Anda di halaman 1dari 46

DOKUMEN TEKNIS

PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

BAB I

ENDAHULUAN

1.1 U M U M
a. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-
baiknya, sehingga mampu memenuhi syarat optimal fungsi
bangunannya, dan dapat dijadikan teladan bagi lingkungannya, serta
berkontrobusi positif bagi perkembangan Arsitektur Indonesia.
b. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan, dirancang
dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memenuhi kriteria teknis
bangunan yang layak dari segi mutu, biaya dan kriteria adminsitrasi
bagi suatu bangunan gedung negara.
c. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung negara perlu
diarahkan secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan
karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak dierima
menurut kaidah, norma serta tata laku profesional

1.2 LATAR BELAKANG


Saat ini Negara Republik Indonesia sedang menuju kepada era demokrasi yang
lebih tebuka, sehingga menuntut kesiapan dalam segala aspek, baik aspek
pengembangan sumberdaya manusia maupun kesiapan infrastruktur daerah.
Sehubungan dengan kesiapan infrastruktur tersebut, maka Pemerintah
PENGAWASAN PENGEMBANGAN KAWASAN MAKAM SULTAN HASANUDDIN

PT. NADJAMURTI PERKASA 1


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

DAN MAKAM ARU PALAKKA agar dapat lebih meningkatkan pelayan kepada
masyarakat yang di provinsi Sulawesi Selatan.

1.3 LINGKUP DAN TUGAS PERENCANAAN


Lingkup tugas perencanaan kegiatan ini yang terdiri dari perencanaan :
a. Parkir
b. Landscaping
c. Pos jaga
d. Tower Reservoar (Bak Penampungan Air)
e. Tribun
Sementara tugas konsultan pada perencanaan adalah sebagai berikut :
a. Menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan dan alokasi tenaga,
b. Mengumpulkan data-data lapangan dan lingkungannya, serta
mengadakan penyelidikan tanah,
c. Membuat rencana tapak dan perletakannya, perencana awal dan
pengujian anggaran untuk konstruksi fisik,
d. Membuat rencana lengkap seperti rencana arsitektur, rencana
struktur, penjelasan-penjelasan rencana dan perhitungan-perhitungan
struktur,
e. Membuat gambar-gambar detail, rencana kerja dan syarat-syarat,
rencana volume dan biaya, program pelaksanaan dan pelelangan,
f. Membuat maket
g. Memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan, menyusun
dokumen konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalan-
persoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi.

PT. NADJAMURTI PERKASA 2


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

BAB III

EMAHAMAN KAK

3.1 KRITERIA UMUM


Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana adalah harus
memperhatikan kriteria umum bangunan berdasarkan fungsi dan
kompleksitas bangunan yang direncanakan yang meliputi :
1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas :
a. Menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata
ruang dan bangunan yang telah ditetapkan di daerah,
b. Menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya,
c. Menjamin keselamatan pengguna bangunan, masyarakat dan
lingkungan,

2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan :


a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan
berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan,
dan budaya daerah, hingga terdapat keseimbangan, keserasian dan
selaras dengan lingkungannya, yang berupa lingkungan fisik, sosial
dan budaya,
b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan
keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya.

PT. NADJAMURTI PERKASA 3


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

3. Persyaratan Struktur Bangunan :


a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung
beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia,
b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau
luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan,
c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan
benda yang disebabkan oleh prilaku struktur,
d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang
disebabkan oleh kegagalan struktur.

4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran :


a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung
beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia,
b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun
sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama
kebakaran, sehingga :
 Cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman,
 Cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki
lokasi untuk memadamkan api,
 Dapat menghindari kerusakan pada properti lainnya.

5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk Keluar :


a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses
yang layak, aman dan nyaman kedalam bangunan dan fasilitas serta
layanan di dalamnya,

PT. NADJAMURTI PERKASA 4


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan


atau luka saat evakuasi pada dalam keadaan darurat,
c. Menjamin tersedianya aksebilitas bagi penyandang cacat khususnya
untuk bangunan fasilitas umum dan sosial.

6. Persyaratan Transportasi dalam Gedung :


a. Menjamin terwujudnya sarana transportasi yang layak, aman dan
nyaman di dalam bangunan gedung,
b. Menjamin tersedianya aksebilitas bagi penyandang cacat khususnya
untuk bangunan fasilitas umum dan sosial.

7. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah Keluar dan Sistem


Peringatan Bahaya :
a. Menjamin terpasangnya pertandaan dini yang informatif di dalam
bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat,
b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman,
apabila terjadi keadaan darurat.

8. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi :


a. Menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman
dalam menunjang treselenggaranya kegiatan di dalam bangunan
gedung sesuai dengan fungsinya,
b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan
penghuninya dari akibat bahaya petir,
c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam
menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung
sesuai dengan fungsinya.

PT. NADJAMURTI PERKASA 5


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

9. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan :


a. Menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam
menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung
sesuai dengan fungsinya,
b. Menjamin terwujudnya kebersihan dan kesehatan dalam
memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan,
c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan
sanitasi secara baik.

10. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara :


a. Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami
maupun buatan , dalam menunjang terselenggaranya kegiatan
dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya,
b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan
pencahayaan secara baik.

11. Persyaratan Pencahayaan :


a. Menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup, baik
alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan
didalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya,
b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan
pencahayaan secara baik.

12. Persyaratan Kebisingan dan Getaran :


a. Menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari ganguan suara
dan getaran yang tidak diinginkan,
b. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan
menimbulkan dampak negatif suara dan getaran, perlu melakukan

PT. NADJAMURTI PERKASA 6


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan


lingkungan.

3.2 KRITERIA KHUSUS


Kriteria khusus dimaksud untuk memberikan syarat-syarat yang khusus
spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan, baik
dari segi fungsi khusus bangunan, segi teknis lainnya seperti :
1. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada,
2. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar
seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan,
3. Solusi dan batasan kontekstual seperti faktor sosial budaya setempat
geografi klimatologi dan lain-lain.

