Anda di halaman 1dari 13

PROGRAM ICRA RENOVASI

RUMAH SAKIT UMUM DELIMA


Jl. KL. Yos Sudarso KM 13,6 NO. 19A Medan–Martubung 20251
Telpn. (061) 6855195 Fax. (061) 6940599
E-mail : rsu.delima@yahoo.com
PROGRAM ICRA RENOVASI
DI RSU. DELIMA
TAHUN 2018

I. PENDAHULUAN

Kejadian infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat atau timbul pada waktu pasien
dirawat di rumah sakit. Bagi pasien di rumah sakit merupakan persoalan serius yang dapat
menjadi penyebab langsung atau tidak dapat langsung kematian pasien. Beberapa kejadian
infeksi nosokomial mungkin tidak menyebabkan kematian pasien akan tetapi ia menjadi
penyebab penting pasien dirawat lebih lama di rumah sakit. Ini berarti pasien membayar
lebih mahal dan dalam kondisi tidak produktif, disamping pihak rumah sakit juga akan
mengeluarkan biaya lebih besar.

Gambaran infeksi nosokomial di Indonesia hingga saat ini belum begitu jelas mengingat
penanganan secara nasional baru dimulai. Walaupun belum ada angka yang pasti secara
nasional ternyata beberapa rumah sakit telah melaksanakan pengendalian infeksi
nosokomial sejak beberapa tahun yang lalu.

Sehubungan dengan besarnya masalah akibat infeksi nosokomial ditetapkan sasaran bahwa
untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan akan ditingkatkan pengendalian infeksi
nosokomial dan kesehatan lingkungan serta akan dilaksanakan kegiatan pengendalian dan
peningkatan mutu.

II. LATAR BELAKANG


Bahwa bilamana ruangan – ruangan yang ada di RSU. Delima Medan akan di renovasi
guna memenuhi standar kenyamanan dan untuk memenuhi standar pelayanan kegiatan –
kegiatan yang berlaku.Atas hal tersebut maka Management RSU. Delima Medan membuat
program renovasi bangunan agar Tim ICRA RSU. Delima Medan dapat memprioritaskan
bangunan yang akan di renovasi sesuai dengan Matriks ICRA.

Semua kegiatan konstruksi dan renovasi bangunan harus diatur dengan baik sehingga
paparan debu, uap dan bahaya – bahaya yang menyertainya dapat dibatasi sehingga
meminimalisir paparannya terhadap pasien, pengunjung, pekerja dan lingkungan sekitar
rumah sakit.

III. TUJUAN

Tujuan Umum
Kegiatan konstruksi dan renovasi bangunan harus di atur dengan baik sehingga paparan
terhadap debu, uap dan bahaya-bahaya yang menyertainya dapat dibatasi.

Tujuan Khusus
 Untuk mengurangi risiko terjadinya HAIs pada pasien akibat tersebarnya jamur atau
bakteri di udara melalui debu atau aerosol air selama proses konstruksi / renovasi /
maintanance bangunan.
 Pengendalian penyebaran debu dan komponen-komponen bangunan selama renovasi
di fasilitas pelayanan RS

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan Pokok :
Prioritas pelaksanaan renovasi dan konstruksi bangunan dilaksanakan atas seijin dari Tim
ICRA RSU. Delima Medan

Rincian Kegiatan :
 Management RS menginformasikan kepada Tim PPI tentang rencana pembangunan/
renovasi gedung RS
 Tim PPI menganalisa dampak pembangunan terhadap lingkungan RS dengan
menggunakan langkah-langkah ICRA terlampir.
 Telaah ICRA menghasilkan rekomendasi dari Panitia PPI kepada Tim konstruksi/
renovasi bangunan
 Bila tim konstruksi / bangunan menyetujui rekomendasi Panitia PPI, dan tim
konstruksi dan renovasi menandatangani format kesepakatan pengendalian Infeksi
Dampak Konstruksi dan Renovasi Bangunan (form terlampir di panduan ICRA)
 Pembangunan dapat dilanjutkan bila tim kotruksi dan renovasi bangunan telah
melaksanakan rekomendasi Panitia PPI
 Panitia PPI bersama manajemen RS mengawasi jalannya pekerjaan konstruksi/
renovasi bangunan
 Bila dalam pekerjaanya Tim Kontruksi/ Renovasi bangunan tidak menjalankan
rekomendasi yang dianjurkan Tim PPI maka pihak manajemen dapat meninjau
kembali izin pelaksanaan konstruksi/ renovasi bangunan tersebut

