Anda di halaman 1dari 3

Agustina Slow Dakia Manurung (171158001)

RESUME METODE KONSTRUKSI INFRASTRUKTUR

RESUME MATERI PAK ANDRU


 Tanah merupakan hasil pelapukan batu yang bahannya berasal dari batuan sedimen.
 Problema tanah yakni Keruntuhan bangunan karena kegagalan kapasitas dukung
Penurunan tanah/ lahaN, keruntuhan dinding penahan tanah, tanah longsor, longsoran
batuan, Expansive soils, liquefaction, soft soil, tanah gambut, clay shale
 Pemakaian dalam geoteknik dengan bantuan admixtures:
 Memperbaiki subgrade
 Menaikan traffic ability
 Stabilitas lereng dengan menaikan shear strength
 Membuat timbunan
 Membuat load bearing columns
 Membungkus limbah berbahaya
 Mengurangi debu
 Pemadatan tanah
a. Pembuatan timbunan badan jalan
b. Pembuatan dam tanah
c. Pengurugan back fill
d. Reklamasi
e. Dll
 Stabilisasi dengan kapur
Memudahlan pengerjaan:
 Karena flocculation lempung menjadi friable (mudah diolah, dicampur, dan
dipadatkan)
 Plasticity berkurang akibat kenaikan palstic limit
 Penambahan kapur dapat segera menaikan kekuatan lempung (menguntungkan
bagi traffic ability tanah lunak)
Kapur membuat tanahlempung menjadi keras dan tahan air
Menaikkan Woptimum (sangat cocok untuk lempung basah)
Dalam beberapa jam setelah pencampuran kapur terus menaikkan kekuatan
tanah, tetapi kenaikannya tidaj sebesar semen. Sehingga keharusan untuk segera
memadatkan setelah pencampuran tidak sekritis semen.
 Stabilisasi dengan semen
Jenis kapur yang digunakan: CaO : quick lime dan Ca(OH)2 : hydraed lime (slake lime).
 Perbedaan stabilisasi dengan semen dan kapur yakni: stabilisasi semen harus segera
dipadatkan setelah pencampuran sedangkan stabilisasi kapur lebih bisa ditunda.

RESUME MATERI BU RETNO


 Menurut UU No. 38 Tahun 2004, jalan adalah prasarana darat yang meliputi segala
jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi
lalu lintas, yang berasa permukaan tanah, di ats permukaan tanah, di bawah
permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air kecuali jalan kereta api,
jalan lori dan jalan kabel.
 Mengapa diperlukan struktur perkerasan? Hal ini dikarenakan supaya struktur
tersebut itu stabil dan umur layanan sesuai.
Agustina Slow Dakia Manurung (171158001)

 Jenis struktur perkerasan ada tiga yakni stuktur perkerasan lentur (flexible
pavement), struktur perkerasan kaku (rigid pavement) dan composite pavement.
 Tipe flexible pavement memiliki perbedaan pada jenis gradasinya. Gradasi adalah
distribusi dari variasi ukuran butir agregat. Jenis gradasi terdiri atas tiga yakni dense
graded, open graded, dan gap graded. Gradasi yang baik digunakan yakni dense
graded atau sering disebut gradasi terbuka karena jenis gradasi ini memiliki butiran
dari agregat kasar sampai halus.
 Suatu struktur perkerasan memiliki susunan dari atas yakni surface course, base
course, sub base course, dan subgrade. Pada pekerjaan rigid menggunakan susunan
concrete slab, sub base course, dan Subgrade. Concrete slab biasanya digunakan
pada ketebalan 15-30 cm.
 Tipe perkerasan rigid yakni jointed plain concrete pavement, continuous reinforced
concrete pavement dan Pre-stressed concrete pavement.
 Sedangkan konstruksi struktur perkerasan kaku ada dua jenis, yakni fixed form
paver yakni menggunakan bekisting bisa dari skel dan kayu sehingga pekerja
dibutuhkan cukup banyak sedangkan slipform paver yakni seluruh pekerjaan
menggunkan mesin dan tidak membutuhkan bekisting.
 Pada perkerasan lentur metode pelaksanaan dimulai dari persiapan alat dan bahan
yang diperlukan. Tahapan pekerjaann struktur perkerasan lentur terdiri dari:
1. Pekerjaan Subgrade yaitu pekerjaan pembentukan badan jalan menggunakan
motorgrader dengan kedalaman 20 cm di bawah elevasi
2. Pekerjaan Sub base course class B, dilakukan penghamparan material base B
dimulai dari tepi, kemudian secara bertahap ke arah pusat dalam satu arah
memanjang. Pada daerah super elevasi, pemadatan dilakukan dimulai dari
bagian yang lebih rendah. Pekerjaan pemadatan Sub base dengan menggunakan
vibro roller per layer 15 cm.
3. Pekerjaan Bae Course class A yakni dilakukan dengan terlebih melakukan
penghamparan base course A dengan menggunakan vibro roller per layer 15
cm.
4. Pekerjaan Perkerasan Aspal jalan Akses
Pekerjaan ini terdiri dari:
 Prime coat, menggunakan asphalt sprayer
 Asphalt Treated Base (ATB) 15 cm, alat yang digunakan untuk pemadatan
yakni tandem roller, pneumatic tire roller dan tandem roller dengan beberapa
kali lintasan.
 Tack Coat, menggunakan asphalt sprayer
 Asphalrt Concrete (5 cm Binder Coarse) dan (5 cm Wearing Coarse), setelah
tack coat dihamparkan dan diratakan maka dilakukan pemadatan
menggunakan alat tandem roller, pneumatic tire roller dan tandem roller
dengan beberapa kali lintasan.
5. Dilakukan kontrol terhadap struktur perkerasan yakni seperti G ambar 1.
Agustina Slow Dakia Manurung (171158001)

 Metode Pelakasanan Rigid Pavement (Perkerasan Kaku)


Tahapan struktur perkaerasan kaku terdiri dari pekerjaan persiapan yakni dilakukan
tahap land claering, kemudian penghamparan agreat kelas A, pemadatan elevasi dan
pengukuran, pekerjaan lantai kerja (land concrete), pemasangan bekisting dan
penghamparan, plastik, pemasangan tulangan, pengecoran badan jalan dan terakhir
tahap finishing. Tahapan finishing terdiri dari grooving, curring, cuting contraction
joint dan sealant. Kegunaan grooving yakni pemberian alur supaya tidak terjadi slip
dan sebagai jalur drainase. Sedangkan curring dilakukan dengan vara menyiram
beton agar tidak capat terjadi penguapan yang akan berpengaruh ke kuat beton.
Kemudian cutting dilakukan agar memudahkan pekerjaan jika terjadi kerusakan
sehingga tidak menyebar kemana-mana dan penutupan hasil cutting yakni joint
sealant menggunakan aspak cair.
 Sebelum dilakukan pengecoran, dilakukan uji mutu beton dengan menggunakan uji
slump dengan syarat (8-12).