Anda di halaman 1dari 6

UNDANG UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMILU

A. BUKU KESATU : KETENTUAN UMUM


1. BAB I : PENGERTIAN ISTILAH (pasal 1)
2. BAB II : ASAS PRINSIP DAN TUJUAN (pasal 2 sd 5)
a. Pasal 2 : Asas Pemilu : Langsung, Umum, bebas, rahasia jujur dan adil
b. Pasal 3 : Prinsip Penyelenggaraan Pemilu : (mandiri, jujur, adil, berkepastian hokum, tertib, terbuka,
proporsional, professional, akuntabel, efektif dan efisien)
c. Pasal 4 : Tujuan Penyelenggaraan Pemilu :
1. Perkuat system tata negara yang demokratis
2. Wujudkan pemilu yang adil dan berintegritas
3. Menjamin konsistensi pengaturan system pemilu
4. Kepastian hokum dan mencegah duplikasi pengaturan pemilu
5. Wujudkan pemilu yang efektif dan efisien
d. Pasal 5 : Penyandang disabilitas yang memenuhi syarat punya hak sebagai pemilih maupun peserta
pemilu

B. BUKU KEDUA : Penyelenggaraan Pemilu


1. BAB I : KPU
a. Bagian : Kesatu Umum (pasal 6 sd pasal 7 )
1. Pasal 6 : Kelembagaan KPU ( KPU,KPU Provinsi,KPU Kab/Kota,PPK ,PPS, PPLN, KPPS dan
KPPSLN.
2. Pasal 7 : wilayah kerja (wilayah Indonesia), Tugas KPU secara kesinambungan dan
independensi KPU
b. Bagian Kedua: Kedudukan, Susunan, dan Keanggotaan (pasal 8 sd pasal 11)
1. Pasal 8 : Kedudukan KPU di Ibukota negara, KPU Provinsi di Ibukota Provinsi, KPU Kab/kota di
Ibukota Kab/Kota, ( KPU adalah lembaga nonstructural)
2. Pasal 9 : 1).Lembaga KPU bersifat hierarkis,2). Tetap,3) dalam menjalakan tugas dibantu
secretariat, 4). tata kerja diatur oleh peraturan KPU.
3. Pasal 10 : 1).Jumlah anggota (KPU 7 orang, KPU Prov 5 atau 7, KPU Kab/Kota 3 atau 5), 2).
ditetapkan berdasarkan kriteria jumlah penduduk, luas wilayah dan jumlah wilayah administrasi.3)
tercantum dalam lampiran 1. 4) keanggotaan terdiri dari ketua merangkap anggota. 5) ketua KPU
dipilih oleh anggota. 6),setiap anggota punya hak suara yang sama, 7). Komposisi keanggotaan
keterwakilan 30% perempuan, 8) jabatan anggota KPU terhitung sejak disumpah/janji, 9).masa
jabatan 5 tahun dan dpt dipilih sekali jabatan pada tingkatan yang sama.
4. Pasal 11 : 1) Tugas Ketua KPU ( Pimpin Rapat Pleno dan Semua Kegiatan KPU, bertindak AN
KPU dalam dan luar, memberikan keterangan resmi , menandatangi seluruh peraturan KPU dan
keputusan KPU). 2) Tugas ini berlaku muntatis dan muntadis bagi KPU Prov kab kota kecuali
menandatangi peraturan dan Kep KPU. 3) bertanggungjawab kepada rapat pleno.
c. Bagian ketiga : Tugas , wewenang dan kewajiban
1) Paragraph satu : KPU (pasal 12 sd pasal 14 )
a. Tugas KPU : rencanakan program dan anggaran, menyusun tata kerja KPU dan jajarannya,
menyusun peraturan KPU untuk setiap tahapan pemilu, ordinasikan, selenggarakan, kendalikan dan
memantau tahapan pemilu, terima daftr pemilu dari KPU Prov,pemuktahiran data pemilu
berdasarkan data pemilih sebelumnya dan data pendudukan penduduk , menetapkan data pemilih,
membuat berita acara dan sertifikat rekapitulasi perhitungan dan wajib serahkan ke saksi pemilu dan
BAWASLU. Umumkan calon terpilih DPR,DPD,pasangan calon terpilih dan buat berita acara.tindak
lanjut segera putusan BAWASLU atas dugaan pelanggaran pemilu. Sosialisasi penyelenggaraan
pemilu sesuai tupoksi. Evaluasi dan buat laporan soal penyelenggaraan pemilu. Melaksanakan
tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.
b. Wewenag KPU : Tetapkan Tata kerja KPU dan jajaranya. Tetapkan Peraturan KPU untuk setiap
tahanpan. Tetapkan peserta pemilu.
2) Paragraph kedua : KPU Provinsi ( pasal 15 sd pasal 17)
3) Paragraph ketiga : KPU Kab/Kota (pasal 18 sd pasal 20 )
c. Bagian ke empat : Persyaratan (pasal 21 )
d. Bagian kelima : Pengangkatan dan Pemberhentian
1) Paragraf kesatu : KPU ( pasal 22 sd pasal 26)
2) Paragraph kedua : KPU Provinsi ( pasal 27 sd pasal 30 )
3) Paragraph ketiga : KPU Kab/Kota (pasal 31 sd pasal 34)
4) Paragraph ke empat : sumpah dan janji ( pasal 35 sd pasal 36 )
5) Pargraph ke lima : pemberhentian (pasal 37 sd pasal 39)
e. Bagian ke enam : Mekanisme pengambilan keputusan (pasal 40 sd pasal 47)
f. Bagian ke tujuh : pertanggungjawaban dan pelaporan (pasal 48 sd pasal 50)
g. Bagian kedepalan : Panitia Pemilihan
1) Paragraph kesatu : PPK (pasal 51 sd pasal 53)
2) Pargraph kedua : PPS (pasal 54 sd pasal 55)
3) Paragraph ketiga : KPPS (pasal 59 sd pasal )
4) Paragraph keempat : PPLN (pasal 63 sd pasal 66 )
5) Paragraph kelima : KPPSLN (pasal 67 sd pasal 71)
6) Paragraph ke enam : persyaratan (Pasal 72)
7) Paragraph ketujuh : sumpah dan janji ( pasal 73 )
8) Paragraph kedelapan : pemberhentian ( pasal 74 )
h. Bagian kesembilan : peraturan dan keputusan KPU ( pasal 75 sd pasal 76)
i. Bagian kesepuluh : Kesekretariatan
1) Paragrah kesatu : susunan (pasal 77 sd pasal 84)
2) Pargraph kedua : Tugas dan wewenang (pasal 85 sd pasal 88 )
3. BAB II : PENGAWAS PEMILU
a. Bagian kesatu : UMUM , (pasal 89 sd pasal 90)
b. Bagian kedua : Kedudukan , susunan dan keanggotaan (pasal 91 sd pasal 92)

