Anda di halaman 1dari 7

[ 5 Kesalahan Umum dalam E-mail Marketing ]

Assalamu'alaikum, perkenalkan saya Zulfianto


Biasa dipanggil Fian , aktifitas saya adalah FULL TIME Internet Marketer. ( ASLI NEWBIE SUPER )
.
.
Pernah Launch 5x kali di Market Lokal (pingin juga ke market luar ^_^ )
saya jarang sekali sharing di status, Notes FB, dan Group.
.
.
Lebih senang Sharing ngobrol video atau tatap muka langsung, makanya akhir-akhir ini sempet
mengisi beberapa acara Kopdar dan pelatihan Internet Marketing (Bisnis Online)
(Kebanyakan Sharing nya, saya tulis di Website : https://zulfianto.com/ )
.
.
Selengkap nya bisa intip disini :
- https://zulfianto.com/info/ (About Me)
- https://t.me/fianstudio (Join Channel Telegram)
.
JUJUR !!! Saya ga biasa share berbentuk tulisan begini, lebih seneng menggunakan media Video,
dan sempet kaget juga tiba-tiba di comot jadi mentor di Group Jago Jualan (Mohon bimbingan nya
yaaahh), LANJUT
.
-------------------------------------------------------------------
=> 5 Kesalahan Umum dalam E-mail Marketing
-------------------------------------------------------------------
Berbicara tentang e-mail marketing, jika email yang kamu kirimkan sudah dilihat oleh penerima,
kamu telah memenangkan separuh pertandingan. Persaingan e-mail marketing ternyata
berkembang dengan sangat cepat, sangat tidak bisa diprediksi, sehingga dengan mempelajari
kesalahan orang lain menjadi kunci untuk memecahkan masalah yang mungkin terjadi dan
meningkatkan prosesnya.
Pasar online saat ini penuh sesak dengan orang-orang yang datang dan pergi serta dengan
mudahnya diblok. Pastikan kamu menjauhi lima kesalahan yang sering terjadi di bawah ini, agar
penerima emailmu akan benar-benar membaca pesan yang kamu sampaikan.
👉 #1. Sangat penting bagi penerima email dari pengirim yang mereka kenal/ketahui
mereka akan segera menghapus sebelum kamu sempat menuliskan subjek email! Kesalahan yang
cenderung dilakukan pengirim email adalah membuat perubahan dari identitas pengirim.
Penerima email mungkin tidak akan mengenali nama pengirim dan langsung saja menghapus atau
memasukkannya ke dalam junk tanpa membukanya. Jika mereka adalah calon pelanggan yang
potensial, kesalahan ini akan berakibat fatal pada bisnismu.
👉 #2. Penting untuk tetap membuat pesan yang disampaikan menarik
dan pastikan subjek emailnya konsisten dengan body email. Pesan yang tidak jelas dan
membingungkan akan membuat pembaca tidak tertarik. Dan akan membuat email yang sudah
susah payah kamu rancang dikategorikan dalam spam atau junk mail.
👉#3. Banyak pengirim e-mail marketing dengan penyedia layanan yang kurang tepat atau
profesional.
Dengan begitu hasil yang didapat juga tidak sesuai. Tanpa adanya sistem e-mail marketing yang
profesional, kemungkinan kegagalan yang terjadi akan sangat tinggi. Secara teknis, kegagalan itu
sama seperti kesalahan yang dilakukan oleh para spammers.
Bisa gunakan layanan kirim.email om Fikry Fatullah , atau bisa gunakan alternatif mautic (Marketing
Autimatic), ini GRATIS dan Sangat POWER FULL kalau saya bilang.
biar lebih simple mungkin bisa pelajari caranya di https://k-responder.com^_^

