Anda di halaman 1dari 13

HARGA DIRI RENDAH

A. Masalah Utama

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

B. Proses Terjadinya Masalah

1. Pengertian Harga Diri Rendah

Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri

yang berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri dan kemampuan

diri (Keliat, 2006)

Harga diri rendah adalah ide, pikiran perasaan yang negative tentang diri.

2. Tanda dan Gejala Harga Diri Rendah

Menurut Keliat (2006), harga diri rendah adalah :

a. Menarik diri sendiri

b. Perasaan tidak mampu

c. Pandangan hidup pesimis

d. Berpakaian tidak rapi

e. Selera makan berkurang.

f. Tidak berani menatap lawan bicara

g. Bicara lambat dengan nada suara lemah.

h. Mengkritik diri sendiri

i. Penurunan produktivitas

j. Rasa bersalah
3. Akibat Dari Harga Diri Rendah

Menurut Keliat (2006) harga diri rendah akibatnya adalah dapat beresiko

terjadi isolasi sosial, menarik diri. Menarik diri merupakan percobaan untuk

menghindarkan interaksi dengan orang lain. Menghindari hubungan dengan orang

lain.

Tanda dan Gejala :

a. Menghindari dari orang lain

b. Komunikasi kurang, tidak ada. klien tampak bercakap-cakap dengan

klien/perawat.

c. Apatis

d. Tidak ada kontak mata, klien sering menunduk

e. Berdiam diri dikamar / klien kurang mobilitas

f. Menolak hubungan dengan orang lain, klien memutuskan percakapan / pergi

jika diajak bercakap-cakap

g. Tidak / jarang melakukan kegiatan sehari-hari.

4. Penyebab Harga Diri Rendah

Menurut Keliat (2006), salah satu penyebab harga diri rendah yaitu berduka

disfungsional. Berduka disfungsional merupakan perpanjangan / tidak sukses

dengan menggunakan respon intelektual dan emosional oleh individu dalam

melalui proses modifikasi konsep diri berdasarkan persepsi kehilangan.

Tanda dan Gejala :

a. Rasa bersalah

b. Adanya respon penolakan


c. Marah, sedih dan menangis

d. Perubahan pola makan, tidur, mimpi, konsentrasi dan aktivitas

e. Mengungkapkan tindak berlanjut.

5. Proses terjadinya akibat dan penyebab hargi diri rendah

Menurut Kusmawati (2010) yang mempengaruhi harga diri rendah adalah :

a. Ideal diri yaitu harapan, tujuan, nilai dan standar perilaku yang ditetapkan

b. Norma sosial

c. Interaksi dengan orang lain

d. Adanya kesenjangan antara ideal dan konsep diri.

Proses terjadinya harga diri rendah menurut Stuart dan Sundden berhubungan

erat dengan interpersonal yang buruk pada akhirnya dimunculkan dalam bentuk

perilaku seseorang dengan harga diri rendah berhubungan dengan interpersonal /

bentuk pada nilainya, merasa tidak berharga sehingga menjadi tidak aman

berhubungan dengan orang lain. Individu mempertahankan hubungan masyarakat

di isolasi sosial dan ketergantungan berlebihan pada orang lain. Kemudian

dimunculkan dalam bentuk perilaku.

Proses terjadinya harga diri rendah dimulai dari akibat faktor predisposisi yang

diantaranya pengalaman kanak-kanak yang merupakan faktor kontribusi pada

gangguan konsep diri, anak yang tidak menerima kasih saying. Individu yang

kurang mengerti akan arti dan tujuan kehidupan akan gagal menerus tanggung

jawab untuk diri sendiri penolakan orang tua. Harapan yang realistis, selain faktor

predisposisi faktor presipitasi juga salah satu penyebab terjadinya harga diri rendah

yang diantaranya pola asah anak yang tidak tepat/dituruti, dilarang, dituntut
kesalahan dan kegagalan berulang, cita-cita tidak dapat dicapai, gagal bertanggung

jawab terhadap diri sendiri.

Akibat dari dua faktor tersebut maka timbulah mekanisme koping individu

untuk memecahkan masalahnya. Individu dengan mekanisme koping yang pasti

maka menghasilkan konsep diri yang positif juga yang dapat berfungsi lebih efektif

yang terdiri dari kemampuan interpersonal, kemampuan intelektual dan penggunaan

lingkungan sedangkan mekanisme koping yang negative dan tidak berhasil dapat

mengakibatkan konsep diri yang negatif juga yaitu dapat dilihat dari hubungan

individu yang maladaptive atau norma-norma sosial dan kebudayaan yang

menyimpang yang salah satunya adalah HDR / Perasaan negatif terhadap diri

sendiri yang biasanya muncul dengan perilaku yang negatif terhadap diri sendiri.