c. Bagian ketiga : Tugas , wewenang dan kewajiban


1) Paragraph kesatu : BAWASLU (pasal 93 sd pasal 96)
2) paragraph kedua : BAWASLU Provinsi (pasal 97 sd pasal 100)
3) paragraph ketiga : BAWASLU Kab/kota ( pasal 101 sd pasal 104)
4) paragraph keempat : PANWASLU Kecamatan (pasal 105 sd pasal 106)
5) paragraph kelima : PANWASLU Kelurahan/desa (pasal 108 sd pasal 110)
6) paragraph keenam : PANWALU LN (Pasal 111 sd pasal 113)
7) paragraph ketujuh : Pengawas TPS (pasal 114 sd pasal 116)
d. Bagian ke empat : persyaratan (pasal 117)
e. Bagian kelima : pengangkatan dan pemberhentian
1) Paragraph kesatu : BAWASLU (pasal 118 sd pasal 123)
2) Paragraph kedua : BAWASLU Provinsi (pasal 124 sd pasal127 )
3) Paragraph ketiga : BAWASLU Kab/kota ( pasal 128 sd pasal 131)
4) Paragraph ke empat : panwas kec, kelrhn, desa , Panwas LN dan Pengwas TPS (pasal 132)
5) Paragraph kelima : Sumpah , Janji (pasal 133 sd pasal 134)
6) Paragraph ke enam : Pemberhentian (pasal 135 sd pasal 138)
f. Bagian Ke enam : mekanisme pengambilan keputusan (pasal 139 sd pasal 141)
g. Bagian ke tujuh : Pertanggungjawaban dan pelaporan (pasal 142 sd pasal 144)
h. Bagian kedelapan : Peraturan dan Keputusan Pengawas Pemilu (pasal 145 sd pasal 146)
i. Bagian kesembilan : Kesekretariatan (pasal 147 sd pasal 54)
4. BAB III : DKPP ( pasal 155 s/d pasal 166)
C. BUKU KE TIGA : PELAKSANAAN PEMLU
1. Bab I : Umum ( pasal 167 sd pasal 168 )
2. Bab II : Peserta dan Persyaratan mengikuti pemilu
a. Bagian kesatu : persyaratan capres dan cawapres (pasal 169 sd pasal 171)
b. Bagian kedua : peserta pemilu anggota DPR, DPRD Prov dan DPRD Kab/kota
1) Paragraph 1: persyaratan partai politik menjadi peserta pemilu (pasal 172 sd pasal 175)
2) Paragraph 2: pendaftaran partai politik sebagai peserta pemilu (pasal 176 sd pasal 177)
3) Paragraph 3 : verifikasi Partai Politik Calon Peserta Pemilu ( pasal 178 )
4) Paragraph 4 : penetapan partai politik sebagai peserta pemilu ( pasal 179 )
5) Paragraph 5 : Pengawasan Atas Pelaksanaan Verifikasi Partai Politik Calon Peserta Pemilu ( pasal 80 )

