Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH


PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

DOSEN PENGAMPU :
ROMIATY, S.Psi, Psi, M.Pd

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 7

AGNES MARPAUNG AFB 116 032


AYU LARASARI AFB 116 017
ELPIANI RAJAGUKGUK AFB 116 024
PALAU WATIE AFB 116 011
RARA DWIANA AFB 116 003

PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING


JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan
karunia serta nikmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ”Kepribadian” ini dengan
baik. Tersusunnya tugas ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan beberapa pihak, yaitu :

1. Ibu Romiaty, S.Psi, Psi, M.Pd sebagai dosen pengampu yang telah member pengarahan
tentang pembuatan tugas ini.
2. Orang tua, yang telah memberi dukungan, semangat, dandoakepada kami dalam
mengerjakan tugas ini.
3. Serta teman-teman dan semua pihak yang telah membantu, sehingga tugas ini bisa selesai
sesuai harapan.
Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa, maka dari itu kami mengharap
kritik serta saran yang membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi
kami dan para pembaca.

Palangka Raya, Febuari 2018

Penulis

Kelompok 7
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kepribadian ............................................................................. 3


2.2 Macam-Macam Tipe Kepribadian (Big Five Personality) .......................... 4
2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian ...................................... 6
2.4 Proses Pembentukan Kepribadian ............................................................. 8

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 12


3.2 Saran .......................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 13

BAB I
RPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kepribadian merupakan keseluruhan cara seseorang individu bereaksi dan berinteraksi
dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikandalam istilah sifat yang bisa
diukur yang ditunjukkan oleh seseorang (Robbins, 2008). Disamping itu kepribadian sering
diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu
dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut
“berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan
atribut “tidak punya kepribadian”. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang
dapat mempengaruhi perilaku.
Kepribadian (personality) mengacu pada karakteristik psikologi unik yang menyebabkan
respons yang realtif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan orang itu sendiri (Kotler
&Armstrong, 2008). Kepribadian biasanya digambarkan dalam karakteristik perilaku seperti
kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi, otonomi, cara mempertahankan diri,
kemampuan beradaptasi, dan sifat-sifat agresif. Kepribadian dapat digunakan untuk menganalisis
perilaku konsumen untuk produk atau pilihan merek tertentu.
Ada beberapa tipe-tipe kepribadian yaitu extroversion, agreeableness, conscientiousness,
neuroticism, dan openness. Tipe-tipe tersebut merupakan teori kepribadian lima besar (big five
)atau disebut juga “Factor Five Model”(FFM). Model lima besar (big five) mampu menjelaskan
ciri-ciri yang berbeda dalam kepribadian tanpa tumpang tindih. Selain itu, struktur lima faktor ini
akan ditemukan di berbagai perilaku seseorang yang berbeda. Kepribadian lima besar disusun
bukan untuk menggolongkan individu ke dalam satu kepribadian tertentu, melainkan untuk
menggambarkan sifat-sifat kepribadian yang disadari oleh individu itu sendiri dalam
kehidupannya sehari-hari.
1.2 Rumusan Masalah
Ada pun rumusan masalah dari makalah ini yaitu sebagai berikut :
1. Apa pengertian kepribadian ?
2. Apa macam-macam tipe-tipe kepribadian ?
3. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian ?
4. Apa proses pembentukan kepribadian ?

1.2 Tujuan
Ada pun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian kepribadian.
2. Mengetahui macam-macam tipe kepribadian.
3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian.
4. Mengetahui proses pembentukan kepribadian.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kepribadian


Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini
berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare, yang artinya
menembus. Istilah topeng berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai oleh para pemain
sandiwara pada jaman Yunani kuno. Dengan topeng yang dikenakan dan diperkuat dengan
gerak-gerik dan apa yang diucapkan, karakter dari tokoh yang diperankan tersebut dapat
menembus keluar, dalam arti dapat dipahami oleh para penonton.
Dari sejarah pengertian kata personality tersebut, kata persona yang semua berarti topeng,
kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri, yang memainkan peranan seperti digambarkan
dalam topeng tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, kepribadian adalah pola sifat yang
relatif permanen dan mempunyai karateristik yang unik yang secara konsisten mempengaruhi
perilakunya (Pratama dkk, 2012: 59). Dan sekarang ini istilah personality oleh para ahli dipakai
untuk menunjukkan suatu atribut tentang individu, atau untuk menggambarkan apa, mengapa,
dan bagaimana tingkah laku manusia. Namun seiring berjalannya waktu, kepribadian adalah pola
sifat yang relatif permanen dan mempunyai karateristik yang unik yang secara konsisten
mempengaruhi perilakunya (Pratama dkk, 2012: 59)
Banyak ahli yang telah merumuskan definisi kepribadian berdasarkan paradigma yang
merekla yakini dan focus analisis dari teori yang mereka kembangkan. Dengan demikian akan
dijumpai banyak variasi definisi sebanyak ahli yang merumuskannya. Berikut ini dikemukakan
beberapa ahli yang definisinya dapat dipakai acuan dalam mempelajari kepribadian.
GORDON W. W ALLPORT Pada mulanya Allport mendefinisikan kepribadian sebagai
“What a man really is.” Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidak memadai lalu dia
merevisi definisi tersebut (Soemadi Suryabrata, 2005: 240) Definisi yang kemudian dirumuskan
oleh Allport adalah: “Personality is the dynamic organization within the individual of those
psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment” (Singgih
Dirgagunarso, 1998 : 11). Pendapat Allport di atas bila diterjemahkan menjadi : Kepribadian
adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya
yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
KRECH dan CRUTCHFIELD David Krech DAN Richard S. Crutchfield (1969) dalam
bukunya yang berjudul Elelemnts of Psychology merumuskan definsi kepribadian sebagai
berikut : “Personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique
organization that determines, and is modified by, his attemps at adaption to his continually
changing environment.” (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke
dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya
dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus)
ADOLF HEUKEN, S.J. dkk. Adolf Heuken S.J. dkk. Dalam bukunya yang berjudul
Tantangan Membina Kepribadian (1989 : 10), menyatakan sebagai berikut. “Kepribadian adalah
pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani,
mental, rohani, emosional maupun yang sosial. Semuanya ini telah ditatanya dalam caranya yang
khas di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya, dalam
usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya”.
Berdasarkan definisi dari Allport, Kretch dan Crutchfield, serta Heuken dapat
disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut.
Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dari aspek psikis, seperti :
inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dst. serta aspek fisik, seperti : bentuk tubuh, kesehatan
jasmani, dst.
Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami
perubahan secara terus-menerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik.
Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, tetapi dalam
perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap. Kepribadian terwujud berkenaan
dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu.

2.2 Macam-Macam Tipe Kepribadian (Big Five Personality)


Big Five Personality merupakan Salah satu pendekatan yang digunakan untuk
melihat kepribadian manusia melalui trait yang tersusun dalam lima dimensi kepribadian yang
telah dibentuk dengan menggunakan analisis faktor. Lima trait kepribadian tersebut adalah
extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuriticism, dan openness.
Dimensi Big Five Personality The big five sering digambarkan sebagai kerangka yang
bersifat universal untuk mengukur kepribadian individu secara komperhensif (Lounsbury,
Tatum, Zulkarnain, 2013 : 53). Menurut Mc Crae & costa (1997) kelima sifat dasar tersebut
mencangkup sebagai berikut :
1) Extraversion
Dimensi ini berhubungan dengan tingkat kenyamanan dalam sebuah hubungan, seseorang
dengan kepribadian ekstrovet cenderung suka berteman, tegas dan ramah, sedangkan orang yang
introvert cenderung pendiam,pemalu dan tenang. Extraversion dicirikan untuk menjadi percaya
diri, dominan, aktif dan menunjukan emosi yang positif, selain itu juga dikaitkan dengan
kecenderungan untuk bersikap optimis. Pada dimensi ini cenderung dikaitkan dengan cara
seseorng dalam menggunakan rasionalnya dan cara mengatasi permasalahannya. Seseorang yang
memiliki tingkat Ektraversion yang tinggi dapat lebih cepat berteman dari pada seseorang yang
memiliki tingkat ektraversion yang rendah. Extraversion mudah termotivasi oleh perubahan,
variasi dalam hidup, mudah bosan. Sedangkan seseorang dengan tingkat extraversion rendah
cenderung bersikap tenang dan menarik diri dari lingkungannya (Pratama, dkk, 2012 : 60). 17
2) Agreeableness
Dapat berkarateristik mampu beradaptasi sosial yang baik meng indikasikan individu
yang ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari sebuah konflik dan
memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain, seseorang yang memiliki agreeableness
yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki value suka membantu, forgiving dan
penyayang. Ketika seseorang yang memiliki tingkat agreeablenessyang tinggi, dimana ketika
berhadapan dengan konflik, self esteem mereka akan cenderung menurun, sedangkan orang-
orang yang tingkat agreeableness yang rendah cenderung untuk lebih agresif dan tidak
kooperatif. Pelajar yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi memiliki tingkat interaksi
yang lebih tinggi dengan keluarga dan jarang memiliki konflik dengan teman yang berjenis
kelamin berlawanan.
3) Neuroticism
Dapat dicirikan dengan kepemilikan emosi yang negatif seperti rasa khawatir, cemas,
rasa tidak aman, dan labil. Seseorang yang memiliki tingkat yang rendah dalam dimensi ini akan
lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat
neuroticism yang tinggi. Mereka akan kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen,
mereka juga memilik tingkat self esteem yang rendah. Individu yang memiliki nilai yang tinggi
dalam 18 dimensi ini kepribadiannya mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan
memiliki kecenerungan emotionally reactive (Iskandar & Zulkarnain, 2013 : 54).
4) Conscientiousness
Disebut juga Lack of Impulsivity orang yang tinggi dalam dimensi conscientiousness
umumnya berhati-hati, dapat diandalkan, teratur dan bertanggung jawab. Orang yang rendah
dalam dimensi conscientiousnessatau impulsif cenderung ceroboh, berantakan, dan tidak dapat
diandalkan. Penelitiankepribadian awal menamakan dimensi ini will (kemauan) (Feist & Feist,
2008 : 305).
5) Openness
Dimensi ini erat kaitannya dengan keterbukaan wawasan dan orisinilitas ide,mereka
senang dengan informasi baru, dan juga mengacu pada bagaimana individu bersedia melakukan
penyesuaian pada suatu ide atau situasi yang baru, mudah bertoleransi, memiliki kapasitas untuk
menyerap informasi, fokus dan kreatif dan artistik. Orang yang rendah dalam dimensi ini
umumnya dangkal,membosankan atau sederhana (Ramadhani, 2012 : 9). Perkembangan
kepribadian big five samakin meningkat setelah dilakukannya penelitian terus menerus berbagai
negara.