3.3 AZAS - AZAS


Selain dari kriteria umum dan kriteria khusus diatas, dalam pelaksanaannya
tugas konsultan perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan
gedung negara sebagai berikut :
1. Bangunan gedung negara hendaknya merupakan gedung yang
fungsional, efesien, menarik akan tetapi tidak berlebihan dipandang dari
segi arsitekturalnya,
2. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan
kemewahan material, akan tetapi peda kemampuan mengadakan
sublimasi antara fungsi teknis dan fungsi sosial bangunan, terutama
sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat,

PT. NADJAMURTI PERKASA 7


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

3. Dengan batasan tidak mengganggu produktifitas kerja, biaya investasi


dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya, hendak diusahakan
serendah mungkin,
4. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa, sehingga
bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat
dimanfaatkan secepatnya.
5. Bangunan gedung negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas
lingkungan, dan menjadikan acuan tata bangunan dan lingkungan di
sekitarnya.

3.4 INFORMASI DAN MASUKAN


Dalam melaksanakan tugasnya, konsultan perencana hendaknya mencari
informasi yang dibutuhkan dalam rangka mengakuratkan data dan informasi
selain dari kerangka acuan kerja, dan memeriksa kebenaran informasi yang
digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Hal tersebut dilakukan sebagai bahan
perencanaan diantaranya mengenai hal sebagai berikut :
1. Informasi tentang Lahan yang meliputi :
a. Kondisi fisik lokasi, seperti luasan, batas-batas, dan topografi.
b. Kondisi tanah (hasil soil test)
c. Keadaan air tanah
d. Peruntukan tanah
e. Koefisien dasar bangunan
f. Koefisien lantai bangunan
g. Perincian penggunaan lahan, perkerasan, penghijauan dan lain lain.
2. Pemakai Bangunan yang meliputi :
a. Jumlah personil sekarang dan kemungkinan pengembangan yang
akan datang,

PT. NADJAMURTI PERKASA 8


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

b. Kegiatan utama, penunjang, dan pelengkap.


c. Perlengkapan/peralatan khusus, jenis, berat dan dimensinya

3. Kebutuhan Bangunan yang meliputi :


a. Program ruang,
b. Keinginan tentang organisasi/pemanfaatan ruang,
c. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu, baik yang berhubungan
dengan pemakai maupun perlengkapan yang akan digunakan dalam
ruang tersebut,
d. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang bangunan.

4. Keadaan utilitas dan perlengkapan bangunan yang meliputi :


a. Air bersih yang meliputi : Sumber Air, Jaringan dan Kapasitasnya.
b. Air hujan dan air buangan yang meliputi : Letak saluran kota dan cara
pembuangan keluar tapak.
c. Air kotor dan sampah.
d. Jaringan Listrik yang meliputi : Kebutuhan daya, Sumber Daya dan
Spesifikasinya, Cadangan apabila dibutuhkan.
e. Jaringan Komunikasi (telepon, telex, radio, intecom) yang meliputi :
Kebutuhan titik pembicaraan, sistem yang dipilih.

3.5 TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN


Dalam melaksanakan tugasnya, konsultan perencana bertanggung jawab
secara profesional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai dengan
ketentuan dan kode etik jasa profesi yang berlaku, dan secara umum
tanggung jawab konsultan perencana adalah minimal sebagai berikut :

PT. NADJAMURTI PERKASA 9


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

1. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan


standart hasil karya perencanaan yang berlaku,
2. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus dapat mengakomodasi
batasan-batasan yang diberikan, termasuk melalui kerangka acuan kerja,
seperti dari segi pembayaran, waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu
bangunan yang akan diwujudkan,
3. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi peraturan,
standart, dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk
bangunan gedung pada umumnya dan khusus untuk bangunan gedung
negara.

3.6 PROSES PERENCANAAN DAN KELUARAN


Dalam proses perencanaan, untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang
diminta, konsultan perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala
dengan pihak pemberi pekerjaan, sehingga dalam pertemuan tersebut
ditentukan produk awal, antara dan pokok yang harus yang harus dihasilkan
oleh konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam
kerangka acuan kerja, dan dalam pelaksanaan tugas konsultan harus selalu
memperhatikan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah hal yang
mengikat dengan jangka waktu pelaksanaan sampai diserahkannya dokumen
perencanaan siap untuk dilelangkan adalah 90 (sembilan puluh) hari kelender.
Adapun keluaran yang dihasilkan adalah sebagai berikut :
1. Tahap Konsep Rencana Teknis adalah :
a. Konsep penyediaan rencana teknis, termasuk konsep organisasi,
jumlah dan kualifikasi tim perencana, metode pelaksanaan dan
tanggung jawab waktu perencanaan,

PT. NADJAMURTI PERKASA 10


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

b. Konsep skematis rencana, termasuk program, hubungan dan besaran


ruang,
c. Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah,
keterangan rencana kota dan lingkungan sekitar proyek.

2. Tahap Pra Rencana Teknis adalah :


a. Gambar-gambar rencana tapak,
b. Gambar-gambar pra rencana bangunan,
c. Perkiraan biaya bangunan
d. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat bangunan (RKS)
e. Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat,
f. Gambar perspektif/tiga dimensi.

3. Tahap Pengembangan Rencana Teknis adalah :


a. Gambar pengembangan rencana arsitektur struktur utilitis,
b. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan,
c. Draf rencana anggaran biaya
d. Draf rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)

PT. NADJAMURTI PERKASA 11


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

4. Tahap Rencana Teknis Detail adalah :


a. Gambar rencana teknis bangunan lengkap dengan maket,
b. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)
c. Rencana kerja dan volume pekerjaan (BQ)
d. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

5. Tahap Pelelangan adalah :


a. Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan,
b. Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan.

6. Tahap Pengawasan Berkala adalah :


a. Laporan pengawasan berkala,
b. Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan
peralatan/pelengkap/bangunan bila ada.

3.7 B I A Y A
Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti pedoman dan Surat
Keputusan Menteri Permukiman Nomor, 332/KPTS/M2002, tanggal 21 Agustus
2002, tentang pedoman dan prasarana wilayah, teknis bangunan gedung
negara.
Biaya pekerjaan konsultan perencana dan tata cara pembayaran, diatur secara
kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan
perencanaan sesuai dengan peraturan berlaku.
Rincian biaya perencanaan seperti yang telah diatur dalam peraturan tersebut
adalah sebagai berikut :
1. Hororarium tenaga ahli dan tenaga penunjang
2. Materi pengadaan dan penggandaan laporan

PT. NADJAMURTI PERKASA 12


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

3. Pembelian dan sewa peralatan


4. Biaya rapat-rapat
5. Perjalanan (lokal maupun luar daerah)
6. Jasa dan overhead perencanaan
7. pajak dan iuran daerah lainnya.

