Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PERANAN MANAJEMEN DALAM ORGANISASI

PEMBELAJAR GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI KARYAWAN


DI SEBUAH PERUSAHAAN

DOSEN PENGAMPU:
ADE MUAZTY DEKA, ST., MA

PENYUSUN:
IRFAN DARMAWAN D1061141028

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah peranan manajemen dalam
organisasi pembelajar guna meningkatkan motivasi karyawan di sebuah
perusahaan. Pertama penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Ade
Muazty Deka, ST., MA selaku Dosen Mata Kuliah Organisasi dan Manajemen
Perusahaan Industri yang telah banyak memberikan pengarahan dalam
menyelesaikan makalah yang digunakan sebagai tugas akhir ini.
Pembuatan makalah ini bertujuan dalam memenuhi tugas akhir dari mata
kuliah Organisasi dan Manajemen Perusahaan Industri, selain itu mahasiswa
mampu mengetahui peranan manajemen organisasi dalam meningkatkan motivasi
karyawan.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu
penulis memohon maaf dan akan menerima segala masukan yang diberikan untuk
menyempurnakan makalah ini. Penulis berharap makalah ini berguna bagi siapapun
yang membacanya.

Pontianak, 9 Januari 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................... 1

1.4 Manfaat Penulisan .................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3

2.1 Pengertian Manajemen ............................................................................. 3

2.2 Pengertian Motivasi .................................................................................. 4

2.3 Pentingnya Motivasi dalam Organisasi .................................................... 4

2.4 Proses Timbulnya Motivasi dalam Organisasi ......................................... 6

2.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi .......................................... 6

2.6 Teori-Teori Motivasi ................................................................................ 7

2.7 Contoh Perusahaan yang Telah Menerapkan ......................................... 10

BAB III PENUTUP .............................................................................................. 13

3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 13

3.2 Saran ....................................................................................................... 13

iii
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Setiap di dalam lingkungan kerja kita selalu berhadapan dengan
kondisi mental yang lemah dan pada saat itu kita bisa mendapatkan masukan
atau saran yang dapat membangkitkan semangat kita kembali. Dalam
kehidupan ini kita selalu memotivasi diri kita untuk lebih dari orang lain,
tidak hanya di dunia kerja saja yang harus di motivasi agar menjadi lebih baik
tetapi dalam kehidupan sehari-hari pun juga perlu.
Kegiatan ini, mendorong mental kita untuk lebih maju lagi. Motivasi
berasal dari kata movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motivasi
mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan,
agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan
tujuan yang telah ditentukan.
Dalam makalah ini kami akan menjelaskan tentang peranan
manajemen organisasi dalam memotivasi secara terperinci agar lebih jelas
apa yang di maksud dengan motivasi itu sendiri. Motivasi sering dipakai
perusahaan untuk meningkatkan nilai mutu kerja kita di suatu perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana peranan manajemen organisasi guna memotivasi karyawan?
2. Apa pengertian motivasi menurut para ahli?
3. Seberapa penting motivasi bagi karyawan dalam organisasi?
4. Apa saja teori-teori motivasi?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui peranan manajemen organisasi guna memotivasi karyawan.
2. Untuk mengetahui pengertian motivasi menurut para ahli.
3. Untuk mengetahui pentingnya motivasi dalam organisasi.
4. Untuk mengetahui teori-teori tentang motivasi.

1
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini antara lain sebagai
berikut:
1. Penulis maupun pembaca bisa memahami secara detail mengenai
pentingnya motivasi dalam dunia organisasi.
2. Penulis bermaksud mengupas dan membagi ilmu tentang peranan
manajemen dalam organisasi pembelajar guna meningkatkan motivasi
karyawan di sebuah perusahaan.
3. Penulis maupun pembaca dapat mengambil hikmah mengenai peran
motivasi untuk diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, khususnya
bagi karyawan dalam perusahaan.

2
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen


Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement,
yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum
memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen
mungkin berasal dari Bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti
“mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari
bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari
bahasa Perancis manègeyang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari
Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris
ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini
dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai
seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa
seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk
mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber
daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti
bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien
berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan
sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa
Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Menurut James A.F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota dan
tujuan penggunaan organisasi yang telah di tentukan.
Dari berbagai pengertian di atas, dapat di rumuskan bahwa
manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses pengguna sumber

3
daya organisasi lainnya untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah di
tetapkan.
Manajemen mengalami perkembangan yang sangat luar biasa
dengan di mulainya revolusi industri. Hal ini dapat di terima karena revolusi
industri mengakibatkan perusahaan semakin besar. Perkembangan
perusahaan menuntut adanya pemanfaatan biaya secara efektif dan efisien.
Selain itu, di perlukan pula pengelolaan perusahaan yang lebih profesional.
Pelopor-pelopor manajemen pada saat itu adalah Frederick Taylor, James
Watt Jr, Robert Owen, Mathew Boulton, Charless Babbage, dan Henry Fayol.
James Watt Jr dan Mathew Boulton banyak mengembangkan teknik
manajemen tentang pasar, pengaturan tata letak mesin, dan manajemen
personalia.

