Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 3 – STUDI KELAYAKAN BISNIS

Nama : Asep Nurrafiq Usmanar


NIM : 030846903

1. Coba anda jelaskan segi yuridis tentang pelaksanaan proyek


a. Kewarganegaraan
Sponsor proyek adalah WNI dan WNA, jika WNI pribumi atau nonpribumi, misalnya keturunan
tionghoa atau keturunan lainnya. Hal tersebut perlu diketahui dalam hubungannya dengan
peraturan pribumisasi dalam pendirian suatu bisnis.
b. Informsasi bank
Hal yang perlu diketahui adalah apakah mereka (pelaksana proyek) juga debitur bank lain atau
dengan kata lain, apakah mereka telah mendapatkan pinjaman (kredit atau sejenisnya) dari
bank lain
c. Ketertiban dalam gugatan/tuntutan
Perlu diteliti keterlibatan pelaksana proyek dalam suatu tindakan yang dapat menimbulkan
gugatan atau tuntutan.
d. Hubungan kekeluragaan
Jika terdapat hubungan suami istri sebagai individu-individu yang terlibat dalam proyek, perlu
diteliti bagaimana mereka menikah, apakah dengan harta campuran (bersama) atau terpisah.
Jika hubungan individu-individu yang terlibat dalam proyek terdapat hubungan orangtua dan
anak maka perlu diketahui masalah perwalian dan pembagian atau penolakan warisan.
e. Debitor ketiga atau bukan.
Jika mungkin perlu diketahui apakah cara pelaksana proyek juga merupakan deitur dari pihak
ke-tiga.

2. Coba anda jelaskan, dan perbedaan bentuk-bentuk perusahaan serta hubungannya dengan studi
kelayakan proyek perusahaan.
a. Perseroan Komanditer (CV) : suatu bentuk usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua
orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-
beda di antara anggotanya.
b. Perseroan Terbatas(PT) : organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh
minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa
melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya.
c. Firma : suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang ata lebih dengan nama
bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
d. Perusahaan Negara (PN) : perusahaan Negara yang modalnya sebagian atau seluruhnya
merupakan kekayaan Negara yang dipisahkan maupun dari APBN
e. Koperasi: organisasi bisnis yg dimiliki dan dioperasikan oleh orang-orang demi kepentingan
bersama

3. Coba anda sebutkan dan jelaskan 10 kemungkinan penyebab kegagalan manajemen dalam
penyusunan studi kelayakan proyek.
1. Kegagalan memahami fungsi puncak pimpinan
Hal ini sering terjadi jika puncak pimpinan berkedudukan di lokasi yang berjauhan dari
bawahan. Manajer lokal mendapat perintah dan kebijaksanaan dari puncak pimpinan pusat
dan bertanggung jawab terbatas pada perintah yang diberikan pimpinan pusat padanya.
Manajer lokal kurang mendapat informasi lebih jauh mengenai kebijaksanaan pimpinan pusat
sehingga manajer lokal kurang memperhitungkan alasan-alasan yang mendasari kebijaksanaan
yang dicanangkan oleh pimpinan pusat yang biasanya merupakan tujuan jangka panjang
perusahaan, dan hanya memusatkan pikirannya pada masalah rutin di sekitarnya.

2. Kegagalan memberikan wewenang dan tanggung jawab yang memadai


Seorang manajer tidak akan dapat bekerja secara efektif tanpa tugas, tanggung jawab, dan
wewenang dari atasannya (dallam hal ini adalah pemilik perusahaan atau pemegang saham).
Larangan dan sanksi yang terlalu banyak akan membuat bawahan merasa tidak bebas berkreasi
sehingga akan membuat mereka tidak bisa bekerja secara efektif.

3. Kegagalan mendapatkan tenaga manajemen yang memadai


Suatu proyek yang secara ekonomis nampaknya mempunyai prospek yang baik bisa gagal
apabila tidak memiliki tenaga manajer dalam jumlah yang memadai. Kurangnya tenaga
manajer akan menyebabkan meningkatnya biaya produksi, menurunkan output, menimbulkan
kesulitan mekanis. Apabila hal ini dibiarkan, proyek akan mengalami kegagalan.

4. Kekurangan tenaga manajemen yang berpengalaman


Serupa dengan kasus kegagalan memperoleh tenaga manajemen dalam jumlah yang cukup,
kualitas tenaga manajemen penting bagi keberhasilan suatu proyek. Kerap kali terjadi manajer-
manajer yang menduduki posisi kunci sebagai manajer pemasaran, produksi, personalia, dan
keuangan tidak pernah mengikuti latihan dasar, tidak memiliki pengalaman, dan tidak memiliki
kemampuan untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Seorang yang dipilih menjadi
manajer umum harus memiliki pengalaman yang cukup dalam industri bersangkutan, pernah
mengikuti latihan-latihan kemampuan dasar atau kursus yang berkaitan dengan pekerjaannya,
dan memiliki bakan pemimpin, bakat bisnis, dan pengalaman mengelola.

5. Kekurangan pemimpin yang berbakat


Seorang manajer memiliki kemampuan teknis sempurna tetap tidak akan berhasil memimpin
tanpa ada bakat memimpin. Nilai seorang manajer yang baik adalah bergantung pada bakat
memimpin yang ada pada dirinya, yaitu kemampuan memimpin, mengorganisir, mengerahkan,
dan merangsang inspirasi orang lain.

6. Tidak ada pendelegasian


Seorang manajer sering tidak diberi kepercayaan untuk mengelola. Sebaliknya manajer tidak
memiliki kewenangan sering pula enjadi pemilik memberikan tugas kepada manajer yang tidak
mampu.

7. Kurangnya kesadaran tentang profit dan biaya


Cara mengukur efisiensi operasi perusahaan adalah dengan profitabilitas, yaitu tingkat
keuntungan yang dihasilkan. Tingkat keuntungan yang dihasilkan bisa pula dipakai untuk
menilai kemampuan manajemen dalam mengelola perusahaan
8. Kurangnya kesadaran menggunakan alat akuntansi sebagai alat manajemen
Perusahaan-perusahaan di negara berkembang pada umumnya sering tidak memiliki laporan
harian, bulanan, atau tahunan sesuai dengan prosedur akuntansi yang berlaku. Tidak adanya
laporan-laporan tersebut akan menyulitkan para manajer untuk mengetahui dan menunjukkan
prestasinya

9. Kurangnya kesadaran pengelolaan sumber daya manusia


Pengelolaan sumber daya manusia dengan kurang baik akan membuat perusahaan mengalami
kesulitan, misalnya tenaga kerja tidak puas dengan fasilitas yang diberikan sehingga
mempengaruhi hasil kerjanya. Karena itu, sebuah perusahaan memerlukan pengelola yang
baik mulai dari perencanaan jumlah dan kualitas, pencarian, seleksi, pemilihan, pemeliharaan,
dan pengembangan.

10. Kurangnya kesadaran terhadap fungsi pemasaran


Kesadaran akan pentingnya kepuasan konsumen adalah sangat diperlukan hal ini sering
dilupakan karena perusahaan terlalu berorientasi pada profit. Jika keadaan ini terus
berlangsung, produk perusahaan tidak akan dapat bersaing dengan produk sejenis dari
perusahaan pesaing karena kebutuhan konsumen tidak lagi berhasil dipenuhi sesuai dengan
tingkat kepuasan yang mereka harapkan.