Anda di halaman 1dari 100

INDIKATOR

KESEJAHTERAAN
RAKYAT
KABUPATEN GUNUNGKIDUL

2016
.id
go
s.
bp
b.
ka
d ul
ki
g
un
un
//g
s:
tp
ht

BADAN PUSAT STATISTIK


KABUPATEN GUNUNGKIDUL
INDIKATOR
KESEJAHTERAAN
RAKYAT
KABUPATEN GUNUNGKIDUL

.id
go
2016
s.
p
.b
ab
lk
du
ki
u ng
un
//g
s:
tp
ht

BADAN PUSAT STATISTIK


KABUPATEN GUNUNGKIDUL
INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT
KABUPATEN GUNUNGKIDUL
2016

Nomor Katalog : 4102004.3403

.id
Nomor Publikasi : 34032.17.11

go
Ukuran Buku : 21,5 cm x 30,5 cm

s.
Jumlah Halaman : xviii + 78 halaman

p
.b
ab
lk
Naskah :
du

Andi Ismoro
ki
ng

Penulis :
u
un

Andi Ismoro
//g
s:

Penyunting :
tp

Paulus Henry Laksono, S.ST


ht

Diterbitkan oleh:
@BPS Kabupaten Gunungkidul

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengkomunikasikan, dan/atau


menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersil
tanpa izin tertulis Badan Pusat Statistik.
KATA PENGANTAR

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 adalah publikasi tahunan


yang menyajikan informasi berbagai indikator kesejahteraan rakyat di wilayah Gunungkidul.
Publikasi ini menyajikan berbagai aspek kesejahteraan yang datanya tersedia dan terukur.
Untuk memudahkan interpretasi, perubahan taraf kesejahteraan dikaji menurut bidang yang
mencakup Kependudukan, Kesehatan, Pola Konsumsi, Pendidikan, Ketenagakerjaan,

.id
Perumahan, Kemiskinan, serta Keadaan dan Fenomena Sosial Lainnya yang menjadi acuan

go
dalam upaya peningkatan kualitas hidup.

s.
Publikasi ini bermanfaat bagi peneliti, pembuat kebijakan bahkan pihak swasta dalam

p
.b
rangka perencanaan, pengendalian dan evaluasi program kegiatan. Penyajian data statistik dan

ab
indikator kesejahteraan rakyat ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan
lk
maupun evaluasi terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain cakupan dan
du

aspek sosial yang disajikan dalam publikasi ini juga dilengkapi konsep dan definisi, untuk
ki
ng

mempermudah pemahaman para pembaca.


u

Kepada semua pihak yang secara aktif membantu dalam penerbitan ini, kami sampaikan
un

penghargaan dan terima kasih. Selanjutnya kami mengharapkan kritik dan saran untuk
//g

perbaikan penerbitan di masa yang akan datang.


s:
tp
ht

Wonosari, Desember 2017

Badan Pusat Statistik


Kabupaten Gunungkidul
Kepala,

Drs. Sumarwiyanto

iii
ABSTRAKSI

Beberapa indikator kesejahteraan rakyat menunjukkan adanya peningkatan


kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul dari tahun ke tahun. Peningkatan taraf
kesejahteraan rakyat Kabupaten Gunungkidul di bidang kesehatan antara lain terlihat dari
kenaikan Angka Harapan Hidup. Angka Harapan Hidup penduduk Kabupaten Gunungkidul
pada 2016 sebesar 73,37 tahun.
Angka Partisipasi Sekolah (APS) tertinggi terdapat pada kelompok usia 7-12 tahun,

.id
yaitu sebesar 100,0 persen, sedang untuk kelompok umur 13-15 sebesar 99,45 persen dan

go
kelompok umur 16-18 sebesar 77,81 persen.

p s.
.b
ab
lk
du
ki
u ng
un
//g
s:
tp
ht

iv
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................. iii


Abstraksi .............................................................................................................................. iv
Daftar Isi ............................................................................................................................... v
Daftar Tabel Lampiran ........................................................................................................vii
Penjelasan Teknis ............................................................................................................... xi

.id
Pendahuluan ...................................................................................................................... xii

go
Bab I. Kependudukan ......................................................................................................... 1

p s.
Bab II. Pendidikan ............................................................................................................... 9

.b
Bab III. Kesehatan dan Keluarga Berencana ..................................................................... 13
ab
Bab IV. Ketenagakerjaan .................................................................................................. 17
lk
du

Bab V. Konsumsi dan Pengeluaran Rumah Tangga ......................................................... 23


ki

Bab VI. Perumahan dan Lingkungan................................................................................. 27


ng

Bab VII. Sosial .................................................................................................................. 33


u
un

Lampiran Tabel-Tabel ....................................................................................................... 37


//g
s:
tp
ht

v
vi
ht
tp
s:
//g
un
ung
ki
du
lk
ab
.b
ps.
go
.id
DAFTAR TABEL LAMPIRAN

Tabel 1.1. Persebaran Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa


Yogyakarta, 2000 dan 2010 ............................................................................. 39

Tabel 1.2. Luas dan Kepadatan Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa
Yogyakarta, 1990, 2000 dan 2010 .................................................................... 40

Tabel 1.3. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan
di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ..................................................................... 41

.id
Tabel 1.4. Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun menurut Kabupaten/ Kota di

o
.g
Daerah Istimewa Yogyakarta, 1971 – 2010..................................................... 42

s
bp
Tabel 1.5. Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk Pertahun menurut Kecamatan di
Kabupaten Gunungkidul , 1961 – 2010 ........................................................... 43

b.
Tabel 1.6. Jumlah Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
l ka
di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ................................................................... 44
du
ki

Tabel 1.7. Persentase Penduduk menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin


ng

dan Sex Ratio di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ............................................. 45


nu

Tabel 1.8. Persentase Penduduk Perempuan Usia 10 Tahun ke Atas yang Pernah
gu

Kawin di Kabupaten Gunungkidul, 2016......................................................... 46


://

Tabel 1.9. Rata-Rata Jumlah Anak Lahir Hidup, Anak Masih Hidup per Perempuan
s
tp

Usia 15 - 49 Tahun Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Gunungkidul,


ht

2016 .................................................................................................................. 47

Tabel 1.10. Rata-Rata Banyaknya Anggota Rumah Tangga per Rumah Tangga menurut
Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, 1971-2010......................................... 48

Tabel 2.1. Rasio Murid terhadap Sekolah, Kelas, dan Guru menurut Tingkat
Sekolah (Negeri dan Swasta) di Kabupaten Gunungkidul, 2016 .................... 49

Tabel 2.2. Persentase Penduduk Usia 7 - 12 Tahun menurut Partisipasi Sekolah


dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ...................................... 49

Tabel 2.3. Persentase Penduduk Usia 13 - 15 Tahun menurut Partisipasi Sekolah


dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ...................................... 50

Tabel 2.4. Persentase Penduduk Usia 16 - 18 Tahun menurut Partisipasi Sekolah dan Jenis
Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ...................................................... 50

Tabel 2.5. Persentase Penduduk Usia 19 - 24 Tahun menurut Partisipasi Sekolah


di Kabupaten Gunungkidul, 2016 .................................................................... 51

vii
Tabel 2.6. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kelompok Umur dan Jenis
Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ..................................................... 51

Tabel 2.7. Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis
Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016................................................................. 52

Tabel 2.8. Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis
Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ..................................................... 52

Tabel 2.9. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Jenis Kelamin dan
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Gunungkidul, 2016...... 53

.id
Tabel 2.10. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun Keatas menurut Partisipasi

o
Sekolah dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ........................ 53

s .g
Tabel 3.1. Rasio Penduduk Terhadap Puskesmas menurut Kecamatan

bp
di Kabupaten Gunungkidul, 2015 ..................................................................... 55

b.
ka
Tabel 3.2. Rasio Banyaknya Dokter terhadap Penduduk di Kabupaten Gunungkidul,
2008 - 2016 ....................................................................................................... 56
l
du

Tabel 3.3 Angka Harapan Hidup Kabupaten Gunungkidul, 2012 - 2016 ........................ 57
ki
ng

Tabel 3.4. Persentase Wanita Berumur 15 - 49 Tahun dan Berstatus Kawin menurut
nu

Alat/Cara KB yang Dipakai di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ............................ 58


gu

Tabel 3.5. Banyaknya Akseptor KB Aktif menurut Kecamatan dan Jenis


://

Kontrasepsi Yang Sedang Digunakan di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ....... 59


s
tp

Tabel 4.1. Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas menurut Kegiatan Utama Selama
ht

Seminggu yang Lalu dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2015 .... 61

Tabel 4.2. Persentase Penduduk 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Sektor Utama
di Kabupaten Gunungkidul, 2015 ..................................................................... 61

Tabel 4.3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Penduduk 15 Tahun Ke Atas
Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di D.I Yogyakarta, 2015 ........... 62

Tabel 4.4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk 15 Tahun Ke Atas Menurut
Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di D.I Yogyakarta, 2015 ......................... 62

Tabel 5.1. Persentase Pengeluaran Makanan yang Dikonsumsi Rumah Tangga


Selama Seminggu menurut Jenisnya di Kabupaten Gunungkidul , 2016 ........ 63

Tabel 5.2. Persentase Pengeluaran Non Makanan yang Dikonsumsi Rumah Tangga
Selama Satu Bulan menurut Jenisnya di Kabupaten Gunungkidul , 2016 ...... 64

Tabel 5.3. PDRB Perkapita menurut Harga Berlaku dan Harga Konstan di Kabupaten
Gunungkidul , 2013 – 2016 (Jutaan Rupiah) .................................................... 65

viii
Tabel 5.4. Pengeluaran Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita
Sebulan di Kabupaten Gunungkidul, 2016 ...................................................... 66

Tabel 5.5. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin menurut Kabupaten/Kota


di D.I. Yogyakarta Tahun , 2014 – 2016 ........................................................ 67

Tabel 5.6. Distribusi Pendapatan Menurut Kriteria Bank Dunia


di Kabupaten Gunungkidul , 2016 ................................................................... 68

Tabel 6.1. Persentase Rumah Tangga menurut Jenis Lantai Terluas Tempat Tinggal di
Kabupaten Gunungkidul, 2013 – 2016 ............................................................. 69

.id
Tabel 6.2. Persentase Rumah Tangga menurut Luas Lantai Rumah di Kabupaten
Gunungkidul, 2013 – 2016 ............................................................................... 70

o
s .g
Tabel 6.3. Persentase Rumah Tangga menurut Sumber Air Minum di Kabupaten

bp
Gunungkidul, 2013 – 2016 ............................................................................... 71

b.
Tabel 6.4. Persentase Rumah Tangga menurut Jenis Kloset yang Digunakan, 2016 ........ 72
l ka
du

Tabel 6.5. Persentase Rumah Tangga menurut Sumber Penerangan Utama, 2016 ........... 73
ki

Tabel 7.1. Banyaknya Penduduk Penyandang Cacat menurut Kecamatan dan Jenisnya di
ng

Kabupaten Gunungkidul, 2014 ......................................................................... 75


nu

Tabel 7.2. Banyaknya Kejadian Bencana Alam yang Terjadi menurut Jenis Bencana
gu

di Kabupaten Gunungkidul, 2010 – 2014 ......................................................... 76


s ://

Tabel 7.3. Rata-rata Banyaknya Penduduk Pemeluk Agama terhadap Tempat


tp

Peribadatan menurut Jenis Tempat Peribadatan di Kabupaten Gunungkidul,


ht

2011 – 2015 ...................................................................................................... 76

Tabel 7.4. Banyaknya Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk menurut Kecamatan di Kabupaten
Gunungkidul, 2014 .......................................................................................... 77

Tabel 7.5. Tambahan Narapidana Berdasarkan Keputusan Pengadilan menurut Jenis


Kejahatan/Pelanggaran dan Status dalam Lembaga, 2010 - 2014 .................... 78

ix
x
ht
tp
s ://
gu
nu
ng
ki
du
l ka
b.
bp
s .g
o .id
Penjelasan Teknis
1. Proyeksi Penduduk adalah suatu di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke
penghitungan ilmiah yang didasarkan atas) dengan banyaknya orang yang
pada asumsi mengenai tingkat dan termasuk usia produktif (umur 15-64

id
o.
perkembangan tingkat kelahiran, tahun).

g
kematian dan perpindahan penduduk.

p s.
Proyeksi penduduk untuk setiap 6. Umur Perkawinan Pertama

.b
provinsi dilaksanakan di Pusat menunjukkan umur saat seseorang

ab
dengan menggunakan paket MCPDA. melangsungkan upacara perkawinan
lk
du
yang pertama.
ki

2. Penduduk menurut kelompok


ng

umur adalah pengelompokan 7. Rumah Sakit adalah tempat


nu

penduduk berdasarkan umur dan pemeriksaan dan perawatan kesehatan


u
//g

biasanya dikelompokkan ke dalam yang biasanya dibawah pengawasan


s:

kelompok interval 5 tahunan yang dokter/tenaga medis.


tp

dimulai dari usia 0 tahun.


ht

8. Puskesmas adalah suatu kesatuan


3. Kepadatan Penduduk/Km2 adalah organisasi kesehatan fungsional yang
rata-rata jumlah penduduk per km2. merupakan pusat pengembangan
kesehatan masyarakat yang juga
4. Laju Pertumbuhan Penduduk membina peran serta masyarakat
adalah ukuran rata-rata kecepatan disamping memberikan pelayanan
pertambahan penduduk per tahun. secara menyeluruh dan terpadu
kepada masyarakat di wilayah
5. Angka Beban Tanggungan adalah kerjanya dalam bentuk kegiatan
angka yang menyatakan pokok.
perbandingan antara banyaknya orang
pada usia yang tidak produktif (umur

xi
9. Seseorang dikatakan dapat
membaca dan menulis apabila ia 14. Angka Putus Sekolah adalah
dapat membaca dan menulis persentase antara jumlah penduduk
surat/kalimat sederhana dengan suatu usia 7 tahun/13 tahun/16 tahun ke
huruf. atas yang putus sekolah di
SD/SLTP/SLTA dengan jumlah
10. Angka Melek Huruf (AMH) adalah
penduduk usia 7 tahun/13 Tahun/16

id
persentase penduduk usia 15 tahun

o.
Tahun ke atas.

g
keatas yang dapat membaca dan

s.
menulis dengan jumlah penduduk

p
15. Sekolah adalah sekolah formal mulai

.b
usia 15 tahun ke atas.
dari pendidikan dasar, menengah, dan

ab
tinggi.
11. Angka Partisipasi Sekolah (APS)
lk
du
adalah jumlah penduduk yang masih
ki

16. Rasio murid terhadap guru


ng

sekolah pada usia 7-12 tahun/13-15


SD/SLTP/ SLTA :
nu

tahun/16-18 tahun dibagi jumlah


Jumlah murid SD/SLTP/SLTA
u

penduduk usia 7-12 tahun/13-15


//g

Jumlah guru SD/SLTP/SLTA


tahun/16-18 tahun dikalikan 100.
s:
tp

17. Rasio murid per kelas SD/SLTP/


ht

12. Angka Partisipasi Kasar (APK)


SLTA :
adalah persentase antara jumlah
murid SD/SLTP/SLTA dengan Jumlah murid SD/SLTP/SLTA
jumlah penduduk usia 7-12 tahun/13- Jumlah kelas SD/SLTP/SLTA
15 tahun/16-18 tahun.
18. Angkatan Kerja adalah penduduk
usia 15 tahun ke atas yang bekerja
13. Angka Partisipasi Murni (APM)
atau punya pekerjaan namun
adalah perbandingan antara murid
sementara tidak bekerja dan
SD/SLTP/SLTA usia 7-12 tahun/13-
pengangguran.
15 tahun/16-18 tahun dengan
penduduk usia 7-12 tahun/13-15
19. Bekerja adalah mereka yang selama
tahun/16-18 tahun (dalam
seminggu yang lalu melakukan
persentase).

xii
pekerjaan dengan maksud mereka yang belum pernah bekerja
memperoleh atau membantu dan sedang berusaha mendapatkan
memperoleh penghasilan atau pekerjaan atau mereka yang sudah
keuntungan dan bekerja paling sedikit pernah bekerja, karena sesuatu hal
1 (satu) jam berturut-turut dalam berhenti atau diberhentikan dan
seminggu yang lalu. sedang berusaha untuk mendapatkan
20. Pengangguran adalah penduduk pekerjaan.

id
o.
yang tidak bekerja tetapi sedang 24. Bukan Angkatan Kerja adalah

g
mencari pekerjaan, atau sedang bagian dari tenaga kerja (manpower)

p s.
mempersiapkan suatu usaha baru atau yang tidak bekerja ataupun bukan

.b
penduduk yang tidak mencari pengangguran, seperti sekolah,

ab
pekerjaan karena merasa tidak mengurus rumah tangga atau tua dan
lk
du
mungkin mendapatkan pekerjaan cacat.
ki

(discouraged workers), atau


ng

penduduk yang tidak mencari 25. Sekolah adalah kegiatan bersekolah


nu

pekerjaan karena sudah diterima di sekolah formal baik pendidikan


u
//g

bekerja/mempunyai pekerjaan tetapi dasar, pendidikan menengah atau


s:

belum mulai bekerja (future starts). pendidikan tinggi. Tidak termasuk


tp

yang sedang libur.


ht

21. Tingkat Pengangguran Terbuka


(TPT):
26. Mengurus Rumah Tangga adalah
Jumlah Pengangguran penduduk 15 tahun keatas yang
X 100%
Jumlah Angkatan Kerja
selama seminggu yang lalu mengurus
rumah tangga atau membantu
22. Tingkat Partisipasi Angkatan
Kerja (TPAK): mengurus rumah tangga tanpa

Jumlah Angkatan Kerja mendapatkan upah/gaji.


