Anda di halaman 1dari 14

V.

EVALUASI SEDIAAN

5.1. Fisika
1. Pengujian Organoleptis
Pengujian dilakukan dengan melihat bau, warna dan bentuk sediaan yang dibuat secara
visual.

2. Homogenitas
Pengujian homogenitas dilakukan dengan mengoleskan zat yang akan diuji pada
sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok, harus menunjukkan susunan yang
homogen.

3. Pengukuran Viskositas Sediaan


Viskositas formula krim diukur dengan menggunakan viscometer Brookfield
menggunakan spindel CP-52 pada kecepatan dan shear rates yang bervariasi. Pengukuran
dilakukan pada kecepatan 0,10, 0,20, 0,30, 0,40, dan 0,50 rpm dalam 60 detik diantara dua
kecepatan yang berurutan sebagai equilibration dengan rentang shear rate dari 0,2 s-1
hingga 1.0 s-1. Penentuan viskositas dilakukan pada suhu ruangan. Data viskositas diplot
pada rheogram (Purushothamrao et al., 2011).

5.1.4. Kemampuan dan Stabilitas Busa


Untuk mengevaluasi stabilitas busa yang dihasilkan, silakukan dengan mengambil 5
mL sediaan shampoo dari formula uji dan kontrol yang dimasukkan ke dalam wadah
tabung ukur kemudian ditambahkan air sebanyak 100 mL. lakukan proses pengadukan
dengan pengaduk mekanik untuk memperoleh kecepatan pengadukan yang seragam,
kemudian ketinggian busa diukur pada menit pertama dan kelima. Stabilitas busa dapat
dirumuskan sebagai berikut :
H
Stabilitas Busa = × 100%
Ho
Dengan Ho adalah pengukuran ketinggian busa awal, dan H adalah pengukuran tinggi
busa setelah 5 menit.
5.1.5. Pengujian Persen Padatan
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui presentase padatan yang terdapat pada
sediaan samphoo. Pengujian ini dapat dilakukan dengan menimbang sejumlah sampel
samphoo uji dalam wadah tertentu, kemudian sampel tersebut diuapkan hingga semua
kandungan air didalamnya menguap dan hanya tersisa bagian padat dari sampel samphoo
uji. Padatan yang tersisa ditimbang dan dibandingkan dengan penimbangan sampel
sebelum diuapkan, kemudian dapat dihitung nilai persen padatan samphoo. Samphoo yang
baik memiliki persen padatan dibawah 30 %. Dimana semakin banyak padatan, samphoo
semakin sulit dibersihkan. Persen padatan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Berat samphoo setelah diuapkan
Persen padatan = × 100 %
Berat samphoo awal
5.2. Kimia
1. Pengukuran pH
Alat pH meter dikalibrasi menggunakan larutan dapar pH 7 dan pH 4. Satu gram
sediaan yang akan diperiksa diencerkan dengan air suling hingga 10 mL. Elektroda
pH meter dicelupkan ke dalam larutan yang diperiksa, jarum pH meter dibiarkan
bergerak sampai menunjukkan posisi tetap, pH yang ditunjukkan jarum pH meter
dicatat (Depkes RI, 1995).
VI. DATA PENGAMATAN

1. Uji Fisika
1. Uji Organoleptis
Hari ke- Bentuk Bau Warna
1 Cair Harum Hijau muda
7 Cair Harum Hijau muda

2. Uji Homogenitas
Uji Hari ke- Uji Homogenitas
1 Homogen
7 Homogen

3. Uji Viskositas
1. Sediaan Uji
Spindel no. 2.
Selang
Kecepatan (rpm) Viskositas (cps) kepercayaan
(%)
10 456 19,5
20 420 20,8
30 396 29,7
50 394,4 49,3
60 446 66,9

2. Sediaan Pembanding
Spindel no. 2
Selang
Kecepatan (rpm) Viskositas (cps) kepercayaan
(%)
10 708 17,7
20 600 30
30 543 40,7
50 476,8 59,6
60 448,7 67,3

Grafik Uji Viskositas


800
700
600
viskositas (cps)

500
viskositas (uji)
400
300
viskositas
200 (pembanding)
100
0
10 20 30 50 60
kecepatan (rpm)

Gambar 1. Grafik Uji Viskositas

1. Kemampuan dan Stabilitas Busa


Sediaan uji Sediaan pembanding
Pengujian ke-
H Ho H H0

1 0,6 cm 0,6 cm 0,5 cm 0,7 cm

2 0,6 cm 0,6 cm 0,5 cm 0,6 cm


3 0,6 cm 0,6 cm 0,4 cm 0,7 cm

H
Stabilitas busa = × 100 %
Ho
Stabilitas Busa Sediaan uji Sediaan pembanding

1 100% 71,42%

2 100% 83,3%

3 100% 57,14%

2. Pengujian Persen Padatan


Pengujian persen padatan tidak dilakukan.

