mikroorganisme lain. Dengan demikian urin di
dalam sistem saluran kemih biasanya steril. Umumnya infeksi saluran kemih
disebabkan oleh kuman gram negatif. Escherichia coli merupakan penyebab
terbanyak baik pada yang simtomatik maupun yang asimtomatik yaitu 70 - 90%.
Enterobakteria seperti Proteus mirabilis (30 % dari infeksi saluran kemih pada
anak laki-laki tetapi kurang dari 5 % pada anak perempuan), Klebsiella
pneumonia dan Pseudomonas aeruginosa dapat juga sebagai penyebab.
Infeksi saluran kemih dibagi menjadi dua yaitu infeksi nosokomial dan
infeksi yang didapat dikomunitas. Antibiotika merupakan terapi utama pada
infeksi saluran kemih. Hasil uji kultur dan tes sensitivitas sangat membantu dalam
pemilihan antibiotika yang tepat. Efektivitas terapi antibiotika pada Infeksi
saluran kemih dapat dilihat dari penurunan angka lekosit urin disamping hasil
pembiakan bakteri dari urin setelah terapi dan perbaikan status klinis pasien.
Pada pasien Infeksi saluran kemih komplikasi, terapi awal diberikan
golongan floroquinolon intravena, aminoglikosida dengan atau tanpa ampisilin
atau sefalosporion spektrum luas dengan atau tanpa aminoglikosida. Jika pasien
telah dirawat di rumah sakit selama 6 bulan, dengan menggunakan kateter,
pengobatannya harus dipertimbangkan. Dalam pengaturannya dianjurkan
menggunakan ceftazidime, asam tikarsilin-klavulanat, piperasilin, aztreonam,
meropenem, imipenem atau, dalam kombinasi dengan aminoglikosida. Tindak
lanjut kultur urin harus diperoleh 2 minggu setelah selesai terapi untuk
memastikan respon yang memuaskan dan untuk mendeteksi kemungkinan
kambuhnya infeksi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan
antibiotika golongan Sefalosporin pada pasien dengan kasus Infeksi Saluran
Kemih di RSU Dr. Saiful Anwar Malang, mengkaji hubungan terapi antibiotika
golongan Sefalosporin terkait dosis yang diberikan, rute pemberian, lama
pemberian dan waktu pemberian yang dikaitkan dengan data klinik di RSU Dr.
Saiful Anwar Malang. Penelitian ini memberikan manfaat sebagai bahan
pertimbangan bagi pihak-pihak yang terkait dalam menentukan kebijakan tentang
penggunaan antibiotika golongan Sefalosporin pada kasus Infeksi Saluran Kemih,
melalui penelitian ini hasilnya dapat menjadi sumber informasi kepada para
praktisi kesehatan dan masyarakat umum serta rumah sakit terkait penggunaan
antibiotika golongan Sefalosporin pada kasus Infeksi Saluran Kemih, bermanfaat
bagi farmasis agar bisa aktif berkontribusi dalam asuhan kefarmasian terkait
dengan kepatuhan pasien dalam menggunakan antibiotika golongan Sefalosporin
pada kasus Infeksi Saluran Kemih dan meningkatkan kualitas pelayanan pada