2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian


Faktor yang mempengaruhi perubahan dan dinamika kepribadian seseorang di pengaruhi
oleh banyak faktor. Kepribadian merupakan karakteristik yang relative stabil. Perubahan dalam
kepribadian tidak bisa terjadi secara spontan, tetapi merupakan hasil pengamatan, pengalaman,
tekanan dari lingkungan sosial budaya, rentang usia dan faktor-faktor dari individu:
a. Pengalaman Awal
Sigmund Freud menekankan tentang pentingnya pengalaman awal (masa kanakkanak)
dalam perkembangan kepribadian. Trauma kelahiran, pemisahan dari ibu adalah pengalaman
yang sulit dihapus dari ingatan.
b. Pengaruh Budaya
Dalam menerima budaya anak mengalami tekanan untuk mengembangkan pola
kepribadian yang sesuai dengan standar yang ditentukan budayanya.
c. Kondisi Fisik
Kondisi fisik berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kepribadian seseorang.
Kondisi tubuh meentukan apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak dapat dilakukan
seseorang. Secara tidak langsung seseorang akan merasakan tentang tubuhnya yang juga
dipengaruhi oleh perasaan orang lain terhadap tubuhnya. Kondisi fisik yang mempengaruhi
kepribadian antara lain adalah kelelahan, malnutrisi, gangguan fisik, penyakit menahun, dan
gangguan kelenjar endokrin ke kelenjar tiroid (membuat gelisah, pemarah, hiperaktif,
depresi, tidak puas, curiga, dan sebagainya).
d. Daya Tarik
Orang yang dinilai oleh lingkungannya menarik biasanya memiliki lebih banyak
karakteristik kepribadian yang diinginkan dari pada orang yang dinilai kuran menarik, dan
bagi mereka yang memiliki karakteristik menarik akan memperkuat sikap sosial yang
menguntungkan.
e. Inteligensi
Perhatian lebih terhadap anak yang pandai dapat menjadikan ia sombong, dan anak yang
kurang pandai merasa bodoh. Apabila berdekatan dengan orang yang pandai tersebut, dan
tidak jarang memberikan perlakuan yang kurang baik.
f. Emosi
Ledakan emosional tanpa sebab yang tinggi dinali sebagai orang yang tidak matang.
Penekanan ekspresi emosional membuat seseorang murung dan cenderung kasar, tidak mau
bekerja sama dan sibuk sendiri.
g. Nama
Walaupun hanya sekedar nama, tetapi memiliki sedikit pengaruh terhadap konsep diri,
namun pengaruh itu hanya terasa apabila anak menyadari bagaimana nama itu
mempengaruhi orang yang berarti dalam hidupnya. Nama yang dipakai memanggil ,mereka
(karena nama itu mempunyai asosiasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam
pikiran orang lain) akan mewarnai penilainya orang terhadap dirinya.
h. Keberhasilan dan Kegagalan
Keberhasilan dan kegagalan akan mempengaruhi konsep diri, kegagalan dapat merusak
konsep diri, sedangkan keberhasilan akan menunjang konsep diri itu.
i. Penerimaan Sosial
anak yang diterima dalam kelompok sosialnya dapat mengembangkan rasa percaya diri dan
kepandaiannya. Sebaliknya anak yang tidak diterima dalam lingkungan sosialnya akan
membenci orang lain, cemberut, dan mudah tersinggung.
j. Pengaruh Keluarga
Pengaruh keluarga sangat mempengaruhi kepribadian anak, sebab waktu terbanyak anak
adalah keluarga dan di dalam keluarga itulah diletakkan sendi sendi dasar kepribadian.
k. Perubahan Fisik
perubahan kepribadian dapat disebabkan oleh adanya perubahan kematangan fisik yang
mengarah kepada perbaikan kepribadian. Akan tetapi, perubahan fisik yang mengarah pada
klimakterium dengan meningkatnya usia dianggap sebagai suatu kemunduran menuju ke arah
yang lebih buruk. Menurut Sujanto bahwa pribadi tumbuh atas dua kekuatan, yaitu kekuatan
dari dalam, yang dibawah sejak lahir.

