Anda di halaman 1dari 6

STRUKTUR MODAL DAN SOLVABILITAS DASAR – DASAR SOLVABILITAS

Analisis solvabilitas perusahaan berbeda dengan analisis likuiditas. Pada analisis likuiditas,
jangka waktu biasanya pendek untuk peramalan arus kas yang lebih akurat. Peramalan jangka
panjang kurang dapat diandalkan sehingga analisis solvabilitas menggunakan ukuran analitis yang
kurang akurat, tetapi lebih menyeluruh.
Analisis solvabilitas melibatkan beberapa elemen kunci. Analisis struktur modal adalah
salah satunya. Struktur modal mengacu pada sumber pendanaan perusahaan. pendanana dapat
diperoleh dari modal ekuitas yang relative permanen hingga sumber pendanaan jangka pendek
sementara yang lebih berisiko. Elemen kunci solvabilitas jangka panjang lainya adalah laba
(earnings) atau kemampuan menghasilkan laba (earning power) -yang menunjukan kemampuan
berulang untuk menghasilkan kas dari operasi. Hal itu juga merupakan ukuran kemampuan
perusahaan untuk bangkit dari kondisi kesulitan keuangan. Persyaratan utang biasanya dirancang
untuk:
1. Menekankan ukuran kekuatan keuangan utama seperti rasio lancar dan rasio utang terhadap
ekuitas
2. Menghindari penerbitan utang tambahan
3. Memastikan tidak adanya pengeluaran sumber daya perusahaan melalui dividen yang
berlebihan atau akuisisi.
Pentingnya Struktur Modal Struktur modal merupakan pendanan ekuitas dan utang pada
suatu perusahaan yang sering dihitung berdasarkan besaran relative berbagai sumber pendanaan.
Stabilitas keuangan perusahaan dan risiko gagal melunasi utang bergantung pada sumber pendanaan
serta jenis dan jumlah berbagai aset yang dimiliki perusahaan.

Pentingnya Struktur Modal


Struktur modal merupakan pendanaan ekuitas dan utang pada suatu perusahaan yang sering
dihitung berdasarkan besaran relative berbagai sumjber pendanaan. Tampilan dibawah ini
menggambarkan distribusi asset perusahaan yang umumnya beserta sumber pendanaannya.
Tampilan ini menekankan potensi perbedaan pada pos investasi dan pendanaan yang dimiliki
perusahaan yang tercermin dalam persamaan akuntansi, yaitu asset sama dengan kewajiban
ditambah ekuitas.

Karakteristik Utang dan Ekuitas


Kepentingan untuk menganalisis struktur modal berasal dari berbagai perspektif, salah
satunya adalah perbedaan antara utang dan ekuitas. Ekuitas (equity) mengacu pada risiko modal
suatu perusahaan. Karakteristik modal mencakup:
1. Pengembaliannya yang tidak pasti dan tidak tentu serta tidak adanya pola pembayaran
kembali.
2. Biasanya bersifat permanen, tangguh di saat-saat sulit, dan tidak memiliki persyaratan
dividen wajib.
Modal utang (debt) jangka pendek maupun jangka panjang harus dibayar kembali. Bagi
investor saham biasa, utang mencerminkan risiko kerugian invenstasi diimbangi potensi keuntungan
dari leverage keuangan. Leverage keuangan merupakan penggunaan utang untuk meningkatkan
laba.
Motivasi memperoleh modal utang adalah :
1. Bunga atas sebagian besar utang jumlahnya tetap, dan jika Bungan lebih kecil daripada
pengembalian atas asset operasi bersih, selisih pengembalian tersebut akan menjadi
keuntungan bagi investor ekuitas.
2. Bungan merupakan beban yang dapat mengurangi pajak, sedangkan dividen tidak.