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


- Tahap persiapan : menyiapkan peralatan renovasi dan konstruksi bangunan sesuai
dengan ketentuan dari Tim ICRA.
- Tahap pelaksanaan : melaksanakan renovasi dan konstruksi bangunan
- Tahap pengawasan : mengawasi pelaksanaan renovasi dan konstruksi bangunan
bilamana tidak sesuai dengan Tim ICRA maka meninjau ijin renovasinya.
- Tahap pelaporan : menyiapkan laporan bila bangunan telah selesai direnovasi
VI. SASARAN
Pasien, pekerja dan orang yang beraktivitas di RSU. Delima Medan

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


BULAN
No KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Mencatat dan membuat laporan INSIDENTIL
ICRA renovasi
2 Melakukan evaluasi program √

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi dilakukan setiap pelaksanaan renovasi oleh Tim PPI rumah sakit.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI PROGRAM


Hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasi program dibuat setiap akhir tahun kemudian Tim
PPI akan melaporkan kepada Direktur untuk ditindaklanjuti.

Medan, 08 Januari 2018


Ka. Tim PPI RSU. Delima

dr. Elisa Anggraeni Siahaan


LAPORAN PROGRAM ICRA RENOVASI

RUMAH SAKIT UMUM DELIMA

Jl. KL. Yos Sudarso KM 13,6 NO. 19A Medan–Martubung 20251


Telpn. (061) 6855195 Fax. (061) 6940599
E-mail : rsu.delima@yahoo.com
LAPORAN ICRA RENOVASI
RSU DELIMA MEDAN

I. PROSES EVALUASI
Untuk menghindari kejadian yang aktual maupun yang potensial beresiko ataupun
kegagalan dan suatu yang rentan dengan memprioritaskan area yang akan diperbaiki
berdasarkan dampak yang akan ditimbulkan dari maka Management RSU. Delima Medan
membuat program renovasi bangunan agar Tim ICRA RSU. Delima Medan dapat
memprioritaskan bangunan yang akan di renovasi sesuai dengan Matriks ICRA.

II. Laporan ICRA

LAPORAN
Identifikasi Risiko Infeksi - ICRA
(Infection Control Risk Assessment)
Di Area Rumah Sakit, Bulan Januari 2018
A. Pendahuluan
Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi tahun 2012 untuk pencegahan infeksi di Rumah
Sakit perlu dilakukan kajian risiko untuk menentukan Prioritas Program dan Pencegahan
Infeksi Rumah Sakit. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSU Delima
Medanturut berperan dalam memberikan masukan berkaitan dalam pencegahan dan
pengendalian infeksi mulai dari tahap perencanaan, proses sampai dengan finising
bangunan dengan melampirkan kajian Identifikasi Risiko Infeksi / ICRA (Infection Control
Risk Assessment ) yang dikeluarkan oleh PPIRS pada setiap akan melaksanakan
konstruksi/renovasi bangunan.

B. Tujuan
1. Mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan diantara
pasien, staf, tenaga profesional kesehatan, tenaga kontrak, tenaga sukarela dan
pengunjung
2. Mengidentifikasi jenis aktivitas dengan mempertimbangkan pasien, petugas kesehatan
dan risiko terhadap pengunjung

C. Perencanaan
1. Tanggal : 15 April 2018
2. Lokasi : Area Rumah Sakit
3. Kegiatan : Renovasi Instalasi Laundry

D. Analisis ICRA
Aktivitas Konstruksi bangunan berdasarkan :
1. Tipe : TIPE C
2. Kelompok Resiko : Resiko TINGGI
3. Level ICRA : Level III / IV
Kelompok Pasien Resiko TIPE A TIPE B TIPE C TIPE D
Kelp. Risiko Rendah I II II III/ IV

Kelp Risiko Medium I II III IV

Kelp Risiko Tinggi I II III/ IV IV

Kelp Risiko Tertinggi II III/ IV III/ IV IV

Tipe proyek Renovasi bangunan di Area Lantai 4 Rumah Sakit termasuk dalam : Level III
/ IV dimana terdapat hal– hal yang harus diperhatikan dan dilakukan sebagai berikut :
1. Sebelum Melakukan Renovasi :
a. Lakukan pekerjaan dengan metode yang dapat meminimalisir debu dari aktivitas
konstruksi.

b. Petugas Renovasi menggunakan APD masker untuk meminimalisir paparan debu.


