Anda di halaman 1dari 3

PUPUK ORGANIK

(PUPUK PADAT DAN CAIR)

Cara pembuatan

1. Menyiapkan alat dan bahan


Nama Jumlah Nama Jumlah
Karung sack 5 pack Terpal 1
Plastik Bening 1 pack (2kg) Bak Besar 2
Sekam Bakar 6 kg Polybag 1 pack
Sabut Kelapa 3 pack Stiker 20
Gerajen 6 kg Air Kelapa 6 liter
Moebilin 1 botol Bak Kecil 3
Molase 1 Botol

2. A
3. S

Biaya Variabel

Bahan Jumlah Harga (kurang lebih)


Karung sack 5 pack Rp. 7.500
Plastik Bening 1 pack (2kg) Rp. 5.000
Sekam Bakar 6 kg Rp. 42.000
Sabut Kelapa 3 pack Rp. 15.000
Gerajen 6 kg Rp. 30.000
Moebilin 1 botol Rp. 55.000
Molase 1 Botol Rp. 20.000
Terpal 1 Rp. 75.000
Bak Besar 2 Rp. 60.000
Polybag 1 pack Rp. 75.000
Stiker 20 Rp. 40.000
Air Kelapa 6 liter Rp. 15.000
Bak Kecil 3 Rp. 21.000
Jumlah biaya variabel Rp 460.500

Biaya Tetap

Nama Biaya
Perawatan alat Rp. 10.000
Sewa Ruangan Rp. 10.000
Gaji Rp. 10.000
Jumlah Rp. 30.000

Dari 1 formula diatas menghasilkan 10 kg pupuk dan dikemas dalam kemasan 1 kg,
maka akan diperoleh 10 kantong pupuk.

Biaya produksi per kantong:

biaya variabel/ jumlah botol = 460.500/ 10 kantong = Rp. 46.050

Untuk menentukan jumlah produksi per hari dilakukan dengan analisa BEP (Break
Event Point), yaitu suatu keadaan di mana tidak mendapat untung dan tidak mendapat
rugi. Nilai BEP dihitung dengan cara berikut :

Misal harga jual per kantung = Rp. 55.000


Menghasilkan 10 kantong dengan harga per kantong Rp. 55.000 dan biaya yang
dikeluarkan dari pembuatan pupuk sebesar Rp 490.050

490.050/55.000 = 8,91

Jadi, untuk mendapatkan untung, maka jumlah produksi per hari harus lebih dari 8,91
kantong.