Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Serbuk Daun Rimau,....Syamsul R., dan Dewi H.S,.....Sainmatika,.....Volume 11,...No.1,...Juni 2014,...

1-7

PENGARUH SERBUK DAUN RIMAU (Toona sinensis Roem.)


TERHADAP KEMATIAN LARVA ULAT GRAYAK
(Spodoptera litura F.)

Syamsul Rizal1, dan Dewi Hanjani Sari2


e-mail: syamsul_rizal_msi@yahoo.com

Dosen Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang 1


Alumni Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang2

ABSTRACT

Research to determine the effect of leaf powder Rimau (Toona sinensis Roem.)
To death army worm larvae (Spodoptera litura F.) was conducted in August 2013 at
the Forestry Research Institute Palembang. The results shows Rimau leaf powder can
cause death armyworm larvae and relatively less toxic.

Key words: leaf powder Rimau, army worm larvae

ABSTRAK

Penelitian untuk mengetahui pengaruh serbuk daun Rimau (Toona sinensis


Roem.) terhadap kematian larva ulat grayak (Spodoptera litura F.) telah dilakukan
pada bulan Agustus 2013 di Balai Penelitian Kehutanan Palembang. Hasil penelitian
menunjukan serbuk daun rimau dapat menyebabkan kematian larva ulat grayak dan
tergolong kurang bersifat toksik.

Kata kunci: Serbuk daun rimau, larva ulat grayak

PENDAHULUAN Helicoverpa spp., dan pengisap Myzus


persicae Sulz.
Serangan organisme Salah satu serangga yang juga
pengganggu tanaman merupakan salah menjadi kendala bagi petani adalah ulat
satu faktor penghambat dalam suatu grayak (Spodoptera litura F.).
produksi di sektor pertanian. Salah satu Serangan ulat grayak dapat
Organisme Penganggu Tanaman menimbulkan kerugian yang cukup
tersebut adalah serangga. Menurunya besar. Serangga tertarik pada tanaman,
produksi tanaman kubis di Sulawesi baik untuk makan atau sebagai tempat
Tengah, disebabkan oleh ulat daun berlindung. Bagian-bagian tanaman
Plutella xylostella yang mengalami yang dapat dimanfaatkan oleh serangga
serangan 14,78% dari luas tanam 230 seperti daun, ranting, tangkai maupun
Ha. Selain itu, di Deli produktivitas batang, juga nekstar, bunga dan cairan
tanaman tembakau cerutu mengalami tanaman.
kerugian sebesar 40% dan di Besuki Ulat grayak bersifat polifag
sebesar 15-25% yang disebabkan seperti tomat, kedelai, cabai, bawang
serangga hama pemakan daun merah, bayam, padi, kangkung,
tembakau, dan kapas. Untuk

ISSN 1829 586x 1


Pengaruh Serbuk Daun Rimau,....Syamsul R., dan Dewi H.S,.....Sainmatika,.....Volume 11,...No.1,...Juni 2014,...1-7

