Anda di halaman 1dari 15
Perkembangan Anak Usia Sekolah Kelompok 2A DIII Keperawatan Tahun 2016/2017
Perkembangan Anak Usia Sekolah
Kelompok 2A
DIII Keperawatan
Tahun 2016/2017

Perkembangan Anak Usia Sekolah

Anak produktif adalah anak yang tangguh. Anak yang tangguh idealnya adalah anak yang aktif, enuh kasih sayang dan baik.

Mereka juga penuh keceriaan percaya diri dan kompeten, realistik dan fleksibel terhadap kemampuan dirinya serta sumber dukungan

yang berasal dari luar. Anak yang tangguh mempunyai kontrol diri yang kuat mempunyai rasa tanggung jawab yang sesuai dengan

usianya dan berlatih kedisiplinan diri. (Stuart, 2013)

Perkembangan Anak Usia Sekolah
Perkembangan Anak Usia Sekolah

Ciri-ciri anak produktif/ sehat jiwa

  • 1. Aktif/mampu melakukan aktifitas fisik

  • 2. Kreatif

  • 3. Berfikir secara nyata

  • 4. Suka berkhayal

  • 5. Senang bercerita dengan teman

  • 6. Punya sahabat akrab

  • 7. Bisa membaca dan menulis

Ciri-ciri anak produktif/ sehat jiwa (AktifitasFisik) (Kreatif) (BerpikirsecaraNyata) (Sukaberkhayal) (Suka bercerita dengan teman) (Punya sahabat Akrab)
Ciri-ciri anak produktif/ sehat jiwa
(AktifitasFisik)
(Kreatif)
(BerpikirsecaraNyata)
(Sukaberkhayal)
(Suka bercerita dengan teman)
(Punya sahabat Akrab)
(Dapat membaca dan menulis)

Ciri anak tidak produktif

  • 1. Tidak mau melakukan aktifitas fisik

  • 2. Melawan pada orang tua

  • 3. Tidak mau menyelesaikan tugas sekolah

  • 4. Belum bisa membaca dan menulis

Ciri anak tidak produktif (Tidakmaumelakukanaktivitasfisik) (Melawan Orang Tua) (Tidakmaumenyelesaikantugassekolah) (Belumbisamembacadanmenulis)
Ciri anak tidak produktif
(Tidakmaumelakukanaktivitasfisik)
(Melawan Orang Tua)
(Tidakmaumenyelesaikantugassekolah)
(Belumbisamembacadanmenulis)
  • A. Tahap Perkembangan

    • a. Aspek Motorik

Aspek motorik pada anak terbagi menjadi motorik kasar dan motorik halus. Anak senang mengulang-ngulang sehingga dengan

senag hati mau mengulang suatu aktivitas sampai terampil.

Motorik kasar : berjalan, berlari, melompat jauh, naik dan turun tangga, loncat tali, dll.

Motorik halus : menulis tegak bersambung, menggambar dengan pola/ objek, memotong kertas mengikuti pola, melukis. (Eliasa,

2013)

  • b. Aspek intelektual

Aspek intelektual perkembangannya diawali dengan perkembangan kemampuan mengamati, melihat hubungan dan

memecahkan masalah sederhana. Kemudian berkembang ke pemecahan masalah yang lebih rumit. Aspek ini berkembang pesat pada

anak mulai masuk sekolah dasar usia 6-7 tahun. Berkembang konstan selama masa belajar dan mencapai masa puncaknya pada

sekolah menengah atas usia 16-17 tahun. (Syaodih, 2014)

Ciri-ciri perkembangan kognitif menurut Hidayat, 2009

  • - Mampu menyebut hingga 4 gambar

  • - Mampu menyebut hingga 2 warna

  • - Mampu menyebut kegunaan benda

  • - Menghitung dan mengartikan 2 kata

  • - Meniru berbagai bunyi

  • - Mengerti larangan

AspekMotorik a. MotorikKasar (Berlari) (Loncat Tali) b. MotorikHalus (Menulis) (Menggambar) Aspek Intelektual
AspekMotorik
a.
MotorikKasar
(Berlari)
(Loncat Tali)
b.
MotorikHalus
(Menulis)
(Menggambar)
Aspek Intelektual
  • c. Aspek Sosial

Perkembangan aspek sosial diawali pada masa kanak-kanak usia 3-5 tahun. Anak senang bermain dengan teman sebayanya.

