Anda di halaman 1dari 3

7.

Pembahasan

7.1 pengukuran pH berbagai larutan secara teoritis dan observasi

7.1.1 pH larutan sampel CH3COOH secara teoritis dan observasi

Pada percobaan kali ini menggunakan larutan asam asetat konsentrasi 1,0491 M. Larutan dibuat
dengan memipet 3 ml larutan asam asetat ditambahkan aquadest sampai volumenya 50 ml
kemudian larutan ini pH-nya dicari secara teoritis dan didapatkan pH 2,362 dengan perhitungan
berikut :

( perhitungan )

Sedangkan larutan asam asetat secara observasi menggunakan alat pH meter didapat nilai pH-nya
4,08. Secara teoritis asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana setelah
asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah yang artinya hanya
terdisosiasi sebagian menjadi ion H plus dan CH3COO-. Dan semakin tinggi nilai pH asam atau
semakin mendekati pH 7 maka larutan asam dapat dikatakan sebagai asam lemah. Dalam percobaan
ini nilai pH secara observasi lebih tinggi daripada nilai pH secara teoritis. Tetapi dalam hal ini bukan
berarti nilai pH secara teoritis dapat disalahkan atau dapat dikatakan larutan asam asetat secara
teoritis termasuk dalam asam kuat. Kedua nilai pH ini benar dan dapat dikatakan nilai pH secara
teoritis lebih akurat dibanding secara observasi, karena dalam observasi terdapat banyak kondisi
yang dapat menyebabkan pH larutan tidak signifikan atau tidak sesuai misalnya karena alat yang
dibersihkan praktikan kurang bersih. Jadi dalam praktikum ini larutan asam asetat termasuk dalam
asam lemah.

7.1.2 pH larutan sampel NaOH secara teoritis dan Observasi

Percobaan ini menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi 0,2 M yang dibuat dengan
menimbang NaOH 0,4154 gram. Pada saat penimbangan, kelompok kami mendapatkan hasil
timbangan NaOH seberat 0,4160 gram. Kemudian NaOH dilarutkan dengan aquadest sampai volume
50 ml. Larutan ini secara teoritis dicari nilai pH-nya dan didapat pH larutan NaOH 13,3 dengan
perhitungan sebagai berikut :

( perhitungan )

Sedangkan larutan NaOH secara observasi menggunakan alat pH meter didapat nilai pH-nya 11,99.

Semakin besar nilai pH suatu larutan maka dapat dikatakan larutan tersebut termasuk basa kuat dan
semakin kecil nilai pH tersebut maka larutan tersebut termasuk asam kuat. Dalam hal ini larutan
NaOH termasuk basa kuat karena nilainya lebih dari pH 7. Tetapi nilai pH secara observasi jauh lebih
rendah ( perbedaan kedua pH sebesar 1,31 ) daripada pH secara teoritis, karena perhitungan secara
teoritis lebih akurat karena penentuan nilai pH secara observasi memiliki banyak kondisi penghalang
terutama kebersihan alat dari larutan yang digunakan sebelumnya.

7.1.3 pH larutan dapar asetat secara teoritis dan observasi


Dalam praktikum ini mencampurkan larutan asam asetat konsnetrasi 1,0491 M yang telah dibuat
sebanyak 10 ml dengan larutan NaOH konsentrasi 0,2 M yang telah dibuat sebanyak 40 ml kedalam
beaker glass. Nilai pH campuran secara teoritis yaitu 5,25 dengan perhitungan sebagai berikut :

( perhitungan )

Hasil teoritis ini menunjukkan bahwa campuran atau larutan dapar tersebut bersifat asam lemah
dimana basa kuat habis berekasi dengan asam lemah sehingga hanya tersisa asam lemah dengan
basa konjugasi. Sedangkan nilai pH larutan dapar secara observasi adalah 12,15 dimana larutan
dapar ini dapat dikatan basa kuat. Hal ini dapat terjadi karena praktikan kurang bersih saat
membersihkan alat yang sebelumnya digunakan untuk menguji larutan NaOH atau larutan NaOH
yang ditambahkan dengan larutan asam asetat saat membuat larutan dapar tersebut lebih dari yang
ditentukan ( yaitu sebanyak 40 ml ) sehingga nilai pH yang didapat cukup tinggi atau basa kuat dan
seharusnya larutan dapar asetat bersifat asam lemah karena basa kuat telah habis bereaksi.

