Anda di halaman 1dari 9

Laporan Hari/Tanggal : Rabu/27 April 2016

Praktikum Peralatan Industri Pertanian Gol : P4


Dosen : Dr. Ir. Ade Iskandar, M.Si
Asisten :
1. Tania Panandita F34120050
2. Maulana Rausyan Fikri F34120052
3. Rizki Ramadini Febrianda F34120095

PENGENALAN MESIN PENUNJANG


(COLD STORAGE DAN MESIN PENGEMASAN)

Disusun Oleh:

Wirianto Tanoto F34140097


Rahmadini Payla Juarsa F34140099
Novi Kurnianto F34140123

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam kegiatan industri, khususnya dalam industri pertanian, penggunaan mesin


tentu tidak dapat dipisahkan dalam pembuatan produk industri tersebut. Salah satu mesin
atau peralatan yang biasa digunakan di dalam industri adalah mesin atau peralatan
penunjang. Mesin atau peralatan penunjang berguna untuk melengkapi proses produksi
dan penangan bahan tanpa terjadi perubahan fisika, kimia, biologis, dan mikrobiologis.
Contoh mesin penunjang adalah mesin pendingin atau cold storage dan mesin
pengemasan.
Mesin pendinginan atau cold storage adalah tempat penyimpanan dingin yang
bertujuan untuk mempertahankan kualitas produk. Produk yang disimpan pada kondisi
dingin proses metabolismenya akan terhambat sehingga akan menunda kematangan dan
pembusukan. Selain itu, produk yang disimpan dingin akan terhindar dari serangan
mikroba. Mesin pengemasan berfungsi untuk mengemas produk agar dapat melindungi
produk di dalamnya. Mesin pengemasan menggunakan prinsip panas dalam
pengoperasiannya. Mesin pengemasan biasa juga disebut sealer. Sealer ada bermacam-
macam, diantaranya yang umum adalah pedal sealer, hand sealer, dan cup sealer.
Penggunaan alat penunjang sangat penting demi terciptanya produk yang
berkualitas tinggi. Mesin atau alat penunjang memiliki karakteristik, kelemahan, dan
kelebihan tersendiri. Oleh karena diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai mesin
atau penunjang.

Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk memperkenalkan secara langsung kepada


praktikan jenis-jenis mesin penunjang, cara kerjanya, dan penggunaannya dalam bidang
kegiatan industri.
HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL

[Terlampir]