3.8 PROGRAM KERJA DAN PERSONIL PELAKSANA


Konsultan dalam pelaksanaan tugasnya harus segera menyusun program kerja
yang meliputi :
1. Jadwal kegiatan secara detail
2. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya), tenaga yang
diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan
dari pengelola pekerjaan,
3. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan.

Program ini secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari


pengelola pekerjaan, setelah sebelumnya dipresentasikan oleh konsultan
perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari pengelola pekerjaan.
Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, konsultan perencana harus
menyediakan tenga yang dibutuhkan dan memenuhi ketentuan, baik ditinjau
dari segi lengkap (besar), maupun tingkat kompleksitas pekerjaan, dengan
demikian tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut
adalah :
1. Koordinator (Team Leader) : 1 Orang
2. Ahli Arsitek : 1 Orang
3. Inspectior : 1 Orang

PT. NADJAMURTI PERKASA 13


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

4. Administrasi : 1 Orang

PT. NADJAMURTI PERKASA 14


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

BAB IV

ANGGAPAN TERHADAP KAK

4.1 U M U M
Secara umum petunjuk dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kegiatan
ini sudah cukup jelas. Namun demikian, konsultan mencoba memberikan
beberapa masukan, tanggapan dan saran dalam beberapa hal yang menurut
pendapat kami perlu disempurnakan, sesuai hasil kajian kami terhadap
dokumen KAK serta berdasarkan data pengalaman konsultan dalam
menangani pekerjaan sejenis. Beberapa masukan tersebut antara lain
sebagaimana diurakan pada poin sub bab berikut :

4.2 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN


Dalam KAK tidak disebutkan secara jelas maksud, tujuan dan sasaran yang
ingin dicapai dari kegiatan ini hanya menjelaskan sasaran dan tujuan dari
dibuatnya KAK, sedangkan sasaran dan tujuan inti dari kegiatan tidak
disebutkan.

PT. NADJAMURTI PERKASA 15


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

4.3 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN


(1) Lingkup kegiatan konsultan yang tercantum dalam KAK masih bersifat
umum (belum terurai secara jelas dan terperinci).

(2) Dalam KAK/TOR belum dicantumkan adanya kegiatan kajian terhadap


lingkungan secara spesifik. Hal ini perlu lebih ditegaskan mengingat
aspek kajian terhadap lingkungan menjadi susbstansi yang sangat
signifikan dalam penyusunan DED sebuah kawasan.

4.4 PERSONIL TENAGA AHLI


Persyaratan Asisten Tenaga Ahli untuk setiap Tenaga Ahli yang tidak
dipersyaratkan dalam KAK, menurut hemat kami yang kami dasarkan pada
pengalaman dalam mengerjakan pekerjaan sejenis adalah kurang efisien bila
tanpa ditunjang oleh asisten tenaga ahli. Asisten Tenaga Ahli cukup 1 orang
saja untuk setiap Tenaga Ahli. Yang perlu diperbanyak jumlahnya justru tenaga
teknis, baik untuk tenaga Surveyor, maupun untuk tenaga Draftman. Dua
tenaga ahli ini secara kuantitatif akan banyak diperlukan dalam proses
pelaksanaan survey dan investigasi serta pembuatan gambar yang jumlahnya
tentu saja tidak sedikit.

4.5 LAPORAN
Jenis dan Jumlah laporan yang diminta dalam KAK/TOR untuk kegiatan ini
belum dijelaskan di dalam Kerangka Acuan Kerja sehingga masih dibutuhkan
informasi yang lebih jelas dari pihak pemberi tugas dalam melaksanakan
kegiatan ini.

PT. NADJAMURTI PERKASA 16


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

BAB V

PRESIASI DAN INOVASI


5.1 MEKANISME TAHAP PELAKSANAAN KEGIATAN
Agar lingkup dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan konsultan penyusun
dapat dilaksanakan secara lebih sistemaris dan terarah, perlu dijelaskan secara
terperinci menyangkut mekanisme proses pelaksanaan kegiatan ini
sebagaimana dimaksud.
Berdasarkan pengalaman dan apresiasi konsultan dalam mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan perencanaan, penetapan urutan kegiatan seringkali
mempengaruhi kualitas hasil akhir, efisiensi dan efektivitas dari kegiatan yang
dilaksanakan. Dengan demikian maka setiap pekerjaan yang akan dilaksankan,
selalu harus berdasarkan pada sebuah makanisme sistem yang baku dan
ditetapkan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, tim konsultan sebelum
merumuskan mekanisme kegiatan perlu terlebih dahulu melakukan identifikasi
awal dengan pengenalan terhadap kondisi dan situasi eksisting wilayah atau
kawasan yang akan dijadikan sebagai objek kajian.
Dalam kegiatan ini, tim konsultan telah menyusun dan merencanakan 13 (Tiga
Belas) jenis kegiatan pokok dengan tahapan dan mekanisme proses
sebagaimana tercantum pada tabel-5.1 sebagai berikut:

PT. NADJAMURTI PERKASA 17


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

Tabel-5.1
MEKANISME PROSES PERENCANAAN

TAHAP URAIAN KEGIATAN SUBSTANSI

1 Penyusunan Inception - Jadwal Rencana Kegiatan


Report
- Metodologi Pelaksanaan
- Jadwal Penugasan Personil
- Sistematika Pelaksanaan Kegiatan
- Mobilisasi Fasilitas & Peralatan

2 Seminar/Expose Presentasi/Pemaparan Penyedia Jasa/Tim


Laporan Pendahuluan Konsultan kepada Pengguna Jasa

3 Perbaikan dan Penyempurnaan Inception report sesuai hasil


penyempurnaan kesepakatan seminar IR
Laporan Pendahuluan

4 Survey dan Investigasi Mendapatkan data-data primer dan sekunder


Lapangan yang dibutuhkan dalam kegiatan Perencanaan

5 Peninjauan ulang lokasi Mengetahui validitas data dan kesesuain


dan mendata ulang rancangan rencana serta bagian-bagian mana
dokumen hasil yang perlu perbaikan/penyempurnaan
kelayakan lokasi
pembangunan

6 Analisa dan Evaluasi - Data Hasil Pengukuran


Data Hasil Survey dan
- Data Kondisi Kawasan
Investigasi
- Data Isu-isu dan kondisi ronal lingkungan