4. Kimia
1. Uji pH
Pengujian pH tidak dilakukan.
VII. PEMBAHASAN

Samphoo adalah salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk menghilangkan
kotoran dari kulit kepala dan rambut, menghilangkan ketombe serta menjaga rambut dalam kondisi
yang bersih dan indah. Untuk tujuan tersebutlah samphoo dengan ekstrak Aloe vera ini dibuat.
Tanaman Aloe vera memiliki kandungan lignin yang bermanfaat untuk menjaga kelembutan kulit,
sedangkan kandungan glikoprotein bermanfaat untuk menghasilkan rambut yang lembut, dan
antrakuinon serta asam amino bermanfaat untuk regenerasi sel kulit.
Formula dan cara pembuatan dari suatu sediaan samphoo akan menentukan konsistensi
dari samphoo yang dihasilkan. Adapun bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan samphoo
dengan ekstrak Aloe vera adalah natrium klorida, natrium laury sulfat, dinatrium EDTA, metil
paraben, propil paraben, propilen glikol, cocamidopropyl betaine, air suling, vitamin E, pewarna
dan pewangi. Semua bahan-bahan tambahan tersebut memiliki fungsi yaitu natrium klorida
sebagai bahan pengental, natrium laury sulfat sebagai bahan peningkat busa (detergen), dinatrium
EDTA sebagai chelating agent yaitu untuk mengkhelat logam-logam yang terdapat dalam air atau
bahan lain sehingga dapat mencegah berkurangnya efektivitas surfaktan. Metil paraben dan propil
paraben sebagai pengawet, yang bertujuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri karena dalam
sediaan samphoo mengandung air dalam jumlah yang besar yang dapat menjadi media
pertumbuhan yang baik bagi bakteri. Propilen glikol sebagai pelarut pengawet. Cocamidopropyl
betaine sebagai surfaktan amphoterik yaitu surfaktan yang bersifat tidak mengiritasi, tidak toksik,
dan lembut. Air suling sebagai pelarut, dan vitamin E sebagai antioksidan. Pada praktikum ini,
dibuat 2 buah sediaan samphoo dengan 1 nomor batch dan dengan nomor lot yang berbeda dengan
masing-masing sediaan samphoo sebesar 100 mL.
Cara pembuatan samphoo ekstrak Aloe vera ini yaitu pertama-tama dibuat campuran A
yaitu larutan natrium klorida yang dilarutkan dengan sedikit air suling. Dimana air suling yang
digunakan adalah aquadest yang telah terlebih dahulu dididihkan selama kurang lebih 10 menit
kemudian ditutup dengan aluminium foil untuk mencegah tercemarnya air dengan udara (CO 2).
Selanjutnya dibuat campuran B yaitu campuran natrium lauryl sulfat, ekstrak Aloe vera, dinatrium
EDTA yang dilarutkan dengan sedikit air. Campuran C dibuat dengan mencampurkan metil
paraben dan propil paraben dalam propilen glikol. Campuran B dan C dicampurkan ke dalam
campuran A kemudian dihomogenkan. Kedalam campuran kemudian ditambahkan parfum,
cocamidopropyl betaine, dan vitamin E serta ditambahkan air suling dan pewarna yang masih
tersisa dan dihomogenkan. Sediaan kemudian dikemas dan diberi etiket dan dimasukkan ke dalam
wadah.
Selanjutnya terhadap sediaan samphoo yang telah selesai dibuat, dilakukan uji evaluasi
terhadap samphoo yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji stabilitas
busa, uji persen padatan, dan uji pH. Uji organoleptis dilakukan dengan mengamati bentuk, warna,
dan bau secara visual. Hasil pengamtan untuk uji organoleptis hari pertama adalah bentuk cair,
warna hijau muda, dan bau harum. Sedangkan untuk pengamatan uji organoleptis pada hari
ketujuh, hasil yang diperoleh masih sama. Hal ini menunjukkan sediaan sampho yang dihasilkan
masih stabil jika dilihat dari uji organoleptis.Uji homogenitas dilakukan dengan mengoleskan
samphoo pada alas kaca. Kemudian diamati hasil dari olesan samphoo yang dihasilkan. Hasil
pengamatan pada hari pertama adalah terbentuk susunan yang homogen. Sedangkan pada hari
ketujuh hasil pengamatan yang diperoleh sama dengan hasil pengujian pada hari pertama yaitu
terbentuk susunan yang homogen.
Sedangkan untuk uji viskositas dilakukan dengan menggunakan viskosimeter Brookfield.
Dimana viskositas ini penting untuk menentukan suatu ukuran resistensi zat cair untuk mengalir
atau tahanan suatu cairan untuk mengalir. Semakin tinggi viskositas suatu cairan maka makin besar
tahanannya untuk mengalir. Pengujian viskositas dilakukan pada kecepatan (rpm) 10; 20; 30; 50;
60; 100 rpm, dimana pengujian dilakukan pada saat bergerak. Pengujian juga dilakukan pada
sediaan pembandingan yaitu sediaan samphoo yang dijual dipasaran dengan merk CLEAR®. Hasil
pengujian untuk pengujian viskositas adalah sebagai berikut :

