Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia

Volum 1 Nomor 1 bulan Maret 2016. Halaman 34-38


p-ISSN: 2477-5967 e-ISSN: 2477-8443

Implementasi Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Berbantuan


Alat Peraga Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematika
Ella Pranata1)
1)
Prodi Pendidikan MAtematika STKIP Singkawang, Kalbar, Indonnesia
Email: ellapranata38@gmail.com

Abstrak. Beberapa aspek yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika, diantaranya adalah pemahaman
konsep, pemecahan masalah serta penalaran dan komunikasi.Pemahaman konsep adalah kemampuan untuk memahami,
memaknai, mengidentifikasi, serta mampu menjelaskan kembali konsep tersebut secara terperinci. Indikator pemahaman
konsep yang akan dikaji dalam penelitian ini untuk menyatakan peserta didik yang telah memahami suatu konsep adalah
(1) menyatakan ulang sebuah konsep, (2) mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu, (3) memberikan
contoh dan non contoh suatu konsep, (4) menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis, (5) mengembangkan
syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep, (6) menggunakan, memamfaatkan dan memilih prosedur atau operasi
tertentu dan (7) mengklasifikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Untuk mengembangkan kemampuan
pemahaman konsep diperlukan model pembelajaran yang tepat.Salah satu model pembelajaran yang tepat meningkatkan
kemampuan pemahaman konsep adalah model pembelajaran Group Investigation(GI). Model pembelajaran Group
Investigation (GI)adalah model pembelajaran berkelompok yang melibatkan peserta didik secara aktif melakukan
penyelidikan. Dalam model pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat memahami kajian materi yang bersifat
abstrak, sehingga dapat membantu peserta didik memahami suatu konsep. Selain itu alat peraga dalam mengajar
memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Alat peraga
dalam pembelajaran adalah segala benda yang dirancang sedemikian rupa dan sengaja dipersiapkan untuk digunakan
untuk memahami sebuah konsep. Dengan mengimplementasikan model pembelajaran Group Investigation berbantuan
alat peraga, kemampuan pemahaman peserta didik akan meningkat.

Kata Kunci: group Investigation, alat peraga, pemahaman konsep matematika

yang utama. Seseorang dikatakan paham terhadap


I. PENDAHULUAN suatu hal, apabila orang tersebut mengerti benar
Departemen Pendidikan Nasional(2007) dan mampu menjelaskan suatu hal yang telah
menyatakan ada beberapa aspek yang perlu dipahaminya.Sedangkan konsep menurut Herman
dikembangkan dalam pembelajaran matematika, Hudojo (dalam [7]) menyatakan bahwa konsep
diantaranya adalah pemahaman konsep, matematika adalah suatu ide abstrak yang
pemecahan masalah serta penalaran dan memungkinkan kita mengklasifikasikan objek-
komunikasi. Sedangkan matematika dianggap objek atau peristiwa-peristiwa itu termasuk atau
ilmu dasar yang sangat penting bagi kehidupan tidak termasuk dalam ide abstrak tersebut. Dengan
manusia dan matematika merupakan landasan kata lain seseorang dikatakan paham akan suatu
untuk mengembangkan ilmu lainnya. Hal ini konsep apabila ia mampu untuk memberikan
sesuai dengan pernyataan Erman ,dkk (dalam [8]) contoh atau non contoh dari suatu konsep yang
bahwa matematika tumbuh dan berkembang dipelajarinya.
sebagai penyedia jasa layanan untuk Adanya kenyataan dilapangan menunjukan
pengembangan ilmu-ilmu yang lain sehingga bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa
pemahaman konsep suatu materi dalam masih rendah. dimana dari hasil survei sains
matematika haruslah ditempatkan pada prioritas TIMSS (Trends in internasional mathematic and