2.2 Pengertian Motivasi


Motivasi adalah keseluruhan proses pemberian motivasi bekerja
kepada bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan
ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis
(Siagian, 1994:128). Menurut George R. Terry, motivasi adalah keinginan
yang terdapat pada seorang individu yang merangsangnya melakukan
tindakan. Selanjutnya menurut Greenberg dan Baron (1993:114) adalah suatu
proses yang mendorong, mengarahkan dan memelihara perilaku manusia
kearah pencapaian tujuan.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat diambil
kesimpulan bahwa motivasi adalah suatu proses seorang individu dalam
berperilaku sedemikian rupa sehingga mau bekerja atau bertindak demi
tercapainya tujuan organisasi.

2.3 Pentingnya Motivasi dalam Organisasi


Motivasi organisasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan
pegawai dan organisasi agar mau bekerja. Berdasarkan tujuan yang ingin
dicapai, manusia akan termotivasi oleh kebutuhan yang dimilikinya.
Pendapat ini sejalan dengan Robin yang mengemukakan bahwa motivasi

4
organisasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi
untuk tujuan organisasi yang di kondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam
memenuhi beberapa kebutuhan individual. Motivasi ini dapat pula dikatakan
sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri. Terkait dengan
motivasi organisasi lima fungsi utama manajemen adalah planning,
organizing, staffing, leading, dan controlling. Pada pelaksanaanya, setelah
rencana dibuat, organisasi dibentuk, dan disusun personalianya, langkah
berikutnya adalah menugaskan atau mengarahkan anggota menuju ke arah
tujuan yang telah di tentukan. Fungsi pengarahan ini secara sederhana
membuat anggota melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan dan
harus mereka lakukan. Memotivasi organisasi merupakan kegiatan
kepemimpinan yang termasuk di dalam fungsi ini. Kemampuan ketua
organisasi untuk memotivasi anggotanya akan sangat menentukan efektifitas
ketua. Ketua harus dapat memotivasi para anggotanya agar pelaksanaan
kegiatan dan kepuasan kerja mereka meningkat. Jika ketua membiarkan
anggotanya berjalan tanpa motivasi, maka bisa di pastikan kinerja organisasi
yang memburuk, menemukan kegagalan program kerja bahkan terancam
bubar. Menurut Atkinson, suatu organisme (dalam diri manusia dan hewan)
yang dimotvasi akan terjuan ke dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan
lebih efisien daripada yang tidak di motivasi. Motivasi organisasi sebisa
mungkin memahami masalah anggotanya, sehingga bisa memecahkan
masalah secara formal maupun informal. Baik secara organisatoris maupun
pendekatan secara personal. Sebagai pimpinan organisasi, sebisa mungkin
memahami masalah anggotanya sehingga bisa memecahkan masalah secara
bersama. Peran evaluasi sangat penting dalam hal ini. Sehingga tidak ada
anggota yang merasa terpaksa menjalankan roda organisasi. Apalagi jika
organisasi bersifat sukarela, alias tidak ada upah kerja untuk anggotanya.

5
2.4 Proses Timbulnya Motivasi dalam Organisasi
Proses motivasi terdiri beberapa tahapan proses (Indriyo
Gitosudarmo, 1997) sebagai berikut:
1. Apabila dalam diri manusia itu timbul suatu kebutuhan tertentu dan
kebutuhan tersebut belum terpenuhi maka akan menyebabkan lahirnya
dorongan untuk berusaha melakukan kegiatan.
2. Apabila kebutuhan belum terpenuhi maka seseorang kemudian akan
mencari jalan bagaimana caranya untuk memenuhi keinginannya
3. Untuk mencapai tujuan prestasi yang diharapkan maka seseorang harus
didukung oleh kemampuan, keterampilan maupun pengalaman dalam
memenuhi segala kebutuhannya.
4. Melakukan evaluasi prestasi secara formal tentang keberhasilan dalam
mencapai tujuan yang dilakukan secara bertahap
5. Seseorang akan bekerja lebih baik apabila mereka merasa bahwa apa yang
mereka lakukan dihargai dan diberikan suatu imbalan atau ganjaran
6. Dari gaji atau imbalan yang diterima kemudian seseorang tersebut dapat
mempertimbangkan seberapa besar kebutuhan yang bisa terpenuhi dari
gaji atau imbalan yang mereka terima.

