Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KEGIATAN SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN

POS UKK DI DESA RUNGGU, CENGGU DAN ROKA

PUSKESMAS BELO
TAHUN 2018
SOSIALISASI DAN PEMNBENTUKAN POS UKK DI DESA RUNGGU

A. PENDAHULUAN
Perilaku masyarakat yang diharapkan dalam Indonesia Sehat 2025 adalah perilaku yang bersifat
proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan; mencegah risiko terjadinya penyakit;
melindungi diri dari ancaman penyakit dan masalah kesehatan lainnya; sadar hukum; serta
berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat, termasuk menyelenggarakan
masyarakat sehat dan aman (safe community).

Dengan berlandaskan pada dasar Pembangunan Kesehatan, dan untuk mewujudkan Visi
Indonesia Sehat 2025, ditetapkan 4 (empat) misi Pembangunan Kesehatan, yang salah satunya
yaitu: Kesadaran, kemauan dan kemampuan setiap individu, keluarga dan masyarakat untuk
menjaga kesehatan, memilih, dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, sangat
menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan

Dalam undang-undang No 23 Tahun 1992 pasal 23 tentang kesehatan kerja disebutkan bahwa
upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiap tempat kerja. khususnya tempat kerja
yang mempunyai risiko bahaya kesehatan bagi pekerja agar pekerja dapat bekerja secara sehat
tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas
kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.

B. Latar Belakang
Program kesehatan kerja merupakan suatu upaya kesehatan kerja bagi masyarakat pekerja.
Bentuk upaya pelayanan kesehatan kerja adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada
masyarakat pekerja mencakup upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan, pencegahan
penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Undang-Undang No 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah menyebutkan bahwa daerah


diberi wewenang yang luas, nyata dan bertanggung jawab secara proporsional Sebagai
penjabaran lebih lanjut telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2000 tentang
Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propins sebagai Daerah Otonom. Salah satunya
bidang kesehatan termasuk kesehatan kerja menjadi kewenangan daerah yang wajib
dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota.

Dibeberapa daerah di Indonesia pelayanan kesehatan kerja belum banyak dilakukan, hal ini
berdasarkan hasil need assessment survey yang dilakukan pada beberapa propinsi di Indonesia.
Secara faktual menggambarkan wawasan mengenai kesehatan kerja masih kurang dan sumber
daya manusia di bidang K3 masih kurang serta sistem informasi kesehatan kerja yang belum
dilaksanakan. Salah satu permasalahan kesehatan nasional, baik masa kini maupun dekade
mendatang adalah penanggulang dan penatalaksanaan berbagai penyakit yang berkaitan dengan
adanya peningkatan intensitas industrialisasi. Berbagai penyakit sehubungan dengan
pencemaran lingkungan maupun penyakit-penyakit yang diperoleh dari tempat kerja atau karena
pekerjaannya diperkiraan akan meningkat baik kuantitas maupun intensitasnya. Untuk itu
diperlukan perencanaan maupun pengembangan institusi pelayanan yang memiliki kemampuan,
mutu pelayanan dalam satu kerangka sistem rujukan yang berkesinabungan.

Penatalaksanaan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Penyakit Akibat Hubungan kerja (PAHK),
Haruslah dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan suatu bentuk atau pola pelayanan dasar,
Peran serta masyarakat dan rujukan upaya kesehatan Dengan kata lain penata-laksanaan
penyakit akibat kerja, harus dilakukan dan dikembangkan
secara berjenjang dan memiliki sistem rujukan dari bentuk pelayanan yang paling sederhana
sampai kepada bentuk pelayanan yang sesuai dengan kemajuan IPTEK, tanpa mengabaikan
bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dan kerja sama lintas sektor pada setiap jenjang
pelayanan.

Di Puskesmas Puri terdapat sedikitnya 5 pabrik yang produktif dan kejadian penyakit akibat kerja
sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan datang berobat ke puskesmas. Dari data tersebut
maka prioritas upaya kesehatan kerja yang bermutu di Puskesmas Puri adalah :

a. Pendataan semua kelompok kerja yang ada di wilayah kerja

b. Pelayanan Kesehatan kerja dasar

c. Pelayanan penanganan Penyakit Akibat Kerja (PAK), Penyakit Akibat Hubungan Kerja (PAHK),
dan Kecelakaan Kerja (KK)

d. Kerja sama Jejaring dalam rangka sistem penatalaksanaan pelayanan kesehatan kerja.

C. Tujuan
1. Umum

Terselenggaranya pelayanan kesehatan kerja dasar pada masyarakat pekerja yang bermutu,
merata dan terjangkau untuk meningkatkan produktivitas kerja masyarakat pekerja dan
kondisi kerja yang aman, sehat dan produktif.

2. Khusus

a. Tersedianya standar pelayanan kesehatan kerja dasar.


b. Mendorong terbentuknya jejaring kerja pelayanan kesehatan kerja dasar yang
sadar mutu/berkualitas.
c. Memelihara dan meningkatkan kemitraan lintas program, lintas sektor, tokoh masyarakat,
Organisasi dan dunia usaha dalam pembinaan pelayanan kesehatan kerja dasar.

D. Manfaat
1. Masyarakat sadar akan adanya masalah KESEHATAN KERJA
2. Mengetahui besarnya masalah
3. Menggali sumber daya yang ada / dimiliki desa
4. Masyarakat dapat memecahkan masalah KESEHATAN KERJA yang ada di desanya
dengan kemampuan sumber daya yang ada

E. Pelaksana & Waktu Pelaksanaan


Musyawarah masyarakat desa ini dilakukan mulai tanggal 9 APRIL s/d 11 APRIL 2018 di
3 desa di wilayah kerja Puskesmas BELO Kecamatan BELO

F. Lokasi / Tempat
Kegiatan musyawarah masyarakat desa dilakukan dimasing-masing Aula Balai Desa di
Wilayah Kecamatan belo
G. Sasaran
Sasarannya adalah Peserta pertemuan dalam yaitu, Kades, TP-PKK, BPD, TOMA,
TOGA, Kadus, Kader, kelompok kerja dan bidan desa. Jumlah peserta sebanyak 27 orang
tiap pertemuan dan di fasilitasi oleh petugas kesehatan Puskesmas.

H. Hasil sosialisasi
1. Desa akan menfasilitasi pembentukan POS UKK di Desa
2. Mengidentifikasi bahaya bahaya kesehatan di tempat kerja
3. Akan melaksanakan pelatihan kader kesehatan kerja
4. Bidan desa menjadi tim medis dalam POS UKK

Mengetahui Belo, April 2018


Kepala Pukesmas Belo Pelaksana,

=dr.Hj. Eni Andriani= Abdul Haris Muslim, SKM


NIP. 19830902 200907 2 001 Nip. 19750117 200312 1006