Anda di halaman 1dari 13

SENSOR PARKIR OTOMATIS PADA GARASI MENGGUNAKAN

TRANSMITTER DAN RECEIVER

Diajukan Sebagai Syarat Untuk Memenuhi Pelaksanaan Tugas Mata Kuliah


Pada Jurusan Teknik Elektro Program Diploma IV
Di Politeknik Negeri Sriwijaya

Disusun Oleh :

Gatrajeniusa Ariprima (061540341840)


Happy Rivaldi (061540341841)
PROGRAM STUDI DIV KONSENTRASI MEKATRONIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

PALEMBANG

2018

BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Peran teknologi di zaman sekarang ini sangat berkembang pesat, ditambah


lagi adanya era persaingan bebas. Otomatisasi merupakan salah satu realisasi dari
perkembangan teknologi, dan merupakan satu – satunya alternatif yang tidak
dapat dielakkan lagi untuk memperoleh sistem kerja yang sederhana, praktis, dan
efisien sehingga didapatkan hasil yang memuaskan.

Berdasarkan pertimbangan diatas, untuk menunjang proses otomatisasi agar


mampu meringankan beban manusia dalam bekerja, maka diperlukan komponen
elektronika sehingga apabila dirangkai akan membuat suatu rangkaian yang
mampu bekerja sesuai dengan kegunaannya.

II. Tujuan Penelitian


Dari penelitian ini diharapkan akan di peroleh hasil yaitu rangkaian sensor
parkir di garasi secara otomatis dimana rangkaian ini akan sebagai pemandu parkir
secara otomatis.

III. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini diharapkan akan mampu membantu mengurangi


salah satu kesalahan fatal pada saat memarkirkan kendaraan pada garasi.

IV. Batasan Masalah

Dengan adanya permasalahan yang harus diselesaiakan pada proses


pendeteksian mobil , maka dalam proyek akhir ini dibatasi pada hal-hal sebagai
berikut:

1. Bagaimana proses kerja dari rangkaian sensor parkir otomatis pada garasi
ini ?

2. Sensor apa yang digunakan untuk membuat rangkaian ini ?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. PLC (Programable Logic Controller)

PLC adalah peralatan elektronika yang beroperasi secara digital, yang Penggunakan
programable memori untuk menyimpan internal bagi intruksi – intruksi fungsi spesifik seperti logika,
sekuensial, timing, counting dan aritmatika untuk mengendalikan secara digital atau analog input
atau output sebagai tipe mesin.

PLC (Programmable Logic Controller) memiliki input device yang disebut sensor, output
device serta controller. Peralatan yang dihubungkan pada PLC yang berfungsi mengirim sebuah
sinyal ke PLC disebut input device. Sinyal input masuk pada PLC disebut input poin. Input poin ini
ditempatkan dalam lokasi memori sesuai dengan statusnya on atau off. Lokasi memori ini disebut
lokasi bit. CPU dalam suatu siklus proses yang normal memantau keadaan dari input poin dan
menjalankan on dan off sesuai dengan input bitnya.

Pada dasarnya PLC terdiri dari tiga bagian utama yaitu bagian input/output, bagian prosesor
dan perangkat pemrograman (programming device).

Gambar 2.1. Blok Diagram Programable Controller5

Tahap dasar untuk penyiapan awal untuk memudahkan dan memasukkan program dalam
PLC dengan mempersiapkan daftar seluruh peralatan input dan output beserta lokasi I/O bit,
penempatan lokasi word dalam penulisan data. Untuk pemrograman sebuah Programmable Logic
Controller terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang organisasi dan memorinya.

Ilustrasi dari organisasi memori adalah sebagai peta memori (memori map), yang spacenya
terdiri dari kategori User Programable dan Data Table. User Program adalah dimana program Logic
Ladder dimasukkan dan disimpan yang berupa instruksi – instruksi dalam format Logic Ladder. Setiap
instruksi memerlukan satu word didalam memori.

