Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pelayanan keperawatan memegang peranan penting dalam menentukan
keberhasilan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Untuk memberikan
pelayanan keperawatan yang berkualitas dan professional perlu ditunjang oleh
konsep dasar keilmuan diantaranya pemahaman terhadap empat konsep sentral
keperawatan. Konsep dan teori keperawatan berkembang sebagai bagian yang
tidak terpisahkan dari perkembangan pemikiran dan ide-ide yang dituangkan
beberapa ahli keperawatan. Pandangan para ahli tersebut mempunyai kualitas
terhadap perbedaan asumsi, tetapi pada dasarnya mempunyai apresiasi
terhadap proses pemberian asuhan keperawatan kepada klien sehingga
memerikan kesempatan untuk berkembang secara mandiri dalam memenuhi
kebutuhan dalam status kesehatannya.

Asuhan keperawatan yang profesional akan terwujud jika perawat sendiri


benar-benar memahami ilmu keperawatan secara benar dan baik. Pemahaman
yang baik dan benar tentunya merujuk kepada ilmu keperawatan yang
dijadikan dasar dalam pemberian asuhan keperawatan baik di rumah sakit
maupun di masyarakat. Namun saat ini pemahaman perawat terhadap ilmu
keperawatan yang seharusnya dijadikan dasar dan panduan dalam memberikan
asuhan keperawatan masih sangat kurang, sehingga asuhan keperawatan
dalam berbagai tatanan masih berdasarkan order dari profesi lain atau
pelayanan yang bersifat rutinitas semata. Dengan demikian pemahaman
perawat akan ilmu keperawatan perlu ditingkatkan sehingga akan terlihat
secara jelas peran perawat sebagai suatu profesi yang memberikan pelayanan
kepada masyarakat atas dasar suatu keilmuan yang akan membedakan
pelayanan keperawatan dengan pelayanan kesehatan yang lain.

Sehubungan dengan uraian tersebut diatas pada makalah ini, penulis akan
menganalisa aplikasi salah satu model/teori keperawatan pada asuhan
keperawatan di rumah sakit. Dalam tulisan ini penulis akan menganalisa
aplikasi model/teori keperawatan dari Virginia Henderson. Penulis
mengangkat teori/model Henderson karena teori/model ini merupakan teori
yang pertama dengan jelas menggambarkan ilmu keperawatan berbeda dengan
ilmu kedokteran. Selain itu, teori ini menguraikan hal yang lebih spesifik yaitu
fokus holistik yang dimudahkan oleh empat belas (14) kebutuhan dasar
manusia yang mudah dikenali, serta langkah-langkah penyelesaian masalah
yang ditujukan untuk kemandirian klien dalam memenuhi empat belas (14)
kebutuhan dasar manusia yang menyerupai pendekatan proses keperawatan.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Siapa Virginia Henderson ?
2. Apa definisi teori keperawatan menurut Virginia Henderson ?
3. Bagaimana model keperawatan menurut Virginia Henderson ?
4. Apa hubungan antara model dengan paradigma keperawatan ?
5. Apa saja konsep utama teori Virginia Henderson ?
6. Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Virginia Henderson ?
7. Bagaimana mengaplikasi/ gambaran analisis teori Henderson dalam proses
keperawatan ?
8. Apakah tujuan keperawatan menurut Virginia Henderson ?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1. Latar belakang kehidupan Virginia Henderson.
2. Definisi teori keperawatan menurut Virginia Henderson.
3. Model keperawatan menurut Virginia Henderson.
4. Hubungan antara model dengan paradigma keperawatan.
5. Macam-macam konsep utama teori Virginia Henderson.
6. Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Virginia Henderson.
7. Sistem aplikasi/ analisis teori Henderson dalam proses keperawatan.
8. Tujuan dari keperawatan menurut Virginia Henderson.

1.4 Manfaat Penulisan


Dapat meningkatkan pengetahuan tentang teori keperawatan menurut Virginia
Henderson. Serta menambah bahwa pentingnya mempelajari teori ini untuk
melaksanakan praktik keperawatan.