2.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi


Motivasi sebagai proses psikologis dalam diri seseorang akan
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dibedakan
atas faktor intern dan ekstern yang berasal dari karyawan.
1. Faktor Internal
Faktor Internal yang dapat mempengaruhi pemberian motivasi pada
seseorang antara lain:
a. Keinginan untuk dapat hidup;
b. Keinginan untuk dapat memiliki;
c. Keinginan untuk memperoleh penghargaan;
d. Keinginan untuk memperoleh pengakuan;
e. Keinginan untuk berkuasa

6
2. Faktor Eksternal
Faktor ekstern juga tidak kalah peranannya dalam melemahkan
motivasi kerja seseorang. Faktor-faktor ekstern itu adalah:
a. Kondisi lingkungan kerja;
b. Kompensasi yang memadai;
c. Supervise yang baik;
d. Adanya jaminan pekerjaan;
e. Status dan tanggung jawab;
f. Peraturan yang fleksibel.

2.6 Teori-Teori Motivasi


Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk
melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan
sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari
kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk
tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah
mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan.
1. Teori Motivasi Abraham Maslow (1943-1970)
Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya
semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5
tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari
tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan
Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar
sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting
setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat
paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat
berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.
a. Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
b. Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
c. Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan
orang lain, diterima, memiliki)

7
d. Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan
mendapatkan dukungan serta pengakuan)
e. Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui,
memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian,
keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan
kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan
tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang
lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan
mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan
intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah.
Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat
yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan,
perlindungan, dan rasa aman.

2. Teori Motivasi Herzberg (1966)


Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong
seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari
ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik)
dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi
seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah
hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya
(faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang
untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah
achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor
intrinsik).

3. Teori Motivasi Douglas McGregor


Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori
Y (positif), Menurut teori X empat pengandaian yang dipegang manajer:
a. karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja

8
b. karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam
dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
c. Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
d. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang
dikaitkan dengan kerja.
Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada
empat teori Y:
a. karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti
istirahat dan bermain.
b. Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika
mereka komit pada sasaran.
c. Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
d. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

4. Teori Motivasi Vroom (1964)


Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation
menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia
yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu
sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi
seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
a. Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
b. Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika
berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk
mendapatkan outcome tertentu).
c. Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif,
netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu
yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan
kurang dari yang diharapkan

5. Achievement TheoryTeori Achievement Mc Clelland (1961),


Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang
menjadi kebutuhan manusia, yaitu:

9
a. Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
b. Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama
dengan soscialneed-nya Maslow)
c. Need for Power (dorongan untuk mengatur)

6. Clayton Alderfer ERG


Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang
didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence),
hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit
berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika
kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka
manusia akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan
kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi.

2.7 Contoh Perusahaan yang Telah Menerapkan


PT. Unilever dalam pengembangan profesionalisme, memiliki
learning programme yang komprehensif serta terus memupuk learning
culture di perusahaan yang mendorong orang untuk dapat belajar berbagai hal
di setiap kesempatan, baik melalui sesi-sesi resmi maupun tidak resmi dimana
karyawan dapat saling sharing pengetahuan, pengalaman, kisah sukses
maupun kegagalan untuk pembelajaran rekan-rekannya. Untuk mendorong
work-life balance, Unilever menyediakan berbagai sarana seperti fasilitas
gym, klub olahraga untuk karyawan, nursery room, daycare centre menjelang
Lebaran, aktivitas rohani dan social, dan lain-lain.
Dalam mengatasi permasalahan SDM dalam bidang pelatihan ini
perusahaan unilever secara umum telah menyiapkan modul training yang
berjumlah 2.188 modul yang telah dinaikan dari tahun sebelumnya yang
berjumlah 2.046 buah modul. Selain itu dari segi peningkatan jumlah pelatih
internal juga naik dari 1.416 pelatih menjadi 1.575 pelatih. Dan peningkatan
jumlah aktivitas training mencapai 12,705 training.

