Anda di halaman 1dari 5

Ir.H. Hediyanto.W. Husaini, MSCE,.M.

Si
Ditunjuk Menjadi Dirjen Bina Marga

Jakarta (Bina Marga) – Untuk mendukung kemajuan dan peningkatan kinerja


di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(Kementerian PUPR), Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono melantik Ir.H.
Hediyanto.W. Husaini, MSCE,.M.Si sebagai Direktur Jenderal Bina Marga, pada
selasa (5/5) Hediyanto menggantikan Ir. Djoko Murjanto, M.Sc yang menjabat
dari tahun 2010-2015.
Dalam pengambilan sumpah, Menteri PUPR mengatakan bahwa Sumpah jabatan
yang diucapkan merupakan sebuah janji suci yang sakral, bukan hanya perayaan
seremonial saja. Maka dari itu dalam melakukan pekerjaan, seorang aparatur
negara harus menjunjun aspek ikhlas dan damai. Ikhlas dalam menjalani
pekerjaan sesuai Tupoksi, bahkan lebih. Kedua adalah kedamaian dalam bekerja
sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik.

1/5
Basuki juga berpesan, agar para pejabat yang dilantik dapat menghindari praktik
korupsi dan tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun untuk melakukan
atau tidak melakukan sesuatu karena adanya imbalan. “Tetaplah hidup
sederhana, tidak perlu berlebihan dan diharapkan kepada para pendamping agar
terus memberikan dukungan agar dapat menjalankan tugas dengan baik,”
katanya.
Selain posisi Dirjen Bina Marga , Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat Basuki Hadimuljono melantik dan mengambil sumpah jabatan 15
pimpinan madya lain,sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor : 42/M
Tahun 2015. Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (eselon I.a dan I.b) saat
ini merupakan awal pengisian pejabat-pejabat struktural dengan cara seleksi
terbuka.

Pejabat-pejabat tersebut yaitu:


1. Sdr. Ir. Taufik Widjoyono,M.Sc sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR
2. Sdr. Dr. Rildo Ananda Anwar, SH., MH sebagai Inspektur Jenderal Kementerian
PUPR
3. Sdr. Ir. Mudjiadi, M.Sc sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian
PUPR
4. Sdr.Ir.H. Hediyanto.W. Husaini, MSCE,.M.Si sebagai Direktur Jenderal Bina
Marga, Kementerian PUPR
5. Sdr. Dr. Ir. Andreas Suhono, M.Sc sebagai Direktur Jenderal Cipta Karya
Kementerian PUPR
6. Sdr. Ir. Yusid Toyib, M. Eng.Sc sebagai Direktur Jenderal Bina Konstruksi,
Kementerian PUPR
7. Sdr. Dr. Maurin Sitorus, SH sebagai Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan,
Kementerian PUPR
8. Sdr. Dr. Ir. H. Syarif Burhanuddin, M.Eng sebagai Direktur Jenderal Penyediaan
Perumahan, Kementerian PUPR
9. Sdr. Dr. Ir. Achmad Hermanto Dardak, M.Sc sebagai Kepala Badan
Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementerian PUPR
10. Sdr. Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M,sc sebagai Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan, Kementerian PUPR

2/5
11. Sdr. Prof.(R) Dr. Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati, MT sebagai Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian PUPR
12. Sdr. Ir. H. Khalawi Abdul Hamid, M.Sc, MM sebagai Staf Ahli Bidang Teknologi,
Industri dan Lingkungan, Kementerian PUPR
13. Sdr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc sebagai Staf Ahli Bidang
Keterpaduan Pembangunan, Kementerian PUPR
14. Sdr. Ir. Rido Matari Ichwan, MCP sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan
Investasi, Kementerian PUPR
15. Sdr. Dr. Ir. Lana Winayanti, MCP sebagai Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan
Peran Masyarakat, Kementerian PUPR
16. Sdr. Ir. Mirna Amin, MT sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga,
Kementerian PUPR
Selanjutnya akan dilakukan Pengisian Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon
II), Pejabat Administrator (eselon III), dan Pejabat Pengawas (eselon IV) akan
segera dilakukan dengan mempertimbangkan hasil penilaian kompetensi
(assessment test) dan penelusuran rekam jejak (track record)
Bersama dengan proses penetapan pejabat-pejabat struktural tersebut,
pengangkatan Kepala Satuan Kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
sebagian besar telah ditetapkan dan diharapkan segera menyelesaikan program
kerja dengan alokasi anggaran sebesar Rp 118,54 Triliyun dalam waktu yang
tersisa kurang dari 8 (delapan) bulan untuk tahun 2015 ini.
“Sasaran tahun 2015 utamanya adalah pelayanan arus mudik, penyelesaian
waduk dan rehabilitasi irigasi, pemenuhan kebutuhan dasar air minum dan
dimulainya program pembangunan satu juta rumah,” tegasnya.
Tugas yang dicanangkan dalam program-program startegis tersebut memerlukan
dukungan semua komponen baik Para Pejabat Pimpinan Tinggi (eselon I dan II)
maupun Pejabat Administrasi (Eselon III, IV, dan Pelaksana) mengingat kita sudah
kehilangan waktu kurang lebih 4 bulan pada tahun anggaran 2015 ini.
Harapan ke depan terkait tugas baru yang diberikan serta tuntutan dalam
mendukung pelaksanaan program-program prioritas yang ada dan ucapan
selamat menjalankan tugas bagi Pejabat-pejabat yang dilantik
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Pimpinan Komisi V DPR RI Michael
Wattimena, petinggi Partai Golkar Akbar Tanjung, dan mantan Kepala Badan
Intelejen Negara Hendro Priyono, serta tamu undangan pejabat Eselon II di
lingkungan Kementerian PUPR.(ian)