X 100%
Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas
27. Status Pekerjaan adalah jenis
23. Mencari pekerjaan adalah kegiatan
kedudukan seseorang dalam
seseorang yang tidak bekerja dan
pekerjaan.
pada saat survei orang tersebut
sedang mencari pekerjaan, baik

xiii
28. Lapangan Usaha adalah bidang perusahaan/kantor tempat responden
kegiatan dari pekerjaan/usaha/ bekerja.
perusahaan/kantor tempat seseorang
bekerja, atau yang hasilkan oleh
29. Bagan Ketenagakerjaan:

Penduduk

id
g o.
s.
Usia kerja Bukan usia kerja

p
.b
ab
lk
Angkatan Kerja du Bukan Angkatan Kerja
ki
ng

Bekerja Pengangguran Mengurus


Sekolah Lainnya
Rumah tangga
u nu
//g
s:
tp

Sedang bekerja Sementara tdk bekerja


ht

Mencari Memper-
Pekerjaan siapkan Usaha Merasa tak Sudah punya
mungkin pekerjaan tapi
mendapat belum mulai
Pekerjaan bekerja

30. Konsumsi Rumah Tangga adalah minuman, tembakau dan sirih.


pengeluaran rumah tangga untuk Sedangkan kelompok bukan makanan
memenuhi kebutuhan makanan dan mencakup perumahan, sandang, biaya
non makanan. Kelompok makanan kesehatan, sekolah dsb.
mencakup pengeluaran konsumsi 31. Pengeluaran rata rata perkapita
bahan makanan, makanan jadi, sebulan adalah rata rata biaya yang

xiv
dikeluarkan rumah tangga untuk
konsumsi semua anggota rumah
tangga selama sebulan dibagi dengan
banyaknya anggota rumah tangga.

id
o.
g
p s.
.b
ab
lk
du
ki
ng
nu
u
//g
s:
tp
ht

xv
xvi
ht
tp
s:
//g
unu
ng
ki
du
lk
ab
.b
p s.
g o.
id
Pendahuluan
Umum beberapa aspek yang spesifik, yaitu
Publikasi Indikator Kesejahteraan aspek Kependudukan, Kesehatan dan
Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 Keluarga Berencana, Pendidikan,
berisikan data statistik tentang Ketenagakerjaan, Konsumsi dan
kesejahteraan rakyat. Data-data yang Pengeluaran Rumahtangga, Perumahan

.id
disajikan, disusun sedemikian rupa dan Lingkungan, serta Sosial lainnya.

go
sehingga menggambarkan keadaan

s.
Sumber Data

bp
kesejahteraan rakyat Kabupaten
Sumber data utama Indikator

b.
Gunungkidul.
Publikasi Indikator Kesejahteraan
ka
Kesejahteraan Rakyat Kabupaten
ul
Gunungkidul 2016 ini merupakan data
Rakyat (Inkesra) Kabupaten
id

primer, dalam arti dikumpulkan dan


gk

Gunungkidul 2016 selain menyajikan


diolah sendiri oleh Badan Pusat
un

gambaran perkembangan kesejahteraan


Statistik, seperti Sensus Penduduk (SP)
un

rakyat di Kabupaten Gunungkidul juga


2010, Survei Sosial Ekonomi Nasional
//g

memuat analisis yang disajikan dan


(SUSENAS) 2016, Survei Angkatan
s:

membandingkan kondisi kesejahteraan


tp

Kerja Nasional (SAKERNAS) 2016 dan


rakyat selama periode 2012—2016
ht

lain-lain. Data primer tersebut


.Indikator yang disajikan dipilah
mempunyai keterbatasan sebagai
menurut beberapa dimensi. Dimensi
sumber informasi publikasi tahunan,
yang dimaksud adalah kependudukan,
sehingga selain menggunakan data
kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan,
primer, publikasi ini juga mengolah data
kemiskinan, perumahan dan indikator
sekunder yang berasal dari instansi-
sosial lain.
instansi pemerintah yang terkait seperti
Ruang Lingkup Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,
Dimensi kesejahteraan rakyat Kantor Kementrian Agama, dan
disadari sangat luas dan kompleks, sebagainya.
sehingga suatu taraf kesejahteraan
rakyat tidak hanya dapat dilihat dari
suatu aspek tertentu. Dalam publikasi ini
kesejahteraan rakyat diamati dari
xvii
Gambaran Wilayah Kabupaten yang diakibatkan oleh kombinasi dari
Gunungkidul batuan yang mudah larut dan
Kabupaten Gunungkidul adalah mempunyai porositas sekunder yang
salah satu kabupaten yang ada di Daerah berkembang baik. kawasan karst
Istimewa Yogyakarta, dengan dicirikan dengan minimnya sungai
Ibukotanya Wonosari. Luas wilayah permukaan dan berkembangya jalur-
Kabupaten Gunungkidul 1.485,36 km2 jalur sungai bawah permukaan.
atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah

.id
Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

go
s.
Wilayah Kabupaten

bp
Gunungkidul termasuk daerah beriklim

b.
tropis, dengan topografi wilayah yang
ka
didominasi dengan daerah kawasan
ul
id

perbukitan karst. Wilayah selatan


gk

didominasi oleh kawasan perbukitan


un

karst yang banyak terdapat goa-goa


un

alam dan juga sungai bawah tanah yang


//g

mengalir. Dengan kondisi tersebut


s:

menyebabkan kondisi lahan di kawasan


tp

selatan kurang subur yang berakibat


ht

budidaya pertanian di kawasan ini


kurang optimal.
Wilayah Kabupaten
Gunungkidul dikenal sebagai kawasan
yang tandus, dan selalu menderita
kekurangan air untuk mencukupi
kebutuhan domestik. Anggapan ini
adalah sebagai akibat kondisi sebagian
besar wilayah Kabupaten Gunungkidul
yang dicirikan oleh bukit-bukit
berbatuan gamping yang dikenal sebagai
daerah karst. karst adalah medan dengan
karakteristik hidrologi dan bentuk lahan

xviii
Bab 1
Kependudukan

Penduduk merupakan salah satu komposisi penduduk, maupun data yang


modal dasar pembangunan nasional . berkaitan dengan kesehatan dan
Sebagai modal dasar atau aset utama kesejahteraan masyarakat yang di tinjau

.id
pembangunan, penduduk tidak hanya baik dari aspek fisik, aspek

go
sebagai objek pembangunan, tetapi juga intelektualitas (pendidikan), aspek

s.
merupakan subjek pembangunan. kesejahteraan serta aspek moralitas.

bp
Keberhasilan suatu pembangunan sangat Data tersebut merupakan indikator

b.
tergantung pada penduduknya terlebih yang
ka secara langsung atau tidak
ul
lagi jika didukung oleh jumlah langsung diperlukan untuk memberikan
id

penduduk yang besar dan berkualitas gambaran mengenai taraf hidup


gk

yang akan menjadi sumber potensi yang masyarakat, pemerataan serta


un

kuat dalam pembangunan. perkembangan kesejahteraan masyarakat


un

Namun, faktor jumlah penduduk


//g

yang tersebut tidak akan menjamin 1.1. Kepadatan dan Penyebaran


s:

keberhasilan pembangunan jika tidak Penduduk


tp
ht

didukung oleh perencanaan program - Kepadatan penduduk merupakan


program dan kebijakan yang dapat perbandingan jumlah penduduk terhadap
meningkatkan kualitas penduduknya. luas wilayah yang dihuni. Ukuran yang
Selain itu, diperlukan data-data digunakan biasanya adalah jumlah
kependudukan yang dapat mendukung penduduk setiap satu km2. Permasalahan
setiap kegiatan perencanaan dalam kepadatan penduduk adalah
pembangunan khususnya perencanaan persebarannya yang tidak merata.
input dan output pembangunan serta Kondisi demikian menimbulkan banyak
penetapan prioritas pembangunan dalam permasalahan, misalnya pengangguran,
bidang kependudukan. kemiskinan, kriminalitas dsb.
Data yang diperlukan dalam Berdasarkan hasil Sensus
pembangunan bidang kependudukan Penduduk 2000 dan 2010 menunjukkan
meliputi berbagai cakupan, baik data bahwa jumlah penduduk Kabupaten
yang berkaitan dengan jumlah dan Gunungkidul menempati peringkat

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 1


ketiga setelah Kabupaten Sleman dan Girisubo yaitu hanya 251 jiwa/km
Kabupaten Bantul. Hasil SP2000 dan (Lampiran Tabel 1.3).
SP2010 menunjukkan persentase
Gambar 1.1. Kepadatan Penduduk Kabupaten
penduduk yang bertempat tinggal di Gunungkidul, 1990-2015
Kabupaten Gunungkidul, masing- 474 486
465

masing mencapai sebesar 21,48 persen 460


455

Kepadatan Penduduk
dan 19,53 persen dari jumlah penduduk 455
451
450
D.I Yogyakarta (Lampiran Tabel 1.1.).

.id
445
Walaupun jumlah penduduknya
440

go
besar, kepadatan penduduk Kabupaten 435

s.
Gunungkidul sejak 1990 sampai dengan 430

bp
2000 2010 2015 2016
2016 selalu lebih kecil di bandingkan Sumber : Sensus penduduk dan Proyeksi Penduduk

b.
dengan kabupaten/kota lainnya di D.I ka
ul
Yogyakarta. Hal ini terjadi karena 1.2. Laju Pertumbuhan Penduduk
id

Kabupaten Gunungkidul merupakan Pertumbuhan penduduk


gk

kabupaten dengan wilayah terluas merupakan perubahan jumlah penduduk


un

diantara kabupaten/kota di D.I dari waktu ke waktu. Pertumbuhan


un

Yogyakarta dengan jumlah penduduk penduduk secara alami dipengaruhi oleh


//g

yang relatif tidak terlalu banyak. Pada tiga faktor yaitu kelahiran, kematian,
s:
tp

tahun 2000, kepadatan penduduk dan migrasi penduduk. Pada umumnya


ht

Gunungkidul tercatat sebesar 451 laju pertumbuhan penduduk Kabupaten


jiwa/km, meningkat menjadi 455 Gunungkidul dari 1961 sampai dengan
jiwa/km pada tahun 2010 dan 455 2010 terus melambat dari 0,81 persen
jiwa/km tahun 2010. Untuk tahun 2016, per tahun pada periode 1961 – 1971
kepadatan penduduknya meningkat lagi menjadi 0,68 persen per tahun pada

menjadi 486 jiwa/km, (Lampiran Tabel periode 1971 – 1980 . Bahkan pada

1.3.). periode 1980-1990 terjadi pertumbuhan

Jika dilihat kepadatan penduduk sebesar 0,13 persen per tahun.

per kecamatan, terlihat bahwa pada 2016 Sedangkan pada periode 1990 – 2000

Kecamatan Wonosari mempunyai pertumbuhan penduduk naik kembali

kepadatan penduduk terbesar yaitu menjadi 0,30 persen per tahun dan pada

1.115 jiwa/km. Sedangkan tingkat periode 2000 – 2010 melambat menjadi

kepadatan terkecil pada Kecamatan 0,07 persen per tahun. (Lampiran Tabel
1.4).

2 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Gambar 1.2. Laju Pertumbuhan Penduduk 1.3. Komposisi Umur dan Jenis
Kabupaten Gunungkidul , 1961-2010
Kelamin
1
Penduduk menurut kelompok
0.8 umur dapat menggambarkan komposisi
0.6 penduduk pada suatu wilayah. Indikator
0.4 komposisi umur merupakan indikator
0.2 yang sangat berguna dalam perencanaan
0 pembangunan. Dengan indikator ini
1961-19711971-19801980-19901990-20002000-2010

.id
akan diketahui kelompok penduduk usia
Sumber : Sensus penduduk dan Proyeksi

go
Penduduk produktif (usia 15-64 tahun) dan
Penurunan laju pertumbuhan

s.
kelompok penduduk usia tidak produktif

bp
penduduk yang terjadi di Kabupaten
(usia dibawah 14 tahun dan usia diatas

b.
Gunungkidul lebih dipengaruhi oleh
migrasi keluar (out migration). Kondisi
ka
65 tahun). Selain itu juga dapat
ul
diketahui pula angka ketergantungan
geografis dan sosial ekonomi yang tidak
id

penduduk usia tidak produktif terhadap


menguntungkan menjadi salah satu
gk

penduduk usia produktif.


un

faktor pendorong penduduk untuk


Komposisi umur penduduk
un

mencari nafkah keluar daerah.


Kabupaten Gunungkidul pada 2015
//g

Pada periode 2000-2010, jika


berdasarkan hasil proyeksi penduduk
s:

dilihat menurut kecamatan, maka


tp

diketahui bahwa penduduk yang berada


sebagian besar kecamatan memiliki laju
ht

pada kelompok umur 65 tahun ke atas


pertumbuhan negatif. Sedangkan
telah mencapai 12,99 persen.
kecamatan-kecamatan yang mengalami
Jika dibandingkan dengan angka
pertumbuhan positif ada di Kecamatan
hasil sensus-sensus penduduk
Panggang, Kecamatan Purwosari,
sebelumnya, dapat dilihat adanya
Kecamatan Karangmojo, Kecamatan
pergerakan struktur. Hasil SP 1980
Wonosari, Kecamatan Playen,
jumlah penduduk terbesar masih dalam
Kecamatan Patuk, Kecamatan Nglipar
kelompok umur 5-9 tahun, yaitu 13,97
dan Kecamatan Ngawen. Pertumbuhan
persen. Seiring dengan gencarnya
penduduk terbesar ada di Kecamatan
program KB waktu itu, hasil SP 1990
Patuk, yaitu mencapai 0,73 persen dan
jumlah penduduk terbesar bergeser ke
pertumbuhan terkecil ada pada
kelompok umur 10-14 tahun sebesar
Kecamatan Rongkop, yaitu -0,50 persen.
11,83 persen. Hasil SP 2000, jumlah
penduduk terbesar terdapat pada

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 3


kelompok umur 60 tahun ke atas yaitu Tabel 1.1. Komposisi Penduduk dan Angka
Beban Tanggungan di Kabupaten
sebesar 15,34 persen, demikian halnya Gunungkidul, 2013-2016

pada 2010 (SP2010), jumlah penduduk Persentase


Kelompok Umur Angka
terbesar berada pada kelompok umur 65 Tahun Beban
0-14 15-64 65+ Tanggungan
tahun ke atas yaitu 13,45 persen. Hal ini
mengindikasikan adanya peningkatan (1) (2) (3) (4) (5)

taraf kesehatan masyarakat Kabupaten 2013 22,72 64,33 12,96 55,46


Gunungkidul.
2014 21,62 65,40 12,98 52,91

.id
Berdasarkan Tabel 1.1 terlihat

go
2015 21.55 65.46 12.99 52,77
bahwa pada 2016 angka ketergantungan

s.
penduduk mencapai 52,63 persen. 2016 21.46 65.52 13.02 52,63

bp
Angka ketergantungan sebesar itu Sumber : Proyeksi Penduduk

b.
mengandung arti bahwa setiap 100 ka Berdasarkan proyeksi penduduk
ul
penduduk usia produktif menanggung 2016, sex ratio di Kabupaten
id

sekitar 53 penduduk usia tidak Gunungkidul tercatat sebesar 93,36 yang


gk

produktif, dengan asumsi bahwa berarti bahwa setiap 100 penduduk


un

penduduk usia produktif benar-benar perempuan terdapat sekitar 93 penduduk


un

produktif. Dapat dibayangkan ketika laki-laki. Jika dilihat menurut kelompok


//g

asumsi tersebut tidak terpenuhi, umur, sex ratio tertinggi berada pada
s:
tp

penduduk usia produktif akan lebih kelompok umur 15-19 tahun yaitu
ht

berat lagi dalam menanggung penduduk sebesar 109,59 diikuti pada kelompok
usia produktif yang tidak benar-benar umur 10-14 tahun sebesar 106,54 dan
produktif secara ekonomi kelompok umur 0-4 tahun sebesar
(pengangguran). Angka ini relatif stabil 105,09 (Lampiran Tabel 1.7).
setiap tahunnya mengandung arti tidak Yang menarik adalah kecilnya sex
adanya perubahan secara drastis dalam rasio untuk kelompok umur diatas 20
sosio demografi masyarakat. tahun. Hal ini kemungkinan disebabkan
karena banyak penduduk laki-laki usia
diatas 20 tahun atau usia angkatan kerja
produktif yang keluar daerah menuju
pusat perekonomian untuk mencari
nafkah.

