Anda di halaman 1dari 27

RINGKASAN

MATA KULIAH BIOKIMIA

Disusun Oleh :

A. Hadi Azhari
J1E112029

Dosen Pembimbing:
MALIKHATUN NI’MAH, S.SI., M.SI.

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2013
1. LIPID
A. PENGERTIAN LIPID
Lipid merrupakan suatu zat-zat gizi yang mempunyai fungsi-fungsi
biologis untuk membantu proses metabolisme tubuh. Lipid (minyakatau
lemak). Bila pada keadaan cair lipid disebut minyak. Sebaliknya bila berada
dalam keadaam padat disebut lemak. Berdasarkan terdapatnya dalam bahan
makanan lemak terdiri dari dua bentuk, yaitu yang tampak dan yang tidak
tampak. Contoh lemak yang tampak adalah margarine, minyak goring dan
sebagainya. Lemak yang tidak tampak contohnya yang terdapat dalam berbagai
bahan makanan seperti daging, kacang tanah, susu telur, dan sebagainya.
Ternyata istilah lipid meliputi berbagai senyawa-senyawa yang heterogen,
termasuk lemak dan minyak yang umum dikenal di dalam suatu makanan
seperti fosfolipid, sterol dan ikata lain sejenis yang terdapat di dalam makanan
dan tubuh manusia. Lipid tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut
nonpolar seperti etanol, eter, kloroform, dan benzena. Lemak disebut juga
dengan lipid, merupakan suatu zat yang kaya akan energy, dan mempuyai
fungsi sebagai sumber energi untuk proses metabolism tubuh. Lemak yang
terdapat di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil
produksi organ hati, dan yang biasa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai
cadangan makanan. Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya
adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam
lemak). . Secara singkat, hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan
gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid.kemudian karena
larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-
asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini.
B. FUNGSI LIPID
Lipid merupakan bahan / nutrisi yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh
manusia. Lipid berfungsi sebagai sumber tenaga tubuh serta berfungsi di dalam
keseimbangan cairan tubuh, tekanan osmotik, keseimbangan asam-basa, serta
aktivitas elektrofisiologi otot dan sistem saraf.
Secara umum dapat dikatakan bahwa lipid memenuhi fungsi dasar bagi
manusia, yaitu :
 Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak, di samping karbohidrat.
 Lipid dapat berguna sebagai penyerap dan pembawa vitamin A, D, E dan K.
 Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan
melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.
 Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan
komponen yang membentuk membrane pada semua jenis sel.
 Sebagai hormon dan vitamin. Hormon mengatur komunikasi antar sel,
sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis
 Pembentukan sel dan sumber asam lemak esensial; yang bersifat sebagai
pemelihara dan integritas membran sel, mengoptimalkan transpor lipid
(karena keterbatasan fosfolipid sebagai agen pengemulsi).
 Lipid sebagai sumber steroid, yang sifatnya meningkatkan fungsi-fungsi
biologisyang penting Contoh : Sterol (kolesterol) dilibatkan dalam sistem
pemeliharaan membran, untuk transpor lipid dan sebagai prekursor vitamin
D3 asam empedu dan,adrenal dan kortikosteroid).
 Aspek teknologi makanan, lipid bertindak sebagai pelicin makanan
yangberbentuk pellet, sebagai zat yang mereduksi kotoran dalam makanan
dan berperan dalam kelezatan makanan.