34
Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia
Volum 1 Nomor 1 bulan Maret 2016. Halaman 34-38
p-ISSN: 2477-5967 e-ISSN: 2477-8443

science study ) dan studi internasional tentang bahwa tingkat keabstrakan materi, memerlukan
prestasi matematika (dalam [9]) menunjukan pengaturan atas pola pembelajaran (model) yang
kenyataan bahwa di indonesia masih banyak siswa dilakonkan oleh masing-masing anggota
yang mengalami kesulitan dalam memahami kelompok siswa dalam pembelajaran.
konsep-konsep matematika, tepatnya Indonesia Selanjutnya alat peraga dalam mengajar
berada di urutan ke 36 dari 49 negara. Dari hasil memegang peranan penting sebagai alat bantu
survey TIMSS tahun 2010 ini menyatakan posisi untuk menciptakan proses belajar mengajar yang
Indonesia relatif rendah dengan rata-rata 397 efektif. menurut Joni (dalam Arjanggi, 2012)
dibandingkan dengan negara-negara lain yang “Alat peraga dalam pembelajaran adalah segala
berpartisipasi dalam TIMSS dan rata-rata skor benda yang dirancang sedemikian rupa dan
internasional yaitu 500. sengaja dipersiapkan untuk digunakan sebagai
Menurut O’Connell (dalam [8]) menyatakan media dalam pembelajaran dengan maksud agar
bahwa siswa akan lebih dapat memahami dan materi pelajaran yang disampaikan guru dapat
memaknai konsep yang menjadi tujuan dengan mudah dimengerti oleh siswa.
pembelajaran jika dalam proses pembelajaran Menurut Ruseffendi (dalam, Rostina, 2013), alat
yang berlangsung siswa melakukan kegiatan peraga adalah alat yang menerangkan atau
berdiskusi, saling menjelaskan, dan berelaborasi mewujudkan konsep matematika, sedangkan
dan menurut Oxford (dalam [8]) juga menyatakan pengertian alat peraga matematika menurut
bahwa konsep akan dapat dipahami siswa jika Pramudjono (dalam Rostina, 2013), alat peraga
konsep tersebut dikonstruksikan sendiri oleh siswa adalah benda konkrit yang dibuat, dihimpun atau
melalui pembelajaran dalam suatu kelompok disusun secara sengaja digunakan untuk
sehingga siswa akan melakukan proses sosial. membantu menanamkan atau mengembangkan
Untuk meningkatkan pemahaman konsep suatu konsep matematika.
siswa, diperlukan model pembelajaran yang Model pembelajaran Group Investigation
efektif.Dengan demikian yang perlu diperhatikan merupakan model pembelajaran yang pertama kali
adalah keefektifan dalam memilih model dikembangkan oleh Thelan.Dalam
pembelajaran, model pembelajaran yang dipilih perkembangannya model ini diperluas dan
harus sesuai dengan tujuan, jenis, dan sifat materi dipertajam oleh Sharan dari Universitas Tel
yang diajarkan.Kemampuan guru dalam Aviv.Menurut Sutama (dalam Artini, 2015)
memahami dan melaksanakan model tersebut menyatakan bahwa model pembelajaran Group
sangat berpengaruh terhadap hasil yang Investigation merupakan pembelajaran berbasis
dicapai.Rendahnya kemampuan pemahaman kelompok yang memberikan peluang kepada siswa
konsep karna proses pembelajaran matematika untuk berdiskusi, berfikir kritis, dan dapat
lebih cenderung menggunakan model bertanggung jawab dalam pembelajaran tersebut.
pembelajaran langsung yang terpusat pada guru Aunurrahman (dalam [2]) menyatakan model
dimana hal ini tentu saja menghambat pembelajaran Group Investigation dapat
perkembangan siswa dalam mengungkapkan ide- menumbuhkan kehangatan hubungan antar
ide mereka. untuk itu guru harus mencari solusi siswa,kepercayaan, rasa hormat terhadap harkat
dari permasalahan ini. Salah satu solusinya adalah dan martabat orang lain dan yang lebihpenting
cara pembelajaran yang menyenangkan seperti model pembelajaran Group Investigation dapat
model pembelajaran Group Investigation (GI). dipergunakan pada seluruhareal subyek yang
Menurut Santyasa (dalam [2]) bahwa model mencakup semua anak pada segala tingkatan usia
pembelajaran Group Investigation mengarahkan dan peristiwa sebagai model sosial inti untuk
aktivitas kelas yang berpusat pada siswa dan semua sekolah.
menyediakan peluang kepada guru untuk lebih Sharan, dkk (dalam [3]) membagi langkah-
banyak melakukan diagnose dan koreksi terhadap langkah pelaksanaan model pembelajaran Group
masalah-masalah yang dihadapi siswa. Sedangkan Investigation meliputi 6 (enam) fase yang
menurut Roestijah (dalam [2]) mengemukakan ditunjukan dalam Tabel 1 berikut ini.