2.2. Motor Arus Searah (Motor DC)

Prinsip kerja motor DC


Sebuah kawat yang dialiri arus diletakkan diantara dua kutub magnet yang berlawanan,
maka pada kawat tersebut akan bekerja suatu gaya yang menggerakkan kawat tersebut. Arah gerak
gaya tersebut dapat ditentukan dengan kaidah tangan kiri yang berbunyi sebagai berikut. Apabila
tangan kiri terbuka diantara kutub U dan S, sehingga garis-garis gaya yang keluar dari Kutub Utara
menembus telapak tangan kiri arus didalam kawat mengalir searah dengan arah keempat jari, maka
kawat itu akan mendapat gaya yang arahnya sesuai dengan arah ibu jari. Gaya menimbulkan torsi
yang akan menghasilkan rotasi mekanik, sehingga motor akan berputar. Jadi motor arus searah ini
menerima sumber arus searah kemudian diubah menjadi enegri mekanik.

Prinsip kerja dari motor arus searah adalah sebagai berikut :

1. Adanya garis-garis gaya medan magnet (fluks), antara kutub

yang ada di stator.

2. Penghantar yang dialiri arus ditempatkan pada jangkar yang berada dalam medan
magnet tadi.

3. Pada penghantar timbul gaya yang menghasilkan torsi.


Gambar 2.2. Prinsip Kerja Motor DC

Karena garis gaya berusaha mencari jalan yang sependek-pendeknya, maka kawat akan
mendapat tekanan yang arahnya kebawah. Hal ini disebabkan gaya saling dorong dari kedua medan
magnet. Bila sebuah belitan terletak dalam medan magnet yang serupa, tetapi kedua sisi belitan itu
mempunyai arus yang arahnya berlawanan, maka arah gerak kawat berlainan sehingga menghasilkan
suatu gaya putaran atau disebut kopel.

2.3. Limit Switch

Limit Switch adalah bagian integral dari sistem kontrol yang berfungsi layaknya switch biasa.
Bedanya adalah limit switch digerakkan oleh suatu mekanis yang biasa digunakan untuk keperluan
start, stop, seep – up, slow – down, actuator assembly dan internal contact. Hoising melindungi
internal contact sehingga kokoh dan tahan ledakan. Sedangkan actuatornya dapat bermacam –
macam bentuk sesuai dengan kebutuhan antara lain yaitu bentuk rotary, level dan lain – lain.
Kontaknya biasa normali open (NO) maupun normali close (NC).
Gambar 2.3. Konseptual mekanisme dari limit switch

Limit switch biasa digunakan iuntuk mengetahui posisi dari sebuah batasan yang
berhubungan dengan piston silinder, rotor, pergerakan tempat mesin dan lainnya, supaya peralatan
tersebut dapat terkontrol secara otomatis.

2.4. Transformator Daya

Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk
menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya
(mentransformasikan tegangan).

2.4.1 Cara Kerja dan Fungsi Tiap-tiap Bagian

Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi masing-masing:

2.4.1.1 Bagian utama

- Inti besi

Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik yang
melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk mengurangi
panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh “Eddy Current”.

- Kumparan trafo
Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan. Kumparan tersebut diisolasi
baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan isolasi padat seperti karton, pertinax
dan lain-lain.

Umumnya pada trafo terdapat kumparan primer dan sekunder. Bila kumparan primer
dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang
menginduksikan tegangan, bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka akan
mengalir arus pada kumparan ini. Jadi kumparan sebagai alat transformasi tegangan dan arus.