C. KLASIFIKASI LIPID DAN FUNGSINYA DI DALAM TUBUH


Pengklasifikasian lemak pada dasarnya cukup banyak, dan berikut
pembagiannya:
I. Menurut Bloor, lipid dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Lipid sederhana :
 lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida),
Lemak netral merupakan ester antara asam lemak dengan gliserol.Fungsi
dasar dari Lemak netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau
minyak). ika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika
berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3
asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi
yang penting dari sumber lipid.Trigliserida adalah sebuah gliserida atau ester dari
gliserol dan tiga asam lemak.( atau lebih tepatnya triasilgliserol atau
triasilgliserida ) Pada manusia , Trigliserida terletak di adiposa (lemak) jaringan,
yang secara luas didistribusikan dalam tubuh. Trigliserida dihidrolisis dalam usus
dan diserap sebagai asam lemak dan monogliserida.Fungsi utama trigliserida
adalah sebagai zat energi. Lemak dalam tubuh disimpan dalam bentuk
trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan
memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepaskannya ke
dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen
tersebut kemudian mengalami proses pembakaran dalam tubuh menghasilkan
energi,karbondioksida (CO2), dan air (H2O).
 Ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi
Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam/lilin(waxes ).
Lilin tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis.Lilin sering digunakan sebagai
lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain. Lilin merupakan ester antara
asam lemak dengan alkohol rantai panjang.
b. Lipid majemuk (kompleks)
 Fosfolipid.
Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus ester fosfat.Fosfolipid
merupakan komponen lipid terbesar kedua setelah trigliserida lemak dan minyak
pada tubuh hewan.Fosfolipid berbentuk lemak padat yang berwarnakuning dan
sifatnya larut dalam pelarut lemak (pelarut organik) selain aseton.Fosfolipid
merupakan komponen pembentuk struktur dinding sel, berfungsi untuk
mencegah terjadinya penguapan air yang berlebihan. Fosfolipid merupakan
senyawa yang menyusun struktur lipid bilayer pada membran sel yang berperan
dalam mengatur sistem transport dari dalam ke luar sel. Meskipun fosfolipid
bukan termasuk senyawa essensial, namun keberadaannya dalam makanan
memiliki dampak positif bagi kesehatan antara lain: mencegah penyakit liver,
pengontrol kadar kolesterol, perkembangan sistem otak dan saraf.
Fosfolipid menyusun 20-25% berat kering otak manusia dewasa. Fosfolipid
berperan dalam membentuk kerangka membran sel otak, sehingga kinerja
fosfolipid akan sangat berpengaruh pada tingkat kecerdasan manusia.
 Glikolipid
Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat,
biasanya pula sederhana seperti galaktosa atau glukosa, akan tetapi istilah
glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak
mengandung fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan
sering dimakan sebagai gliserida atau sebagai spingolipida.
 Asam lemak, dan kolesterol.
Asam lemak adalah bagian dari molekul lemak.Ini dapat berfungsi sebagai
zat penyusun lemak tubuh atau dapat juga digunakan tubuh untuk menghasilkan
energi. Asam lemak atau lemak di dalam tubuh selain berasal dari lemak/minyak
yang dikonsumsi, juga dapat berupa hasil sintesis tubuh dari karbohidrat atau
protein. Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh
masyarakat.Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan
merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan
perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D
(untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks
(contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu ( fungsi pencernaan ).
II. Klasifikasi lipid berdasarkan asalnya adalah :
 Lemak Nabati
Lemak nabati berasal dari tumbuhan.Mengandung lemak tak jenuh dan
tidak mengandung kolestrol.Terdapat dalam kelapa, kemiri, alpukat, durian, dll.
Lemak nabati berfungsi dalam menurunkan kadar kolesterol, mencegah
terjangkitnya penyakit jantung koroner dan pertumbuhan beberapa jenis kanker.
 Lemak Hewani
Lemak hewani berasal dari hewan.Mengandung lemak jenuh dan
kolestrol. Didapat dari daging, telur, susu, keju, mentega, dll.Lemak hewani
mengandung kolesterol yang tinggi. Kolesterol sebagai komponen penting dalam
asam empedu dimana asam empedu membantu melarutkan lemak globular dari
makanan sehingga dapat larut dalam air atau enzim lipase, dan bereaksi dengan
molekul lemak sehingga dapat melancarkan penyerapan lemak.
III. Klasifikasi lemak berdasarkan ikatannya adalah :
 Minyak dan lemak,
Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida.Lemak Umumnya
diperoleh dari hewan, Berwujud padat pada suhu ruang, Tersusun dari asam
lemak jenuh. Asam lemak jenuh mempunyai rantai zig-zig yang dapat cocok satu
sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls tinggi, sehingga biasanya berwujud
padat. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung ikatan
tunggal pada rantai hidrokarbonnya Sedangkan minyak umumnya diperoleh dari
tumbuhan. Berwujud cair pada suhu ruang, Tersusun dari asam lemak tak
jenuh.asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu
ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya . Fungsi dari lemak dan minyak
adalah sebagai salah satu penyusun dinding sel dan penyusun bahan-bahan
biomolekul , Sumber energi yang efektif dibandingkan dengan protein dan
karbohidrat,karena lemak dan minyak jika dioksidasi secara sempurna akan
menghasilkan 9 kalori/liter gram lemak atau minyak. Sedangkan protein dan
karbohidrat hanya menghasilkan 4 kalori tiap 1 gram protein atau karbohidrat,
dan Mencegah timbulnya penyumbatan pembuluh darah yaitu pada asam lemak
esensial.
IV. Klasifikasi lipid berdasarkan kelas dari lemak, adalah :
 Lipid Fungsi primer. Contoh Asam Lemak
Asam lemak adalah bagian dari molekul lemak.Ini dapat berfungsi sebagai
zat penyusun lemak tubuh atau dapat juga digunakan tubuh untuk menghasilkan
energi.
 Gliserida
Gliserida terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida.
- Gliserida netral
Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.Fungsi dasar
dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).
Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak
harus sama.
- Fosfogliserida (fosfolipid)
Fosfolipid merupakan komponen pembentuk struktur dinding sel, berfungsi
untuk mencegah terjadinya penguapan air yang berlebihan. . Fospfolipid
berperan dalam pengemulsian lipid dalam saluran pencernaan dan sebagai unsur
lipoprotein dengan kecepatan yang tinggi dari transpor lipid dalam tubuh.
 Sfingolipid
Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak dan termasuk
dalam Lipid non gliserida.Lipid non gliserida yaitu Lipid yang tidak
mengandung gliserol.Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non
gliserol Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung
mielin serabut saraf.Pada manusia, 25% dari lipid merupakan sfingolipid.
 Steroid
Steroid adalah zat yang sangat penting dan tersebar luas dalam tubuh
hewan.Steroid meliputi sterol, asam empedu, hormon adrenal, dan hormon sex.
Dalam tubuh manusia steroid berfungsi sebagai hormon.Beberapa hormon
reproduktif merupakan steroid, misalnya testosteron dan progesterone dan
estrogen.

