Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

“PERAWATAN KLIEN KRITIS”

Disusun Oleh :

NAMA : YENI HANDAYANI

AKADEMI KEPERAWATAN

DEPARTEMEN KESEHATAN BATURAJA

TAHUN AKADEMI 2017/2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur penyususn ucapkan kehadirat Allah SWT, atas berkat dan

rahmat sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang

berjudul “PERAWATAN KLIEN KRITIS”

Di dalam penulisan kasus ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari sisi

bahasa dan cara penulisan untuk kasus ini. Adapun tujuan penulis menulis asuhan

keperawatan ini adalah untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Perawatan

Klien Kritis. Dalam menyusun ini dapat memberitahu atau menjelaskan yang

kiranya bermanfaat bagi pembaca.

Akhirnya penulis dengan kerendahan hati berharap mudah-mudahan

laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya, semoga

Allah SWT memberikan berkahnya kepada kita semua, Amiin ya rabbalalin

Baturaja, Agustus 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

1.2 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

A. Pasien Kritis

A.2.1 Defenisi

A. 2.2 Prioritas pasien yang dikatakan kritis

A. 2.3 Tugas dan tanggung jawab perawat dalam penatalaksanaan pasien

kritis

B. ICU ( Insentif Care Unit)

B.2.1 Defenisi Manajemen ICU

B.2.2 Tujuan Pelayanan ICU

B.2.3 Jenis – Jenis ICU

B.2.4 Ruang Lingkup Pelayanan Yang Di Berikan Di ICU


C. Peranan Perawat
C.3.1 Bidang Kerja Pelayanan Intensive Care
C.3.2 Standar Minimum Palayanan ICU
C.3.3 Pelayanan ICU harus memiliki kemampuan minimal

C.3.4 Indikasi Masuk Dan Keluar ICU

C.3.5 Kriteria Masuk ICU


D. Prosedur Pasien Masuk ICU
BAB III PENUTUP

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 latar belakang


Pasien krisis adalah perubahan dalm proses yang mengindikasikan hasilnya
sembuh atau mati, sedangkan dalam bahasa yunani artinya berubah atau
berpisah.
Pasien kritis adalah pasien dengan disfungsi atau gagal pada satu atau lebih
sistem tubuh, tergantung pada penggunaan peralatan monitoring dan terapi.
Suatu perawatan intensif adalah perawatan yang menggabungkan teknologi
tinggi dengan keahlian khusus dalam bidang perawatan dan kedokteran gawat
darurat yang dibutuhkan untuk merawat pasien sakit kritis. Pasien kritis
adalah pasien yang memerlukan pemantauan yang canggih dan terapi yang
intensif.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah supaya kita mengetahui
bagaimana cara mendampingi klien yang mengalami kritis. Khususnya kita
sebagai perawat harus lebih mengetahui tentang cara-cara dalam
mendampingi klien kritis.

1.3. Rumusan Masalah


Agar dapat menilai kondisi awal pasien gawat darurat secara cepat dan tepat
perlu dilakukan anamnesis singkat dan pemeriksaan secara sistematis
terhadap adanya gangguan :
• Airway (Jalan nafas)
• Breathing (pernafasan)
• Circulation (sirkulasi)
• Disability (neurologis)
• Exposure (permukaan tubuh)
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pasien Kritis
1. Defenisi
Pasien krisis adalah perubahan dalm proses yang mengindikasikan

hasilnya sembuh atau mati, sedangkan dalam bahasa yunani artinya berubah

atau berpisah.

Pasien kritis adalah pasien dengan disfungsi atau gagal pada satu atau

lebih sistem tubuh, tergantung pada penggunaan peralatan monitoring dan

terapi.

Suatu perawatan intensif adalah perawatan yang menggabungkan

teknologi tinggi dengan keahlian khusus dalam bidang perawatan dan

kedokteran gawat darurat yang dibutuhkan untuk merawat pasien sakit kritis.

Pasien kritis adalah pasien yang memerlukan pemantauan yang canggih dan

terapi yang intensif.