C. Pohon Masalah Harga Diri Rendah

Isolasi Sosial

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri

Rendah

Berduka Disfungsional
D. Masalah Yang Perlu di Kaji

No Masalah Diskripsi, Ide Data Mayor Data Minor


Keperawatan
1 Harga Diri Rendah Perasaan yang DS : DS :
negatif tenang diri -Mengeluh hidup -Mengatakan
tidak bermakna malas
-Tidak memiliki -Putus asa
kelebihan apapun
-Merasa jelek

DO : DO :
-Kontak mata -Klien tampak
kurang malas-malasan
-Tidak berinisiatif
berinteraksi dengan
orang lain
2 Isolasi Sosial Ketidakmampuan DS : DS :
untuk membina -Mengatakan malas- -Merasa tidak
hubungan yang malasan berguna
intim, hangat, -Mengatakan orang -Memandang
terbuka dan tidak mau orang lain
interdependen menerima -Mendengar
dengan orang lain - Merasa orang lain suara-suara
tidak selefel atau melihat
bayangan

DO : DO :
-Menyendiri -Tidak
-Mengurung diri berinteraksi
-Tidak mau dengan orang
bercakap-cakap lain
dengan orang lain -Mondar-
mandir
-Mematung
E. Diagnosis Keperawatannyang muncul

1. Harga diri rendah

2. Isolasi sosial

F. Rencana Tindakan Keperawatan

1. Tujuan

a. Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki,

b. Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan

c. Pasien dapat menetapkan/memilih kegiatan yang sesuai kemampuan.

d. Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih, sesuai kemampuan

e. Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah dipilih.

2. Tindakan

a. Dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.

Tindakan yang dilakukan :

- Mendiskusikan sejumlah kemampuan dan aspek positif yang dimilik pasien.

- Beri pujian yang realistik.

b. Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan

Tindakan yang dilakukan :

- Mendiskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat digunakan.

- Bantu pasien menyebutkannya dan beri semangat serta dorongan

- Perlihatkan respon yang kondusif dan sesuai kemampuan.


c. Membantu pasien memilih kegiatan yang sesuai kemampuan

Tindakan yang dilakukan :

- Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dan

pasien lakukan sehari-hari.

- Bentu pasien menetapkan kegiatan yang mana yang dapat pasien lakukan

secara mandiri dan berikan contoh cara melakukannya.

d. Melatih kemampuan yang dipilih pasien

Tindakan yang dilakukan :

- Mendiskusikan dengan pasien untuk melatih kemampuan yang dipilih.

- Bersama pasien memperagakan kegiatan yang ditetapkan

- Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan

pasien.

e. Membantu menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih

Tindakan yang dilakukan :

- Memberi kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah

dilatih.

- Beri pujian atas kegiatan yang dapat dilakukan pasien tiap hari

- Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkatkan dan perubahan setiap

kegiatan.

- Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang telah dilatih.


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. Proses Keperawatan

1. Kondisi klien :

2. Diagnosa Keperawatan : Gangguan konsep diri : Harga diri rendah

3. Tujuan :

a. Pasien dapat mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki

b. Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan

c. Pasien dapat menetapkan dan memilih kegiatan yang sesuai kemampuan

d. Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih sesuai kemampuan

e. Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih.

4. Tindakan Keperawatan

a. Mengidentifikasi kemampuan san aspek postif yang masih dimiliki pasien untuk

membantu pasien dapat mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang

masih dimilikinya dan perawat dapat :

1) Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien

seperti kegiatan pasien dirumah sakit, dirumah, dalam keluarga dan

lingkungan adanya keluarga dan lingkungan terdekat pasien.

2) Beri pujian yang realistik / nyatadan hindarkan setiap kali bertemu dengan

pasien penilaian yang negative.

b. Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan untuk tindakan

tersebut, saudara dapat :

1) Mendiskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat digunakan saat

ini.
2) Membentu pasien menyebutkan dan member penguat terhadap kemampuan

diri yang digunakan pasien

3) Perlihatkan respon yang kondusif dan kemampuan yang akan dilatih.

c. Membantu pasien memilih / menetapkan kemampuan yang akan dilatih.