35
Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia
Volum 1 Nomor 1 bulan Maret 2016. Halaman 34-38
p-ISSN: 2477-5967 e-ISSN: 2477-8443
TABEL 1 adanya alat peraga ini bahan dapat dengan mudah
SINTAKS DISCOVERY LEARNING BERPENDEKATAN RME
dipahami oleh siswa.
Langkah Kegiatan
Menurut Joni (dalam Arjanggi, 2012) Alat
a. Memilih topik Peserta didik memilih subtopik khusus di dalam peraga dalam pembelajaran adalah segala benda
suatu daerah masalah umum yang biasanya yang dirancang sedemikian rupa dan sengaja
ditetapkan oleh guru. Selanjutnya peserta didik dipersiapkan untuk digunakan sebagai media
diorganisasikan menjadi dua sampai enam
anggota tiap kelompok menjadi kelompok- dalam pembelajaran dengan maksud agar materi
kelompok yang berorientasi pada tugas. pelajaran yang disampaikan guru dapat dengan
b. Perencanaan Peserta didik dan guru merencanakan prosedur mudah dimengerti oleh siswa.Menurut Ali (dalam
kooperatif pembelajaran, tugas, dan tujuan khusus yang
konsisten dengan sub topik yang telah dipilih pada Rostina, 2014) Alat peraga adalah segala sesuatu
tahap pertama. yang dapat digunakan untuk menyatakan pesan
c. Implementasi Peserta didik menerapkan rencana yang telah merangsang pikiran, perasaan dan perhatian dan
mereka kembangkan di dalam tahap kedua.
Kegiatan pembelajaran hendaknya memperhatikan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong
ragam aktivitas dan ketrampilan yang luas dan proses belajar.
hendaknya mengarahkan peserta didik kepada Menurut Ruseffendi (dalam, Rostina, 2013),
jenis-jenis sumber belajar yang berbeda, baik di
dalam atau di luar sekolah. Guru secara ketat alat peraga adalah alat yang menerangkan atau
mengikuti kemajuan tiap kelompok dan mewujudkan konsep matematika, sedangkan
menawarkan bantuan bila diperlukan. pengertian alat peraga matematika menurut
d. Analisis dan Peserta didik menganalisis dan mensistesis
sintesis. informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan Pramudjono (dalam Rostina, 2013), alat peraga
merencanakan bagaimana informasi tersebut adalah benda konkrit yang dibuat, dihimpun atau
diringkas dan disajikan dengan cara yang menarik disusun secara sengaja digunakan untuk
sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada
seluruh kelas. membantu menanamkan atau mengembangkan
e. Presentasi hasil Beberapa atau semua kelompok menyajikan hasil suatu konsep matematika
akhir penyelidikannya dengan cara yang menarik Menurut Erman konsep adalah ide abstrak
kepada seluruh kelas, dengan tujuan agar peserta
didik yang lain saling terlibat satu sama lain yang memungkinkan kita dapat mengelompokkan
dalam pekerjaan mereka, dan memperoleh objek ke dalam contoh dan non contoh.
perspektif luas pada topik itu. Pemahaman konsep dapat diartikan sebagai cara
f. Evaluasi Dalam hal kelompok-kelompok menangani aspek
yang berbeda dari topik yang sama. Peserta didik seseorang yang dapat memahami tentang ide yang
dan guru mengevaluasi tiap kontribusi kelompok dapat mengelompokkan objek ke dalam contoh
terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. dan non contoh. Adapun pengertian konsep
menurut Arends (dalam [8]), adalah gambaran dari
Berdasarkan uraian diatas, Group suatu hal yang didasarkan pada sifat yang
Investigation adalah model pembelajaran yang dimilikinya. Sedangkan menurut Herman (dalam
berbasis kelompok yang memberikan siswa [8]) menyatakan bahwa konsep matematika adalah
peluang untuk berdiskusi dan berpikir kritis. Dan suatu ide abstrak yang memungkinkan kita
model pembelajaran group investigation dapat mengklasifikasikan objek-objek atau peristiwa-
menumbuhkan kehangatan hubungan antar peristiwa itu termasuk atau tidak termasuk dalam
siswa,kepercayaan, rasa hormat terhadap harkat ide abstrak tersebut. Dengan kata lain seseorang
dan martabat orang lain. Dimana langkah-langkah dikatakan paham akan suatu konsep apabila ia
pada model Group Investigation meliputi 6 (enam) mampu untuk memberikan contoh atau non contoh
fase, yaitu : (1) Memilih topik, (2) Perencanaan dari suatu konsep yang dipelajarinya.
kooperatif, (3) Implementasi, (4) Analisis dan Menurut Rosmawati (dalam [4]) pemahaman
sintesis, (5) Presentasi hasil akhir, (6) Evaluasi. konsep adalah yang berupa penguasaan sejumlah
Alat peraga dalam mengajar memegang materi pembelajaran, dimana siswa tidak sekedar
peranan penting sebagai alat bantu untuk mengenal dan mengetahui, tetapi mampu
menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. mengungkapkan kembali konsep dalam bentuk
Dalam pencapaian tujuan tersebut, alat peraga yang lebih mudah dimengerti serta mampu
pemegang peranan yang penting sebab dengan mengaplikasikannya. Pembelajaran matematika