7 Penyusunan Laporan Data hasil rancangan rencana sementara


Rancangan desain Gedung

8 Pembuatan Album Data Gambar: Site Plan, Prespektif, Detail,


Gambar Struktur, Tampak berikut utilitasnya dalam
sekala yang telah ditetapkan

9 Pembuatan Executive Ringkasan laporan konsep/rancangan


Summary rencana sebagai bahan seminar

10 Pembuatan CD Animasi Gambar animasi 3 dimensi, prespektif


Rancangan bangunan, desain arsitektur bangunan, lokasi-
lokasi utilitas lingkungan

PT. NADJAMURTI PERKASA 18


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

11 Seminar Rancangan Memperoleh masukan-masukan guna


penyempurnaan

12 Perbaikan dan Hasil akhir rancangan menjadi sebuah


Penyempurnaan ketetapan rencana sesuai hasil kesepakatan
Rancangan bersama seluruh pihak terkait yang tercatat
dalam Berita Acara hasil Seminar

13 Penyerahan Laporan Serah Terima seluruh produk akhir yang telah


Akhir (Final Report) dan dikerjakan konsultan kepada pihak Pengguna
seluruh Hasil Produk Jasa, sesuai dengan tugas dan
Kegiatan Tim Konsultan tanggungjawabnya sebagaimana ditetapkan
dalam Kontrak Kerja

5.2 P E R S O N I L
Untuk pekerjaan Pengawasan, pada umumnya jumlah personil yang secara
kuantitatif lebih banyak dibutuhkan adalah tenaga teknis dibanding asisten
tenaga ahli, oleh karena percepatan waktu penyelesaian tugas-tugas tenaga
ahli lebih bergantung pada percepatan waku penyelesaian pekerjaan tenaga
teknis lapangan dibandingkan pada pekerjaan asisten tenaga ahli, terutama
tenaga teknis surveyor dan tenaga pengolahan data seperti: operator
computer dan drafter. Dasar pertimbangan lainnya adalah masalah efisiensi
dan efektifitas personil yang dikaitkan dengan biaya dan optimalisasi hasil
kegiatan, maka konsultan mengusulkan dan menawarkan komposisi jumlah
personil yang tidak sama dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam KAK.
Usulan perubahan ini dibenarkan menurut ketentuan dalam Dokumen Seleksi
Umum Pengadaan Jasa Konsultansi sebagai berikut : dalam hal penyedia jasa
berpendapat KAK perlu disempurnakan, maka penyedia jasa dapat mengusulkan
inovasi yang secara konsisten dituangkan dalam penewaran teknis maupun
penawaran biaya. Atas dasar alasan dan pertimbangan tersebut, maka
konsultan tidak mengusulkan asisten tenaga ahli, sehingga komposisi tenaga

PT. NADJAMURTI PERKASA 19


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

ahli yang diusulkan dalam pekerjaan ini, adalah sebagaimana tercantum pada
tabel-5.2, sebagai berikut:
Tabel-5.2
DATA USULAN KOMPOSISI TENAGA AHLI TIM KONSULTAN

JUMLA
LAMA
H
N PENDIDIKAN DAN PENUGA
TENAGA AHLI PERSO
O KEAHLIAN SAN
NIL
(Bulan)
(Orang)

1 Team Leader 1 S1/Ahli sipil 6


Sipil Bangunan Gedung

2 Ahli Artsitektur 1 S1/ T.Arsitektur 6

3 Inspectior 1 S1/Teknik Arsitektur/Sipil 6

4 Administrasi 1 SLTA/STM/Sederajat 6

PT. NADJAMURTI PERKASA 20


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

BAB VI

ENDEKATAN DAN METODOLOGI


6.1 PENDEKATAN
6.1.1 Mekanisme Proses Kegiatan
Sebelum menetapkan metodologi, terlebih dahulu perlu dibuatkan
mekanisme proses pelaksanaan kegiatan yang menggambarkan secara
runtut tahapan-tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh tim
konsultan secara sistematis dan menyeluruh. Mekanisme proses
penyusunan kegiatan ini kemudian akan dijadikan sebagai pedoman
standar tim penyusun dalam melaksanakan kegiatannya.
Mekanisme proses perencanaan kegiatan ini dibuat sesuai dengan
rencana program kerja yang telah disusun oleh tim yang kemudian
diurutkan berdasarkan standart teknis pelaksanaannya. Dari
mekanisme proses ini kemudian tim baru merumuskan dan
menetapkan konsep pendekatan dan metodologi pada setiap tahapan
kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga dengan demikian antara
kegiatan dengan metodologi yang akan diterapkan akan memiliki
koneksitas dan konsistensi yang lebih akurat dan terarah.
Mekanisme proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan tersebut
digambarkan sebagaimana gambar-6.1 sebagai berikut:

PT. NADJAMURTI PERKASA 21


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

START
Gambar-6.1
MEKANISME PELAKSANAAN
KEGIATAN

SURVEY
INVESTIGASI

PEMERIKSAAN
PENGUKURAN PEMERIKSAAN ANALISA
KETERSEDIAN
LOKASI HYDROGELOGI LINGKUNGAN
UTILITAS

PEMILIHAN PENGUJIAN STRUKTUR DAN


UJI LABORATORIUM
LOKASI BARU KARAKTERISTIK TANAH
TIDAK
MEMENUHI
STANDART
MEMENUHI
STANDART

ANALISA
PERHITUNGAN
STRUKTUR
HASIL
PERHITUNGAN
STRUKTUR
PEMBUATAN
GAMBAR DESAIN
- Prespektif
- Detail

ASISTENSI

TIDAK

PERIKSA

YA

PENYUSUNAN
GAMBAR DED
RENCANA PENCETAKAN
FINAL
ANGGARAN BIAYA GAMBAR
(RAB)

RAB FINAL
6.1.2 Pendekatan Aspek Kajian END/SELESAI

PT. NADJAMURTI PERKASA 22


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

Dalam membuat perencanaan teknis suatu gedung/bangunan perlu


dilakukan pendekatan teori dan aplikasi terhadap beberapa faktor yang
mendasari proses perencanaan, antara lain faktor : peruntukkan fungsi
utama bangunan (main function) dan fungsi lainnya, kesesuaian lahan
ditunjau dari aspek teknis dan non teknis, estimasi budget anggaran
yang tersedia, analisis eksisting dan proyeksi kebutuhan ruang
bangunan, kultur budaya masyarakat setempat, sasaran dan tujuan
yang ingin dicapai dari keberadaan bangunan, model arsitektutr,
Koefisien dasar bangunan / building coverage (KDB/BC), Koefisien
lantai bangunan / floor area ratio (KLB/FAR), Ketinggian bangunan
maksimum (KBM), Garis Depan Pagar (GSP), Garis Sepadan Bangunan
(GSB), Sudut bangunan terhadp jalan (SBJ) dan Sky Explosure Plan
(SEB).

