Anda di halaman 1dari 12

STANDART OPERATING PROSEDURE

IZIN PADA JAM KERJA


1. TUJUAN
a. Sebagai panduan dalam meminta ijin pada jam kerja
b. Operasional dapat berjalan normal tanpa ada pekerjaan yang tidak
terselesaikan

2. PENGERTIAN
Yang dimaksud dengan jam kerja adalah 8 jam kerja efektif karyawan dalam
melaksanakan job desk yang telah diberikan.
Yaitu dimulai dari jam 08.00-16.00 (Senin-Jum’at).

3. RUANG LINGKUP
Prosedur ini berlaku untuk semua karyawan sebagai panduan dalam melakukan
ijin di saat jam kerja

4. PELAKSANA
Semua karyawan yang izin pada jam kerja.

5. PENANGGUNG JAWAB
Manager

6. JENIS CUTI
1. Cuti Setengah Hari
2. Cuti Jatah
3. Cuti Tahunan
4. Cuti Pribadi
5. Cuti Sakit
6. Cuti Khusus

7. PROSEDUR
1. Cuti Setengah Hari Kerja
Adalah cuti atau izin kerja yang diberikan oleh perusahaan kepada
karyawan yang bisa diambil dalam kondisi darurat pada setiap hari kerja
selama setengah hari kerja
a. Karyawan yang memiliki keperluan mendesak atau karena tugas yang
mengharuskan meninggalkan pekerjaan, wajib terlebih dahulu meminta
izin cuti pada Manager.
b. Karyawan yang bersangkutan wajib mengisi from izin terlebih dahulu yang
kemudian di ajukan ke manager.
c. Setelah disetujui/diizinkan, maka karyawan baru bisa meninggalkan
pekerjaan pada jam yang telah di tentukan.
d. Karyawan yang bersangkutan wajib menjelaskan ke Manager jika ada
tugas mandiri yang belum diselesaikan agar kemudian bisa di estafetkan
kepada karyawan yang lain.
e. Karyawan hanya dapat meminta izin meninggalkan pekerjaan hanya pada
jam yang telah di tentukan dan dalam jangka waktu setengah hari kerja
saja.
f. Jam izin karyawan dibagi menjadi dua, sebagai berikut;
 Jam izin pagi
Yaitu karyawan di izinkan meninggalkan pekerjaan setengah hari kerja
yang dimulai dari jam 08.00 sampai jam 13.00.
 Jam izin siang
Yaitu karyawan di izinkan meninggalkan pekerjaan setengah hari yaitu
dimulai dari 12.00 sampai jam 17.00.
g. Izin tersebut diatas akan secara otomatis memotong jatah cuti karyawan
baik cuti tahunan, cuti pribadi maupun jatah mingguan tergantung
permintaan karyawan yang bersangkutan.
h. Cuti tersebut diatas akan secara otomatis memotong upah karyawan jika
di masukan kedalam cuti pribadi karyawan.
i. Apabila ada izin diluar jam tersebut yang telah di jelaskan diatas, maka
akan tetap di hitung sebagai cuti setengah hari kerja dengan syarat dan
ketentuan berlaku.
j. Setiap karyawan yang mengajukan cuti tersebut diatas wajib selalu
Mengaktifkan Handphone selama izin agar mudah dihubungi oleh
Manager.
k. Selesai.

ALUR IZIN PADA JAM KERJA

Mulai

Jika ada keperluan


mendesak,segera lapor
minta izin ke Manager

Jelaskan ke Manager
keperluannya apa,dimana
& sampai jam Berapa

Di ijinkan?
Ya

Jelaskan ke Manager
jika ada tugas yg
belum selesai

Tinggalkan tempat
kerja, aktifkan HP
selama diluar

Selesai
2. Cuti Jatah
Adalah cuti yang di berikan oleh perusahaan kepada karyawan 1 hari
dalam 1 minggu (7 Hari kerja) yang waktu pengambilannya ditentukan
sesuai kebutuhan pada masing-masing divisi.
a. Karyawan yang mengambil cuti jatah di wajibkan terlebih dahulu meminta
izin kepada kepala divisinya masing-masing.
b. Setiap masing-masing Kepala divisi mempunyai hak dalam pengaturan
cuti tiap stafnya sesuai kebutuhan tenaga kerja pada masing-masing
divisi.
(Div Gudang Min 2 orang, Div Penjualan Min 4 orang dan Div Adm Min 1
orang)
c. Setelah KA divisi Memberikan izin dan mengatur cuti dari masing-masing
staf dibawahnya, maka karyawan yang bersangkutan baru bisa mengambil
cuti jatahnya sesuai dengan hari yang telah di tetapkan.
d. KA divisi diharapkan menyusun jadawal cuti jatah pada setiap awal
bulannya agar ketersediaan tenaga kerja pada masing-masing divisi dapat
terpenuhi.
e. Cuti jatah yang diambil oleh karyawan tidak akan mengurangi jatah cuti
tahunan maupun nilai upah yang diberikan.
f. Karyawan yang bersangkutan wajib menjelaskan ke KA Divisi jika ada
tugas mandiri yang belum diselesaikan agar kemudian bisa di estafetkan
kepada karyawan yang lain.
g. Setiap karyawan yang mengajukan cuti tersebut diatas wajib selalu
Mengaktifkan Handphone selama izin agar mudah dihubungi oleh setiap
KA Divisi masing-masing.
h. Selesai.
ALUR IZIN PADA JAM KERJA

