Anda di halaman 1dari 5

PENANGGULANGAN MATI LISTRIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1 dari 5

RSAU dr.M. SALAMUN


Jl. Ciumbuleuit No. 203
Bandung
Tanggal terbit Ditetapkan Oleh :
Kepala RSAU dr. M. Salamun

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Didik Kestito, SpBU


Kolonel Kes NRP 512677

Yang dimaksud penanggulangan mati listrik disini ialah cara


PENGERTIAN mengantisipasi dengan cepat dan tepat apabila terjadi
pasokan daya listrik dari PLN terputus secara mendadak.
Memberikan pedoman operasional, standar perlindungan
dan keselamatan kepada operator daya listrik atau petugas
TUJUAN jaga, bagaimana mengalihkan pasokan / input daya listrik
dari PLN ke Generator Set Rumkit, terutama pada saat diluar
jam dinas, hari libur, atau malam hari.
1. UU No. 36 th 2009 tentang kesehatan.
2. Keputusan Kepala RSAU dr. M. Salamun Nomor
KEBIJAKAN Kep/55/VIII/2014 tentang Pemberlakuan Perubahan
Standar Prosedur Operasional Di RSAU dr. M.
Salamun.

Persiapan:
1. Apabila pasokan daya listrik dari PLN mendadak terputus
atau mati.
2. Hubungi segera Pejabat Urusan Dalam dan Unit
Haralkes, untuk koordinasi dan meminta instruksi.
3. Dua orang petugas jaga mengambil senter, kunci ruang
Generator Set (Genset) dan Gardu Induk, selanjutnya
menuju ruang Genset, sambil mengamati keadaan
lingkungan sekitar RSAU dr. M. Salamun.
Langkah-langkah:
PROSEDUR 1. Buka pintu gerbang Ruang Genset, periksa koneksi accu,
bahan bakar solar, dan air radiator Genset 220 V;
apakah accu sudah tersambung, persediaan bahan
bakar solar cukup, dan air radiator penuh.
2. Panaskan Heater Genset ± 5 s.d. 7 menit.
3. Start Genset; setelah mesin hidup, amati pada meter
output (pada panel ”A”) apakah keluaran daya listrik
menunjukan tegangan 220 volt; bila sudah stabil,
petugas segera menuju Gardu Induk Rumkit di sebelah
IPAL.
PENANGGULANGAN MATI LISTRIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


2 dari 5

RSAU dr.M. SALAMUN


Jl. Ciumbuleuit No. 203
Bandung
Ditetapkan Oleh :
Tanggal terbit Kepala RSAU dr. M. Salamun

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Didik Kestito, SpBU


Kolonel Kes NRP 512677

4. Buka pintu gerbang Gardu Induk, apabila ruangan dalam


terang dan lampu indikator input Genset menyala, maka
daya listrik dari Genset sudah masuk dan siap
didistribusikan. Apabila belum (masih gelap), maka
petugas kembali keruang Genset, dan MCCB Utama (”A”)
segera dinaikan (kearah atas atau tanda ”ON” atau tanda
”I”).
5. Buka Panel Bok LVMDP, turunkan semua MCCB terlebih
dahulu (nomor 1, 2, 3 dan 4).
6. Segera pindahkan HANDLE POWER dari arah bawah
(PLN) kearah atas (GENSET) pada Panel Bok HANDLE,
lampu indikator harus menyala tiga-tiganya (merah,
kuning, hijau). Bila benar, maka daya listrik siap untuk
didistribusikan.
7. Pendistribusian daya melalui Panel Bok LVMDP; naikan
MCCB satu-persatu dimulai dari nomor 1, kemudian
nomor 2, dan seterusnya, sambil mengamati perubahan
PROSEDUR tegangannya. Apabila tegangan berubah turun atau naik
turun, berarti beban pemakaian terlalu berat, segera
kurangi beban dengan cara menurunkan kembali MCCB
pemasok daya ke ruangan yang tidak diprioritaskan.
8. Distribusi daya untuk ke ruangan ICU, Kamar bedah, VK
dan Ruangan anak-anak harus diutamakan (MCCB No. 1
dan 2).
9. Pemakaian daya besar untuk mesin-mesin Laundry dan
Radiologi dihentikan terlebih dahulu.
10. Pemasokan daya ke IPAL dihentikan sama sekali (MCCB
no.4 pada Panel Bok LVMDP).
11. Segera diumumkan ke seluruh ruangan melalui PA, untuk
mengurangi pemakaian daya listrik seperlunya, dan
lampu-lampu yang tidak penting dimatikan sementara.
Panel SSDP (Pemakaian) sebagai pengendali daya
masing-masing ruangan, berada disekitar ruangan yang
bersangkutan.
PENANGGULANGAN MATI LISTRIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