Tindakan keperawatan yang dilakukan :

1) Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat pasien lakukan

secara mandiri dan dilakukan sehari-hari.

2) Bantu pasien menetapkan kegiatan mana yang dapat pasien lakukan secara

mandiri, kegiatan mana yang memerlukan bantuan minimal dari keluarga /

lingkungan dan kegiatan apa saja yang perlu bantuan penuh dari keluarga atau

lingkungann terdekat pasien. Berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang

dapat dilakukan pasien, susun bersama pasien dan buat jadwal kegiatan

sehari-hari.

d. Melatih kemampuan yang dipilih pasien

Untuk tindakan keperawatan tersebut dapat melakukan :

1) Mendiskusikan dengan pasien untuk melatih kemampuan yang dipilih.

2) Bersama pasien memperagakan kegiatan yang ditetapkan.

3) Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan

pasien.

e. Membantu menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih.

Untuk mencapai tujuan tindakan keperawatan tersebut, saudara dapat melakukan

hal-hal berikut :
1) Memberikan kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah

dilatihkan.

2) Berikan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap

kegiatan.

3) Beri pujian atas kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap hari

4) Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang dilatih

5) Berikan kesempatan mengungkapkan perasaan setelah pelaksanaan kegiatan.

B. Strategi Komunikasi

1. SP 1 Pasien : Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

pasien membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan membantu

pasien memilih / menetapkan kemampuan yang akan dilatih melatih kemampuan

yang sudah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih

dalam rencana harian.

2. Orientasi

“Selamat pagi, bagaimana keadaan D hari ini ? D terlihat segar”

“Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah

D lakukan ? Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih dapat D lakukan

dirumah sakit, setelah kita nilai, kita akan pilih salah satu kegiatan untuk kita latih”

“Dimana kita duduk ? Bagaimana kalau diruang tamu ? Berapa lama ? Bagaimana

kalau 20 menit?”

3. Kerja
“D, apa saja kemampuan yang D miliki ? Bagus, apa lagi ? Saya buat daftar ya !

Apalagi kegiatan rumah yang biasa D lakukan ? Bagaimana kalau merapikan tempat

tidur ? Menyapu ? Mencuci piring ? Wah bagus seklai ada 5 kemampuan dan

kegiatan yang D miliki”

“D, dari lima kegiatan ini mana yang masih dapat dikerjakan dirumah sakit ? coba

kita lihat, yang pertama bisakah, yang kedua sampai 5 (misalnya ada 3 yang masih

bisa dilakukan). Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah

sakit ini.”

“Sekarang coba D pilih salah satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan di RS ?

O….yang nomor satu. Merapikan tempat tidur ? Kalau begitu bagaimana kalau

sekarang kita latihan merapikan tempat tidur D ? Mari kita lihat tempat tidur D. Coba

lihat sudah rapikan tempat tidurnya ?”

“Nah kalau kita mau merapikan tempat tidur, mari kita pindahkan dulu bantalnya dan

selimutnya. Bagus sekarang kita angkat sepreinya dan kasurnya kita balik. Nah

sekarang kita pasang lagi seprei nya. Kita mulai dari arah atas ya. Bagus ! sekarang

sebelah kaki tarik dan masukkan lalu sebelah pinggir masukkan, sekarang ambil

bantal dan rapikan lalu letakkan disebelah atas kepala. Coba bedakan dengan

sebelumnya ? Bagus coba D lakukan dan jangan lupa member tanda MMM

(Mandiri), kalau D lakukan dengan bantuan / disuruh tulis B (Bantuan), jika tidak

melakukan tulis (T).

4. Terminasi

“Bagaimana perasaan D setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapikan tempat

tidur ? Yah, D ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di Rumah
Sakit ini, salah satunya merapikan tempat tidur. Nah, kemampuan ini dapat dilakukan

juga dirumah setelah pulang”.

“Sekarang mari kita masukkan kejadwal harian D. Mau berapa klai merapikan tempat

tidur ? Ya bagus, cuci piring. Klau begitu kita kan latihan mencuci piring besok jam 8

pagi dii dapur ruangan ini sehabis makan pagi ya, sampai jumpa ya….”
DAFTAR PUSTAKA

Ana, Keliat Budi. Marah Akibat Pengaruh Yang Diderita. Jakarta : EGC, 2006.