Anda di halaman 1dari 17

GEJALA KEMAUAN

PSIKOLOGI UMUM
Dosen : Ayunda Ramadhani,M.Psi

Kelompok 5 :
1. Roniawan (1705095001)
2. Andi Sarah Ashari (170509500)
3. Nining Fahilda (1705095023)
4. Siska Nurjanah (1705095039)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2017

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakng Masalah
Kemauan merupakan salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat
diartikan sebagai aktifitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan
dengan pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang
menuju pada sesuatu arah. Adapun tujuan kemampuan adalah pelaksanaan suatu
tujuan-tujuan yang harus diartikan dalam suatu hubungan. Misalnya, seseorang
yang memiliki suatu benda, maka tujuannya bukan pada bendanya, akan tetapi pada
mempunyai benda itu”, yaitu berada dalam relasi (hubungan), milik atas benda itu.
Seseorang yang mempunyai tujuan untuk menjadi sarjana, dengan dasar kemauan,
ia belajar dengan tekun, walaupun mungkin juga sambil bekerja. Dalam istilah
sehari-hari, kemauan dapat disamakan dengan kehendak dan hasrat.

B. Rumusan Masaalah
1. Apa pengertian konasi?
2. Bagaimana pembagian gejala konasi?
3. Bagaimana proses kemauan ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian konasi.
2. Untuk mengetahui bembagian gejala konasi.
3. Untuk mengetahui proses kemauan.

D. Manfaat Penulisan
1. Berguna kepada teman sekelas sebagai informasi yang dapat menambah
wawasan.
2. Menambah ilmu pengetahuan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kemauan ( Konasi )


Secara bahasa, kemauan dapat disamakan dengan kehendak atau hasrat.
Secara istilah, kekuatan yang sadar akan hidup dan menciptakana sesuatu yang
berdasarkan perasaan dan pikiran. Kemauan adalah dorongan dari dalam yang
sadar, berdasar pertimbangan piker dan perasaan, serta seluruh pribadi seseorang
yang menimbulkan kegiatan yang terarah pada tercapainya tujuan tertentu yang
berhubungan dengan kebutuhan hidup pribadinya.
Dalam istilah sehari – hari, kemauan dapat disamakan dengan kehendak atau
hasrat. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu. Kehendak
ini merupakan kekuatan dari dalam. Dan tampak dari luar sebagai gerak – gerik.
Dalam fungsinya kehendak ini bertautan dengan pikiran dan perasaan. Dalam
berfungsinya kehendak ini bertautan dengan fikiran dan perasaan. Untuk
memudahkan mempelajarinya gejala kemauan dibagi atas :
a. Dorongan ialah suatu kekuatan dari dalam yang mempunyai tujuan tertentu
dan berlangsung diluar kesadaran kita. Dorongan ini dibedakan menjadi 2
golongan. Yakni, dorongan nafsu dan dorongan rohaniah.

Dorongan yang bertujuan mencapai syarat hidup tertentu disebut tropisme.


Misalnya :
1. Tumbuh – tumbuhan mengarahkan pucuknya ke sinar matahari.
2. Binatang mencari cahaya dan sebagainya.
Dorongan hidup, yang bekerja tanpa disadari dan berlangsung dengan
sendirinya, disebut otomatisme. Misalnya :
1. Peredaran darah,
2. Pencernaan makanan,
3. Pernafasan pada paru – paru, dan sebagainya.

3
Sedapat mungkin drongan – drongan ini harus dapat diawasi oleh jiwa
kita. Sebab kalau dorongan- dorongan itu merajalela, akan dapat
mengancam kehidupan kita.
Pada anak, ada dorongan untuk meniru, yang harus dipupuk dan
disalurkan kea rah kebaikan. Sebab besar sekali gunanya untuk pendidikan
maupun untuk kehidupanya sendiri kelak. Semua dorongan ini berpangkal
pada 3 macam dorongan asli, yaitu :
1) Dorongan mempertahankan diri,
2) Dorongan mempertahankan jenis, dan
3) Dorongan mengembangkan diri.
Dorongan – dorongan nafsu ini terletak pada tingkat biologis,
gunanya untuk melanjutkan hidup kita.
Dorongan terletak pada tingkat rohani.
Keduanya telah ada pada kita sejak lahir. Tetapi biasanya dorongan nafsulah
yang lebih kuat.
Macam-macam dorongan nafsu yang lain ialah :
1) Dorongan nafsu makan,
2) Dorongan nafsu seksual
3) Dorongan nafsu sosial, dan
4) Dorongan nafsu meniru.