2. KARBOHIDRAT
Karbohidrat biasanya didefinisikan sebagai polihidroksi aldehida dan
keton atau zat yang dihidrolisis menghasilkan polihidroksi aldehida dan keton.
Karbohidrat biasa disebut juga karbon hidrat, hidrat arang, sacharon (sakarida)
atau gula. Karbohidrat berarti karbon yang terhidrat. Rumus umumnya adalah
Cx(H2O)y. Karbohidrat dibuat oleh tanaman melalui proses fotosintesis.
Karbohidrat adalah senyawa karbonil alami dengan beberapa gugus hidroksil.
Yang tergolong karbohidrat adalah gula (monosakarida) dan polimernya yaitu
oligosakarida dan polisakarida. Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi yakni:
1. Sumber bahan bakar.
2. Sumber energi utama dan dapat diganti dengan sumber energy yang lain
pada beberapa organ tubuh manusia, yaitu otak, lensa mata dan sel saraf.
3. Bahan sintesis senyawa organic lainnya.
4. Pati dan glikogen berperan sebagai cadangan makanan.
5. Menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.
6. Membantu proses penyerapan kalsium.
7. Sebagai materi pembangun.
8. Berperan penting dalam penurunan sifat, misalnya karbohidrat dengan atom
C lima buah merupakan komponen asam nukleat (DNA dan RNA).
9. Polimer karbohidrat yang tidak larut berperan sebagai unsur struktural dan
penyangga dalam dinding sel bakteri dan tanaman.
10. Sebagai pelumas sendi kerangka.
Klasifikasi karbohidrat, jika diuraikan, ternyata karbohidrat hanya
terdiri dari 3 unsur, yaitu karbon (C), hydrogen (H), dan oksigen (O). Senyawa-
senyawa tersebut dapat digolongkan menurut jumlah senyawa penyusunnya
yaitu monosakarida, oligosakarida, oligosakarida dan polisakarida.
1. Monosakarida (gula sederhana/saccharum)
Monosakarida adalah karbohidrat paling sederhana. Jika dihidrolisis,
senyawa-senyawa monosakarida sudah tidak dapat diuraikan lagi senyawa
gula yang lebih sederhana.
Contoh : Glikosa dan Fruktosa
a. Menurut banyaknya atom karbon yang menyusun molekul monosakarida.
 Monosakarida yang mengandung 3 atom karbon disebut triosa
 Monosakarida yang mengandung 4 atom karbon disebut tetrosa
 Monosakarida yang mengandung 5 atom karbon disebut pentose
 Monosakarida yang mengandung 6 atom karbon disebut heksosa
b. Menurut kandungan gugus aldehida dan keton.
Dikatakan aldehida jika ikatan rangkap dua antara atom C dengan O nya
(C=O) berada di ujung rantai. Sedangkan keton jika ikatan rangkap antara
atom C dan O nya berada selain dari pada diujung.
 Monosakarida yang mengandung gugus aldehida disebut aldose
 Monosakarida yang mengandung gugus keton disebut ketosa
2. Disakarida
Disakarida terdiri atas dua monosakarida yang terikat satu sama lain
dengan ikatan glikosidik. Ikatan glikosidik terdapat pada gugus fungsi dalam
karbohidrat, yaitu gugus aldehid pada glukosa dan gugus keton pada fruktosa.
Disakarida dapat terbentuk dari hasil antara proses hidrolisis oligosakarida
dan poli sakarida. Disakarida biasanya larut dalam air (hidrofilik). Beberapa
contoh disakarida yakni;
a. Sukrosa.
Sukrosa terdapat dalam batang tebu, bit, sorgum, nanas dan wortel.
Hidrolisis dengan enzim sukrase menghasilkan glukosa dan fruktosa (fruktosa
+ glukosa = sukrosa).
b. Laktosa.
Laktosa (gula susu) terdapat dalam air susu hewan mamalia. Pada proses
hidrolisis menggunakan asam atau enzim lactase, dihasilkan glukosa dan
galaktosa (galaktosa + glukosa = laktosa).
c. Maltosa.
Maltose termasuk gula pereduksi yang dapat diperoleh dari amilum,
glikogen, dan biji gandum yang sedang berkecambah. Hidrolisis maltose
menghasilkan dua molekul glukosa (gukosa + glukosa = maltose).
3. Oligosakarida
Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai moleku 2-10
monosakarida, yaitu trisakarida yang terdiri dari 3 molekul monoskarida dan
tetrasakarida yang terbentuk dari empat molekul monosakarida. Salah satu
trisakarida penting adalah rafinosa tang terdiri atas tiga molekul monoakarida
yamg berikatan yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa.
4. Polisakarida.
Polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida, sehingga molekul
polisakarida mempunyai berat molekul hingga beberapa ratus ribu.
Polisakarida yang dihasilkan antara monosakarida sejenis (satu macam
monosakarida) disebut homo polisakarida, sedangkan yang mengandung
senyawa lain disebut heteropolisakarida. Polisakarida pada umumnya berupa
senyawa putih dan tidak berasa manis. Beberapa polisakarida dapat larut
dalam air. Polisakarida mempuyai rumus molekul (C6H10O5)n dengan harga n
yang besar.
Contoh golongan polisakarida yang penting antara lain pati (amilum),
glikogen, dan selulosa.
a. Pati (amilum atau zat tepung)
Pati merupakan cadangan makanan pada biji, akar, batang, dan umbi.
b. Glikogen.
Glikogen juga sering disebut gula otot, karena jenis gula ini banyak
ditemukan dalam otot dan hati vertebrata, yang berfungsi sebagai
cadangan makanan. Hidrolisis dengan asam-asam encer menghasilkan
glukosa, sedangkan hidrolisis dengan amilosa terutama menghasilkan
maltosa.
c. Selulosa.
Selulosa merupakan serat-serat panjang yang bersama-sama
hemiselulosa, pektin, dan protein membentuk struktur jaringan yang
memperkuat dinding sel tanaman atau dapat dikatakan selulosa
merupakan penyusun utama dinding sel tumbuhan. Tanaman kapas
sebagian besar terdiri selulosa.
d. Pektin.
Pektin secara umum terdapat dalam dinding sel primer tanaman,
khususnya di sela-sela antara selulosa dan hemiselulosa. Senyawa pektin
berfungsi sebagai perekat antara dinding sel satu dengan yang lain. Pada
umumnya senyawa pektin dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok
senyawa yaitu asam pektat, asam pektinat (pektin), dan protopektin.
Terdapat beberapa jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis, oksidasi
piruvat, siklus asam sitrat, glikogenesis, glikogenolisis serta glukoneogenesis.
Secara ringkas, jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut:
1. Glukosa sebagai bahan bakar utama metabolisme akan mengalami glikolisis
(dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. Dalam tahap ini dihasilkan
energi berupa ATP.
2. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Dalam
tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
3. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Dalam
tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
4. Jika sumber glukosa berlebihan, melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa
tidak dipecah, melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut
glikogen). Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi
jangka pendek. Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh, maka
karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi
jangka panjang.
5. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi, maka
glikogen dipecah menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis,
diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat.
6. Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis, maka
sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Jalur
ini dinamakan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap
lipid dan protein harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya
mengalami katabolisme untuk memperoleh energi.
 Derivat Karbohidrat
a) Asam-asam, monosakarida dapat dioksidasi membentuk asam-asam.
Contohnya asam glukonat, asam glukarat, dan asam glukuronat. Asam
glukuronat dapat mengikat senyawa yang membahayakan tubuh
(detoksikasi)
b) Gula Amino, tiga senyawa pnetingnya yaitu D-glukosamina, D-
galaktosamina , dan D-manosamina.
c) Alkohol, gugus aldehida maupun gugus keton pada monosakarida dapat
direduksi menjadi gugus alkohol dan polihidroksi alkohol.

