Anda di halaman 1dari 1

TINJAUAN PUSTAKA

Dari penelitian mengenai informasi umum tentang Gunung Sinabung ini


tentunya diperlukan dukungan dari hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang
berkaitan dengan penelitian tersebut.

Menurut Bronto (2006), Gunung api adalah setiap proses alam yang
berhubungan dengan gunung api, meliputi asal-usul pembentukan magma di dalam
bumi hingga kemunculannya di permukaan bumi dalam berbagai bentuk dan kegiatan

Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Nugraha dkk, 2017, memberikan
indikasi bahwa material panas dan magma jumlahnya sangat signifikan. Hal tersebut
ditunjukkan dengan kenampakan perbandingan kecepatan gelombang P (Vp) dan
kecepatan gelombang S (Vs) yang tinggi. Dalam gambar 2 di atas, perbandingan kedua
kecepatan gelombang ini ditandai dengan warna biru.
Berdasarkan hasil penelitian ini, aktivitas Gunung Sinabung masih akan terus
terjadi secara fluktuatif pada tahun-tahun mendatang dan belum bisa dipastikan kapan
akan berhenti.
Untuk kebutuhan mitigasi dan pengurangan risiko bencana, penelitian yang
terpadu dan berkelanjutan merupakan hal penting dilakukan untuk memahami
kandungan dan dinamika yang terjadi dalam tubung Gunung Sinabung.
Dengan demikian dalam penelitian ini akan dibahas mengenai informasi umum
mengenai Gunung Sinabung. Mulai dari letak, ketinggian, Morfologi, Stratigrafi, dll.
Yang tentunya penelitian ini penting untuk dilakukan sebagai wawasan serta informasi
terutama pada negara indonesia yang kaya akan gunung api aktif.

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan mengenai Gunung Sinabung, serta pengumpulan
data dari berbagai sumber maka kesimpulan dari penelitian ini antara lain :

1. Gunung Sinabung ini terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dengan


ketinggian 2460 m dpl.
2. Gunung Api ini merupakan gunung api aktif serta telah mengalami erupsi
sejak sebelum tahun 1600 hingga awal 2018 lalu.
3. Stratigrafi gunung ini tersusun atas 25 satuan batuan erupsi primer dari kawah
pusat dan 1 endapan batuan gunung ai sekunder.
4. Kawasan rawan bencana Gunung Sinabung ini terbagi menjadi 3 kawasan,
yaitu KRB I, KRB II, KRB III. Yangmana setiap KRB memiliki tingkat
potensi bencananya masing-masing.