3.4 Proses Pembentukan Kepribadian


Menurut Sobur kepribadian merupakan suatu kesatuan aspek jiwa dan badan, yang
menyebabkan adanya kesatuan dalam tingkah laku dan tindakan seseorang, hal ini disebut
integrasi. Integrasi dari pola-pola kepribadian yang dibentuk oleh seseorang dan
pembentukan pola kepribadian ini terjadi melalui proses interaksi dalam dirinya sendiri,
dengan pengaruh-pengaruh dari lingkungan luar.
Menurut Murray bahwa faktor-faktor genetika dan pematangan mempunyai peranan
penting dalam perkembangan keperibadian. Setiap masa perkembangan manusia atau
seseorang terjadi proses-proses genetik pematangan. Selama masa pertama, yaitu masa
kanak-kanak, adolesen dan masa dewasa awal, komposisi struktural baru muncul dan
menjadi bertambah banyak. Masa usia setengah baya ditandai oleh rekomposisi konservasif
atas struktur dan fungsi yang telah muncul. Selama masa terakhir, masa usia lanjut, kapasitas
untuk membentuk komposisi baru menjadi berkurang. Sebaliknya, atrofi dari bentuk dan
fungsi yang ada menjadi meningkat. Dalam setiap periode, terdapat banyak program
peristiwa tingkah laku dan pengalaman yang lebih kecil yang berlangsung di bawah
bimbingan proses pematangan yang dikontrol secara genetis.
Lingkungan menurut Sobur juga berpengaruh dalam proses pembentuk kepribadian anak.
Dalam hubungan pengaruh mempengaruhi, terlihat bahwa anak dalam perkembangan dirinya
memperlihatkan sifat-sifat yang tertuju pada lingkungan. Lingkungan menerima sifat tersebut
dan memperlihatkan reaksi yang dibentuk atas dasar sifat-sifat, penampilan anak, dan
pengolahan lingkungan itu. Jadi, lingkungan juga berubah dan memperlihatkan proses
perubahan. Lingkungan yang berubah itu memberikan juga perangsang pada anak, yang
berpengaruh terhadap perkembangan anak khususnya perkembangan pembentukan
kepribadian. Dengan demikian, anak yang berkembang memberikan penampilan pada
lingkungan pada satu pihak dan di pihak lain menerima penampilan lingkungan yang
mengubahnya.
Menurut Yusuf dan Nurihsan menjelaskanbahwa secara garis besar ada dua proses utama
yang mempengaruhi proses pembentukan dan perkembangan kepribadian, yaitu :

a) Genetik/Keturunan (Warisan Biologis)