4 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


1.4. Umur Perkawinan Pertama Tabel 1.2. Persentase Perempuan Pernah
Kawin Usia 10 Tahun ke Atas
Umur perkawinan pertama menurut Umur Perkawinan Pertama
di Kabupaten Gunungkidul, 2012-
penduduk perempuan berpengaruh 2015
terhadap tingkat fertilitas yang pada
Umur Perkawinan Pertama
akhirnya akan mempengaruhi Tahun Jumlah
16 17-18 19-24 25 +
pertumbuhan penduduk. Semakin muda
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
umur perkawinan pertama penduduk
2013 14,30 30,00 46,70 8,90 100,00
perempuan maka semakin panjang masa

.id
2014 11,29 28,05 50,80 9,86 100,00
reproduksi yang menyebabkan semakin

go
tinggi tingkat kelahiran. 2015 3,91 10,58 79,01 6,50 100,00

s.
Umur perkawinan pertama juga 2016 13,58 19,58 53,84 13,01 100,00

bp
mempunyai pengaruh terhadap resiko Sumber : Susenas 2013-2016

b.
medis pada masa kehamilan dan saat ka
1.5. Anak Lahir Hidup dan Anak
ul
melahirkan. Usia yang terlalu muda dan
Masih Hidup
id

terlalu tua tidak baik secara medis untuk


gk

Berbeda dengan indikator Angka


perempuan untuk mengandung bayi.
un

Kondisi tubuh pada waktu hamil dan Kelahiran (jumlah kelahiran, CBR,
un

melahirkan yang tidak ideal akan ASFR dan TFR), indikator Anak Lahir
//g

berakibat buruk pada ibu maupun bayi Hidup atau yang juga sering disebut
s:
tp

yang dilahirkannya. Children Ever Born mengandung


ht

Berdasarkan hasil Susenas 2016, pengertian yang bersifat ‘longitudinal’


pada umumnya penduduk perempuan
atau mencerminkan semua anak yang
usia 10 tahun ke atas di Kabupaten
telah lahir hidup, dari sejak menikah
Gunungkidul yang kawin pertama pada
pertama kali sampai saat ini (bukan
usia 19-24 tahun mencapai 51,28 persen.
(Lampiran Tabel 1.8). Data tersebut hanya anak yang lahir pada saat ini atau

menggambarkan bahwa semakin tinggi tahun ini).


tingkat pendidikan seseorang maupun Sedangkan Anak Masih Hidup
meningkatnya kesejahteraan masyarakat adalah jumlah anak kandung yang masih
maka akan menunda keputusan
hidup yang dimiliki oleh seorang wanita
penduduk perempuan usia 10 tahun ke
saat wawancara dilakukan. Data jumlah
atas untuk kawin pada usia muda.
anak masih hidup digunakan untuk
mengetahui jumlah anak yang dimiliki

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 5


seorang wanita secara riil karena dari anak masih hidup. Anak Lahir Hidup
seluruh anak lahir hidup tidak pada usia ini disebut juga sebagai paritas
seluruhnya dapat terus hidup. Selain itu lengkap (completed family size), yaitu
perbedaan Anak Lahir Hidup dan Anak jumlah anak yang sudah tidak
Masih Hidup merupakan data yang bertambah lagi.
menjadi dasar perhitungan Angka 1.6. Banyaknya Anggota Rumah
Kematian Bayi. Tangga

.id
Rata-rata anak lahir hidup yang Rata-rata banyaknya anggota

go
dilahirkan perempuan usia 15 – 49 tahun rumah tangga per rumah tangga dapat

s.
di Kabupaten Gunungkidul pada 2016 menggambarkan tingkat kesejahteraan

bp
rumah tangga dan juga menunjukkan

b.
adalah sebesar 0,90. Sedangkan rata-rata
anak masih hidupnya sebesar 0,90
ka
tingkat keberhasilan Program Keluarga
ul

(Lampiran Tabel 1.9). Angka ini Berencana dalam rangka pengendalian


id
gk

mengandung arti bahwa rata-rata jumlah jumlah penduduk. Dari Tabel 1.3 terlihat
un

anak yang yang dilahirkan hidup oleh bahwa ada kecenderungan rata-rata
un

sekelompok wanita mulai memasuki jumlah anggota rumah tangga per rumah
//g

masa reproduksi hingga kini adalah tangga mengalami penurunan dari tahun
s:
tp

sekitar 1 orang anak dan dari seluruh ke tahun.


ht

anak yang lahir hidup tidak seluruhnya Tabel 1.3. Rata-rata Banyaknya Anggota
Rumah Tangga per Rumah Tangga
dapat terus hidup hal ini terlihat dari di Kabupaten Gunungkidul,
1961-2010
jumlah Anak Masih Hidup yang lebih
Rata-rata Banyaknya
kecil dari jumlah Anak Lahir Hidup. Tahun Anggota Rumah Tangga per
Rumah Tangga
Jika dilihat menurut kelompok umur, (1) (2)

1961 5,0
semakin tinggi kelompok umur semakin
1971 5,1
banyak jumlah anak lahir hidup dan 1980 4,7
1990 4,1
anak masih hidup. Pada kelompok
2000 3,7
perempuan usia 45-49 tahun memiliki 2010 3,5
rata-rata anak lahir hidup dan anak Sumber : Sensus Penduduk 1961, 1971, 1980,
1990, 2000 dan 2010
masih hidup terbanyak, masing-masing
sebesar 2,42 anak lahir hidup dan 2,35

6 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Berdasarkan hasil SP 1961 di
Kabupaten Gunungkidul rata-rata
jumlah anggota rumah tangga sebesar
5,0 jiwa per rumah tangga, selanjutnya
naik menjadi 5,1 jiwa per rumah tangga
pada 1971. Kemudian menurun menjadi
4,7 jiwa per rumah tangga pada 1980,

.id
menurun lagi pada 1990 menjadi 4,1

go
jiwa per rumah tangga dan pada 2000

s.
menjadi 3,7 jiwa per rumah tangga.

bp
b.
Begitu pula pada 2010, banyaknya
anggota rumah tangga per rumah tangga
ka
ul

ada sebanyak 3,5 orang. Hal ini


id
gk

menggambarkan kondisi yang lebih baik


un

bagi tercapainya tujuan dari Program


un

Keluarga Berencana yaitu menciptakan


//g

Catur Warga yang bahagia.


s:
tp

Apabila dibandingkan menurut


ht

kecamatan, maka ada 3 kecamatan yang


memiliki rata-rata jumlah anggota
rumah tangga terkecil, yaitu :
Kecamatan Patuk, Kecamatan
Gedangsari, dan Kecamatan Semin yang
masing-masing pada umumnya memiliki
jumlah anggota rumah tangga sebesar
3,3 jiwa per rumah tangga. Sedangkan
kecamatan yang memiliki rata-rata
jumlah anggota rumah tangga terbanyak
adalah Kecamatan Purwosari yaitu
sebesar 3,99 jiwa per rumah tangga.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 7


.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

8 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Bab 2
Pendidikan
Pendidikan mempunyai peranan dikembangkannya itu agar dapat
yang sangat penting dalam bermanfaat bagi peningkatan kualitas
meningkatkan kualitas sumber daya hidup manusia itu sendiri.

.id
manusia. Pendidikan mempengaruhi Keberhasilan di bidang pendidikan

go
secara penuh pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui beberapa indikator,

s.
suatu wilayah. Hal ini bukan saja baik indikator input maupun indikator

bp
pendidikan akan berpengaruh terhadap output. Indikator input pendidikan salah

b.
produktivitas tetapi juga berpengaruh ka
satunya dilihat dari ketersediaan fasilitas
ul
terhadap pola kehidupan sosial pendidikan yang dalam hal ini diukur
id

masyarakat. Pendidikan menjadikan dengan rasio murid terhadap sekolah,


gk

sumber daya manusia lebih bisa cepat rasio murid terhadap kelas dan rasio
un

mengikuti dan siap akan menghadapi murid terhadap guru. Sedangkan


un

perubahan. Pendidikan diartikan secara indikator output yang dapat


//g

luas merupakan suatu proses menunjukkan kualitas pendidikan SDM


s:
tp

pembelajaran yang dapat dilakukan antara lain tingkat pendidikan yang


ht

dimana saja. ditamatkan, Angka Partisipasi Sekolah


Pendidikan merupakan suatu (APS), Angka Partisipasi Kasar (APK)
proses pemberdayaan untuk dan Angka Partisipasi Murni (APM).
mengungkapkan potensi yang ada pada
manusia sebagai individu, yang 2.1. Rasio Murid Terhadap Sekolah,
Kelas dan Guru
selanjutnya dapat memberikan
sumbangan kepada masayarakat lokal, Rasio murid terhadap sekolah,

kepada masayarakat bangsanya, dan rasio murid terhadap kelas dan rasio

kemudian kepada masayarakat global. murid terhadap guru merupakan

Dengan demikian, fungsi pendidikan beberapa indikator input yang berguna

bukan hanya menggali potensi-potensi untuk mengetahui apakah ketersediaan

yang ada di dalam diri manusia, tetapi sekolah, kelas dan guru sudah

juga bagaimana manusia ini dapat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan

mengontrol potensi yang telah jumlah murid yang ada. Selain itu,

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 9


indikator ini juga dapat digunakan 2.2. Partisipasi Sekolah
sebagai tolok ukur peningkatan mutu Ada beberapa indikator yang
pendidikan. Tingkat kualitas pendidikan berguna untuk menjelaskan situasi
masyarakat yang semakin tinggi partisipasi sekolah penduduk. Beberapa
diperlihatkan dengan rasio murid indikator tersebut adalah Angka
terhadap sekolah, kelas, dan guru yang Partisipasi Sekolah (APS), Angka
semakin besar dengan asumsi jumlah Partisipasi Kasar (APK) dan Angka
sekolah, kelas, dan guru tetap. Partisipasi Murni (APM).

.id
APS merupakan indikator daya

go
Tabel 2.1. Rasio Murid terhadap Sekolah, serap lembaga pendidikan terhadap
Kelas, dan Guru menurut Tingkat

s.
Sekolah di Kabupaten penduduk usia sekolah. Sebagai

bp
Gunungkidul, 2015/2016
indikator dasar, APS dapat digunakan

b.
Jenjang
Rasio ka
untuk melihat akses pada pendidikan
Murid/ Murid/
ul
Pendidikan khususnya bagi penduduk usia sekolah.
Sekolah Guru
id

(1) (2) (4) Semakin tinggi APS, maka semakin


gk

SD/MI 102,37 10,00


besar jumlah penduduk yang
un

SLTP/MTs 212,77 11,30


berkesempatan mengenyam pendidikan.
un

SMU/MA 249,87 7,86


Akan tetapi meningkatnya APS tidak
//g

SMK 251,48 8, 21
selalu dapat diartikan sebagai
s:

Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda, dan


tp

Olahraga Kabupaten Gunungkidul meningkatnya pemerataan kesempatan


ht

masyarakat untuk mengenyam


Berdasarkan Tabel 2.1 terlihat
pendidikan.
bahwa Rasio murid terhadap sekolah
tertinggi berada pada jenjang pendidikan
Tabel 2.2. Angka Partisipasi Sekolah (APS)
SMK, yaitu mencapai angka 251,48 menurut Jenis Kelamin dan Usia
Sekolah di Kabupaten Gunungkidul,
nilai ini mengandung pengertian bahwa 2016
rata-rata setiap satu sekolah SMK
Kelompok
Laki-laki Perempuan L+P
menampung 251 siswa. Angka rasio Umur
(1) (2) (3) (4)
murid terhadap sekolah SMK ini
7-12 100,00 100,00 100,00
menunjukkan adanya kecenderungan
jenis sekolah ini lebih menarik perhatian 13-15 98,85 100,00 99,45

calon siswa dibanding sekolah umum. 16-18 75,74 77,83 76,81

Sumber: Susenas 2016

10 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Berdasarkan Tabel 2.2 terlihat Angka APK untuk tingkat SD
bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) mencapai lebih dari 105,71 persen, SMP
tertinggi terdapat pada kelompok usia 106,67 persen , hal ini menunjukkan
7-12 tahun, yaitu sebesar 100,00 persen. bahwa ada beberapa penduduk usia
Hal ini berarti sudah tidak ada sekolah pada tingkatan sekolah tersebut
penduduk berusia 7-12 tahun yang tidak yang menempati tingkatan sekolah
bersekolah. Demikian juga untuk APS diluar umur umumnya untuk tingkatan
penduduk berusia 13-15 tahun baik laki tersebut, misalnya usia 13 tahun masih

.id
laki maupun perempuan mempunyai di SD atau belum umur 7 tahun sudah

go
angka APS yaitu 99,45 persen, hal ini masuk SD, demukian juga misalnya

s.
menunjukkan bahwa masih ada umur 16 tahun masih di SMP atau

bp
penduduk berusia 13-15 tahun yang belum umur 13 tahun sudah masuk SMP

b.
tidak bersekolah, angka APS penduduk ka
,dan APK untuk tingkat SLTA sebesar
ul
usia 16-18 terlihat penduduk dengan 67,58 persen. Artinya dari 100 orang
id

jenis kelamin perempuan lebih tinggi penduduk usia 16-18 tahun hanya 68
gk

daripada laki-laki. Perlu dikaji lebih orang yang bersekolah di SMA atau
un

jauh untuk melihat penyebab fenomena setingkatnya.


un

ini namun dapat diduga berkaitan Angka partisipasi yang lain adalah
//g

dengan kultur mencari kerja atau Angka Partisipasi Murni (APM). APM
s:
tp

sekedar membantu orang tua mencari merupakan persentase jumlah anak pada
ht

nafkah bagi kaum laki-laki di kabupaten kelompok usia sekolah tertentu yang
Gunungkidul . sedang bersekolah pada jenjang
pendidikan yang sesuai dengan usianya
Tabel 2.3. Angka Partisipasi Kasar (APK)
menurut Jenis Kelamin dan Usia terhadap jumlah seluruh anak pada
Sekolah di Kabupaten Gunungkidul,
2016 kelompok usia sekolah yang
bersangkutan. Bila APK digunakan
Jenjang
Laki-laki Perempuan L+P untuk mengetahui seberapa banyak
Pendidikan
(1) (2) (3) (4) penduduk usia sekolah yang sudah dapat
SD 105,31 106,25 105,71 memanfaatkan fasilitas pendidikan di
SLTP 102,91 110,08 106,67
suatu jenjang pendidikan tertentu tanpa
SLTA 70,83 64,51 67,58
melihat berapa usianya, maka APM
Sumber: Susenas 2016
mengukur proporsi anak yang
bersekolah tepat waktu.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 11


Bila seluruh anak usia sekolah 2.3. Pendidikan yang Ditamatkan
dapat bersekolah tepat waktu, maka Salah satu indikator yang
APM akan mencapai nilai 100. Secara digunakan untuk mengukur kualitas
umum, nilai APM akan selalu lebih Sumber Daya Manusia (SDM) adalah
rendah dari APK karena nilai APK pendidikan tertinggi yang ditamatkan.
mencakup anak diluar usia sekolah pada Semakin tinggi tingkat pendidikan
jenjang pendidikan yang bersangkutan. masyarakat maka semakin tinggi
kualitas SDM nya dan semakin tinggi
Tabel 2.4. Angka Partisipasi Murni (APM)

.id
menurut Jenis Kelamin dan Usia tingkat kesejahteraannya.

go
Sekolah di Kabupaten Gunungkidul,
2016

s.
Gambar 2.1. Persentase Penduduk 10 Tahun ke Atas
menurut Pendidikan Tertinggi yang

bp
Jenjang Ditamatkan di Kabupaten Gunungkidul,
Laki-laki Perempuan L+P

b.
Pendidikan 2016

(1) (2) (3) (4)


ka 40
ul
SD 100,0 100,0 100,0
id

30
gk

SLTP 89,08 94,49 91,91


un

20
SLTA 56,72 59,68 58,24
un

10
Sumber: Susenas 2016
//g

0
s:

L P L+P
Pada 2016 di Kabupaten
tp

Tidak/belum punya SD sederajat SLTP sederajat


Gunungkidul, APM pada jenjang SD
ht

SLTA sederajat Perguruan Tinggi


sebesar 100,0 persen yang berarti bahwa
semua anak umur 7 – 12 tahun di
Berdasarkan Susenas 2016,
Gunungkidul bersekolah di SD tepat
jenjang pendidikan tertinggi yang
waktu. Hal ini menunjukkan indikator
ditamatkan penduduk usia 10 tahun ke
yang baik yaitu masyarakat
atas di Kabupaten Gunungkidul terbesar
Gunungkidul tidak buru-buru untuk
adalah tamatan SD sederajat, yaitu
menyekolahkan anaknya di SD
sebesar 32,80 persen. Jenjang
melainkan mereka menyekolahkan
pendidikan tertinggi berikutnya adalah
anaknya di SD ketika sudah berumur 7
tamat SLTP sederajat 15,53 persen,
tahun sesuai anjuran dari pemerintah.
tidak/belum punya ijasah SD sederajat
28,54 persen, SLTA sederajat 18,70
persen dan paling sedikit tamatan

12 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


perguruan tinggi yang hanya mencapai
4,43 persen (Lampiran Tabel 2.10).
Jika dilihat menurut jenis kelamin,
terlihat bahwa penduduk laki-laki usia
10 tahun ke atas yang tamat SD
sederajat sebesar 34,persen, tamat SLTP
sederajat sebesar 16,79 persen, tamat
SLTA sederajat sebesar 21,21 persen

.id
dan tamat Perguruan Tinggi sebesar 3,83

go
persen.

s.
Fenomena yang terjadi di

bp
Gunungkidul terkait pendidikan dan

b.
gender menujukkan bahwa persentase ka
ul
perempuan berumur 10 tahun ke atas
id

sebagian besar berpendidikan SMP ke


gk

bawah, yang mencapai 78,63 persen.


un

Angka ini lebih tinggi sedikit dibanding


un

laki-laki yang mencapai 74,96 persen.