2. Prioritas pasien yang dikatakan kritis


1. Pasien prioritas 1

Kelompok ini merupakan pasien sakit kritis ,tidak stabil,yang memerlukan

perawatan inensif ,dengan bantuan alat – alat ventilasi ,monitoring, dan

obat – obatan vasoakif kontinyu dan lain – pain.misalnya pasien bedah

kardiotorasik,atau pasien shock septik.pertimbangkan juga derajat

hipoksemia, hipotensi, dibawah tekanan darah tertentu.


2. Pasien prioritas 2

Pasien ini memerluakn pelayanan pemantauan canggih dari icu.jenis

pasien ini beresiko sehingga memerlukan terapi segera,karenanya

pemantauan intensif menggunakan metoda seperti pulmonary arteri

cateteter sangat menolong.misalnya pada pasien penyakit

jantung,paru,ginjal, yang telah mengalami pembedahan mayor.pasien

prioritas 2 umumnya tidak terbatas macam terapi yang diterimanya.

3. Pasien prioritas 3
Pasien jenis ini sakit kritis dan tidak stabil, dimana status kesehatan

sebelumnya,penyakit yang mendasarinya atau penyakit akutnya, baik

masing – masing atau kombinasinya,sangat mengurangi kemungkinan

sembuh dan atau mendapat manfaat dari terapi icu.

contoh – conoh pasien ini adalah pasien dengan keganasan metastasik

disertai penyulit infeksi pericardial tamponade,atau sumbatan jalan napas atau

pasien menderita penyakit jantung atau paru terminal disertai komplikasi

penyakit akut berat.pasien – pasien prioritas 3 mungkin mendapat terapi

intensif untuk mengatasi penyakit akut berat.pasien – pasien prioritas 3

mungkin mendapat terapi intensif untuk mengatasi penyakit akut,tetapi usaha

terapi mungkin tidak sampai melakukan intubasi dan resusitasi kardio

pulmoner.

3. Tugas dan tanggung jawab perawat dalam penatalaksanaan pasien kritis

1. Tujuan Menyelamatkan kehidupan

2. Mencegah terjadinya kondisi memburuk dan komplikasi melalui observasi

3. Monitoring ketat disertai kemampuan menginterprestasikan setiap data

yang didapat dan melakukan tindak lanjut.


4. Meningkatkan kualitas hidup pasien dan mempertahankan kehidupan.

5. Mengoptimalkan kemampuan fungsi organ tubuh pasien.

6. Mengurangi angka kematian dan kecacatan pasien kritis dan mempercepat

proses penyembuhan pasien.

Pasien Sakit Kritis Meliputi :


 Pasien – pasien yang secara fisiologis tidak stabil dan memerlukan dokter

, perawat, perawatan nafas yang terkoordinasi dan berkelanjutan , sehingga

memerlukan perhatian yang teliti agar dapat di lakukan pengawasan yang

konstan dan titrasi terapi.

Pasien – pasien yang dalam bahaya mengalami dekompensasi fisiologis

dan karena itu memerlukan pemantauan konstan dan kemampuan tim

intensive care untuk melakukan intervensi segera untuk mencegah

timbulnya penyakit yang merugikan.

Pasien sakit kritis membutuhkan pemantauan dan tunjangan hidup khusus

yang harus di lakukian oleh suatu tim, termasuk diantaranya dokter yang

mempunyai dasar pengetahuan , keterampilan teknis komitmen waktu dan

secara fisik selalu berada di tempat untuk melakukan perawatan titrasi dan

berkelanjutan . Perawatan ini harus berkelanjutan dan bersifat proaktif

yang menjamin pasien di kelola dengan cara yang aman, manusiawi dan

efektif . dengan menggunakan sumber daya yang ada , sedemikian rupa

sehingga memberikan kualitas pelayanan yang tinggi dan hasil yang

optimal.
B. ICU ( Insentif Care Unit)

1. Definisi Manajemen ICU

Perawatan intensif care unit merupakan pelayanan keperawatan yang saat

ini sangat perlu untuk di kembangkan di Indonesia yang bertujuan

memberikan asuhan bagi pasien dengan penyakit berat yang potensial

reversibel, memberikan asuhan pada pasien yang memerlukan observasi ketat

dengan atau tanpa pengobatan yang tidak dapat diberikan diruang perawatan

umum memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien dengan potensial atau

adanya kerusakan organ umumnya paru mengurangi kesakitan dan kematian

yang dapat dihindari pada pasien-pasien dengan penyakit kritis (Adam &

Osbone, 1997).