c. Melakukan metode yang aktif untuk mencegah debu beterbangan dari tempatnya
ke udara.
2. Selama Renovasi :
a. Setiap petugas yang memasuki area kerja harus memakai pelindung alas
kaki/sepatu. Pelindung sepatu harus diganti setiap petugas keluar dari area kerja.
b. Jangan melepaskan penghalang dari area kerja sampai proyek yang selesai telah
diinspeksi oleh K3RS dan PPIRS.
c. Semprotan air ke permukaan kerja untuk mengontrol debu pada saat membobok.
d. Tutup pintu yang tidak dipakai dengan selotip.
e. Memblok dan menutup ventilasi udara.
f. Letakkan keset di pintu masuk dan pintu keluar dari area konstruksi.
g. Lepaskan atau lakukan isolasi system HVAC di area kerja.
h. Jaga tekanan negative udara dalam area kerja menggunakan HEPA yang
dilengkapi dengan unit filtrasi udara.
i. Pengiriman atau kereta. Tutup rapat dengan selotip kecuali sudah ada penutupnya.
j. Berikan penghalang yang lengkap, seperti sheetrock/lembaran penutup, triplek,
plastik, untuk menutup area kerja dari area non kerja atau melakukan
implementasi metode control cube (kereta dorongan dengan penutup plastik dan
penghubung tertutup pada area kerja dengan vakum HEPA untuk melakukan
vakum sampai ke pintu keluar) sebelum konstruksi dimulai.
k. Jaga tekanan negative udara dalam area kerja menggunakan HEPA yang
dilengkapi dengan unit filtrasi udara.
l. Tutup lubang, pipa-pipa, sambungan-sambungan, dan bolongan-bolongan dengan
benar.
3. Sesudah Renovasi :
Area dilakukan pengepelan basah dengan desinfektan.
Identifikasi Area di sekitar proyek renovasi untuk mengkaji pengaruh potensial :

NO KATEGORI UNIT NAMA UNIT POTENSI RISIKO INFEKSI


1 Unit Bawah Instalasi Rawat Inap Bising, Getaran
2 Unit Atas - -
3 Lateral/ Samping - -
Kanan
4 Lateral kiri - -
5 Belakang - -
6 Depan - -
E. Kesimpulan
Renovasi Area lantai 4 Rumah Sakit yaitu renovasi instalasi laundry bisa dilakukan
dengan tetap memperhatikan Potensi Risiko Infeksi bagi petugas, pasien dan lingkungan
Rumah Sakit.

F. Penutup
Demikian hasil Identifikasi Resiko Infeksi – ICRA (Infection Control Risk Assessment)
sebagai upaya PPI dalam Pencegahan Resiko Infeksi sebelum dilakukan
renovasi/pembangunan.
LAPORAN
Identifikasi Risiko Infeksi - ICRA
(Infection Control Risk Assessment)
Di Ruang instalasi CSSD, Bulan Februari 2018
A. Pendahuluan
Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi tahun 2012 untuk pencegahan infeksi di Rumah
Sakit perlu dilakukan kajian risiko untuk menentukan Prioritas Program dan Pencegahan
Infeksi Rumah Sakit. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSU Delima Medan
turut berperan dalam memberikan masukan berkaitan dalam pencegahan dan pengendalian
infeksi mulai dari tahap perencanaan, proses sampai dengan finising bangunan dengan
melampirkan kajian Identifikasi Risiko Infeksi / ICRA (Infection Control Risk Assessment )
yang dikeluarkan oleh PPIRS pada setiap akan melaksanakan konstruksi/renovasi
bangunan.

B. Tujuan
1. Mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan diantara
pasien, staf, tenaga profesional kesehatan, tenaga kontrak, tenaga sukarela dan
pengunjung
2. Mengidentifikasi jenis aktivitas dengan mempertimbangkan pasien, petugas kesehatan
dan risiko terhadap pengunjung

C. Perencanaan
4. Tanggal : 09 Februari 2018 s/d Selesai
5. Lokasi : instalasi CSSD/ ruang CSSD
6. Kegiatan : Renovasi Desain Ruang CSSD

D. Analisis ICRA
Aktivitas Konstruksi bangunan berdasarkan :
1. Tipe : TIPE C
2. Kelompok Resiko : Resiko TINGGI
3. Level ICRA : Level III / IV