6.2 METODOLOGI
6.2.1 Metode Perencanaan dan Penyusunan Program Kegiatan Tim
Beberapa metode yang akan digunakan dalam penyusunan program
kegiatan tim antara lain adalah : Staging Programe Activities (SPA):
Program kegiatan disusun secara bertahap sesuai dengan kebutuhan
dan ketentuan teknis pembuatan Detail Engineering Design
(perencanaan detail teknis) untuk bangunan gedung

PT. NADJAMURTI PERKASA 23


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

6.2.2 Metode Survey Pengukuran Lahan/Lokasi


1. Peralatan Yang Digunakan
(a) Pita ukur
Untuk Grade 5 dan di atasnya, pita ukur yang dipergunakan
adalah yang terbuat dari bahan fibber. Ketelitian yang dapat
dicapai adalah sampai dalam satuan centimeter.

(b) Kompas
Mengukur besar azimuth/ besar sudut terhadap arah Utara 0º.

(c) Clinometer
Mengukur sudut kemiringan terhadap bidang datar.

(d) Topofil
Alat ini pada prinsipnya mempunyai fungsi yang sama dengan
pita ukur. Alat ini ditambahkan dengan kompas di dalamnya.
Namun saat ini perkembangan peralatan ini sudah maju dengan
berbagai desain yang menguntungkan dalam pemakaian.
Topofil bekerja atas dasar roda yang berputar menggerakkan
revolution counter dalam satuan centimeter. Berputarnya roda
tersebut karena benang yang dililitkan pada roda tersebut dan
ditarik pada antar stasiun. Beberapa merek topofil : Topofil TSA,
Topofil Dressler, Topofil Vulcain. Alat ukur lain dengan
menggunakan telemetri (ultrasonic rangefinder). Namun alat ini
jarang sekali dipakai. Kerja terbaik alat ini pada jarak yang relatif
pendek

(e) Lembar kerja (Work sheet)


Dipergunakan untuk mencatat data yang diambil selama survey.
Diusahakan dibuat dari bahan yang tahan air. Untuk survey
digunakan dua bentuk worksheet, yaitu worksheet tabel, yang

PT. NADJAMURTI PERKASA 24


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

diisi angka-angka hasil pembacaan alat ukur. Dan worksheet


yang lain digunakan untuk membuat skets perjalanan dan
situasi.
(f) Pensil
Penggunaan pensil sebagai alat tulis untuk mencatat rekaman
data sangat efektif. Kondisi dalam gua yang paling buruk,
sangat sedikit pengaruhnya terhadap pensil, dibandingkan
dengan alat tulis lainnya. Untuk itu work sheet juga dipakai
bahan yang dapat ditulis dengan pensil.
(g) Penghapus
Untuk menghapus kesalahan penulisan yang terjadi pada saat
pencatatan di Work Sheet atau pencatatan detail.

(h) Lampu senter


Pembacaan kompas dan clinometer membutuhkan penerangan.
Untuk itu lampu senter yang dipakai sebagai alat penerangan,
berdiri sendiri, tidak diperhitungkan sebagai alat penerangan
penelusuran.

2. Perhitungan Dengan Metode Close Traverse (Poligon


Tertutup)

Pada penghitungan dari survey yang menggunakan metode


closed traverse, selalu terjadi kesalahan (penyimpangan). Yaitu
adanya dua stasiun yang meskipun pada kenyataannya di
lapangan, stasiun tersebut sebenarnya hanya satu. Kesalahan
tersebut meliputi penyimpangan koordinat dan elevasi stasiun
terakhir yang seharusnya adalah sama dengan stasiun awal. Hal
ini disebabkan kesalahan pada ketidak sempurnaan terhadap:
alat dan pembacaan alat waktu survey dilakukan. Kesalahan ini

PT. NADJAMURTI PERKASA 25


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

tidak mungkin dapat dihindarkan. Sebab tidak ada peralatan


dan manusia yang ideal yang akan menghasilkan pengukuran
yang ideal pula. Untuk mengatasi hal itu, angka penyimpangan
kesalahan yang terjadi harus didistribusikan ke setiap stasiun.
Kesalahan yang terjadi pada hasil survai magnetik (dengan
menggunakan kompas) dan survai grade X (menggunakan
theodolite, memiliki jenis yang berbeda. Pada survai
menggunakan theodolite, kesalahan yang terjadi adalah
akumulatif. Dalam ari kesalahan pada salah satu stasiun, akan
mempengaruhi bagi posisi stasiun berikutnya. Sedangkan survai
menggunakan kompas, kesalahan yang terjadi pada saat
pembacaan di salah satu stasiun, tidak mempengarhui bagi
stasiun berikutnya.

Distribusi kesalahan pada survai magnetik, dengan cara yang


sederhana. Yaitu jumlah total kesalahan dibagi dengan jumlah lengan

PT. NADJAMURTI PERKASA 26


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

survai, kemudian didistribusikan ke tiap stasiun tersebut. Di bawah ini


adalah distribusi untuk survai non magnetik.
Perataan penyimpangan elevasi :
Gambar skets perjalanan tampak samping memanjang

Setelah perhitungan dilakukan, ternyata elevasi titik terakhir yang


seharusnya sama dengan titik 1 terdapat penyimpangan sebesar
Distribusi penyimpangan tiap stasiun, koreksinya adalah:
Titik 1 sebesar = f(h)
Titik 2 sebesar = d1 x f(h) , dimana Sd adalah jumlah jarak datar
keseluruhan Sd
Titik 3 sebesar = d1 + d2 x f(h) dan seterusnya.
Sd Elevasi titik terkoreksi = elevasi titik + koreksi Perataan
Penyimpangan Koordinat
Setelah perhitungan dilakukan, hasilnya adalah stasiun terakhir tidak
kembali ke stasiun awal. Ada selisih jarak sebesar (d). d² = f(y)² + f(x)²

PT. NADJAMURTI PERKASA 27


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

Gambar Kesalahan Hasil Survey

Penyimpangan yang terjadi adalah penyimpangan absis f(x) dan


ordinat f(y)
Koreksi terhadap penyimpangan absis:
Titik 1 besarnya = f(x)
Titik 2 besarnya = d1 x f(x)/Sd
Titik 3 besarnya = d1 + d2 x f(x)/Sd
Absis terkoreksi = absis lama + koreksi
Koreksi terhadap penyimpangan ordinat, analog dengan perhitungan
di atas.