2
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Latar belakang kehidupan Virginia Hunderson


Virginia Henderson lahir pada tahun 1897, ia adalah anak ke kelima dari
delapan bersaudara. Henderson asli dari Kansas City dan menghabiskan masa
pertumbuhannya di Virginia karena ayahnya membuka prakter notaris di
Washinton D.C. Ia tertarik dengan keperawatan selama Perang Dunia I
karena keinginannya untuk membantu personel militer yang sakit atau
terluka. Pada tahun 1918, ia belajar keperawatan di Sekolah Perawat Militer
di Washington, D.C. dan lulus pada 1921 dan menempati posisi sebagai staf
perawat di The Henry Street visiting nurse service di New york. Tahun 1922
henderson mengajar perawat di The Norfolk Protestant Hospital di Virginia.
Kemudian, 5 tahun dia memasuki Teacher College at Columbia University
dan mendapatkan gelar B.S. dan M.A nya dalam pendidikan keperawatan
tahun 1926. Pada tahun 1929 henderson sebagai kepala pengajar di The
Clinics of Strong Memorial Hospital di Rocherter, New York (Harmer dan
Henderson, 1955).

Tahun 1930 Henderson kembali mengajar sebagai staf pengajar di bidang


proses analisis perawat dan praktek klinik hingga tahun 1984. Henderson
menikmati karir sebagai penulis dan peneliti. Dia menulis kembali edisi
keempat dari buku Bertha Harmer’s yang berjudul Texbook of the Principles
and Practice of Nursering. Saat Hunderson meninggal. Edisi ini
dipublikasikan pada tahun 1939 dan berisi definisi perawat menurut
Enderson sendiri. Edisi kelima dipublikasikan pada tahun 1955. Henderson
telah bekerjasama dengan Yale University sejak awal 1950. Sejak tahun
1953, ia bekerja dengan Leo Simmon pada Survey nasional tentang penelitian
keparawatan di Yale University School of Nursing. Ia menerima gelar
Honorary Doctoral dari Catholic University of America, Pace University,
University of Rochester, University of Western Ontario, dan Yale University
(Harmer dan Henderson, 1955).

Dari tahun 1959 hingga 1971 Henderson memimpin The Studies Index
Project Sponsored oleh Yale. The Nursing Studies Index telah berkembang
menjadi 4 volume index yang bercacatan menjadi literature biographic,
analisis dan sejarah perawat dari tahun 1900 hingga 1959. Pamfletnya, Basic
Principles of Nursing Care, di publikasikan untuk Internasional Council of
Nurses pada tahun 1960 dan diterjemahkan menjadi lebih dari 20 bahasa.
Buku The Nature of Nursing diplubikasikan pada tahun 1966 dan
menjelaskan konsep tentang dasar keperawatan, fungsi yang unik. The

3
Principles and Practice of Nursing diplubikasikanpada tahun 1978, ditulis
oleh Henderson dan Gladys Nite dan di edit oleh Henderson. Buku ini telah di
gunakan dalam kurikulum dari berbagai sekolah perawat. Tahun 1990
henderson aktif sebagai peneliti Associate Emeritus di Yale. Virginia
Hunderson menutup akhir hayatnya pada tanggal 19 Maret 1996 (Harmer dan
Henderson, 1955).

2.2 Definisi teori keperawatan menurut Virginia Henderson.


Virginia Henderson memperkenalkan definition of nursing (definisi
keperawatan). Definisinya mengenai keperawatan dipengaruhi oleh latar
belakang pendidikannya. Ia menyatakan bahwa definisi keperawatan harus
menyertakan prinsip kesetimbangan fisiologis. Definisi ini dipengaruhi oleh
persahabatan Henderson dengan seorang ahli fisiologis bernama Stackpole.
Henderson sendiri kemudian mengemukakan sebuah definisi keperawatan
yang ditinjau dari sisi fungsional. Konstribusi penting oleh Henderson (1966)
(Dalam Kusnanto 2004: 20) adalah definisi keperawatan berikut yang saat ini
menjadi definisi yang sudah diterima secara umum :
“Fungsi unik dari perawat adalah untuk membantu individu, sehat atau sakit,
dalam hal memberikan kesehatan atau pemulihan (kematian yang damai)
yang dapat ia lakukan tanpa bantuan jika ia memiliki kekuatan, kemauan,
atau pengetahuan. Dan melakukannya dengan cara tersebut dapat
membantunya mendapatkan kemandirian secepat mungkin.”