3. ASAM AMINO DAN PEPTIDA


1. ASAM AMINO
Asam amino terdiri atas atom karbon yang terikat pada suatu gugus
karboksil ( - COOH ) satu gugus amino ( - NH2 ), satu atom hidrogen ( - H )
dan satu gugus radikal ( - R ), atau rantai cabang. Asam amino mengandung
sedikitnya satu gugus asam Karboksil (-COOH) dan sedikitnya satu gugus
amino (-NH2) kedua gugus tersebut tersebut terikat pada atom karbon yang
sama. Setiap asam amino mempunyai anak rantai yang disebut sebagai satu
gugus R. Asam-asam amino memiliki perbedaan dalam gugus R-nya yang
memberi ciri khas dan mempengaruhi sifat protein tempat asam amino
tersebut bergabung. Gugus R nonpolar menyebabkan asam amino relatif tidak
larut dalam air. Gugus R yang polar atau bermuatan listrik menyebabkan asam
amino larut dalam air.
Dr. William Rose membagi asam amino dalam dua golongan, yaitu
asam amino esensial dan tidak esensial. Asam amino yang untuk pertumbuhan
yang tidak dapat disintesis tubuh dinamakan asam amino esensial. Asam
amino lain dinamakan asam amino tidak esensial.
Sembilan jenis asam amino esensial untuk manusia yang diperlukan
untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. kesembilan asam amino
ini tidak dapat disintesis tubuh, yang berarti harus ada dalam makanan sehari-
hari.
2. Tabel. Pengelompokan asam amino

Nama Singkatan Rumus R

A. Asam amino dengan sebuah gugus amino dan karboksil

1. Glisin Gly H CH CO2H


NH2

2. Alanin Ala CH3 CH CO2H R = H


NH2 atau
alkil

3. Valin Val CH3 CH CH CO2H


CH3 NH2

4. Leusin Leu CH3 CH CH2 CH CO2H


CH3 NH2

5. Isoleusin Ile* CH3 CH2 CH CH CO2H


CH3 NH2

6. Serin Ser CH2 CH CO2H R


OH NH2 mengan
dung
sebuah
gugus
fungsi
alkohol

7. Treonin Thr* CH3 CH CH CO2H


OH NH2

8. Sistein Cys CH2 CH CO2H Dua buah


SH NH2 asam
amino
mengandu
ng
belerang

9. Metionin Met* CH3S CH2 CH2 CH CO2H


NH2

10. Prolin Pro CO2H Gugus


NH
amino
sekunder
dan
berbentuk
cincin

11. Phe* NH2


CH2 CH CO2H
Fenilalanin

12. Tirosin Tyr NH2


HO CH2 CH CO2H

13.Triptofan Trp* O
H2N CH C
OH
CH2

HN

B. Asam amino dengan sebuah gugus amino dan dua buah gugus karboksil

14.Asam Asp HOOC CH2 CH COOH

aspartat NH2

15.asam Glu HOOC CH2 CH2 CH COOH


NH2
glutamat
16. asparagin Asn O
NH2 CH C
OH
CH2
C
HO O

17. Glutamin Gln O


NH2 CH C
OH
CH3

C. Asam amino dengan sebuah gugus karboksil dan dua buah gugus basa

18. Lisin Lys* CH2CH2CH2CH2 CH CO2H


NH2 NH2

19. Arginin Arg O


NH2 CH C
OH
CH2
CH2
CH2
NH
C NH
NH2

20. Histidin His O


H2N CH C
OH
CH2

N
NH

3. PEPTIDA
Molekul asam amino dapat berikatan satu sama lain membentuk senyawa
yang disebut peptida. Pepetida yang dibentuk dua molekul asam amino disebut
dipeptida. Polipeptida ialah peptida yag molekulnya teridri dari banyak gabungan
asam amino. Peptida merupakan asil-amina, karena gugus –COOH dengan –NH2
membentuk peptida. Urutan penamaan didasarkan pada urutan asam amino,
dimulai dari asam amino yang mempunyai gugus NH2. Peptida didapat dengan
cara hidrolisis protein yang tidak sempurna. Bila terhidrolisis lebih lanjut, akan
dihasilkan asam-asam amino. Sifat peptida ditentukan oleh gugus –NH2, gugus –
COOH dan gugus R. sifat asam dan basa ditentukan oleh gugus –COOH dan -
NH2. Salah satu cara untuk menentukan urutan asam amino ini adalah
degradasi.untuk menentukan petida dilakukan penguraian oleh enzim-enzim
tertentu. Peptida yang berfungsi sebagai hormon dalam kelenjar hipofisis antara
lain oksitosin dan vesopresin. Sintesis peptida pada dasarny ialaah mereaksikan
gugus –COOH dengan gugus –NH2.