Mulai

Jika ada keperluan


mendesak,segera lapor
minta izin ke KA Divisi

Jelaskan ke KA Divisi
keperluannya apa,dimana
& sampai jam Berapa

Di ijinkan?
Ya

Jelaskan ke KA Divisi
jika ada tugas yg
belum selesai

Tinggalkan tempat
kerja, aktifkan HP
selama diluar

Selesai

3. Cuti Tahunan
Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan berturut-
turut terhitung sejak saat masa percobaan maka yang bersangkutan berhak
atas hak cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan mendapat gaji
penuh.
a. Karyawan yang mengambil cuti tahunan diwajibkan terlebih dahulu
meminta izin kepada kepala divisinya masing-masing.
b. Berdasarkan masa kerja masing-masing, karyawan berhak atas cuti
tahunan sebagai berikut:
1) Karyawan Level 1 sampai level 3:
 Masa kerja 1 sampai 5 tahun: 12 hari kerja per tahun
 Masa kerja 5 tahun keatas : 18 hari kerja per tahun
2) Karyawan Level 4 sampai level 6:
 Masa kerja 1 sampai 5 tahun: 12 hari kerja per tahun
 Masa kerja 5 tahun keatas : 14 hari kerja per tahun
c. Hak Cuti hanya berlaku setelah karyawan menyelesaikan masa Kontrak
Kerja Pertama dan akan dimulai berdasarkan perhitungan proposional
sejak tanggal bergabung sampai tanggal 15 Juni tahun tersebut.
d. Selama jangka waktu 12 (dua belas) bulan, seluruh karyawan paling tidak
harus mengambil satu masa cuti tahunan tak terputus yang setara dengan
paling tidak setengah hak cuti tahunan karyawan. Oleh karena itu mereka
yang:
 Hak cuti 12 (dua belas) hari kerja harus mengambil cuti minimum 5
(lima) hari kerja tak terputus.
 Hak cuti 14 (lima belas) hari kerja harus mengambil cuti minimum 7
(tujuh) hari kerja tak terputus.
 Hak cuti 18 (dua puluh) hari kerja harus mengambil cuti minimum 10
(sepuluh) hari kerja tak terputus.
e. Hak Cuti harus diambil selama tahun kalender (1 Juli sampai 30 Juni)
dimana hak itu muncul.
f. Permohonan untuk memindahkan cuti ke tahun berikutnya secara umum
tidak disarankan dan memerlukan persetujuan Manajemen.
g. Cuti tahunan harus dijadwalkan pada waktu yang sesuai baik untuk
karyawan maupun Perusahaan. Cuti harus diambil atau diatur agar diambil
dalam tahun kalender berjalan. Setiap permohonan untuk memindahkan
cuti ke tahun kalender berikutnya harus mendapat persetujuan
sebelumnya dari Operasional Manajer.
h. Pada Hari Raya akan berjalan seperti biasa. Karyawan akan diberikan cuti
selama 2 hari (tidak terputus sesuai dengan jadwal yang telah disetujui
sebelumnya) terhitung sejak Hari Raya selesai yang akan dijadwalkan
oleh Manajer.