Menteri Basuki : Over Dimension Over Loading


(ODOL) Menjadi Tantangan Keberlanjutan
Infrastruktur Jalan

3/5
Jakarta - Penyediaan infrastruktur jalan dan jembatan oleh Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya fokus pada
pembangunan saja. Aspek pemeliharaan juga penting, bahkan dibutuhkan biaya
lebih besar agar kondisi jalan dan jembatan selalu dalam kondisi mantap.
Tahun 2018, Kementerian PUPR mengalokasikan 57% dari Rp 41,6 triliun
anggaran di Direktorat Jenderal Bina Marga untuk pemeliharaan jalan dan
jembatan. Upaya lainnya adalah berkoordinasi dengan Kementerian
Perhubungan dalam pengendalian beban kendaraan melalui jembatan timbang.

“Tanpa pengendalian ODOL (Over Dimension Over Loading), kita akan kesulitan
menjaga keberlanjutan jalan. Untuk itu kita siap duduk bersama dengan
Kementerian Perhubungan apakah tugas pemeliharaan jalan juga mencakup
jembatan timbang,” kata Menteri Basuki dalam sambutannya membuka acara
Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14 bertema “Jalan, Mobilitas,
Keberlanjutan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengembangan Jalan
Indonesia (HPJI) di Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Pengendalian ODOL juga dibutuhkan karena mulai tahun 2019, Kementerian
PUPR untuk pertama kalinya akan menggunakan metode availability payment
(AP) dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional. Anggarannya
sebesar Rp 5,1 triliun yang dilakukan di tiga provinsi yakni Provinsi Riau,
Sumatera Selatan dan Papua.
Melalui metode ini, pembangunan dan pemeliharaan jalan didanai terlebih
dahulu oleh pihak swasta, kemudian Pemerintah akan membayar tingkat layanan
jalan yang diberikan per tahunnya.
“Ini merupakan salah satu bentuk inovasi menjaga keberlanjutan jalan dari sisi
pembiayaan. Saya juga menantang anggota HPJI untuk memunculkan satu
inovasi teknologi melalui konferensi ini yang bisa diterapkan dalam
pembangunan jalan dan jembatan di Indonesia. Saya akan memberikan reward,”
jelas Menteri Basuki.

4/5
Menteri Basuki menyebut pembangunan Jembatan Holtekamp di Provinsi Papua
menjadi contoh penerapan inovasi teknologi mulai dari pembuatan sampai
pengangkutannya. Jembatan ini adalah jembatan pelengkung baja pertama yang
dibuat utuh di tempat lain dan dikirim ke lokasi proyek menggunakan kapal
sejauh 3.200 km. Hasilnya penyelesaian jembatan lebih cepat 6 bulan dari
rencana awal.
HPJI juga didorong untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam
pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan. BUMN PT. Waskita Karya dan PT.
Adhi Karya saat ini sudah memiliki Direktur QSHE (Quality, Health, Safety, and
Environment) sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Menteri PUPR.
Sementara itu Ketua Umum HPJI Hediyanto W. Husaini mengatakan selain aspek
inovasi pembiayaan dan teknologi, keberlanjutan jalan juga harus
memperhatikan aspek perencanaan dan ketersediaan sumber daya manusia
yang berkualitas. Pembangunan infrastruktur jalan harus dapat menjamin
kontinuitas keseluruhan aspek tersebut.
“Dalam pembangunan jalan dan jembatan terutama di perkotaan perlu
diperhatikan teknologi yang tepat sehingga tidak hanya mempertimbangkan
biaya pembangunannya saja namun juga biaya yang ditanggung oleh pemakai
jalan seperti kemacetan,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Dirjen Bina Marga Arie Setiadi
Moerwanto dan Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, para tokoh dibidang jalan
dan jembatan, anggota HPJI dari berbagai daerah dan para Pejabat Tinggi
Pratama di Lingkungan Kementerian PUPR. (*)
Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR

5/5