36
Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia
Volum 1 Nomor 1 bulan Maret 2016. Halaman 34-38
p-ISSN: 2477-5967 e-ISSN: 2477-8443

tidak hanya dilakukan dengan mentransfer berbantuan alat peraga, tingkat pemahaman
pengetahuan kepada siswa, akan tetapi untuk konsep matematika peserta didik diharapkan
membantu siswa menanamkan konsep matematika semangkin meningkat. Hal tersebut dapat dilihat
dengan benar. Hal ini didukung dengan pernyataan dari hasil test tertulis dimana peneliti melakukan
Hyde (dalam [8]) yang menyatakan bahwa tujuan serangkaian test melalui pre-test dan post-
utama dari pembelajaran matematika adalah test.Hasil peningkatan kemampuan pemahaman
pemahaman konsep sehingga siswa tidak hanya konsep peserta didik, dapat dilihat dari
sekedar mengetahui atau mengingat suatu konsep kemampuan mereka mencapai indikator
matematika. pemahaman konsep dan untuk menilai
Adapun indikator pemahaman konsep yang peningkatan kemampuan pemahaman konsep
dipakai dalam penelitian ini merujuk pada KTSP peserta didik, kita dapat melakukan perhitungan
tahun 2006 yaitu: adalah (1) menyatakan ulang N-gain Ternormalisasi.
sebuah konsep, (2) mengklasifikasikan objek-
objek menurut sifat-sifat tertentu, (3) memberikan g= (1)
contoh dan non contoh suatu konsep, (4)
menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis, (5) mengembangkan syarat perlu dan Keterangan :
syarat cukup suatu konsep, (6) menggunakan, = Skor test ahir
memamfaatkan dan memilih prosedur atau operasi = Skor test awal
tertentu dan (7) mengklasifikasikan konsep atau = Skor maksimal (100)
algoritma pemecahan masalah. Untuk
mengembangkan kemampuan pemahaman konsep Kriteria peningkatan gain ternormalisasi
diperlukan model pembelajaran yang tepat. ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat
TABEL 2
disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman KRITERIA N-GAIN TERNORMAISASI
konsep adalah proses, perbuatan, cara memahami
Skor N-gain Kreteria
ide-ide materi pembelajaran. dimana siswa tidak
sekedar mengenal dan mengetahui, tetapi mampu G < 0,3 Peningkatan Rendah
mengungkapkan kembali konsep dalam bentuk 0,3 ≤ G ≤ 0,7 Peningkatan Sedang
G > 0,7 Peningkatan Tinggi
yang lebih mudah dimengerti serta mampu
[6]
mengaplikasikannya . Indikator pemahaman
Peningkatan hasil belajar matematika siswa
konsep pada penelitian ini adalah (1) menyatakan
dengan diimplementasikannya model
ulang sebuah konsep, (2) mengklasifikasikan
pembelajaran Group Investigation dapat dilihat
objek-objek menurut sifat-sifat tertentu, (3)
dari hasil penelitian [5] menunjukkan bahwa
memberikan contoh dan non contoh suatu konsep,
model Group Investigation dapat meningkatkan
(4) menyajikan konsep dalam bentuk representasi
hasil belajar dengan kenaikan presentase
matematis, (5) mengembangkan syarat perlu dan
ketuntasan dari 88,57 % pada siklus pertama
syarat cukup suatu konsep, (6) menggunakan,
menjadi 94,29 % pada sikus ke dua.
memamfaatkan dan memilih prosedur atau operasi
Penelitian yang dilakukan oleh [1] menunjukan
tertentu dan (7) mengklasifikasikan konsep atau
bahwa alat peraga dapat meningkatkan motivasi
algoritma pemecahan masalah.
siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
II. METODE
Dimana pada siklus ke-I pertemuan pertama
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen terdapat 65% siswa belum tuntas dalam
pretes-posttest control group design. Penelitian ini mengerjakan LKS dan pada siklus Ke-II
melibatkan 3 kelas sampel yaitu 2 kelas pertemuan pertama sebanyak 92%, siswa tuntas
eksperimen dan 1 kelas kontrol. Dengan adanya dalam mengerjakan LKS.
model pembelajaran Group Investigation (GI)