3. Cara Penggunaan Kompas Suunto tipe KB 14/360R dan KB-


77/360 RT :
Instrumen yang digunakan untuk pengukuran sudut horisontal adalah
kompas magnetik. Yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah
tersedia dari model Suunto tipe KB 14/360R, KB-77/360 RT yang sering
dipergunakan oleh surveyor gua. Perbedaan dari kompas tipe KB
14/360R dan KB-77/360 RT, adalah kompas tipe KB-77/360 RT memiliki
cermin prisma yang dapat membantu pembacaan menjadi lebih
mudah. Disamping itu cardnya dilengkapi dengan angka pembacaan
back azimuth.
Garis vizir pada lobang pembidik diarahkan pada stasiun target sampai
terlihat menjadi segaris. Garis vizir akan terlihat menunjuk pada garis

PT. NADJAMURTI PERKASA 28


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

skala tertentu, dimana garis skala tersebut menunjukkan besar azimuth


target terhadap arah utara magnetik. Angka yang menunjukkan
besarnya azimuth stasiun target terhadap arah utara magnetik, dibaca
pada lobang pembidik kompas. Kompas jenis KB 14/360R, atau KB-
77/360 RT memiliki skala penuh sebesar 360º. Setiap satu garis skala
menunjukkan perubahan sebesar 1º. Tetapi akurasi pembacaan sudut
yang dapat dibaca sampai dengan ½º. Sedangkan angka yang tertulis
pada card kompas ini merupakan kelipatan 10º.

Sumber-Sumber Kesalahan :
Kesalahan yang dapat timbul tidak hanya kesalahan akibat
instrumennya sendiri, tetapi juga bila instrumen dihubungkan terhadap
sudut pembacaan kompas, instrumen terhadap anomali dan variasi
magnetik bumi. Anomali yang disebabkan oleh magnetik batuan, biji
besi, dll.
Terutama sekali pada area gunung api (Bowler, 1971). Dalam area batu
gamping, anomali sebesar 3° adalah hal yang biasa. Pada daerah lava
dapat terjadi anomali sebesar 20° . Dengan kesalahan sebesar ini tidak
memungkinkan untuk membuat survey magnetik yang akurat (Ellis,
1971). Arah dari magnet lapangan berubah setiap hari sesuai dengan
perubahan dalam ionosphir, ini dikenal dengan diurnal variation, tetapi
cukup kecil sekitar 0,2° . Tidak terlalu mengkhawatirkan. Variasi bumi
disebabkan oleh perubahan kedalaman dalam bumi dan menghasilkan
perubahan sekitar lebih 30° pada periode dua sampai tiga abad.
Biasanya dihubungkan sebagai perubahan deklinasi, sekalipun dengan
tepat bahwa penyimpangan berbeda secara geografi dan meridian
magnetik menyebabkan semua alasan tersebut. Apa yang
berhubungan dengan badai magnetik, dapat menyebabkan perubahan

PT. NADJAMURTI PERKASA 29


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

yang tidak hilang selama berjam-jam atau berhari-hari dan dalam kasus
yang ekstrim dapat sebesar beberapa derajat. Kejadian ini dapat tak
teratur dan tidak terkirakan luasnya.
Kesalahan paling sering terjadi dalam satu waktu pembacaan kompas
adalah disebabkan oleh jumlah titik stasiun. Pengaruh dari baja atau
besi yang melingkupi kompas, kadang terlupakan. Memiringkan sisi
kompas saat pembacaan juga menghasilkan kesalahan (Stevens, 1965).
Memiringkan kompas dengan sudut terlalu besar, dapat menyebabkan
card kompas menjadi lekat dan tidak dapat berputar. Sehingga
pembacaan kompas pada stasiun yang lebih tinggi dari yang lain, akan
menghasilkan kesalahan. Dengan Suunto dan kompas prismatik Mark
III, kemiringan maksimum untuk pembacaan yang presisi adalah 15° .
Listrik dapat menyebabkan medan magnet. Garis tenaga listrik dapat
mempengaruhi pembacaan kompas.
6.2.3. Metode Perencanaan Utilitas dan Prasarana Pendukung Bangunan Gedung
1. Air Bersih
2. Sanitasi dan Air Limbah
3. Penerangan
4. Area Parkir
5. Taman
6.2.4. Metode Pemilihan Elemen Arsitektur Dalam 3 Kelompok Teori
Dalam bidang perencanaan arsitektur dikenal 2 bahasa, yaitu: bahasa
struktur (the language of structure) dan bahasa ruang (the language of
space) yang keduanya saling memeiliki keterkaitan dan sistem hubungan
khususnya dalam penataan bangunan atau kawasan.
Perencanaan ini dirancang berdasarkan 7 (tujuh) prinsip sebuah place
secara estetis dengan konsep perancangan kawasan pelabuhan secara
terpadu (integrated development system), prinsip-prinsip tersebut yaitu:

PT. NADJAMURTI PERKASA 30


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

(1) Keseluruhan Sebagai Unit :


(2) Bentuk Unit
(3) Kekosongan Pusat
(4) Penutupan Batas
(5) Hubungan lahan/Tampak
(6) Perabotan Tempat
(7) Gambar Visual

Dalam merumuskan desain selalu melibatkan banyak faktor dimana


masing-masing faktor mampu mempengaruhi makna tempat tersebut
secara arsitektural, lingkungan dan sosial.
Contoh 25 Elemen Arsitektur Kawasan Dalam 3 Kelompok Teori : Figure
Ground, Lingkage dan Place sebagaimana ditampilkan pada gambar-6.1
sebagai berikut:

PT. NADJAMURTI PERKASA 31


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

Gambar-6.1

PT. NADJAMURTI PERKASA 32


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

PT. NADJAMURTI PERKASA 33


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

PT. NADJAMURTI PERKASA 34


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

BAB VII

ENCANA KERJA
7.1 Jadwal Rencana Kegiatan
Dalam rangka upaya untuk mencapai sasaran dan tujuan dari pelaksanaan
kegiatan ini secara lebih optimal, konsultan akan melaksanakan kegiatan
tersebut secara signifikan dan sistematis pada setiap fase kegiatan yang
dilaksanakan. Dengan demikian Konsultan Perencana akan membuat rencana
kerja dan bobot prentase pencapaian target kegiatan yang akan dilaksanakan
di lokasi kegiatan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel – 7.1

Dengan demikian upaya-upaya yang akan dilakukan oleh Konsultan Perencana


adalah adalah :

 Memberikan dukungan teknis dan manajemen dalam Perencanaan,


Pelaksanaan, Monitoring dan Evaluasi serta penyebaran informasi,
 Mempersiapkan laporan kemajuan kegiatan
 Mendukung satuan kerja untuk memastikan pelaksanaan kegiatan,
 Meninjau kembali semua prosedur perencanaan kegiatan sosial, fisik dan
pengembangan ekonomi dalam rangka menentukan apakah metode yang
digunakan telah mencapai sasaran.
 Mengawasi dan mengkoordinir pekerjaan perencanaan
 Melaksanakan koordinasi dalam menjalankan proses birokrasi daerah
setempat
 Memonitor dan melaksanakan evaluasi kemajuan dan pelaksanaan
pekerjaan
 Membuat penilaian kinerja

PT. NADJAMURTI PERKASA 35


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

Tabel-7.1
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN PERENCANAAN

BULAN KE
No URAIAN KEGIATAN KET
I II III

1 Penyusunan Inception Report

2 Seminar/Expose Laporan Pendahuluan

3 Perbaikan dan penyempurnaan Laporan


Pendahuluan

4 Survey dan Investigasi Lapangan

5 Peninjauan ulang lokasi dan mendata


ulang dokumen hasil kelayakan lokasi
pembangunan

6 Analisa dan Evaluasi Data Hasil Survey


dan Investigasi

7 Penyusunan Laporan Rancangan

8 Pembuatan Album Gambar

9 Pembuatan Executive Summary

10 Pembuatan CD Animasi Rancangan

11 Seminar Rancangan

12 Perbaikan dan Penyempurnaan


Rancangan

13 Penyerahan Laporan Akhir (Final


Report) dan seluruh Hasil Produk
Kegiatan Tim Konsultan

PT. NADJAMURTI PERKASA 36


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

7.2 Tenaga Ahli dan Tanggung Jawabnya


Dalam rangka upaya untuk mencapai sasaran dan tujuan dari pelaksanaan
kegiatan ini secara lebih optimal, konsultan akan melaksanakan kegiatan
tersebut secara signifikan dan sistematis pada setiap fase kegiatan yang
dilaksanakan. Dengan demikian Konsultan Perencana akan memobilisasi
Tenaga yang telah ditetapkan dalam KAK dengan tugas dan tanggung
jawabnya adalah sebagai berikut :

 TEAM LEADER , bertanggung jawab :


o Pengendalian seluruh tenaga Perencana
o Mengkoordinasikan seluruh kegiatan persiapan, pengendalian,
supervisi, monitoring, dan kinerja konsultan,
o Memantau kegiatan personil konsultan guna menjamin kinerja dan
mutu pelaksanaan kegiatan dilapangan,
o Mengembangkan jaringan kerja dengan lembaga-lembaga yang
memiliki kompetensi yang ada,
o Mereview pelaksanaan perencanaan ,
o Mempersiapkan kebijakan mengenai perencanaan bangunan,
o Mengorganisasi penyusunan laporan pelaksanaan

 AHLI TEKNIK SIPIL, bertanggung jawab :


o Memberikan dukungan teknis dalam penyusunan RAB dan DED
prasarana,
o Mengevaluasi gambar kerja struktur
o Memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul dalam
pelaksanaan yang berkaitan dengan pekerjaan struktur
o Membuat gambar detail struktur
o Mengkoodinasi seluruh kegiatan dilapangan
o Memantau mutu pelaksanaan kegiatan dilapangan
o Menyusun laporan pelaksanaan

PT. NADJAMURTI PERKASA 37


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

 Tenaga Ahli Mekanikal Elektrikal, bertanggung jawab :


o Membuat rancangan desain sistem mekanikal elektrikal gedung
o Membuat analisa perhitungan ME dan desain ME
o Membantu Team Leader dalam penyusunan laporan

 Tenaga Ahli Cost Estimator, bertanggung jawab :


o Membuat analisa rencana anggaran biaya (RAB) dan Engineering
Estimate untuk setiap bangunan yang direncanakan
o Menginventarisir harga satuan yang berlaku berdasarkan hasil
koordinasi dengan pihak pemberi tugas
o Membantu Team Leader dalam penyusunan laporan

7.3 Jadwal Penugasan Tenaga Ahli


Dalam rangka upaya untuk mencapai sasaran dan tujuan dari pelaksanaan
kegiatan ini secara lebih optimal, Masing-masing tenaga ahli Konsultan akan
dimobilisasi (ditugaskan) berdasarkan jadwal yang mengacu pada uraian tugas
dan tanggung jawab serta mekanisme kegiatan yang telah ditetapkan didalam
KAK (TOR) adalah sebagai berikut :

PT. NADJAMURTI PERKASA 38


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

TABEL 7.2 JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI

BULAN KE
JUMLAH
No POSISI NAMA PERSONIL O/B
KET

I II III

1 TEAM LEADER

TA.
2 1.
ARSITEKTUR

2.

3 TA. SIPIL 1.

2.

TA.
4
LANDSCAPE

5 TA. ME

6 TA. COST EST

DOK.
7
SPESIALIS

8 SURVEYOR 1.

2.

9 DRAFMAN 1.

2.

3.

4.