viii
instalasi farmasi terutama pada penggunaan antibiotika golongan Sefalosporin
pada Infeksi Saluran Kemih.
Kerangka konseptual pada penelitian ini yaitu melakukan rekapitulasi
Infeksi Saluran Kemih pada Rekam Medik Kesehatan (RMK). Infeksi Saluran
Kemih dapat disebabkan oleh bakteri antara lain Escherichia coli, E. Faecalis,
Klebsiella sp, Staphylococcus sp, Proteus sp, Klebsiella sp, Serratia,
Pseudomonas sp. Beberapa bakteri diatas diketahui melalui pemeriksaan
mikrobiologis. Sedangkan untuk mengetahui infeksi pada pasien, dapat dilihat
dari data klinik dan data laboratorium. Dari hasil pemeriksaan mikrobiologi, data
klinik dan data laboratorium, mempermudah untuk menyesuaikan terapi yang
akan diberikan.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional karena peneliti tidak
memberikan perlakuan terhadap pasien. Rancangan penelitian ini bersifat
deskriptif yaitu berupa studi retrospektif (penelitian yang dilakukan dengan
meninjau kebelakang). Kriteria inklusi meliputi pasien dengan diagnosa Infeksi
Saluran Kemih dengan atau tanpa penyakit penyerta selain penyakit infeksi dan
mendapatkan terapi antibiotika golongan Sefalosporin yang berada di instalasi
rawat inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode Januari 2011 sampai Desember
2011 dengan Rekam Medik Kesehatan (RMK) yang lengkap.
Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Studi Penggunaan Antibiotika
golongan Sefalosporin pada Infeksi Saluran Kemih yang dilakukan di Instalasi
Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari 2011 sampai dengan
31 Desember 2011 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 pasien. Terdiri
dari 42,5% laki-laki dan 57,5% perempuan. pasien yang berusia antara 0-1 bulan
masing-masing 0% baik pada bayi laki-laki atau perempuan, pada usia 1 bulan-1
tahun yaitu 0% laki-laki dan 2,5% perempuan, usia 1–12 tahun anak laki-laki
2,5% dan anak perempuan 2,5%, kemudian pada usia 13-18 tahun remaja laki-laki
yaitu 0% dan perempuan 2,5%, usia diatas 19-25 tahun perempuan dewasa 2,5%,
laki-laki dewasa sebesar 0%, 26-44 tahun untuk laki-laki 7,5%, perempuan 2,5%,
untuk usia 45-60 tahun pada laki-laki 17,5%, pada perempuan 32,5% dan untuk
usia 60-85 tahun untuk laki-laki 15% sedangkan perempuan 10%. Penggunaan
terapi antibiotika tunggal 64%, kombinasi dua antibiotika 31,5%, dan kombinasi
tiga antibiotika 4,5%. penggunaan terapi antibiotika golongan sefalosporin
sebanyak 75,6%, golongan penisilin 8,9%, golongan fluoroquinolon 10,6% dan
golongan lain-lain 5,4%. Pada penelitihan ini penggunaan antibiotika pada kasus
infeksi saluran kemih yang paling banyak adalah golongan sefalosporin generasi
ketiga. Ceftriaxon merupakan jenis antibiotika yang paling banyak digunakan
pada penelitihan ini sebanyak 59,6%. Untuk antibiotika dua kombinasi yang
paling banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin generasi III + golongan
lain-lain sebanyak (35,7%) terdiri dari Ceftriaxone iv + Clindamycin po 7,2%,
Ceftriaxon iv + Cotrimoxazol po 3,6%, Ceftriaxon iv + Vamcomycin 3,6%,
Ceftriaxone iv + Metronidazol iv 17,8%, Ceftazidime iv + Metronidazol iv 3,6%.
Dan antibiotik tiga kombinasi yaitu Ceftriaxon + Metronidazol + Clindamisin,
Cotrimoxazol + Metronidazol + Tetracyclin, Ceftriaxon + Metronidazol +
Ciprofloxacin, Cefuroxime + Ciprofloxacin + Metronidazol masing-masing
sebanyak (25%).

ix
ABSTRACT

STUDY OF THE USE ANTIBIOTIC CEPHALOSPORIN GROUP IN


INFECTION PATIENTS IN URINARY TRACT
Research In Inpatients Hospital Of Dr. Saiful Anwar Malang