37
Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia
Volum 1 Nomor 1 bulan Maret 2016. Halaman 34-38
p-ISSN: 2477-5967 e-ISSN: 2477-8443

III. KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA


[1] Arjangga.(2012). Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa
KESIMPULAN Melalui Penerapan Metode Demonstrasi Berbantuan Alat Peraga
Bangun Ruang pada Pembelajaran Matematika.Skripsi Fakultas
Model Group Investigation (GI) adalah model Kejuruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tanjung Pura.
[2] Artini, dkk.(2015). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tife
pembelajaran berkelompok yang melibatkan Group Investigation Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar
peserta didik secara aktif melakukan penyelidikan IPA pada Siswa Kelas VI SD Impres 1 Tondo. Universitas
Tadulako.e-Jurnal Mitra Sains Vol. 3. No. 1, Januari 2015.
sedangkan alat peraga adalah alat peraga dalam [3] Haffidianti, Yunita. (2011). Penerapan Pembelajaran Group
mengajar memegang peranan penting sebagai alat Investigation (GI) dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta
Didik pada Materi Pokok Bangun Ruang Kelas VIII F MTS Negeri 1
bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar Semarang. Skripsi Fakultas Tarbiyah. Institusi Agama Islam Negeri
yang efektif. Adapun kemampuan pemahaman Walisongo.
[4] Putri M, Padma Mike, dkk. (2012). Pemahaman Konsep Matematika
konsep adalah Pemahaman konsep adalah pada Materi Turunan Melalui Pembelajaran Teknik Probing.FMIPA
kemampuan untuk memahami, memaknai, Universitas Negeri Padang.Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 1.No.
1.
mengidentifikasi, serta mampu menjelaskan [5] Prihanto, Y. Danni, dkk. (2013). Penerapan Pembelajaran Kooperatif
kembali konsep tersebut secara terperinci. Tife Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Pokok Bahasan Teorema Phytagoras pada Siswa Kelas VIII D
Dengan adanya model pembelajaran Group Semester Ganjil SMPN 1 Pakusari Tahun ajaran 2012/2013.
Investigation (GI) berbantuan alat peraga yang Universitas Jember. Vol. 4. No 3,Desember 2013.
[6] Robiatun.(2015). Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis
memiliki 6 langkah pelaksanaan yaitu memilih Siswa Melalui Model Pembelajaran Investigasi Kelompok pada
topik, perencanaan kooperatif, implementasi, Materi Pecahan Kelas VII SMP.Skripsi Program Studi Pendidikan
Matematika.Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP)
analisis dan sintesis, presentasi hasil akhir, Singkawang. Tidak Diterbitkan.
evaluasi akan meningkatkan kemampuan [7] Rokhayati, Nuri. (2010). Peningkatan Penguasaan Konsep
Matematika Melalui Pembelajaran Guide Discovery Inguiry Pada
pemahaman konsep matematika peserta didik Siswa Kelas VII SMP N 1 Sleman.Skripsi Fakultas Matematika dan
dengan pemberian tugas-tugas baik secara lisan Ilmu Pengetahuan Alam.Universitas Negeri Yogyakarta.
[8] Sri Fajarwati, Munifah. (2010). Penerapan Reciprocal Teaching
maupun tulisan berupa kegiatan kelompok sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika
penyelidikan yang aktif. siswa kelas XI Akutansi RSBI.Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu
SARAN Pengetahuan Alam.Universitas Negeri Yogyakarta.
[9] Wahyuni, Sri dkk. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis
Dengan demikian penulis menyarankan agar Masalah Terhadap Pemahaman Konsep Matematika
model Group Investigation (GI) berbantun alat Siswa.Universitas Lampung. Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2.
No 2.
peraga dapat di implementasikan guna
meningkatkan kemampuan pemahaman konsep
matematika peserta didik.

38