Anda di halaman 1dari 1

Ir.

Soekarno

By akutaruna

“…Jadi kewajibanmu sebagai pemuda ialah, nomor satu: membuat dirimu menjadi orang yang skillful
sepenuh-penuhnya di lapanganmu masing-masing. Engkau ingin jadi dokter? Baik, skill dokter harus
engkau ambil sepenuh-penuhnya. Jangan dokter tempe. Dokter yang betul-betul dokter.

Engkau ingin menjadi insinyur ? Ya, skillful yang se-skillful-skillful-nya. Jangan insinyur yang Cuma bikin
gubuk dan jembatan kecil.

Saya pernah di hadapan pemuda dan pemudi berkata: O, kalau umpamanya saya bisa menjadi insinyur
thok, dan tidak seperti sekarang ini, disuruh gembar-gembor di hadapan rakyat, O, saya ini ingin
membuat jalan kereta api, kataku, dari Kutaraja, terus ke selatan, sampai ke Panjang di Lampung, di
bawah lautan Selat Sunda, tunnel, sampai ke Anyer di Banten. Kereta api terus sampai ke Banyuwangi,
selulup di bawah Selat Bali, sampai di Gilimanuk, terus melintasi Pulau Bali, terus selulup di bawah Selat
Sumbawa, terus melintas Lombok, Sumbawa dan seterusnya, terus sampai Kupang. Naik kereta api dari
Kutaraja, dua hari kemudian sudah sampai di Kupang, bertemu dengan anak-anak kita di Kupang. Lha,
ini, ini insinyur yang bercita-citakan setinggi bintang di langit.”

- Ceramah Soekarno kepada para pelajar dan pemuda di Surakarta, 11 Juli 1960.