Macam-macam dorongan, yang lain ialah :


1) Dorongan keamanan,
2) Dorongan menonjolkan diri,
3) Dorongan ingin tahu,
4) Dorongan keindahan,
5) Dorongan kebaikan,
6) Dorongan kebebasan, dan
7) Dorongan bekerja

4
b. Keinginan ialah dorongan nafsu, yang tertuju kepada sesuatu benda
tertentu, atau yang konkret.
c. Hasrat ialah suatu keinginan tertentu yang dapat diulang-ulang.
d. Kecendrungan, hasrat yang aktif yang menyuruh kita, agar lekas bertindak.
e. Hawa nafsu ialah hasrat yang besar dan kuat yang dapat menguasai seluruh
fungsi jiwa kita. Hawa nafsu ini bergerak dan berkuasa di dalam kesadaran.
f. Kemauan ialah kekuatan yang sadar dan hidup dan atau menciptakan
sesuatu yang berdasarkan perasaan dan pikiran.
Proses keamauan, untuk sampai kepada tindakan biasanya melalui bebrapa
tingkat, ialah :
a) Motif (alasan, dasar, dan pendorong)
b) Perjuangan motif. Sebelum mengambil keputusan, pada batin
biasanya ada bebrapa motif, yang bersifat luhur dan rendah. Disini
berlangsung suatu pemilihan.
c) Keputusan. Disini kita mengadakan pemilihan antar motif-motif
tersebut dan meninggalkan kemungkinan yang lain, sebab tidak
mungkin kita punya macam-macam keinginan dan pada waktu yang
sama.
d) Perbuatan kemauan. Kalau sudah mengambil keputusan maka
bertindak sesuai dengan keputusan yang diambil. Tetapi ini sangat
sukar.

5
Ciri-ciri hasrat :
a) Hasrat merupakan "motor" penggerak perbuatan dan kelakuan
manusia.
b) Hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu, baik positif atau
negative. Positif berarti mencapai barang sesuatu yang dianggap
berharga dan berguna baginya. Sedang negative berarti menghindri
sesuatu yang tidak mempunyai harga/berguna baginya.
c) Hasrat selamanya tidak berpisah dari gejala mengenal (kognisi) dan
perasaan (emosi). Dengan kata lain : hasrat tidak dapat di pisah-
pisahkan dengan pekerjaan jiwa yang lain.
d) Hasrat diarahkan kepada penyelenggaraan suatu tujuan, maka
didalam hasrat terdapat bibit-bibit penjelmaan kegiatan.

B. Hasrat Yang Berpusat Pada Kejasmanian


Gejala hasrat ini berhubungan dengan gerak dan perbuatan yang
berpusat pada kejasmanian. Di antara gejala hasrat ini ada yang terdapat
pada tumbuh-tumbuhan, binatang maupun manusia.

1. Tropisme: adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak kearah


tertentu. Gejala tropisme ini nampak dalam hidup tumbuhan dan hewan..
Tropisme terjadi kalau terdapat perangsang dari luar semata-semata, jadi
tidak ada pendorong dari dalam untuk tujuan tertentu.

Dengan adanya jenis perangsasang yang berbeda maka tropisme dapat


dibedakan menurut jenis perangsangnya, antara lain :
a) Foto-Tropisme (fotos: cahaya)
Yaitu tropisme yang timbul karena ada perangsang cahaya menurut arah
geraknya, foto tropisme dapat dibedakan atas:
 Foto tropisme positif, yaitu gerak mengarah cahaya. Misalnya
tumbuh-tumbuhan mengarah kepada matahari, laron menyongsong
sinar dll.

