Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ketepatan dimensi benda kerja yang telah mengalami proses kerja dengan
dimensi benda kerja saat direncanakan oleh produsen dalam bentuk desain
merupakan hal yang sangat penting. Dalam suatu desain, dimensi benda kerja
ditentukan berdasarkan berbagai aspek, yang salah satunya adalah aspek
keamanan. Apabila dimensi benda kerja yang telah selesai diproduksi tidak
sesuai dengan dimensi benda kerja pada desain, dapat terjadi kegagalan kerja
ketika benda kerja difungsikan. Kegagalan kerja akibat ketidaktepatan
dimensi benda kerja yang diproduksi dengan dimensi benda kerja yang
didesain tentu saja akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan
pengguna.

Maka dari itu diperlukan quality control dalam suatu proses produksi untuk
menjamin kualitas benda kerja yang diproduksi telah mencapai standar
kualitas yang telah ditetapkan. Kualitas benda kerja menjadi aspek yang
penting karena dapat mempengaruhi performa, durabilitas, dan usia benda
kerja, yang kesemuanya tersebut akan mempengaruhi tingkat kepuasan
pengguna. Quality control diterapkan dari proses produksi benda kerja sampai
produk tersebut diterima oleh pengguna. Dalam kegiatan quality control,
selain pemeriksaan benda kerja dan proses kerjanya, dilakukan juga pencarian
solusi terhadap masalah-masalah pada benda kerja sehingga dapat menekan
jumlah reject dalam proses produksinya, yang dapat meminimalisir cost yang
harus dikeluarkan suatu perusahaan.

1
Pada praktikum kali ini, diharapkan praktikan dapat memeriksa kualitas
ukuran torak dengan menggunakan metoda – meja – datar, untuk kemudian
dapat menentukan ukuran torak yang diukur telah memenuhi toleransi batas
kebulatan torak, serta dapat menyimpulkan dari kebulatan torak dan
kualitasnya.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk memeriksa kualitas ukuran
torak dengan menggunakan metoda – meja – datar.

1.3. Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Batas kebulatan torak adalah 0,0127 mm, apakah torak yang diukur
memenuhi toleransi ini?
2. Kesimpulan apa yang diperoleh dari:
a. Bentuk (kebulatan) torak
b. Kualitas torak yang diperiksa pada percobaan ke – 2?

1.4. Asumsi dan Batasan


Adapun batasan – batasan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

2
1. Waktu praktikum berlangsung selama 2,5 jam dengan 15 menit
digunakan untuk briefing, 5 menit digunakan untuk pre – test, dan
sisanya untuk melakukan pengukuran.
2. Setiap kelompok praktikum diberikan satu dial indicator untuk
mengukur dua benda kerja.
3. Setiap praktikan dalam satu kelompok diwajibkan untuk melakukan
semua pengukuran pada kedua benda kerja.
4. Toleransi kebulatan sebesar 0,0127 mm.
5. Toleransi atas kedataran benda kerja adalah rata-rata hasil
pengukuran dijumlahkan dengan 3 kali standar deviasi hasil
pengukuran. Sedangkan toleransi bawah kedataran benda kerja adalah
rata-rata hasil pengukuran dikurangkan dengan 3 kali standar deviasi
hasil pengukuran.