Anda di halaman 1dari 8

Nama : Renodipta Dwida Hudoyo

NPM : 200110150032
Kelas : Tingkah Laku Ternak A

TUGAS RANGKUMAN 1 TINGKAH LAKU TERNAK

Tingkah laku hewan merupakan cara hewan berinteraksi secara dinamik dengan

lingkungannya (makhluk hidup / benda mati). Ilmu yang mempelajari gerak gerik /

tingkah laku hewan di lingkungan alami atau dimana hewan tersebut bisa hidup

disebut Ethologi. Kegunaan dari mempelajari ethologi adalah Memberi informasi

yang berkaitan dengan kedudukan manusia sebagai makhluk social, berguna untuk

pemeliharaan hewan, tentang mekanisme homeostatik hewan (supaya keadaan

selalu seimbang / adaptasi agar tetap hidup), untuk penelitian biomedis (kera,

kelinci, marmot, tikus). Ethologist / etolog adalah ilmuwan / peneliti yang

mempelajari Morfologi / bentuk perilaku dengan metode komparatif. Ethologi

mengakui : Perilaku hewan berdasarkan motivasi, berarti hewan mempunyai emosi


yaitu Rasa lapar, rasa sakit Rasa takut, rasa marah

 Istilah - Istilah dalam tingkah laku

a. Ingestif : Seluruh jenis kegiatan memasukkan sesuatu yang berkaitan

dengan proses pencernaan

b. Shelter seeking (pencarian peneduh) : Memilih keadaan lingkungan yang

optimal bagi dirinya dari udara panas / dingin dan hujan, Perilaku ini

berkaitan dengan kebiasaan berkumpulnya hewan di suatu tempat

c. Investigatory (penyidikan) : Untuk melihat kemungkinan adanya bahaya

d. Alelomimetik (perilaku kelompok) : Karakteristik hewan dengan tingkat

sosial yang tinggi, seperti pada hewan domestik, Perilaku yang terjadi pada

sekelompok hewan dalam satuan waktu yang sama


e. Agonistik : Perilaku yang berhubungan dengan agresivitas, berkelahi,

terbang

f. Eliminatif : Perilaku urinasi dan defakasi, berkaitan dengan aktivitas

sexual, berguna untuk menandai daerah kekuasaannya

g. Epimelitik (care-giving) : Tingkah laku keibuan dan anaknya

h. Etepimelitik (care-soliciting)

i. Sexual (reproduksi)

j. Playing (bermain) : Tingkah laku yang sering ditemukan pada anak hewan

atau hewan muda

k. Homerange : Daerah hewan-hewan pengembara yang tidak akan

dipertahankan oleh hewan-hewan tersebut

l. Teritorial : Suatu daerah / wilayah yang jelas batas-batasnya dan akan

dipertahankan oleh pemiliknya bila dimasuki oleh hewan lain dari spesies

dan jenis kelamin yang sama

m. Personal space (daerah pribadi) : Daerah sensitif yang akan

dipertahankan oleh hewan

n. Flight distance : Daerah tempat hewan bergerak bila didekati oleh predator

atau orang yang menanganinya

o. Perilaku khusus spesies : Perilaku bawaan sebagai refleksi karakteristik

spesies tersebut, tidak berubah oleh proses belajar, meskipun semua sifat
bawaan lainnya dapat berubah
DOMESTIKASI

Domestikasi merupakan kegiatan atau upaya pemeliharaan atau proses

penjinakan hewan liar. Hewan yang sudah diadopsi dari lingkungan liar ke

dalam lingkungan sehari-hari manusia Hewan Domestikasi sedangkan Hewan

Piaraan Hewan yang diatur oleh manusia.

 Istilah – Istilah dalam domestikasi :

o Hewan Liar : Hewan yang hidupnya tidak bergantung pada manusia dan

apabila tinggal di luar daerah kekuasaannya sedikit mendapatkan gangguan


o Hewan Feral : Hewan yang pada mulanya telah didomestikasi, dilepas

kembali atau melarikan diri ke alam liar atau setengah liar

o Penjinakan : Usaha mengurangi flight distance hewan, bukan berarti

domestikasi

 Perubahan Yang Dialami Hewan Akibat Domestikasi (Kilgour Dan

Dalton, 1984)

a. Pengawasan terhadap breeding : Populasi jantan dikurangi, program IB,

program alih janin (ET)

b. Mengubah bentuk kemampuan hidup : Ternak lemah ditolong dan

menjadi hidup, penyakit dan parasit dikontrol

c. Perubahan nutrisi : Kuantitas & kualitas pakan dimanipulasi, jenis pakan

yang diberikan dikurangi

d. Seleksi genetika : Mengubah hewan menjadi berbeda dari sesamanya

dalam keadaan liar

e. Pengurangan dalam pemilikan kebebasan

 Faktor-Faktor Yang Mendukung Domestikasi

o Struktur Kelompok
a. Kelompok dengan kepemimpinan

b. Struktur hierarkhi kelompok

c. Afiliasi jantan dan betina

o Tingkah Laku Seksual

a. Perkawinan yang tidak teratur

b. Pejantan yang dominan terhadap betina

c. Tanda berahi dengan gerakan atau alat tubuh

o Hubungan Induk – Anak

a. Imprinting: perilaku berupa pengenalan atau persepsi terhadap suatu

objek seperti induk berlangsung pada periode kritis setelah lahir.

b. Fostering: anak yang dipelihara/diasuh oleh induk lainnya / beda induk.