//g

Kesempatan untuk mengenyam


s:
tp

pendidikan minimal SLTA lebih besar


ht

dirasakan penduduk laki-laki yang


mencapai 21,21 persen, sedang
perempuan hanya 16,39 persen. Akan
tetapi perempuan yang berpendidikan
level perguruan tinggi lebih besar
dibanding laki-laki yaitu 4,98 persen
untuk perempuan dan 3,83 persen untuk
laki laki.

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 13


.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

14 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Bab 3
Kesehatan & Keluarga Berencana

Pembangunan di bidang kesehatan sarana dan prasarana puskesmas dan


mencakup peningkatan penyediaan menambah tenaga dokter maupun tenaga
fasilitas pelayanan kesehatan dasar. kesehatan lainnya. Di Kabupaten

.id
Tujuan penyediaan fasilitas kesehatan Gunungkidul pembangunan di bidang

go
adalah tersedianya fasilitas kesehatan kesehatan juga terus ditingkatkan.

s.
yang mudah dan murah bagi semua

bp
lapisan masyarakat. Pusat kesehatan 3.1. Rasio Jumlah Puskesmas

b.
masyarakat (Puskesmas) dan puskesmas Rasio jumlah Puskesmas terhadap
pembantu selama ini menjadi ujung
ka
penduduk merupakan salah satu
ul
tombak pelayanan kesehatan penduduk indikator untuk mengetahui keefektifan
id

karena mudah terjangkau dan murah,


gk

ketersediaan jumlah fasilitas kesehatan


terutama bagi penduduk di daerah
un

dalam melayani penduduk. Semakin


pedesaan, serta meningkatkan
un

besar nilai rasionya maka semakin


kesadaran, kemauan, dan kemampuan efektif jumlah fasilitas kesehatan yang
//g

hidup sehat bagi setiap orang agar tersedia untuk melayani penduduk.
s:
tp

terwujud kesehatan masyarakat baik Jumlah puskesmas, puskesmas


ht

dalam bidang promotif, preventif, pembantu dan puskesmas keliling pada


kuratif dan rehabilitatif agar setiap 2016 sebanyak 170 unit dengan jumlah
warga masyarakat dapat mencapai penduduk sebanyak 722 479 jiwa, maka
derajat kesehatan yang setinggi- Rasio Puskesmas terhadap 1.000
tingginya baik fisik, mental dan sosial penduduk di Kabupaten Gunungkidul
serta harapan berumur panjang. sebesar 4,25. Artinya bahwa setiap 1
Pembangunan di bidang kesehatan Puskesmas di Gunungkidul melayani
diharapkan membuat semua lapisan sekitar 4.250 penduduk..
masyarakat mendapatkan pelayanan Jumlah tenaga medis di Kabupaten
kesehatan yang mudah, murah, dan Gunungkidul pada 2016 tercatat 173
merata. orang. Dengan jumlah tenaga medis
Pelayanan kesehatan masyarakat sebanyak itu, maka rasio banyaknya
diwujudkan oleh pemerintah dengan tenaga medis terhadap penduduk pada
menambah fasilitas kesehatan maupun 2016 sebesar 4.176 Angka sebesar ini
pelayanannya misalnya membangun mempunyai makna bahwa setiap 1
Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 13
tenaga dokter melayani sekitar 4 176 Tabel 3.2. Angka Harapan Hidup menurut Jenis
penduduk. Kelamin di Kabupaten Gunungkidul,
2012-2016 (Tahun)
Tabel 3.1. Rasio Jumlah Penduduk terhadap
Jumlah Puskesmas dan tenaga medis
di Kabupaten Gunungkidul, 2013- Tahun AHH
2016
(1) (4)

Rasio Jumlah Rasio Jumlah 2012 73,37


Tahun Penduduk per tenaga medis per
2013 73,38
Puskesmas Penduduk
(1) (2) (3) 2014 73,39
2013 3.717 4.748 2015 73,69

.id
2014 3.798 4.853 2016 73,37

go
Sumber : Susenas 2012-2016
2015 3.826 5.374

s.
bp
2016 4.250 4.176

b.
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Gunungkidul Hal yang menarik adalah Angka
dan ka
Estimasi Penduduk Harapan Hidup penduduk selalu
ul

3.2. Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat setiap tahunnya. Kenyataan


id

ini dapat dilihat dengan adanya


gk

Indikator Angka Harapan Hidup


kesadaran tentang hidup sehat di
un

(AHH). Berdasarkan Tabel 3.2 dari


kabupaten Gunungkidul.
un

tahun ke tahun Angka Harapan Hidup


//g

semakin meningkat, artinya derajat


3.3. Kesehatan Balita
s:

kesehatan penduduk Kabupaten


tp

Balita merupakan generasi penerus


ht

Gunungkidul memiliki kecenderungan


masa depan. Balita yang sehat
terus meningkat. Peningkatan usia merupakan modal dasar tercapainya
harapan hidup juga dapat dijadikan masyarakat yang sehat dan cerdas.
sebagai gambaran keberhasilan program Kesehatan balita tidak hanya
kesehatan dan program pembangunan dipengaruhi oleh kesehatan ibu semasa
sosial ekonomi. Pada 2012 Angka kehamilan, akan tetapi juga dipengaruhi
Harapan Hidup penduduk Kabupaten oleh proses kelahiran/ persalinan.
Gunungkidul mencapai 73,37 tahun dan Ditinjau dari penolong kelahiran

pada 2016 angkanya sudah meningkat terakhir di Kabupaten Gunungkidul,


pada 2016 balita yang pada proses
menjadi 73,69 tahun. Angka ini
persalinannya yang ditolong oleh dokter,
bermakna bahwa anak yang lahir pada
bidan, dan tenaga medis jauh lebih
tahun 2016 diperkirakan akan hidup
banyak dibandingkan dengan yang
rata-rata sampai umur 73,69 tahun.
ditolong oleh dukun dan lainnya.
Persentase balita yang ditolong tenaga

14 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


terdidik dokter kandungan sebesar 47,40 Gambar 3.3. Persentase Jenis Kontrasepsi yang
Sedang Digunakan di Kabupaten
persen, sedangkan yang ditolong dokter
Gunungkidul, 2016
umum sebanyak 1,50 persen, untuk
balita yang ditolong bidan sebanyak
Pil
51,2 persen 51.08%

Kondom
16.27%
3.4. Keluarga Berencana
Dalam rangka peningkatan
MOP +

.id
Suntik
kesejahteraan masyarakat di samping 8.54% Implant
MOW
0.46% IUD

go
4.15% 19.50%
peningkatan derajat kesehatan

s.
masyarakat, pengendalian laju

bp
pertumbuhan penduduk melalui program Sejalan dengan jumlah

b.
Keluarga Berencana (KB) juga terus penduduknya, Kecamatan Wonosari
digalakkan. Program KB bertujuan
ka
mempunyai jumlah akseptor KB aktif
ul
untuk membina keluarga kecil yang
id

terbesar yakni 10.252 peserta, diikuti


gk

sejahtera dan bahagia. Pada 2014 oleh Kecamatan Semanu sebanyak


persentase realisasi Akseptor Keluarga
un

7.632 peserta dan Kecamatan Playen


Berencana (KB) terhadap Perkiraan
un

sebanyak 6.645 peserta.


Permintaan Masyarakat (PPM)
//g

Secara keseluruhan alat


mencapai angka 111,34 persen. Hal ini
s:

kontrasepsi yang paling banyak


tp

menunjukkan bahwa semakin banyak digunakan penduduk Kabupaten


ht

penduduk Kabupaten Gunungkidul yang Gunungkidul adalah suntik KB sebesar


sadar akan pentingnya pembinaan 54,45 persen, disusul IUD 15,50 persen
keluarga yang terencana. dan pil KB sebesar 11,83 persen.
Jumlah Pasangan Usia Subur
(PUS) di Kabupaten Gunungkidul pada
2016 sebanyak 112.289 pasangan
dengan peserta KB aktif sebanyak
101.570 pasangan. Sehingga angka
partisipasi KB aktif pada 2016 sebesar
90,45% artinya ada sekitar 91 peserta
KB aktif dari setiap 100 PUS (Pasangan
Usia Subur).

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 15


.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

16 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Bab 4
Ketenagakerjaan
Meningkatnya jumlah angkatan ditinjau dari segi tenaga kerja, jika dapat
kerja yang tidak diimbangi oleh didayagunakan dengan baik, penduduk
perluasan lapangan kerja akan membawa yang sangat banyak dan memiliki

.id
beban tersendiri bagi perekonomian. keterampilan ini merupakan potensi yang

go
Angkatan kerja yang tidak tertampung berharga. Jumlah penduduk yang besar

s.
bp
dalam lapangan kerja akan menyebabkan dan tidak memiliki keterampilan ini

b.
pengangguran. Padahal harapan adalah
ka kerugiannya yang dapat
ul
pemerintah, semakin banyaknya jumlah menyebabkan pengangguran di mana-
id

angkatan kerja bisa menjadi pendorong mana


gk

pembangunan ekonomi. 4.1. Tingkat Partisipasi Angkatan


un

Kerja
un

Kualitas tenaga kerja dalam suatu


Persediaan tenaga kerja yaitu
//g

negara dapat ditentukan dengan melihat


s:

tingkat pendidikan negara tersebut. jumlah penduduk yang sedang dan siap
tp

Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia, untuk bekerja. Persediaan tenaga kerja
ht

tingkat pendidikannya masih rendah. Hal dihitung dari jumlah angkatan kerja

ini menyebabkan penguasaan ilmu (labor force). Ada dua tahap kegiatan

pengetahuan dan teknologi menjadi untuk menghitung persediaan angkatan

rendah. Minimnya penguasaan ilmu kerja, yaitu pembuatan proyeksi

pengetahuan dan teknologi menyebabkan penduduk ini dilakukan karena total

rendahnya produktivitas tenaga kerja, angkatan kerja selalu merupakan bagian

sehingga hal ini akan berpengaruh dari penduduk dan kedua pembuatan

terhadaprendahnya kualitas hasil proyeksi angkatan kerja.

produksi barang dan jasa. Persediaan tenaga kerja atau labor

Jumlah penduduk pada dasarnya supply adalah sejumlah orang yang mau

merupakan potensi yang sangat berharga bekerja pada tingkat upah tertentu.
Biasanya jumlah persediaan tenaga kerja

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 17


diketahui dari penduduk usia kerja yang Tabel 4.1. TPAK Penduduk 15 Tahun ke Atas
menurut Jenis Kelamin di
kegiatan utamanya seminggu yang lalu Kabupaten Gunungkidul, 2012-2015
(%)
adalah bekerja atau sedang mencari
pekerjaan. Persediaan tenaga kerja adalah Laki-laki+
Tahun Laki-laki Perempuan
Perempuan
jumlah penduduk yang sudah siap untuk (1) (2) (3) (4)

bekerja, disebut angkatan kerja (labour 2012 89,35 72,40 80,43

force) yang dapat dilihat dari segi 2013 87,86 68,88 77,87

.id
kualitas dan kuantitas. Persediaan tenaga 2014 86,35 69,81 77,65

go
kerja adalah penjumlahan angkatan kerja 2015 85,81 57,19 70,77

s.
Sumber : Sakernas 2012-2015
yang terdiri dari penduduk yang bekerja

bp
b.
dan mencari pekerjaan. Sementara Berdasarkan Tabel 4.1, di
penduduk yang bekerja disebut sebagai
ka
Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2015
ul

kebutuhan tenaga kerja (labor demand). memiliki TPAK sebesar 70,77 persen.
id
gk

Perbedaan antara persediaan dikurangi Artinya bahwa dari 100 penduduk usia
un

15 tahun ke atas ada sekitar 71 penduduk


dengan kebutuhan disebut sebagai
un

berstatus sebagai angkatan kerja. Jika


pengangguran (pencari kerja)
//g

dibanding tahun sebelumnya, TPAK


Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
s:

tahun ini mengalami penurunan dari 77,65


tp

(TPAK) merupakan indikator atau


persen. Jelasnya penurunan ataupun
ht

gambaran keterlibatan penduduk dalam


peningkatan TPAK belum dapat secara
kegiatan ekonomi yang diukur dengan
langsung menggambarkan kondisi baik
jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas
buruknya ketenagakerjaan di Kabupaten
(penduduk usia kerja) yang masuk dalam
Gunungkidul. Peningkatan TPAK perlu
pasar kerja, baik yang bekerja maupun
ditelusuri lebih jauh lagi, apakah lebih
masih menganggur. Dengan indikator ini
dipengaruhi oleh tingkat pengangguran
dapat dilihat besarnya penduduk usia
ataukah tingkat penyerapan tenaga kerja
kerja yang aktif secara ekonomi pada
(penduduk yang bekerja) pada kurun
suatu wilayah atau negara serta dapat
waktu tersebut.
menunjukkan besaran relatif dari pasokan
Jika dilihat menurut jenis kelamin,
tenaga kerja (labour supply) yang
TPAK laki-laki menunjukkan angka yang
tersedia untuk produksi barang-barang
lebih tinggi dibandingkan perempuan.
dan jasa dalam suatu perekonomian.
Pada 2015, TPAK laki-laki sebesar

18 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


85,81 persen, sedangkan TPAK penganggur/pencari kerja terhadap
perempuan sebesar 57,19 persen. Tingkat jumlah angkatan kerja. Naiknya TPT
partisipasi perempuan cenderung lebih dapat berarti adanya penurunan daya
rendah disebabkan karena peran ganda serap tenaga kerja atau dapat juga berarti
mereka dalam rumah tangga. Perempuan bahwa kecepatan laju kesempatan kerja
akan cenderung keluar dari dunia kerja tidak dapat mengimbangi kecepatan laju
ketika memasuki masa perkawinan, pertumbuhan angkatan kerja.
melahirkan, membesarkan anak dan Kabupaten Gunungkidul pada

.id
kemudian kemungkinan mereka akan Agustus 2015 memiliki TPT terendah

go
kembali ke dunia kerja ketika anak- dibandingkan dengan kabupaten/kota se-

s.
anaknya sudah cukup besar. D.I Yogyakarta, yaitu sebesar 2,78

bp
persen. Sedangkan TPT pada tingkat

b.
4.2. Pengangguran Terbuka ka
provinsi mencapai 3,02 persen (Lampiran
ul
Tabel 4.4.). Rendahnya TPT di
Jumlah penduduk yang besar
id

Kabupaten Gunungkidul kemungkinan


tanpa diikuti dengan kualitas rata-rata
gk

disebabkan karena kondisi geografis dan


yang baik maka dapat menimbulkan
un

sosial ekonomi masyarakat yang kurang


banyak permasalahan. Salah satu
un

menguntungkan sehingga mereka


permasalahan kependudukan terbesar
//g

terpaksa mengoptimalkan pekerjaan


s:

yang dihadapi Indonesia saat ini adalah


tp

mereka sehari-harinya dan tidak


tingginya angka Pengangguran Terbuka.
ht

seselektif penduduk kabupaten/kota lain


Pengangguran Terbuka adalah angkatan
dalam menentukan pekerjaan. Jika
kerja yang sedang mencari pekerjaan.
mereka kalah bersaing dalam pasar
Angkatan Kerja diartikan sebagai jumlah
tenaga kerja non pertanian, maka mereka
penduduk usia kerja (15 tahun keatas)
akan lari ke sektor pertanian.
yang sedang bekerja atau sedang mencari
pekerjaan
Indikator yang biasa digunakan
untuk mengukur pengangguran adalah
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
TPT memberikan indikasi tentang
penduduk usia kerja yang termasuk
dalam kelompok pengangguran. TPT
diukur sebagai persentase jumlah

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 19


Tabel 4.2. TPT Penduduk 15 Tahun ke Atas pekerjaan dan penghasilan dari sektor
menurut Jenis Kelamin di Kabupaten
Gunungkidul, 2012-2015 (%) lainnya.