Kelompok Pasien Resiko TIPE A TIPE B TIPE C TIPE D


Kelp. Risiko Rendah I II II III/ IV

Kelp Risiko Medium I II III IV

Kelp Risiko Tinggi I II III/ IV IV

Kelp Risiko Tertinggi II III/ IV III/ IV IV

Tipe proyek Renovasi bangunan di ruang Instalasi rawat jalan yang berada di lantai 1
termasuk dalam : Level III / IV dimana terdapat hal– hal yang harus diperhatikan dan
dilakukan sebagai berikut :
1. Sebelum Melakukan Renovasi :
a. Lakukan pekerjaan dengan metode yang dapat meminimalisir debu dari aktivitas
konstruksi.
b. Petugas Renovasi menggunakan APD masker untuk meminimalisir paparan debu.
c. Melakukan metode yang aktif untuk mencegah debu beterbangan dari tempatnya
ke udara.
2. Selama Renovasi :
a. Setiap petugas yang memasuki area kerja harus memakai pelindung alas
kaki/sepatu. Pelindung sepatu harus diganti setiap petugas keluar dari area kerja.
b. Jangan melepaskan penghalang dari area kerja sampai proyek yang selesai telah
diinspeksi oleh K3RS dan PPIRS.
c. Semprotan air ke permukaan kerja untuk mengontrol debu pada saat membobok.
d. Tutup pintu yang tidak dipakai dengan selotip.
e. Memblok dan menutup ventilasi udara.
f. Letakkan keset di pintu masuk dan pintu keluar dari area konstruksi.
g. Lepaskan atau lakukan isolasi system HVAC di area kerja.
h. Jaga tekanan negative udara dalam area kerja menggunakan HEPA yang
dilengkapi dengan unit filtrasi udara.
i. Pengiriman atau kereta. Tutup rapat dengan selotip kecuali sudah ada penutupnya.
j. Berikan penghalang yang lengkap, seperti sheetrock/lembaran penutup, triplek,
plastik, untuk menutup area kerja dari area non kerja atau melakukan
implementasi metode control cube (kereta dorongan dengan penutup plastik dan
penghubung tertutup pada area kerja dengan vakum HEPA untuk melakukan
vakum sampai ke pintu keluar) sebelum konstruksi dimulai.
k. Tutup lubang, pipa-pipa, sambungan-sambungan, dan bolongan-bolongan dengan
benar.

3. Sesudah Renovasi :
Area dilakukan pengepelan basah dengan desinfektan.
Identifikasi Area di sekitar proyek renovasi untuk mengkaji pengaruh potensial :

NO KATEGORI UNIT NAMA UNIT POTENSI RISIKO INFEKSI


1 Unit Depan Instalasi Rawat Jalan Bising, Getaran , Debu
2 Lateral/ Samping ICU Bising, Getaran
Kanan
3 Lateral kiri Administrasi Bising, Getaran, debu
4 Belakang Instalasi IGD Bising, Getaran
5 Depan Instalasi rawat jalan Bising, Getaran, Debu

E. Kesimpulan
Renovasi ruangan instalasi CSSD yaitu bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan Potensi
Risiko Infeksi bagi petugas, pasien dan lingkungan Rumah Sakit.

F. Penutup
Demikian hasil Identifikasi Resiko Infeksi – ICRA (Infection Control Risk Assessment)
sebagai upaya PPI dalam Pencegahan Resiko Infeksi sebelum dilakukan
renovasi/pembangunan.
LAPORAN
Identifikasi Risiko Infeksi - ICRA
(Infection Control Risk Assessment)
Di Ruang , Bulan februari 2018
A. Pendahuluan
Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi tahun 2012 untuk pencegahan infeksi di Rumah
Sakit perlu dilakukan kajian risiko untuk menentukan Prioritas Program dan Pencegahan
Infeksi Rumah Sakit. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSU Delima Medan
turut berperan dalam memberikan masukan berkaitan dalam pencegahan dan pengendalian
infeksi mulai dari tahap perencanaan, proses sampai dengan finising bangunan dengan
melampirkan kajian Identifikasi Risiko Infeksi / ICRA (Infection Control Risk Assessment )
yang dikeluarkan oleh PPIRS pada setiap akan melaksanakan konstruksi/renovasi
bangunan.