c. Precocial waktu lahir

o Status Perkembangan Hewan

a. Altricial (binatang buas, unggas liar)

b. Precoccial (hewan terrestrial non predator)

c. Semi-Precoccial (unggas extra-terrestrial)

o Keadaan Lingkungan Yang Dibutuhkan/Sesuai

a. Pakan dengan selera umum khusus (pemakan segala), pemakan bangkai

atau tumbuh2an

o Respon Terhadap Manusia : Flight distance yang pendek, Pergerakan

yang terbatas

 Struktur Kelompok Teritorial

o Hewan Soliter : Membatasi jumlah hewan yang dapat ditampung dalam

daerah yang sempit

o Hewan Kelompok
 Akibat Perlakuan Domestikasi, Hewan Mengalami

o Kehilangan Sifat Berpasangan

o Pengurangan Sifat Mengeram

o Pengurangan Sifat Mengeram

o Sifat Terbang Dan Agresivitas Berkurang

o Perpanjangan Musim Kawin

TINGKAH LAKU SOSIAL

 Tingkah Laku Sosial merupakan tingkah laku yang terjadi antara dua atau

lebih individu pada kelompok orang atau hewan.

 Hubungan sosial antara hewan berdasarkan umur dan jenis kelamin:

o Jantan- jantan: hierarki, dominasi tertinggi-terendah

o Jantan-betina: hubungan sesksual

o Jantan-anak: tidak peduli, penagaan

o Betina-anak: perlindungan, pemeliharaan

o Anak-anak: hubungan bermain

 Ciri-ciri ternak dominan:

o Tingkah lakunya menghambat ternak subordinan

o Tingkat hidupnya auh lebih baik

o Pada kelompok ternak yang dipenggembalaan: tingkat kepemimpinanya

terlihat

 Pola dominasi tidak jelas (bila makan dan minum tersedia banyak)

 Pola dominasi nyata dan penting: Bila keadaan berdesakan

 Ternak yang lebih dulu di kandang akan lebih dominan pada ternak yang baru

datang, ternak yang lebih muda biarpun sudah besar tetap menjadi subordinan
 Tingkah laku menjilat:

o Interaksi dalam kelompok: dengan dominasi yang tetap, ada yang saling

menilat

o Kadang-kadang terlepas dari hubungan dominasi

o Frekuensi saling menilat tak perlu pada rangking

o Tingkah laku menyenangkan, bersahabat

 Peranan indera

o Penglihatan:

Pada herbivora untuk merumput, pada unggas untuk melihat warna ransum

o Pendengaran

o Penciuman: pada hewan lebih baik daripada manusia, untuk mengenali

anaknya, menolak untuk merumput

o Perasa: mempelaari rasa baru

o Perabaan: dapat membersihkan, melicinkan rambut

ETHOLOGI TERAPAN DAN REPRODUKSI

 Keuntungan yang tinggi dapat diperoleh melalui:

o Manipulasi reproduksi ternak untuk meningkatkan kemampuan reproduksi

ternak.

o Seleksi genetik, sehingga ternak mampu berproduksi tinggi dan paling

menguntungkan.

 Untuk proses tersebut perlu diketahui :

o Pubertas (dewasa kelamin)


o Saatnya (musim) kawin

o Proses perkawinan

 Rangsangan secara umum : Contoh pada sapi betina yang sedang estrus maka

dia akan menaiki ternak betina lainnya..

 Identifikasi rangsangan : Mengenali hewan pasangan kawin.

o Betina siap kawin memperlihatkan: Tanda-tanda berahi yang khas ,memilih

lawan jenisnya, apakah lawan jenisnya dapat / siap kawin

 Penyerentakan rangsangan : Jantan dan betina perlu rangsangan agar


perkawinan berhasil dengan menggunakan rangsangan eksternal yang

dinamakan proses sinkronisasi.

 Flehmen adalah respon yang diperlihatkan selama periode perangsangan sexual,

yaitu ciri cirinya kepala diangkat dan dijulurkan, bibir bagian atas dilipat ke atas

dan mulut yang terbuka sedikit.

 Rangsangan seksual yang terjadi di padang rumput:

 Jantan mencium daerah vulva/anus betina

 Respon betina berahi, urinasi

 Respon jantan, flehmen mencium urine

 Kopulasi adalah  penempatan spermatozoa dalam alat reproduksi betina.

 Mamalia: betina bergerak terus, pejantan terangsang menaiki

 Unggas: betina merendahkan posisi tubuh, merangsang jantan kopulasi

 Refraktori: kopulasi selesai dan tidak tertarik pada lawan jenisnya

 Ethogam ternak

1. Domba
 Tingkah laku betina saat merangsang pejantan adalah menggoyangkan

ekor saat didorong oleh pejantan, kepala menoleh ke arah pejantan,

betina mencium skrotum jantan.

2. Kambing

 Tingkah laku kambing jantan yang masturbasi akan menyebarkan urine

dan semen ke daerah badan dan dagu, memiliki bau yang khas terdapat

pada belakang tanduk dan ekor. Sedangkan tingkah laku betina yang siap

kawin adalah menggerakan ekor nya.

3. Sapi

 Tingkah laku sapi betina yang sedang birahi salah satu nya yaitu menaiki

betina lainnya sebagai tanda bagi pejantan, tingkah laku ini digunakan

peternak untuk mendeteksi betina yang birahi. Jika ada ternak yang

mengalami silent heat maka cara mendeteksi nya adalah dengan ciri 3B

(basah, bareuh, baseuh).

4. Babi

 Tingkah laku betina yang birahi diantaranya mencium vulva betina

lainnya, nafsu makan turun, dan keluar lendir dari vagina nya. Betina

sebaiknya dikawinkan pada hari kedua atau hari terakhir masa birahi.