Faktor genetika menjelaskan bahwa kepribadian juga dapat dipengaruhi oleh salah satu
fakor tersebut. Berbagai studi tentang perkembangan prenatal (sebelum kelahiran atau masa
dalam kandungan menunjukkan bahwa kemampuan menyesuaikan diri terhadap kehidupan
setelah kelahiran (post natal) berdasar atau bersumber pada masa konsep. Kepribadian
sebenarnya tidak mendapat pengaruh langsung dari gen dalam pembentukannya, karena yang
dipengaruhi gen secara langsung adalah: kualitas system syaraf, keseimbangan biokimia
tubuh.
Di sini lebih spesifik menyebutkan bagaimana seorang orang tua mendidik anaknya.
Sarlito Wirawan Sarwono mengemukakan bahwa: Menurut aliran emprisme yang dipelopori
oleh Jhon Locke (1632-1704) mengatakan bahwa: “Manusia itu sewaktu lahirnya adalah
putih bersih, bagaikan tabularasa, menjadi apakah anak itu kelak sepenuhnya tergantung pada
pengalaman-pengalaman yang akan mengisi tabularasa tersebut”.
Kemudian aliran ini juga diikuti oleh Watson sebagai pelopornya mengatakan karena
jiwa manusia itu sewaktu lahirnya adalah bersih, maka yang akan memberikan pengaruh
terhadap pendidikan aank adalah lingkungan dan pengalaman-pengalaman yang di laluinya.
Oleh karena itu peran orang tua adalah menyesuaikan diri anak dengan lingkungan dan
pengalaman yang dikehendakinya.
b) Lingkungan
1. Lingkungan Tempat Tinggal
Lingkungan tempat tinggal dapat digambarkan berupa lingkungan dimana seseorang
berada setiap harinya. Tentu saja kebiasaan seseorang juga harus disesuaikan dengan
lingkungan agar bisa berinteraksi dengan baik.
2. Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial dengan berbagai ciri khusus yang menyertainya memegang peranan
besar terhadap munculnya corak dan gambaran kepribadian. Lingkungan sosial adalah suatu
kebutuhan dalam pengembangan diri atau pembentukan pribadi seseorang.
3. Lingkungan Budaya
Lebih dieratkan dengan bagaimana manusia mengadaptasikan diri dari kebiasaan yang
telah dilakukan oleh generasi sebelumnya. Budaya merupakan sesuatu yang telah dilakukan
manusia secara berkali-kali sehingga menjadi suatu kebiasaan.
Menurut C.S Hall, dimensi-dimensi temperamen seperti emosional, aktivitas,
agresifitas dan reaktivitas bersumber dari plasma benih (gen) demikian juga halnya dengan
intelegensi. Sehingga jika ditarik suatu kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mendorong
proses pembentukan dan perkembangan kepribadian adalah faktor hereditas (pembawaan
atau gen) dan juga ditambah faktor lingkungan.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini
berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare, yang artinya
menembus. Istilah topeng berkenaan dengan salah satu atribut yang dipakai oleh para pemain
sandiwara pada jaman Yunani kuno.Berdasarkan definisi dari Allport, Kretch dan Crutchfield,
serta Heuken dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai
berikut.Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dari aspek psikis, seperti :
inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dst. serta aspek fisik, seperti : bentuk tubuh, kesehatan
jasmani, dst.

Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami
perubahan secara terus-menerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik.
Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, tetapi dalam
perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap. Kepribadian terwujud berkenaan
dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu.

Macam-Macam Tipe Kepribadian (Big Five Personality)Dimensi Big Five Personality The
big five sering digambarkan sebagai kerangka yang bersifat universal untuk mengukur
kepribadian individu secara komperhensif (Lounsbury, Tatum, Zulkarnain, 2013 : 53). Menurut
Mc Crae & costa (1997) kelima sifat dasar tersebut mencangkup sebagai berikut :

1. Extraversion
2. Agreeableness
3. Neuroticism
4. Conscientiousness
5. Openness

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian

a. Pengalaman Awal
b. Pengaruh Budaya
c. Kondisi Fisik
d. Daya Tarik
e. Inteligensi
f. Emosi
g. Nama
h. Keberhasilan dan Kegagalan
i. Penerimaan Sosial
j. Pengaruh Keluarga
k. Perubahan Fisik

Proses Pembentukan Kepribadian

a) Genetik/Keturunan (Warisan Biologis)


b) Lingkungan
1. Lingkungan Tempat Tinggal
2. Lingkungan Sosial
3. Lingkungan Budaya

4.4 Saran
Kepribadian adalah materi yang sangat luas jika dipelajari. Tentunya makalah ini tidak
luput dari banyak kekurangan maka dari itu marilah kita cari dan baca referensi tentang
kepribadian di berbagai buku-buku psikologi atau dari internet agar wawasan kita tentang
kepribadian bisa dikembangkan lebih jauh lagi.
DAFTAR PUSTAKA

http://etheses.uin-malang.ac.id/2282/6/08410050_Bab_2.pdf
http://digilib.unila.ac.id/9986/16/BAB%20I.pdf
http://etheses.uin-malang.ac.id/589/6/11410002%20Bab%202.pdf
http://etheses.uin-malang.ac.id/2260/6/08410139_Bab_2.pdf