Background : Urinary tract infection (UTI) is an infection caused by a


proliferation of microorganisms in the urinary tract, which in normal urine
contains no bacteria, viruses or other microorganisms. Urinary Tract Infection is
divided into two categories, nosocomial infection and community infections. This
infection can be categorized as symptomatic or asymptomatic. Generally Urinary
Tract Infection caused by gram-negative. Escherichia coli is the most common
cause in both the symptomatic and asymptomatic is 70-90%. Another cause is the
bacteria Klebsiella pneumoniae and Pseudomonas aeruginosa. In patients with
complication, of Urinary Tract Infection be given early therapies group
fluoroquinolon intravena, aminoglikosida with or without ampicillin or broad
spectrum Cephalosporin with or without an aminoglikosida.
Objectives: The aims of the study determine patterns the use of cephalosporin in
patients UTIs and examine is cephalosporin antibiotic therapy related to a given
dose, route of administration, duration and timing of administration are associated
with clinical and laboratory data in Dr. Saiful Anwar Malang Hospital.
Methods: The research is a observational study retrospective in patients UTI from
1 January to 31 December 2011.
Result & Conclusion : Of the 40 patients obtained single antibiotics 64,0%,
Combination of two antibiotics is 31,5%, and a combination of three antibiotic
4,5%. Single antibiotic is widely used third-generation cephalosporin group is
70.3%, and the type most widely used antibiotics in this group was 59.6%
Ceftriaxone.
Key words: Urinary Tract Infection (UTI), Cephalosporin, Inpatients

x
ABSTRAK

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN


SEFALOSPORIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH
Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar
Malang

Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi akibat berkembang
biaknya mikroorganisme di dalam saluran kemih, yang dalam keadaan normal
urin tidak mengandung bakteri, virus atau mikroorganisme lain. Infeksi Saluran
Kemih dibagi dalam dua katagori yaitu infeksi nosokomial dan infeksi komunitas.
Infeksi ini dapat dikategorikan sebagai simptomatik atau asimtomatik. Umumnya
Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh kuman gram negatif. Escherichia coli
merupakan penyebab terbanyak baik pada yang simptomatik maupun yang
asimtomatik yaitu 70 - 90%. Bakteri penyebab yang lain adalah Klebsiella
pneumonia dan Pseudomonas aeruginosa. Pada pasien Infeksi saluran kemih
komplikasi, terapi awal diberikan golongan floroquinolon intravena,
aminoglikosida dengan atau tanpa ampisilin atau sefalosporion spektrum luas
dengan atau tanpa aminoglikosida.
Tujuan: untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika golongan sefalosporin
pada pasien Infeksi Saluran Kemih dan mengkaji hubungan terapi antibiotika
golongan sefalosporin terkait dosis yang diberikan, rute pemberian, lama
pemberian dan waktu pemberian yang dikaitkan dengan data klinik di RSU Dr.
Saiful Anwar Malang.
Metode: Penelitian observasional berupa studi retrospektif pada pasien Infeksi
Saluran Kemih dari tanggal 1 januari sampai 31 desember 2011.
Hasil & Kesimpulan: Dari 40 pasien diperoleh pemberian antibiotika tunggal
64,0%, kombinasi dua antibiotika 31,5% dan kombinasi tiga antibiotika 4,5%.
Antibiotika tunggal yang banyak digunakan adalah golongan Sefalosporin
generasi III yaitu 70,3%, dan jenis antibiotik yang paling banyak digunakan
adalah Ceftriaxon 59,6%.

Kata Kunci: Infeksi Saluran Kemih (ISK), Sefalosporin, Rawat Inap.

xi
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ............................................................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. ii
LEMBAR PENGUJIAN .................................................................................. iii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iv
RINGKASAN .................................................................................................. viii
ABSTRACT ..................................................................................................... x
ABSTRAK ....................................................................................................... xi
DAFTAR ISI .................................................................................................... xii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xv
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xviii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xx
DAFTAR SINGKATAN ................................................................................ xxi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ......................................................................... 4
1.3. Tujuan Penelitian........................................................................... 4
1.4. Manfaat Penelitian......................................................................... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 5
2. 1. Tinjauan Tentang Infeksi Saluran Kemih ..................................... 5
2.1.1. Definisi Infeksi Slauran Kemih ........................................... 5
2.1.2. Epidemiologi Infeksi Saluran Kemih .................................. 6
2.1.3. Etiologi Infeksi Saluran kemih ............................................ 7
2.1.4. Patofisiologi InfeksiSaluranKemih ...................................... 9
2.1.5. Faktor Resiko Infeksi Saluran Kemih .................................. 10
2.1.6. Patogenesis Infeksi Saluran Kemih ..................................... 10
2.1.7. Gejala Klinis Infeksi Saluran Kemih ................................... 11
2.1.8. Komplikasi Infeksi Saluran Kemih ..................................... 12
2.1.9. Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih ....................................... 15
2.1.10. Terapi Infeksi Saluran Kemih ........................................... 15
2.2. Tinjauan Tentang Antibiotika Golongan Sefalosporin ................. 17