6
 Foto tropisme negatif, yaitu bergerak menghindari perangsang
cahaya. Misalnya jenis ikan tertentu yang selalu menjauhi sinar.

b) Helio Troipsme (helios: matahari)


 Helio Tropime positif, bergerak mengarah matahari.
Contoh: bunga matahari.
 Helio Tropisme Negative, bergerak menghindari matahari.
Contoh: kelelawar.

2. Refleks
Reflek adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang-
perangsang dan berlangsung diluar kemampuan.
 Ciri-ciri gerak refleks :
a. Pada gerak refleks terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi,
yakni reaksi terhadap perangsang itu.
b. Gerak refleks berlangsung di luar kesadaran (tidak disadari).
c. Gerak refleks bersifat mekanisme (bergerak dengan sendirinya) dan tidak
mempunyai tujuan tertentu.
d. Tidak berhubungan dengan pusat susunan urat saraf dan bertalian dengan
saraf,yakni sumsum tulang belakang.
e. Gerak refleks merupakan cara, bertindak tertentu yang dibawa sejak lahir

 Macam-macam refleks:
a) Refleks Bawaan : yakni refleks yang dibawa sejak lahir, disebut pula
refleks asli atau refleks sewajarnya.
Contohnya: menutup mata karena menentang sinar yang sangat
terang, gemetar karena lapar dll.

7
b) Refleks Latihan : yakni refleks yang diperoleh dari pengalaman.
Reflek ini tidak dibawa sejak lahir, melainkan hasil dari pengalaman-
pengalaman yang selalu diulang.
Contoh: keterampilan mengemudikan sepeda motor.

c) Refleks Bersyarat: reflek ini tidak tergantung pada perangsang alam


yang asli tetapi timbul karena rangsang lain yang berasosiasi dengan
rangsang alam tersebut.
Contoh: orang yang sedang merasa haus, melihat buah asam, air liur
terus keluar.

3. Instink
Instink yaitu kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir, tanpa
latihan sebelumnya, namun terarah pada tujuan dan dorongan nafsu-nafsu
tertentu, tidak disadari dan berlangsung secara mekanis.
Contoh : Seekor burung selalu membuat sarangnya selalu dengan cara yang
sama, Seekor Harimau yang mengintai dan menerkam mangsanya dengan
cara yang sama.
 Ciri-ciri insting :
a. Insting lebih majemuk dari refleks. Gerak-gerak instingtif lebih
kompleks daripada gerak-gerak refleks yang serba terikat dengan
jenis perangsang.
b. Insting merupakan kemampuan untuk bergerak kepada suatu tujuan
dengan tidak memerlukan latihan lebih dahulu.
c. Gerak instingtif berjalan secra mekanis (berjalan dengan
sendirinya), berjalan tanpa menggunakan kesadaran dan
pertimbangan.
d. Insting sedikit banyak dapat dilatih atau diubah, disesuaikan dengan
keadaan-keadaan baru.
e. Gerak instingtif berakar pada dorongan nafsu dan dorongan-
doronganlain untuk mendapat pemuasan.

8
f. Gerak instingtif pada hewan sejak lahir tetap, tidak berubah, sedang
insting manusia berubah.
Pada garis besarnya dorongan isnting dapat di golongkan menjadi :
1) Dorongan insting mempertahankan diri, meliputi :
o Insting makan
o Insting bernafas
o Insting bermain
o Insting melindungi diri
o Insting takut
o Insting istirahat
2) Dorongan insting mempertahankan jenis, meliputi :
o Insting seksual
o Insting membela diri
o Insting minta tolong
o Insting sosial
o Insting melindungi
o Insting memlihara

d. Otomatisme
Gejala-gejala yang menimbulkan gerak-gerak yang terselenggara dengan
sendirinya.
 Macam-macam Otomatisme:
1) Otomatisme Asli: ialah gerak Automatis yang tidak digerakkan oleh gejala
hasrat.
Contoh: gerak jantung, paru-paru dll.
2) Otomatisme Latihan: ialah gerakan-gerakan yang berjalan secara automatis
karena seringnya gerakan itu diulang.
Contoh berjalan, berbicra, bersepeda dll.