Perkembangan sosial pada masa kanak kanak berlangsung melalui hubungan antar teman dalam berbagai bentuk permainan.(Syaodih,

2014)

Aspek psikososial

Konflik dengan saudara kandung

Persahabatan semakin luas

Ikatan batik dengan temansebaya

Dapat berkerja sama dengan orang lain

Minat dengan kegiatan teman sebaya

  • d. Aspek Bahasa

Aspek bahasa dimulai dengan peniruan bunyi dan suara berlanjut dengan meraba. Pada awal masa sekolah dasar berkembang

kemampuan berbahasa sosial yaitu bahasa untuk memahami perintah ajakan serta hubungan anak dengan teman-temannya.

Perkembangan kemampuan berbahasa berhubungan erat dan saling menunjang dengan perkembangan kemampuan sosial. (Syaodih,

2014)

  • - Kemampuan produksi bahasa

  • - Kapasitas untuk mengulang bahasa

  • - Keinginan untuk berkomunikasi

  • - Kemampuan untuk mengingat dan menyimpan dalam ingatan

Aspek sosial (Konflik dengan saudara) (Sahabat Luas) (memiliki ikatan batin dengan teman) (Bekerja sama) (Minat kegiatan
Aspek sosial
(Konflik dengan saudara)
(Sahabat Luas)
(memiliki ikatan batin dengan teman) (Bekerja sama) (Minat kegiatan teman bersama)
Aspek Bahasa
(kemampuan produksi bahasa) (Kemampuan mengulang bahasa)
(Komunikasi)
(Ingatan)
  • e. Aspek Kepribadian

Aspek kepribadian pada anak meliputi hal-hal berikut ini:

Aspek kepribadian

Memahami perbedaan jenis kelamin

Menilai kekurangan dan kelebihan

Mampu menyelesaikan tugas

Dapat mencapai tujuan sebagai sasaran. (Eliasa, 2013)

  • f. Aspek moral dan keagamaan

Aspek moral dan keagamaan berkembang sejak anak masih kecil. Pada mulanya anak melakukan kegiatan bermoral karena

meniru baru kemudian menjadi perbuatan atas prakarsa mandiri. Tingkatan tertinggi dalam perkembangan moral adalah melakukan

sesuatu perbuatan bermoral, karena panggilan hati nurani bukan karena perintah, tanpa harapan akan suatu imbalan atau pujian.

(Syaodih, 2014)

Aspek moral

Mengenal baik, buruk dan salah

Mengikuti aturan

Kemarahan dan permusuhan berkurang

Daya nalar sudah berkembang

Berkeinginan menjaga tatanan social

Aspek Kepribadian (Memahami jenis Kelamin) (Menilai Kelebihan dan Kekurangan) (Mampu menyelesaikan tugas) (Mencapai tujuan) Aspek Moral
Aspek Kepribadian
(Memahami jenis Kelamin)
(Menilai Kelebihan dan Kekurangan)
(Mampu menyelesaikan tugas)
(Mencapai tujuan)
Aspek Moral
(Mengenal Baik dan Buruk)
(Mengikuti Aturan)
(permusuhan Berkurang)
(Nalar Berkembang) (Menjaga tatanan social)

PERILAKU MENYIMPANG PADA ANAK

  • 1. Gangguan Anak Autis

Gangguan perkembangan dalam hal komunikasi interaksi sosial, emosi dan sensoris. Hal ini tampak dengan anak tidak mampu

berhubungan dengan orang lain.

  • 2. Anak sukar didik

Merupakan masalah bagi dirinya dan lingkungannya karena sangat tidak tenang, tingkah laku menyimpang, cara tindakan berbahaya

dan agresif serta sukar diajak berbicara.

  • 3. Anak dengan gangguan belajar

Penyimpangan dalam proses belajar yang berhubungan dengan kemampuan untuk bahasa dan berfikir dengan tingkat prestasi dalam

bahasa dan berpikir. Anak dengan gangguan belajar terdiri dari 3 jenis.

  • a. Diseleksia yaitu kesulitan yang terus menerus dalam kemampuan membaca dan menulis dari segala tingkat kemampuan dan tingkat intelektual.

  • b. Diskalkulia yaitu kekurangan dalam belajar matematika atau hitungan (kesulitan mengerti dan mengingat konsep angka dan hubungan angka)

  • c. Dispraksia yaitu ketidakmampuan mengatur gerak sering bermasalah dengan bahasa lisan dan tulisan.

    • 4. Anak delinkuen

Perkembangan moral yang terganggu yang dapat terjdi karena sikap orang tua yang terlalu keras, terlalu menurut atau terlalu khawatir.

(Rizna, 2012)

PERILAKU MENYIMPANG PADA ANAK (gangguan anak autis) (gangguan didik ) ( gangguan anak belajar)
PERILAKU MENYIMPANG PADA ANAK
(gangguan anak autis)
(gangguan didik )
( gangguan anak belajar)