xii
2.2.1. Mekanisme Kerja Golongan Sefalosporin .......................... 18
2.2.2. Penggolongan Sefalosporin ................................................. 18
2.2.3. Mekanisme Resistensi Bakteri Terhadap Sefalosporin ....... 21
2.2.4. Sifat Umum Sefalosporin .................................................... 21
2.2.5.Bioavaibilitas Sefalosporin .................................................. 22
2.2.6.Efek Samping ....................................................................... 22
2.2.7.Penggunaan sefalosporin untuk ISK .................................... 23
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL .......................................................... 24
3. 1. Uraian Kerangka Konseptual ........................................................ 24
3.1. Bagan kerangka Konseptual Terapi
Pada Infeksi Saluran Kemih .......................................................... 26
3. 2. Kerangka Operasional Terapi Pada Infeksi Saluran Kemih.......... 27
BAB IV METODE PENELITIAN .................................................................. 28
4. 1. Rancangan Penelitian .................................................................... 28
4. 2. Populasi ......................................................................................... 28
4. 3. Sampel ........................................................................................... 28
4. 4. Cara Pengambilan Sampel ............................................................ 28
4. 5. Kriteria Inklusi .............................................................................. 28
4. 6. Kriteria Eksklusi ............................................................................ 28
4. 7. Bahan Penelitian ............................................................................ 29
4. 8. Instrument Penelitian..................................................................... 29
4. 9. Lokasi Dan Waktu Penelitian........................................................ 29
4. 10. Definisi Operasional ...................................................................... 29
4.10.1. Pasien ................................................................................ 29
4.10.2. Jenis Antibiotika................................................................ 29
4.10.3. Rute Pemberian ................................................................. 29
4.10.4. Dosis Pemberian ................................................................ 29
4.10.5. Durasi Penggunaan ............................................................ 29
4.10.6. Waktu Pemberian .............................................................. 29
4.10.7. RMK Lengkap ................................................................... 30
4.10.8. Data Klinik ........................................................................ 30
4.10.9. Data Laboratorium ............................................................ 30

xiii
4. 11. Tahap Penelitian ............................................................................ 30
4. 12. Analisa Data .................................................................................. 31
BAB V HASIL PENELITIAN ........................................................................ 32
5.1. Jumlah Sampel Penelitian ............................................................. 32
5.2. Data Demografi pasien .................................................................. 32
5.2.1. Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin ................................ 32
5.2.2. Distribusi Berdasarkan Usia ................................................ 33
5.3. Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih ................................................ 33
5.4. Identifikasi Mikrobiologi .............................................................. 34
5.5. ISK Tanpa Penyakit Penyerta & Dengan Penyakit Penyerta ........ 36
5.6. Faktor Resiko Infeksi Saluran Kemih ........................................... 37
5.7. Terapi Antibiotika Yang Diterima Pasien ..................................... 38
5.7.1. Distribusi Terapi Antibiotika Tunggal Yang Diterima
Pasien Infeksi Saluran Kemih ............................................. 39
5.7.2. Distribusi Terapi Kombinasi Dua Antibiotika Yang
Diterima Pasien Infeksi Saluran Kemih ............................. 44
5.7.3. Distribusi Terapi Kombinasi Tiga Antibiotika Yang
Diterima Pasien Infeksi Saluran Kemih ............................. 49
5.8. Status Pasien.................................................................................. 50
5.9. Lama Perawatan Pasien ................................................................. 50
5.10. Keadaan Klinik Pasien Saat Keluar Rumash Sakit ....................... 51
5.11. Status Pasien Saat Keluar Rumah Sakit ........................................ 52
BAB VI PEMBAHASAN ................................................................................ 53
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 59
7.1. Kesimpulan.................................................................................... 59
7.2. Saran ............................................................................................. 60
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 61
LAMPIRAN ..................................................................................................... 64

xiv
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
2.1. Bakteri penyebab ISK ............................................................................. 7
2.2. Faktor-faktor predesposisi yang mempermudah terjadinya ISK ........... 10
2.3. Antibiotika pada ISK bawah tanpa komplikasi ISK .............................. 13
2.4. Terapi antibiotika pilihan pada beberapa mikroorganisme penyebab
UTI Uncomplicated ............................................................................... 17
2.5. Terapi antibiotika pilihan pada beberapa mikroorganisme penyebab
UTI Complicated ................................................................................... 17

