Anda di halaman 1dari 5

KEUNGGULAN TIM LINTAS FUNGSIONAL

Tim lintas fungsional meiliki keunggulan berikut ini: (1) berkemaampuan untuk
menyelesaiikan pekerjaan secara cepat, (2) berkemampuan untuk menyelesaikan masalah yang
kompleks, (3) berfokus ke customer, (4) berkemampuan meningkatkan kreativitas, (5)
berkemampuan menjadikan organisasi belajar dan (6) berlaku sebagai titik tungal untuk kontak
bagi customer.
Kecepatan
Dalam lingkungan bisnis yang kompetesinya berbasis waktu (time-based competition),
kecepatan menjadi andalan perusahaan untuk menempatkan perusahaan pada posisi
kompetitif. Dalam pengembangan produk, tim lintas fungsional, dengan menggunakn sistem
inovasi, mampu mengurangi secara signifikan waktu yangg di perlukan. tim lintas fungsional
mengganti proses pengembangan produk dari cara pengembangan berurutan menjadi cara
pengembangan paralel, kecepatan pengembangan produk dapat di capai tim intas fungsional
karena.
1. Tim lintas fungsional memiliki tujuan yang jelas yaitu menghadirkan inovasi produk
secara cepat ke tangan customers.
2. Tim lintas fungsional melibatkan seluruh fungsi yang di perlukan.
3. Tim lintas fungsional melibatkan semua anggota tim kunci sejak awal proses
pengembangan produk.
4. Tim lintas fungsional mampu menanamkan di siplin yang di perlukan untuk memenihu
skedul waktu yang telah di tentukan.
Kompleksitas
Masalah bisnis yang kompleks tidak akan dappat di selesaikan dengan baik oleh tim
fungsional, karena pengetahuan dan keterampilan yang di miliki oleh tim ini tidak
memadai untuk memecahkan masalah tersebut, sedangkan, tim lintas fungsional
memiliki berbagai pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan untuk memecahkan
masalah bisnis yang kompleks. Kemampuan tim lintas fungsional dalam memecahkan
masalah bisnis yang kompleks di tentukan oleh.
1. Adanya leader yang memiliki visi yang kreaatif.
2. Tidak adanya hambatan yang tidak perlu, termasuk dari kemungkinan gagal.
3. Tersedianya beragam pendapat dari berbagai disiplin.
4. Keterbukaan anggota tim terhadap ide baru.
Berfokus ke Customer
Setiap tim di bentuk untuk memuaskan kebutuhan customer, baik intern maupuun eksteern,
agar tim lintas fungsional mampu memuaskan kebutuhan custommer butir-butir penting
berikut ini perlu di perhaatikan.
1. Pemahaman dengan jelas siapa yang menjadi customer tim.
2. Melibatkan customer, baik secara langsung melalui keanggotaan customer ke dalam
tim, atau secara tidak langsung melalui komunikasi terus menerus.
3. Pelatihan bagi anggota tim dalam teknik proses improment dan dinamika tim.
4. Pemberdayaan anggota tim dalam pengambilan keputusan untuk memuaskan
kebutuhan customer.
5. Pemberi penghargaan kepada personel yang mendukung dan mendorong kerja sama.
Kreativitas
Salah satu keyakinan dasar yang melandasi di bentuknya organisasi lintas fungsional adalah:
“kerja sama lintas fungsional menghasilkan sinergi.” Keanggotaan tim yang berasall dari
berbagai fungsi dengan berbagai kompetensi memungkinkan tim menjadi basis aktivitas kreatif
dalam menghasilkan ide-ide yang baru dan cemerlang dan inovayif.
1. Kultur yang mendukung pemecahan masalah secara informal.
2. Keberanan untuk mengambil risiko di dukung dan di beri penghargaan.
3. Inovasi produk dan jasaa di pandang oleh personnel sebagai faktor penentu masa depan
perusahaan.
Belajar
Salah satu keyakinan dasar yang melandasi di bentuk nya organisassi tim lintas fungsional
adalah: “pendekatan lintas fungsional merupakan tempat yang baik bagi anggota tim untuk
berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan anggota tim dari disiplin lain. Dengan
mempelajari berbagai kegagalan yang di temukan dalam perjalanan tim, seluruh anggoota tim
dapat belajar dari kegagalan tersebut. Kondisi demikian memaksa anggota tim untuk senantiasa
belajar, agar mereka mampu menyesuaikan kompetensi mereka dengan perubahan yang
direncanakan.