PEMBAHASAN

Penyimpanan dingin atau yang biasa disebut cold storage adalah penyimpanan
suatu produk pada su hu rendah yaitu berkisar dibawah 200C (Arisman 2008). Fungsi dari
cold storage adalah mempertahankan mutu produk atau komoditi. Ketika suatu produk
atau komoditi disimpan pada kondisi dingin, maka aktivitas metabolisme, seperti
respirasi, akan terhambat. Hal itu menyebabkan pematangan dan pembusukan komoditas
dapat diperlama. Selain itu, pada suhu dingin, mikroba tidak dapat tumbuh dan menyerang
produk atau komoditas.
Prinsip kerja dari mesin pendingin adalah penguapan. Untuk mendapatkan
penguapan diperlukan gas (udara) yang mencapai temperature tertentu (panas). Setelah
udara tersebut panas diubah agar kehilangan panas, sehingga terjadi penguapan. Disaat
adanya penguapan, maka timbullah suhu di dalam temperature rendah (dingin). Di dalam
lemari pendingin terdapat suatu zat pendingin yang disebut sebagai refrigeran. Zat ini
digunakan sebagai media transfer panas pada perpindahan fase. Zat pendingin yang
sekarang umumnya digunakan yaitu amoniak dan freon. Proses dari mesin pendingin
adalah mesin pendingin bisa bekerja dengan baik jika memiliki komponen kompresor,
kondensor, evaporator, dan katub ekspansi. Kompresor dalam mesin pendingin bergerak
dinamis, yakni menghisap sekaligus memompa udara sehingga terjadilah sirkulasi
(perputaran) udara yang mengalir dari pipa‐pipa mesin pendingin. Kemudian kondensor
merupakan suatu jaringan pipa yang berfungsi sebagai pengembun. Udara yang
dipompakan dari kompresor akan mengalami penekanan sehingga mengalir ke pipa
kondensor. Udara yang berada dalam pipa kondensor akan mengalami pengembunan. Dari
sini, udara yang sudah mengembun dan menjadi zat cair akan mengalir menuju pipa
evaporator. Evaporator adalah pipa yang berfungsi sebagai penguapan. Zat cair yang
berasal dari pipa kondensor masuk ke evaporator lalu berubah wujud menjadi gas dingin
karena mengalami penguapan. Selanjutnya udara tersebut mampu menyerap kondisi
panas yang ada dalam ruangan mesin pendingin. Selanjutnya gas yang ada dalam
evaporator akan mengalir menuju kompresor karena terkena tenaga hisapan. Demikian
terus menerus sirkulasi udara dan perubahannya dalam rangkaian mesin pendingin (Storey
dan Storey 1997).
Cold storage biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya pada
pengamanan pangan bisanya dilakukan dalam bentuk pendinginan, pembekuan, atau
pengeringan beku, sedangkan dalam aspek penyimpanan dapat dilakukan dlam bentuk
penyimpanan produk dingin atau beku. Beberapa produk penting yang terlibat dalam
pengolahan adalah daging, unggas, ikan dan susu, buah-buahan dan sayur-sayuran, jus
dan lain-lain. Sistem refrigerasi amonia adalah sistem yang biasa digunakan utuk proses
penyimpanan daging dan mempertahankannya pada suhu dingin dengan chilledbrine atau
sprayed coil. Dalam hal penggunaan larutan garam, sebesar 20% larutan NaCl
dipertahankan pada suhu -70C sampai – 90C, kemudian dipompakan dan disemprotkan
secara langsung dalam ruangan. Pada proses ini garam akan menyerap panas dan air dari
udara. Garam yang telah menurun konsentrasinya akan meninggalkan ruangan untuk
dinaikkan konsentrasinya secara reguler. Pada saat sekarang instruksi utama adalah
menggunakan sprayed-coil dimana udara yang didinginkan dengan garam disemprotkan
ke direct- expansion coil. Suhu yang disarankan untuk daging sapi, domba, babi, dan lain-
lain adalah -290C untuk lama penyimpanan 12 bulan atau lebih. Penyimpanan pada suhu
-230C untuk lama penyimpanan 8 – 18 bulan masih dapat disarankan. Mutu produk akan
jautuh jika suhu dinaikkan sampai -90C (Muchtadi dan Sugiyono 2014).
Penggunaan refrigerasi pada produk ikan diperlukan untuk pengolahan,
pengawetan dan pengangkutan ikan segar dan beku. Penggunaan refrigerasi sebaiknya
dilakukan muali dari saat penangkapan. Penggunaan es adalah tndakan pertama yang
dilakukan untuk penyimpanan ikan sampai suhu 00C. Air dari proses pencairan es juga
membantu mencuci atau membersihkan lumpur dan bakteri. Lama simpan ikan dingin
pada umumnya yaitu 10 – 15 hari. Sekarang ini, pembekuan ikan merupakan cara yang
paling banyak dilakukan. Salah satunya yaitu teknik individual quick freezing (IQF).
Quick freezing memiliki banyak manfaat antara lain mencegah kerusakan karena bakteri,
menjamin penanganan yang cepat, menghasilkan penampilan yang lebih baik dan
pemanfaatan ruang freezer secara optimum. Metode ini dicapai dengan menggunakan
suhu refrigerasi rendah. Teknik IQF lebih banyak diterapkan pada produk seperti salmon,
shrimps, shell danbeberapa jenis ikan lainnya. Sedangkan metode pembekuan yang umum
digunakan yaitu contact plate freezer. Metode ini digunakan untuk produk berukuran
besar, blok ikan dibekukan dalam plat bersusun dimana kontak dengan refrigeran utama
dan kedua. Untuk pembekuan individu pada ikan berukuran kecil seperti udang dapat
menggynakan air-blast freezer dan immersion freezer. Air blast freezer menggunakan
udara dingin -290C sampai -400C dengan kecepatan udara 2,5m/det atau lebih. Immersion
freezer menggunakan freon cair atau nitrogen cair pada tekanan atmosfer (Sumanto 1989).
Selain itu, cold storage juga biasa digunakan pada buah dan sayur-sayuran.
Beberapa sayuran seperti pea, bean, carrot dan cauli-flower adalah sayur-sayuran yang
telah diketahui cocok untuk ditangani secara pembekuan. Dapat pula dimasak terlebih
dahulu sebelum dilakukan pembekuan. Sistem lain yang telah diketahui baik untuk
pengamanan beberapa produk seperti apel, pea, apricot dan lain-lain adalah dehydro-
freezing. Sistem ini melibatkan dua proses yaitu dehidrasi dan pembekuan secara parsial.
Teknik quick freezing pada sayuran kurang begitu penting, namun air blast freezing dapat
dipakai untuk IQF. Immersion freezing cara tidak langsung juga dapat dipilih untuk
pengemasan prosuk skala kecil (Muchtadi dan Sugiyono 2014).
Cold storage yang digunakan dalam praktikum adalah chamber. Chamber
memiliki spesifikasi ukuran 2m x3m x2m, volume 12 m3, dan suhu 5-150C. Komponennya
terdiri dari kompresor, katub ekspansi, kondensor, evaporator, pengatur suhu, dan
pengatur tekanan. Selain chamber pada praktikum juga digunakan mesin pendingin
berupa refrigerator.
Gambar 1 Diagram proses cold storage