4. PROTEIN
Protein adalah suatu senyawa organik yang berbobot molekul tinggi dan
tersusun tidak hanya dari unsur C, H, O dan N juga unsur lain seperti P dan S yang
akan membentuk struktur unit asam amino. Asam amino cukup banyak ditemukan
di alam, cuma sekitar 20 jenis asam amino yang menyusun suatu rantai protein
dengan struktur kimia berupa rantai aromatik, alifatik, dan heterosiklik atau
menurut gugus R yang ada. Protein adalah molekul makro yang mempunyai berat
molekul antara lima ribu hingga beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai
panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam
amino terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen. Beberapa
asam amino disamping itu mengandung unsur-unsur fosfor, besi, sulfur, iodiom,
dan kobalt. Unsur nitrogen(unsur N) adalah unsur utama protein, karena terdapat
didalam semua protein akan tetapi tidak terdapat didalam karbohidrat dan lemak.
Ada dua puluh jenis asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas
sembilan asam amino esensial ( asam amino yang tidak dapat dibuat tubuh dan
harus didatangkan dari makanan ) dan sebelas asam amino nonesensial. Bahan
makanan hewani merupakan sumber protein yang baik, dalam jumlah maupun
mutu, seperti telur, susu, daging, unggas, ikan, dan kerang. Sumber protein nabati
adalah kacang kedelai dan hasilnya, seperti tempe dan tahu, serta kacang-kacangan
lain. Kacang kedelai merupakan sumber protein nabati yang mempunyai mutu atau
nilai biologi tertinggi. Bahan makanan nabati yang kaya akan protein adalah
kacang-kacangan.
 Penggolongan Protein Berdasarkan Bentuk
- Protein globular, larut dalam air dan dapat berdifusi cepat dan bersifat
dinamis, mudah berubah karena dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam
serta mudah mengalami denaturasi. Contohnya meliputi enzim, hormon dan
protein darah.
- Protein serabut (fibrous), mempunyai bentuk molekul panjang seperti serat
atau serabut, tidak larut dalam air. Mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi
dan tahan terhadap enzim pencernaan. Protein ini terdapat dalam unsur-unsur
struktur tubuh. Contohnya meliputi kolagen ; miosin ; fibrin ; dan karatin pada
rambut, kuku, dan kulit.
 Ada 4 struktur protein antara lain ;
- Struktur primer, adalah rantai polipeptida. Struktur primer protein di tentukan
oleh ikatan kovalen antara residu asam amino yang berurutan yang
membentuk ikatan peptide (linier).
- Struktur Sekunder ditentukan oleh bentuk rantai asam amino : lurus, lipatan,
atau gulungan yang mempengaruhi sifat dan kemungkinan jumlah protein
yang dapat dibentuk. Struktur ini terjadi karena ikatan hidrogen antara atom O
dari gugus karbonil ( C=O) dengan atom H dari gugus amino ( N-H ) dalam
satu rantai peptida, memungkinkan terbentuknya konfirasi spiral yang disebut
struktur helix.
- Struktur tersier ditentukan oleh ikatan tambahan antara gugus R pada asam-
asam amino yang memberi bentuk tiga dimensi sehingga membentuk struktur
kompak dan padat suatu protein(gsbungan struktur sekunder).
- Struktur kuartener adaalah susunan kompleks yang terdiri dari dua rantai
polipeptida atau lebih, yang setiap rantainya bersama dengan struktur primer,
sekunder, tersier membentuk satu molekul protein yang besar dan aktif secara
biologis.
 Fungsi protein diantaranya adalah
- Sebagai biokatalisator (enzim).
- Sebagai protein transport contohnya hemoglobin mengangkut oksigen dalam
eritrosit, mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. Ion besi diangkut dalam
plasma darah oleh transferin dan disimpan dalam hati sebagai kompleks
dengan feritin.
- Sebagai media perambatan impuls saraf. Protein ini biasanya berbentuk
reseptor misalnya rodopsin suatu protein yang bertindak sebagai reseptor atau
penerima warna atau cahaya pada sel sel mata.
- Sebagai pengatur pergerakan. Protein merupakan komponen utama
daging/otot. Gerakan otot terjadi karena ada dua molekul (aktin dan miosin)
protein yang saling bergeseran. Pergerakan silia dan flagela pada organisme
protista akibat dari protein tubulli pada organel tersebut.
- Sebagai penunjang mekanis. Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang
disebabkan adanya kolagen. Pada persendian ada elastin. Pada kuku, bulu
rambut ada protein keratin.
- Pertahanan tubuh dalam bentuk antibodi. Suatu protein khusus yang mengikat
benda asing yang masuk kedalam tubuh seperti virus, bakteri dan lain lain.
- Sebagai pengendalian pertumbuhan. Protein bekerja sebagai reseptor yang
dapat mempengaruhi fungsi bagian bagian DNA yang mengatur sifat dan
karakter.
Asam klorida lambung membuka gulungan protein (proses denaturasi),
sehingga enzim pencernaan dapat memecah ikatan peptida. Asam klorida
mengubah enzim pepsinogen tidak aktif yang dikeluarkan oleh mukosa lambung
menjadi bentuk aktif pepsin. Karena makanan hanya sebentar tinggal di lambung,
pencernaan protein hanya terjadi hingga dibentuknya campuran polipeptida,
protease dan pepton. Usus halus, pencernaan protein dilanjutkan didalam usus
halus yang berasal campuran enzim proteose. Pankreas mengeluarkan cairan yang
bersifat sedikit basa dan mengandung berbagai prekursor protease seperti
tripsinogen, kemotripsinogen, prokarbobsipeptidase, dan proelastase. Enzim-
enzim pankreas memecah protein dari polipeptida menjadi peptida lebih pendek,
yaitu tripeptida, dipeptida, dan sebagian menjadi asam amino. Mukosa usus halus
juga mengeluarkan enzim-enzim proteose yang menghidrolisis ikatan peptida.
Hasil akhir pencernaan protein terutama berupa asam amino dan ini segera
diabsorpsi dalam waktu lima belas menit setelah makan. Absorpsi terutama
terjadi dalam usus halus berupa empat sistem absorpsi aktif yang membutuhkan
energi. Hanya 1% protein yang dimakan ditemukan dalam feses(karena sudah
diabsorpsi). Protein endogen yang berasal sekresi saluran cerna dan sel-sel yang
rusak juga dicerna dan diabsorpsi. Katabolisme protein (penguraian asam amino
untuk energi) berlangsung di hati. Jika sel telah mendapatkan protein yang
mencukupi kebutuhannya. Setiap asam amino tambahan akan dipakai sebagai
energi atau disimpan sebagai lemak. Deaminasi Asam Amino, merupakan
langkah pertama, melibatkan pelepasan satu hidrogen dan satu gugus amino
sehingga membentuk amonia (NH3). Amonia yang bersifat racun akan masuk ke
peredaran darah dan dibawah ke hati. Hati akan mengubah amonia menjadi ureum
yang sifat racunnya lebih rendah, dan mengembalikannya ke peredaran darah.
Ureum dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal dan urin.