Titik Kontak Tunggal


Dalam organisasi fungsional, customer akan menemui kesuitan dalam berhubungan dengan
organisasi, karena setiap fungsi hanya menguasai sebagian dari keseluruhan aktivitas
pembuatan produk dan jasa yang dihasilkan oleh organisasi.dengan tim lintas fungsional, case
manager atau team leader merupakan titik kontak tunggal yang menghubungkan perusahaan
dengan customers. Dengan penyediaan titik tunggal untuk kontak dengan customer, organisasi
akan mampu secara responsif memenuhi perubahan kebutuhan customer.

KELEMAHAN ORGANISASI LINTAS FUNGSIONAL


Kelemahan organisasi lintas fungsional adalah tetap adanya kompleeksitas organisasi hierarkis.
Isu tentang kekuasaan,wewenang, alokasi sumber daya, tujuan sasaran, dan hubungan
pelaporan dapat menyulitkan usaha untuk melakukan improvement terhadap sistem. Organisasi
lintas fungsional ddapat membingungkan manajer tradisional, terutama jika mereka diberi
tanggung jawab untuk melakukan improvement terhadao sistem yang kompleks yang tumbuh
di bawah organisassi hierarkis.

LOKASI KERJA TIM LINTAS FUNGSIONAL


Kerjaa tim (team work) sesungguhnya terjadi di luar ruang rapat, meskipun untuk
melaksanakan nya di perlukan rappat untuk memperoleh gambaran tujuan yang hendak di capai
oleh tim,rencana implementasi strategi dan evaluasi kinerja sistem dalam mewujudkan tujuan
tim. bagi tim lintas fungsional ad hoc,anggota tim tetap bekerja di ruang kerja yang terletak di
fungsi asalnya. Kesamaan misi dan visi tim serta kemitraan dan hubungan pribadi si bangun
melalui rapat-rapat yang di selenggarakan.
Pertanyaan dan jawaban no 9-12
9. Sebutkan berbagai cara yang dapat di tempuh untuk membangun komitmen anggota
tim lintas fungsional?
jawab:
 Perlu dirumuskan tim lintas fungsional berbasis misi perusahaan.
 misi tersebut dirumuskan mealui proses diskusi yang melibatkan seluruh
anggota tim.
 Misi tersebut kemudian di jabbarkan ke dalam serangkaian tujuan kinerja yang
jelas,terukur,dan spesifik.
 Perlu di tetapkan peran setiap anggota tim dalam mewujudkan tujuan kinerja
tim sehingga setiap anggota tim merasa bertanggung awab atas perwujutan
tujuan kinerja tim.
 Perlu dirumuskan rencana kerja untuk mewujudkan tujuan kinerja tim.setiap
anggota tim dibuat tanggung jawab atas terwujudnya tujuan kinerja tim, bukan
hanya bagian nya. Anggota tim perlu menyadari pentingnya kerja sama dalam
mewujudkan tujuan kinerjaa tim.
10. ada enak keunggulan yang terdapat dalam tim intas fungsional?sebutkan dan jelaskan?
Jawab:
kecepatan
Dalam lingkungan bisnis yang kompetesinya berbasis waktu (time-based competition),
kecepatan menjadi andalan perusahaan untuk menempatkan perusahaan pada posisi
kompetitif. Dalam pengembangan produk, tim lintas fungsional, dengan menggunakn
sistem inovasi, mampu mengurangi secara signifikan waktu yangg di perlukan. tim
lintas fungsional mengganti proses pengembangan produk dari cara pengembangan
berurutan menjadi cara pengembangan paralel, kecepatan pengembangan produk dapat
di capai tim intas fungsional karena.
 Tim lintas fungsional memiliki tujuan yang jelas yaitu menghadirkan inovasi
produk secara cepat ke tangan customers.
 Tim lintas fungsional melibatkan seluruh fungsi yang di perlukan.
 Tim lintas fungsional melibatkan semua anggota tim kunci sejak awal proses
pengembangan produk.
 Tim lintas fungsional mampu menanamkan di siplin yang di perlukan untuk
memenihu skedul waktu yang telah di tentukan.
Kompleksitas
Masalah bisnis yang kompleks tidak akan dappat di selesaikan dengan baik oleh tim
fungsional, karena pengetahuan dan keterampilan yang di miliki oleh tim ini tidak
memadai untuk memecahkan masalah tersebut, sedangkan, tim lintas fungsional
memiliki berbagai pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan untuk memecahkan
masalah bisnis yang kompleks. Kemampuan tim lintas fungsional dalam memecahkan
masalah bisnis yang kompleks di tentukan oleh.
5. Adanya leader yang memiliki visi yang kreaatif.
6. Tidak adanya hambatan yang tidak perlu, termasuk dari kemungkinan gagal.
7. Tersedianya beragam pendapat dari berbagai disiplin.
8. Keterbukaan anggota tim terhadap ide baru.