CUTI TAHUNAN
a. Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan
berturut-turut terhitung sejak saat masa percobaan maka yang
bersangkutan berhak atas hak cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari
kerja dengan mendapat gaji penuh.
b. Hak atas cuti tahunan dinyatakan gugur termasuk cuti massal yang
ditentukan oleh Pemerintah, bilamana dalam batas waktu yang ditetapkan
setelah lahirnya hak atas cuti, pekerja tersebut tidak menggunakannya,
kecuali atas permintaan dari Pengusaha untuk menundanya.
c. Untuk memudahkan perhitungan cuti tahunan setiap tahun berjalan selalu
ditutup pada tanggal 31 Desember tahun berjalan, dan batas pengambilan
hak cuti tahunan dinyatakan berakhir setiap tanggal 31 Januari tahun
berikutnya.
d. Setiap karyawan yang akan mengambil hak cutinya, terlebih dahulu
mengajukan permohonan secara tertulis sesuai dengan prosedur yang
berlaku selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum istirahat cuti di
mulai dengan persetujuan PM/CoPM dengan sepengetahuan kantor
pusat.
e. Pengusaha dapat memanggil untuk bekerja kembali kepada karyawan
yang sementara dalam istirahat cuti, bilamana ada suatu pekerjaan yang
sifatnya penting dan hak cutinya tersebut digantikan dengan hari kerja
lainnya.
f. Karyawan yang tanpa ijin sebelumnya dari Pengusaha memperpanjang
waktu istirahat cuti, maka tidak masuk kerjanya tersebut
dianggap “Mangkir/Alpa”, kecuali karyawan tersebut dapat memberikan
alasan-alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan
memperlihatkan bukti-bukti yang sah.
g. Untuk karyawan yang cutinya melebihi dari hak cutinya, maka pada saat
batas akhir cuti kelebihan (hutang) cutinya akan diperhitungkan sesuai
dengan prosedur yang berlaku di Perusahaan. Demikian pula sebaliknya
bilamana batas akhir cuti terdapat sisa cuti karena kepentingan
perusahaan., bisa ditambahkan ke tahun berikutnya.
CUTI MELAHIRKAN / KEGUGURAN KANDUNGAN
1. Bagi karyawan wanita yang akan melahirkan berhak diberi istirahat selama 3
(tiga) bulan dengan gaji penuh. Dapat diambil 1(satu) bulan sebelum anaknya itu
menurut perhitungan akan dilahirkan dan 2(dua) bulan sesudah melahirkan.
2. Karyawan wanita yang hendak menggunakan hak cuti melahirkan tersebut diatas
wajib mengajukan surat permohonan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari
sebelum istirahat cuti dimulai, disertai dengan surat keterangan dokter/bidan
yang merawat.
3. Bagi karyawan/ti yang mengalami keguguran kandungan, dianggap sebagai cuti
sakit dan harus dilengkapi dengan surat keterangan dokter dengan Hak Cuti 2
(dua) minggu setelah keguguran.

4. Cuti Pribadi
Karyawan yang
5. Cuti Sakit
Karyawan
a. Karyawan mendapat ijin sampai dengan 3 (tiga) hari kerja cuti sakit tanpa
perawatan di rumah sakit per tahun tanpa surat keterangan dokter, namun
demikian Perusahaan mempunyai hak untuk meminta surat keterangan
dokter, jika dianggap perlu.
b. Untuk setiap cuti sakit yang terdiri dari 2 (dua) hari atau lebih secara
berturut-turut, karyawan diwajibkan memberikan surat keterangan dokter
yang dapat diterima. Surat keterangan tersebut dapat disampaikan kepada
Perusahaan pada tanggal ketidakhadiran atau jika karena alasan yang sah
hal itu tidak mungkin, karyawan harus menyampaikan surat keterangan
segera setelah ia kembali bekerja.
Jika surat keterangan dokter tersebut di atas tidak disampaikan, karyawan
akan dianggap tidak masuk kerja tanpa alasan dan akan di kenakan
pemotongan terhadap Gaji.
c. Jika karyawan sakit yang dibuktikan oleh surat keterangan dokter dan
diharuskan tinggal dirumah atau rumah sakit lebih dari 2 (dua) hari,
karyawan tersebut harus memberitahu Perusahaan kapan mereka akan
dapat mulai kembali bekerja, berdasarkan pemberitahuan tertulis dari
dokter.
d. Apabila karyawan yang sakit tidak sembuh dan tidak kembali bekerja
setelah jangka waktu 15 hari lebih, hubungan kerjanya dapat diakhiri.
6. Cuti Khusus
Karyawan y

 Cuti Khusus/Dibayar
a. Karyawan Tetap berhak atas cuti khusus berikut dengan upah:
 Pernikahan karyawan 3 hari kerja
 Pernikahan anak karyawan 2 hari kerja
 Kelahiran anak karyawan pria 1 hari kerja
 Kematian anggota keluarga dekat karyawan 2 hari kerja
 Sunat anak karyawan 1 hari kerja
b. Dalam hal ini keluarga dekat berarti suami/istri, orangtua, mertua, anak,
saudara kandung.
 Hamil
a. Karyawati berhak atas cuti hamil sejak karyawati tersebut positif telah
hamil atau 2 hari sebelum melahirkan hingga tiga (tiga) bulan setelah
persalinan atau kelahiran prematur. Perushaan tidak akan bertanggung
jawab atas segala sesuatu yang terjadi, jika karyawan memutuskan untuk
tidak mengambil cuti selama jangka waktu tersebut di atas. Selama masa
cuti ini, karyawati hanya menerima Gaji Pokok saja.
b. Karyawati yang akan mengambil cuti hamil harus menyampaikan
permohonan kepada Manajemen terlebih dahulu, disertai dengan Surat
Keterangan Dokter atau Bidan.
 Tidak Masuk Kerja Tanpa Cuti
a. Jika karyawan tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat diterima oleh
Perusahaan, karyawan tersebut dianggap tidak masuk kerja tanpa cuti
yang akan merupakan suatu pelanggaran terhadap disiplin kerja dan akan
di kenakan pemotongan terhadap Gaji..
b. Jika karyawan tidak masuk kerja tanpa cuti selama 5 (lima) hari kerja
berturut-turut, dan telah dipanggil secara tertulis oleh Perusahaan 2 (dua)
kali, namun karyawan tidak dapat memberikan penjelasan yang didukung
oleh bukti tertulis secara resmi, maka Perusahaan dapat melakukan
proses Pemutusan Hubungan Kerja sesuai prosedur.