Di samping itu, Henderson juga mengembangkan sebuah model keperawatan


yang dikenal dengan “The Actifities of Living”. Model tersebut menjelaskan
bahwa tugas perawat adalah membantu individu dalam meningkatkan
kemandiriannya secepat mungkin. Perawat menjalankan tugasnya secara
mandiri, tidak tergantung pada dokter. Akan tetapi, perawat tetap
menyampaikan rencananya pada dokter sewaktu mengunjungi pasien
(Kusnanto, 2004).

2.3 Model keperawatan menurut Virginia Henderson.


Model konsep keperawatan dijelaskan oleh Virginia Henderson adalah model
konsep aktivitas sehari-hari dengan memberikan gambaran tugas perawat
yaitu mengkaji individu baik yang sakit ataupun sehat dengan memberikan
dukungan kepada kesehatan, penyembuhan serta agar meninggal dengan
damai (Hidayat, 2011).

Pemahaman konsep tersebut dengan didasari kepada keyakinan dan nilai yang
dimilikinya diantaranya: pertama, manusia akan mengalami perkembangan
mulai dari pertumbuhan dan perkembangan dalam rentang kehidupan; kedua,
dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari individu akan mengalami

4
ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat
dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan dan kesehatan; ketiga, dalam
melaksanakan aktivitas sehari-hari individu dapat dikelompokkan menjadi
tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktivitas, belum dapat
melaksanakan aktivitas dan tidak dapat melakukan aktivitas (Hidayat, 2011).

Jadi pada dasarnya keperawatan menurut Handerson adalah membantu


individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksankan aktifitas yang
memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya, yang mana
individu akan mampu mengerjakan tanpa bantuan bila ia memiliki kekuatan,
kemauan, dan pengetahuan yang dibutuhkan (Hidayat, 2011).

2.4 Hubungan antara model dengan paradigma keperawatan


1. Manusia
Individu sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan: jiwa dan raga
adalah satu kesatuan. Lebih lanjut lagi, individu dan keluarganya
dipandang sebagai unit tunggal. Setiap manusia harus berupaya untuk
mempertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional. Henderson
melihat manusia sebagai individu yang membutuhkan bantuan untuk
meraih kesehatan, kebebasan, atau kematian yang damai, serta bantuan
untuk meraih kemandirian. Menurut Henderson, kebutuhan dasar manusia
terdiri atas 14 komponen yang merupakan komponen penanganan
perawatan (Harmer dan Henderson, 1955).

2. Sehat dan Kesehatan


Sehat adalah kualitas hidup tertentu, yang oleh Henderson dihubungkan
dengan kemandirian. Karakteristik utama dari sakit, adalah
ketergantungan dan berbagai tingkat inkapasitas individu (sekarang
pasien) untuk memuaskan kebutuhan manusianya. Menganggap bahwa
sehat adalah kemandirian dan sakit adalah ketergantungan dapat
dipandang sebagai simplifikasi. Dapat juga dikatakan bahwa sakit adalah
keterbatasan kemandirian (Harmer dan Henderson, 1955).

3. Lingkungan
Henderson mendefinisikan lingkungan sebagai seluruh faktor eksternal
dan kondisi yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan manusia
(Harmer dan Henderson, 1955).

4. Keperawatan
Fungsi unik dari perawat adalah untuk membantu individu, baik apakah ia
sakit atau sehat, dalam peran tambahan atau peran pendukung. Tujuan
dari keperawatan adalah untuk membantu individu memperoleh kembali

5
kemandiriannya sesegera mungkin. Namun demikian, keputusan
Henderson untuk meningkatkan kemandirian dan hanya melakukan
sesuatu untuk pasien jika ia tidak dapat melakukannya sendiri tidak
disetujui oleh profesi sebagai prinsip dasar asuhan keperawatan sebelum
Henderson menjelaskannya lebih lanjut (Harmer dan Henderson, 1955).

