Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang

memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis, maka dalam rangka

mencapai derajat kesehatan yang optimal diperlukan suatu upaya kesehatan. Upaya kesehatan

dalam pembangunan diwujudkan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan

(promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan

kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan

berkesinambungan

Ciri bangsa yang maju, salah satunya adalah memiliki derajat kesehatan yang tinggi.

Derajat kesehatan dapat diwujudkan secara optimal melalui berbagai upaya kesehatan

diantaranya penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang didukung oleh

sarana kesehatan

Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan atau serangkaian kegiatan yang dilakukan

secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan

derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,

pengobatan penyakit dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan atau masyarakat

Penyelenggaraan upaya kesehatan didukung oleh sumber daya kesehatan atau sarana

yang melakukan pelayanan kesehatan (Rumah Sakit).

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 44 Tahun 2009 menyebutkan bahwa rumah

sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan

perorangan secara paripurna meliputi tindakan promotif preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Rumah sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara

paripurna.
Untuk menjalankan tugasnya tersebut rumah sakit mempunyai fungsi :

a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar

pelayanan rumah sakit yang berlaku

b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang

paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis

c. Penyelenggaran pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka

peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan.

d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan tehnologi bidang

kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika

ilmu pengetahuan bidang kesehatan.

Berdasarkan jenis pelayanannya, rumah sakit terdiri atas rumah sakit umum dan

rumah sakit khusus. Rumah sakit umum memberi pelayanan kepada berbagai penderita

dengan berbagai jenis kesakitan, memberi pelayanan diagnosis dan terapi untuk berbagai

kondisi medik. Rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan

diagnosis dan pengobatan untuk penderita dengan kondisi medik tertentu baik bedah maupun

non bedah, seperti rumah sakit : kanker, bersalin psikiatrik, pediatrik.

Di kota Makassar, Rumah Sakit Khusus sudah banyak berdiri, khususnya Rumah

Sakit Ibu dan Anak. Tetapi masih banyak rumah sakit tersebut yang belum memadai dan

nyaman bagi Ibu dan Anak. Untuk itu Rumah Sakit Sayang Bunda Makassar dibangun dan

diharapkan dapat memberikan pelayanan yang bermutu, memadai dan nyaman bagi Ibu dan

Anak.

Rumah Sakit Sayang Bunda Makassar terletak di jalan Hertasning No. 52, dimana

memiliki letak yang sangat strategis di tengah kota, sehingga mudah dijangkau oleh

masyarakat sekitarnya.
Sesuai dengan tipe dan kemampuan rumah sakit, Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayang

Bunda Makassar mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : melaksanakan pelayanan

medis, pelayanan penunjang medis, pelayanan penyuluhan kesehatan, pelayanan rawat jalan,

atau rawat darurat, serta melaksanakan pelayanan administrasi.

Pelayanan penunjang medis salah satunya adalah unit farmasi (Apotek). Unit Farmasi

(Apotek) merupakan bagian dari rumah sakit yang bertugas menyelenggarakan,

mengkoordinasikan, mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan pelayanan farmasi.

Kegiatan pelayanan kefarmasian di rumah sakit meliputi pengelolaan perbekalan


farmasi (memilih perbekalan farmasi sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit, merencanakan
kebutuhan perbekalan farmasi secara optimal, mengadakan perbekalan farmasi berpedoman
pada perencanaan yang telah dibuat sesuai ketentuan yang berlaku, menerima perbekalan
farmasi sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku, menyimpan perbekalan
farmasi sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan kefarmasian, mendistribusikan perbekalan
farmasi ke unit-unit pelayanan di rumah sakit) dan pelayanan kefarmasian dalam penggunaan
obat (mengkaji instruksi pengobatan atau resep pasien, mengidentifikasi masalah yang
berkaitan dengan penggunaan obat, memberikan informasi kepada petugas kesehatan, pasien
atau keluarga pasien, memberi konseling kepada pasien atau keluarga pasien, melakukan
pencatatan setiap kegiatan dan melaporkan setiap kegiatan).