5.1. Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin Pasien ISK Rawat Inap di RSU
Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari 2011 sampai dengan 31
Desember 2011 ....................................................................................... 32
5.2. Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur Pasien ISK Rawat
Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari 2011
sampai dengan 31 Desember 2011 .........................................................33
5.3. Klasifikasi ISK Pada Pasien Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar
Malang periode 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2011 ......33
5.4. Distribusi Jumlah Pemeriksaan Mikrobiologi Pasien Rawat inap ISK
di RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode 1 Januari 2011 sampai
dengan 31 Desember 2011 ......................................................................34
5.5. Distribusi Bakteri Hasil pemeriksaan mikrobiologi pasien ISK di
Instalasi Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1
Januari sampai dengan 31 Desember 2011 .............................................35
5.6. Distribusi Jenis Kuman yang ditemukan dari hasil pemeriksaan
mikrobiologi pasien ISK di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful
Anwar Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011.....35
5.7. Distribusi ISK Dengan dan Tanpa Penyakit Penyerta Pada Pasien
Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode 1 Januari
sampai dengan 31 Desember 2011 ..........................................................36
5.8. Faktor Resiko Pada Pasien Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar
Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ................37

xv
5.9. Jumlah dan Persentase Antibiotika Yang Diterima Pasien ISK Rawat
Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari sampai
dengan 31 Desember 2011 ......................................................................38
5.10. Jumlah dan Persentase Antibiotika Tunggal Yang Diterima Pasien
ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari
sampai dengan 31 Desember 2011 .........................................................39
5.11. Jumlah dan Persentase Masing-Masing Jenis Antibiotika Golongan
Sefalosporin Tunggal Yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap di RSU
Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31
Desember 2011 .......................................................................................40
5.12.Jumlah dan Persentase Masing-Masing Jenis Antibiotika Golongan
Penisilin Yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful
Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ...41
5.13. Jumlah dan Persentase Masing-Masing Jenis Antibiotika Golongan
Fluoroquinolon Yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr.
Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember
2011 ........................................................................................................42
5.14. Jumlah dan Persentase Masing-Masing Jenis Antibiotika Golongan
Lain-lain Yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful
Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ...43
5.15. Jumlah dan Persentase Dua Kombinasi Antibiotika yang Diterima
Pasien ISK Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang
Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ............................44
5.16. Jumlah dan Persentase Antibiotika Kombinasi Dua golongan
Sefalosporin generasi III + Fluoroquinolon yang Diterima Pasien ISK
Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1
Januari sampai dengan 31 Desember 2011 .............................................45
5.17. Jumlah dan Persentase Antibiotika Kombinasi Dua golongan
Sefalosporin generasi III + Aminoglikosida yang Diterima Pasien
ISK Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang
Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ............................46

xvi
5.18. Jumlah dan Persentase Antibiotika Kombinasi Dua golongan
Sefalosporin generasi III + gol.lain-lain yang Diterima Pasien ISK
Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1
Januari sampai dengan 31 Desember 2011 .............................................47
5.19. Jumlah dan Persentase Antibiotika Kombinasi Dua golongan gol.lain-
lain + gol.lain-lain yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap Rawat Inap
di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31
Desember 2011 .......................................................................................48
5.20. Jumlah dan Persentase Tiga Kombinasi Antibiotika yang Diterima
Pasien ISK Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang
Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ............................49
5.22. Status Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang
periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 .............................50
5.21. Lama perawatan Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar
Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ............... 50
5.17. Keadaan Keluar Rumah Sakit Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr.
Saiful Anwar Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember
2011 ........................................................................................................51
5.18. Status Saat Keluar Rumah Sakit Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr.
Saiful Anwar Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember
2011 ........................................................................................................52