mengendalikan ulat grayak, dapat dysenteriae dengan konsentrasi 6


dilakukan secara hayati, mekanik dan mg/ml. Daun rimau mengandung
fisik maupun dengan menggunakan senyawa aktif untuk bahan baku obat,
pestisida. seperti triterpen, phenolic, flavonoid
Pengendalian terhadap (Edmonds dan Staniforth, 1998 dalam
serangan hama ditingkat petani pada Hidayat, 2010).
umumnya masih menggunakan Untuk mengetahui daya racun
pestisida yang berasal dari senyawa daun rimau (Toona sinensis
sintetik. Penggunaan pestisida sintetik Roem.), maka dilakukan pengujian
dianggap efektif, praktis, dan dari segi terhadap larva Spodoptera litura F.
ekonomi lebih menguntungkan. Akan Dengan pengujian LC50 dan LT50,
tetapi penggunaan pestisida sintetik diharapkan dapat memberikan
secara terus-menerus dan berulang- informasi mengenai tingkat toksisitas
ulang dapat menimbulkan pencemaran serbuk daun rimau terhadap mortalitas
lingkungan, kematian berbagai macam larva Spodoptera litura F.
jenis makhluk hidup dan resistensi dari
hama yang diberantas. BAHAN DAN METODE
Mengingat adanya dampak
negatif dari penggunaan pestisida yang Bahan yang digunakan dalam
berasal dari bahan kimia, maka penelitian ini adalah daun rimau
diperlukan pestisida alternatif yang (Toona sinensis Roem.), daun keladi,
efektif dalam mengendalikan serangga aquadest, dan larva instar III ulat
hama yang tidak menimbulkan dampak grayak (Spodoptera litura F.). Metode
negatif terhadap lingkungan dan uji biologi (bioassay) dengan medium
kesehatan manusia. Salah satu statis yang dilakukan dalam dua tahap,
alternatif dengan memanfaatkan bahan yaitu tahapan uji pendahuluan dan
alami sebagai pestisida nabati. tahapan uji toksisitas akut (Sprague,
Toona sinensis Roem., yang 1969). Uji pendahuluan mendapatkan
dikenal dengan nama tanaman rimau kisaran konsentrasi yang akan
atau suren beureum merupakan salah digunakan untuk uji toksisitas akut.
satu tanaman yang dapat dimanfaatkan Sedangkan uji toksisitas akut bertujuan
sebagai pestisida nabati. Secara untuk mengetahui konsentrasi dan
empiris, masyarakat di Indonesia telah waktu yang menyebabkan kematian 50
menggunakan kulit, serbuk akar, dan % ulat grayak dalam waktu 24, 48 dan
daunnya sebagai obat tradisional 96 jam. Uji pendahuluan dimaksudkan
(Prijono, 1999 dalam Rahmawan, untuk mendapatkan kisaran konsentrasi
2011). Ekstrak daun dan kulitnya dapat atau Critical concentration range yaitu
dimanfaatkan untuk pembasmi hama konsentrasi terendah dan konsentrasi
penggerek batang yang disebabkan tertinggi yang akan digunakan dalam
oleh larva boktor (Xyctrocera festiva. uji toksisitas akut (APHA, 1982).
Pascoe) (Hidayat dan Kuviani, 2005 Parameter yang diamati adalah
dalam Hidayat, 2010). Selain itu, kematian ulat grayak dalam waktu
menurut penelitian Siregar (2009), dari yang ditentukan. Pengamatan terhadap
pengujian ekstrak etanol dan air kematian ulat grayak dilakukan tiap 10
rebusan Toona sinensis Roem., dapat menit pada 6 jam pertama, tiap 30
menghambat pertumbuhan bakteri menit selama 6 jam kedua, tiap 1 jam
Escherichia coli dan Shigella pada 12 jam kemudian, dan tiap 6 jam

ISSN 1829 586x 2


Pengaruh Serbuk Daun Rimau,....Syamsul R., dan Dewi H.S,.....Sainmatika,.....Volume 11,...No.1,...Juni 2014,...1-7

selama 72 jam. Data dianalisis dengan kematian 100% hewan uji dan
metode Spearman-Karber konsentrasi ambang bawah (n) = 10%
(Weber,1991). yang tidak menyebabkan kematian
terhadap hewan uji.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan rumus deret
logaritma diperoleh konsentrasi yang
Berdasarkan hasil uji digunakan dalam uji toksisitas akut
pendahuluan yang dilakukan selama 24 yaitu 0% (kontrol), 12%, 14%, 17 %,
jam dengan berbagai konsentrasi 20%, 24%, 28%, 34%, 40%, dan 47%.
serbuk daun rimau (Toona sinensis Hasil uji toksisitas akut berbagai
Roem.) terhadap larva instar III tingkat konsentrasi serbuk daun rimau
Spodoptera litura F. yaitu 0% terhadap larva Spodoptera litura F.
(kontrol), 10%, 20%, 30 %, 40%, 50%, menghasilkan nilai LC50 selama 24
60%, 70%, 80%, dan 90% didapatkan jam, 48 jam, dan 96 jam yang dapat
nilai rentang konsentrasi atau critical dilihat pada Tabel 1.
range yaitu konsentrasi ambang atas
(N) = 50% yang menyebabkan

Tabel 1. Nilai konsentrasi LC50 serbuk daun rimau terhadap larva Spodoptera litura F.
yang telah didedah selama 24 jam, 48 jam dan 96 jam.