3 dari 5

RSAU dr.M. SALAMUN


Jl. Ciumbuleuit No. 203
Bandung
Tanggal terbit Ditetapkan Oleh :
Kepala RSAU dr. M. Salamun

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Didik Kestito, SpBU


Kolonel Kes NRP 512677
12. Selama Genset hidup (beroperasi), petugas tidak
boleh meninggalkannya. Tegangan output, RPM
mesin, perubahan suara, air radiator, dan bahan
bakar solar harus selalu diawasi.
13. Selain petugas yang sudah dilatih, tidak boleh sama
sekali ikut meng-operasikan Genset dan memindah
handle power.
14. Pada saat memasuki Ruangan Gardu Induk Rumkit,
petugas harus berdua, dan tidak boleh berjalan hilir
mudik atau mengutak-atik (ngoprek) didalamnya.
Petugas Jaga hanya diperkenankan menangani
Handle Power dan LMDP.
15. Dilarang mendekati Travo Tegangan Menengah (TM)
20.000 volt, atau melintasi garis merah dilantai.
16. Pada saat meninggalkan sementara Gardu Induk,
pintu gerbang harus ditutup dan dikunci.
17. Apabila daya listrik dari PLN telah hidup kembali,
PROSEDUR
turunkan segera semua MCCB di Panel Bok LVMDP
satu-persatu.
18. Pindahkan Handle Power di Panel Bok Handle dari
arah atas (Genset) kearah bawah (PLN) sampai
terasa penuh dan paten, jangan setengah-setengah
(harus sekali jadi), dan lampu indikator input PLN
menyala (merah, kuning, hijau).
19. Naikan MCCB di Panel Bok LVMDP satu persatu
mulai dari nomor 1, 2, dst. sampai nomor yang
terakhir.
20. Lampu indikator input baik dari PLN maupun Genset
akan menyala semua. Ini menandakan input daya
dari PLN dan Genset siap kedua-duanya.
21. Yakinkan semua MCCB sudah dinaikan, tegangan
stabil, dan para- meter normal. Gardu induk siap
ditinggalkan. Tutup pintu gerbang Gardu induk dan
kunci.
PENANGGULANGAN MATI LISTRIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


4 dari 5

RSAU dr.M. SALAMUN


Jl. Ciumbuleuit No. 203
Bandung
Tanggal terbit Ditetapkan Oleh :
Kepala RSAU dr. M. Salamun

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Didik Kestito, SpBU


Kolonel Kes NRP 512677
22. Petugas menuju Ruang Genset dan segera matikan
mesin. Isi kembali bahan bakar solar sampai
penuh , juga air radiator. Lepas koneksi accu, dan
kembalikan semua handle, MCCB, dan parameter
lainnya pada posisi semula; maka Genset siap
untuk pemakaian selanjutnya. Tutup kembali Pintu
Gerbang Ruang Genset dan kunci.
23. Laporkan secara berkala kondisi tegangan listrik dan
mesin Genset kepada Ka. Unit Haralkes selama
mesin Genset dihidupkan.
24. Apabila ada masalah yang tidak dapat diatasi sendiri
oleh Petugas Jaga atau masalah koordinasi dengan
PLN Distribusi Jawa Barat, maka keputusan untuk
mengambil tindakan hanya oleh Ka. Unit Haralkes
dan Ka Urdal, sebagai wakil Karumkit langsung.
25. Petugas jaga tidak berwenang mengadakan
PROSEDUR perubahan system, instalasi, atau merubah
parameter. Pekerjaan ini wewenang teknisi Unit
Haralkes dan Dinas Gangguan PLN Distribusi Jabar.
26. Apabila ada masalah yang tidak dapat diatasi sendiri
oleh Petugas Jaga atau masalah koordinasi dengan
PLN Distribusi Jawa Barat, maka keputusan untuk
mengambil tindakan hanya oleh Ka. Unit Haralkes
dan Ka Urdal, sebagai wakil Karumkit langsung.
27. Petugas jaga tidak berwenang mengadakan
perubahan system, insta-lasi, atau merubah
parameter. Pekerjaan ini wewenang teknisi Unit
Haralkes dan Dinas Gangguan PLN Distribusi Jabar.
28. Daya listrik PLN telah masuk, dan semua pekerjaan
telah beres, simpan kembali semua kunci-kunci
listrik ke tempat semula.
29. Buat berita acara gangguan listrik, dan laporkan ke
Karumkit.
PENANGGULANGAN MATI LISTRIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


5 dari 5

RSAU dr.M. SALAMUN


Jl. Ciumbuleuit No. 203
Bandung
Ditetapkan Oleh :
Tanggal terbit Kepala RSAU dr. M. Salamun

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Didik Kestito, SpBU


Kolonel Kes NRP 512677

1. Jaga Tatib.
UNIT TERKAIT 2. Urusan Dalam
3. Unit Haralkes.