xvii
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1. Struktur kimia Sefalosporin .................................................................... 18
5.1. Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin Pasien ISK Rawat Inap di RSU
Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari 2011 sampai dengan 31
Desember 2011 .......................................................................................32
5.2. Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur Pasien ISK Rawat
Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari 2011 sampai
dengan 31 Desember 2011.......................................................................33
5.3. Klasifikasi ISK Pada Pasien Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar
Malang periode 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2011 .......34
5.4. Distribusi Jumlah Pemeriksaan Mikrobiologi Pasien Rawat inap ISK
di RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode 1 Januari 2011 sampai
dengan 31 Desember 2011.......................................................................34
5.5. Distribusi Bakteri Hasil pemeriksaan mikrobiologi pasien ISK di
Instalasi Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1
Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ..............................................35
5.6. Distribusi Jenis Kuman yang ditemukan dari hasil pemeriksaan
mikrobiologi pasien ISK di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful
Anwar Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011.....36
5.7. Distribusi ISK Dengan dan Tanpa Penyakit Penyerta Pada Pasien
Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode 1 Januari
sampai dengan 31 Desember 2011 ..........................................................37
5.8. Faktor Resiko Pada Pasien Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar
Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ................37
5.9. Jumlah dan Persentase Antibiotika Yang Diterima Pasien ISK Rawat
Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari sampai
dengan 31 Desember 2011 ......................................................................38
5.10. Jumlah dan Persentase Antibiotika Tunggal Yang Diterima Pasien
ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari
sampai dengan 31 Desember 2011 .........................................................40

xviii
5.11. Jumlah dan Persentase Masing-Masing Jenis Antibiotika Golongan
Sefalosporin Tunggal Yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap di RSU
Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31
Desember 2011 .......................................................................................41
5.12.Jumlah dan Persentase Masing-Masing Jenis Antibiotika Golongan
Penisilin Yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful
Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ...42
5.13. Jumlah dan Persentase Masing-Masing Jenis Antibiotika Golongan
Fluoroquinolon Yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr.
Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember
2011 ........................................................................................................42
5.14. Jumlah dan Persentase Masing-Masing Jenis Antibiotika Golongan
Lain-lain Yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful
Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ...43
5.15. Jumlah dan Persentase Dua Kombinasi Antibiotika yang Diterima
Pasien ISK Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang
Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ............................45
5.16. Jumlah dan Persentase Antibiotika Kombinasi Dua golongan
Sefalosporin generasi III + Fluoroquinolon yang Diterima Pasien ISK
Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1
Januari sampai dengan 31 Desember 2011 .............................................46
5.17. Jumlah dan Persentase Antibiotika Kombinasi Dua golongan
Sefalosporin generasi III + Aminoglikosida yang Diterima Pasien
ISK Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang
Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ............................47
5.18. Jumlah dan Persentase Antibiotika Kombinasi Dua golongan
Sefalosporin generasi III + gol.lain-lain yang Diterima Pasien ISK
Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1
Januari sampai dengan 31 Desember 2011 .............................................48

xix
5.19. Jumlah dan Persentase Antibiotika Kombinasi Dua golongan gol.lain-
lain + gol.lain-lain yang Diterima Pasien ISK Rawat Inap Rawat Inap
di RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari sampai dengan 31
Desember 2011 .......................................................................................48
5.20. Jumlah dan Persentase Tiga Kombinasi Antibiotika yang Diterima
Pasien ISK Rawat Inap Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang
Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ............................49
5.22. Status Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang
periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 .............................50
5.21. Lama perawatan Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful Anwar
Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ............... 51
5.17. Keadaan Keluar Rumah Sakit Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr.
Saiful Anwar Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember
2011 ........................................................................................................51
5.18. Status Saat Keluar Rumah Sakit Pasien ISK Rawat Inap di RSU Dr. Saiful
Anwar Malang periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 ... 52

xx
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1 Daftar Riwayat Hidup ............................................................................. 64
2 Surat Pernyataan ..................................................................................... 65
3 Nota Dinas .............................................................................................. 66
4 Keterangan Kelaiakan Etik ..................................................................... 67
5. Daftar Nilai Normal Data Klinik dan Data Laboratorium ...................... 68
6. Rekam Medik Kesehatan ........................................................................ 71
7. Analisa Kesesuaian Dosis ....................................................................... 183