Grafik Uji Viskositas


800
700
600
viskositas (cps)

500
viskositas (uji)
400
300
viskositas
200 (pembanding)
100
0
10 20 30 50 60
kecepatan (rpm)

Dari gambar grafik diatas, dapat dilihat perbedaan antara hasil viskositas sediaan uji dan
sediaan yang dijual dipasaran. Dari hasil uji produk pembading dapat dilihat bahwa viskositas
menurun seiring dengan pertambahan kecepatan (rpm) dalam keadaaan bergerak Hal ini
menunjukkan bahwa sediaan pembanding ini memiliki sifat tiksotropik. Sedangkan untuk sediaan
uji,, viskositas menurun seiring dengan menambahnya kecepatan (rpm). Dari uji viskositas ini
menunjukkan sediaan samphoo yang dibuat memiliki aliran yang sama dengan sediaan samphoo
pembanding.
Uji stabilitas busa, dilakukan dengan melarutkan 0,5 mL sampoo kedalam 100 mL air.
Kemudian dilakukan pengocokan dengan stirrer, agar diperoleh kecepatan pengadukan yang
konstan. Dilakukan pengukuran tinggi busa sebelum dan setelah dilakukan pengocokan. Diperoleh
hasil stabilitas sebagai berikut :
Dari hasil tersebut, dapat dilihat sediaan samphoo yang dihasilkan memiliki kestabilan
busa yang lebih baik dari pada sediaan samphoo pembanding yaitu stabilitas busa untuk sediaan
uji sebesar rata-rata 100% dan sediaan pembanding sebesar 70,62%. Sedangkan untuk uji persen
padatan dan pH tidak dilakukan pengujian.

Stabilitas Busa Sediaan uji Sediaan pembanding

1 100% 71,42%

2 100% 83,3%

3 100% 57,14%

VIII. KESIMPULAN

1. Samphoo adalah sediaan salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk menghilangkan
kotoran dari kulit kepala dan rambut, menghilangkan ketombe serta menjaga rambut dalam
kondisi yang bersih dan indah.
2. Samphoo dengan ekstrak Aloe vera dapat melembutkan, menyuburkan rambut, menghilangkan
ketombe dan membuat rambut menjadi lebih berkilau.
3. Bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan samphoo dengan ekstrak Aloe vera ini adalah
natrium klorida, natrium laury sulfat, dinatrium EDTA, metil paraben, propil paraben, propilen
glikol, cocamidopropyl betaine, air suling, vitamin E, pewarna dan pewangi.
4. Evaluasi sediaan samphoo yang dilakukan adalah uji organoleptis, homogenitas, viskositas,
dan stabilitas busa. Hasil evaluasi organoleptis sediaan uji samphoo adalah sediaan memiliki
bentuk cair, bau harum dan warna hijau muda. Hasil uji homogenitas sediaan uji samphoo
adalah sediaan memiliki susunan yang homogen. Hasil uji viskositas sediaan uji samphoo
memiliki aliran yang sama dengan sediaan samphoo pembanding yaitu aliran tiksotropik. Hasil
uji stabilitas busa sediaan uji samphoo memiliki stabilitas yang lebih baik dari pada sediaan
samphoo pembanding.

KEMASAN DAN ETIKET

1. Kemasan Primer
2. Kemasan Sekunder
3. Etiket
DAFTAR PUSTAKA

Bombeli, T. 2004. How To Make Hair Shampoos. (serial online), (cited 2009 Des, 27). Available
from: www.makingcosmetics.com/../03-how-to-make-hair-shampoos.pdf.
Colonial Chemical, Inc, Material Safety Data Sheet, Cola®Mid C, Effective Date: 1-09-2008
Depkes RI. 1979. Farmakope Indonesia edisi III. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.
Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik
Indonesia
Faizatun, Kartiningsih, Liliyana. 2008. Formulasi Sediaan Samphoo Ekstrak Bunga Chamomile
dengan Hidroksi Propil Metil Selulosa sebagai Pengental. Jurnal Ilmu Kefarmasiaan
Indonesia, Vol. 6, No. 1. ISSN 1693-1831. Hlm 15-22.
Mottram, F.J., Lees, C.E., 2000, Hair Samphooos in Poucher's Perfumes, Cosmetics and Soaps,
10th Edn, Butler, H. (ed), Kluwer Academic Publishers. Printed in Great Britain.
Purushothamrao K, Khaliq K., Sagare P., Patil S. K., Kharat S. S., Alpana.K. 2010. Formulation
and evaluation of vanishing cream for scalp psoriasis. Int J Pharm Sci Tech Vol-4,Issue-1,
2010 ISSN: 0975-0525.
Permono, Ajar. 2002. Membuat Samphoo. Yogyakarta: Puspa Swara.
Rowe, Raymond C., Paul J. S., Paul J. W. 2003. Handbook of Pharmaceutical Exipients.
Pharmaceutical Press. London.4.
Tranggono, R.L, Farma L.. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta : PT.
Gramedia Pustaka Utama.