2.5 Macam-macam konsep utama teori Virginia Henderson


Konsep utama dalam teori Henderson mencakup manusia, keperawatan,
kesehatan, dan lingkungan (Harmer dan Henderson, 1955):
1. Manusia
Henderson melihat manusia sebagai individu yang membutuhkan bantuan
untuk meraih kesehatan, kebebasan, atau kematian yang damai, serta
bantuan untuk meraih kemandirian. Menurut Henderson, kebutuhan dasar
manusia terdiri atas 14 komponen yang merupakan komponen
penanganan perawatan.
Ke 14 kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bernapas secara normal
2. Makan dan minum dengan cukup.
3. Membuang kotoran tubuh.
4. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan.
5. Tidur dan istirahat.
6. Memilih pakaian yang sesuai.
7. Menjaga suhu tubuh tetab dalam batas normal dengan menyesuaikan
pakaian dan mengubah lingkungan.
8. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat serta serta melindungi
integumen.
9. Menghindari bahaya lingkungan yang bisa melukai.
10. Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi,
kebutuhan, rasa takut, atau pendapat.
11. Beribadah sesuai dengan keyakinan.
12. Bekerja dengan tata cara yang mengandung unsur prestasi.
13. Bermain atau terlibat dalam berbagai kegiatan rekreasi.
14. Belajar mengetahui atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun
pada perkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan
fasilitas kesehatan yang tersedia.

Ke empat belas kebutuhan dasar manudia di atas dapat di klarifikasikan


menjadi empat kategori, yaitu komponen kebutuhan biologis, psikologis,
sosiologis, dan spiritual. Kebutuhan dasar poin 1-9 termasuk komponen
kebutuhan biologis, poin 10 dan 14 termasuk komponen kebutuhan
psikologis, poin 11 termasuk kebutuhan spiritual, dan komponen 12 dan
13 termasuk komponen kebutuhan sosiologis. Henderson juga

6
menyatakan bahwa pikiran dan tubuh manusia tidak dapat dipisahkan
satu sama lain (inseparable). Sama halnya dengan klien dan keluarga,
mereka merupakan satu kesatuan (unit).

Menurut Henderson, keempatbelas kebutuhan dasar yang harus menjadi


fokus asuhan keperawatandipengaruhi oleh :

a. Usia
b. Kondisi emosional (mood dan temperamen)
c. Latar belakang sosial dan budaya
d. Kondisi fisik dan mental, termasuk : berat badan; kemampuan dan
ketidakmampuan sensorik, kemampuan dan ketidakmampuan
lokomotif; status mental.

2. Sehat dan Kesehatan


Henderson memandang kesehatan sebagai kemampuan individu untuk
memenuhi empat belas komponen kebutuhan dasar manusia tanpa
bantuan. Kesehatan adalah kualitas kehidupan dasar untuk berfungsi dan
memerlukan kemandirian dan saling ketergantungan. Memperoleh
kesehatan lebih penting daripada mengobati penyakit. Individu akan
meraih dan mempertahankan kesehatan bila mereka memiliki kekuatan,
kehendak atau pengetahuan yang cukup. Jadi Henderson lebih
menekankan pada kualitas kehidupan dari pada kehidupan itu sendiri
yang memungkinkan manusia bekerja secara efektif dan mencapai tingkat
kepuasan tertinggi dalam kehidupan.

3. Lingkungan
Henderson tidak memberikan definisi sendiri untuk lingkungan ini.
Dalam mendefinisikan lingkungan, Henderson mengambil pengertian
lingkungan dari Webster’s New Collegiate Dictionary dimana yang
dimaksud dengan lingkungan adalah kumpulan semua kondisi eksternal
dan pengaruh-pengaruhnya yang berdampak pada kehidupan dan
perkembangan organisme. Pada individu yang sehat seharusnya memiliki
kemampuan untuk mengontrol lingkunganya, tetapi kondisi sakit dapat
mengganggu kemampuan tersebut.