Waktu Perlakuan Interval Kepercayaan 95 %


LC50 (%)
(jam) Batas bawah (%) Batas atas (%)
24 27,931 25,061 31,046
48 19,828 14,849 26,472
96 14,351 8,654 23,796

untuk LC50 waktu perlakuan 24 jam, 48


jam dan 96 jam dapat dilihat pada
Gambar 1, Gambar 2, dan Gambar 3.

Gambar 1. Nilai LC50 selama 24 jam,


dengan persamaan regresi
sebagai berikut : y = -
9.354 + 10.04x
Gambar 2. Nilai LC50 selama 48 jam,
Dengan nilai LC 50-96 jam
dengan persamaan regresi
sebesar 14,35 % serbuk daun rimau
sebagai berikut : y=-
digolongkan kurang bersifat toksik
5.492 + 7.970x
(USEPA, 2002). Persamaan regresi
yang diperoleh berdasarkan nilai probit

ISSN 1829 586x 3


Pengaruh Serbuk Daun Rimau,....Syamsul R., dan Dewi H.S,.....Sainmatika,.....Volume 11,...No.1,...Juni 2014,...1-7

termasuk senyawa aktif dari tumbuhan


pada dasarnya bersifat racun,
tergantung pada penggunaan, takaran,
pembuatan, dan cara pemakaian.
Berdasarkan beberapa hasil
penelitian Toona sinensis Roem.,
bersifat toksik dengan menggunakan
perlakuan yang berbeda seperti
menggunakan pelarut organik.
Diantaranya, penelitian mengenai
pengujian aktivitas ekstrak etanol dan
air rebusan Toona sinensis Roem.,
dapat bersifat antibakteri. Dengan
Gambar 3. Nilai LC50 selama 96 jam, konsentrasi terkecil yaitu 6 mg/ml
dengan persamaan regresi untuk ekstrak etanol dan 8 mg/ml
sebagai berikut: y=- untuk air rebusan Toona sinensis
4.509 + 7.691x Roem., menghambat pertumbuhan
bakteri Escherichia coli dan Bacillus
Dari hasil pengujian LC50 untuk subtilis (Siregar, 2009). Hasil
waktu perlakuan 24 jam, 48 jam dan 96 penelitian Rahmawan (2011), ekstrak
jam diketahui bahwa semakin tinggi etanol Toona sinensis Roem,, terhadap
konsentrasi serbuk daun rimau yang larva udang Artemia salina Leach.,
diberikan maka semakin besar jumlah dengan metode ekstraksi maserasi.
kematian larva Spodoptera litura F. Hasil penelitian menunjukkan adanya
Hal ini menunjukkan bahwa serbuk korelasi positif antara konsentrasi
daun rimau bersifat tidak toksik pada ekstrak etanol daun Toona sinensis
konsentrasi yang rendah dan Roem., maupun kayu terasnya terhadap
toksiksitasnya akan berperan jika jumlah kematian larva udang tersebut.
konsentrasi ditingkatkan. Seperti yang Lama waktu yang diperlukan
diungkapkan oleh Kurz dan Constabel serbuk daun rimau dapat menyebabkan
(1998) dalam Darwiati (2009), bahwa kematian 50% larva Spodoptera litura
senyawa bioaktif hampir selalu toksik F. (LT50) dapat dilihat pada Tabel 2.
pada dosis tinggi. Setiap zat kimia

Tabel 2. Waktu kematian tengahan (LT50) larva Spodoptera litura F. yang diberikan
serbuk daun rimau.

Konsentrasi Interval kepercayaan 95%


LT50
serbuk daun
(menit) Batas bawah (menit) Batas atas (menit)
rimau (%)
34 974,961 868,560 1094,460
40 850,722 771,081 938,426
47 729,919 704,531 756,136

Tabel 2 menjelaskan adanya Connel dan Miller (2006), aktivitas


hubungan antara konsentrasi zat toksik racun dalam menyebabkan kematian
dengan waktu pendedahan. Menurut hewan uji tergantung pada waktu

ISSN 1829 586x 4


Pengaruh Serbuk Daun Rimau,....Syamsul R., dan Dewi H.S,.....Sainmatika,.....Volume 11,...No.1,...Juni 2014,...1-7

pendedahan racun terhadap hewan uji.