c. Bagian ketiga : peserta pemilu DPD (pasal 81 sd pasal 183)


d. Bagian ke empat: Ketentuan Saat Pendaftaran Bagi Calon Peserta Pemilu Yang Kepengurusan Partai Politiknya
Terjadi Perselisihan ( pasal 184 )
3. Bab III : Jumlah Kursi dan Daerah Pemilihan
a. Bagian kesatu : Prinsip Penyusunan DAPIL Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota ( Pasal 185 )
b. Bagian kedua : Jumlah Kursi dan Daerah Pemilihan Anggota DPR (pasal 186 sd pasal 187)
c. Bagian ketiga : Jumlah kursi dan DAPIL anggota DPRD Prov (pasal 188 sd pasal 190)
d. Bagian ke empat : Jumlah kursi DAPIL anggota DPRD Kab/Kota (pasal 191 sd pasal 195)
e. Bagian kelima : Jumlah kursi anggota DPD (pasal 196 sd pasal 197)
4. Bab IV : Hak Memilih (pasal 198 sd pasal 200)
5. Bab V : Penyusunan Daftar Pemilih
a. Bagian kesatu : Data Kependudukan (pasal 201)
b. Bagian kedua : Data Pemilih (pasal 202 sd pasal 203)
c. Bagian ketiga : Pemutakhiran Data Pemilih (pasal 204 sd pasal 205)
d. Bagian keempat : Penyusunan daftar Pemilih sementara (pasal 206 sd pasal 207)
e. Bagian kelima : penyusunan daftar Pemilih Tetap (Pasal 208 sd pasal 210)
f. Bagian keenam :Penyusunan daftar pemilih bagi pemilih luar negeri (pasal 211 sd pasal 216)
g. Bagian ketujuh : rekapitulasi daftar pemilih tetap (pasal 217 sd pasal 218)
h. Bagian kedelapan :pengawasan dan penyelesaian perselisihan dalam pemutakhiran data dan penetapan daftar
pemilih (pasal 219 sd pasal 220 )
6. Bab VI : Pengusulan BACAPRES dan BACAWAPRES dan Penetapan Pasangan CAPRES dan CAWAPRES dan
Pecalonan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota.
a. Bagian kesatu : tata cara penentuan, penentuan pengusulan dan penetapan pasangan calon
1) Paragraph 1 : tata cara penentuan pasangan calon (pasal 221 sd pasal 225)
2) Paragraph 2 : pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil calon presiden (pasal 226 sd pasal 229)
3) Paragraph 3 : verifikasi bakal pasangan calon (pasal 230 sd pasal 234)
4) Paragraph 4 : penetapan dan pengumuman pasangan calon ( pasal 235 sd pasal 238)