B. Tujuan
1. Mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan diantara
pasien, staf, tenaga profesional kesehatan, tenaga kontrak, tenaga sukarela dan
pengunjung
2. Mengidentifikasi jenis aktivitas dengan mempertimbangkan pasien, petugas kesehatan
dan risiko terhadap pengunjung
C. Perencanaan
1. Tanggal : 13 Februari 2018 - 05 Maret 2018
2. Lokasi : Instalasi Gizi
3. Kegiatan : Merenovasi Ruangan
D. Analisis ICRA
Aktivitas Konstruksi bangunan berdasarkan :
1. Tipe : TIPE C
2. Kelompok Resiko : Resiko SEDANG
3. Level ICRA : Level III

Kelompok Pasien TIPE A TIPE B TIPE C TIPE D


Risiko
Kelp. Risiko Rendah I II III III/IV

Kelp. Risiko Medium I II III IV

Kelp. Risiko Tinggi I II III/IV IV

Kelp. Risiko Tertinggi II III/IV III/IV IV

Tipe proyek Renovasi bangunan di ruang instalasi gizi termasuk dalam : Level III
dimana terdapat hal– hal yang harus diperhatikan dan dilakukan sebagai berikut :

a. Sebelum Melakukan Renovasi :


1. Lakukan pekerjaan dengan metode yang dapat meminimalisir debu, getaran,
kebisingan dari aktivitas konstruksi.
2. Petugas renovasi menggunakan APD masker, sarung tangan, sepatu bot untuk
meminimalkan paparan debu, air got.

3. Melakukan metode yang aktif untuk mencegah debu, percikan air got dari
tempatnya.
4. Menutup pintu ruangan gizi saat dilakukan renovasi.
5. Berikan riflet perhatian ruangan lagi renovasi.

b. Selama Renovasi
a. Setiap petugas yang memasuki area kerja harus memakai pelindung alas
kaki/sepatu. Pelindung sepatu harus diganti setiap petugas keluar dari area kerja.
b. Jangan melepaskan penghalang dari area kerja sampai proyek yang selesai telah
diinspeksi oleh K3RS dan PPIRS.
c. Semprotan air ke permukaan kerja untuk mengontrol debu pada saat membobok.
d. Tutup pintu yang tidak dipakai dengan selotip.
e. Memblok dan menutup ventilasi udara.
f. Letakkan keset di pintu masuk dan pintu keluar dari area konstruksi.
g. Lepaskan atau lakukan isolasi system HVAC di area kerja.
h. Jaga tekanan negative udara dalam area kerja menggunakan HEPA yang
dilengkapi dengan unit filtrasi udara.
i. Pengiriman atau kereta. Tutup rapat dengan selotip kecuali sudah ada penutupnya.
j. Berikan penghalang yang lengkap, seperti sheetrock/lembaran penutup, triplek,
plastik, untuk menutup area kerja dari area non kerja atau melakukan
implementasi metode control cube (kereta dorongan dengan penutup plastik dan
penghubung tertutup pada area kerja dengan vakum HEPA untuk melakukan
vakum sampai ke pintu keluar) sebelum konstruksi dimulai.
k. Jaga tekanan negative udara dalam area kerja menggunakan HEPA yang
dilengkapi dengan unit filtrasi udara.
l. Tutup lubang, pipa-pipa, sambungan-sambungan, dan bolongan-bolongan dengan
benar.

c. Sesudah Renovasi :
Area dilakukan pengepelan basah dengan desinfektan
Identifikasi Area di sekitar proyek renovasi untuk mengkaji pengaruh potensial :

NO KATEGORI UNIT NAMA UNIT POTENSI RISIKO INFEKSI


1 Unit Bawah - -
2 Unit Atas Instalasi rawat inap Bising, getaran
3 Lateral/ Samping Instalasi laboratorium Bising getaran
Kanan
4 Lateral kiri - -
5 Belakang - -
6 Depan Ruangan direktur Bising, getaran

E. Kesimpulan
Renovasi ruangan gizi bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan Potensi Risiko Infeksi
bagi petugas, pasien dan lingkungan Rumah Sakit.

F. Penutup
Demikian hasil Identifikasi Resiko Infeksi – ICRA (Infection Control Risk Assessment)
sebagai upaya PPI dalam Pencegahan Resiko Infeksi sebelum dilakukan
renovasi/pembangunan.

III. REKOMENDASI TINDAKLANJUT


- Diharapkan kerjasama yang baik antara semua unit kerja bila ada renovasi atau
pembangunan dilaporkan kepada Tim PPI untuk ditindaklanjuti.
- Sosialisasikan kembali tentang ICRA.

Medan, 08 januari 2018


Ka. Tim PPI RSU. Delima Medan

dr. Elisa Anggraeni Siahaan

Anda mungkin juga menyukai