Konsep leverage keuangan


Perusahaan yang dengan leverage keuangan disebut memperdagangkan ekuitas. Hal ini
menunjukkan perusahaan menggunakan modal ekuitas sebagai dasar pinjaman untuk mendapatkan
kelebihan pengembalian.
Penyesuaian untuk Analisis Struktur Modal
Penyesuaian Pada Nilai Buku
a. Pajak penghasilan tangguhan (Deferred Income Tax). Pajak sebagai utang atau ekuitas
tergantung pada sifat tangguhan, pengalaman akun di masa lalu(seperti pola
pertumbuhhannya), dan kemungkinan pembalikan di masa depan.

b. Sewa guna usaha operasi (Operating Lease). Saat ini praktik akuntasi mewajibkan
sebagian besar pendanaan sewa guna usaha jangka panjang yang tidak dapat dibatalkan
disajikan sebagai utang.

c. Pendanaan di luar neraca (Off-balance-sheet Financing). Beberapa manager menyatakan


utangnya terlalu rendah. Beberapa cara untuk melakukan hal ini seperti perjanjian
pendanaan di luar neraca menggunakan entitas bertujuan khusus dan invenstasi metode
ekuitas.

d. Kewajiban kontinjen (Contingent Liabilities). Umumnya cadangan yang menimbulkan


beban terhadap laba juga dianggap sebagai kewajiban.

e. Hak minoritas (Minority Interest). Akun ini bukan kewajiban seperti utang karena tidak
ada kewajiban untuk membayar dividend an pembayaran kembali pokok.

f. Utang yang dapat dikonversi (Convertible Debt). Biasanya disajikan sebagai kewajiban
lainnya (atau sebagai pos yang terpisah dari daftar utang maupun ekutias). Jika

dikonversi menjadi saham biasa, maka utang ini dapat dikelompokkan menjadi ekuitas
untuk tujuan analisis struktur modal.

g. Saham preferen (Preferred Stock). Merupakan karakteristik ekuitas (sebagian besar saham
preferen tidak mengharuskan membayar dividen). Namun jika diharuskan, harus dianggap
sebagai utang.

Komposisi Struktur Modal dan Solvablitas


Risiko fundamental struktur modal dengan utang adalah risiko tidak cukupnya kas pada saat- saat
sulit
Laporan Ukuran Sama dalam Analisis Solvabilitas.
Alat komposisi dilakukan dengan membuat common size statement atas bagian kewajiban dan
ekuitas pada neraca. Salah keuntungan analisis Common Sizze atas struktur modal adalah analisis
ini mengungkapkan besaran relatif sumber pendanaan suatu perusahaan.
Ukuran Struktur Modal untuk Analisis Solvebolitas
Rasio struktur modal merupakan alat analisis solvabilitas lainnya. Ukuran rasio strukrtur modal
mengaitkan komponen struktur modal satu sama lain atau dengan totalnya.
1. Total Utang terhadap Total Modal (total debt to total capital ratio)
Rasio total hutang terhadap total modal (total debt to total capital ratio) atau bisa disebut
dengan rasio total utang ( total debt ratio). Dimana total hutang nya meliputi kewajiban
lancar dan kewajiban tidak lancar sedangkan total modal meliputi modal pinjaman, ekuitas
dan pendanaan lainnya. Yang dihitung dengan rumus:
RTHTM = Total Hutang / Total Modal
2. Total Utang terhadap Modal Ekuitas
Rasio total hutang terhadap ekuitas (total debt to equity capital ratio) menunjukkan
komposisi antara pendaaan hutang dengan pendanaan ekuitas. Perbedaan antara rasio total
hutang terhadap ekuitas (RTHE) dengan rasio total hutang dengan total modal (RTHTM)
adalah pada RTHE hanya diperhitungkan pendanaan ekuitas, sementara pada RTHTM yang
diperhitungkan adalah seluruh pendanaan termasuk pendanaan non ekuitas, seperti hak
minoritas. Dengan rumus :
RTHE = Total Hutang / Total Ekuitas
3. Utang Jangka Panjang terhadap Modal Ekuitas
Utang Jangka Panjang terhadap Modal Ekuitas (Long Term debt to equity capital ratio)
mengukur hubungan antara hutang jangka panjang atau kewajiban tak lancar terhadap modal
ekuitas
RHJPME = Total utang / Ekuitas pemegang saham
4. Utang jangka pendek terhadap total hutang
Rasio hutang jangka panjang terhadap ekuitas (long-term debt to equity capital ratio)
menunjukkan komposisi antara pendanaan hutang jangka panjang dengan pendanaan
ekuitas. Kedua pendanaan ini merupakan pendanaan jangka panjang.
RHJPTH = Hutang Jangka Panjang / Total Hutang