5) Paragraph 5 :Pengawasan atas Verifikasi Kelengkapan Administrasi Pasangan Calon ( pasal 239)
b. Bagian kedua : Pencalonan Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota
1) Paragraph 1 : Persyaratan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota ( pasal 240)
2) Paragraph 2 :Tata Cara Pengajuan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota ( pasal
241 sd pasal 147)
3) Paragraph 3 :Verifikasi Kelengkapan Administrasi Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD
Kabupaten/Kota (pasal 248 sd pasal 150)
4) Paragraph 4 :Pengawasan Atas Verifikasi Kelengkapan Administrasi Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi,
dan DPRD Kabupaten/Kota (pasal 251)
5) Paragraph 5 :Penyusunan Daftar Calon Sementara Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota
(pasal 252 sd pasal 255)
6) Paragraph 6 : penetapan dan pengumuman daftar calon tetap anggota DPR dan DPRD (pasal 256 sd pasal 257)
7) Paragraph 7 : tata cara pendaftaran bakal calon anggota DPD (pasal 258)
8) Paragraph 8 : verifikasi kelengkapan administrasi bakal calon anggota DPD (pasal 259 sd pasal 259)
9) Paragraph 9 :pengawasan terhadap verifikasi kelengkapan administrasi bakal calon anggota DPD (pasal 261)
10) Paragraph 10 : penetapan daftar calon sementara anggota DPD (pasal 262 sd pasal 265)
11) Paragraph 11 : penetapan dan pengumuman daftar calon anggota DPD (pasal 266)
7. BAB VII : KAMPANYE PEMILU
a. Bagian kesatu : Umum (pasal 267 sd pasal 273)
b. Bagian kedua : Materi kampanye (pasal 274)
c. Bagian ketiga : metode kampanye (pasal 275 sd pasal 279)
d. Bagian keempat : larang dalam kampanye (pasal 280 sd pasal 283)
e. Bagian kelima : sanksi atas pelanggaran larangan kampanye (pasal 284 sd 286)
f. Bagian keenam : pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye
1) Paragraph 1 : umum (pasal 287)
2) Paragraph 2 : pemberitaan kampanye ( pasal 289)
3) Paragraph 3 : penyiaran kampanye (pasal 290)
4) Paragraph 4 : iklan kampanye ( pasal 291)

g. Bagian ketujuh : pemasangan alat peraga kampanye (pasal 298)