4. Keperawatan
Henderson mendefinisikan keperawatan dari sisi fungsional sebagai suatu
profesi yang mempunyai fungsi unik yaitu membantu klien baik sehat
atau sakit dalam melaksanakan kegiatan yang mengkontribusi pada
kesehatan, pemulihan atau meninggal dengan damai yang akan mereka
kerjakan tanpa membutuhkan bantuan seandainya mereka memiliki
kekuatan, kehendak dan pengetahuan. Dalam memberikan bantuan

7
dilakukan dengan suatu cara untuk membantunya meraih kemandirian
secepat mungkin.

Henderson juga memandang perawat sebagai anggota tim kesehatan,


tetapi tugas perawat tidak tergantung pada dokter, tetapi mengajukan
rencana bila dokter sedang melakukan kunjungan ke pasien. Henderson
menekankan bahwa perawat harus dapat bertugas secara mandiri. Perawat
harus dapat mendiagnosa dan menangani bila situasi menuntut demikian
dan perawat harus mampu menilai kebutuhan dasar manusia.

2.6 Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Virginia Henderson


1. Hubungan Perawat dengan Pasien
Tiga tingkatan hubungan perawat pasien dapat di kenali:
a. Perawat sebagai substitute (pengganti) bagi pasien.
b. Perawat sebagai helper (penolong).
c. Perawat sebagai partner (rekan) dengan pasien.

Ketika sakit serius, perawat dilihat sebagai pengganti bagi kekurangan


klien untuk menjadikannya lengkap, menyeluruh atau mandiri, karena
kurangnya kekuatan fisik, kemauan atau pengetahuan. Henderson
melukiskan pandangan ini ketika ia mengatakan bahwa perawat adalah
kesadaran dari yang tidak sadar, kehidupn dari yang bunuh diri, kaki dari
yang diamputasi, mata bagi yang baru saja buta, alat bergerak bagi bayi,
pengetahuan dan percaya diri bagi ibu muda, penyambung lidah bagi
yang terlalu lemah atau menarik diri untuk bicara. Selama pemulihan,
perawat membantu klien untuk mendapatkan kembali kemandirian.
Ketidakmandirian merupakan istilah yang relatif (Harmer dan
Henderson, 1955).

Sebagai mitra, ners dan klien bersama-sama memformulasikan rencana


perawatan. Adapun diagnosisnya selalu ada kebutuhan dasar yang perlu
dipenuhi, tetapi kebutuhan ini dimodifikasi oleh patologi dan kondisi ini
seperti usia, temperamen, status emosional, status sosial kultur dan
kapasitas fisik dan intelektual (Harmer dan Henderson, 1955).

Perawat harus mampu mengkaji tidak saja kebutuhan klien tetapi juga
kondisi patologis yang mengubah klien. Henderson mengatakan, perawat
harus masuk ketubuh setiap kliennya untuk mengetahui apa yang
dibutuhkan kliennya. Kebutuhan ini kemudian divalidasi dengan
kliennya. Perawat dapat mengubah lingkungan yang ia anggap perlu
untuk kepentingan kesehatan kliennya. Perawat dan klien harus
bekerjasama untuk mencapai tujuan, yaitu kemandirian atau bahkan

8
kematian yang damai. Tujuan utama perawat yaitu menjaga agar
keseharian klien senormal mungkin (Harmer dan Henderson, 1955).

2. Hubungan Perawat dengan Dokter


Henderson menekankan agar perawat tidak mengikuti perintah dokter
karena perawat memiliki tugas yang unik. Perawat harus membuat rencana
keperawatan bersama klien lalu mengusulkan kepada dokter untuk
disesuaikan dengan program pengobatannya. Lebih luas Henderson
menegaskan agar para perawat membantu klien dengan manajemen
keperawatannya ketika dokter tidak ada (Harmer dan Henderson, 1955).