2. Tujuan Pelayanan ICU

Adapun tujuan pelayanan yang dilakukan di ruang intensive care unit

antara lain sebagai berikut :

1. Melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya kematian atau cacat.

2. Mencegah terjadinya penyulit

3. Menerima rujukan dari level yang lebih rendah & melakukan rujukan

ke level yang lebih tinggi

4. Mengoptimalkan kemampuan fungsi organ tubuh pasien

5. Mengurangi angka kematian pasien kritis dan mempercepat proses

penyembuhan pasien

3. Jenis – Jenis ICU

Menurut fungsinya intensive care unit (ICU) dibagi menjadi beberapa

unsur yaitu :
1. ICU Khusus

Dimana pasien dirawat dengan payah dan akut dari satu jenis penyakit.

Adapun contohnya yaitu :

1) ICCU (Intensive Coronary Care Unit) yaitu ruang untuk pasien

yang dirawat dengan gangguan pembuluh darah Coroner.

2) Respiratory Unit yaitu ruang untuk pasien yang dirawat dengan

mengalami gangguan pernafasan.

3) Renal Unit yaitu ruang untuk pasien yag dirawat dengan gangguan

gagal ginjal.

2. ICU Umum

Dimana pasien dirawat dengan sakit payah akut di semua bagian RS.

Menurut umur, ICU anak & neonatus dipisahkan dengan ICU dewasa.

4. Ruang Lingkup Pelayanan Yang Di Berikan Di ICU


 Diagnosis dan penatalaksanaan spesifik penyakit – penyakit akut yang
mengancam nyawa dan dapat menimbulkan kematian dalam beberapa
menit sampai beberapa hari.
 Memberikan bantuan dan mengambil alih fungsi vital tubuh sekaligus
melakukan pelaksanaan spesifik problema dasar.
 Pemantauan fungsi vital tubuh dan penatalaksanaan terhadap komplikasi
yang di timbulkan oleh :
 Penyakit Primer
 Iatrogenik
 Memberikan bantuan psikologis pada pasien yang nyawanya pada saat itu
bergantung pada fungsi alat / mesin dan orang lain.
C. PERANAN PERAWAT
1. Bidang Kerja Pelayanan Intensive Care Meliputi :

 Pengelolaan Pasien. Di lakukan secara primer oleh intensivist dengan

melaksanakan pendekatan pengelolaan total pada pasien sakit kritis,

menjadi katua tim dari berbagai pendapat konsultan atau dokter yang ikut

merawat pasien .

 Administrasi Unit. Palayanan icu di maksud untuk memastikan suatu

lingkungan yang menjamin pelayanan yang aman , tepat waktu dan efektif

untuk tercapainya tugas ini di perlukan partisipasi dari intensivist pada

aktivitas manajemenit.

 Pendidikan

 Penelitian

2. Standar Minimum Palayanan ICU


Tingkat pelayanan ICU harus di sesuaikan dengan kelas Rumah Sakit.

Tingkat pelayanan itu di tentukan oleh jumlah staf, fasilitas pelayanan

penunjang , jumlah dan macam pasien yang di rawat.

Yang perlu dilakukan perawat ICU

 Menjelaskan tentang ICU dan tujuan dirawat di ICU

 Menjelaskan alat – alat yang digunakan tetapi cegah peristilahan medik

 Persiapkan jika mendengar bunyi alarm → tidak selalu kondisi yang

membahayakan

 Menjelaskan pembatasan di ICU seperti ; waktu besuk, jumlah

pengunjung, dsb

 Menjelaskan peraturan – peraturan rumah sakit


 Buatlah daftar barang – barang klien yang boleh di bawa di ICU dan

amankan.

3. Pelayanan ICU harus memiliki kemampuan minimal

 Resusitasi jantung paru.

 Pengelolaan jalan nafas , termasuk intubasi trakheal dan penggunaan

ventilator sederhana .

 Terapi oksigen.

 Pemantauan EKG, pulse oksimetri terus menerus .

 Pemberian nutrisi enteral dan parenteral .