h. Bagian kedelapan : kampanye PEMILU oleh Presiden, wakil presiden dan pejabat negara lainnya (pasal 299)
i. Bagian kesembilan : Peran Pemerintah, TNI, Polri dalam kampanye (pasal 306)
j. Bagian kesepuluh : pengawasan atas pelaksanaan kampanye pemilu (pasal 307)
k. Bagian kesebelas : Dana Kampanye pemilu
1) Paragraph 1 : Dana kampanye PILPRES (pasal 325)
2) Paragraph 2 : Dana kampanye pemilu Anggota DPR, DPRD Prov,Kab/Kota (pasal 329)
3) Paragraph 3 : Dana kampanye PEMILU anggota DPD (pasal 332)
4) Paragraph 4 : Laporan dana kampanye (pasal 334)
8. BAB VIII : PEMUNGUTAN SUARA
a. Bagian kesatu : perlengkapan pemungutan suara (pasal 340)
b. Bagian kedua : pemungutan suara ( pasal 347)
9. BAB IX : PEMUNGUTAN SUARA ULANG,PERHITUNGAN SUARA ULANG DAN REKAPITULASI SUARA
a. Bagian kesatu : pemungutan suara ulang (pasal 372)
b. Bagian kedua : perhitungan suara ulang dan rekapitulasi suara ulang (pasal 374)
10. BAB X : PERHITUNGAN SUARA
a. Bagian kesatu : Umum (pasal 381)
b. Bagian kedua : perhitungan suara di TPS/TPSLN (pasal 382)
c. Bagian ketiga : rekapitulasi perhitungan perolehan suara di kecamatan (pasal 393)
d. Bagian keempat : rekapitulasi perhitungan perolehan suara di kabupaten/kota (pasal 398)
e. Bagian kelima : rekapitulasi perhitungan perolehan suara di provinsi (pasal 402)
f. Bagian keenam : rekapitulasi perhitungan perolehan suara secara nasional ( pasal 405)
g. Bagian ketujuh :pengawasan dan sanksi dalam perhitungan suara dan rekapitulasi perhitungan perolehan suara
(pasal 410)
11. BAB XI : PENETAPAN HASIL PEMILU (pasal 411)
12. BAB XII : PENETAPAN PEROLEHAN KURSI, CALON TERPILIH DAN PENETAPAN CALON TERPILIH
a. Bagian kesatu : penetapan perolehan suara presiden dan wakil presiden (pasal 416)
b. Bagian kedua : penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPR,DPD dan DPRD
1) Paragraph 1 : penetapan perolehan kursi (pasal 418)
2) Paragraph 2 : penetapan calon terpilih (pasal 421)
3) Paragraph 3 : pemberitahuan calon terpilih (pasal 424)
4) Paragraph 4 : penggatian calon terpilih (pasal 426)
13. BAB XIII : PELANTIKAN DAN PENGUCAPAN SUMPAH JANJI (pasal 427)
14. BAB IV : PEMILU LANJUTAN DAN PEMILU SUSULAN (pasal 431)
15. BAB XV : PERAN PEMERINTAH DAN PEMERINTAH DAERAH (pasal 434)
16. BAB XVI : PEMANTAUAN PEMILU
a. Bagian kesatu : Pemantau pemilu (pasal 435)
b. Bagian kedua : persyaratan dan tata cara pemantau pemilu ( pasal 436)
c. Bagian ketiga : wilayah kerja pemantau pemilu ( pasal 438)
d. Bagian keempat : tanda pengenal pemantau pemilu (pasal 439)
e. Bagian kelima : hak dan kewajiban pemantau pemilu (pasal 440)
f. Bagian keenam : larangan bagi pemantau pemilu ( pasal 442)
g. Bagian ketujuh : sanksi bagi pemantau pemilu (pasal 443)
h. Bagian kedelapan : pelaksanaan pemantauan ( pasal 446)
17. BAB XVII : PARTISIPASI MASYARAKAT (pasal 448)
18. BAB XVIII : PENDANAAN (pasal 451)
D. BUKU KEEMPAT : PELANGGARAN PEMILU, SENGKETA PROSES PEMILU, DAN PERSELISIHAN HASIL PEMILU
1. BAB I : PELANGGARAN PEMILU
a. Bagian kesatu : penanganan temuan dan laporan pelanggaran pemilu (pasal 454)
b. Bagian kedua : Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (Pasal 456)
c. Bagian ketiga : pelanggaran administrasi pemilu
1) Paragraph 1 : Umum (pasal 460)
2) Paragraph 2 : Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilu (pasal 461)
2. BAB II : SENGKETA PROSES PEMILU
a. Bagian kesatu : Umum (pasal 466)
b. Bagian kedua :Penanganan Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu (pasal 467)
c. Bagian ketiga : penyelesaian sengketa proses pemilu di Bawaslu (pasal 468)
d. Bagian keempat : penyelesaian sengketa proses pemilu di pengadilan tata usaha negara
1) Paragraph 1 : Umum (pasal 470)
2) Pargraph 2 : tata cara penyelesaian sengketa proses pemilu melalui pengadilan tata usaha negara (pasal 471)
3) Paragraph 3 : Majelis Khusus Tata usaha negara pemilu
3. BAB III : PERSELISIHAN HASIL PEMILU
a. Bagian kesatu : Umum (pasal 473)
b. Bagian kedua : tata cara penyelesaian perselisihan hasil PEMILU (pasal 474)
c. Bagian ketiga :
E. BUKU KELIMA : TINDAK PIDANA PEMILU
1. BAB I : PENANGANAN TINDAK PIDANA PEMILU
a. Bagian kesatu : Tata cara penanganan tindak pidana PEMILU (pasal 476)
b. Bagian kedua : Majelis Khusus Tindak Pidana Pemilu (pasal 485)
c. Bagian ketiga : Sentra Penegakan Hukum Terpadu (pasal 486)
2. BAB II : KETENTUAN PIDANA PEMILU (pasal 488 sd pasal 554)

F. BUKU KEENAM : PENUTUP


1. BAB I : KETENTUAN LAIN LAIN (pasal 555)
2. BAB II : KETENTUAN PERALIHAN (pasal 559)
3. BAB III : KETENTUAN PENUTUP (pasal 569 sd pasal 573)