Laki-laki + 4.3. Lapangan Usaha


Tahun Laki-laki Perempuan
Perempuan
(1) (2) (3) (4) Proporsi pekerja menurut
2012 2,14 0,53 1,38 lapangan usaha merupakan salah satu
2013 2,19 1,11 1,69 ukuran untuk melihat potensi
2014 1,81 1,38 1,61 perekonomian dalam menyerap tenaga

.id
2015 2,65 3,32 2,78 kerja. Semakin besar proporsi pekerja di

go
Sumber : Sakernas 2012-2015 sektor primer (pertanian) maka semakin

s.
tinggi ‘under utilitis’ pekerja, karena

bp
Berdasarkan Tabel 4.2 terlihat secara umum sektor pertanian masih

b.
bahwa tahun 2015 TPT mengalami ka
merupakan sektor dengan produktivitas
ul
kenaikan. Angka TPT ini setiap tahun terendah.
id

mengalami perubahan yang cepat karena


gk

Tabel 4.3. Persentase Penduduk Berumur 15


sebagian penduduk bekerja adalah Tahun ke Atas yang Bekerja menurut
un

Sektor Utama di Kabupaten


pekerja keluarga di sektor pertanian yang Gunungkidul 2015(%)
un

setiap saat dapat berhenti ataupun beralih


//g

Sektor Prosentase
ke sektor lain yang dirasa lebih Utama (%)
s:
tp

menguntungkan secara ekonomi. (1) (2)


ht

Kenaikan TPT dapat diartikan bahwa Pertanian 52,40


Industri
daya serap tenaga kerja pada 2015 lebih Pengolahan
7,80

rendah jika dibandingkan dengan tahun Perdagangan 13,17


sebelumnya. Jika dilihat menurut jenis Jasa 11,58
kelamin, pada periode tersebut TPT laki- Lainnya 15,05
laki selalu lebih rendah dari perempuan Sumber : Sakernas 2015
dan pada 2015 angkanya 2,65 persen Berdasarkan Tabel 4.3 terlihat
untuk laki-laki dan 3,32 persen untuk bahwa sektor pertanian masih merupakan
perempuan. Kenyataan ini dikarenakan sektor yang paling dominan dalam
sebagian besar perempuan di menyerap tenaga kerja dimana lebih dari
Gunungkidul menjadi pekerja keluarga setengah penduduk bekerja di sektor
untuk usaha pertaniannya, sedang laki- tersebut, diikuti sektor jasa dan terakhir
laki lebih cenderung mencari tambahan sektor manufaktur. Pada 2015 Sektor
Pertanian mampu menyerap tenaga kerja

20 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


terbanyak yaitu 52,40, sektor
perdagangan menempati urutan
prosentase terbesar kedua yaitu 13,17
persen, dan sektor jasa sebesar 11,58
persen. Sedangkan Sektor Industri
pengolahan hanya mampu menyerap
tenaga kerja sebanyak 7,80 persen.. Hal
ini lebih disebabkan oleh faktor luas

.id
lahan pertanian yang masih tersedia

go
cukup banyak sehingga sektor pertanian

s.
sebagai pekerjaan utama sebagian besar

bp
penduduknya.

b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 21


.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

22 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Bab 5
Konsumsi &
Pengeluaran Rumahtangga
Masalah gizi tidak terlepas dari dengan cara yang sama. Oleh karena itu,
masalah makanan karena masalah gizi besaran pendapatan (yang diproksi
timbul sebagai akibat kekurangan atau dengan pengeluaran total) yang

.id
kelebihan kandungan zat gizi dalam dibelanjakan untuk pangan dari suatu

go
makanan. Salah satu masalah gizi yang rumah tangga dapat digunakan sebagai

s.
sering dijumpai khususnya di perdesaan petunjuk tingkat kesejahteraan rumah

bp
adalah kurang energi protein. Oleh tangga tersebut.

b.
karena itu tingkat konsumsi/ kecukupan ka Makin tinggi pangsa pengeluaran
ul
energi dan protein digunakan juga pangan dibanding pengeluaran non
id

sebagai indikator tingkat kesejahteraan pangan, berarti makin berkurang


gk

penduduk. kesejahteraan rumah tangga yang


un

Kesejahteraan dapat dikatakan bersangkutan. Sebaliknya, makin kecil


un

makin baik apabila energi dan protein pangsa pengeluaran pangan dibanding
//g

yang dikonsumsi penduduk semakin pengeluaran non pangan maka rumah


s:
tp

meningkat sampai akhirnya melewati tangga tersebut makin sejahtera.


ht

kecukupan kalori/protein per kapita per Ada banyak indikator


hari. kesejahteraan penduduk yang dihasilkan
Kebutuhan rumah tangga dapat dari data konsumsi rumahtangga.
dikelompokkan ke dalam dua kategori Beberapa indikator kesejahteraan yang
besar, yaitu kebutuhan akan pangan dan digunakan dalam publikasi ini antara
bukan pangan. Dengan demikian, pada lain jumlah dan persentase penduduk
tingkat penda patan tertentu, rumah miskin, distribusi pengeluaran
tangga akan mengalokasikan rumahtangga dan pola konsumsi
pendapatannya untuk memenuhi kedua rumahtangga.
kebutuhan tersebut. Secara alamiah
kuantitas pangan yang dibutuhkan 5.1. Penduduk Miskin
seseorang akan mencapai titik jenuh Secara umum penduduk miskin
sementara kebutuhan bukan pangan, didefinisikan sebagai penduduk yang
termasuk kualitas pangan tidak terbatasi
Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 23
pendapatannya (proksi dengan 2016 menjadi 19,34 persen.
pengeluaran) lebih kecil dari pendapatan Kecenderungan fluktuatifnya persentase
yang dibutuhkan untuk hidup secara penduduk di bawah garis kemiskinan
layak di wilayah tempat tinggalnya. yang menandakan bahwa masih banyak
Kebutuhan hidup layak tersebut penduduk dalam kondisi rentan miskin.
diterjemahkan sebagai sejumlah nilai Salah satu yang mempengaruhi fluktuasi
rupiah yang diperlukan oleh setiap ini adalah mata pencaharian penduduk
individu untuk dapat memenuhi Kabupaten Gunungkidul yang sebagian

.id
kebutuhan makan setara 2.100 kilo besar bekerja di sektor pertanian.

go
kalori per orang per hari dan kebutuhan Pertanian di Kabupaten Gunungkidul

s.
non-makanan yang paling esensial yang merupakan lahan pertanian tadah hujan.

bp
terdiri atas perumahan, pakaian, Curah hujan yang kurang bisa

b.
kesehatan, pendidikan, transportasi, dan ka
menyebabkan berkurangnya produksi
ul
aneka barang dan jasa lainnya. tanaman pangan di Kabupaten
id

Gunugkidul dan berimbas pada


gk

Gambar 5.1: Persentase Penduduk Miskin di


Kabupaten Gunungkidul, berkurangnya penghasilan penduduk
un

2013-2015
yang menggantungkan hidupnya pada
un

sektor pertanian.
//g

19.34
2016
s:
tp

5.2. Distribusi Pendapatan


Tahun

21.73
2015
ht

Pembangunan ekonomi yang


20.83
2014 dilakukan oleh suatu negara tidak hanya
mengejar peningkatan pendapatan
15 17 19 21 23

Persentase Penduduk Miskin


secara makro, tetapi juga harus
memperhatikan pemerataan
Berdasarkan Gambar 5.1. terlihat pendapatannya. Distribusi pendapatan
bahwa persentase penduduk miskin di yang tidak merata tidak hanya akan
Kabupaten Gunungkidul cenderung menciptakan kemiskinan, tetapi juga
mengalami perubahan dari tahun ke dapat menimbulkan masalah
tahun. Tahun 2014 jumlah penduduk kesenjangan sosial. Oleh karena itu
miskin mencapai 20,83 persen pembangunan yang dilakukan
sedangkan tahun 2015 menjadi 21,73 diharapkan tidak hanya untuk mencapai
persen dan turun kembali pada tahun target tingkat pertumbuhan, tetapi juga

24 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


menghasilkan pemerataan bagi persen penduduk berpendapatan
masyarakat. menengah sebesar 39,16 persen.
Salah satu indikator yang dapat Kenyataan ini menunjukkan bahwa
digunakan untuk melihat tingkat masih adanya kesenjangan penduduk
ketimpangan pendapatan penduduk yang berpendapatan rendah dengan
adalah kriteria ketimpangan dari Bank penduduk berpendapatan menengah dan
Dunia. Kriteria ini membagi penduduk tinggi.
menjadi 3 kelompok utama yaitu dengan
5.3. Pola Konsumsi Rumahtangga

.id
melihat persentase pendapatan yang

go
Pola konsumsi rumah tangga
mampu dibelanjakan oleh kelompok 40

s.
merupakan salah satu indikator yang
persen penduduk yang berpendapatan

bp
dapat memberikan gambaran keadaan
terendah, kelompok 40 persen penduduk

b.
kesejahteraan penduduk. Semakin tinggi
berpendapatan menengah dan kelompok ka
pendapatan maka porsi pendapatan
ul
20 persen penduduk berpendapatan
untuk pengeluaran akan bergeser dari
id

tertinggi.
gk

pengeluaran untuk makanan ke


Gambar 5.2: Distribusi Pendapatan menurut
un

Kriteria Bank Dunia di Kabupaten pengeluaran bukan makanan. Namun


un

Gunungkidul, 2016
pergeseran tersebut bukanlah hal yang
//g

bisa terjadi dengan cepat.


s:

Suatu wilayah dengan jumlah


tp
ht

penduduk yang bergantung pada sektor


pertanian, sangat wajar jika tingkat
konsumsi makanan masih cukup tinggi
dibanding konsumsi non makanan. Hal
ini karena secara umum penduduknya
Berdasarkan Gambar 5.2 terlihat berpendapatan rendah dan dengan
bahwa pengeluaran 40 persen penduduk tingkat kemiskinan yang masih cukup
berpendapatan terendah sekitar tinggi, sehingga proporsi pengeluaran
19,76 persen dari total pengeluaran untuk makanan relatif lebih tinggi.
penduduk di Kabupaten Gunungkidul.
Sedangkan pengeluaran kelompok
20 persen penduduk berpendapatan
teratas mencapai 41,07 persen.
Sedangkan pendapatan kelompok 40

ndikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 25


Tabel 5.1 Persentase Pemgeluaran Penduduk per
Kapita Per Bulan Menurut Kelompok Tabel 5.2 Pesentase Pengeluaran 4 Kelompok
Pengeluaran di Kab. Gunungkidul, Makanan Menurut Kelompk Komoditi
2015-2016 Terbesar di Kab. Gunungkidul, 2016

Persentase terhadap
Pengeluaran Kelompok Komoditi
Pengeluaran Total Pengeluaran
Tahun Non Total
Makanan (1) (2)
Makanan Makanan/Minuman Jadi
(1) (2) (3) (4)
12,80
Padi-Padian 8,40
2015 55,61 44,39 100,00 Rokok dan
2016 52,71 47,29 100,00 6,14
Tembakau

.id
Sumber: Susenas, BPS, data diolah kembali Sayur-Sayuran 4,90

go
Pada tahun 2016 pengeluaran per
Persentase pengeluaran non

s.
kapita per bulan kelompok makanan

bp
makanan terbesar dialokasikan untuk
sebesar 52,71 persen dari total

b.
pemenuhan kebutuhan kelompok
pengeluaran per kapita penduduk ka
perumahan dan fasilitas rumahtangga
ul
Kabupaten Gunungkidul, sisanya 47,29
yaitu sebesar 23,93 persen, diikuti
id

persen adalah pengeluaran kelompok


gk

kelompok komoditi aneka barang dan


non makanan. Walaupun masih lebih
un

jasa (kesehatan dan pendidikan) sebesar


besar pengeluaran kelompok
un

11,20 persen, kelompok barang tahan


makanannya, namun persentasenya lebih
//g

lama sebesar 5,62 persen dan


kecil dibanding tahun 2015.
s:

kelompok keperluan
Dilihat menurut kelompok
tp

pesta/upacara/kenduri sebesar 2,56


ht

komoditinya, pada 2016 pengeluaran


persen.
makanan terbanyak yang dikonsumsi
rumah tangga per bulan adalah untuk Tabel 5.3 Pesentase Pengeluaran 4 Kelompok Non
Makanan Menurut Kelompk Komoditi
sub kelompok makanan dan minuman Terbesar di Kab. Gunungkidul, 2016

jadi/ olahan yaitu sebesar 12,80 persen,


Kelompok Persentase terhadap
kemudian diikuti kelompok padi-padian Pengeluaran Total Pengeluaran
sebesar 8,40 persen, kelompok rokok (1) (2)
Perumahan & Fasilitas
dan tembakau sebesar 6,14 persen dan Rumah Tangga 23,93
Aneka Barang Jasa 11,20
kelompok sayur-sayuran 4,90 persen. Barang Tahan Lama 5,62
Keperluan Pesta dan
Upacara/Kenduri 2,56
Sumber: Susenas 2016, BPS, data diolah
kembali

26 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Bab 6
Perumahan & Lingkungan Hidup

Rumah merupakan sebuah memiliki kriteria standar kelayakan


bangunan, tempat manusia tinggal dan sebuah rumah.
melangsungkan kehidupannya. Rumah sebagai penunjang

.id
Disamping itu rumah juga merupakan identitas keluarga (identity) yang

go
tempat berlangsungnya proses diwujudkan pada kualitas hunian atau

s.
sosialisasi pada saat seorang individu perlindungan yang diberikan oleh

bp
diperkenalkan kepada norma dan adat rumah. Kebutuhan akan tempat tinggal

b.
kebiasaan yang berlaku di dalam suatu dimaksudkan agar penghuni dapat
masyarakat.Jadi setiap perumahan
ka
memiliki tempat berteduh guna
ul
memiliki sistem nilai yang berlaku bagi melindungi diri dari iklim setempat.
id

warganya.Sistem nilai tersebut berbeda Rumah sebagai penunjang kesempatan


gk

antara satu perumahan dengan (opportunity) keluarga untuk


un

perumahan yang lain, tergantung pada berkembang dalam kehidupan sosial


un

daerah ataupun keadaan masyarakat budaya dan ekonomi atau fungsi


//g

setempat. pengemban keluarga. Kebutuhan berupa


s:

Rumah yang diciptakan dengan akses ini diterjemahkan dalam


tp
ht

suasana yang bersih, sehat, aman, pemenuhan kebutuhan sosial dan


nyaman, dan harmonis, diharapkan kemudahan ke tempat kerja guna
mampu berperan dalam upaya mendapatkan sumber penghasilan.
peningkatan kualitas sumber daya Rumah sebagai penunjang rasa aman
manusia. (security) dalam arti terjaminnya.
Sekarang ini, rumah sebagai keadaan keluarga di masa depan setelah
bangunan fisik sudah menjadi bagian mendapatkan rumah. Jaminan keamanan
dari gaya hidup dan bahkan dapat atas lingkungan perumahan yang
mencerminkan status sosial dari ditempati serta jaminan keamanan
pemiliknya. Kita dapat membandingkan berupa kepemilikan rumah dan lahan .
kondisi ekonomi dan kesehatan Rumah merupakan tempat
seseorang dilihat dari fisik rumahnya. berkumpul bagi semua anggota keluarga
Rumah merupakan salah satu sebagai tempat untuk menghabiskan
determinan kesehatan masyarakat. sebagian besar waktunya, sehingga
Karena itu, rumah yang sehat tentunya kondisi kesehatan perumahan sangat

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 27


berperan sebagai media penularan Tabel 6.1 Persentase Rumah Tangga menurut
Rata-rata Luas Lantai Rumah di
penyakit di antara anggota keluarga atau Kabupaten Gunungkidul, 2014-2016
tetangga sekitarnya. Salah satu ukuran Rata-rata
Luas Lantai 2014 2015 2016
yang digunakan untuk menilai kesehatan (m2)
(1) (2) (3) (4)
perumahan diantaranya adalah luas
lantai rumah/tempat tinggal. <20 0,67 0,50 0.25