10 ADMINISTRASI

PT. NADJAMURTI PERKASA 39


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

7.4 Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan


Berdasarkan hasil pengkajian terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK),
mekanisme dan metodologi kegiatan yang akan dilakukan oleh konsultan,
serta dalam rangka mengefektifkan pencapaian sasaran dan tujuan yang ingin
dicapai secara lebih optimal, maka konsultan membentuk suatu struktur
organisasi konsultan sebagaimana tergambar pada gambar 7-1 :

Gambar – 7.1

STRUKTUR ORGANISASI KONSULTAN


KETUA TIM
AHLI MANAJEMEN
PROYEK

T.A. T.A. SIPIL T.A. LANDSCAPE T.A. ME T.A. COST


ARSITEK ESTIMATOR

Asisten Tenaga Ahli

SUPPORTING STAFF
 Office Manager
 Sekertaris
 Operator Komputer
 Driver
 Office Boy

PT. NADJAMURTI PERKASA 40


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

7.5 Laporan Kegiatan


Konsultan Perencana mempersiapkan laporan secara berkala dalam format
tertentu, laporan yang akan disampaikan adalah :

 Laporan Pendahuluan : Berisi usulan pelaksanaan pembangunan yang


isinya mencakup lokasi, jenis kegiatan, volume
kegiatan, besaran dana, waktu pelaksanaan,
data kondisi awal, kesepakatan dan jadwal
konsultan. Laporan ini sudah harus diajukan
kepada pemberi tugas tidak lebih dari dua
bulan setelah mobilisasi.

 Laporan Bulanan : Laporan bulanan disusun oleh Konsultan


Perencana dengan mengkonsolidasikan semua
informasi dari semua tenaga ahli berdasarkan
data/informasi pelaksanaan program
dilapangan, obeservasi lapangan dan analisis
konsultan, dan diserahkan tiap tanggal sepuluh
setiap bulannya, setelah Laporan Pendahuluan
diserahkan.

 Laporan Akhir : Laporan akhir dibuat setelah seluruh pekerjaan


selesai dilaksanakan. Laporan ini merupakan
konsolidasi dari seluruh laporan, baik laporan
bulanan serta laporan dari pemberi tugas.
Laporan akhir diserahkan satu minggu sebelum
kontrak berakhir.

PT. NADJAMURTI PERKASA 41


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

7.6 Staf Pendukung


Selain beberapa Tenaga Ahli yang akan di tugaskan sebagaimana telah
ditetapkan didalam KAK, dalam rangka untuk membantu kelancaran tugas dan
operasional, akan ditugaskan beberapa tenaga pendukung yang terdiri dari : 1
Orang Sekertaris, 1 Orang Office Manager, 3 Orang Operator Komputer 1
orang driver dan 1 orang Pesuruh (Office Boy). Penambahan tenaga
pendukung ini telah disesuaikan dengan aktivitas dan administrasi kantor
proyek. Penugasan personil (Tim Konsultan) akan dilakukan secara bertahap,
sesuai dengan waktu yang dibutuhkan.

PT. NADJAMURTI PERKASA 42


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

BAB VIII

ASILITAS PENDUKUNG

8.1 Peralatan dan Fasilitas


Peralatan dan fasilitas kantor yang akan digunakan untuk mendukung
kelancaran tugas konsultan dalam melaksanakan kegiatan, antara lain adalah
sebagai berikut :

1. Kantor :
Kantor konsultan secara administratif idealnya berada di lokasi proyek,
dimana pemrakarsa menyiapkan tempat, karena di dalam kegiatan yang
berlangsung kurang dari 5 (lima) bulan tidak diperkenankan menyewa
kantor. walau demikian konsultan akan tetap menyiapkan tempat yang
representatif berlokasi di kota makassar untuk dijadikan tempat aktivitas
para tenaga ahli, serveyor dan tenaga pendukung. fasilitas peralatan
kantor yang akan digunakan dalam kegiatan penyusunan ini yang telah
dimiliki oleh perusahaan antara lain adalah sebagaimana tercantum pada
tabel 7.1 sebagai berikut :

PT. NADJAMURTI PERKASA 43


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

TABEL – 7.1
Fasilitas Peralatan Kantor Proyek
NO NAMA & JENIS ALAT JUMLAH KETERANGAN

1 Computer PC Pentium 1 unit Pelaporan

2 Printer 1 unit Cetak Laporan

3 Meja Gambar 1 unit Gambar Manual

4 Computer Note Book 1 unit Pelaporan

5 Telepon 1 unit Komunikasi

6 Peralatan Gambar 1 set Gambar manual

7 ATK - Sesuai Kebutuhan

2. Peralatan Pendukung
Peralatan pendukung kantor yang akan disediakan konsultan antara lain
adalah sebagai berikut :
Tabel 7.2
Fasilitas Peralatan Pendukung

NO NAMA & JENIS ALAT JUMLAH FUNGSI

1 Roll Meter 1 unit Pengukuran Jarak

2 Altimeter 1 unit Pengukuran Elevasi

3 Kendaraan Motor 1 unit Transportasi

4 Kendaraan Roda Empat 1 unit Transportasi


Dokumentasi Lap.
5 Camera Foto 1 unit

6 Standboard 2 Alat tulis lap.

8.2 Sarana Transportasi

PT. NADJAMURTI PERKASA 44


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

Dalam rangka untuk menunjang kelancaraan dan percepatan tugas tim


konsultan perlu disediakan sarana transportasi yang memadai. Pengadaaan
kendaraan dilakukan dengan cara sewa. Jenis dan jumlah sarana transportasi
yang akan digunakan, antara lain adalah kendaran Roda 4 (Mobil), 1 unit untuk
kegiatan operasional tim.

PT. NADJAMURTI PERKASA 45


DOKUMEN TEKNIS
PENGAWASAN PENGEMBANGAN
KAWASAN MAKAM SULTAN
HASANUDDIN DAN MAKAM ARU
PALAKKA

BAB IX

ENUTUP

Demikian Proposal teknis ini dibuat dan diajukan sebagai salah-satu persyaratan
dalam proses tender pengadaan jasa konsultansi untuk paket pekerjaan ini, kami
telah melakukan kajian secara cermat dan mendalam terhadap substansi materi yang
diajukan dalam proposal teknis ini, sehingga dengan demikian diharapkan
perusahaan kami dapat memberikan sumbangsih dan kerjasama yang signifikan
dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, upaya ini dilakukan dalam rangka
untuk turut berpartisipasi secara aktif dalam mewujudkan pembangunan kota yang
serasi, selaras dan mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Proposal teknis ini dibuat oleh para tenaga ahli yang akan terlibat langsung
dalam kegiatan ini, sehingga pada saatnya nanti semua tenaga ahli kami telah
mengetahui dan memahami betul terhadap tugas dan tanggungjawabnya masing-
masing, sesuai dengan persyaratan dan tuntutan KAK/TOR kegiatan.

PT. NADJAMURTI PERKASA 46

Anda mungkin juga menyukai