Salah satu keterbatasan ukuran struktur modal adalah ketidakmampuannya untuk melihat
ketersediaan arus kas untuk melunasi utang perusahaan. Saat utang dilunasi, ukuran struktur modal
biasanya membaik, sementara persyaratan kas tahunan untuk membayar Bunga atau menyisihkan
dana tidak berubah atau meningkat. Pembatasan ini menyorot pentingnya peranan cakupan laba
perusahaan atau kemampuan menghasilkan laba sebagai sumber pembayaran Bunga dan pokok
pinjaman.
CAKUPAN LABA
Peranan Cakupan laba penting dalam perusahaan atau kemampuan menghailkan laba sebagai
sumber pembayaran bunga dan pokok pinjaman. Meskipun perusahaan dengan keuntungan yang
tinggi bisa saya mengalami masalah likuiditas jangka pendek karena komposisi aset harus diinat
bahwa laba jangka panjang merupakan sumber utama likuiditas, solvabilitas, dan kapasits
meminjam.
Hubungan Laba dengan Beban Tetap.
Hubungan antara laba dengan beban tetap merupakan bagian dari analisis cakupan laba. Ukuran
cakupan laba berfokus pada hubungan antara beban tetap yang terkait utang dengan ketersediaan
laba perusahaan untuk melunasi beban.

Menghitung beban Tetap


Bunga yang terjadi. Merupakan beban tetap yang paling jelas dan nyata yang timbul akibat utang.
Beban bunga berbeda dengan bunga yang dibayar karena : Perubahan utang bunga, Kapitalisasi
Bunga yang disajikan bersih, Amortisasi diskon dan premium
Bunga implisit atas kewajiban sewa guna usaha. Saat sewa dikapilitasi bunga pembayaran sewa
dimasukkan dalam beban bunga pada laporan laba rugi meskipun sebagian besar saldo ini biasanya
dianggap sebagai pelunasan pokok kewajiban.

Persyaratan dividen saham preferen anak perusahaan dengan kepemilikan mayoritas.


Dianggap sebagai beban karena memiliki prioritas di atas distribusi laba untuk perusahaan induk.
Persyaratan Pembayaran kembali pokok pinjaman dari prespektif arus keluar dianggap sama
sulitnya dengan pembayaran bunga. Pada kasus pembayaran sewa, kewajiban perusahaan untuk
melunasi pokok dan bunga harus dipenuhi secara bersamaan.

Jaminan untuk Membayar Beban Tetap. Jaminan untuk membayar beban tetap atas anak
perusahaan yang tidak dikonsolidasi atau entitas yang tidak terafiliasi harus ditambahkan pada
beban tetap jika persyaratan untuk melunasi jaminan terlihat jelas.

Beban Tetap Lainya. Analisis terhadap beban tetap seharusnya tidak hanya dibatasi pada
pembayaran bungan dan persyaratan pembayaran kembali pokok pinjaman tapi juga mencakup
seluruh kewajiban pembayaran sewa jangka panjang dan terutama jika sewa tersebut adalah sewa
yang tidak bisa dibatalkan. Beban tambahan yang tidak langsung terkait dengan utang, tetapi
dianggap komitmen jangka panjang yang bersifat tetap adalah kontrak pembelian jangka panjang
yang tidak dapat dibatalkan dan jumlahnya di atas persyaratan normal.

Hubungan Arus Kas dengan Beban Tetap.


Perusahaan harus membayar beban tetap secara tunai, sementara laba bersih mencakup pendapatan
yang dihasilkan dan beban yang tidak selalu menghasilkan atau membutuhkan kas dengan segera.
Rasio Arus Kas dengan Beban Tetap (cash flow to fixed charges ratio) dihitung dengan
menggunakan kas dari operasi sebagai pembilang sebagai ganti dari laba pada rasio laba terhadap
beban tetap.
Cakupan Laba atas Dividen Saham Preferen
Analisis saham preferen sering kali memperoleh manfaat dari ukuran cakupan laba atas dividen
saham preferen. Analisis ini serupa dengan analisis bagaimana laba menutup beban tetap terkait
utang. Perhitungan ini harus memasukkan seluruh beban yang terjadi sebelum dividen saham
preferen dalam beban tetap. Karena dividen saham preferen bukan merupakan pengurang pajak,
dividen ini harus dibayar dengan laba setelah pajak.
TUGAS RESUME
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
“ANALISIS KREDIT : STRUKTUR MODAL DAN SOLVABILITAS”

OLEH:
AUDIAN SAFITRI
150301159

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU
2018