 Pemeriksaan laboboratorium khusus dengan cepat dan menyeluruh.

 Pelaksanaan terapi secara titrasi .

 Kemampuan melaksanakan teknis khusus sesuai dengan kondisi pasien.

 Memberikan tunjangan fungsi vital dengan alat – alat portabel selama

transportasi pasien gawat.

 Kemampuan melakukan fisioterapi dada

4. Indikasi Masuk Dan Keluar ICU


Suatu ICU menggabungkan teknologi tinggi dan keahlian khusus dalam

bidang kedokteran dan keperawatan gawat darurat yang di butuhkan untuk

merawat pasien sakit kritis . keadaan ini memaksa di perlukannya mekanisme

untuk membuat prioritas pada sarana yang terbatas ini apabila kebutuhan

ternyata melebihi jumlah tempat tidur yang tersedia di ICU.

Kepala ICU bertanggung jawab atas kesesuaian indikasi perawatan


pasien di ICU,bila kebutuhan masuk ICU melebihi temapttidur yang
tersedia.Kepala ICU menentukan berdasarkan prioritas kondisi medik , Pasien
mana yang akan di rawat di ICU.
Prosedur untuk melaksanakan kebijakan ini harus di jelaskan secara rinci
untuk tiap ICU.

5. Kriteria Masuk ICU


 Sakit berat / pasien gawat yang memerlukan pengawasan perawatan dan
pengobatan secara intensif
 Secara medis masih ada harapan dapat di sembuhkan :
a. Pasien Prioritas Pertama (I)
penyakit atau gangguan akut pada sistem organ – organ vital memerlukan
tindakan terapi intensif dan agresif untuk mengatasinya yaitu :
 Gangguan atau gagal nafas akut
 Gangguan atau gagal sirkulasi
 Gangguan atau gagal susunan syaraf pusat
 Gangguan atau gagal ginjal
b. Pasien Prioritas 2
Pemantauan intensif secara invasive atau non invasive atau keadaan –
keadaan yang dapat menimbulkan ancaman gangguan pada system organ
misalnya :
 Pasca bedah intensif
 Pasca henti jantung dalam keadaan stabil
c. Pasien Prioritas 3
 Pasien dalam keadaan kritis dengan harapan kecil untuk penyembuhan
 Pasien kelompok penyakit, tetapi tidak dilakukan terapi invasive.

D. Prosedur Pasien Masuk ICU

 Ada indikas.

 Konsul tertulis dari bagian ( dokter ) yang mengirim pasien dengan

menyebutkan diagnosis dan alasan di kirim ke ICU.

 Setelah di pertimbangkan keadaan pasien , tempat tidur yang tersedia ,

fasilitas alat , dokter ICU dapat menerima atau menolak pasien tersebut

masuk ICU dengan menjawab nya secara tertulis .


 Bila pasien di terima masuk ICU pasien harus di antar oleh perawat

ruangan yang mengirim pasien tersebut ke ICU .


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pasien krisis adalah perubahan dalm proses yang mengindikasikan

hasilnya sembuh atau mati, sedangkan dalam bahasa yunani artinya berubah

atau berpisah.

Pasien kritis adalah pasien dengan disfungsi atau gagal pada satu atau

lebih sistem tubuh, tergantung pada penggunaan peralatan monitoring dan

terapi.

Suatu perawatan intensif adalah perawatan yang menggabungkan

teknologi tinggi dengan keahlian khusus dalam bidang perawatan dan

kedokteran gawat darurat yang dibutuhkan untuk merawat pasien sakit kritis.

Pasien kritis adalah pasien yang memerlukan pemantauan yang canggih dan

terapi yang intensif.


DAFTAR PUSTAKA

http://berkaskep.blogspot.com/2012/08/standard-minimal-ruang-icu-

intensive.html#ixzz2NmaLskOl

Lyer.Patricia W.Dokumentasi Keperawatan: Suatu Pendekatan Proses

Keperawatan Edisi 3.2004.Jakarta:EGC

Alimul Hidayat, A.aziz.Dokumentasi Proses Keperawatan.2001.Jakarta:EGC

Diposkan oleh Dian Lingga Pangestu di 17.44

http://blogicumanajemen.blogspot. Diakses tanggal 25 Agustus 2017