👉#4. Para pelaku e-mail marketing seringkali lupa untuk mengevaluasi dan mempelajari statistik
pesan
Selalu memantau dan memahami feedback seperti open rates, click rates, delivery rates, dan
unsubscirbe rates adalah bagian yang penting setelah e-mail marketing kamu kirimkan.
Dengan begitu kamu akan lebih mudah menyusun strategi komunikasi. Kamu akan langsung
mengetahui jika ada kesalahan dan segera mengoreksi atau memperbaikinya.
#5. Mengirimkan pesan yang kurang unsur personalisasi akan menyebabkan hilangnya minat
👉

pembaca
Tujuan dari personalisasi adalah untuk membangun hubungan yang lebih intim. Pesan yang
impersonal cenderung bersifat fake dan spammy. Para pembaca akan langsung berpikiran bahwa
email yang kamu sampaikan adalah sebuah penipuan. Pesan yang terstruktur dengan baik bisa
dimulai dengan CTA/ ajakan yang menarik.
Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak melakukan test email sebelum mengirimkan pesan ke
seluruh alamat email. Mungkin memang memakan waktu, tapi usaha itu akan sepadan dengan hasil
yang diterima. Kesalahan atau ketidak akuratan pesan bisa saja terjadi, dan kesalahan itu akan
membuatmu tidak profesional dan dianggap sebagai pesan spam. Lebih baik luangkan waktu sedikit
untuk memeriksa ulang semua yang kamu buat.
Memahami dan mewaspadai kesalahan e-mail marketing yang sering terjadi dalam bisnis adalah
kunci sukses yang penting.
Kamu dapat mengambil pelajaran dan melakukan penyempurnaan bagi bisnismu. Luangkan waktu
untuk melakukan riset dan investasikan waktu untuk menciptakan produk yang berkualitas.
PS:
- Tulisan ini, adalah tulisan yang saya share di Website saya.
- Jika teman² pernah melihat saya melakukan salah satu dari kesalahan diatas, maafkan saya
(maklum NEWBIE)
P.P.S : jika sekiranya ada manfaat, silahkan dishare
- https://zulfianto.com/info/ (About Me)
- https://t.me/fianstudio (Join Channel Telegram)
Wassalamu'alaikum.
Menggunakan Sosial Media sebagai Sarana Promosi! Jangan Melakukan Kesalahan Ini Ya...
Sekarang ini media sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Beragam hal,
mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, hingga berbelanja, seluruhnya bisa diakses melalui
media sosial.
Ketika sebagian orang menjadikan media sosial sebagai alat untuk membangun brand serta
menjaring konsumen, tidak jarang ada pula yang gagal menjalankan fungsi ini. Lantas apa yang
mengakibatkan social media marketing tidak efektif atau justru gagal?
-----
1. ASAL BUAT
Banyak orang mencoba membangun bisnis secara online tapi tidak serius menjalankannya.
Alias asal-asalan.
Alias tidak punya komitmen.
Alias abal-abal.
Entah karena tidak pernah berjualan online sebelumnya atau karena kurang pengalaman.
Yang jelas, pada prinsipnya berjualan secara konvensional dan berjualan online tidak terlalu
berbeda, hanya paradigmanya saja yang sedikit dirubah.
Bagaimanapun, Anda tetap perlu rencana, teknik, serta strategi yang baik dalam rangka
memasarkan produk.
Hindari pula “asal promosi”. Agar tetap efektif, ada baiknya untuk mengiringi promosi dengan inovasi
baru, seperti mengemasnya dengan kalimat kreatif dan persuasif, menampilkan citra positif, bahkan
jika perlu pelajari terlebih dulu teknik social media marketing yang baik dan benar.
Baca juga tulisan saya tentang social media marketing
disini: https://www.facebook.com/deni.iskandar17/posts/1686126764739964
2. TIDAK MENENTUKAN TARGET MARKET
Salah satu fokus dari social media marketing adalah untuk “mengundang” target pasar yang tepat