9
e. Kebiasaan
Kebiasaan adalah gerak perbuatan yang berjalan dengan lancer dan seolah-olah
berjalan dengan sendirinya.
Perbedaan
Perbuatan Kebiasaan Otomatisme
Pada mulanya dipengaruhi oleh kerja Suatu gerak otomatisyang sebelumnya
piker, didahului oleh pertimbangan dan tidak didahului oleh pekerjaan piker
perencanaan. Lancarnya perbuatan itu atau karena banyak diulang/dilatih.
banyak sekali diulang.

f. Nafsu
Dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan memberi kekuatan bertindak
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang tentu.

 Macam-macam Nafsu:
a) Nafsu Individual (perseorangan) misalnya nafsu makan, nafsu bermain,
nafsu merusak, nafsu berkuasa dll.
b) Nafsu Sosial (kemasyarakatan) misalnya: nafsu kawin, nafsu berkumpul
dengan orang lain, nafsu mencari ilmu dll.

 Hubungan nafsu dengan perasaan


Perasaan yang hebat dapt menimbulkan bergeraknya suatu nafsu dan
sebaliknya nafsu kadang-kadang dapat menimbulkan perasaan yang hebat,
dan adakalanya kemampuan berpikir dikesampingkan.

 Nafsu dan pendidikan


Nafsi terdapat pada setiap orang walaupun berbeda macam dan
tingkatannya. Kebiasaan-kebiasaan yang baik/positif dab pengaruh-
pengaruh positif pendidikan yang sudah tertanam dalam jiwa
seseorang dapat mempengaruhi nafsu dan pertanyaa-pertanyaan
nafsu. Dengan jalan demikian nafsu dapat diperhalus.

10
g. Kecenderungan
Ialah hasrat atau kesiapan reaktif yang tertuju pada objek konkrit, dan selalu muncul
berulangkli. Paulhan,seorang psikologi prancis membagi kecenderungan menjadi
beberapa golongan:
1) Kecenderungan Vital (hayat), misalnya lahap, gemar makan (rakus), dll.
2) Kecenderungan Perseorangan (egoistis), misalnya tamak, kikir, brutal dll.
3) Kecenderungan Sosial, misalnya persahabatan, kerukunan, bergotong
royong dll.
4) Kecenderungan Abstrak:
5) Kecenderungan Abstrak Positif, misalnya gemar mengabdi pada tuhan,
patuh, bertanggung jawab dll
6) Kecenderungan Abstrk Negative, misalnya: bohong, munafik, menipu dll.

h. Keinginan
Yaitu nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu. Kalau
dorongan sudah menuju kearah tujuan yang nyata/kongkret dan tertentu, misalnya
disitu akan terjadi dorongan keras dan terarah pada suatu objek tertentu maka nafsu
itu disebut keinginan.
Mislnya nafsu untuk makan menimbulkan keinginan untuk makan sesuatu, nafsu
kegiatan menimbulkan keinginan untuk mengerjakan sesuatu, dan sebaginya.
Lawan dari keinginan adalah keseganan.

2. Konasi (hasrat) yang berpusat pada psikologi atau perbuatan kemauan


Kemaun adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup
tertentu, dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Jadi pada kemauan itu ada
kebijaakan akal dan wawasaan, di samping juga ada control dan persetujuan dari
pusat kepribadian. Maka kemauan lebih tinggi tingkatannya daripada instink,
reflek, automatisme, kebiasaan, nafsu, keinginan, kecerendungan.
Ciri-ciri kemauan :
a. Gejala Kemauan merupakan dorongan dari dalam yang khusus dimiliki oleh
manusia.

