Anda di halaman 1dari 2

Suatu hari yang cerah dimana embun-embun mulai meluncur dari papan dedaunan ,

dimana mataharipun mulai menampakkan kesetiaanya kepada bumi untuk menyinari. Tanggal
12 Agustus 20013 tepatnya , di mana Arfi harus masuk pada jam kerja pagi yaitu pukul 08.00
sampai pukul 15.00. Arfi adalah salah satu tenaga kesehatan di dalam sebuah rumah sakit Negri
di Indonesia , yaitu dengan menyandang profesi sebagai perawat jiwa.

(waktu menunjukkan pukul 08.35 , dengan langkah yang sedikit lari arfi memasuki
sebuah ruangan yang kerjanya untuk bersiap-siap . kemudian disapanya vina teman seprofesinya)

Arfi : ” haii vin??? Kamu juga kebagian kerja pagi ya ?”

Andre : iya ni , oh ya ngmong-ngmong kamu sudah sarapan belum…?? (Tanya vina ingin tau).

(tiba –tiba datanglah keluarga x yang belum di kenal dengan muka cemas dan kelihatan
kebingungan menuju ke arah ruangan yang ada di sebelah utara dari ruang persiapan, dengan di
gandeng nya seorang gadis remaja yang bertingkah tak beraturan ).

Arfi : e..e.. udah tadi ,

Eh .. vin itu ada pasien masuk aku samperin dulu ya? Barang kali ada yang mau di bantu
key.

Vina : ohh ya sana ,, kalau perlu bantuan hubungin aku ya fin .

Arfi : iya sip.

(dengan langkah ekstra cepatnya ,, arfi menghampiri keluarga pasien kemudian diajaknya
berbincang-bincang )

Arfi : selamat pagi bapak,,,,, adakah yang dapat saya bantu ?

Bapak x : ini bagaimana sus, anak saya kok dari kemaren tingkahnya aneh, setiap saya tanya
egak mau jawab dan sekarang dia memiliki hoby menjambak-jambak rambutnya sendiri
, kami sebagai orang tua binggung sus jadi saya bawa kesini aja buat konsultasi .

Arfi : ya sudah masuk kamar mawar aja dulu pak dan tenang kan anak bapak .

Bapak x: oh iya sus??


(kemudian bapak x membimbing anak nya untuk segera masuk ruangan . setelah pasien
masuk, arfi dengan baju dinasnya mulai mengeluarkan jurusnya sebagai perawat jiwa)…..

Dea sosok gadis remaja yang berusia 17 tahun, yang saat ini di perkirakan mengalami
depresi yang tinggi akhirnya terganggu kejiwaanya karna dia measa terbebani oleh sebuah ujian
akhir sekolah sekolah yang merupakan momok yang mmenakutkan menurutnya .. dia adalah
putri bapak habibi yang ke 2 dari 3 bersaudara,

Arfi : selamat pagi adek ????

Dea : pagi!!!

Arfi : adakah adek memiliki masalah yang harus di selesaikan , kalau ada kakak di critain dong
dekk ,,

Dea : ( dengan pelan dan kelembutannya kemudian menjawab) “enggak ada kok????”

Arfi : ( dengan keingintahuan nya)” ayo dong cerita dek , kakak janji deh nanti rahasia adek ini
tidak akan kakak kasih tau kesiapa-siapa deh , kan kita teman”.

Dea : (denagan nada wajah sedikit di lipat dia tetap tidak mengeluarkan suaranya )

Arfi : ayo dong dek katanya kita teman , , apa adek gak suka ya berteman sama kak.

(Dengan raut wajah yang sedikit menciut dia akhirnya meluapkan isi hatinya kepada
sus arfi)

Dea :