xxi
DAFTAR SINGKATAN

BPH : Benign Prostat Hyperplasia


CAPD : Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis
CKD : Chronic Kidney Disease
CVA : Cerebrovascular Accident
DM : Diabetes Mellitus
DNA : Deoxyribose Nukleat Acid
i.v : intravena
IDSA : Infectious Disease Society of America
IgA : Immunoglobulin A
ISK : Infeksi Saluran Kemih
ISN : Infeksi Saluran Nafas
KRS : Keluar Rumah Sakit
LED : Laju Endap Darah
LPD : Lembar Pengumpulan Data
MIC : Minimum Inhibitory Concentration
MRS : Masuk Rumah Sakit
p.o : per oral
PAE : Post Antibiotic Effect
RMK : Rekam Medik Kesehatan
RR : Respiratory Rate
RS : Rumah Sakit
TMP-SMX : Trimetoprim-Sulfametoksazol
UTI : Urinary Tract Infection

xxii
DAFTAR PUSTAKA
Abramowicz, M. 2005 . Selected Articles from Treatment Guidelines with updates
from The Medical Letter, Handbook of Antimicrobial Therapy. 17th
edition .The Medical Letter, Inc. 1000 Main Street New Rochelle, New
York, hal 10

Agbede, O. O., Kolawole, O, M., Ogunleye, V. F., Adegoke, A. A., 2012.


Incidence of novobiocin resistant coagulase negative staphylococcus
saprophyticus in urinary tract infection in UITH, Ilorin, Nigeria. E3 Journal
of Medical Research Vol. 1(4). pp.044-051.

Anderson, P.O. 2002. Handbook of clinical Drug Data. In: Knoben, J.E.
Troutman, W. G. 10 th edition, MCGRAW-HILL,New York, hal 129

Anonim,2012.Sefalosporin.Akfarsam.ac.id/downlot.php?File=SEFALOSPORIN.
pdf. diakses 28 februari 2012.

Askep., 2011. Infeksi Saluran Kemih. National Institutes of Health, Health &
Human Services. U.S. National Library of Medicine, Rockville Pike,
Bethesda. http://aske-p.blogspot.com/2011/01/askep-pasien-infeksi-saluran-
kemih-isk.html. Di akses pada tanggal 26 Oktober 2011.

Coyle, E.A., and Prince, R.A., 2006. Urinary Tract Infections and Prostatitis. In :
Dipiro, J.T., Schwinghammer, Terry L., Hamilton, Cindy W.
Pharmacotherapy Handbook, Ed. 6th, New York: McGraw-Hill Co., pp.
2125.

Coyle, E.A., and Prince, R.A., 2008. Urinary Tract Infections and Prostatitis. In :
Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., and
Posey, L.M., Pharmacotherapy A Pathophysiologid Approach, 7th
Edition, New York: McGraw-Hill Co., pp. 1899-910.

Fauci, A.S., 2008. Urinary Tract Infections, Pyelonephritis, and Prostatitis In:
Kasper, D.L., Longo, D.L., Braunwald, E., Hauser, S.L., Jameson, J.L.,
Loscalzo, J., Harrison’s Principles of Internal Medicin, Ed. 17th, U.S. of
Amerika: The McGraw-Hill Co., pp. 282.

Fish D.N., 2009. Urinary Tract Infections. In : Koda-kimble, M.A., Young, L.Y.,
Alldredge, B.K., Corelli, R.L. Guglielmo, B.J., Kradjan, W.A., Williams,
B.R. Applied Therapeutics: The Clinical Use Of Drugs, Ed. 9th,
Philadelphia, pp. 64.

Istiantoro, Y. H., and Gan, V. H. S., 2008. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5.
Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran UI.,
pp. 678-687.

xxiii
Karlowsky, J.A., Jones, M. E., Draghi, D. C., Thornsberry, C., Sahm, D. F.,
Volturo, G. A. 2004. Prevalence and antimicrobial susceptibilities of
bacteria isolated from blood cultures of hospitalized patients in the
United States in 2002. Annals of Clinical Microbiology and
Antimicrobials, BioMed Central.