2.4.2 Peralatan Bantu

- Pendingin

Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi
tembaga. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan, akan merusak isolasi di
dalam trafo, maka untuk mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan tersebut trafo perlu dilengkapi
dengan system pendingin untuk menyalurkan panas keluar trafo. Media yang digunakan pada sistem
pendingin dapat berupa udara / gas, minyak dan air.
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Metodologi Penelitian

Untuk menyelesaikan proyek akhir ini, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Penentuan Judul

2. Studi literature

Berisikan pembahasan teoritis melalui studi literatur dari buku-buku atau jurnal ilmiah yang
berkaitan dengan dasar PLC , limit switch ,simulasi software MICROCHIP MPLAB IDE , analisa
performansi alat.

3. Perencanaan perangkat keras

Berisikan desain alat yang akan digunakan sebagai control.

4. Melakukan survey komponen

Berupa pengetesan komponen yang akan digunakan.

5. Pembuatan alat

Berisikan proses pembuatan alat control yang menggunakan PLC.

6. Melakukan pengujian alat

Berisikan tentang pengujian alat yang telah selesai dibuat apakah sudah beroperasi sesuai
rencana atau belum.

7. Penyempurnaan alat
Berisikan tentang penyempurnaan alat jika masih belum dapat beroperasi dengan baik.

8. Menyusun buku laporan proyek akhir.

Berisikan penyusunan hasil dari penelitian dalam bentuk laporan penelitian.

3.2. Sistem Kerja Peralatan

Pada bagian ini kita akan membahas secara umum bagaimana sistem kerja dari mesin
kontrol seleksi dimensi barang ini, dengan menggunakan PLC sebagai pengontrolnya. Berikut ini
adalah system dari seleksi dimensi barang :

Gambar 3.1 Sistem Blok Diagram


Gambar 3.2 Flowchart sistem kontrol seleksi dimensi barang

Secara rinci dapat dijelaskan sistem seleksi dimensi barang ini adalah sebagai berikut:

 Tahap pertama :

Pada tahap awal pengoperasian bila push button ON ditekan maka motor pertama bekerja
(m1). Motor ini menggerakkan konveyor.

 Tahap kedua :

Pada tahap selanjutnya objek akan berjalan diatas konveyor. Objek ini akan berjalan menuju
tempat limit swit yang berfungsi sebagai sensor penyeleksi.

 Tahap ketiga :
Pada tahap ini objek akan menyentuh salah menyentuh limit switch yang salah satunya
digunakan untuk menghentikan jalannya konveyor.

 Tahap keempat :

Pada tahap ini semua limit switch yang tesentuh objek tersebut akan ON dan akan
mengirimkan inputan pada PLC. Dengan program yang telah diisikan, maka PLC akan
mengetahui apakan objek tersebut sesuai dengan ukuran apa tidak.

 Tahap kelima :

Pada tahap ini apabila dinyatakan sesuai ukuran maka konveyor (Motor 1) akan berjalan
kembali, sehingga objek akan terus dijalankan. Apabila objek dinyatakan tidak sesuai dengan
ukuran maka pendorong (Motor 2) akan ON dan akan mendorong objek tersebut kesamping
atau keluar dari konveyor.

DAFTAR PUSTAKA

1. Factory Automation, Singapore, 1992, hal. 3


2. Ir. Hamzah Berahim, Teknik Tenaga Listrik, Andi Offset Yogyakarta, Yogyakarta, 1991, hal. 44

3. Ir. Sutedja, MA. Mesin Listrik, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya, 1991. hal. 2

4. Drs. Suminto, MA. Mesin Arus Searah, Andi Offset Yogyakarta, Yogyakarta, 1991, hal. 120

5. CPM1 Programable Controller ( Programming Manual), Omron, Bandung, 1998

6. Ibid hal 11

7. Y. MAEDA, Dr. Eng, Ptofesor Akhesi National College of Technologi, Jepang SON KUSWADI, Ir.
MOHAMMAD NUH, Dr, Ir. SULISTYO MB, IR. Dosen, Politeknik Elektronika Surabaya “KONTROL
OTOMATIK” Politeknik Elektronika Surabaya, Institut Elektronika Negeri Surabaya

8. http://www.controlsupply.com