5. ENZIM DAN KENETIKA ENZIM


Enzim adalah protein yang mengkatalis reaksi-reaksi biokimia. Enzim
biasanya terdapat dalam sel dengan konsentrasi yang sangat rendah, dimana
mereka dapat meningkatkan laju reaksi tanpa mengubah posisi kesetimbangan.
Artinya baik laju reaksi maju maupun laju reaksi kebalikannya ditingkatkan
dengan kelipatan yang sama. Kelipatan ini biasanya disekitar 103 sampai 1012.
Pada reaksi yang dikatalis oleh enzim, molekul awal reaksi disebut sebagai
substrat, dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang
berbeda yang disebut produk. Sebagian besar enzim merupakan protein globuler
yang terlarut dalam larutan tubuh seperti sitoplasma atau cairan tubuh lainnya.
Enzim merupakan substansi yang dapat mempercepat suatu reaksi kimia tanpa
harus ikut terlibat di dalam reaksi tersebut. Ezim ditemukan dalam setiap sel
hidup, mulai dari organisme bersel tunggal sederhana sampai organisme
multiseluler yang kompleks, termasuk manusia.
1. Struktur Enzim
Suatu enzim (holoenzim) tersusun atas bagian protein dan bukan protein.
Holoenzim adalah seluruh bagian enzim yang strukturnya sempurna dan aktif
mengkatalisis bersama koenzim/kofaktor. Bagian enzim yang tersusun atas protein
disebut apoenzim yang tersedia di alam untuk mengontrol pembentukan dan
dekomposisi bahan-bahan penting yang ada di sayuran, buah-buahan dan hewan.
Sedangkan bagian enzim yang tidak mengandung protein disebut kofaktor.
Kofaktor dapat berupa ion logam (Cu, Mg, K, Fe, Na), atau koenzim yang berupa
bahan organik, misalkan vitamin B (B1, B2)
2. Sifat-sifat enzim
 Enzim bersifat spesifik, artinya satu enzim hanya dapat bekerja pada satu
substrat
 Enzim bekerja pada suhu terten, terdapat suhu optimum bagi enzim untuk
bekerja
 Enzim berkerja pada pH tertentu , pH optimum
 Kerja enzim dapat bolak-balik, artinya selain dapat memecah substrat juga
dapat membentuk substrat dari penyusunnya.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi kerja enzim di antaranya adalah:
 suhu
 pH
 konsentrasi enzim
 jenis substrat
 pengaruh aktivator
 pengaruh inhibitor
Berdasarkan tipe reaksi yang dikatalisis, enzim dibagi menjadi 6, yang
meliputi :
 Oksidoreductase : Mengkatalisis oksidasi dan reduksi
 Transferase : Mengkatalisis pemindahan gugus seperti : Glikosil, Metil,
fosforil, aldehid dan keton.
 Hidrolase : Mengkatalisis pemutusan hidrolitik dalam ikatan C-C, C-O, C-N
dan ikatan lain.
 Liase : Mengkatalisis pemutusan ikatan C-C, C-O, C-N, dan ikatan lain
dengan eliminasi atom yang menghasilkan ikatan rangkap.
 Isomerase : Mengkatalisis perubahan geometric atau structural di dalam satu
molekul.
 Ligase : Mengkatalisis penyatuan dua molekul yang dikaitkan dengan
hidrolisis ATP.
3. Mekanisme Kerja Enzim
Mekanisme kerja enzim dibagi menjadi 2, yaitu
 Lock and key
Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu
jenis substrat saja.Substrat sesuai dengan sisi aktif seperti gembok kunci
dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik
 Teori kecocokan induksi
Sisi aktif enzim lebih fleksibel dalam menyesuaikan struktur substrat.
Ikatan antara enzim dan substrat dapat berubah menyesuaikan dengan
substrat.
4. Inhibitor (Penghambat)
Inhibitor merupakan suatu zat yang dapat menghambat kerja
enzim.inhibitor dibagi menjadi 2 yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor non
kompetitif. Inhibitor kompetitif adalah menghambat kerja enzim dengan
menempati sisi aktif enzim. Inhibitor ini besaing dengan substrat untuk berikatan
dengan sisi aktif enzim dan pengambatan bersifat reversible. Sedangkan inhibitor
nonkompetitif adalah berupa senyawa kimia yang tidak mirip dengan substrat dan
berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. Ikatan ini menyebabkan perubahan
bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya
Prinsip-prinsip dasar kinetika enzim yaitu dipengaruhi oleh laju reaksi
enzimatik. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi laju reaksi enzimatik adalah
konsentrasi substrat dan enzim, demikian pula faktor-faktor lain seperti pH, suhu,
dan ada tidaknya kofaktor dan ion logam. Kajian mengenai bagaimana suatu laju
bergantung pada variabel-variabel yang diperoleh secara percobaan dapat
menyebabkan perbedaan diantara mekanisme-mekanisme yang mungkin terjadi.
