Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

RUJUKAN KASUS KASUS PENYAKIT MATA DAN TELINGA


DI UPTD PUSKESMAS NYALINDUNG

A. Pendahuluan
Departemen Kesehatan Republik Indonesia meninindaklanjuti
pencanangan Vision 2020 dan tujuan SEA hearing 2030, dengan menyusun
Kegiatan penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan dan
penanggulangan gangguan pendengaran dan ketulian di Provinsi dan
kabupaten/Kota akan difokuskan pada 4 (empat) penyakit penyebab utama
kebutaan yaitu katarak, kelainan refraksi, xeroptalmia dan glaukoma dan 4
(empat) penyakit penyebab utama ketulian yaitu OMSK, Tuli Kongenital, NIHL
dan Presbikusis. Namun tidak mengabaikan penyakit-penyakit penyebab
kebutaan dan ketulian lain yang ada di wilayah tersebut .
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten /
Kota yang menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja
dan mempunyai fungsi sebagai penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan
masyarakat. Dalam mencapai visi : kecamatan sehat, puskesmas
menyelenggarakan upaya kesehatan wajib, yaitu upaya promosi kesehatan,
kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak serta KB, upaya perbaikan gizi
masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta upaya
upaya pengobatan. Selain itu sesuai masalah daerah setempat dapat
dilaksanakan upaya kesehatan pengembangan. Kesehatan indera penglihatan
dan pendengaran termasuk dalam upaya kesehatan pengembangan
puskesmas yang dapat diintegrasikan dengan upaya kesehatan lainnya.
B. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan diutamakan pada upaya peningkatan dalam bentuk
promotif dan preventif. Upaya promotif antara lain kegiatan penyuluhan dan
screening (pemeriksaan kesehatan). Berdasarkan Permenkes No. 75/2014
fungsi Puskesmas adalah sebagai penyelenggara upaya kesehatan
masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan (UKP) tingkat pertama
di wilayah kerjanya.

1
Di sehat (LSS), pembinaan Kader Kesehatan Remaja (KKR), screening
kesehatan sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan program promosi kesehatan.
wilayah kerja puskesmas Nyalindug, program kesehatan indera
diintegrasikan antara lain dengan program UKS, pembinaan lomba sekolah
C. TUJUAN
Tujuan umum:
Meningkatnya derajat kesehatan Indera masyarakat di wilayah kerja
Puskesmas secara efisien dan berkesinambungan dalam rangka tercapainya
kemampuan memelihara diri di bidang kesehatan Indera.
Tujuan khusus:
a. Meningkatnya kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat untuk
memelihara kesehatan dalam menanggulangi gangguan penglihatan dan
pendengaran
b. Meningkatnya temuan kasus gangguan penglihatan dan pendengaran di
masyarakat.
C memfasiitasi rujukan kasus kasus penyakit mata dan telinga ke RS
D. Tata Nilai
BIJAK
1. Beri Senyum, Salam, Sapa
2. Ikhlas dalam bekerja
3. Jujur dalam bersikap
4. Amanah dalam bekerja
5. Kuat dalam berkomitmen
E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

No Kegiatan Pokok Rincian kegiatan


1. Rujukan kasus – kasus penyakit mata dan -Melakukan
telinga pemeriksaan
-persiapan rujukan

F. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

2
No Kegiatan Pelaksana Lintas Lintas sektor Ket
Pokok program indera progaram terkait
terkait
4. Rujukan -Melakukan 1.Program 1. Kader dan
kasus-kasus pemeriksaan indera guru
penyakit mata -Menyiapkan 2.Dokter melakukan
dan telinga form laporan 3.Perawat rujukan
dan rujukan. terhadap
- pemeriksaan
Mendokumenta bagi yang
sikan membutuhkan.
pemeriksaan
dan atau
rujukan

G. SASARAN KEGIATAN
Sasaran dalam rujukan kasus kasus penyakit mata dan telinga adalah pasien
yang menderita sakit mata dan telinga.
H. JADWAL KEGIATAN

Tabel 1.1
rujukan kasus kasus penyakit mata dan telinga
Jadwal Kegiatan rujukan kasus kasus penyakit mata dan telinga
di UPTD Puskesmas Nyalindung

2018
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

rujukan kasus
4 kasus penyakit X X X X X X X X X X X X
mata dan telinga

I. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

3
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan rujukan dilakukan tiap bulan
sesuai dengan jadwal kegiatan dengan pelaporan hasil hasil yang dicapai pada
bulan tersebut. Hasil pemeriksaan kesehatan indera direkap dan disampaikan
kepada Kepala Puskesmas dan dinas Kesehatan. Evaluasi Program minimal
dilakukan 3 bulan sekali.
J. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan rujukan kasus kasus penyakit mata dan telinga meliputi
pencatatan semua kegiatan dan hasil kegiatan yang dilaksanakan di
Puskesmas, baik yang dilaksanakaan di dalam gedung atau luar gedung.
Dalam pelaksanaan rujukan kasus penyakit mata dan telinga dapat secara
terintegrasi dengan program lain.