Luas lantai rumah tempat tinggal 20 - 49 8,14 8,00 6.11

selain digunakan sebagai indikator untuk 50 – 99 50,22 51,50 47.31


menilai kemampuan sosial masyarakat,

.id
 100 40,97 40,00 46.33
secara tidak langsung juga dikaitan

go
Jumlah 100,00 100,00 100.00
dengan sistem kesehatan lingkungan

s.
Sumber : Susenas 2014-2016

bp
keluarga atau tempat tinggal
(perumahan). Luas lantai erat kaitannya Luas lantai tempat tinggal

b.
dengan tingkat kepadatan hunian atau ka
merupakan indikator untuk
ul
rata-rata luas ruang untuk setiap anggota menggambarkan kecukupan tempat
id

keluarga. tinggal. Luas lantai erat kaitannya


gk

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan tingkat kepadatan hunian atau


un

kelengkapan fasilitas pokok/standar rata-rata luas ruang untuk setiap anggota


un

sebuah rumah menjadi salah satu faktor keluarga. Diperkirakan sampai batas-
//g

penentu kenyamanan dan kesehatan bagi batas tertentu, semakin luas lantai yang
s:

para penghuninya. Keberadaan fasilitas-


didiami, berarti semakin baik keadaan
tp

fasilitas tersebut pada gilirannya akan


ht

sosialnya, yang pada gilirannya


menentukan kualitas rumah, yang berarti
diharapkan akan mendatangkan
akan mempengaruhi derajat kesehatan
kesejahteraan bagi penghuninya.
dari penghuninya. Tingkat kesehatan
Berdasarkan indikator luas lantai
rumah dan lingkungan antara lain
tercermin dari jenis lantai, luas lantai, terlihat bahwa persentase rumah tangga

sumber air minum, jenis kloset yang dengan rata-rata luas lantai terbanyak
digunakan, serta sumber penerangan. memiliki luas antara 50 m2 sampai 99
m2 yaitu sebesar 47,31 persen, kemudian
diikuti rumah dengan luas lantai ≥100
m2 sebanyak 46,33 persen. Hal ini bisa
dimaklumi karena masih luasnya lahan
di wilayah Gunungkidul.
Selain dari luas lantai, jenis
lantai juga dapat digunakan sebagai

28 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


indikator untuk melihat kualitas
Gambar 6.1 : Persentase Rumah Tangga menurut
perumahan. Semakin baik kualitas lantai Sumber Air Minum di Kabupaten
Gunungkidul, 2016
perumahan dapat diasumsikan semakin
baik tingkat kesejahteraan penduduknya.
Selain itu, jenis lantai juga dapat
mempengaruhi kondisi kesehatan
masyarakat. Semakin banyak rumah
tangga yang mendiami rumah dengan

.id
lantai tanah akan berpengaruh pada

go
derajat kesehatan masyarakat.

s.
Berbeda dengan indikator luas

bp
lantai, indikator perumahan lain di

b.
Gunungkidul pada tahun 2016 tercatat ka Tempat pembuangan air besar
ul
masih ada penduduk yang tempat (jamban) adalah suatu ruangan yang
id

tinggalnya masih berlantai tanah sebesar mempunyai fasilitas pembuangan tinja


gk

9,56 persen. Sedangkan lantai bukan manusia. Jamban terdiri atas tempat
un

tanah sebesar 90,44 persen. jongkok atau tempat duduk dengan leher
un

Sumber air minum merupakan angsa atau tanpa leher angsa (cemplung)
//g

faktor utama penentu kualitas air yang yang dilengkapi dengan unit
s:
tp

dikonsumsi dan sangat erat kaitannya penampungan kotoran dan air untuk
ht

dengan kesehatan. Pada 2016, air ledeng membersihkannya


merupakan sumber air minum yang Jenis kloset leher angsa dianggap
paling banyak digunakan oleh rumah sebagai tempat pembuangan air besar
tangga yaitu sebesar 24,44 persen. yang paling sehat, karena di bawahnya
Sedangkan sebagian besar rumah tangga terdapat saluran berbentuk huruf “U”
lainnya menggunakan air yang untuk menampung air sehingga bau tinja
bersumber dari sumur, dan air hujan tidak bisa keluar. Sehingga, ketika
masing-masing sebesar 36,27 persen, semakin banyak rumah tangga yang
dan 23,06 persen. menggunakan fasilitas tempat buang
besar berupa kloset berjenis leher angsa
mengindikasikan bahwa kesadaran
masyarakat untuk menggunakan fasilitas

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 29


tempat pembuangan air besar yang lebih
sehat semakin meningkat Gambar 6.3 : Persentase Rumah Tangga menurut
Sumber Penerangan Utama, 2016
Gambar 6.2 : Persentase Rumah Tangga yang
Memiliki Fasilitas Buang Air Besar
Menurut Jenis Kloset yang digunakan,
100
2016
80

60

40

20

.id
0
Listrik PLN Listrik non Bukan listrik

go
PLN

s.
Sudah umum dipahami bahwa

bp
listrik adalah kebutuhan pokok dalam

b.
Pada 2016, rumah tangga di
kehidupan
ka saat ini. Sangat jauh
Kabupaten Gunungkidul yang
ul
perbedaan kehidupan mereka yang
menggunakan kloset berjenis leher
id

mendapat pelayanan listrik dengan yang


angsa hanya mencapai 88,06 persen hal
gk

tidak, ibarat malam dengan siang. Maka


un

ini menunjukkan bahwa keterbatasan


sudah menjadi keharusan bagi
un

ekonomi yang dialami tidak


pemerintah untuk menyediakan
//g

menghambat masyarakat untuk


pelayanan listrik bagi seluruh
s:

membuat suatu jamban sehat dan juga


penduduknya, jika masyarakat yang
tp

karena pengetahuan dan kesadaran akan


ht

aman, adil, dan sejahtera menjadi cita-


pentingnya jamban sehat dan akibat apa
cita bersama. Ketidakmampuan
yang akan ditimbulkan bila membuang
menyediakan listrik kepada semua
hajat secara sembarangan sudah mereka
penduduk sama artinya dengan
pahami. Itu karena adanya penyuluhan
membiarkan sebagian penduduk untuk
dari pihak terkait tentang hal ini,
hidup di masa lalu dan melupakan masa
sementara itu rumah tangga yang masih
depan. Oleh sebab itu, mestinya ada
menggunakan tempat pembuangan akhir
upaya besar untuk menyediakan listrik
cemplung/cubluk masih cukup banyak
bagi seluruh penduduk yang sampai saat
yaitu sebesar 9,42 persen.
ini belum terjangkau pelayanannya
Tingkat elektrifikasi di
Gunungkidul telah mencapai 99,49
persen, sedangkan 0,51 persen rumah
tangga lainnya masih menggunakan

30 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


pelita/sentir/obor sebagai sumber
penerangan utamanya.

.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 31


.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

32 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Bab 7
Sosial
Kesejahteraan sosial dalam artian pengetahuan dan teknologi, memiliki
yang sangat luas mencakup berbagai etos kerja yang tinggi serta berdisiplin.
tindakan yang dilakukan manusia untuk Secara garis besar, pembangunan

.id
mencapai tingkat kehidupan masyarakat bidang agama ditujukan untuk

go
yang lebih baik. Tingkat kesejahteraan menciptakan suasana kehidupan

s.
masyarakat selain dapat dilihat dari segi beragama yang penuh keimanan dan

bp
ekonomi juga dapat dilihat dari kegiatan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha

b.
non ekonomi. Beberapa segi non ka
Esa, mewujudkan kerukunan umat
ul
ekonomi yang dapat menggambarkan beragama yang dinamis baik intern
id

tingkat kesejahteraan masyarakat antara maupun antar umat beragama, dan turut
gk

lain tentang keagamaan, penyandang memajukan kesejahteraan masyarakat


un

masalah sosial, keamanan dan terutama melalui pendidikan agama dan


un

ketertiban, serta berbagai masalah sosial keagamaan serta pengembangan


//g

lainnya. lembaga sosial keagamaan.


s:
tp

Pembangunan kehidupan
7.1. Agama
ht

beragama bertujuan untuk meningkatkan


Agama mempunyai fungsi yang kualitas umat beragama sehingga
sangat penting dalam pembangunan, tercipta suasana kehidupan beragama
terutama sebagai landasan moral dan yang penuh keimanan, ketaqwaan, dan
etika dalam mewujudkan masyarakat kerukunan. Hubungan yang harmonis
adil dan makmur. Pembangunan bidang antar umat beragama merupakan hal
agama yang terpadu dengan yang selalu diusahakan pemerintah.
pembangunan bidang-bidang lain Untuk menciptakan masyarakat yang
diharapkan dapat mendukung taqwa maka kebebasan beribadah
terwujudnya masyarakat yang beriman, dilindungi undang-undang.
bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah Pembangunan sarana ibadah juga selalu
air, berkesadaran hukum dan ditingkatkan, karena semakin kecil rasio
lingkungan, menguasai ilmu antara banyaknya umat beragama
terhadap tempat ibadahnya maka akan

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 33


semakin baik fasilitas yang diperoleh gangguan tersebut dapat berupa
masyarakat pemeluk agama tersebut. kemiskinan, keterlantaran, kecacatan,
Ketersediaan sarana peribadatan ketunaan sosial, keterbelakangan
akan meningkatkan kekhusukan dalam ,keterasingan/ keterpencilan dan
beribadah. Sejalan dengan proporsi perubahan lingkungan (secara
umatnya, tempat peribadatan yang mendadak) yang kurang mendukung,
tersebar di Kabupaten Gunungkidul seperti terjadinya bencana.
didominasi oleh tempat ibadat Umat Usaha pemerintah bersama pihak

.id
Islam (Masjid). Jika dilihat berdasarkan swasta di bidang sosial, untuk

go
rasio banyaknya pemeluk agama meningkatkan kesejahteraan masyarakat

s.
terhadap tempat ibadahnya, maka meliputi; mendirikan panti asuhan bagi

bp
rasionya cukup bervariasi. anak-anak telantar, memberikan

b.
Rasio terbesar adalah tempat ka
santunan kepada korban bencana alam,
ul
ibadah agama Kristen Katholik (Gereja) dan memberikan kursus keterampilan
id

kemudian diikuti Agama Islam (Masjid) bagi penduduk usia produktif yang
gk

dan paling kecil tempat ibadah Agama masih menganggur maupun kepada
un

Hindu (pura). Rata-rata satu masjid di penduduk yang mengalami cacat fisik
un

Kabupaten Gunungkidul pada 2014 agar dapat meningkatkan


//g

tersedia untuk 258 jama’ah, sedangkan kesejahteraannya.


s:
tp

rasio jamaah per tempat ibadah paling


Tabel 7.1 Jumlah Anak Cacat dan Penyandang
ht

besar adalah untuk agama Katholik Cacat di Kabupaten Gunungkidul,


2012-2014
sebesar 651 orang, dan terkecil untuk
Umat Budha sebanayak 58 jamaah. Penyandang
Anak Cacat
Tahun Cacat
(orang)
(orang)
7.2. Penyandang Masalah Sosial (1) (2) (3)

Penyandang Masalah Sosial 2012 1.208 10.160

adalah seseorang, keluarga atau 2013 1.092 8.208


kelompok masyarakat yang karena suatu 2014 1.183 8.475
hambatan, kesulitan atau gangguan tidak
dapat melaksanakan fungsi sosialnya,
Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan
sehingga tidak dapat terpenuhi Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul

kebutuhan hidupnya baik jasmani,


Jumlah penyandang cacat di
rohani dan sosial secara memadai dan
Kabupaten Gunungkidul pada 2014
wajar. Hambatan, kesulitan dan
semakin meningkat sekitar 3,25 persen

34 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


dari 8.208 orang pada 2013 menjadi masyarakat adalah tingkat kriminalitas.
hanya 8.275 orang. Sedangkan jumlah Kriminalitas menggambarkan terjadinya
anak cacat tercatat 1.183 orang atau ketimpangan kehidupan sosial di
meningkat sebanyak 8,33 persen dari masyarakat, sekaligus merupakan
tahun sebelumnya. fenomena sosial yang memerlukan
penanganan yang serius.
7.3. Keamanan dan Ketertiban
Tambahan jumlah narapidana pada
Masyarakat
2014 mengalami penurunan dari tahun
Didalam era saat ini, telah terjadi

.id
sebelumnya. Tercatat sebanyak 153
perubahan dalam pola pikir dan pola

go
orang narapidana tambahan menghuni
hidup manusia menjadi konsumtif.

s.
Rutan Wonosari, dengan rincian 153

bp
Perilaku konsumtif membuat manusia
orang karena kasus kejahatan dan tidak

b.
merasa tidak pernah cukup akan harta
benda yang telah ia miliki. Sehingga ada
ka
ada yang akibat kasus pelanggaran. Jika
ul
dilihat menurut jenisnya, pada 2014
kecenderungan untuk memiliki harta
id

tambahan narapidana kejahatan


gk

benda milik orang lain. Dengan berbagai


terbanyak adalah dari kasus perjudian
un

cara, salah satunya yaitu mencuri.


dan pencurian yang mencapai 69 kasus
un

Tentunya, tanpa seizin pemilik harta


dan 33 kasus.
//g

benda tersebut. Sehingga apabila


s:

Tabel 7.2 Tambahan Narapidana Berdasarkan


kegiatan pencurian tersebut sudah Keputusan Pengadilan menurut Status
tp

terjadi, maka pemilik harta benda Tahanan dalam Lembaga


ht

Permasyarakatan di Kabupaten
tersebut akan mengalami kerugian Gunungkidul, 2010-2014

secara materil.serta akan mengalami


Status Tahanan
kesulitan untuk mencari tahu siapa Tahun Kejahatan Pelanggaran
(orang) (orang)
pelakunya
(1) (2) (3)
Masalah keamanan dan ketertiban
masyarakat seringkali menjadi topik 2010 213 5
2011 245 1
yang paling menonjol dalam
2012 208 1
permasalahan sosial. Terciptanya situasi
2013 192 3
yang aman dan tertib akan banyak 2014 153 0
mendukung keberhasilan pembangunan Sumber : Rumah Tahanan Negara Wonosari,
Kabupaten Gunungkidul (Daftar
baik di daerah maupun untuk skala LP2)
nasional. Salah satu indikator untuk
7.4. Bencana Alam
melihat tingkat keamanan dan ketertiban

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 35


Banyak masalah yang berkaitan Berdasarkan Gambar 7.1 terlihat
dengan bencana alam. Kehilangan dan bahwa bencana alam terbanyak pada
kerusakan termasuk yang paling sering 2014 di Kabupaten Gunungkidul adalah
harus dialami bersama datangnya bencana angin topan yaitu sebanyak 93

bencana itu. Harta benda dan manusia kasus, kemudian tanah longsor sebanyak
40 kasus, dan kebakaran sebanyak 26
terpaksa harus direlakan, dan itu semua
kasus.
bukan masalah yang mudah. Dalam arti
Kecuali kasus tanah longsor, kasus
mudah difahami dan mudah diterima
bencana alam lain yang terjadi di

.id
oleh mereka yang mengalami.
Gunungkidul mengalami kenaikan jika

go
Bencana alam adalah
dibanding tahun 2014.

s.
konsekuensi dari kombinasi aktivitas

bp
alami (suatu peristiwa fisik, seperti

b.
letusan gunung, gempa bumi, tanah ka Gambar 7.1: Banyaknya Korban Bencana Alam
longsor) dan aktivitas manusia. Karena
ul
yang Terjadi menurut Jenis Bencana
di Kabupaten Gunungkidul,
id

ketidak berdayaan manusia, akibat


2012-2014
gk

kurang baiknya manajemen keadaan


un

darurat, sehingga menyebabkan


un

kerugian dalam bidang keuangan dan


//g

struktural, bahkan sampai kematian.


s:

Bencana alam juga dapat


tp

diartikan sebagai bencana yang


ht

diakibatkan oleh gejala alam.


Sebenarnya gejala alam merupakan
gejala yang sangat alamiah dan biasa
terjadi pada bumi. Namun, hanya ketika
gejala alam tersebut melanda manusia
(nyawa) dan segala produk budidayanya
(kepemilikan, harta dan benda), kita
baru dapat menyebutnya sebagai
bencana.
Besarnya dampak dan kerugian
bencana itu sendiri sangat tergantung
dari kemampuan untuk mencegah atau
menghindari bencana serta daya tahan
yang dimiliki.