Prinsip aksi massa menyatakan bahwa untuk tahapan reaksi kimia yang tunggal
dan tidak dapat balik, laju reaksinya sebanding dengan konsentrasi reaktan yang
terlibat dalam proses tersebut. Tetapan kesebandingan disebut tetapan laju.
Penerapan prinsip aksi massa pada skema reaksi
k1
A+B P+Q
k2
Denga tetapan laju maju k1 dan tetapan laju balik k-1 menghasilkan rumus
untuk laju reaksi maju dan laju reaksi balik sebagaimana berikut :
Laju maju = k1 [A][B]
Laju balik = k-1[P][Q]
Pada kesetimbangan kimia, laju reaksi maju dan laju reaksi balik adalah sama
besar, seiring dengan berjalannya waktu tidak ada hasil reaksi bersih yang
dihasilkan. Sehingga:
k1 = [P]e [Q]e = Ke
k2 [A]e [B]e
dengan Ke menyatakan tetapan kesetimbangan dan subskrip e menyatakan nilai
konsentrasi pada kesetimbangan.
Laju reaksi hanya mencantumkan perubahan perubahan konsentrasi dari spesi-
spesi per satuan waktu. Molekularitas mengacu pada jumlah molekul yang terlibat
dalam suatu reaksi dasar. Umumnya hanya dua moleku yang bertabrakan dalam
satu waktu untuk menghasilkan produk (molekularitas = 2) atau suatu molekul
tunggal mengalami pembelahan (molekularitas = 1). Orde reaksi adalah jumlah
pangkat dari konsentrasi reaktan dan produk dalam rumus laju reaksi.
6. PEMURNIAN ENZIM
Tujuan dari pemurnian enzim adalah mengisolasi enzim spesifikasi dan ekstra
sel “Mentah” (crude) yang mengandung banyak komponen lain. Molekul-molekul
kecil dapat disingkirkan lewat dialisis atau filtrasi gel, asam nukleat melalui
pengendapan dengan antibiotik streptomisin, dan seterusnya. Pemurnian enzim
dan sumbernya yang alami merupakan hal yang penting, khususnya guna
mengidentifikasi sifat serta peran modifikasi postranslasi yang berfungsi
mengatur lokasi enzim serta efisiensi katalik.
Pemurnian enzim lebih banyak dilakukan pada enzim ekstraseluler karena
mudah didapat dari raw material dan bersifat lebih stabil. Enzim ekstraseluler
dapat dimurnikan dari substratnya dengan: sentrifugasi, filtrasi, floakulasi dan
koagulasi, pengendapan, ultrafiltrasi dan osmosa balik, kromatografi. Sentrifugasi,
metode ini dipilih untuk memisahkan larutan dari molekul yang lebih besar dalam
skala laboratorium. Sentrifugasi jarang digunakan dalam skala besar atau industri
karena kapastitasnya yang kecil dan dibutuhkan kecepatan yang sangat tinggi.
Diameter partikel yang besar, perbedaan massa jenis partikel dan larutan besar,
serta viskositas larutan yang rendah akan mempermudah terjadinya pemisahan.
Kecepatan sudut yang tinggi, radius putaran yang besar, dan lapisan cairan yang
tipis dapat mempercepat proses.
Filtrasi merupakan pemisahan padatan dari sejumlah larutan melalui sebuah
penyaring sehingga partikel padat akan tertahan di penyaring. Kecepatan aliran
cairan yang melewati penyaring bergantung pada perbedaan tekanan, hambatan
oleh materi, kekentalan cairan, dan hambatan oleh lapisan yang sudah terbentuk.
Flokulasi dan koagulasi, teknik ini baik digunakan sebelum senrtifugasi atau
filtrasi. Pada cairan yang sangat encer, flokulasi terjadi dengan penambahan suatu
reagen. Koagulasi merupakan adhesi spontan antarpartikel bila muatan partikel
yang satu dapat dinetralkan oleh muatan partikel lain. Teknik ini diterapkan untuk
pengendapan sel utuh , pecahan sel, atau larutan protein.
Ultrafiltrasi dan Osmosa Balik, pada ultrafiltrasi molekul-molekul dipaksa
melewati suatu membran dengan ukuran pori sangat kecil dengan menggunakan
tekanan hidrolik. Pada osmosa balik ukuran pori sedemikian kecilnya sehingga
yang dapat menembus melalui membrane hanya molekul-molekul pelarut.Salah
satu teknik analiss protein yaitu electrophoresis adalaj Pemisahan suatu senyawa
berdasarkan ukuran atau beratnya dengan bantuan medan listrik (kutub negatif dan
kutub positif).PAGE : Pemisahan senyawa tersebut terjadi pada kolom-kolom
pada gel yang dibuat dari senyawa polyacrylamide (campuran acrylamide-bis
acrylamide). SDS-PAGE : bahwa sebelum dianalisis dengan PAGE, sampel
(protein) diperlakukan dengan larutan sodium dodecyl sulfate (SDS) untuk
merubah struktur (meluruskan) bentuk protein dan untuk memberikan muatan
negatif pada protein.
Kromatografi merupakan cara pemisahan berdasarkan perbedaan interaksi
antara komponen-komponen yang akan dipisahkan dengan fase diam dan fase
gerak.
- Kromatografi Gel Filtrasi