11
b. Gejala Kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan. Kemauan
mendorong timbulnya perhatian dan minat, serta merndorong gerak aktifitas kearah
tercapainya tujuan.
c. Gejala Kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan kemauan yang
didasarkan atas pertimbangan, baik pertimbangan akal atau pikiran, yang
menentukan benar salahnya perbuatan kemauan maupun pertimbangan perasaan
yang menentukan baik buruknya atau halus tidaknya perbuatan kemauan.
d. Dalam Kemauan tidak hanya terdapat pertimbangan pikir dan perasaan saja,
melainkan seluruh pribadi memberikan pertimbangan, memberikan pengaruh dan
memberikan corak pada perbuatan kemauan.
e. Pada perbuatan kemauan bukanlah tindakan yang bersifat kebetulan,
melinkan tindakan yang di sengaja dan terarah pada tercapainya suatu tujuan.
f. Kemauan menjadi pemersatu dari semua tingkah laku manusia dan
mengkoordinasikan segenap fungsi kejiwaan menjadi bentuk kerjasama
yang supel harmonis.
Hal-hal yang mempengaruhi kemauan:
 Keadaan Fisik: adalah pengaruh yang berhubungan dengan kondisi jasmani,
yakni; sanggup tidaknya, kuat tidaknya untuk melaksankan keputusan
kemauan.
 Keadaan materi: yaitu bahan-bahan, syarat-syarat dan alat-alat yang
digunakan untuk melaksankn keputusan kemauan.
 Keadaan Milieu (lingkungan), apakah lingkungan itu sesuai untuk
melakukan kemauan itu.
 Kata Hati adalah pemegang peranan samangat penting dalam melaksankan
kemauan, karena keputusan hati dapat mengalahkan pertimbangan-
pertimbangan yang lain.

12
C. Proses Kemauan
Proses kemauan menurut Meuman:
1. Adanya motif (alasan)
Jika orang akan melakukan sesuatu, sebelum berbuat terlebih dahulu tertanam
alasan dalam hatinya. Karena tanpa alasan tertentu orang tidak akan melakukan
sesuatu dengan sungguh-sungguh, dan kalaupun jadi berbuat kemungkinan besar
perbuatannya itu tidak menentu arahnya.
Asal mula timbulnya motif
a. Adanya jenis motif yang dibawa sejak lahir misalnya; motiv untuk makan,
minum, dan berpakaian.
b. Motif yang ditanamkan pada seseorang dengan sengaja yang merupakan
latihan-latihan atau kebiasaan atau pengalaman hidup. Misalnya; kebersihan,
kesehatan, kesopanan dan yang lain.

Fungsi-fungsi motif
a. Sebagai penyeleksi perbuatan manusia
b. Motif kearah tujuan
c. Motif sebagai pendorong manusia agar terpenuhi kebutuhannya
d. Segala tingkah laku yang bertujuan berpangkal pada motif
Sifat-sifat motif
a. Motif bersifat tetap ( tidak berubah, misalnya motiv untuk bergaul). Motif
ini selamanya tetap ada, hanya cara pelaksanaanya yang berbeda.
b. Motif selamanya subjektif. Jika ditinjau dari fungsinya sebagai alasan
tersebut, maka alasan suatu perbuatan itu bersifat subjektif. Pengaruh-pengaruh dari
luar mungkin ada, tetapi alasan dari suatu perbuatan selalu berhubungan erat
dengan pribadi seseorang yang mempunyai alasan itu.
Macam-macam motif
a. Motif yang bersifat vital
Yakni motif yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan organis, misalnya
bernafas, makan, minum, istrht dan yang lain.
b. Motif yang bersifat rohani