Lestari W, Almahdy. A, Nasrul Zubir, Deswinar Darwin., 2011 ,Studi


Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Sistem ATC/DDD dan Kriteria
Gyysens di Bangsal Penyakit Dalam RSUP DR.M.Djamil Padang, Hal.2

Manibuy, F, J., 2010. Uroseptic with Septic Shock. Anestesia & Critical Care.,
Vol 28 No.3, pp 45.
McEvoy, G.K., 2008. AHFS Drug Information. United States of America:
American Society of Health System Pharmacist.

McEvoy, G.K., 2011. AHFS Drug Information Essentials. Maryland: American


Society of Health System Pharmacist.

Niccole, L., Anderson, P.A.M., Conly J., Mainprize T.C., Meuser, J.,Nickel, J.C.,
Senikas, V.M., Zhanel, G.G., 2006. Uncomplicated urinary tract infection
in women, Current practice and the effect of antibiotic resistance on
empiric treatment.

Noor N., Ajaz M., Rasool S. A., and Pirzada Z. A., 2004. Laboratorium of
Molecular Genetics, Department of Microbiology.
Noviana, H. 2004. Pola kepekaan antibiotika Escherichia coli yang diisolasi
dari berbagai spesimen klinis. J Kedokteran trisakti, Vol. 23 No. 4

Refdanita, Maksum R, Nurgani A, Endang P., 2004. Faktor yang mempengaruhi


ketidak sesuaian penggunaan antibiotika dengan uji kepekaan di ruang
intesif, Rumah Sakit fatmawati Jakarta. Hal.21-26

Samirah., Darwati., Windarwati., 2006. Pola dan sensitivitas kuman di


penderita infeksi saluran kemih. Indonesian Journal of Clinical
Pathology and Medical Laboratory. Hal: 110-113.

Salo, J., 2012. Long-Term Consequences And Prevention Of Urinary Tract


Infections In Childhood. Department of Paediatrics, pp 45-56.

Savini, V., Bartolomeo, E. D., Catavitello, C, Talia, M., Manna, A., Febbo, F.,
Balbinot, A., Bonaventura, G. D., Bartolomeo, P. D., Piccolomini, R., and
D’Antonio, D., 2008. Graft versus host disease-related Hafnia alvei
colonization and probable infection., Journal of Medical Microbiology.,
Vol. 57, pp. 1167–1169.

Schaeffer A. J. 2008. Urinary Tract Infection – Recurrent and Complicated.


The Department of Urology, Northwestern University Feinberg School of
Medicine Chicago.

xxiv
Stamm, W. E, 2010. Urinary Tract Infections, Pyelonephritis and Prostatitis. In:
Kasper, D.L. and Fauci, A.S. Harrison’s Infectious Deseases. New York:
McGraw-Hill Co. Pp 272-81.

Stamm, E. M., 2007. Estrogens and Urinary-Tract Infection. Division of Allergy


and Infectious Disease, pp 680-3.

Soewanto, Yugiantoro, M., Pranawa, Mahoni, 2008. Infeksi Saluran Kemih.


Pedoman Diagnosa Dan Terapi. Edisi ke-3. Surabaya, hal 251.

Suankratay, c., Jutivorakool K., Jirajariyavej S. 2008. A Prospective Study of


Ceftriaxone Treatment in Acute Pyelonephritis Caused by Extended-
Spectrum Beta-Lactamase-Producing Bacteria. Division of Infectious
Diseases Chulalongkorn University Bangkok, J Med Assoc Thai 2008; 91
(8): 1172-81.

Wilianti N.P, 2009., rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien infeksi


saluran kemih pada bangsal penyakit dalam di RSUP DR.kariadi
semarang tahun 2008. Hal.1-34

Widayati, A., Wirawan, I., dan Kusharwanti, A., 2004. Kesesuaian Pemilihan
Antibiotika dengan Hasil Kultur dan Uji Sensitivitas Serta
Efektivitasnya Berdasarkan Parameter Angka Lekosit Urin pada
Pasien Infeksi Saluran Kemih Rawat Inap di Rumah Sakit Panti Rapih
Yogyakarta (Juli-Desember 2004), hal.111-115.

xxv