2.7 Sistem aplikasi/ analisis teori Virginia Henderson dalam proses keperawatan
Dalam teori keperawatan virginia Henderson (Harmer dan Henderson, 1955)
mencakup seluruh kebutuhan dasar seorang manusia. Henderson memberikan
14 kerangka kerja dalam melakukan asuhan keperawatan. 14 komponen
tersebut dalam asuhan keperawatan dasar pada tingkat asuhan individual,
mengacu kepada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dari seseorang,
perawat membantunya dengan fungsi-fungsi ini, atau membuat kondisi
sehingga memungkinkan klien melakukan hal-hal berikut ini :
1. Bernafas dengan normal
Bantuan yang dapat diberikan kepada klien oleh perawat adalah
membantu memilih tempat tidur, kursi yang cocok, serta
menggunakan bantal, alas dan sejenisnya sabagai alat pembantu agar
klien dapat bernafas secara normal dan kemampuan
mendemonstrasikan dan menjelaskan pengaruhnya kepada klien.
Memberikan fasilitas oksigenasi jika pasien sesak nafas.
2. Kebutuhan akan nutrisi
Perawat harus mampu memberikan penjelasan mengenai tinggi dan
berat badan yang normal, kebutuhan nutrisi yang diperlukan.
Pemilihan dan penyediaan makanan, dengan tidak lupa
memperhatikan latar belakang dan sosial klien apakah ada alergi atau
tidak.
3. Kebutuhan eliminasi
Perawat harus mengetahui semua saluran pengeluaran dan keadaan
normalnya, jarak waktu pengeluaran, dan frekuensi pengeluaran.
Perawat juga membantu pasien dalam hal BAB dan BAK.
4. Gerak dan keseimbangan tubuh
Perawat harus mengetahui tentang prinsip-prinsip keseimbangan
tubuh, miring, dan bersandar.
5. Kebutuhan isthirahat dan tidur
Perawat harus mengetahui tentang pergerakan badan yang baik, dan
juga mengajarkan bagaimana cara mengontrol emosi yang baik. Selain

9
itu, perawat membantu pasien untuk mendapatkan posisi tidur yang
baik dan merubahnya agar tidak terjadi lecet.

6. Kebutuhan berpakaian
Perawat dasarnya meliputi membantu klien memilihkan pakaian yang
tepat dari pakaian yang tersedia dan membantu untuk memakainya.
7. Mempertahankan temperature tubuh atau sirkulasi
Perawat harus mengetahui physiologi panas dan bisa mendorong
kearah tercapainya keadaan panas maupun dingin dengan mengubah
temperature, kelembapan atau pergerakan udara, atau dengan
memotivasi klien untuk meningkatkan atau mengurangi aktifitasnya.
8. Kebutuhan akan personal hygiene
Perawat harus mampu untuk memotivasi klien mengenai konsep
konsep kesehatan bahwa walaupun sakit klien tidak perlu untuk
menurunkan standard kesehatannya, dan bisa menjaga tetap bersih
baik fisik maupun jiwanya.
9. Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Perawat mampu melindungi klien dari trauma dan bahaya yang timbul
yang mungkin banyak factor yang membuat klien tidak merasa
nyaman dan aman.
10. Berkomunikasi dengan orang lain dan mengekspresikan emosi,
keinginan, rasa takut dan pendapat.
Perawat menjadi penterjemah dalam hubungan klien dengan tim
kesehatan lain dalam memajukan kesehatannya, dan membuat klien
mengerti akan dirinya sendiri, juga mampu menciptakan lingkungan
yang teraupeutik.
11. Kebutuhan spiritual
Perawat mampu untuk menghormati klien dalam memenuhi
kebutuhan spiritualnya dan meyakinkan pasien bahwa kepercayaan,
keyakinan dan agama sangat berpengaruh terhadap upaya
penyembuhan.
12. Kebutuhan bekerja
Dalam perawatan dasar maka penilaian terhadap interprestasi terhadap
kebutuhan klien sangat penting, dimana sakit bisa menjadi lebih
ringan apabila seseorang dapat terus bekerja.
13. Kebutuhan bermain dan rekreasi
Perawat mampu memkilihkan aktifitas yang cocok sesuai umur,
kecerdasan, pengalaman dan selera klien, kondisi, serta keadaan
penyakitnya.
14. Kebutuhan belajar.