Prinsip dari teknik filtrasi gel (kromatografi filtrasi gel) adalah pemisahan
molekul berdasarkan perbedaan ukurannya. Perlakuan enzim selanjutnya
adalah pemurnian berdasarkan ukuran dengan kolom kromatografi filtrasi gel
menggunakan sephadex G-100. Sampel diteteskan pada bagian atas kolom gel
sephadex G-100 yang berfungsi sebagai fase diam dan larutan buffer fosfat
pH 8 yang berfungsi sebagai fase gerak. Sampel enzim yang memiliki bobot
molekul lebih besar dari pori-pori gel akan melewati ruang antar pori-pori
sehingga akan lebih dahulu keluar dari kolom sebaliknya yang berbobot
molekul lebih kecil akan masuk ke dalam pori-pori matriks sehingga akan
keluar lebih lambat. Setelah proses kolom berlangsung, eluen ditampung pada
wadah sebesar 15 ml. Eluen yang telah ditampung pada wadah kemudian
diukur kadar protein dan aktivitas enzimnya.
- Kromatografi Penukar Ion
Kromatografi kolom penukar ion terdapat dua fasa, yaitu fasa diam dan
fasa gerak. Syarat-syarat bahan yang bisa digunakan untuk fasa diam adalah
tidak terlarutpada fasa gerak, stabil pada kondisi proses yang dikehendaki dan
mampu menyerap zat-zat yang dipisahkan. Sedangkan bahan yang bisa
dipakai sebagai fasa gerak harus mempunyai sifat - sifat tidak melarutkan fasa
diam, stabil terhadap kondisi proses dan mampu melepaskan atau melarutkan
unsur - unsur atau ion - ion yang terserap/terikat pada fasa diamnya, dengan
besar kelarutan yang berbeda - beda. Bahan yang dipakai untuk fasa diam
adalah resin penukar ion. Resin penukar ion ini dapat menyerap ion – ion
yang dipisahkan, dengan menukarkan ion - ion yang sesuai antara ion fase
diamnya dengan ion pada fasa geraknya. Dalam proses pertukaran ion, fase
gerak bertugas mengambil kembali ion-ion yang terkait pada penukar ion
dengan jalan mengalirkannya melalui tumpukan penukar ion. Pada umumnya
proses ini berlangsung pada sebuah kolom, dan fase gerak ini dialirkan dari
atas ke bawah dengan kecepatan tertentu,sehingga mampu menyebabkan
reaksi pertukaran ion ketika fasa gerak mengalir melalui tumpukan resin
penukar ion.
- Kromatografi Afinitas
Pemurnian enzim atau protein menggunakan teknik kromatografi afinitas
pada saat ini sangat populer dan menjadi pilihan utama. Pemurnian ini
dilakukan berdasarkan afinitas enzim atau protein terhadap biomolekul lain
(ligan), misalnya enzim terhadap inhibitor, substrat atau produknya, afinitas
antibodi terhadap antigennya, atau afinitas hormon terhadap reseptornya.
Prinsip kromatografi afinitas adalah pengikatan spesifik ligan dengan
reseptor. Jadi, dalam kromatografi afinitas minimum harus ada dua senyawa
yang berikatan spesifik. Dalam proses pemurnian satu tahap menggunakan
kromatografi afinitas diperlukan interaksi spesifik antara protein rekombinan
dengan suatu ligan. Keterbatasan metode ini adalah protein rekombinan yang
akan dimurnikan harus berinteraksi secara spesifik dengan suatu ligan. Jadi,
jika tidak diketahui ligan yang dapat berinteraksi secara spesifik maka tidak
dapat dilakukan pemurnian satu tahap.
Ciri yang menonjol pada kromatografi afinitas adalah kemampuannya
untuk secara selektif mengeluarkan satu protein tertentu, atau yang paling
sering,sejumlah kecil protein tertentu, dari campuran protein yang kompleks.
Teknik ini menggunakan suatu ligand tak bergerak yang mengadakan
interaksi spesifik dengan enzim yang ingin dimurnikan. Protein yang tidak di
kehendaki akan mengalir lewat kolom dan dibuang. Protein yang di kehendaki
kemudian akan dielusikan dari ligan yang tak bergerak memakai cairan elusi
yang umumnya berupa larutan garam atau ligand berbentuk larut dengan
konsentrasi tinggi. Permunian yang dicapai melalui teknik kromatografi
afinitas ini sangat mengesankan dan sering melebihi hasil yang mungkin di
peroleh dengan pemakaian sejumlah teknik klasik secara berturutan
DAFTAR PUSTAKA

Klooman, dan Klaus-Heinrich Rohm. 1995. Atlas berwarna & Teks Biokimia.
Hipokrates. Jakarta

Kuchel, Philip dan Gregory B. Ralston.Biokimia .Erlangga. Jakarta

Sentot , Budi Raharjo. 2008 Kimia berbasis Ekspiremen 3. Platinum. Jakarta

Poedjaji, (1994), Dasar-Dasar Biokimia. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Purnomo et all. 2006 .Biologi. Sunda Kelapa Pustaka. Jakarta

Supardan. 1989. Metabolisme Lemak. Lab. Biokimia Universitas Brawijaya. Malang

Beri Nilai