untuk tertarik dan memengaruhi “keputusan beli” mereka.
Nah, strategi mendasar yang harus Anda lakukan adalah dengan mencari tahu seperti apa target
pasar Anda, lalu membuat konten yang sesuai.
Konten berkualitas berdampak pada citra yang baik. Semakin Anda dapat menciptakan konten yang
“memenuhi” hasrat dan kebutuhan calon audience Anda, semakin banyak pula yang menjadikannya
referensi, dan semakin banyak pula pengunjung yang datang ke web Anda.
Tak bisa diingkari, salah satu tujuan Anda aktif di media sosial adalah melakukan kegiatan promosi.
Namun, jangan hanya terus-terusan berjualan.
Bayangkan saja, siapa sih yang tidak muak setiap kali harus dijejali dengan promosi produk atau
jasa Anda? Alih-alih membeli, followers Anda justru memutuskan untuk meng-unfollow dan kabur
jauh-jauh!
Sebagai solusinya, Anda bisa membuat materi/konten yang juga bisa mengedukasi followers Anda.
Jenisnya beragam, bisa berupa tips dan trik, keuntungan vs kerugian, review produk, serta
informasi-informasi lain yang tentu saja fresh, relevan, dan berguna bagi konsumen.
Download PDF Checklist Tentang Bagaimana Menjual Produk Atau Jasa Anda Dengan
Copywriting: http://deniiskandar.com/copywriting-checklist/
3. KOMUNIKASI SATU ARAH
Media sosial bukanlah tempat untuk Anda melakukan promosi secara terus menerus dan “berbicara
sendiri”.
Di sini, Anda dituntut untuk menjalin komunikasi dan terus berinteraksi, misalnya melalui kolom
komentar, atau justru sapaan di status baru.
Tentu saja, Anda tetap diperkenankan berbicara dan mengomunikasikan tentang brand Anda di
media sosial.
Namun di sini, perlu diingat untuk tetap “memperhatikan porsinya”.
Berbicara dan menjejali follower terus menerus dengan brand Anda hanya akan membuat mereka
lelah, bosan, dan muak.
Adapun beberapa cara yang bisa Anda gunakan, seperti membuat post yang menarik, menjawab
pertanyaan dan membalas komentar dengan cepat, memancing followers untuk berdiskusi secara
dinamis, dan lain sebagainya.
Intinya, buatlah konten yang dapat membangun komunikasi/interaksi secara dua arah.
Baca juga, 10 Cara Untuk Meningkatkan Engagement Di
Facebook: https://www.facebook.com/deni.iskandar17/posts/1689539107732063
4. SUDAH MERASA MAKSIMAL, KOK PENJUALAN TIDAK NAIK JUGA?
Sudah berjualan habis-habisan, memasang produk dengan gambar yang menarik, melakukan
promosi besar-besaran, kok penjualan masih sepi juga?
Merasa familiar dengan masalah diatas?
Coba perhatikan kasus dibawah ini:
Tujuan utama Anda aktif di media sosial adalah untuk “membangun brand dan engagement dengan
audiens” dan bukan semata-mata untuk menjual produk.
Kebanyakan orang justru melakukan kesalahan yang sejenis: Membuat media sosial sebagai satu-
satunya media untuk memasarkan produk secara langsung.
Coba bayangkan ada seorang sales produk kesehatan yang datang ke rumah Anda dan
menawarkan produk.
Dari awal ia datang ke rumah Anda sampai kemudian pulang (itupun kalau Anda masih
mempersilahkan orang tersebut masuk ke rumah Anda), yang dibicarakan adalah tentang
keunggulan produk yang ia miliki, berbagai fitur, dan kesempatan terbatas mengenai diskon yang ia
miliki untuk 50 pembeli pertama.
Target utama dalam kepalanya adalah: membuat Anda membeli produknya, titik.
Sell or die.
Tapi apa reaksi Anda kira-kira?
Tidak tertarik samasekali. Bahkan sejak kalimat pertama yang diucapkan sang sales tersebut, betul?
Terlepas dari sebetulnya Anda membutuhkan produk tersebut atau tidak, yang menjadi masalah
adalah cara sales tersebut berkomunikasi.
100 hal yang dia ingat: Produknya.