7.1.4 pH sampel HCl 0,1 N dan NaOH 0,1 N secara observasi

Mencari nilai pH larutan HCl 0,1 N dan NaOH 0,1 N secara observasi dengan pH meter. Kedua
senyawa ini memiliki konsentrasi yang sama tetapi saat diuji nilai pH yang didapat dari kedua larutan
ini berbeda yaitu larutan HCl 0,1 N memiliki pH yang sangat kecil/rendah yaitu 1,20 sedangkan
larutan NaOH 0,1 N memiliki pH yang cukup tinggi yaitu 12,04. Hal ini menunjukkan larutan HCl
bersifat asam kuat sedangkan larutan NaOH bersifat basa kuat karena keduanya mengalama ionisasi
sempurna dalam air, dengan persamaan berikut :

HCl  H plus plus Cl-

NaOH  Na plus plus OH-

7.1.5 pH sampel Asam asetat 0,1 N dan NH4OH 0,1 N secara observasi

Mencari nilai pH larutan asam asetat 0,1 N dan NH4OH 0,1 N secara observasi dengan pH. Sama
seperti sampel sebelumnya, kedua larutan ini memiliki konsentrasi sama tetapi saat diuji secara
observasi keduanya mempunyai nilai pH yang berbeda. Larutan sampel asam asetat 0,1 M memiliki
pH 2,79 sedangkan larutan NH4OH 0,1 N mempunyai pH 10,36. Jika dibandingan dengan hasil
pengujian sebelumnya, larutan HCl mempunyai pH lebih rendah daripada pH larutan asam asetat (
pH 1,20 < pH 2,79 ) semakin rendah/ kecil nilai pH maka semakin asam atau larutan tersebut dapat
dikatakan asam kuat, jadi dalam hal ini asam asetat merupakan asam lemah. Sedangkan larutan
NH4OH memiliki pH lebih rendah dibandingkan dengan larutan NaOH ( pH 10,36 < pH 12,04 )
dimana semakin tinggi nilai pH maka larutan tersebut semakin basa atau larutan termasuk dalam
basa kuat. Jadi dalam hal ini NH4OH merupakan basa lemah. Kedua larutan yang diuji menunjukan
bahwa keduanya sama-sama bersifat lemah, karena keduanya tidak dapat terdisosiasi sempurna
dalam air menurut persamaan berikut.

( persamaan asam asetat )

( persamaan NH4OH )
7.1.6 pH sampel CH3COONa 0,1 secara observasi

Saat larutan natrium asetat diukur dengan pH meter, didapat nilai pH-nya sebesar 7,08. pH 7
menunjukan bahwa larutan itu netral. Larutan netral didapat dari campuran asam kuat dengan basa
kuat, sedangkan natrium asetat dibentuk dari campuran NaOH yang bersifat basa kuat dengan asam
asetat yang bersifat asam lemah. Seharusnya kemungkinan pH yang didapat adalah lebih dari 7 atau
kurang dari 7. Lebih dari 7 berarti asam asetat habis bereaksi dan larutan akan bersifat basa
sedangkan kurang dari 7 berarti NaOH habis bereaksi sehingga yang tersisa hanya asam asetat dan
basa konjugasi ( CH3COOH ). Hal ini dapat terjadi karena alat yang kurang bersih setelah digunakan
untuk menguji larutan sebelumnya.

( persamaan reaksi asam asetat dengan NaOH )

7.1.7 pH sampel NH4Cl 0,1 N secara observasi

Nilai pH larutan NH4Cl saat diukur dengan pH meter adalah 5,74. Hal ini menunjukkan bahwa larutan
bersifat asam lemah. Larutan yang diuji merupakan garam dari larutan dapar campuran asam kuat (
HCl ) dan basa lemah NH4OH dimana seharusnya kemungkinan nilai pH yang didapat adalah pH yang
sangat rendah sehingga larutan bersifat asam kuat karena HCl yang bersisa atau nilai pH lebih dari 7
tetapi tidak terlalu tinggi dari 7 dan larutan cenderung bersifat basa lemah karena NH4OH dan basa
konjugasi yang bersisa dalam reaksi. Hal ini dapat terjadi karena alat yang kurang bersih setelah
pemakaian untuk uji senyawa sebelumnya.

( persamaan reaksi NH4OH dengan HCl )

7.2 Standarisasi

7.3 aplikasi larutan dapar dalam dunia kefarmasian

Larutan dapar dalam bidang farmasi banyak digunakan untuk menetralkan darah atau biasanya pada
kasus keracunan.

Dalam farmasi ( obat-obatan ) banyak zat aktif yang haru berada dalam keadaan pH stabil.
Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif tersebut berkurang atau hilang sama sekali.
Untuk obat suntik atau obat tetes mata, pH obat-obatan tersebut harus disesuaikan dengan pH
cairan tubuh. pH untuk obat tetes mata harus disesuaikan dengan pH air mata agar tidak
menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu juga dengan obat suntik
harus disesuaikan dengan pH darah agar tidak menimbulkan alkalosis atau asidosis pada darah.