Mesin pengemasan dalam hal ini sealer menggunakan prinsip panas dalam
penggunaannya yang digunakan untuk melelehkan plastik. Selaer memiliki bagian berupa
tranformator yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi panas,
konduktor yang berfungsi untuk menghantarkan panas, tatakan dan gagang penekan,
saklar, lampu indikator, pengatur temperatur, dan pengatur kecepatan. Cara kerja mesin
selaer sebenarnya sama dengan mesin press lainnya, hanya saja terletak pada
bagian pengontrolnya. Cara kerjanya adalah ketika tombol ditekan maka motor DC
(aktuator) akan memutar nok yang mengenai poros penerus gaya sehingga poros akan
turun dan penahan plastik akan turun dan kemudian dilanjutkan matras yang mengenai
bahan plastik yang akan menyebabkan plastik meleleh dan menjadi merekat Pemanas
diatur oleh thermocontrol, ketika suhu kurang dari yang ditentukan maka thermocontrol
akan menyalakan pemanas melalui relay. Ketika suhu sudah berada dari yang ditentukan,
maka thermocontrol akan mematikan pemanas (Rahman 2006)
Contoh sealer yang biasa dijumpai adalah pedal sealer dan hand sealer. Mesin
pedal sealer adalah mesin penyegel untuk industri kecil keripik, kerupuk, snack, cemilan,
dan lain sebagainya. Pedal sealer adalah alat pengemas yang dapat digunakan untuk
mengemas kemasan kantung plastik berbahan dasar PP, PVC, PE, cellophone, alumunium
foil, copper foil, tin foil dan campuran polystyrene. Prinsip kerja pedal sealer adalah
dengan cara menginduksikan panas dari filament ke lapisan Teflon yang pada akhirnya
dislurkan ke lapisan plastik. Hal ini mengakibatkan panas dari filament terserap oleh
plastik sehingga kemasan plastik merekat. Rekatan plastik itulah yang mampu menyegel
produk anda terkemas rapi dan terhindar dari kontaminasi udara bebas. Mesin hand sealer
adalah mesin penyegel sempurna PE dan PP untuk paket berbagai macam industri kecil
permen, makanan umum, barang, obat-obatan, dan lain sebagainya.
Gambar 2 Pedal sealer Gambar 3 Hand sealer
PENUTUP