13
Yakni motif yang berhubungan dengan dunia luar, misalnya hubungan sesame
manusia dengan lingkungannya.
2. Saat mempertimbangkan motif-motif
Hidup manusia memiliki banyak motif, tiap-tiap motif mempunyai tujuan.
Karena banyaknya motif-motiv kemudian timbullah saat mempertimbangkan
motif-motif itu, motif manakah yang akan diambil dan manakah yang akan
ditinggalkan. Pada saat ini timbul pertentangan motif karena manusia tidak dapat
melayani berbagai motif sekaligus, dan pada suatu saat timbul suatu sikap, motif
mana yang akan itentukan sebagai alasan dari perbuatan yang akan dijelaskan, masa
ini merupakan saat persiapan untuk melakukan perbuatan.
Dalam masa persiapan orang mulai mengukur kemungkinan-kemungkinan
yang akan ditempuh. Kemungkinan tersebut berhubungan dengan berbagai faktor;
a. Hal-hal dari luar dirinya seperti; dapat tidaknya tujuan itu dicapai, faktor
apakah yang mungkin membantu dan mungkin merintangi
b. Hal-hal yang ada pada dirinya sendiri seperti; kemampuan kecakapan dan
pengalaman.

3. Saat memilih
Memilih bukan suatu pekerjaan yang mudah, karena memilih berarti
menentukan salah satu yang banyak hal yang mempunyai banyak arti. Semakin
tinggi nilai tujuan yang akan dicapai, makin sungguh-sungguh dan makin lama
dalam menentukan pilihan. Memilih bukan hanya sekedar mengambil salah satu
banyak hal yang perlu dipilih. Dan memilih dilakukan setelah mempertimbangkan
motif yang sebaik-baiknya dengan mengingat kemungkinan terkesannya suatu
tujuan serta baik buruknya, untung dan ruginya.

4. Memutuskan
Memutuskan merupakan langkah terakhir setelah pertimbangan motif dan
pertimbangan pemilihan berlagsung. Lama tidaknya pertimbangan terebut
tergantung pada tingkatan masalahnya dan tingkat pribadinya.

14
Keputusan akan diikiuti tindakan nyata yang bertanggung jawab.
Bagaimanapun tindakan kemauan sebagai kelanjutan dari keputusan harus
dipertanggung jawabkan akibatnya. Inilah yang memberikan kesukaran pada
pemilih pada saat memilih dan saat-saat memutuskan. Setelah segala pertimbangan
dilakukan, keputusan kemauan diambil berdasarkan pertimbangan yang terkuat.
Dalam keputusan kemauan seolah-olah terdapat suatu pengakuan, alasan manakah
yang terkuat, alasan apakah yang akan dituntut, dan apa yang harus
dipertimbangkan.

5. Melaksanakan keputusan kemauan


“Keputusan memilih” sebenarnya terletak pada perbuatan kemauan, artinya
keputusan kemauan itu tentu diiringi dengan tindakan kemauan. Kalau keputusan
kemauan itu tidak diiringi dengan perbuatan kemauan akan sia-sialah proses
sebelumnya kalau hanya berhenti pada keputusan kemauan saja, niscaya tujuan
kemauan tidak akan tercapai.
Kalau keputusan kemauan sudah dilaksanakan dalam perbuatan kemauan,
maka berakhirlah proses kemauan.

15
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
1. Secara bahasa, kemauan dapat disamakan dengan kehendak atau hasrat. Secara
istilah, kekuatan yang sadar akan hidup dan menciptakana sesuatu yang
berdasarkan perasaan dan pikiran.

2. Pembagian gejala konasi terdiri dari :


a. Konasi (hasrat) yang berpusat pada kejasmaniah.
b. Konasi (hasrat) yang berpusat pada psikologi atau perbuatan kemauan.

3. Proses kemauan
a. Adanya motif (alasan).
b. Saat mempertimbangkan motif-motif.
c. Saat memilih
d. Memutuskan

B. Saran
Konasi merupakan kekuatan yang sadar akan hidup dan menciptakan sesuatu
yang berdasarkan perasaan dan pikiran. Maka dari itu kami kelompok 4
merekomendasikan Sebelum menetapkan sesuatu harus diketahui alasan terkuat
dari penetapan kemauan. Karena bagaimanapun juga hasil penetapan keputusan
tersebut harus di pertanggung jawabkan keputusannya.

16
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Drs. H. Abu. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta, 2003
Rahmat, Drs. Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya,
2002

17