36 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


ht
tp
s:
//g
unu
ng
ki
du
lk
ab
.b
p s.
g o.
id
Lampiran
ht
tp
s:
//g
unu
ng
ki
du
lk
ab
.b
p s.
g o.
id
Tabel 1.1. Persebaran Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Daerah
Istimewa Yogyakarta, 2000 dan 2010

2000 2010
Kabupaten /
Kota Banyaknya Persentase Banyaknya Persentase
(jiwa) (%) (jiwa) (%)
(1) (2) (3) (4) (5)

.id
1. Kulonprogo 370 944 11,88 388 869 11,25

o
s .g
bp
b.
2. Bantul 781 013
l ka
25,02 911 503 26,36
du
ki
ng
nu

3. Gunungkidul 670 433 21,48 675 382 19,53


gu
s ://
tp
ht

4. Sleman 901 377 28,89 1 093 110 31,62

5. Kota Yogyakarta 396 711 12,73 388 627 11,24

D.I Yogyakarta 3 120 478 100,00 3 457 491 100,00

Sumber : Sensus Penduduk 2000 dan 2010

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 39


Tabel 1.2. Luas dan Kepadatan Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Daerah
Istimewa Yogyakarta, 1990, 2000 dan 2010

Kepadatan Penduduk per Km2


Kabupaten / Luas
Kota (Km2)
1990 2000 2010
(1) (2) (3) (4) (5)

.id
1. Kulonprogo 586,27 635 633 663

o
s .g
bp
b.
2. Bantul 506,85 1 375
lka 1 541 1 798
du
ki
ng

3. Gunungkidul 1 485,36 438 451 455


nu
gu
s ://
tp

4. Sleman 574,82 1 358 1 568 1 902


ht

5. Kota Yogyakarta 32,50 12 679 12 206 11 958

D.I Yogyakarta 3 185,80 914 979 1 085

Sumber : Sensus Penduduk 1990, 2000, 2010

40 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 1.3. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk menurut
Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Kepadatan
Luas Wilayah Penduduk
Kecamatan Penduduk
(Km2) (jiwa)
per Km2

(1) (2) (3) (4)


1. Panggang 99,80 28 360 284.17

.id
2. Purwosari 71,76 20 713 288.64

o
.g
3. Paliyan 58,07 31 110 535.73

s
bp
4. Saptosari 87,83 36 658 417.37

b.
5. Tepus 104,91 34 110 325.14
ka
6. Tanjungsari 71,63 27 488 383.75
l
du

7. Rongkop 83,46 28 773 344.75


ki
ng

8. Girisubo 94,57 23 732 250.95


nu

9. Semanu 108,39 55 342 510.58


gu

10. Ponjong 104,49 53 273 509.84


s ://

11. Karangmojo 80,12 52 162 651.05


tp

12. Wonosari 75,51 84 257 1 115.84


ht

13. Playen 105,26 58 299 553.86

14. Patuk 72,04 32 460 450.58


15. Gedangsari 68,14 37 719 553.55

16. Nglipar 73,87 31 756 429.89

17. Ngawen 46,59 33 828 726.08

18. Semin 78,92 52 439 664.46

Jumlah 1 485,36 722 479 486,40

Sumber : Proyeksi Penduduk 2010-2020

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 41


Tabel 1.4. Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun menurut
Kabupaten/ Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, 1971 – 2010

Kabupaten /
1971 – 1980 1980 – 1990 1990 – 2000 2000 – 2010
Kota

(1) (2) (3) (4) (5)

o .id
.g
1. Kulonprogo 0,29 0,22 0,04 0,48

s
bp
b.
l ka
du

2. Bantul 1,21 0,94 1,19 1,57


ki
ng
nu
gu

3. Gunungkidul 0,68 0,13 0,30 0,07


s://
tp
ht

4. Sleman 1,56 1,43 1,50 1,90

5. Kota Yogyakarta 1,72 0,34 0,39 0,21

D.I Yogyakarta 1,09 0,58 0,72 1,04

Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan 2010

42 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 1.5. Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk Pertahun menurut
Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul , 1961 – 2010

1961 1971 1980 1990 2000


Kecamatan - - - - -
1971 1980 1990 2000 2010

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Panggang 0,89 0,20 -1,24 0,12 0,22


2. Purwosari 0,35 -0,35 -0,70 0,39 0,54

.id
o
3. Paliyan 0,56 0,82 -0,20 0,55 -0,07

.g
4. Saptosari 0,50 0,78 0,11 0,78 -0,11

s
bp
5. Tepus 1,01 0,63 -0,59 0,17 -0,34

b.
6. Tanjungsari 0,69 l1,37 ka -0,01 0,28 -0,05
7. Rongkop -0,02 0,24 -0,32 0,57 -0,50
du
ki

8. Girisubo 1,63 0,23 -1,47 0,67 -0,47


ng

9. Semanu 0,52 0,93 0,02 0,65 -0,14


nu

10. Ponjong 0,66 0,70 -0,40 0,17 -0,05


gu

11. Karangmojo 0,71 0,52 -0,31 -0,38 0,01


s ://

12. Wonosari 1,58 1,61 0,78 0,45 0,64


tp

13. Playen 0,83 0,68 -0,19 0,19 0,42


ht

14. Patuk 0,35 0,82 -0,11 0,36 0,73


15. Gedangsari 0,90 0,85 0,08 0,23 -0,25
16. Nglipar 0,94 0,69 -0,03 -0,36 0,18
17. Ngawen 0,97 0,37 0,47 0,65 0,27
18. Semin 1,02 0,13 0,16 0,29 -0,24

Jumlah 0,81 0,68 0,13 0,31 0,07

Sumber : Sensus Penduduk 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 43


Tabel 1.6. Jumlah Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Laki-laki +
Kelompok Umur Laki-laki Perempuan
Perempuan

(1) (2) (3) (4)

0–4 25 086 23 870 48 956

o .id
5–9 26 155 25 000 51 155

s .g
10 – 14

bp
28 331 26 591 54 922

b.
15 – 19 22 643 ka
l 20 662 43 305
du

20 – 24 16 457 18 004 34 461


ki

25 – 29
ng

23 083 24 514 47 597


nu

30 – 34 22 883 23 684 46 567


gu

35 – 39
://

24 064 26 331 50 395


s
tp

40 – 44 24 917 26 964 51 881


ht

45 – 49 25 051 27 912 52 963

50 – 54 24 173 28 153 52 326

55 – 59 24 230 26 331 50 561

60 – 64 20 841 22 469 43 310

65 + 40 911 53 169 94 080

Jumlah 348 825 373 654 722 479

Sumber : Proyeksi Penduduk 2016

44 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 1.7. Persentase Penduduk menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin
dan Sex Ratio di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Kelompok Umur Laki - Laki Perempuan Sex Ratio

(1) (2) (3) (4)

.id
0-4 51.24 48.76 105.09

o
.g
5-9 51.13 48.87 104.62

s
bp
10 - 14 51.58 48.42 106.54

b.
15 - 19 52.29
lka 47.71 109.59
du

20 - 24 47.76 52.24 91.41


ki
ng

25 - 29 48.50 51.50 94.16


nu
gu

30 - 34 49.14 50.86 96.62


://

35 - 39 47.75 52.25 91.39


s
tp
ht

40 - 44 48.03 51.97 92.41

45 - 49 47.30 52.70 89.75

50 - 54 46.20 53.80 85.86

55 - 59 47.92 52.08 92.02

60 - 64 48.12 51.88 92.75

65 + 43.49 56.51 76.95

Jumlah 48.28 51.72 93.36

Sumber : Proyeksi Penduduk 2016

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 45


Tabel 1.8. Persentase Penduduk Perempuan Usia 10 Tahun ke Atas yang
Pernah Kawin di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Umur Perkawinan
Pertama
Persentase

(1) (2)

o .id
 16 13.58

s .g
bp
b.
ka
17 - 18 19.58
l
du
ki
ng
nu

19 - 24 53.84
gu
s://
tp
ht

25 + 13.01

Jumlah 100,00

Sumber : Susenas 2016

46 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 1.9. Rata-Rata Jumlah Anak Lahir Hidup, Anak Masih Hidup per
Perempuan Usia 15 - 49 Tahun Menurut Kelompok Umur
di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Rata-Rata Rata-Rata
Kelompok Umur
Anak Lahir Hidup Anak Masih Hidup

(1) (2) (3)

.id
15-19 0,90 0,90

o
.g
s
bp
20-24 1,03 0,96

b.
l ka
du

25-29 1,13 1,10


ki
ng
nu
gu

30-34 1,62 1,53


s ://
tp
ht

35-39 1,85 1,82

40-44 2,17 2,03

45-49 2,42 2,35

Rata-Rata 1,78 1,71

Sumber : Susenas 2016

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 47


Tabel 1,10, Rata-Rata Banyaknya Anggota Rumah Tangga per Rumah Tangga
menurut Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, 1971-2010

Kecamatan 1971 1980 1990 2000 2010

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Panggang 5,6 5,1 4,3 4,0 3,9

2. Purwosari 5,1 4,8 4,2 4,0 4,0

o .id
3. Paliyan 5,0 4,6 4,0 3,7 3,5

s .g
4. Saptosari 5,1 4,7 4,1 3,9 3,7

bp
5. Tepus 5,4 4,9 4,0 3,7 3,4

b.
6. Tanjungsari 5,2 4,9
l ka 4,1 3,7 3,5
du

7. Rongkop 5,2 4,7 4,1 3,9 3,6


ki
ng

8. Girisubo 5,4 4,7 3,9 3,7 3,4


nu

9. Semanu 4,8 4,7 4,0 3,7 3,4


gu

10. Ponjong 5,2 4,9 4,2 3,8 3,5


://

11. Karangmojo 5,0 4,7 4,1 3,6 3,4


s
tp

12. Wonosari 5,1 5,0 4,3 3,9 3,6


ht

13. Playen 4,9 4,5 4,0 3,7 3,5

14. Patuk 4,7 4,0 4,0 3,6 3,3

15. Gedangsari 4,8 4,7 4,1 3,8 3,3

16. Nglipar 4,9 4,7 4,1 3,6 3,4

17. Ngawen 4,8 4,5 3,9 3,6 3,4

18. Semin 5,3 4,8 4,0 3,6 3,3

Jumlah 5,1 4,7 4,1 3,7 3,5


Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan 2010

48 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 2.1. Rasio Murid terhadap Sekolah, Kelas, dan Guru menurut Tingkat
Sekolah (Negeri dan Swasta) di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Tingkat Sekolah Murid/Sekolah Murid/Kelas Murid/Guru

(1) (2) (3) (4)

.id
TK/RA/BA 27,90 15,68 10,22

go
SD/MI 102,7 16,43 11,68

s.
SLTP/MTs 215,57 25,55 10,94

bp
b.
SMU/MA 239,67 23,34 7,46
SMK 375,98
ka 33,13 9, 95
ul
id

Sumber : Gunungkidul Dalam Angka 2016


gk
un
un

Tabel 2.2. Persentase Penduduk Usia 7 - 12 Tahun menurut Partisipasi Sekolah


dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016
//g
s:
tp
ht

Partisipasi Sekolah Laki - Laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

Tidak/ Belum Pernah Sekolah 0,0 0,0 0,0

Masih Sekolah 100,0 100,0 100,0

Tidak Bersekolah Lagi 0,0 0,0 0,0

Jumlah 100,0 100,0 100,0

Sumber : Susenas 2016

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 49


Tabel 2.3. Persentase Penduduk Usia 13 - 15 Tahun menurut Partisipasi Sekolah
dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Partisipasi Sekolah Laki - Laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

Tidak/ Belum Pernah Sekolah 1,1 0,0 0,5

.id
go
Masih Sekolah 98,9 100,0 99,5

s.
Tidak Bersekolah Lagi 0,0 0,0 0,0

bp
b.
Jumlah 100,0
ka 100,0 100,0
ul
id

Sumber : Susenas 2016


gk
un
un

Tabel 2.4. Persentase Penduduk Usia 16 - 18 Tahun menurut Partisipasi


Sekolah dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016
//g
s:
tp
ht

Partisipasi Sekolah Laki - Laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

Tidak/ Belum Pernah Sekolah 1,7 0,0 0,8

Masih Sekolah 75,7 77,8 76,8

Tidak Bersekolah Lagi 22,5 22,2 22,4

Jumlah 100,0 100,0 100,0

Sumber : Susenas 2016

50 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 2.5. Persentase Penduduk Usia 19 - 24 Tahun menurut Partisipasi Sekolah
di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Partisipasi Sekolah Laki - Laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

Tidak/ Belum Pernah Sekolah 0,0 0,0 0,0

.id
go
Masih Sekolah 19,9 8,7 14,8

s.
bp
Tidak Bersekolah Lagi 80,1 91,3 85,2

b.
ka
Jumlah 100,0 100,0 100,0
ul
id

Sumber : Susenas 2016


gk
un

Tabel 2.6. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kelompok Umur dan
un

Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016


//g
s:
tp

Laki - Laki
ht

Kelompok Umur Laki – Laki Perempuan +


Perempuan

(1) (2) (3) (4)

5-6 4.88 13.01 9.28

7-12 100.00 100.00 100.00

13-15 98.85 100.00 99.45

16-18 75.74 77.83 76.81

19-24 19.91 8.72 14.78

Sumber : Susenas 2016

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 51


Tabel 2.7. Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Tingkat Pendidikan dan
Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Laki - Laki
Tingkat Pendidikan Laki – Laki Perempuan +
Perempuan

(1) (2) (3) (4)

.id
go
SD 105.31 106.25 105.71

s.
bp
SLTP 102.91 110.08 106.67

b.
SLTA 70.83 ka 64.51 66.67
ul
id
gk

Sumber : Susenas 2016


un
un
//g

Tabel 2.8. Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan dan
s:

Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016


tp
ht

Laki - Laki
Tingkat Pendidikan Laki – Laki Perempuan +
Perempuan

(1) (2) (3) (4)

SD 100,0 100,0 100,0

SLTP 89.08 94.49 91.91

SLTA 56.72 59.68 58.24

Sumber : Susenas 2016

52 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 2.9. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas menurut Jenis
Kelamin dan Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten
Gunungkidul, 2016

Pendidikan Tertinggi Yang


Laki - Laki Perempuan Jumlah
Ditamatkan
(1) (2) (3) (4)

Tidak Punya

.id
18,60 20,24 19,42

go
SD/Sederajat 36,49 37,48 36,98

s.
SLTP/Sederajat 18,03 17,01 17,52

bp
SLTA/Sederajat 22,7 19,39 21,06

b.
Diploma dan Perguruan Tinggi 4,11 ka 5,89 5,00
ul
id
gk

Jumlah 100,0 100,0 100,0


un

Sumber : Susenas 2016


un
//g
s:

Tabel 2.10. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun Keatas menurut Partisipasi


Sekolah dan Jenis Kelamin di Kabupaten Gunungkidul, 2016
tp
ht

Partisipasi Sekolah Laki - Laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4)

Tidak/ Belum Pernah Sekolah 6,8 15,4 11,3


Masih Sekolah 16,3 13,6 14,9
Tidak Bersekolah Lagi 76,8 70,9 73,7

Jumlah 100,0 100,0 100,0

Sumber : Susenas 2016

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016 53


.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

54 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 3.1. Rasio Penduduk Terhadap Puskesmas menurut Kecamatan
di Kabupaten Gunungkidul, 2015

Banyaknya Banyaknya
Kecamatan Rasio
Penduduk *) Puskesmas **)

(1) (2) (3) (4)

1. Panggang 28 360 9 3151

.id
2. Purwosari 20 713 5 4143

go
3. Paliyan 31 110 7 4444

s.
4. Saptosari 36 658 9 4073

bp
5. Tepus 34 110 10 3411

b.
6. Tanjungsari 27 488 ka 7 3927
ul
7. Rongkop 28 773 8 3597
id

8. Girisubo 23 732 8 2967


gk

9. Semanu 55 342 11 5031


un

10. Ponjong 53 273 15 3552


un
//g

11. Karangmojo 52 162 14 3726


s:

12. Wonosari 84 257 16 5266


tp

13. Playen 58 299 13 4485


ht

14. Patuk 32 460 11 2951


15. Gedangsari 37 719 9 4191
16. Nglipar 31 756 10 3176
17. Ngawen 33 828 9 3759
18. Semin 52 439 13 4034

Jumlah 722 479 184 3927

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul


Keterangan : 1. *) Proyeksi Penduduk 2015
2. **) Termasuk Puskesmas Pembantu & Keliling

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 55


Tabel 3.2. Rasio Banyaknya Dokter terhadap Penduduk di Kabupaten
Gunungkidul, 2008 - 2016

Banyaknya Banyaknya
Tahun Rasio
Penduduk *) Dokter **)

(1) (2) (3) (4)

.id
2008 686 772 80 8 584

go
s.
2009 688 145 88 7 819

bp
b.
2010 675 382
ka 76 8 886
ul
id
gk

2011 677 998 131 5 175


un
un

2012 680 406 133 5 115


//g
s:
tp

2013 683 735 144 4 748


ht

2014 698 825 144 4 853

2015 704.026 131 5.374

2016 722.479 131 5.515

Sumber : Gunungkidul Dalam Angka 2017


Keterangan : 1. *) Proyeksi SP2000 – SUPAS 2005, SP2010 dan Proyeksi Penduduk
2. **) Dokter Umum, Gigi, Spesialis (Termasuk Dokter PTT dan Dokter di
Dinas Kesehatan)

56 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 3.3 Angka Harapan Hidup Kabupaten Gunungkidul, 2012 - 2016

Tahun Angka Harapan


Hidup (Tahun)
(1) (4)
2012 73,37

2013 73,38

2014 73,39

.id
2015 73,69

go
s.
2016 73,76

bp
Sumber : IPM 2012-2016, diolah kembali

b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 57


Tabel 3.4 Persentase Wanita Berumur 15 - 49 Tahun dan Berstatus Kawin
menurut Alat/Cara KB yang Dipakai di Kabupaten Gunungkidul,
2016

Cara KB Persentase

(1) (2)

.id
IUD 15.50

go
s.
bp
b.
MOP + MOW 3.69
ka
ul
id

Implant 11.73
gk
un
un

Suntik 54.45
//g
s:
tp

Pil 11.83
ht

Kondom 2.80

Jumlah 100,00

Sumber : Gunung Kidul Dalam Angka 2017

58 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 3.5 Banyaknya Akseptor KB Aktif menurut Kecamatan dan Jenis
Kontrasepsi Yang Sedang Digunakan di Kabupaten Gunungkidul,
2016