10
Program pelatihan tersebut meliputi program pelatihan general
skills, leadership skills, professional skills, dan sharing session. Dari masing-
masing program pelatihan tersebut masih memuat beberapa program
didalamnya secara mendetail dan khusus untuk membimbing dan melatih
para karyawan untuk dapat mengembangkan keahlian dan untuk
menyemangati para karyawan agar lebih termotivasi kembali didalam
melakukan pekerjaannya. Perusahaan ini juga menggunakan lebih banyak
media yang bersifat interaktif seperti Facebook, Twitter, dan Safety Portal di
intranet Unilever Indonesia guna menjalin dialog dua-arah tentang berbagai
masalah berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini dilakukan
oleh PT unilever guna menjaga keselamatan dan kesehatan para karyawannya
yang dianggap paling penting.
General skills atau keahlian umum ini meliputi berbagai pelatihan
keahlian secara umum yang diajarkan kepada para karyawan perusahaan PT.
Unilever. Selain itu general skill ini juga digunakan untuk melatih dan
memberikan training kepada seluruh karyawan perusahaan PT unilever
Indonesia dalam mempraktekan keahlian umum mereka yang berkaitan
dengan pekerjaan di perusahaan ini.
Leadership skills atau yang sering disebut-sebut sebagai keahlian
atau kemampuan kepemimpinan. Keahlian ini juga diajarkan dan dilatih oleh
perusahaan PT unilever kepada para karyawannya agar memiliki tanggung
jawab dan sikap sebagai seorang pemmpin sehingga dapat ikut mengarahkan
dan mengoperasikan perusahaan sebagai layaknya pemimpin dalam masing-
masing bidang pekerjaan mereka dalam perusahaan ini tanpa harus
menunggu perintah dan bergantung dengan orang lain.
Professional skills merupakan kemampuan individu yang
menunjukan kemampuan profesionalnya dalam melaksanakan tanggung
jawab pekerjaannya didalam perusahaan PT unilever. Perusahaan
memberikan pelatihan ini agar seluruh karyawan perusahaan PT unilever
dapat bekerja dan bertindak secara professional didalam menjalankan bidang
pekerjaannya.

11
Sharing session merupakan waktu dimana para karyawan akan
dikumpulkan dan berbagi mengenai keluh kesah yang terjadi dikalangan
pegawai yang berkaitan dengan pekerjaan mereka di perusahaan. Selain itu,
para pemimpin atau psikolog perusahaan juga dapat memberikan motivasi
dan penyemangat mereka pada sesi ini untuk ikut membangkitkan gairah
serta semagat para karyawan dalam bekerja. Hal ini tentu saja penting untuk
dilakukan mengingat semangat dan motivasi merupakan hal pokok yang
menjadi dasar seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.
Dengan adanya pelatihan atau training tersebut maka perusahaan
telah ikut serta dalam mengembangkan karir para karyawannya baik secara
langsung maupun tidak langsung melalui program pelatihan dan pendidikan
tersebut. Hal ini tentu saja akan menambah keahlian dan dapat membuka
kesempatan berkarir yang lebih tinggi bagi para karyawannya. Sehingga hal
ini perlu dilakukan oleh berbagai perusahaan yang ingin meningkatkan mutu
sumber daya manusiannya demi kemajuan perusahaan juga.

12
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini maka dapat
disimpulkan bahwa motivasi memberikan peranan penting dalam
produktivitas di dalam organisasi dimana individu tersebut bekerja. Banyak
para ahli yang memberikan definisi mengenai motivasi berdasarkan sudut
pandangnya, salah satunya adalah Siagian (1994:128) yang mengatakan
bahwa motivasi adalah keseluruhan proses pemberian motivasi bekerja
kepada bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan
ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
Selanjutnya faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi baik secara internal
maupun eksternal. Kemudian teori-teori yang mendukung motivasi terbagi
dua yaitu teori motivasi kepuasan dan teori motivasi proses. Motivasi selain
berperan dalam meningkatkan produktivitas bagi organisasi, motivasi juga
memberikan kontribusi yang besar dalam memberikan masukan yang berarti
kepada bawahan berkaitan dengan kinerja yang seharusnya diterapkan di
suatu organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta.

3.2 Saran
Setelah mempelajari pembahasan manajemen organisasi guna
motivasi bagi karyawan, maka ada dua saran yang bisa petik dalam makalah
ini diantaranya adalah yang pertama bagi pihak atasan dalam suatu organisasi
sebaiknya dapat memberikan apa yang seharusnya bawahan dapatkan, baik
itu informasi yang akurat, cepat dan tidak bertele-tele sehingga semangat
kerja bawahan tetap terjaga. Kedua, adalah bagi pihak bawahan sebaiknya
lebih memaksimalkan tugas pokok dan fungsi kerjanya masing-masing
supaya kinerja tersebut bisa mendapatkan predikat memuaskan bagi para
atasan.

13