Hal ini menunjukkan bahwa semakin
tinggi konsentrasi serbuk dau rimau
yang diberikan semakin cepat waktu
yang diperlukan untuk membunuh
larva Spodoptera litura F.
Berdasarkan nilai LT50 untuk
konsentrasi 34%, 40%, dan 47% dari
nilai probit diperoleh persamaan
regresi yang dapat dilihat pada Gambar
4, Gambar 5, dan Gambar 6 dibawah
ini.
Gambar 6. Nilai LT50 konsentrasi 47%
dengan persamaan regresi
sebagai berikut: y = -
8.963 + 4.890x

Pada Gambar 4, 5, dan 6 dapat


dilihat perbandingan waktu kematian
tengahan yang diperoleh untuk setiap
konsentrasi. Untuk konsentrasi 47%,
50% larva Spodoptera litura F.
mengalami kematian lebih cepat
dibandingkan konsentrasi 40%.
Gambar 4. Nilai LT50 konsentrasi 34% Sedangkan konsentrasi 40%,
dengan persamaan regresi memerlukan waktu lebih cepat untuk
sebagai berikut: y = - membunuh 50% larva Spodoptera
3.523 + 2.847x litura F. dibandingkan konsentrasi
34%. Hal ini menunjukkan bahwa
semakin tinggi konsentrasi serbuk daun
rimau, maka nilai LT50 yang diperoleh
semakin rendah atau semakin cepat
waktu yang diperlukan untuk
membunuh larva Spodoptera litura F.
dan sebaliknya semakin rendah
konsentrasi, maka waktu yang
diperlukan untuk membunuh larva
Spodoptera litura F. semakin lama.
Berdasarkan nilai LC50 dan
LT50 yang diperoleh dari uji toksisitas
akut, efek keracunan rimau pada larva
Spodoptera litura F. dapat dikatakan
Gambar 5. Nilai LT50 konsentrasi 40% bersifat kurang toksik karena zat aktif
dengan persamaan regresi yang terkandung didalam serbuk daun
sebagai berikut: y = - rimau tidak sepenuhnya tertarik oleh
8,213 + 4,538x aquadest. Hal itulah yang
menyebabkan serbuk daun rimau

ISSN 1829 586x 5


Pengaruh Serbuk Daun Rimau,....Syamsul R., dan Dewi H.S,.....Sainmatika,.....Volume 11,...No.1,...Juni 2014,...1-7

bersifat kurang toksik. Hal tersebut, Seperti yang diungkapkan oleh


didukung oleh penelitian Darwiati Sastrodiharjo (1979), dalam, Sa’diyah,
(2009), yang menguji Toona sinensis dkk., (2013), daya kerja racun perut
Roem. terhadap larva Eurema spp. akan masuk ke organ pencernaan larva
Untuk LC50 terhadap mortalitas hari dan diserap oleh dinding usus
ke-3 sebesar 3,50% (1,64 – 5,94%) kemudian beredar bersama darah
pada selang kepercayaan 95%. Dengan melalui sistem haemolimfa.
melihat nilai LC50 yang didapatkan Haemolimfa yang telah tercampur
pada penelitian Darwiati, (2009) dapat dengan senyawa bioaktif akan
dikatakan bahwa Toona sinensis Roem mengalir ke seluruh tubuh dengan
bersifat kurang toksik terhadap larva membawa zat makanan dan senyawa
Eurema spp. Selain itu, penelitian lain bioaktif yang terdapat dalam
yang mendukung pendapat ini adalah insektisida. Senyawa bioaktif yang
penelitian Hatim (2012), yaitu masuk melalui sistem pencernaan akan
pemberian ekstrak etanol Toona mengganggu proses fisiologis larva,
sinensis Roem., dosis 500 mg/Kg BB diantaranya mengganggu sistem kerja
dan dosis 750 mg/Kg BB tidak enzim dan hormon.
memiliki aktivitas antikanker pada
tikus yang diinduksi 7,12- KESIMPULAN
Dimetilbenz(α)antrasena.
Berdasarkan penelitian yang Berdasarkan nilai LC50 dan
telah dilakukan, senyawa yang LT50 yang diperoleh dari uji toksisitas
terkandung dalam rimau mempunyai akut, serbuk daun rimau bersifat
daya kerja sebagai racun perut yaitu kurang bersifat toksis terhadap larva
berupa senyawa fenol. Senyawa fenol ulat grayak (Spodoftera litura L.)
mengandung senyawa metabolit setelah dilakukan pengujian selama 96
sekunder yang memilki fungsi sebagai jam.
penolak makan pada serangga lain
namun bisa juga berperan sebagai DAFTAR PUSTAKA
penstimulis makan pada Spodoptera
litura F. Hal inilah yang menyebabkan APHA, AWWW, NWPCP. 1987.
meningkatnya nafsu makan larva Standard Method For The
Spodoptera litura F. sehingga senyawa Examination of Waterand
yang terkandung dalam daun rimau Wastewater. American Publication
Healtho Association Five Feteenth
terakumulasi ke dalam tubuhnya,
Edicions. Washington DC.
kemudian menyebabkan larva uji tidak
merespon sentuhan, aktivitas tubuhnya Connell, D. W., dan Miller, G.J. 2006.
melemah, dan pada akhirnya Kimia dan Ekotoksikologi
menyebabkan kematian larva uji Pencemaran. Diterjemahkan
dengan ciri-ciri tubuh menghitam, dan oleh Yanti Koestroer.
mengecil dari ukuran semula. Pestisida Universitas Indonesia-press.
dapat masuk ke dalam tubuh serangga Jakarta. Online.
melalui berbagai cara salah satunya (http://id.wikipedia.org/wiki/k
sebagai racun perut yaitu racun yang unir). Diakses tanggal 23
masuk ke dalam tubuh serangga April 2013.
melalui alat pencernaan serangga.