Jenis Kontrasepsi
Kecamatan Jumlah
MOP +
IUD Implant Suntik Pil Kondom
MOW
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (9)

.id
go
1. Panggang 599 302 411 1 789 211 182 3494

s.
2. Purwosari 333 169 338 1 701 172 57

bp
2770
3. Paliyan 453 146 216 2 168 985 124

b.
4092
4. Saptosari 1 395 180 1 126 ka2 364 810 126 6001
ul
5. Tepus 227 69 484 2 736 614 54 4184
id

6. Tanjungsari 715 28 744 1 963 543 112 4105


gk

7. Rongkop 777 52 487 2 681 718 57


un

4772
8. Girisubo 313 85 302 2 144 393 25
un

3262
9. Semanu 999 69 978 3 870 1 415 301
//g

7632
10. Ponjong 864 257 490 3 535 815 107
s:

6068
tp

11. Karangmojo 1 561 468 121 3 121 758 361 6390


ht

12. Wonosari 1 816 204 885 5 995 988 364 10252


13. Playen 1 539 249 1 473 2 607 475 133 6476
14. Patuk 555 256 760 1 602 285 73 3531
15. Gedangsari 268 223 967 2 462 230 100 4250
16. Nglipar 669 184 458 1 539 399 157 3406
17. Ngawen 233 132 254 2 796 355 99 3869
18. Semin 816 288 205 4 589 627 120 6645

Jumlah 14132 3361 10699 49662 10793 2552 91199

Sumber : Gunung Kidul Dalam Angka 2017

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 59


.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

60 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 4.1. Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas menurut Kegiatan
Utama Selama Seminggu yang Lalu dan Jenis Kelamin di Kabupaten
Gunungkidul, 2015

Laki-laki+
Kegiatan utama Laki-laki Perempuan
Perempuan

(1) (2) (3) (4)


Bekerja 83,54 55,34 68,72

.id
go
Pengangguran 2,27 1,85 2,05

s.
Mengurus rumah tangga 6,49 6,03 6,25

bp
b.
Sekolah 0,92 31,29 16,88
ka
Lainnya 6,78 5,50 6,11
ul
id

Jumlah 100,00 100,00 100,00


gk

Sumber : Sakernas 2015


un
un
//g

Tabel 4.2. Persentase Penduduk 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut


s:

Sektor Utama di Kabupaten Gunungkidul, 2015


tp
ht

Sektor Utama Prosentase (%)


(1) (5)
Pertanian 52,40
Industri Pengolahan 7,80
Perdagangan 13,17
Jasa 11,58
Lainnya 15,05
Jumlah 100,00
Sumber : Sakernas 2015

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 61


Tabel 4.3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Penduduk 15 Tahun Ke
Atas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di D.I Yogyakarta,
2015

Laki-laki+
Kabupaten / Kota Laki-laki Perempuan
Perempuan

(1) (2) (3) (4)


Kulonprogo 86,14 65,74 75,62

.id
Bantul 78,45 57,58 67,84

go
Gunungkidul 85,81 57,19 70,77

s.
bp
Sleman 77,24 53,63 65,45

b.
Kota Yogyakarta 75,50 ka 58,55 66,70
ul
D.I. Yogyakarta 80,93 57,30 68,38
id
gk

Sumber : Sakernas 2015


un
un

Tabel 4.4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk 15 Tahun Ke Atas


//g

Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di D.I Yogyakarta,


s:

2015
tp
ht

Laki-laki+
Kabupaten / Kota Laki-laki Perempuan
Perempuan

(1) (2) (3) (4)


1. Kulonprogo 3,62 3,84 3,30

2. Bantul 2,10 4,18 2,81

3. Gunungkidul 2,65 3,32 2,78

4. Sleman 5,31 5,45 4,80

D.I. Yogyakarta 3,72 4,54 3,02


Sumber : Sakernas 2015

62 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 5.1. Persentase Pengeluaran Makanan yang Dikonsumsi Rumah Tangga
Selama Seminggu menurut Jenisnya di Kabupaten Gunungkidul ,
2016

Persentase
Jenis Makanan
(%)

(1) (2)

1. Padi – Padian 8.40

.id
2. Umbi – Umbian 0.39

o
.g
3. Ikan Dan Sebagainya 2.33

s
bp
4. Daging 2.75

b.
5. Telur, Susu dan Sebagainya lka 3.31

6. Sayur – Sayuran
du

4.90
ki

7. Kacang – Kacangan 2.26


ng

8. Buah – Buahan 1.94


nu
gu

9. Minyak Dan Lemak 2.34


://

10. Bahan Minuman 2.97


s
tp

11. Bumbu – Bumbuan 1.02


ht

12. Konsumsi Lainnya 1.17

13. Makanan dan Minuman Jadi 12.80

14. Tembakau dan Sirih 6.14

Total Makanan 52.71

Sumber : Susenas 2016

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 63


Tabel 5.2. Persentase Pengeluaran Non Makanan yang Dikonsumsi Rumah
Tangga Selama Satu Bulan menurut Jenisnya di Kabupaten
Gunungkidul , 2016

Persentase
Jenis Pengeluaran

(1) (2)

.id
1. Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga 23.93

o
s .g
2. Aneka Barang dan Jasa 11.12

bp
b.
3. Pakaian, Alas Kaki dan Tutup Kepala
ka
l 2.42
du
ki

4. Barang - Barang Tahan Lama 5.62


ng
nu

5. Pajak, Pungutan dan Asuransi 1.63


gu
s://

6. Keperluan Pesta dan Upacara/ Kenduri 2.56


tp
ht

Total non Makanan 47.29

Sumber : Susenas 2016

64 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 5.3. PDRB Perkapita menurut Harga Berlaku dan Harga Konstan di
Kabupaten Gunungkidul , 2013 – 2016 (Jutaan Rupiah)

PDRB Perkapita Setahun

Indeks
Tahun Harga Indeks Harga
Berantai
Berlaku Berantai Konstan
ADH
(Juta Rp) ADH Berlaku (Juta Rp)
Konstan
(1) (2) (3) (4) (5)

o .id
.g
s
2013 16,47 108,14 14,54 103,86

bp
b.
ka
2014 17,97 109,11 15,03 103,37
l
du
ki
ng
nu

2015*) 19,34 109,88 15,59 104,82


gu
s ://

2016**) 20,74 108,57 16,19 104,89


tp
ht

Keterangan : Tahun Dasar 2010


*) Angka Sementara
**) Angka Sangat Sementara

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 65


Tabel 5.4. Pengeluaran Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita
Sebulan di Kabupaten Gunungkidul, 2016

Kelompok Barang/Commodity Group


Golongan Pengeluaran
Per Kapita Sebulan Bukan Jumlah Pengeluaran
Makanan
Makanan
(1) (2) (3) (4)

<150 000

o .id
150 000-249 999 77,802 206,495
128,693

s .g
bp
250 000-349 999 112,441 299,074
186,633

b.
ka
350 000-449 999 154,400 394,083
l
239,683
du
ki

450 000-649 999 214,815 511,256


ng

296,442
nu

650 000-84 9999 307,394 731,624


gu

424,230
://

>850 000 582,040 704,164 1,286,204


s
tp
ht

JUMLAH 317,346 671,115


353,769
Sumber : Susenas 2016

66 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 5.5. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin menurut Kabupaten/Kota
di D.I. Yogyakarta Tahun , 2014 - 2016

2014 2015 2016

Kabupaten/Kota Penduduk Penduduk Penduduk


Miskin Persentase Miskin Persentase Miskin Persentase
(000 jiwa) (%) (000 jiwa) (%) (000 jiwa) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

.id
1. Kulonprogo 84,67 20,64 88,13 21,40 84.34 20.30

o
.g
2. Bantul 153,49 15,89 160,15 16,33 142.76 14.55

s
bp
3. Gunungkidul 148,39 20,83 155 21,73 139.15 19.34

b.
4. Sleman 110,44 9,5 110,96 9,46 96.63 8.21
5. Kota Yogyakarta 35,6 8,67
l ka
35,98 8,75 32.06 7.70
du

D.I. Yogyakarta 544,9 15,00 550,2 14,91 494.94 13.34


ki
ng

Sumber : Susenas 2014-2016


nu
gu
s ://
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 67


Tabel 5.6. Distribusi Pendapatan Menurut Kriteria Bank Dunia di
Kabupaten Gunungkidul , 2016

Persentase
Kelompok Penduduk Pengeluaran
(%)

(1) (4)

40 Dengan Pendapatan Terendah 19.76

o .id
40 Dengan Pendapatan Menengah 39.16

s .g
bp
20 Dengan Pendapatan Atas 41,07

b.
Jumlah
lka 100,00
du

Sumber : Susenas 2015


ki
ng
nu
gu
s ://
tp
ht

68 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 6.1. Persentase Rumah Tangga menurut Jenis Lantai Terluas Tempat
Tinggal di Kabupaten Gunungkidul, 2013 – 2016

Jenis Lantai Terluas


Tahun Jumlah
Tanah Bukan Tanah

(1) (2) (3) (4)

.id
2013 13,58 86,46 100,00

go
2014 12,90 87,10 100,00

s.
bp
2015 12,07 87,93 100,00

b.
ka
2016 9,56 90,44 100,00
ul
id
gk

Sumber : Susenas 2013 - 2016


un
un
//g
s:
tp
ht

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 69


Tabel 6.2. Persentase Rumah Tangga menurut Luas Lantai Rumah di
Kabupaten Gunungkidul, 2013 – 2016

Luas Lantai (m2) 2013 2014 2015 2016

(1) (3) (4) (5) (5)

<20 0,37 0,67 0,50 0,40

.id
go
20 - 49 8,64 8,14 8,00 5,57

s.
bp
50 – 99 46,43 50,22 51,50 48,94

b.
 100 44,85
ka
40,97 40,00 45,09
ul
id
gk

Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00


un

Sumber : Susenas 2013 – 2016


un
//g
s:
tp
ht

70 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 6.3. Persentase Rumah Tangga menurut Sumber Air Minum di
Kabupaten Gunungkidul, 2013 – 2016

Sumber Air Minum 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5)

Air Kemasan dan Air Isi


2,26 3,85 2,57 4,28
Ulang

.id
go
s.
Ledeng 25,07 25,63 30,74 24,44

bp
b.
Sumur Bor/Pompa 6,14
ka3,82 8,34 8,79
ul
id
gk

Sumur 47,93 38,78 27,81 36,27


un
un
//g

Mata Air 2,09 9,14 6,93 2,87


s:
tp
ht

Air Hujan 16,33 18,37 23,60 23,06

Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : Susenas 2013 – 2016

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 71


Tabel 6.4. Persentase Rumah Tangga menurut Jenis Kloset yang Digunakan,
2016

Persentase
Jenis Kloset
(%)
(1) (2)

Leher Angsa 88,06

.id
go
s.
Plengse-ngan 1,19

bp
b.
Cemplung/Cubluk
ka 9,42
ul
id
gk

Tidak Pakai 1,33


un
un
//g

Jumlah 100,00
s:
tp

Sumber : Susenas 2016


ht

72 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 6.5. Persentase Rumah Tangga menurut Sumber Penerangan Utama, 2016

Sumber penerangan Persentase (%)

(1) (2)

Listrik PLN 99,49

.id
go
s.
Listrik non PLN 0,51

bp
b.
ka
ul
id

Bukan listrik 0,00


gk
un
un
//g

Jumlah 100,00
s:
tp
ht

Sumber : Susenas 2016

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 73


.id
go
s.
bp
b.
ka
ul
id
gk
un
un
//g
s:
tp
ht

74 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 7.1. Banyaknya Penduduk Penyandang Cacat menurut Kecamatan dan
Jenisnya di Kabupaten Gunungkidul, 2014

Anak Cacat Penyandang Cacat


Kecamatan
(orang) (orang)

(1) (2) (3)

1. Panggang 47 352

.id
2. Purwosari 41 359

go
3. Paliyan 132 479

s.
bp
4. Saptosari 62 575

b.
5. Tepus 29 ka 230
ul
6. Tanjungsari 25 281
id

7. Rongkop 47 325
gk
un

8. Girisubo 54 321
un

9. Semanu 79 641
//g

10. Ponjong 69 575


s:
tp

11. Karangmojo 67 793


ht

12. Wonosari 120 909

13. Playen 52 471

14. Patuk 65 495

15. Gedangsari 57 524

16. Nglipar 57 609

17. Ngawen 79 469

18. Semin 101 67

Jumlah 1 183 8 475


Sumber : Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 75


Tabel 7.2. Banyaknya Kejadian Bencana Alam yang Terjadi menurut Jenis Bencana
di Kabupaten Gunungkidul, 2010 – 2014

Jenis Bencana 2010 2011 2012 2013 2014

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Angin Topan 35 36 48 74 93

.id
Kebakaran 10 16 15 15 26

go
s.
Tanah Longsor 20 20 16 50 40

bp
b.
Banjir/Lainnya 6 15 5 5 13
ka
ul
Sumber : Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat dan
id

Penanggulangan Bencana Kabupaten Gunungkidul


gk
un
un

Tabel 7.3. Rata-rata Banyaknya Penduduk Pemeluk Agama terhadap


//g

Tempat Peribadatan menurut Jenis Tempat Peribadatan di


s:

Kabupaten Gunungkidul, 2011 – 2015


tp
ht

Tahun 2011 2012 2013 2014 2015

(1) (3) (4) (5) (6) (6)

Masjid (Islam) 315 280 258 258 280

Gereja (Protestan) 135 145 148 148 264

Gereja (Katholik) 421 607 651 651 267

Pura (Hindu) 127 87 94 70 105

Vihara (Budha) 171 69 155 58 82

Sumber : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul

76 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


Tabel 7.4. Banyaknya Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk menurut
Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, 2014

Kecamatan Nikah Talak Cerai Rujuk

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Panggang 299 0 6 0
2. Purwosari 245 2 10 0

.id
3. Paliyan 478 5 8 0

go
s.
4. Saptosari 478 1 6 0

bp
5. Tepus 513 4 18 0

b.
6. Tanjungsari 252 ka0 0 0
ul
7. Rongkop 275 1 6 0
id

8. Girisubo 184 1 1 0
gk

9. Semanu 317 5 8 0
un

547 6 18 0
un

10. Ponjong
//g

11. Karangmojo 262 0 9 0


s:

12. Wonosari 625 5 20 0


tp

13. Playen 214 4 10 0


ht

14. Patuk 466 0 4 0


15. Gedangsari 375 3 14 0

16. Nglipar 308 5 15 0


17. Ngawen 240 3 8 0
18. Semin 504 9 13 0

Jumlah 6 582 54 174 0

Sumber : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul

Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, 2016 77


Tabel 7.5. Tambahan Narapidana Berdasarkan Keputusan Pengadilan menurut
Jenis Kejahatan/Pelanggaran dan Status dalam Lembaga, 2010 -
2014

Jenis Kejahatan / Pelanggaran 2010 2011 2012 2013 2014

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


Kejahatan
1. Politik 0 0 0 0 0
2. Thd. Kepala Negara 0 0 0 0 0

.id
3. Terhadap Ketertiban 6 1 0 2 8

go
4. Pembakaran 0 0 0 0 0
5. Penyuapan 0 0 0 0 0

s.
bp
6. Mata uang 0 0 0 6 2
7. Pemalsuan surat/materai 0 0 0 0 0

b.
8. Kesusilaan 13 ka 16 4 5 0
9. Perjudian 74 96 81 76 69
ul
10. Penculikan 1 0 6 0 0
id
gk

11. Pembunuhan 5 0 0 3 6
12. Penganiayaan 6 7 7 5 4
un

13. Pencurian 61 75 64 56 33
un

14. Perampokan 3 1 3 1 5
//g

15. Memeras/Mengancam 0 3 0 0 0
s:

16. Penggelapan 6 2 5 5 10
tp

17. Penipuan 8 18 9 11 3
ht

18. Merusak Barang 0 0 0 0 0


19. Dalam Jabatan 0 0 3 0 0
20. Penadahan 1 0 5 3 0
21. Lain-lain, Narkoba 29 26 21 19 13
22. Ekonomi 0 0 0 0 0
Jumlah Kejahatan 213 245 208 192 153
Pelanggaran
23. KUHP 0 0 0 0 0
24. Ekonomi 0 0 0 0 0
25. Korupsi 5 1 1 3 0
Jumlah Pelanggaran 5 1 1 3 0

Total 218 246 209 195 153


Sumber : Rumah Tahanan Negara Wonosari Kabupaten Gunungkidul (Daftar LP2)
Keterangan : Jumlah Narapidana tidak termasuk Residivist

78 Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul 2016


.id
go
p s.
DATA .b
ab
lk
du
ki
ng

MENCERDASKAN BANGSA
u
un
//g
s:
tp
ht

BADAN PUSAT STATISTIK


KABUPATEN GUNUNGKIDUL

JL. Pemuda No. 19A Baleharjo Wonosari


Gunungkidul Yogyakarta 55811 Telp. 394180
Fax. 394181 Email: bps3403@mailhost.bps.go.id
Website : http://gunungkidulkab.bps.go.id