1 hal yang dia lupa: Kepentingan Anda.
Kenapa tidak tanyakan sesuatu tentang Anda, minat Anda, kebutuhan Anda tentang kesehatan,
atau bahkan tentang cuaca dan bagaimana mood Anda hari ini, sebab Anda lebih peduli tentang
hal-hal tersebut daripada semua produk yang ia tawarkan pada Anda, betul?
Bisnis online hampir sama dengan bisnis konvensional.
Berita buruknya, di bisnis online Anda tidak bisa melihat ekspresi calon buyer Anda tentang
penawaran yang Anda punya, sehingga Anda harus lebih kreatif dalam hal ini.
Pelajari cara berjualan menggunakan tenik FAB (Features, Advantages dan Benefits) di postingan
saya ini: https://www.facebook.com/deni.iskandar17/posts/1679292278756746
5. AH, CUMA MEDIA SOSIAL...
Berkaca dari bisnis-bisnis besar, tidak sedikit dari mereka yang menyisihkan satu timnya sendiri
untuk mengelola akun media sosial. Sayangnya, hal ini belumlah cukup jadi perhatian.
Media sosial sendiri dianggap sebagai “mainan”, yang dampaknya tidak terlalu diperhitungkan.
Jadi, jika Anda akan mendelegasikan tugas untuk membangun media sosial Anda kepada
seseorang, atau melalui business automation, pastikan orang atau instansi tersebut memiliki
kredibilitas yang baik agar konten-konten dalam sosial media Anda memiliki kualitas yang baik
sepanjang waktu.
Media sosial sendiri merupakan media komunikasi yang real time.
Itulah sebabnya, melalui kontak dengan media sosial, seseorang berharap pertanyaannya atau
interaksinya segera mendapatkan respons cepat.
Pastikan hal ini terjaga dengan baik dengan memberikan jobdesk yang spesifik terhadap
penanggungjawab akun sosial media Anda.
Sekalipun ada komentar negatif, jangan pernah mengabaikan atau justru menghapusnya pada
kolom komentar. Sebaliknya, tanggapilah dengan respons positif. Dan cepat.
Bagaimana meningkatkan penjualan dengan menggunakan Social Media PRISM
Funnel: https://www.facebook.com/deni.iskandar17/posts/1637027629649878
6. TIDAK KONSISTEN
Apa pun jenis bisnisnya, konsistensi adalah hal utama. Apalagi dalam media sosial, di mana brand
dibangun dari pandangan pelanggan, testimoni, diskusi, serta kebutuhan mereka terhadap produk
Anda.
Melalui interaksi, gambar, video, maupun pesan-pesan yang Anda posting, brand produk Anda kian
terbangun.
Sayangnya, kerap kali terjadi, kebanyakan orang justru tidak konsisten dalam mengolah hal
tersebut.
7. SPAMMING
Tujuannya memang positif: memastikan audience tetap mendapatkan info terbaru.
Sayangnya, tidak jarang cara-cara yang dilakukan justru “mengganggu” dan meresahkan, seperti
halnya terlalu banyak posting, promosi di postingan orang lain tanpa ijin, melakukan promosi dengan
mentag orang lain bahkan mengirim informasi via message beberapa menit sekali.
Berjejalnya informasi dalam inbox adalah hal yang mengganggu.
Pasalnya, harus dipahami bahwa ini adalah area privat bagi pengguna. Ingatlah, setiap orang
membenci spam.
Alih-alih menjadi pelanggan yang loyal, bukan tidak mungkin mereka akan meng-unfollow akun
Anda atau justru memblokirnya!
Bagaimana Pola Perilaku Konsumen Dalam Memutuskan Untuk Membeli, baca
disini: https://www.facebook.com/deni.iskandar17/posts/1678311165521524
-----
Itulah 7 kesalahan umum yang sering dilakukan saat melakukan pemasaran di sosial media. Nah,
selagi belum terlambat, yuk mulai memperbaiki strategi pemasaran Anda!
Semoga Bermanfaat :D

Salam,
Deni Iskandar
Sahabat "Digital Marketing" Anda
P.S. Silahkan share jika sekiranya bermanfaat :D

P.P.S. Jangan lupa join channel telegram saya https://t.me/denimarketer