KRITERIA IZIN, CUTI, ALPA, DAN TERLAMBAT MASUK KERJA

 IZIN
Kategori IZIN adalah sebagai berikut :
1. Izin meninggalkan pekerjaan
a. Keluarga/ Saudara meninggal
b. Sakit mendadak
2. Izin Sakit harus melampirkan Surat Keterangan DOKTER dan harus
diberikan 1x24 jam. Tanpa Surat Keterangan Dokter dikategorikan ALPA
3. Izin Khusus
a. Saudara dekat meninggal : ½ hari
b. Orang Tua/ Mertua/ Kakek & Nenek meninggal : 2 hari
c. Saudara kandung meninggal : 2 hari
d. Sunatan untuk keluarga kandung : 1 hari
4. Izin meninggalkan pekerjaan dimana
a. Izin pada shift pagi WAJIB mengganti jam pada hari yang sama
b. Izin pada shift sore WAJIB mengganti jam pada saat shift pagi hari
berikutnya ATAU mengganti jam pada shift sore dengan datang lebih
awal sesuai berapa jam lama izin.
 CUTI
Yang dikategorikan CUTI :
1. Cuti Tahunan
Diberikan kepada karyawan tetap ( termasuk 4 hari cuti bersama Hari Raya
Idul Fitri)
Total cuti tahunan adalah 14 hari
2. Cuti melahirkan diberikan selama 3 ( tiga ) bulan
3. Cuti tahunan akan diberikan dengan kondisi sebagai berikut :
a. Izin sakit dengan Surat Keterangan Dokter (Opname) TIDAK mengurangi
cuti tahunan
b. Izin sakit dengan Surat Keterangan Dokter (TIDAK Opname) mengurangi
cuti tahunan
Hal – hal diatas juga akan memotong jatah Tunjangan Harian
4. Cuti khusus yang dapat diambil namun tanpa diberikan gaji adalah
berikut :
a. Ibadah naik haji
b. Cuti dengan izin khusus yang disetujui oleh perusahaan maksimal 3 bulan
tanpa gaji
 ALPA
Kategori ALPA adalah sebagai berikut :
1. Tidak melakukan Absen Masuk
a. Pinalti yang dikenakan yaitu
 Potong gaji senilai gaji harian
 Potong cuti 1 hari
b. Apabila dalam jangka waktu 3 bulan kembali tidak melakukan absen
masuk maka juga dikenakan pinalti yang sama + Surat Teguran
c. Apabila dalam jangka waktu 3 bulan berikutnya tidak melakukan absen
masuk lagi maka akan dikenakan Pinalti yang sama + Surat Peringatan I,
dan seterusnya sampai Surat Peringatan III
2. Tidak absen keluar akan dipotong cuti atau dianggap tidak masuk kerja
 TERLAMBAT MASUK KERJA
1. Terlambat, dapat diizinkan dengan kategori sebagai berikut :
a. Kecelakaan
b. Bencana, misalnya banjir
c. Hal – hal khusus lainnya yang tidak dapat dihindarkan misalnya :
 Antar anak ke dokter (harus melampirkan bukti copy resep)
 Ambil raport anak (menunjukkan undangan ambil raport )
 Ada undangan sekolah / lainnya (menunjukkan bukti undangan )
 Kuliah / Konsultasi skripsi
Dengan kompensasi mengganti jam kerja SESUAI berapa jam
keterlambatan
d. Prosedur izin terlambat sebagai berikut :
 Mengisi form WhatsApp beserta BUKTI FOTO ke No WA Manager
2. Keterlambatan TANPA izin hanya ditoleransi 15 Menit
a. Lebih dari 15 menit ( max. 30 menit) akan ada pemotongan tunjangan
harian Rp. 3.000,-
b. Lebih dari 30 menit akan ada pemotongan tunjangan harian Rp. 6.000,-
Berlaku untuk semua karyawan termasuk karyawan dalam masa training