Berfokus ke Customer
Setiap tim di bentuk untuk memuaskan kebutuhan customer, baik intern maupuun
eksteern, agar tim lintas fungsional mampu memuaskan kebutuhan custommer butir-
butir penting berikut ini perlu di perhaatikan.
1. Pemahaman dengan jelas siapa yang menjadi customer tim.
2. Melibatkan customer, baik secara langsung melalui keanggotaan customer ke dalam
tim, atau secara tidak langsung melalui komunikasi terus menerus.
3. Pelatihan bagi anggota tim dalam teknik proses improment dan dinamika tim.
4. Pemberdayaan anggota tim dalam pengambilan keputusan untuk memuaskan
kebutuhan customer.
5. Pemberi penghargaan kepada personel yang mendukung dan mendorong kerja
sama.
Kreativitas
Salah satu keyakinan dasar yang melandasi di bentuknya organisasi lintas fungsional
adalah: “kerja sama lintas fungsional menghasilkan sinergi.” Keanggotaan tim yang
berasall dari berbagai fungsi dengan berbagai kompetensi memungkinkan tim menjadi
basis aktivitas kreatif dalam menghasilkan ide-ide yang baru dan cemerlang dan
inovayif.
1. Kultur yang mendukung pemecahan masalah secara informal.
2. Keberanan untuk mengambil risiko di dukung dan di beri penghargaan.
3. Inovasi produk dan jasaa di pandang oleh personnel sebagai faktor penentu masa
depan perusahaan.
Belajar
Salah satu keyakinan dasar yang melandasi di bentuk nya organisassi tim lintas
fungsional adalah: “pendekatan lintas fungsional merupakan tempat yang baik bagi
anggota tim untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan anggota tim dari
disiplin lain. Dengan mempelajari berbagai kegagalan yang di temukan dalam
perjalanan tim, seluruh anggoota tim dapat belajar dari kegagalan tersebut. Kondisi
demikian memaksa anggota tim untuk senantiasa belajar, agar mereka mampu
menyesuaikan kompetensi mereka dengan perubahan yang direncanakan.
Titik Kontak Tunggal
Dalam organisasi fungsional, customer akan menemui kesuitan dalam berhubungan
dengan organisasi, karena setiap fungsi hanya menguasai sebagian dari keseluruhan
aktivitas pembuatan produk dan jasa yang dihasilkan oleh organisasi.dengan tim lintas
fungsional, case manager atau team leader merupakan titik kontak tunggal yang
menghubungkan perusahaan dengan customers. Dengan penyediaan titik tunggal untuk
kontak dengan customer, organisasi akan mampu secara responsif memenuhi
perubahan kebutuhan customer.
11. Jelaskan kelemahan yang melekat dalam organisasi lintas fungsional?
Jawab:
Kelemahan organisasi lintas fungsional adalah tetap adanya kompleeksitas organisasi
hierarkis. Isu tentang kekuasaan,wewenang, alokasi sumber daya, tujuan sasaran, dan
hubungan pelaporan dapat menyulitkan usaha untuk melakukan improvement terhadap
sistem. Organisasi lintas fungsional ddapat membingungkan manajer tradisional,
terutama jika mereka diberi tanggung jawab untuk melakukan improvement terhadao
sistem yang kompleks yang tumbuh di bawah organisassi hierarkis.
12. Jelaskan lokasi kerja tim lintas fungsional?
Jawab:
Bagi tim lintas fungsional ad hoc,anggota tim tetap bekerja di ruang kerja yang terletak
di fungsi asalnya. Kesamaan misi dan visi tim serta kemitraan dan hubungan pribadi si
bangun melalui rapat-rapat yang di selenggarakan.