Simpulan

Mesin penunjang sangat diperlukan dalam proses produksi karena dapat


membantu proses dan penanganan bahan tanpa melakukan perubahan secara fisik, kimia,
dan biologi. Contoh mesin penunjang adalah mesin pendingin atau cold storage dan mesin
pengemasan atau selaer. Mesin pendingin digunakan untuk menyimpan produk secara
dingin agar mempertahankan mutunya. Prinsip dari mesin pendingin adalah penguapan.
Mesin pendingin terdiri dari kompresor yang menghisap sekaligus memompa udara
sehingga terjadi sirkulasi, kondenser yang mengubah udara (refrigeran) menjadi cair, dan
evaporator yang menguapkan refrigeran. Contoh cold storage adalah kulkas dan chamber.
Cold storage banyak digunakan pada penyimpanan daging, sayur, buah, dan banyak
produk lainnya.
Mesin pengemasan berguna untuk mengemas produk agar terlindungi dari
berbagai macam gangguan. Contoh mesin kemasan adalah sealer. Sealer yang umum
digunakan adalah pedal sealer, hand sealer, dan cup sealer. Sealer bekerja penggunakan
prinsip panas sehingga dapat melelehkan plastik. Selaer digunakan untuk mengemas
kemasan kantung plastik berbahan dasar PP, PVC, PE, cellophone, alumunium foil,
copper foil, tin foil dan campuran polystyrene. Selaer sering digunakan untuk mengemas
keripik, kerupuk, snack, cemilan, permen, makanan umum, barang, dan obat-obatan.

Saran

Saran dalam praktikum ini adalah agar ditunjukkan komponen yang ada didalam
cold storage sehingga praktikan dapat melihatnya dengan jelas dan mengetahui aliran
prosesnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arisman. 2008. Keracunan Makanan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta (ID): ECG.
Muchtadi TR, Sugiyono. 2014. Prinsip dan Proses Teknologi Pangan. Bandung (ID):
Alfabeta.
Rahman MAA. 2006. Rancang bangun mesin cup sealer semi otomatis. Jurnal Teknik Mesin.
1(3):29-34.
Storey J, Storey M. 1997. Cold Storage for Fruits & Vegetables: Storey Country Wisdom
Bulletin A-87. New York (US): Storey Publishing.
Sumanto.1989. Dasar-Dasar Mesin Pendingin. Yogjakarta (ID): ANDI.
LAMPIRAN
Tabel 1 Kritik dan saran setelah digabung dari tiga menjadi satu karena yang ingin
disampaikan sama

NIM Asprak Kritik dan Saran


F34120050 Kritik kami tidak banyak karena kami meihat kakak telah
berusaha semampu mungkin mengajarkan kepada kami hal
yang kakak tahu dan kakak sudah mencari tahu semua
kemungkinan pertanyaan kami. Salut deh. Sukses terus ya
kak. Terimakasih telah menjadi asprak yang baik, sabar, dan
ramah selama MK Peralin ini. Sarannya semoga hubungan
silahturahmi kita berjalan terus kak bukan hanya sekedar
hubungan asprak dan praktikan 
F34120052 Kami suka kakak karena simple banget tapi tepat sasaran
karena kami mengerti dengan semua yang kakak ajarkan.
Walaupun masih ada kurang disana dan disininya tapi tidak
masalah karena tentunya kakak dan kami juga dalam proses
pembelajaran. Setidaknya kakak punya kemampuan
menyampaikan materi yang baik kepada kami. Good job
kak! Sarannya sih cepat seminar ya kak hehe. Ngomong-
ngomong kapan kita ke Turki bareng kak???
F34120095 Selamat udah seminar ya kak!! Wkwk cepat wisuda kak!
Kritik sih kakak paling kritikus diantara asprak-asprak yang
lainnya hehe, tapi gak masalah it’s oke kok kak. Kita tahu
kakak mengajarkan cara membuat tulisan yang baik kepada
kita semua dan mungkin jika tidak karena kakak kita semua
tidak akan tahu bagaimana tulisan yang bagus itu. Salut juga
sama kakak yang telaten menjelaskan hal-hal yang rumit
dengan sabar kepada kita dan sabar menerima protes dari kita
hehe. Terimakash ya kak  Sarannya kalau semakin baik
kedepannya udah basi ya kak, jadi gimana kalau kita
ngelanggar jamal kakak yang sore itu rame-rame?! wkwk

"They may forget what you said but they will never forget how you made
them feel" - Carol Buchner