10
Perawat dapat membantu klien belajar dalam mendorong usaha
penyembuhan dan meningkatkan kesehatan, serta memperkuat dan
mengikuti rencana terapi yang diberikan

2.8 Tujuan dari keperawatan menurut Virginia Henderson


Dari penjelasan tersebut tujuan keperawatan yang dikemukakan oleh
Handerson adalah untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi
pelayanan kesehatan dan membantu klien untuk mendapatkan kembali
kemandiriannya secepat mungkin. Dimana pasien merupakan mahluk
sempurna yang dipandang sebagai komponen bio, psiko, cultural, dan
spiritual yang mempunyai empat belas kebutuhan dasar (Asmadi, 2005).

Menurut Handerson peran perawat adalah menyempurnakan dan membantu


mencapai kemampuan untuk mempertahankan atau memperoleh kemandirian
dalam memenuhi empat belas kebutuhan dasar pasien. Faktor menurunnya
kekuatan, kemauan dan pengetahuan adalah penyebab kesulitan pasien dalam
memperoleh kemandiriannya. Untuk itu diperlukan fokus intervensi yaitu
mengurangi penyebab dimana pola intervensinya adalah mengembalikan,
menyempurnakan, melengkapi, menambah, menguatkan kekuatan, kemauan,
dan pengetahuan (Harmer dan Henderson, 1955).

11
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Konsep keperawatan yang dirumuskan oleh Virginia Henderson dalam
definisinya tentang teori keperawatan dan empat belas komponen
asuhan keperawatan dasar, tidak rumit dan cukup jelas. Oleh karena
itu, dapat digunakan sebagai panduan untuk praktik keperawatan oleh
sebagian besar perawat tanpa kesulitan. Banyak idenya disajikan dan
digunakan di seluruh dunia baik di negara maju maupun negara
berkembang untuk memandu kurikulum keperawatan dan praktek. Hal
ini divalidasi oleh permintaan untuk publikasi ICN, yang pada 1972
berada di cetakan ketujuh.

Jika saran dapat dibuat untuk meningkatkan konsep keperawatan


Henderson, itu adalah penggabungan teori. Sebagai contoh, akan
menarik untuk melihat bagaimana holisme atau teori sistem umum
menjelaskan hubungan antara komponen asuhan keperawatan dasar.
Konfirmasi dari ada tidaknya daftar komponen yang diprioritaskan
diperlukan untuk memperjelas apa yang perawat harus dilakukan jika
masalah yang diajukan adalah selain fisik.

Mengingat waktu di mana Henderoson dipublikasikan kepada definisi


keperawatan, ia pantas banyak mendapat pujian sebagai pemimpin
dalam pengembangan praktik keperawatan, pendidikan, dan, lisensi.
Karyanya harus dianggap sebagai awal dan dorongan bagi perawat
mengejar gelar akademis tertinggi. Ini sangat penting untuk analisis
praktik keperawatan dan untuk mengidentifikasi dan menguji teori
dasar untuk perawatan pasien.

3.2 Saran
Diharapkan kepada pembaca agar lebih banyak lagi mempelajari
tentang teori-teori keperawatan yang lain. Setelah mengetahui
pengetahuan tentang teori keperawatan menurut Virginia Henderson
yang telah diuraikan dalam makalah ini, diharapkan mahasiswa
mampu memahami teori ini, karena teori ini juga sangat penting bagi
perawat untuk menjelaskan praktik keperawatan.

12
DAFTAR PUSTAKA

Asmadi, Ns. S. Kep. 2005.Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta: Penerbit Buku


Kedokteran ECG.

Harmer, B., & Henderson, V. A.1955.Buku dari prinsip dan praktik


keperawatan.New York: Macmillan.

Hidayat, A.A.A.(2011).Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta: Salemba


Medika.

Kusnanto.(2004). Profesi dan Praktik Keperawatan Nasional. Jakarta: EGC.

13