ISSN 1829 586x 6


Pengaruh Serbuk Daun Rimau,....Syamsul R., dan Dewi H.S,.....Sainmatika,.....Volume 11,...No.1,...Juni 2014,...1-7

Darwiati, W. 2009. Uji Efikasi Ekstrak Kehutanan IPB. (Tidak


Tanaman Suren (Toona dipublikasikan)
sinensis Merr) sebagai
Insektisida Nabati Dalam Sa’diyah, Purwani, dan Wijayanti.
Pengendalian Hama Daun 2013. Pengaruh Ekstrak Daun
(Eurema spp. dan Spodoptera Bintaro (Cerbera odollam)
litura F.). Tesis. Pascasarjana terhadap Perkembangan Ulat
Institut Pertanian Bogor: Grayak (Spodoptera litura F.).
Bogor (Tidak dipublikasikan). Online. (http://repository.
usu.ac.id/bitstream/12345678
Hatim, B. N. 2012. Aktivitas 9.pdf). Jurnal Sains dan Seni
Antikanker Ekstrak Etanol Pomits. Vol. 2. No.2. Hal.
Daun Surian (Toona sinensis 2337-3520. Diakses pada 02
Roem. pada Tikus Betina Juni 2012.
Sprague Dawley yang
Diinduksi 7,12- Siregar, R.F. 2009. Uji Aktivitas
Dimetilbenz(α)antrasena. Antibakteri Dari Ekstrak
Skripsi. Departemen Biokimia Etanol dan Air Rebusan Kulit
Fakultas Matematika dan Ilmu Batang Ingul (Toona sinensis
Pengetahuan Alam: Institut Roem) Terhadap Beberapa
Pertanian Bogor. (Tidak Bakteri. Skripsi. Fakultas
dipublikasikan). Farmasi Univ. Sumatera
Selatan. (Tidak
Hidayat, Y. 2010. Perkembangan dipublikasikan)
Bunga dan Buah pada
Tegakan Benih Surian (Toona Sprague, J.B. 1969. Measurement of
sinensis Roem). Online. Pollutant Toxicity to Fish. I.
(www.researchgate.net/.../234 Bioassay Methods for Acute
140524,pdf). Jurnal Toxicity. Water Research.
Agrikultura. Vol. 21. No. 1. 3:793-821.
Hal 13-20
Weber, C.I. 1991. Methods For
Rahmawan, A. J. 2011. Bioaktivitas Measuring The Acute Toxicity
Ekstrak Etanol Suren Of Effluents And Receiving
Beureum (Toona sinensis Waters To Freshwater And
Roem) Terhadap Larva Marine Organisms (Fourth
Udang Artemia salina Leach. Edition). U. S. Enviromental
Online. Skripsi. Departemen Protection Agency.
Hasil Hutan Fakultas Cincinnati. OH.O.

ISSN 1829 586x 7